BONTANG – Prestasi membanggakan ditorehkan Kalimantan Timur (Kaltim) di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional, dengan berhasil meraih predikat juara umum. Enam peserta asal Kota Bontang turut menyumbangkan prestasi di sejumlah cabang perlombaan.
Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bontang, M. Rais mengatakan bahwa keenam peserta Bontang berhasil meraih juara pertama hingga ketiga, pada cabang yang mereka ikuti.
Keenam peserta dari Bontang yang berhasil mendapatkan juara di antaranya:
- Muhammad Adnan Abd Barr, juara II Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) putra.
- Moammar Khadafi Nasution meraih juara II MFQ Putra.
- Askana Asy Syakirah, juara II MFQ Putri.
- Dhiyyan Rifiya, meraih juara III Tafsir Bahasa Inggris Putri,
- Enri Ahmed Paturusi, meraih juara I Tafsir Bahasa Arab Putra,
serta - Alysia Tatiana Paturusi, meraih juara III Hifzhil Quran 30 Juz Putri.
Selain para peserta, Samsiroh juga tercatat sebagai pelatih MFQ dalam kontingen tersebut.
Rais mengatakan, keberhasilan Kaltim menjadi juara umum, termasuk prestasi keenam peserta asal Bontang, merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Hasil ini berbanding lurus dengan ikhtiar. Mulai dari seleksi yang sangat ketat, TC selama enam bulan, dilanjutkan training center selama tiga bulan dengan mode online dan offline, sampai dengan karantina 42 hari di Jakarta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, proses tersebut menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan menjadi salah satu faktor yang turut menentukan raihan prestasi. Di sisi lain, peserta asal Bontang juga dinilai memiliki kompetensi yang baik di bidangnya masing-masing.
“Tentunya, anak-anak Bontang punya kompetensi yang luar biasa, di bidangnya masing-masing,” katanya.
Adapun dengan dukungan yang diberikan langsung oleh jajaran LPTQ Bontang, selama peserta menjalani perlombaan. Tepat di Selasa (8/9/2026) lalu, pengurus LPTQ Bontang yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, sekaligus Ketua Harian LPTQ Bontang, Dasuki, dan Sekretaris Umum LPTQ Bontang hadir di Semarang, untuk menemui dan memberikan semangat kepada para peserta.
Kehadiran Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni juga disebut menjadi momen berharga, dimana beliau memberikan motivasi tersendiri bagi peserta asal Bontang.
“Yang sangat membuat terharu anak-anak Bontang dengan kehadiran Ibu Wali Kota Bontang bertemu langsung dengan anak-anak Bontang untuk memberikan semangat,” ungkap Rais.
LPTQ Bontang Siapkan MTQH Kaltim
Usai mengikuti MTQ Nasional, LPTQ Bontang kini kembali mempersiapkan peserta untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an Hadist (MTQH) tingkat Provinsi Kaltim yang nantinya akan dijadwalkan berlangsung pada 2 November hingga 12 Desember 2026.
Rais menjelaskan, tahun ini tidak digelar MTQ tingkat kecamatan maupun tingkat kota di Bontang, akibat dampak efisiensi anggaran. Meski demikian, LPTQ tetap menjalankan proses seleksi secara mandiri.
“LPTQ Kota Bontang melanjutkan seleksi mandiri, dari 11 Juli sampai 15 Agustus 2026 lalu,” jelasnya.
Saat ini, para peserta memasuki tahap training center (TC) mandiri minimal dua kali dalam sepekan. Mulai Minggu (21/9/2026) mendatang. LPTQ juga telah memulai try out (TO) atau TC gabungan seluruh cabang yang dipusatkan, di Sekretariat LPTQ Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang).
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta yang selesai tampil akan mendapatkan evaluasi langsung dari para konsultan. Catatan mengenai kelemahan peserta kemudian menjadi bahan perbaikan bagi pelatih dalam menyusun pembinaan berikutnya.
Rais mengatakan, LPTQ menargetkan pelaksanaan try out minimal sebanyak 10 kali sebelum peserta memasuki masa karantina.
“Insyaallah TO dijadwalkan minimal 10 kali, menjelang masuk karantina selama 10 hari, yakni 21 sampai 30 November 2026,” bebernya.
Para peserta yang berhasil meraih juara pada MTQ Nasional tersebut juga mendapatkan hadiah berupa uang, selain sertifikat penghargaan.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




