BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mendorong penurunan angka stunting, di setiap wilayah kelurahan. Salah satunya melalui peluncuran inovasi CANTIK (Cegah dan Atasi Stunting di Kelurahan Kanaan), yang melibatkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengapresiasi dukungan PT Kaltim Parna Industri (KPI), dalam upaya percepatan penanganan stunting khususnya di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat.
Neni menyebutkan dari data yang ada, kasus stunting di wilayah Kanaan berada di angka sekitar 7,8 persen atau setara dengan sekitar 21 kasus. Angka tersebut menjadi salah satu yang terendah di Kota Bontang, dan sudah berada di bawah satu digit.
“Cegah stunting yang dilaksanakan oleh PT KPI kami ucapkan terima kasih. Di Kanaan ini kurang lebih ada 21 kasus yang dimana setara dengan 7,8 persen,” ujar Neni, Kamis (1/10/2026).
Meski angka stunting relatif rendah, Neni menegaskan masih terdapat persoalan gizi lainnya yang perlu mendapat perhatian, yakni wasting dan underweight.
Di Kanaan, tercatat sekitar 10 kasus wasting atau hampir 3 persen. Sementara kasus underweight-nya mencapai sekitar tujuh kasus atau sekitar 2 persen.
Karena itu menurut Neni, penanganannya tidak boleh hanya berfokus pada stunting saja. Intervensi harus dilakukan secara terpadu mulai dari kelompok remaja, balita, ibu hamil hingga ibu menyusui.
“Masih ada wasting yang harus kita selesaikan. Target saya stunting di Kanaan ini zero,” tegasnya.
Selain itu ia juga mengatakan, bahwa inovasi CANTIK menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan tersebut. Program ini juga menggandeng PT KPI dan BNN Bontang, melalui program Maleke yang rajin berusaha, Matutu’ yang tekun menjaga, Manana yang cerdas dan bijaksana, disertai berbagai bentuk intervensi lainnya.
Neni menargetkan perkembangan intervensi ini dapat terlihat dalam 56 hari ke depan. Ia berharap angka stunting di wilayah Kanaan dapat ditekan hingga di bawah 5 persen, bahkan jika memungkinkan mencapai nol kasus.
“Kita bersyukur juga ada program MBG, di mana makanan diberikan untuk balita dan ibu hamil. Jadi ini sangat berkolaborasi dan terpadu. Target kita benar-benar ingin stunting di Kanaan bisa di bawah 5 persen, kalau bisa zero,” katanya.
Sementara itu, PT KPI menyatakan bangga dapat menjadi bagian dari peluncuran inovasi CANTIK. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya pemerintah, dalam menciptakan generasi emas Bontang.
Dengan pendekatan berbasis kelurahan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program tersebut diharapkan mampu memperkuat intervensi gizi, sekaligus mendorong penurunan kasus stunting, wasting, dan underweight di Kanaan.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




