BONTANG – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengenang perjalanan panjang perjuangan membesarkan Partai Golkar di Kota Bontang, termasuk berbagai tantangan dan fitnah yang menurutnya masih terus diarahkan kepadanya hingga saat ini.
Saat sambutan di Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD Partai Golkar Kota Bontang, di Hotel Grand Mutiara, Sabtu (27/6/2026), Andi Faizal menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan Partai Golkar, yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin partai di tingkat kota. Menurutnya, amanah tersebut menjadi penyemangat untuk terus menjalankan tanggung jawab sebagai ketua DPD.
“Saya berdiri di sini berkat amanah dari bapak ibu semua. Kalau saya sudah berada di keluarga besar Partai Golkar, rasa percaya diri saya tumbuh,” ungkapnya.
Ia mengaku teringat masa-masa sulit, ketika Partai Golkar Bontang berjuang untuk kembali merebut kepercayaan masyarakat. Perjalanan tersebut, ia ungkapkan dengan lantang bahwa semuanya tidak jalan semudah itu, pastinya ada tantangan.
Rasa haru pun muncul saat mengenang perjuangan tersebut, terlebih di tengah berbagai tudingan yang belakangan kembali mencuat dan ditujukan kepadanya. Meski demikian, Andi Faizal memilih untuk tidak membalas berbagai tuduhan tersebut.
Andi Faiz pun menyampaikan pesan dan kesan ke seluruh kader Golkar Bontang secara hangat dan mendalam, hingga dirinya meneteskan air mata di depan ratusan kader mengingat ia sedang kuat diisukan dengan berbagai macam tuduhan.
“Dengan berbagai macam fitnah dan lain sebagainya, biarkan masyarakat yang menilai. Karena kita sebagai manusia, tugas kita adalah terus menebarkan kebaikan,” katanya.
Menurutnya, jawaban terbaik atas berbagai tudingan yang tidak berdasar bukanlah dengan saling menyerang, melainkan tetap bekerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader Partai Golkar di Bontang untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat solidaritas, serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan partai.
Ia menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama, di tengah dinamika politik yang berkembang.
“Mudah-mudahan kita semua selalu dijauhkan, dari marabahaya dan dijauhkan dari fitnah,” tambahnya.
Pesan tersebut disampaikan sebagai motivasi bagi seluruh kader Golkar agar tetap solid, fokus bekerja, dan terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengedepankan pengabdian serta semangat kebersamaan.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




