PASER – Persiapan Kontingen Paser menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 mulai dikejar waktu. Sekitar 1.200 atlet, pelatih dan ofisial telah masuk pendataan, tetapi komposisi final kontingen belum dapat ditetapkan karena Technical Handbook (THB) sejumlah cabang olahraga belum terbit.
Kondisi tersebut ikut menghambat persiapan Training Center (TC). Padahal, Disporapar Paser menilai pemusatan latihan idealnya berlangsung efektif selama 40 hari dan harus mulai dipersiapkan dalam dua bulan ke depan.
Persoalan itu menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat persiapan kontingen di Gedung KONI Paser, Selasa (8/9/2026).
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser Kurniawan mengatakan waktu persiapan semakin terbatas sehingga TC harus segera mendapatkan kepastian.
“TC itu efektifnya dilaksanakan 40 hari, jadi harus memang secepatnya kita laksanakan,” kata Kurniawan.
Masalahnya, sejumlah cabang olahraga belum dapat memfinalisasi jumlah atlet, pelatih maupun ofisial.
THB menjadi dokumen penting karena memuat petunjuk teknis, nomor pertandingan, aturan serta berbagai ketentuan yang menjadi dasar setiap cabor menentukan komposisi kontingen.
“Jumlah atlet dalam satu cabor itu kan mestinya dilihat di dalam THB, sementara THB tersebut sampai sekarang belum keluar,” ujarnya.
Cabor selam menjadi salah satu contoh. Hingga kini, menurut Kurniawan, belum ada kepastian mengenai nomor pertandingan yang akan dipertandingkan. Tanpa informasi tersebut, pengurus cabor kesulitan menentukan atlet yang harus dipersiapkan dan dimasukkan ke dalam TC.
Persoalan itu juga berpengaruh terhadap penyusunan anggaran.
Disporapar Paser tidak menyediakan satu pos khusus dengan nilai tetap untuk seluruh pelaksanaan TC. Perhitungan kebutuhan mengacu pada pengajuan dan jumlah peserta dari masing-masing cabor.
Menurut Kurniawan, setiap atlet dalam TC direncanakan memperoleh alokasi Rp150 ribu per hari. Nilai tersebut sudah mencakup kebutuhan transportasi, konsumsi, uang saku dan kebutuhan terkait lainnya.
“Masing-masing atlet itu nanti akan memperoleh Rp150 ribu per hari, itu sudah include semua, baik masalah transport, konsumsi, uang saku dan lain sebagainya,” jelasnya.
Hingga 8 September 2026, jumlah kontingen yang masuk pendataan Disporapar mencapai sekitar 1.200 orang. Angka tersebut terdiri dari atlet, pelatih dan ofisial.
Jika seluruh 1.200 orang masuk dalam skema TC dengan asumsi Rp150 ribu per orang per hari selama 40 hari, kebutuhan anggaran secara matematis mencapai sekitar Rp7,2 miliar.
Namun, angka Rp7,2 miliar tersebut masih berupa proyeksi kasar. Nilai akhirnya bergantung pada jumlah peserta yang benar-benar mengikuti TC, komposisi setiap cabor, serta pengajuan kebutuhan setelah THB diterbitkan.
Karena itu, penerbitan THB menjadi penting bukan hanya untuk menentukan siapa yang akan bertanding. Dokumen tersebut juga menjadi dasar finalisasi jumlah kontingen dan kebutuhan anggaran TC.
Disporapar kini berpacu dengan waktu. Dengan TC yang dinilai membutuhkan masa efektif 40 hari, kepastian nomor pertandingan dan kuota atlet setiap cabor dibutuhkan agar program latihan dapat segera berjalan dan anggaran tidak disusun berdasarkan data sementara. (MK)
Pewarta: Nash
Editor: Agus S.




