Beranda blog Halaman 1034

Kenapa Truk Besar Dilarang Isi Solar di Dalam Kota, Ini Penyebabnya!

0
Kenapa Truk Besar Dilarang Isi Solar di Dalam Kota, Ini Penyebabnya!
Ilustrasi truk besar long chasis. (ist)

BONTANG – Tidak ada aturan yang melarang kendaraan jenis tertentu untuk bisa mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBU, termasuk kendaraan truk besar kategori long chasis atau 6 roda ke atas.

Hal itu diungkapkan Robi Kurniawan, Sales Branch Manager Rayon 3 Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina, saat mengikut Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Anggota DPRD Bontang beberapa waktu lalu.

Dikatakan Robi, kendaraan besar kategori long chasis tetap boleh mengisi solar di SPBU manapun. Tak ada larangan dalam Undang Undang yang menyebutkan truk besar 6 roda ke atas dilarang mengisi solar di SPBU.

“Di dalam UU tidak dijelaskan ada kendaraan tertentu yang dilarang mengisi solar di SPBU. Kecuali kendaraan pengangkut sawit,” ujarnya.

Namun begitu dirinya menjelaskan, aturan terkait boleh atau tidaknya truk besar mengisi solar subsidi di SPBU dalam kota ada pada kemewangan pemda setempat. Lantaran kuota solar subsidi yang punya pemda setempat, sehingga pemda setempat lah yang punya kewenangan untuk mengatur siapa yang boleh dan tidak mengisi solar subsidi.

“Mau dibikin cuma mobil pribadi yang mengisi solar saja juga boleh,” katanya.

Intinya dijelaskan, pengaturan truk besar long chasis dilarang mengisi solar subsidi di SPBU dalam kota adalah demi ketertiban lalu lintas. Ditambah juga pemda setempat mengutamakan faktor keselamatan pengguna jalan. Karena itu di Bontang kendaraan besar hanya diperbolehkan mengisi solar subsidi di SPBU luar kota.

“Sekarang antrian solar sudah dirubah mekasnismenya. Ada yang sistem online, ada juga sistem parkiran di tempat lain. Sudah lumayan mengurangi antrian. pengaturan Ini jadi salahsatu kontribusi Bontang dapat Piala Adipura. Ada dampak positifnya,” pungkasnya. (al)

Polres Bontang Atur Lalu Lintas di Pasar Ramadan

0
Polres Bontang Atur Lalu Lintas di Pasar Ramadan
Personil Polres Bontang melaksanakan Tur Lalin di salahsatu Pasar Ramadan. (ist)

BONTANG – Polres Bontang mengadakan kegiatan pengaturan lalu lintas (Tur Lalin) di Pasar Ramadan di beberapa wilayah Kota Bontang, Kamis (23/3/2023). Kegiatan ini bertujuan guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas di sekitar Pasar Ramadan.

Pasar Ramadan tersebar di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Bontang Utara, Bontang Selatan, dan Bontang Barat. Merupakan agenda rutin dari masyarakat Bontang selama Bulan Ramadan yang dimulai pukul 16.00 wita sampai dengan 18.00 wita.

Kasi Humas Iptu Mandiono mengatakan, salah satu penyebab kemacetan adalah kurangnya fasiltas parkir bagi pengunjung pasar. “Rata-rata pengunjung memarkir kendaraannya di bahu jalan. ditambah lagi bertepatan dengan pulangnya karyawan perusahaan,” ujar Iptu Mandiono.

Disamping melaksanakan Tur Lalin, personil Polres Bontang juga memberikan imbauan kamtibmas kepada pengunjung Pasar Ramadan, agar hati-hati terhadap barang bawaannya.

“Antisipasi terhadap tindak pidana pencurian, pencopetan, dan peredaran uang palsu,” pungkasnya.  (hms Polres Bontang)

Ilusi Kesejahteraan Guru Honorer, Bikin Horor

0
Hubungan Kasus TBC Meningkat dengan Kemiskinan
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Gubernur Kaltim, Isran Noor menegaskan, tidak akan ada pemberhentian pegawai honorer hingga tahun 2024 mendatang. Namun, Ia juga menyebutkan pemerintah daerah tidak boleh menambah tenaga honorer. (radarbontang.com, 9/2/2023)

Sejalan dengan Ketum PB PGRI perjuangan untuk guru honorer di kabupaten/ kota se-Indonesia bisa sejahtera, berkeadilan, dan mendapatkan layak dalam tunjangan masa depannya. Dari Ketua PGRI Kaltim Anwar Sanusi menyampaikan bahwa PGRI siap membangun SDM berkualitas dan berdaya saing di seluruh Indonesia. (kaltim.antarnews.com, 25/2/2023)

Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) IV Persatuan  Guru Republik Indonesia (PGRI) Tema: Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat, Indonesia Maju. Gubernur Kaltim membuka konkernas berharap tidak ada penghapusan guru honorer.

Nasib guru honorer yang belum mendapat kesejahteraan adalah sinyal gagalnya negara dalam memenuhi hajat hidup rakyatnya. Sebagaimana dilansir dari cnbcindonesia, Komisi II DPR RI bersama Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sepakat untuk memastikan tidak ada lagi status pegawai yang bekerja di instansi pemerintah selain PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal ini sangat horor, karena guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun belum sejahtera, dan harus gigit jari karena akan kehilangan pekerjaannya. Jauh harapan untuk diangkat sebagai PNS atau PPPK, karena harus melewati serangkaian tes yang begitu sulit.

Kewajiban Negara

Hal ini karena penerapan sistem sekuler kapitalis. Negara berlepas tangan mengurusi rakyatnya. Lapangan pekerjaan yang didambakan oleh rakyat, akan dihilangkan. Sebelum honorer dihapuskan, pengangguran di negeri ini membludak. Maka memberhentikan guru honorer akan menambah daftar panjang angka pengangguran di negeri ini.

Negara harusnya peka melihat kemana kelak para mantan hononer mencari penghidupan? Apalagi di tengah tingginya biaya hidup, mahalnya pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

Menjadi tanggungjawab negara dalam menyejahterakan rakyatnya. Guru adalah sosok berjasa yang memiliki tugas sebagai pendidik dan pengajar. Perannya sangat penting dalam lingkup pendidikan.

Negara ini kaya akan sumber daya alam sebagai modal untuk menyejahterakan rakyatnya. Karena pengelolaannya dengan kapitalisme maka membuat kekayaan itu hanya dinikmati segelintir elit saja.

Lapangan pekerjaan adalah kewajiban negara, pembangunan harus merata sampai ke pelosok. Sehingga kualitas SDM sama disetiap daerah. Kenyataannya karena pembangunan tidak merata kesetiap daerah, maka tidak sama kualitas SDM nya.

Dan juga harusnya pembiayaan anggaran tidak hanya ke daerah-daerah dekat ibukota, sehingga kualitas desa dan kota tidak jomplang. Negara juga tak mampu sediakan lapangan kerja.

Inilah fakta bahwa pemerintah menggunakan cara pandang ekonomis (hitung untung rugi).

Apakah kebijakan ini akan memperdulikan rakyat? Untuk menyejahterakan rakyat, negara tidak hanya mementingkan kepentingan korporat, tetapi harus peduli bagaimana nasib rakyatnya sendiri.

Sistem Islam

Islam adalah agama yang memiliki seperangkat aturan dalam mengatur seluruh aspek kehidupan. Islam menjamin penghidupan yang layak bagi setiap warga negaranya dan menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai.

Rekrutmen pegawai negara dalam Islam tidak mengenal istilah honorer. Karena pegawai negara akan direkrut sesuai kebutuhan riil negara untuk menjalankan semua pekerjaan administratif atau pelayanan dalam jumlah yang mencukupi. Semua digaji dengan akad ijarah dengan gaji yang layak sesuai jenis pekerjaannya.

Sistem pendidikan Islam akan memberikan kesejahteraan dan kemuliaan kepada para guru dengan mekanisme penggajian dari baitul mal yaitu dari pos fai’ dan kharaj serta pos milkiyyah ‘ammah.

Seorang kepala negara dalam sistem Islam akan semaksimal mungkin memenuhi kepentingan rakyatnya, termasuk para pegawai yang telah memberikan jasa bagi negara. Berkenaan hal ini, Rasulullah saw. menyatakan dalam hadis.

“Seorang Imam (kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnu Hazm dalam kitab Al Ahkaam menjelaskan bahwa seorang kepala negara berkewajiban untuk memenuhi sarana pendidikan, sistemnya, dan orang-orang yang digaji untuk mendidik masyarakat. Perhatian kepala negara terhadap pendidikan rakyatnya sangat besar.

Perhatiannya terhadap nasib para pendidiknya juga diperhatikan. Kepala negara memberikan hak kepada pegawai negeri (pejabat pemerintahan) termasuk guru, untuk memperoleh gaji dan fasilitas. Baik perumahan, ataupun alat transportasi. Semua disiapkan oleh negara.

Contohnya gaji guru di masa Islam, tanpa harus ada status pegawai honorer atau PNS, guru pada masa itu mendapatkan penghargaan yang tinggi dari negara dan pemberian gaji yang melampaui kebutuhan.

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah, dari Sadaqah ad-Dimasyqi, dari al-Wadl-iah bin Atha; Khalifah Umar bin Khaththab memberi gaji lima belas dinar (1 dinar= 4,25 gram emas; 15 dinar= 63,75 gram emas). Bila saat ini harga 1 gram emas Rp1.000.000,00 berarti gaji guru pada saat itu setiap bulannya sebesar Rp63.750.000,00.

Begitu pun di masa Shalahuddin al Ayyubi, gaji guru lebih besar lagi. Di dua madrasah yang didirikannya yaitu Madrasah Suyufiah dan Madrasah Shalahiyyah gaji guru berkisar antara 11 dinar sampai dengan 40 dinar. Artinya gaji guru bila dikurs dengan nilai saat ini adalah Rp42.000.000,00 sampai Rp153.000.000,00. Guru begitu terjamin kesejahteraannya.

Mekanisme inilah yang mampu memberikan jaminan kesejahteraan bagi para guru. Sehingga guru bisa berdedikasi tinggi, generasi pun berkualitas tinggi. Yakni generasi pembangun peradaban.

Sayangnya, kesejahteraan rakyat seperti di atas tidak akan didapatkan jika Islam tidak diterapkan secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan. Karena hanya sistem Islam kesejahteraan dan rahmatan lil alamin akan tercipta.

Demikianlah kesejahteraan guru dalam naungan Islam. Selain mendapatkan gaji yang sangat besar, mereka juga mendapatkan kemudahan untuk mengakses sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas kemampuan mengajarnya.

Hal ini akan membuat guru bisa fokus untuk menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan pencetak SDM yang dibutuhkan negara untuk membangun peradaban yang mulia.

Islam memberikan solusi hakiki terhadap problem guru. Kembali pada sistem Islam kemuliaan dan kehormatan para guru akan berada pada kedudukan mulia.

Wallahu A’lam Bisshawab

Ramai Warga Loktuan Ngeluh Air Kuning dan Keruh

0
Ramai Warga Loktuan Ngeluh Air Kuning dan Keruh
Screenshoot video keluhan warga keruhnya air PDAM di Loktuan. (ist)

BONTANG – Beredar video di grup whatsapp terkait keluhan warga Loktuan karena keruhnya air PDAM, Jumat (24/3/2023). Video tersebut banyak mendapat tanggapan dari warga Loktuan dan sekitarnya, yang juga mengalami hal yang sama.

Di dalam video tersebut tertera pembuatan video beralamat di Jalan Kapal Selam 1 pukul 08.30 wita.

Dalam potongan video tersebut, seorang warga Loktuan yang tidak diketahui identitasnya mengeluhkan keruhnya air PDAM. “Nih air PDAM jam sekarang. Hari Jumat. Air PDAM begini kualitasnya. Mana ini petugas PDAM ini mana? Mana?” ujar warga itu mengeluhkan kuningnya air PDAM.

Hadi, warga Loktuan RT 18 ikut mengomentari video tersebut. Dirinya membenarkan jika di wilayahnya airnya juga keruh. “Betul pak, di Loktuan terutama di tempat saya airnya selalu keruh,” katanya.

“Saya tidak tau dimana tanggungjawabnya PDAM. Sedangkan saya bayar air sesuai dengan apa yang dia katakan, bahwa air ini layak untuk dikonsumsi. Tapi kenyataanya kualitasnya seperti ini. Sampling ini akan saya bawa ke lab, dan jika memang hasilnya tidak layak konsumsi, maka di sini ada kesengajaan pembohongan yang dilakukan oleh pihak PDAM,” imbuhnya mengeluhkan keruhnya air PDAM yang terjadi selama ini.

Sementara itu Darman, warga RT 50 Perumahan Pesona Bukit Sintuk  menambahkan, bahwa di rumahnya sudah seminggu kondisi air PDAM ini jadi pertanyaan warga.

“Kenapa kualitas air PDAM seperti sirup. Sampai pagi tadi grup RT masih PDAM Topiknya mas,” kata pria yang juga menjabat Ketua RT 50 itu.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Taman, Suramin menanggapi ramai keluhan warga Loktuan tersebut. Dikatakan Suramin, pihaknya menerima keluhan tersebut.

Dijelaskannya, secara umum di Bontang tidak terjadi permasalahan tersebut. Diakuinya memang terjadi permasalahan di titik tertentu, khususnya di Loktuan. Hal itu lantaran WTP 02 di Loktuan mengalami kerusakan.

“Kejadian itu terjadi saat pemeliharaan beberapa waktu terakhir (shutdown). Saat dibersihkan ternyata ada filter yang keropos sehingga mengalami jebol. Kondisinya sudah tidak bisa ditolerir,” ujarnya saat dihubungi Mediakaltim.com.

Saat ini pihaknya sedang berupaya melakukan pengadaan material dan proses perbaikan. Karena untuk mencari plat tebal di Bontang pihaknya kesulitan, sehingga harus mencari ke Samrinda.

“Kami baru saja mendapatkan plat yang dibutuhkan. 1 atau 2 hari ini proses pengerjaan. Semoga seminggu lagi perbaikan sudah selesai kami lakukan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, walaupun air tersebut kuning atau keruh, namun dirinya memastikan parameter kimia air PDAM itu masih tergolong aman. Hanya butuh pengendapan untuk kembali menjernihkan air.

“Kami memohon maaf atas permasalahan ini. Mohon bersabar dan akan segera kami tindaklanjuti,” ungkapnya. (al)

Vakum 3 Tahun, Bazar Ramadan di Masjid Baiturahman Kembali Dibuka

0
Vakum 3 Tahun, Bazar Ramadan di Masjid Baiturahman Kembali Dibuka
Suasana Bazar Ramadan di Masjid Baiturrahman. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Bazar Ramadan di pelataran parkir Masjid Baiturahman kembali dibuka, pasca pandemi covid-19 2 tahun sebelumnya. Yayasan Baiturahman kembali meresmikan pembukaan Bazar Ramadan tahun 2023 ini, Kamis (23/3/2023).

Setelah Salat Ashar selesai, warga mulai memenuhi lapak-lapak penjual takjil yang berjajar di pelataran parkir Masjid Baiturrahman. Beragam jenis makanan dan minuman berbuka tersaji.

Tampak pengunjung mulai memadati deretan pedagang takjil tersebut.

Salah satu penjual di Bazar Ramadan turut senang akhirnya bisa kembali berjualan, setelah beberapa tahun terakhir vakum.

“Saya dari sebelum vakum karena covid sudah jualan di bazar ini. Alhamdulillah bisa balik jualan lagi,” ungkap Tri saat ditemui awak media, Kamis (23/3/23).

Tri mengatakan, dengan adanya Bazar Ramadan penghasilan tentu dapat bertambah. Sejauh ini ia tetap berjualan, namun hanya di acara expo yang biasa diadakan oleh pemerintah.

Salah satu panitia pelaksana, Nur menjelaskan, terdapat sekitar 118 penjual yang terdaftar dalam bazar tersebut. Jumlah ini dikatakan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah hari pertama sudah sangat ramai dengan pengunjung dari jam 4 tadi. Yang baru selesai salat di masjid juga ada yang langsung singgah beli takjil,” tutupnya. (sya)

Urai Antrian BBM, Pertamina: Bontang Kekurangan 1 SPBU

0
Urai Antrian BBM, Pertamina: Bontang Kekurangan 1 SPBU
Ilustrasi salahsatu SPBU di Bontang. (ist)

BONTANG – Kota Bontang masih kekurangan SPBU. Diperkirakan perlu 1 SPBU lagi untuk dapat mengurai antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis pertalite. Hal itu diungkapkan Robi Kurniawan, Sales Branch Manager Rayon 3 Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Anggota DPRD Bontang beberapa waktu lalu.

Saat ini di Kota Taman, sebutan Kota Bontang memiliki 5 SPBU, yaitu SPBU Kopkar PKT, SPBU Akawy, SPBU Tanjung Laut, SPBU Kilo 3, dan SPBU Bolumbuen di dekat Stadion Bessai Berinta.

Dari 5 SPBU ini ada 1 SPBU yang kondisinya kembang kempis karena terkendala masalah financial, yaitu SPBU Bolumbuen. Walaupun beberapa Minggu terakhir ini dikatakan Robi, SPBU ini mulai aktif kembali.

Dengan kondisi tersebut, berdasarkan perhitungan pihaknya, di Bontang membutuhkan 1 SPBU lagi. Agar dapat mengurai antrian BBM.

“Silahkan jika ada warga Bontang yang ingin membuka SPBU, bisa mengajukan surat ke Pertamina. Kami selalu terbuka,” ujar Robi saat diwawancara Radarbontang.com.

Pihaknya membuka luas apabila ada yang ingin mengajukan diri untuk membuka SPBU. Namun begitu dirinya mengingatkan, tetap akan ada evaluasi apakah pengajuan tersebut dapat diterima atau tidak. Apakah lokasi yang diajukan layak atau tidak, dan sebagainya.

Hal itu lantaran menurutnya, membuka usaha SPBU tidaklah mudah dan bukan tergolong usaha kecil. Karena modal yang dibutuhkan cukup besar. Dikatakannya, untuk mempersiapkan lahan saja diperkirakan butuh dana sekira Rp 8 M, belum lagi keperluan yang lainnya.

“Semua ini berhubungan dengan profit yang akan mereka terima. Apakah bisa untung atau malah rugi. Semua untuk kebaikan pihak yang mengajukan,” bebernya.

“Namanya usaha, tentu mereka juga harus memikirkan agar dapat balik modal,” pungkasnya. (al)

Kuota Beasiswa Bakal Ditambah Jadi Seribu Mahasiswa

0
Kuota Beasiswa Bakal Ditambah Jadi Seribu Mahasiswa
Basri Rase, Wali Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana bakal menambah kuota penerima beasiswa untuk para mahasiswa. Hal ini diungkapkan Basri Rase, Wali Kota Bontang, Selasa (21/3/23).

Hal itu lantaran pemkot melihat tingginya antusiasme mahasiswa yang mendaftar melalui website e-beasiswa.

Basri menyebutkan, kuota penerima beasiswa akan ditambah sebanyak seribu orang, karena dilihat dari laman website tersebut pendaftar sudah mencapai seribu orang.

”Kita tambah seribu, karena kalau dilihat di website sudah sampai segitu,” jelasnya saat ditemui awak media di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

Lebih lanjut dijelaskan, pemkot memiliki kewajiban memberikan pelayanan dasar khususnya pendidikan. Diketahui pada awalnya beasiswa dianggarkan sebanyak Rp 1.7 Miliar.

Diperkirakan, tiap mahasiswa nantinya akan mendapatkan total Rp 3 hingga 4 juta per mahasiswa, hal tersebut dinilai bagian dari upaya mencerdaskan generasi muda Bontang. Dengan demikian anggaran yang dialokasikan untuk beasiswa dipastikan bertambah.

“Total anggaran akan ditambah menjadi Rp 3 Miliar,” tutupnya.

Adapun syarat dan ketentuan masih berlaku, sehingga diharapkan beasiswa ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. (sya)

Beasiswa untuk Mahasiswa Bontang Segera Dibuka

0
Beasiswa untuk Mahasiswa Bontang Segera Dibuka
Ilustrasi beasiswa. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang akan membuka beasiswa prestasi tahun 2023 ini. Rencananya pembukaan pendaftaran akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2023.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kota Bontang, Aguswati menjelaskan, pemkot akan membuka beasiswa yang akan diberikan kepada mahasiswa-mahasiswi yang sedang menempuh studi, baik di Kota Bontang maupun di luar Kota Bontang.

“Pendaftaran akan dibuka antara Mei-Juni 2023,” kata Aguswati kepada Mediakaltim.com saat dikonfirmasi, Kamis (23/3/2023).

Selain itu, Ia mengatakan untuk syarat teknis pendidikan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni D3/D4, sarjana muda (S1), magister (S2), Tugas Akhir (TA) dan koas.

“Pendidikan/kategori sama dengan tahun lalu,” jelasnya singkat.

Untuk anggaran sendiri, Agus menjelaskan akan dianggarkan Rp 3 miliar dari wacana kepala daerah. Namun untuk pendaftarannya tetap di situs pemerintah dengan cara online.

“Pendaftaran tetap masih dengan online,” pungkasnya. (yah)

Antisipasi Balap Liar, Polres Bontang Patroli Subuh

0
Antisipasi Balap Liar, Polres Bontang Patroli Subuh
Anggota Sat Samapta Polres Bontang saat berpatroli subuh. (ist)

BONTANG – Satuan Samapta Polres Bontang melaksanakan kegiatan Patroli Subuh guna mengantisipasi balap liar yang kerap terjadi selama bulan puasa, Kamis (23/3/2023) subuh.

Dalam kegiatan patroli tersebut melibatkan 8 personil yang dipimpin oleh Kasubnit 1 Dalmas Sat Samapta, Aiptu Anton Sayudani dengan menggunakan sarana patroli R4 Grand Max.

Patroli dimulai pukul 04.30 wita dan berakhir pukul 06.00 wita. Diawali di Jalan Bhayangkara menuju Jalan Jend A. Yani, Jalan Jend Sudirman dilanjutkan ke Lapangan Kampung Baru, Jalan Gajah Mada.

“Alhamdulillah, selama patroli situasi kondusif tidak ada tanda-tanda kegiatan aksi balap liar.” ujar Aipda Anton.

Aipda Anton berharap masyarakat peka terhadap keadaan sekitar. Dapat melaporkan apabila ada sesuatu yang mencurigakan ke pihak kepolisian terdekat atau melalui call center 110.

“Semoga kegiatan patroli ini dapat memberikan manfaat yang baik, dan dapat menjaga situasi kamtibmas di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Humas Polres Bontang)

Mau Masuk Puasa Harga Telur Malah Meroket

0
Mau Masuk Puasa Harga Telur Malah Meroket
Pedagang Telur di Pasar Taman Rawa Indah (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Satu minggu terakhir harga telur kembali melonjak, setelah 2 bulan sebelumnya sempat kembali ke harga normal.

Salah satu penjual telur di Pasar Taman Rawa Indah, Murni mengatakan, sulit mendapatkan keuntungan dari penjualan telur.

Untuk telur kecil sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 55 ribu, kini menjadi 63 ribu, untuk ukuran sedang dari harga Rp 58 ribu menjadi Rp 65 ribu, dan untuk ukuran sedang dari Rp 60 ribu menjadi 68 ribu.

“Kalau jual ukuran kecil biasanya cuma balik modal saja. Selama harga naik, per piring cuma dapat untung 3 sampai 5 ribu, ” jelasnya.

Kenaikan harga telur lagi-lagi membuat warga berpikir ulang untuk membelinya. Ia tidak berani mengambil banyak dari suplier agar telur dapat terjual habis dan tidak busuk.

“Saya ambil biasa 2 kali seminggu, untungnya ada pelanggan tetap, jadi tetap habis. Ada juga yang beli eceran awalnya tidak jadi beli, tapi mau tidak mau kembali,” lanjutnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga pasti terjadi, apalagi sudah mendekati bulan Ramadan. Permintaan telur akan lebih banyak sehingga harga ikut naik. (sya)