Investasi Lion Air Masuk IKN, Bangun MRO di Kawasan Bandara Nusantara

NUSANTARA – Investasi swasta di Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali bertambah. Lion Air Group berencana membangun fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) seluas sekitar 30 hektare di kawasan Bandara Internasional Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Otorita IKN (OIKN), Badan Bank Tanah, dan Lion Air Group.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan MRO menjadi salah satu indikasi investasi swasta terus bergerak di kawasan IKN.

“Tadi ditandatangani MoU-nya antara saya (OIKN), Bank Tanah dan Lion. Lion ingin membangun MRO di sini 30 hektare supaya untuk bisa membuat training (penerbangan) di sini,” kata Basuki dalam media briefing di Auditorium Balai Kota IKN, Jumat (14/8/2026).

Lion Air Group sebelumnya berencana membangun pusat pelatihan atau training center di kawasan IKN. Rencana tersebut kemudian dikembangkan menjadi fasilitas MRO untuk pemeliharaan pesawat.

“Lion Group mau bikin training center 30 hektare di sini. Tapi, setelah mereka berpikir untuk training center ternyata mereka pengen bangun peralatan training-nya. Jadi, MRO untuk pemeliharaan seperti yang di Batam,” jelasnya.

Baca Juga:  Ratusan Pekerja IKN Korban Kebakaran HPK Nusa Indah Direlokasi ke Hunian Baru

Untuk merealisasikan investasi tersebut, OIKN berkoordinasi dengan Badan Bank Tanah dan Lion Air Group. Koordinasi diperlukan karena lahan di sekitar kawasan bandara berada di bawah pengelolaan Badan Bank Tanah.

Basuki menilai Bandara Internasional Nusantara memiliki prospek besar untuk mendukung kegiatan penerbangan dan industri terkait.

Bandara tersebut memiliki landasan pacu sepanjang sekitar 3.000 meter dengan lebar 85 meter. Spesifikasi itu dinilai memungkinkan bandara melayani pesawat berbadan lebar atau wide-body jet.

“Ya, mereka lihat bandara ini sangat prospek karena tiga kilometer landasan pacunya, 85 meter lebarnya, sehingga itu untuk all wide-body jet,” ujarnya.

Selain pengembangan MRO, OIKN membuka peluang Bandara Internasional Nusantara dimanfaatkan untuk penerbangan haji dan umrah.

Basuki mengungkapkan, komunikasi mengenai rencana tersebut telah dilakukan dengan Menteri Haji dan Umrah.

Jika terealisasi, Bandara Internasional Nusantara tidak hanya mendukung konektivitas IKN, tetapi juga berpotensi melayani penerbangan jemaah haji dan umrah.

“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri Haji kalau bisa dipakai untuk embarkasi umrah dan haji. Ini juga insyaallah tinggal kami menunggu Perpresnya untuk berubah VVIP atau bandara khusus menjadi bandara komersial,” kata Basuki.

Baca Juga:  Albertina Ho Kagum dengan Pembangunan dan Lingkungan IKN

Perubahan status bandara tersebut menjadi salah satu tahapan yang diperlukan sebelum pemanfaatannya diperluas untuk penerbangan komersial.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.