Nelayan Asal Berbas Pantai Dilaporkan Hilang di Perairan Ataka

BONTANG – Seorang nelayan asal Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, dilaporkan hilang atau lost contact saat melaut di perairan sekitar pengeboran lepas pantai Ataka.

Laporan tersebut diterima oleh Pusdalops BPBD Bontang, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 09.30 Wita. Korban diketahui bernama Jamaluddin (50), salah satu warga di Jalan Pangandaran RT.13, Berbas Pantai.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Ismail, melalui Kepala Bidang (Kabid), Ismail mengatakan bahwa sebelumnya, ia berangkat melaut sejak Minggu (10/5/2026), sekitar pukul 07.00 Wita, menggunakan kapal bernama ‘Jamal Nur’ dengan ciri body berwarna hijau tua dan kamar kapal berwarna putih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tujuan awal korban melaut berada di sekitar pengeboran lepas pantai Wesenol, sebelum kemudian berpindah ke wilayah perairan Ataka dan arah selatan, sekitar 40 hingga 70 mil laut dari Bontang.

Terlebih lagi dalam laporan BPBD Bontang disebutkan, korban terakhir kali diketahui bersama rekannya sesama nelayan bernama M. Hilal, tepat di Jumat (15/5/2026) di area pemancingan tersebut.

Baca Juga:  DPMPTSP Terangkan Alasan Mie Gacoan Boleh Beroperasi Walaupun Izin Belum Terbit

Saat itu korban sempat menyampaikan, akan melanjutkan memancing ke spot berikutnya di sekitar kapal BOR. Namun setelah itu hingga laporan dibuat, korban tidak lagi memberikan kabar dan diketahui tidak membawa alat komunikasi selama melaut.

Sehingga istri korban, Nursamsi (50), kemudian melaporkan kejadian tersebut dan pihak dari BPBD melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) langsung menerima laporan, membuat laporan kejadian, serta melakukan koordinasi dengan instansi dan pihak terkait, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan.

“Saat ini kami hanya stay di kantor sambil koordinasi dengan pihak keluarga, kami juga sudah koordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (Sahbandar) dan Polairud. Semoga dalam waktu dekat diketahui kabarnya,” ucapnya, Senin (19/5/2026).

Hingga saat ini proses koordinasi pencarian masih terus dilakukan guna menemukan keberadaan nelayan tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.