Musda KONI Bontang Digelar, Bahas Penjaringan Calon Ketua, Pembinaan Cabor, hingga Dukungan CSR Perusahaan

BONTANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bontang menggelar Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) untuk menentukan kepengurusan baru, menyusul pengunduran diri ketua sebelumnya yang kini masuk dalam kepengurusan KONI Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketua Panitia Musorkotlub KONI Bontang, Andi M Amri, mengatakan bahwa agenda tersebut diawali dengan rapat pleno yang salah satunya akan membentuk tim penjaringan calon ketua KONI Bontang.

“Ketua sebelumnya mengundurkan diri karena masuk dalam kepengurusan KONI Kaltim. Hari ini kita melaksanakan musyawarah olahraga kota luar biasa dan rapat pleno. Di situ nanti dibentuk tim penjaringan,” ujar Andi saat ditemui, Sabtu (19/9/2026) siang.

Menurutnya, proses penjaringan calon ketua KONI Bontang diperkirakan berlangsung selama kurang lebih satu pekan. Setelah ketua baru terpilih, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama terkait pembinaan seluruh cabang olahraga (cabor).

Andi menilai, setiap cabor perlu memiliki perencanaan pembinaan yang jelas dan matang, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang.

“Ketua terpilih nanti PR-nya adalah bagaimana seluruh cabor yang ada di Bontang, mampu mempresentasikan kinerjanya. Hal seperti ini bakal dievaluasi kembali untuk kemajuan KONI Bontang,” katanya.

Baca Juga:  Pawai Budaya Gambarkan Kerukunan Masyarakat Bontang

Rencana pembinaan tersebut nantinya akan dikumpulkan dan dirangkum oleh KONI. Selanjutnya, hasilnya akan dipresentasikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, serta para stakeholder terkait.

Sehingga dengan pola tersebut, pembinaan olahraga di wilayah Bontang diharapkan tidak berjalan secara sporadis, melainkan memiliki target yang jelas, terukur dan terencana.

Persiapan Porprov Mulai Diperkuat

Selain pembenahan organisasi, persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) juga menjadi perhatian dalam kepengurusan KONI Bontang ke depan.

Di satu sisi, Andi menyebutkan bahwa masing-masing cabor saat ini telah melakukan persiapan sesuai dengan kebutuhan dan program mereka. Namun, pengurus KONI yang baru nantinya akan meningkatkan pengawasan terhadap proses latihan dan pembinaan atlet.

“Untuk menghadapi Porprov ini sebenarnya semua cabor sudah mempersiapkan dirinya masing-masing. Kemudian kami di kepengurusan baru akan intens, mengawasi pelatihan dan pembinaan di cabor itu,” jelasnya.

KONI juga akan meminta setiap cabor menetapkan target maksimal yang ingin dicapai pada Porprov 2026. Target tersebut akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing cabor, termasuk komposisi atlet dan tim yang telah terbentuk.

Baca Juga:  Wacana Pilkada Melalui DPRD, Ini Tanggapan Andi Faiz

Hal ini dinilai penting, agar KONI memiliki gambaran mengenai potensi prestasi yang dapat diraih Bontang, sekaligus menjadi dasar dalam melakukan evaluasi pembinaan.

Manajemen Organisasi Akan Dievaluasi Total

Musorkotlub juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap tata kelola KONI Bontang. Andi mengatakan, sistem manajemen organisasi menjadi salah satu aspek yang perlu dibenahi, secara menyeluruh.

“Untuk evaluasi KONI Bontang di Musda ini, sistem manajemen organisasi harus dibenahi secara total,” tegasnya.

Selain pembenahan internal, KONI juga akan berupaya memperkuat komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang. Perusahaan diharapkan dapat berperan sebagai bapak asuh bagi cabor, melalui dukungan pembinaan maupun pendanaan kegiatan olahraga.

Menurut Andi, dukungan tersebut diperlukan karena selama ini masih terdapat cabor yang harus menggunakan dana sendiri ketika mengikuti turnamen, baik di dalam maupun luar daerah.

“Kita harus bisa membangun komunikasi dengan pihak perusahaan di Bontang, supaya mereka menjadi bapak asuh dari cabor ini. Cabor mampu mengikuti turnamen di kota maupun di luar kota,” ujarnya.

Baca Juga:  Optimalkan PAD, Bapenda Luncurkan Inovasi ‘Si Janda Manis’

Sehingga ia berharap, atlet dan cabor yang membawa nama Kota Bontang dalam berbagai kompetisi, tidak lagi terbebani persoalan biaya operasional. Karena itu, KONI ke depan akan mengevaluasi pola pendanaan sekaligus membangun skema kerja sama dengan dunia usaha.

Andi juga berharap Pemkot Bontang dapat membantu membuka ruang koordinasi, antara KONI dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Bontang, khususnya dalam mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, untuk mendukung pembinaan olahraga.

“Dengan pemerintah Bontang, kami berharap bisa didukung untuk berkoordinasi dengan perusahaan, sehingga perusahaan itu bisa menyalurkan CSR-nya ke KONI Bontang,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.