BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang bersiap menerapkan sistem parkir berbayar. Kebijakan ini dibahas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai bagian dari sosialisasi, sekaligus upaya meminta dukungan masyarakat sebelum diterapkan.
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengatakan penerapan parkir berbayar menjadi salah satu fokus yang dikonsultasikan kepada publik tahun ini. Selain berkaitan dengan pelayanan publik, kebijakan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Ini cukup menarik karena yang pertama sudah menjadi temuan BPK, dimana harus kami laksanakan. Kalau tidak kami laksanakan, sama halnya melanggar peraturan,” kata Suhardi, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, penerapan parkir berbayar juga menjadi bentuk kontribusi RSUD, sebagai bagian dari pelayanan publik terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Namun, sebelum diterapkan, pihak Rumah Sakit (RS) membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itu, FKP menjadi ruang sosialisasi sekaligus penguatan kebijakan tersebut.
“Dalam penerapannya kami juga butuh support dari masyarakat, dengan adanya FKP ini kami semakin kuat, karena support dari masyarakat juga disambut positif untuk penerapan parkir berbayar ini,” ujarnya.
Suhardi menjelaskan, persoalan parkir saat ini tidak hanya disebabkan keterbatasan lahan saja. Akan tetapi RSUD juga menemukan adanya kendaraan yang dititipkan selama berhari-hari oleh pemiliknya.
Kondisi tersebut membuat kapasitas parkir roda empat di lingkungan RS semakin cepat penuh. Terlebih, selama belum diberlakukan tarif, masyarakat dapat meninggalkan kendaraan di area RSUD tanpa biaya.
“Kadang-kadang istilahnya titip kendaraan. Ada yang beberapa hari titip kendaraannya di sini, atau kemungkinan punya aktivitas di luar RS, tapi titipnya di sini,” ungkapnya.
Dengan sistem parkir berbayar, pihak RS berharap penggunaan lahan parkir bisa lebih tertib, dan diperuntukkan bagi masyarakat yang memang memiliki keperluan di RSUD.
“Semoga nantinya yang parkir kendaraannya di sini adalah yang memang ada keperluan di RS,” harapnya.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




