BONTANG – Fasilitas metering gas milik PT Bontang Migas dan Energi (BME) di kawasan Tugu Selamat Datang, Jalan Poros Samarinda-Bontang, menjadi sasaran pencurian. Sejumlah kabel power, perangkat pendukung, hingga empat aki dilaporkan hilang setelah pagar kawat di lokasi tersebut dirusak.
Peristiwa itu diketahui pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 09.30 WITA, saat tim keamanan dan ketertiban (Kamtib) PKT melakukan patroli rutin. Petugas mendapati pagar kawat di area metering gas dalam kondisi terbuka dan rusak.

Temuan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak BME dan diteruskan kepada PT Bayu Bumi Gemilang (BBG). Tim dari kedua perusahaan bersama Kamtib PKT selanjutnya mendatangi lokasi, untuk melakukan pendataan awal terhadap kerusakan dan barang yang hilang.
Ops Leader BBG Bontang, Irsan Nurgozali, mengatakan sejumlah barang yang dicuri merupakan perangkat kelistrikan pendukung fasilitas tersebut. Di antaranya kabel power solar cell, kabel power control valve, kabel power lampu, kabel power gas detector, serta UPS dan empat aki.
Selain kehilangan barang, pelaku juga merusak pagar kawat, panel, dan pipa konduit. Sementara itu, pendataan terhadap kemungkinan barang lain yang hilang masih dilakukan.
“Untuk kabel-kabel instrumen gas alhamdulillah aman, jadi tidak mengganggu pengaliran gas jargas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
Meski distribusi gas masih berjalan normal, Irsan mengingatkan kerusakan pada komponen tertentu dapat berdampak terhadap penyaluran gas. Terutama jika kabel instrumen atau valve gas ikut dirusak.
Fasilitas metering tersebut berkaitan dengan penyaluran gas dari pipa Pertagas untuk jaringan gas (jargas) Kota Bontang. Karena itu, keamanan perangkat di lokasi menjadi hal yang perlu diperhatikan, agar operasional penyaluran gas tetap terjaga.
Irsan menyebut, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak Bhabinkamtibmas. Hingga Senin, pihaknya masih berkoordinasi dengan aparat terkait tindak lanjut atas temuan pencurian tersebut.
Di sisi lain, kamera pengawas atau CCTV di lokasi diketahui sedang tidak aktif saat kejadian. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi dalam upaya meningkatkan keamanan fasilitas.
Ke depan, pengamanan akan diperketat melalui peningkatan patroli dan rencana penambahan CCTV. Sementara itu, kerugian akibat pencurian tersebut ditaksir mencapai jutaan rupiah.
“Untuk yang terlihat seperti kabel-kabel power, UPS, Aki sekitar Rp 5 juta,” tuturnya.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam




