BONTANG — Dalam rangkaian safari dakwahnya di Kota Bontang, Ustaz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., M.A. menyampaikan tausiah mendalam mengenai hakikat kesabaran. Kajian yang digelar usai shalat Subuh berjamaah di Masjid Baitul Rahman, Pupuk Kaltim, Sabtu (15/8/2026) tersebut menyedot perhatian antusias dari para jamaah.
Dalam paparannya, penceramah lulusan Universitas Islam Madinah yang juga dosen STDI Jember ini menegaskan bahwa kebahagiaan dan kebaikan hidup hanya bisa diraih melalui kesabaran.
Tiga Dimensi Kesabaran Utuh
Ustaz Syafiq menjelaskan, bahwa sabar bukan sekadar bersikap pasrah saat diterpa musibah. Lebih dari itu, kesabaran sejati mencakup tiga dimensi utama:
1. Sabar dalam Menjalankan Perintah Allah: Membutuhkan konsistensi, tekad, dan keikhlasan fisik maupun hati.
2. Sabar dalam Menjauhi Larangan Allah: Menuntut pengendalian diri yang kuat untuk menahan hawa nafsu dan godaan maksiat.
3. Sabar Menghadapi Takdir dan Ujian Manusia (Wa Shaabiruu): Kelapangan dada ekstra dalam merespons dinamika sosial, baik ujian pasangan, anak, hingga dinamika kerabat.
“Sabar dalam taat dan sabar dalam menjauhi maksiat adalah ‘sabar pilihan’ (pilihan aktif). Jika sabar saat ditimpa musibah, kita memang tidak punya pilihan lain kecuali menerimanya,” tegasnya di hadapan jamaah.
Menjadi Mukmin yang Kuat
Di akhir tausiahnya, beliau menekankan bahwa sabar tidak identik dengan keloyoan atau sikap berdiam diri. Sabar harus beriringan dengan semangat untuk menjadi mukmin yang kuat, baik secara iman, fisik, maupun mental.
“Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Kesabaran adalah pondasi kekuatan tersebut—bagaikan kedudukan kepala pada sebuah jasad.” Tegasnya.
Safari dakwah Ustaz Syafiq Riza Basalamah di Bontang ini merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah, setelah pada sore hari sebelumnya beliau juga mengisi kajian ba’da Maghrib di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Penulis: Yusva Alam




