BALIKPAPAN – TNI mengerahkan 35 personel untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Personel akan disebar ke sejumlah daerah rawan dan turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat.
Tim penyuluh tiba di Baseops Lanud Dhomber Balikpapan menggunakan pesawat TNI AU C-130H/A-1332. Mereka kemudian mendapat pengarahan dari Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono di Aula Makodam VI/Mulawarman, Minggu (30/8/2026).
Krido mengatakan pengerahan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Secara nasional, TNI mengerahkan 583 personel yang terdiri atas 50 perwira tinggi dan 533 perwira menengah. Mereka berasal dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Mabes TNI.
“Personel tersebut berasal dari berbagai matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Mabes TNI,” ujar Krido.
Khusus Pulau Kalimantan, sebanyak 146 personel diterjunkan. Kalimantan Barat mendapat 61 personel, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masing-masing 25 personel, sedangkan Kaltim mendapat 35 personel.
“Di Kaltim, personel penyuluh akan disebar ke sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Berau,” jelasnya.
Penyuluhan selanjutnya akan menjangkau 10 kabupaten/kota di Kaltim. Personel tidak hanya memberikan edukasi melalui kegiatan formal, tetapi juga turun langsung berinteraksi dengan masyarakat, terutama di wilayah rawan karhutla.
Menurut Krido, langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembakaran lahan sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam mencegah kebakaran sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, tim penyuluh akan berkoordinasi dengan TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemerintah daerah.
Krido menegaskan penanganan karhutla tidak cukup dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan melalui edukasi masyarakat juga diperlukan untuk menekan munculnya titik api baru.
“Pencegahan itu tidak hanya ketika terjadi kebakaran, tetapi bagaimana kita memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu karhutla,” tegasnya.
Tim penyuluh selanjutnya akan menjalankan tugas di sejumlah wilayah Kaltim dengan fokus pada daerah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan. (MK)
Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S.




