Beranda blog Halaman 1027

Pencurian Unit Crane 4 Bulan Lalu Terungkap Hari Ini

0
Pencurian Unit Crane 4 Bulan Lalu Terungkap Hari Ini
Ketiga tersangka diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Kejadian pencurian unit crane 4 bulan lalu akhirnya terungkap. Sat Reskrim Polres Bontang berhasil menangkap 3 orang tersangka berinisial MS, E, dan H, Rabu (5/4/2023).

Pencurian unit crane tersebut terjadi di Pelabuhan KWB Jalan Pelabuhan III, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Selasa (20/12/2022) silam sekira pukul 23.00 Wita. Namun pelapor baru melaporkan kejadian tersebut tanggal 30 Desember 2023.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Kasat Reskrim Iptu Bonar menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat pelapor sedang memperbaiki unit crane yang sedang rusak. Unit crane tersebut diharuskan turun mesin dan ditinggal di sebuah lokasi di Pelabuhan Tanjung Laut.

“Saat ditinggal, pelapor mendapat informasi dari seorang saksi bahwa unit crane yang ditinggal, telah terlihat sudah seperti ada yang membongkar,” ujar Iptu Bonar.

Setelah pelapor tiba di lokasi tempat unit crane tersebut disimpan, benar terdapat beberapa barang dari crane tersebut yang hilang. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian material sebesar Rp 200 juta dan melaporkan ke Polres Bontang.

Ketiga tersangka ditangkap pada hari Rabu pukul 10.00 wita. Tersangka 1 ditangkap di Pelabuhan Tanjung Laut. Tersangka 2 dan Tersangka 3 ditangkap di rumah masing masing.

Dari hasil penangkapan ketiga tersangka, Polres Bontang mendapatkan bukti sebuah tromol/pelek roda dan satu pompa hidrolik.

Saat ini ketiganya sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (al)

Pelayanan Kesehatan Dianggap Sudah Bagus, Najirah: Jangan Cepat Puas, Terus Tingkatkan!

0
Pelayanan Kesehatan Dianggap Sudah Bagus, Najirah: Jangan Cepat Puas, Terus Tingkatkan!
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah (Syakurah/Radarbontang.com (grup Mediakaltim.com)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melaksanakan Forum Pelayanan Kesehatan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (5/4/23), untuk bersama terus meningkatkan pelayan kesehatan di Kota Bontang.

Salah satu program prioritas Pemkot Bontang periode 2021-2026, melalui peningkatan akses layanan kesehatan “Bontang Lebih Sehat” yang berkualitas sebagaimana yang termasuk dalam sasaran pembangunan Kota Bontang.

“Pelayanan kesehatan adalah pelayanan publik yang sangat penting dan sering menjadi sorotan di masyarakat, karena kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia,” terang Najirah, Wakil Wali Kota Bontang dalam sambutannya.

Pelayanan kesehatan di Kota Bontang selama ini telah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan hasil survei indeks kepuasan masyarakat di Puskesmas pada tahun 2021 dan 2022 yang berkategori baik.

Demikian juga di RSUD Kota Bontang yang meraih terbaik 1 pada tahun 2022 lalu. Puskesmas Bontang Utara I yang menjadi puskesmas terbaik 3 nasional dalam penilaian pelayanan kesehatan oleh BPJS kesehatan.

Hal ini menjadi salah satu bukti indikator, bahwa pelayanan kesehatan baik fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas kesehatan tingkat lanjutan Kota Bontang diakui nasional.

“Saya sudah beberapa kali melakukan sidak di RSUD, dan memang kepuasan masyarakat cukup tinggi dengan pelayanannya,” ucapnya.

Namun, Najirah ingin fasilitas kursi tunggu RSUD dapat ditambah, karena seringkali pada hari kerja didapati pasien yang tidak kebagian kursi, sehingga harus mencari tempat lain untuk menunggu.

“Saya harap kursi tunggu bisa ditambah. Karena saya tanya-tanya para pasien, keluhan mereka hanya saat menunggu, namun untuk pelayanan sudah baik,” ungkapnya.

Najirah berharap rumah sakit maupun puskesmas terus meningkatkan pelayanan dan tidak cepat puas, sehingga ke depannya tenaga kesehatan di Bontang dapat berinovasi dalam pelayanannya. (sya)

Patroli Gabungan Pastikan THM Tutup Selama Ramadan

0
Patroli Gabungan Pastikan THM Tutup Selama Ramadan
Ilustrasi patroli gabungan. (ist)

BONTANG – Personil Polres Bontang bersama TNI dan Satpol PP melaksanakan patroli di wilayah hukum Polres Bontang. hal ini dalam rangka menegakkan Surat Edaran Walikota Bontang No. 100.3. 43 / 747 Sat Pol PP / 2023, Selasa (4/4/23) 21.00 Wita

Dalam surat tersebut, tertuang penutupan sementara penyelenggaraan kegiatan usaha hiburan malam dan pengawasan hotel, serta pengaturan rumah makan, restoran, warung, rumah bola sodok (biliar), warnet, gim online, dan play station (PS) selama Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriah.

Patroli yang dipimpin langsung oleh Kabid Penindakan Perda Kota Bontang, Eko Mashudi dibagi menjadi 2 regu. Regu 1 khusus patroli di wilayah Bontang Selatan, sedangkan regu 2 wilayah Bontang Barat dan Utara.

Sasaran patroli menitik beratkan pada hotel kelas melati, Tempat Hiburan Malam (THM),  biliard, karaoke, panti pijet dan warnet yang ada di wilayah Bontang.

“Kami memastikan apakah mereka mematuhi surat edaran tersebut atau tidak” ucap Kasat Samapta Polres Bontang, Iptu Widodo AF.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Iptu Widodo mengatakan, bagi yang ditemukan melanggar bakal dijatuhi sanksi sesuai yang telah tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman serta Perlindungan Masyarakat. Mulai dari teguran lisan, peringatan tertulis, tindakan polisional, denda administratif, hingga pencabutan izin usaha pungkasnya. (hms)

Imbau Warga Lengkapi Vaksin, Toetoek: Kita Ingin Covid-19 Jadi Flu Biasa!

0
Imbau Warga Lengkapi Vaksin, Toetoek: Kita Ingin Covid-19 Jadi Flu Biasa!
Ilustrasi Vaksin boster (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Toetoek Pribadi mengatakan, kelengkapan vaksin Covid-19 harus tetap dipenuhi untuk kepentingan kesehatan dalam menyambut hari-hari besar.

Namun kelangkaan vaksin masih menjadi kendala utama, terutama untuk booster. Kelangkaan ini tidak hanya terjadi di Bontang, namun juga nasional.

“Kita ingin Covid-19 nantinya bisa seperti flu biasa, oleh sebab itu vaksin sebenarnya harus dilengkapi. Tapi memang sekarang di mana-mana lagi kosong,” ungkapnya saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali kota Bontang, Rabu (5/4/23).

Toetoek sempat menyayangkan, saat dulu vaksin masih tersedia banyak, warga tidak langsung melengkapi vaksinnya. Saat vaksin mulai langka ia mendapat banyak laporan warga yang ingin melengkapi booster.

“Walaupun masih banyak warga yang belum boster, semoga sehabis lebaran tidak ada kasus meningkat,” harapnya.

Lebih lanjut, vaksin boster akan segera kembali tersedia, namun tidak akan dilakukan di vaksin center lagi. Saat vaksin sudah tersedia warga akan langsung diarahkan ke puskesmas terdekat.

“Kami akan sebar di puskesmas-puskesmas, jadi warga tidak perlu jauh-jauh ke vaksin center. Untuk ketersediaan pasti akan kami siarkan jika sudah datang,” tutupnya. (sya)

Jelang Libur Lebaran, Toetoek Ingatkan Tetap Gunakan Masker

0
Jelang Libur Lebaran, Toetoek Ingatkan Tetap Gunakan Masker
Toetoek Pribadi, Kepala Dinas Kesehatan Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com (Mediakaltim.com)

BONTANG – Menjelang libur lebaran, arus mudik dipastikan mengalami peningkatan. Warga diimbau tetap menjaga kesehatan, agar tidak menularkan dan membawa pulang penyakit dari luar daerah. Hal itu disampaikan Toetoek Pribadi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang.

Toetoek mengatakan, tetap gunakan masker saat berada di keramaian. Walaupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah dicabut sejak akhir 2022, namun corona masih ada.

“Nanti kita tetap akan bertemu banyak orang dan berdempetan, masker jadi salah satu penyelamat kita, karena kita tidak tahu orang sakit,” jelasnya

Protokol Kesehatan (Prokes) tetap harus dijalankan, agar corona tidak kembali meningkat. Walaupun kasus makin sedikit dan sudah menuju endemi justru kita harus waspada.

“Jangan lengah karena kita sudah memasuki endemi, Insyaallah pada akhirnya corona akan seperti flu biasa,” tambah Toetoek.

Menyetujui hal tersebut, Wawali Bontang, Najirah menambahkan, masker sangat berperan penting untuk keseharian. Ia memberikan contoh kecil pada dirinya yang sering terkena pilek semenjak jarang menggunakan masker.

“Saya merasa masker sangat berpengaruh, dulu ketika saya sering pakai masker saya jarang pilek. Semenjak sudah tidak wajib masker, saya sering kena pilek,” jelasnya

Dilanjutkan, dengan melengkapi vaksin hingga boster, daya tahan tubuh meningkat dan gejala bisa menjadi ringan, sehingga setelah libur lebaran berakhir tidak akan ada kasus ditemukan. (sya)

TBC di Bontang Meningkat, Solusikan dengan Islam

0
TBC di Bontang Meningkat, Solusikan dengan Islam
Djumriah Lina Johan.

Oleh:

Djumriah Lina Johan

(Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

Kasus Tuberkulosis (TBC)  anak di Kota Bontang meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menyebutkan di 2021 ada 81 kasus, 2022 meningkat menjadi 237 kasus. Kepala Bidang Pencegahan Penanggulanan Penyakit Menular Dinkes Bontang, Muhammad Ramzi mengungkapkan bahwa di awal 2023 sudah terdeteksi 24 kasus per Februari 2023.

“Kasus TBC anak ini cukup meningkat dari 2021 ke 2022 saja naiknya mencapai tiga kali lipat sedangkan di Januari hingga Februari 2023 sudah ditemukan 24 kasus,” ungkapnya saat ditemui, Senin (20/3/2023).

Tingginya penemuan kasus TBC anak menunjukkan masih banyaknya sumber penularan TB pada orang dewasa yang belum ditemukan. Selain itu, Dinkes akan melakukan pemantauan terhadap pasien yang memang sudah masuk dalam sasaran, serta menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap keluarga masing-masing terutama anak-anak yang memang cukup rentan terpapar virus penyakit. (Niaga.asia, 20/3/2023)

Mengutip laman Alodokter (10-6-2022), ada beberapa kelompok berisiko tinggi tertular TBC, salah satunya ialah orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh; orang lanjut usia dan anak-anak; orang yang mengalami kekurangan gizi; orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita HIV, kanker, dsb.

Lingkungan dan sanitasi yang bersih sangat penting mencegah penyakit TBC. Bahkan, ada anggapan di masyarakat bahwa penyakit TBC adalah penyakit orang miskin lantaran berkaitan dengan lingkungan kumuh dan sanitasi air yang buruk, meski tidak jarang ada sebagian kelompok menengah ke atas juga menjadi penderita TBC.

Namun, harus kita akui bahwa lingkungan dan sanitasi buruk memperberat kasus TBC pada kelompok masyarakat ekonomi ke bawah. Daerah dengan kondisi kumuh dan kurang terawat dapat menjadi faktor penyebaran TBC, terutama jika masyarakat cenderung abai  terhadap gejala TBC yang dialaminya. TBC juga rentan menyerang anak-anak dengan kondisi gizi yang  buruk.

Biang masalah dari meningkatnya penyakit menular seperti TBC ini adalah penerapan sistem kapitalisme. Sistem ini meniscayakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dikapitalisasi dan dikomersialisasi dalam setiap kebijakan negara.  Masyarakat harus berusaha keras jika ingin memenuhi kebutuhan mereka.

Kemiskinan yang mendera tidak serta-merta karena kemauan mereka, melainkan kemiskinan tersistem akibat penerapan sistem kapitalisme. Masyarakat miskin lebih kesulitan menerapkan pola dan gaya hidup sehat ketimbang masyarakat menengah ke atas.

Perbedaan kondisi ekonomi inilah yang membuat kelompok sosial ekonomi rendah lebih rentan dan riskan terhadap penyakit menular seperti TBC .

Meski pemerintah sudah melakukan berbagai upaya mencegah dan meminimalkan penularan TBC, jika persoalan kemiskinan belum terurai secara tuntas, kasus TBC bisa jadi terus meningkat.

Sekalipun negara menggandeng ormas, LSM, bahkan WHO untuk mencegah dan mengatasi TBC, jika pengaturan urusan rakyat masih menerapkan kapitalisme, hidup sehat dan sejahtera hanya angan-angan belaka.

Lingkungan dan sanitasi bersih, gizi baik, terpenuhinya kebutuhan dasar, kesadaran literasi, pengetahuan, serta edukasi di masyarakat, tidak akan tercapai selama rakyat masih susah dan sulit mengaksesnya, apalagi rakyat miskin.

Oleh karenanya, biang masalah kemiskinan inilah yang mesti diselesaikan secara tuntas, barulah masalah penyakit menular semacam TBC dapat dicegah.

Solusi Islam

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja di antara kalian yang berada di pagi hari sehat badannya; aman jiwa, jalan dan rumahnya; dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan ia telah diberi dunia seisinya.” (HR al-Bukhari dalam Adab al-Mufrâd, Ibn Majah dan Tirmidzi).

Dalam hadis ini kesehatan dan keamanan disejajarkan dengan kebutuhan pangan. Ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keamanan statusnya sama sebagai kebutuhan dasar yang harus terpenuhi.

Negara bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan dasar itu. Nabi saw. bersabda, “Imam (Khalifah) laksana penggembala dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Tidak terpenuhi atau terjaminnya kesehatan dan pengobatan akan mendatangkan dharar bagi masyarakat. Dharar (kemadaratan) wajib dihilangkan. Dengan demikian, kesehatan dan pengobatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak rakyat dan menjadi kewajiban negara.

Kebijakan kesehatan dalam Khilafah akan memperhatikan terealisasinya beberapa prinsip. Pertama: pola baku sikap dan perilaku sehat. Kedua: Lingkungan sehat dan kondusif. Ketiga: pelayanan kesehatan yang memadai dan terjangkau. Keempat: kontrol efektif terhadap patologi sosial.

Pembangunan kesehatan tersebut meliputi keseimbangan aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Promotif ditujukan untuk mendorong sikap dan perilaku sehat. Preventif diprioritaskan pada pencegahan perilaku distortif dan munculnya gangguan kesehatan. Kuratif ditujukan untuk menanggulangi kondisi patologis akibat penyimpangan perilaku dan munculnya gangguan kesehatan. Rehabilitatif diarahkan agar predikat sebagai makhluk bermartabat tetap melekat.

Pembinaan pola baku sikap dan perilaku sehat baik secara fisik, mental maupun sosial, pada dasarnya merupakan bagian dari pembinaan kepribadian Islam itu sendiri.  Dalam hal ini, keimanan yang kuat dan ketakwaan menjadi keniscayaan.

Syariah juga memperhatikan pola makan sehat dan berimbang serta perilaku dan etika makan seperti perintah untuk memakan makanan halal dan thayyib (bergizi), larangan atas makanan berbahaya, perintah tidak berlebihan dalam makan, makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang, mengisi perut dengan 1/3 makanan, 1/3 air dan 1/3 udara, termasuk kaitannya dengan syariah puasa baik wajib maupun sunah. Syariah juga menganjurkan olah raga dan sikap hidup aktif.

Jadi, menumbuhkan pola baku sikap dan perilaku sehat tidak lain adalah dengan membina kepribadian Islam dan ketakwaan masyarakat. Hal itu bukan hanya menjadi domain kesehatan tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat umumnya.

Kebijakan kesehatan Khilafah juga diarahkan bagi terciptanya lingkungan yang sehat dan kondusif.  Tata kota dan perencanaan ruang akan dilaksanakan dengan senantiasa memperhatikan kesehatan, sanitasi, drainase, keasrian, dsb.  Hal itu sudah diisyaratkan dalam berbagai hadis, seperti:

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, Maha Bersih dan mencintai kebersihan, Maha Mulia dan mencintai kemuliaan. Karena itu, bersihkanlah rumah dan halaman kalian, dan janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi.” (HR at-Tirmidzi dan Abu Ya’la).

Hadis ini dan yang lain jelas mengisyaratkan disyariatkannya pengelolaan sampah dan limbah yang baik, tata kelola drainasi dan sanitasi lingkungan yang memenuhi standar kesehatan, dan pengelolaan tata kota yang higienis, nyaman sekaligus asri.

Tentu saja itu hanya bisa direalisasikan melalui negara, bukan hanya melibatkan departemen kesehatan, tetapi juga departemen-departemen lainnya.

Tata kota, sistem drainase dan sanitasi kota kaum Muslim dulu seperti Baghdad, Samara, Kordoba, dsb telah memenuhi kriteria itu dan menjadi model bagi tata kota seperti London, kota-kota di Perancis dan kota-kota lain di Eropa.

Pelayanan kesehatan harus diberikan secara gratis kepada rakyat baik kaya atau miskin tanpa diskriminasi baik agama, suku, warna kulit dan sebagainya. Pembiayaan untuk semua itu diambil dari kas Baitul Mal, baik dari pos harta milik negara ataupun harta milik umum.

Wallahua’alam Bishowab

Warga Malahing Dibekali Sapta Pesona

0
Warga Malahing Dibekali Sapta Pesona
Warga Malahing mendengarkan pemaparan sapta pesona. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang menggelar kegiatan Monitoring dan Sosialisasi Sapta Pesona Kampung Wisata Malahing sebagai Salahsatu ADWI Terbaik di Tahun 2023, Senin (3/4/2023) kemarin di Kampung Malahing.

Kegiatan ini sebagai salahsatu agenda persiapan kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengunjungi Kampung Malahing. Sebagai salahsatu desa wisata yang berhasil masuk di 75 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023.

Di agenda kali ini Dispopar membekali warga Malahing, agar mempersiapkan diri sebagai warga kampung wisata. Mulai dari pengelolaan lingkungan, menyambut pengunjung, hingga peningkatan keamanan selama perjalanan.

Tak ayal, 7 poin sapta pesona pun dibeberkan, agar warga Malahing semakin memahami detil-detil persiapan sebagai desa wisata. 7 poin itu adalah Aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan.

Kabid Pariwisata Dispopar Bontang, Ramli Mansurina dalam pemaparannya menjelaskan, bahwa 7 poin ini harus dilakukan oleh warga Malahing jika ingin pengunjung semakin banyak yang datang ke kampung mereka. Slogan sapta pesona ini akan semakin meningkatkan daya tarik Malahing di mata pengunjung.

Lingkungan harus lah menimbulkan rasa aman bagi pengunjung, kebersihan dijaga, ramah dalam menyambut pengunjung dan tidak lupa menyapa siapapun yang datang, menjaga penghijauan lingkungan agar kampung selalu terlihat sejuk, sehingga meninggalkan kenangan bagi pengunjung yang datang.

“Kalau 7 poin ini dilakukan, saya yakin pengunjung makin betah. Mereka juga akan terus datang kemari,” ujar Ramli kepada warga yang hadir mendengarkan pemaparan sapta pesona.

Sementara itu, Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Aznem menyampaikan, bahwa kedatangan Menparekraf, Sandiaga Uno ke Malahing akan menimbulkan efek positif. Lantaran kampung ini akan semakin viral yang berujung pada peningkatan pengunjung dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat Malahing.

“Media-media akan meliput. Warga Bontang dan luar Bontang akan berdatangan. Desa-desa lain yang tidak berhasil masuk di ADWI pun akan tertarik untuk belajar ke Kampung Malahing,” ujar Aznem dalam sambutannya. (al)

Warga Belimbing Diajak Awasi Dana Stimulan RT

0
Warga Belimbing Diajak Awasi Dana Stimulan RT
Sosialisasi & Pendampingan Dana Stimulan RT Kelurahan Belimbing Tahun 2023, di Aula Kelurahan Belimbing. (ist)

BONTANG – Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing, Aipda Bambang Sumantri mengajak warga mengawasi penggunaan dana stimulan RT. Hal itu diungkapkan saat mengikuti kegiatan Sosialisasi & Pendampingan Dana Stimulan RT Kelurahan Belimbing Tahun 2023, di Aula  Kelurahan Belimbing Jalan Abdul Rauf, RT 10, Kelurahan Belimbing, Selasa (4/4/2023).

Dana Stimulan merupakan program pemerintah yang diberikan kepada kelurahan, untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Melalui program sosialisasi ini diharapkan, masyarakat di wilayah Belimbing dapat memahami dan mengaplikasikan program tersebut secara efektif dan efisien. Juga agar dapat mengawasi secara bersama-sama pengelolaannya.

“Mari kita sama-sama berpartisipasi mengawasi pengelolaan dana tersebut agar tepat sasaran, dan tidak disalah gunakan,” ujar Aipda Bambang Sumantri.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kejaksaaan yang diwakili oleh Firmansyah dan Alfian, serta Lurah Belimbing, Dwi Andriani. Bhabinkamtibmas Belimbing Aipda Bambang Sumantri, Babinsa Belimbing, Sertu Maliki serta para RT dan Ketua Pokmas Kelurahan Belimbing. (hms)

Kunjungi Bontang, Waas Intel Kasad TNI Kasih Pesan Ini ke Pemkot

0
Kunjungi Bontang, Waas Intel Kasad TNI Kasih Pesan Ini ke Pemkot
Brigadir Jenderal TNI Antoninho Rangel Da Silva (tengah) bersama Wali Kota dan Wawali Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Antoninho Rangel Da Silva, Waas Intel Kasad Bidang Jemen Intel berpesan kepada Pemkot Bontang, terkait pencegahan potensi konflik yang bisa terjadi di masa depan.

Dikatakannya, Pemkot Bontang dapat mencegah konflik sosial dengan cara bersinergi bersama antara masyarakat, TNI, Polri, dan elemen masyarakat yang ada.

“Komponen masyarakat harus bersinergi bersama agar tercipta situasi kondusif. Kota Bontang yang ‘multi culture’ sebagai ‘rumah bersama’ dan bisa berjalan bersama sesuai dengan landasan Pancasila,” jelasnya kepada awak media, Selasa (4/4/2023).

Pencegahan lain yang harus dilakukan Pemkot Bontang, agar lebih mengembangkan ide-ide dan strategi dalam menuju kota masyarakat mandiri.

“Masyarakat mandiri itu siap menghadapi situasi saat ini seperti globalisasi, informasi dan teknologi. Sehingga bisa bersaing secara global. Apalagi akan ada IKN di Kaltim, harapannya SDM dapat ditingkatkan mulai dari ideologi, politik, sosial dan budaya,” katanya.

Selain itu, Antoninho mengatakan, bentuk masukan strategi yang disarankan dengan melakukan diskusi, implementasi di setiap kodim-kodim dan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

“Bekerja sama dengan aparat pemerintah daerah, kepolisian dan komponen masyarakat. Terutama bidang kesejahteraan. Apabila ada kesejahteraan maka tidak ada konflik. Kemudian apabila ada konflik horizontal dan vertikal dapat diselesaikan dengan sistematis. Kodim membantu pemerintah daerah sesuai dengan penyelesaian konflik sesuai dengan UUD 1945,” terangnya.

TNI dapat membantu kepolisian dalam menyelesaikan konflik yang ada, sesuai dengan undang-undang TNI dalam perbantuan menyelesaikan konflik. “Tahun depan tahun politik, kita harus bangun sinergitas,” pungkasnya. (yah)

Monitoring Pasar, Beras dan Telur Naik, Cabai Turun

0
Monitoring Pasar, Beras dan Telur Naik, Cabai Turun
Kegiatan monitoring harga komoditas pasar dipimpin Wali Kota Bontang, Basri Rase. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Monitoring harga dan stok barang kebutuhan pokok selama Bulan Ramadan dilaksanakan di Pasar Taman Rawa Indah, Selasa (4/4/23).

Monitoring ini dipimpin langsung oleh Basri Rase, Wali Kota Bontang bersama dengan Wakil Wali Kota, Najirah, Dandim 0908/Bontang, Waka Polres, Dinas Koperasi Usaha, Kecil, Menengah, dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan Pertanian, dan Perikanan.

Dari hasil monitoring didapati harga sebagian komoditas masih naik, dan sebagian lain sudah turun.

Beberapa komoditas seperti cabai dan bawang harganya mengalami penurunan.

“Harga cabai ini turun, biasanya Rp 80 ribu sekarang sudah Rp 40 ribu sekilonya,” ujar salahsatu pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya.

Namun untuk beras dan telur belum mengalami penurunan harga. Harga beras 25 kilogram hingga kini masih tinggi, dengan kisaran harga Rp 320 ribu hingga Rp 350 ribu. Kenaikan ini diketahui sudah terjadi sejak beberapa minggu lalu.

Hal tersebut berlaku juga untuk telur yang masih menyentuh angka Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu.

“Kalau beras tidak usah ditanya, bertahan di harga yang cukup tinggi. Kita ini cuman dapat dari pemasok harga untung juga sedikit. Harga telur juga cukup signifikan naiknya,” terang Murni, salahsatu pedagang beras dan telur.

Wali Kota Bontang, Basri mengatakan, stok pangan masih relatif aman dan ketersediaan juga sangat mencukupi. Ia mengingatkan kepada para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang.

“Kami harap jangan ada penimbunan, nanti kalau didapati pasti akan diberi sanksi,” jelasnya.

Basri juga memperkirakan, seminggu sebelum lebaran kemungkinan akan ada kenaikan harga komoditas karena kebutuhan warga mulai meningkat.

“Karena akan banyak yang masak pasti kebutuhan pasar meningkat, kalaupun harga naik juga tidak akan jauh,” tutupnya. (sya)