Wamentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman Hadapi Ancaman El Nino

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman meski Indonesia diperkirakan menghadapi fenomena El Nino dalam beberapa bulan mendatang.

Pemerintah mencatat total cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 28 juta ton yang berasal dari stok di gudang Bulog, tanaman padi yang akan segera dipanen, hingga cadangan yang berada di masyarakat.

“Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton,” ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, jumlah cadangan tersebut dinilai cukup kuat untuk menghadapi berbagai skenario dampak El Nino yang diprediksi berlangsung hingga enam bulan ke depan.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, puncak musim kering diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

“Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat,” katanya.

Untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat kekeringan, pemerintah terus memperkuat berbagai infrastruktur pendukung sektor pertanian.

Baca Juga:  Forkads Nilai Pengelolaan Sampah Bantar Gebang Sudah Gagal Total

Langkah yang dilakukan antara lain revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan sarana air, pengeboran sumur, hingga program pompanisasi di daerah sentra pangan.

Sejak 2024, Kementerian Pertanian disebut telah mendistribusikan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

Sudaryono menegaskan peningkatan produksi pangan sangat bergantung pada luas tanam dan dukungan sarana produksi yang memadai bagi petani.

“Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah memastikan kebutuhan petani seperti air, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian dapat terpenuhi untuk menjaga produktivitas.

Data cadangan beras sebesar 28 juta ton tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan nasional di tengah potensi cuaca ekstrem sepanjang 2026. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Baca Juga:  Mendagri Pastikan WFH ASN Tak Ganggu Pelayanan Publik
Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.