BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, melakukan sidak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5, untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca insiden puluhan siswa mengalami mual dan muntah pada Senin (10/8/2026) kemarin.
Dari hasil peninjauan, Agus Haris menyebut proses pengolahan makanan di dalam dapur pada umumnya telah berjalan sesuai standar operasional. Namun, ia menemukan dua hal yang perlu segera diperbaiki, terutama pada tahap penerimaan dan penyimpanan bahan baku.
Catatan pertama adalah area penerimaan bahan baku yang dinilai masih terlalu sempit, untuk melayani kebutuhan sekitar 2.000 porsi makanan setiap hari. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal, karena ruang gerak petugas terbatas saat melakukan pemeriksaan dan pencatatan bahan yang datang.
Selain itu, ia juga menyoroti tempat penyimpanan bahan kering yang masih menggunakan alas berbahan plywood. Menurutnya, material tersebut memiliki banyak pori sehingga berpotensi menyimpan debu dan sulit dibersihkan secara maksimal.
“Saya minta ditutup menggunakan plastik tebal supaya lebih higienis. Kalau ada debu, cukup dibersihkan dengan kain basah lalu kain kering sehingga tetap bersih,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Agus Haris menegaskan, kualitas bahan baku menjadi titik paling krusial dalam proses penyediaan makanan. Karena itu, setiap bahan yang datang harus diperiksa secara teliti sebelum masuk ke dapur.
Ia mencontohkan buah maupun ayam yang diterima tidak boleh langsung digunakan seluruhnya, melainkan harus melalui proses seleksi satu per satu untuk memastikan kondisinya layak diolah.
Dalam sidak tersebut, Agus Haris juga meminta Kepala SPPG lebih aktif mengawasi seluruh tahapan produksi. Ia menilai pengawasan tidak cukup dilakukan melalui kamera pengawas (CCTV), melainkan harus hadir langsung sejak bahan baku diterima hingga makanan selesai didistribusikan.
“Kalau proses di dalam dapur, mulai memasak sampai pengemasan sudah sesuai standar. Yang perlu diperkuat adalah kehati-hatian saat menerima bahan baku dan pengawasan langsung oleh kepala dapur,” pungkasnya.
Diketahui, saat ini dapur SPPG Bontang Selatan 5 berhenti beroperasi sementara untuk dilakukan evaluasi.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




