NUSANTARA – Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) Bank Indonesia (BI) Ibu Kota Nusantara (IKN), Aura Pandu Wirawan, menyambut positif perkembangan penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di kawasan IKN dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran digital tersebut tidak hanya berkembang di pusat-pusat perdagangan modern, tetapi juga telah diterapkan oleh pelaku usaha kecil hingga pedagang kuliner di Kecamatan Sepaku.
Hal itu disampaikan Pandu saat menghadiri kegiatan workshop di Multifunction Hall Kemenko 1 IKN beberapa waktu lalu.
“Kami melihat penggunaan QRIS juga sudah masif. Kalau di IKN tidak perlu bawa uang tunai, kita cuma bawa HP. Di dalamnya ada aplikasi untuk QRIS dan kita bisa melakukan transaksi dengan sangat mudah. Termasuk juga di wilayah sekitarnya, di Sepaku,” ujarnya.
Pandu mengatakan, pihaknya kerap berkunjung ke sejumlah lokasi di Sepaku dan melihat langsung penggunaan QRIS yang semakin meluas di kalangan masyarakat.
“Kami ke sana berbelanja, kemudian kuliner juga di sana. Hampir semuanya sudah menggunakan QRIS. Mulai dari kuliner kecil sampai restoran juga sudah menggunakan. Jadi saya pikir perkembangan QRIS atau akseptasi QRIS di masyarakat, khususnya di IKN dan wilayah sekitar, sudah sangat positif,” katanya.
Menurut Pandu, perkembangan tersebut sejalan dengan konsep pembangunan Nusantara sebagai kota cerdas atau smart city yang mengedepankan digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Karena itu, wilayah penyangga IKN juga dinilai harus ikut bertransformasi agar mampu mendukung ekosistem digital yang sedang dibangun.
“Sebagaimana kita ketahui, Smart City IKN tentunya akan menjadikan kota ini menjadi kota digital. Tentunya wilayah penyangga di sekitar IKN juga harus turut mendukung itu,” tegasnya.
Ia menambahkan, penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat, tetapi juga membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan memperluas akses layanan keuangan digital.
Secara nasional, perkembangan QRIS juga terus menunjukkan tren positif. Volume transaksi QRIS sepanjang 2026 tercatat tumbuh signifikan dengan peningkatan mencapai 95,10 persen secara tahunan (year on year).
Bank Indonesia menargetkan QRIS dapat digunakan oleh 60 juta pengguna dan 45 juta merchant, dengan proyeksi volume transaksi domestik mencapai 17 miliar transaksi serta perluasan layanan lintas negara ke berbagai negara mitra.
Saat ini, batas maksimal transaksi QRIS ditetapkan sebesar Rp10 juta per transaksi, sementara nilai minimal transaksi sebesar Rp1.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.




