Warga Perum DLI Keluhkan Timbunan Tanah Bekas Galian Jargas: Kalau Hujan Becek, Panas Berdebu. Kapan Diselesaikan?

BONTANG – Warga Perumahan Damai Lestari Indah (DLI) mengeluhkan kondisi jalanan di perumahan, yang banyak timbunan tanah bekas galian jargas. Lantaran timbunan itu menyebabkan jalan perumahan kerap kotor dan berdebu.

Retno, salahsatu warga perumahan yang berlokasi di RT 41 Kelurahan Belimbing, Kilometer 3 mengungkapkan, beberapa bulan lalu ada penggarapan instalasi jaringan gas (jargas). Termasuk salahsatunya membuat galian-galian untuk menyambungkan pipa jargas dari rumah ke pipa utama di jalanan perumahan.

Namun sayangnya, galian yang sudah dikerjakan beberapa bulan lalu itu belum juga dilanjutkan untuk diselesaikan. Tak ayal, gunungan-gunungan tanah bekas galian tampak di sepanjang jalan perumahan.

“Akhirnya kan jalannya jadi mudah kotor. Pas hujan becek kalau panas berdebu,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan kapan galian ini akan diselesaikan. Pasalnya ia mendapat kabar kalau di daerah lain sudah mendapatkan pembagian kompor jargas. Diapun menduga di daerah lain sudah selesai instalasi jargas.

“Terus kapan di daerah kami. Sampai kapan kondisinya dibiarkan kotor terus begini,” tanyanya.

Baca Juga:  Bankeu Bontang Diusulkan Rp 880 M Dapat Rp 88 M, Wali Kota: Masih Aman!

Menanggapi kondisi tersebut, Mulya Munir, Constraction Manager PT Nooreal Idea selaku kontraktor jargas di Bontang menjelaskan, bahwa memang ada kendala khusus di area Perum DLI. Kontur tanah di wilayah itu diduga mengandung batu bara, sehingga pihaknya masih belum bisa melanjutkan pengerjaan jargas.

“Takutnya kalau ada percikan api akan berbahaya, karena ini jargas,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ditambahkannya, jargas di wilayah DLI ini sebenarnya sudah mau disambungkan dengan sistem pemipaan jargas utama yang berada di jalan besar. Namun karena ada kendala itu maka pihaknya belum berani melanjutkan.

“Ada area sekitar 20 meteran yang belum disambungkan. Kami masih menunggu tim ahli untuk memastikan keamanan penyambungan ke sistem utama,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.