Beranda blog Halaman 1034

Banjir Masih Rendam Rumah Warga

0

Hingga Selasa (9/11) pagi ini, sejumlah kawasan di Kota Bontang masih terendam banjir menyusul hujan deras yang mengguyur, Senin (8/11) kemarin.

Setidaknya ada enam kelurahan yang masih mengalami banjir sampai pagi ini. Yakni Kelurahan Telihan, Kanaan, Gunung Elai, Satimpo, Api-Api, dan Tanjung Laut Indah.

Luapan air yang sempat surut, sejak subuh pagi tadi, air kembali naik. Seperti di kawasan Perumahan KCY dan Jalan Tomat. “Dari jam 03.30 subuh air terus naik, sekarang naik lebih 5 cm dari titik semula,” kata Yani, warga yang tinggal di RT 19 Perumahan KCY. “Banjir saat ini sepertinya makin parah,” kata Cholis, warga Jalan Tomat.

Sementara itu, Ketua Forum Kelurahan Irham mangilong, sejak subuh sudah berkeliling menyambangi rumah-rumah warga yang kebanjiran. Rumahnya sendiri di Jalan Kalimantan RT 19 KCY juga sudah terendam air. Irham ingin memastikan kondisi warganya aman dan barang-barang bisa diselamatkan. (red)

Setop Aktivitas Truk di Bonles, Nursalam: Demi Investor Jangan Korbankan Infrastruktur Kota

0
Anggota DPRD Bontang Nursalam (ist)

BONTANG – Rusaknya jalan di kawasan Kelurahan Bontang Lestari kembali disorot anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam. Politisi Golkar itu menilai, beroperasinya beberapa perusahaan di Bontang Lestari justru menimbulkan banyak kerugiannya dibandingkan manfaatnya.

Seharusnya, kata dia, investasi harus memberi multiplayer effect (efek berganda).
Seperti menggeliatnya Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), membuka lapangan pekerjaan, dan bisa menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau tidak memberikan efek pada daerah, ngapain dipelihara?” ujarnya.

Nursalam menjelaskan lebih rinci, sejauh ini lapangan pekerjaan di industri yang ada di Bontang Lestari hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu, dan jumlah orang Bontang pun tak banyak.

Selain itu, kerusakan jalan yang ditimbulkan juga tak sebanding dengan pendapatan daerah yang dihasilkan. “Kita sepakat Bontang harus ramah dengan investasi. Tapi bukan berarti mengorbankan infrastruktur kota,” katanya.

Mantan Ketua DPRD itu menyebutkan, jalanan yang ada di kawasan Bontang Lestari merupakan bagian dari jalan kota, yang dibiayai melalui APBD. Bukan jalur penghubung antar kabupaten/kota. Sehingga seharusnya infrastruktur itu terpelihara dari kerusakan, agar bisa dinikmati oleh warga Bontang. “Jadi bukan berarti bahwa jalanan itu bebas dilewati kendaraan-kendaraan perusahaan,” katanya.

Selama ini, tonase kendaraan operasional perusahaan yang mewati jalur tersebut selalu melebihi kapasitas. Hal itu berdasarkan pengujian yang telah dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang saat menggelar razia beberapa waktu lalu.

Kemampuan jalan kelas III seperti di Bontang Lestari, sambung Nursalam, hanya mampu menahan beban maksimal 8 ton. Sedangkan kendaraan operasional perusahaan yang melintas, rata-rata di atas 10 ton. Bahkan ada yang mencapai 22 ton.

Beroperasinya kendaraan tersebut di jalur darat, disebutnya juga telah melanggar dari kesepakatan awal. Yang mana PT CPO dan PT GPK kala presentasi, menyebut akan mengangkut melewati jalur laut. Justru saat ini melewati jalur darat.

Untuk itu, Nursalam meminta Pemkot Bontang bersikap tegas dan memiliki nyali untuk memberhentikan aktivitas itu. “Wajar jika masyarakat menggelar aksi. Sebab itu puncak kemarahan mereka atas diamnya Pemkot,” ujarnya.

Nursalam juga mendesak Wali Kota mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang berisi larangan mobil-mobil operasional perusahaan bertonase di atas 10 ton untuk melintas di jalanan dalam kota.

Sebab hal itu bisa membuat kondisi jalan semakin parah. Hal itu menurutnya, harus segera dilakukan sebelum ada masyarakat yang menuntut Pemkot lantaran dianggap lalai. “Sekarang pilihannya mau mendengarkan keluhan masyarakat atau membela perusahaan. Tentu jika Pemkot masih memiliki sense of crisis (kepekaan terhadap kondisi krisis), akan membela kepentingan masyarakat,” ujarnya. (bms)

Peringatan Maulid Nabi, Ingatkan Kepedulian di Tengah Pandemi

0

BONTANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tingkat Kota Bontang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Selatan Minggu, (7/11/2021). Peringatan Maulid Nabi kali ini mengambil tema: Jadikan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Meningkatkan Semangat Kepedulian Kepada Sesama di Tengah Pandemi Covid-19.

“Apa yang kita saksikan dan kita rasakan hari ini sebagai pertanda bahwa prestasi wanita di Kota Bontang sudah menunjukkan hebatnya persatuan ibu-ibu dan InsyaAllah sampai selama-selamanya seperti ini,” kata Hapidah Basri Rase, Ketua PKK Kota Bontang. Hadir Asisten I Sekkot Bontang dan perwakilan bebagai Majelis Ta’lim di Kota Bontang.

Sementara itu, Ketua PKK Kelurahan Gunung Elai Nirmaya Deasari mengatakan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi kegiatan rutin di Kelurahan Gunung Elai. “Kita akan lakukan sebagai penghormatan kecintaan dan rasa syukur kita kepada Nabi besar Muhammad SAW. Semoga dengan peringatan ini membawa hikmah bagi kita semua untuk terus meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ungkapnya.

“Melalui momentum ini saya juga mengajak untuk merenung, mengapresiasi dan meneladani adanya perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membangun tatanan kehidupan baru lewat tingkah dan perkataan kita baik dalam keluarga, masyarakat dan lingkungan kerja kita,” tutup Maya, panggilan akrab Nirmaya Deasari. (dar)

Kerja Bakti di RT 25, Kelurahan Satimpo Fokus Pembersihan Parit

0

BONTANG – Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan melaksanakan kerja bakti di lingkungan RT 25, Minggu (7/11/2021). Kegiatan kali ini merupakan lanjutan dari kerja bakti di minggu sebelumnya.

Kegiatan yang dihadiri Lurah Satimpo dan jajarannya, beserta ketua dan warga RT 25 itu fokus membersihkan parit di sekitaran Jalan HM Ardans Pisangan. Pembersihan diawali membuka penutup parit, kemudian dilakukan penyemprotan air bertekanan tinggi oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan).

“Setiap hujan deras, di wilayah ini (RT 25 Satimpo, Red.) sering tergenang air disebabkan saluran air kurang lancar serta banyaknya endapan lumpur dan sampah,” ujar Lurah Satimpo, Maryono.

Dirinya berharap, lewat kerja bakti ini, selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga membantu mengatasi permasalahan genangan air ketika hujan deras. Di sisi lain, sambung Maryono, kerja bakti ini dapat meningkatkan sinergitas antara kelurahan, mitra kelurahan, serta masyarakat.

Sehingga mendukung terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusif. “Saya berharap masyarakat dapat merasa memiliki wilayah Kelurahan Satimpo yang menjadi tempat pelayanan masyarakat,” tutup Maryono. (bms/dar)

Agus Haris Siap Kawal Proyek Tol Bontang-Samarinda

0
Proyek jalan Tol Balikpapan-Samarinda ini bakal dilanjutkan pembangunan tol Samarinda-Bontang. Foto: Istimewa

BONTANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Agus Haris mendukung percepatan pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang. “Saya selaku wakil rakyat daerah Kota Bontang, mendukung percepatan pembangunan jalan tol Samarinda – Bontang,” ucap Agus Haris.

Diakuinya dengan adanya jalan tol akan mempermudah lajur aktivitas masyarakat. Baik dari Bontang ke Samarinda maupun sebaliknya. Tidak hanya itu, jalan tol bisa melahirkan perputaran ekonomi antar daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Dengan adanya tol sangat membantu, bahkan mempermudah akses investor masuk ke Kota Bontang. Kan salah satu perhatian investor adalah kemudahan mereka dalam akses masuk ke daerah,” sebutnya.

Tidak hanya itu, dikatakan Agus Haris apabila jalan tol penghubung Samarinda-Bontang rampung, Bontang semakin ramah dengan investasi. Maka peluang dan lapangan kerja juga semakin banyak.

“Akan lebih mudah Investasi masuk, perputaran roda ekonomi pelan-pelan makin naik, dan itu juga bisa berdampak baik bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” terangnya.

Maka dari itu, Politikus Gerindra tersebut berharap, pembangunan jalan tol Samarinda- Bontang segera terwujud dan dapat berjalan sesuai dengan waktu perencanaan yang telah ditetapkan. “Akan kita kawal terus ya, saya pribadi sangat mendukung itu,” tandasnya. (adv)

 

Lurah Sulistyo, Pimpin Patroli Rutin di Kelurahan Gunung Elai

0

BONTANG – Begitu menjabat, Lurah Gunung Elai Sulistyo langsung memimpin kegiatan patroli rutin di Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara, Sabtu (7/11) pukul 22.00 sampai 00.45 Wita. Wilayah yang dipatroli meliputi Bukit Sekatup Damai (BSD), HOP, Tanjung Limau dan sekitaran Jalan Tomat. Kegiatan ini untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ikut dalam patroli Sekretaris Lurah Ardiansyah SE, Kasie Pemerintahan dan Trantib Hasanuddin SH, Kasie Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial Wulan Angraeni S.Sos, Babinsa Aiptu Antoni Sayudani, Bhabinkamtibmas Serka Akhmad, Ketua FKPM beserta Anggota FKPM, Ketua Karang Taruna Kelurahan Gunung Elai dan Staf Kelurahan Gunung Elai.

“Patroli runtin ini untuk mewujudkan dan menjamin rasa aman kepada warga Kelurahan Gunung Elai,” ucap Sulityo dalam arahannya sebelum melakukan keliling wilayah. (dar)

Bontang Lestasi Gagal Diperbaiki Pakai APBD Kaltim, Faizal: Jangan Berharap yang Tidak Pasti

0
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal

BONTANG – Proyek perbaikan menyeluruh jalan rusak di kawasan Kelurahan Bontang Lestari gagal dikerjakan tahun ini. Hal ini karena dana yang diharapkan dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim, tidak cair.

Harapan itu kandas menyusul APBD Perubahan Pemprov Kaltim yang batal disahkan.
“Hal ini seharusnya menjadi pelajaran. Namanya berharap sesuatu yang tidak pasti. Bisa dikasih bisa tidak,” ucap Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Politisi Golkar itu menyebut, pada dasarnya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD telah berupaya agar Pemkot Bontang mengalokasikan perbaikan di APBD perubahan.
Namun Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kala itu yakin akan mendapat bantuan dana dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim.

Atas keputusan ini, kata dia, Bontang terpaksa menunggu sekitar April atau Mei 2022, untuk dilakukan perbaikan. Menurut Faiz, perbaikan ini harus segera dilakukan tahun depan. Akibat lain, jalan rusak tersebut memberikan citra yang kurang baik bagi tamu yang datang ke Bontang, atau malah mengurangi minat investor untuk berinvestasi di kawasan Bontang Lestari.

Ditanya soal peran perusahaan untuk ikut memperbaiki jalan, Andi Faiz menyebut, pada dasarnya mereka tidak punya kewajiban. Meskipun di sisi lain mereka juga harus turut andil dalam menyalurkan CRS. “Yang punya kewajiban menyediakan fasilitas umum itu negara, dalam hal ini Pemkot. Kalau perusahaan tidak ada,” kata Faiz. (bms)

Perbaikan Jalan Bontang Lestari Masih Sebatas Tambal Sulam

0
Kondisi jalan di kawasan Bontang Lestari yang kini mulai diperbaiki. (ist)

BONTANG – Perbaikan jalan di kawasan Kelurahan Bontang Lestari mulai dilakukan Pemkot Bontang akhir 2021 ini. Kendati demikian, tidak semua jalan yang bakal diperbaiki. Perbaikan jalan masih tambal sulam, menyesuaikan anggaran yang tersedia.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) Bontang, Anwar Nurdin mengatakan, akhir tahun ini pemkot mengalokasikan anggaran senilai Rp 400 juta untuk menambal kerusakan di Jalan Moh Roem sepanjang 4,9 kilometer, dan Jalan Urip Sumuharjo sepanjang 3 kilometer. Masing-masing nilainya Rp 200 juta. “Pengerjaan dilakukan selama 30 hari,” kata Anwar (6/11/2021).

Adapun untuk Jalan Soekarno-Hatta, sudah dilakukan perbaikan di beberapa titik yang dinilai parah, melalui bantuan perusahaan. Salah satunya di kawasan depan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). “Karena hanya tambal sulam sementara, sekarang banyak yang rusak lagi,” ujarnya.

Anwar menyebut, tahun depan perbaikan Jalan Soekarno-Hatta bakal mendapatkan kucuran anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik senilai Rp 4 miliar lebih.
Adapun skema pengerjaannya, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. DPUPRK bakal mengutamakan jalan yang kerusakannya cukup arah.

Selain memperbaiki jalan, tahun ini DPUPRK juga mengalokasikan anggaran untuk melakukan kajian terhadap peningkatan jalan di kawasan Bontang Lestari. Menggandeng LAPI Institut Teknologi Bandung (ITB), anggaran yang digelontorkan pemkot sebesar Rp 400 juta. Namun kajian peningkatan itu hanya untuk Jalan Urip Sumuharjo.
“Dua jalan lainnya (Moh Roem dan Soekarno-Hatta), akan diusulkan di tahun anggaran berikutnya,” ujar Anwar.

Perbaikan jalan di Bontang Lestari turut dijanjikan Wali Kota Bontang, Basri Rase di 2022. Bahkan tak hanya diperbaiki, tapi badan jalan bakal ditingkatkan. Seharusnya, kata dia, perbaikan dilakukan tahun ini, namun batal karena anggaran dari Pemprov Kaltim tak jadi dikeluarkan. “Perbaikan butuh anggaran besar, sehingga kita (Bontang) terkendala di situ kemarin. Tahun depan akan kita upayakan secara bertahap,” katanya. (bms)

Udin Mulyono Minta Kepala KPKNL Tak Lelang Tanah Bersengketa di Perum Halal Square

0

BONTANG – Direktur Utama (Dirut) PT Halal Square, Udin Mulyono meminta Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bontang untuk tidak melakukan lelang terhadap tanah dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 4.104 yang berada di Perumahan Halal Square. Hal itu disampaikan melalui surat bernomor 117/Hs/Dirut/AD/XI/2021.

Udin beralasan, tanah seluas 1.082 meter persegi itu masih dalam sengketa antara CV Halal Square dengan PT Halal Square beserta pihak-pihak lainnya. Jika Kepala KPKNL masih tetap melaksanakannya, sambung Udin, maka pihaknya bakal melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib karena dinilai termasuk perbuatan melawan hukum. “Dan akan berhadapan dengan pihak keamanan PT Halal Square khususnya PHM (Pusat Hubungan Masyarakat) Bontang,” tulisnya dalam surat tersebut.

Sebelumnya, kata Udin, PT Bank Mandiri RRCR Regional IX Kalimantan di Banjarmasin telah memberitahukan tanggal lelang dan pengosongan agunan yang ditujukan kepada CV Halal Square, dalam hal ini Sutarman dan Ireng Gandhi Suwarno.

Di sisi lain Udin menyebut, Sutarman sudah bukan lagi bagian dari PT Halal Square, dan secara fisik tanah tersebut sudah digadaikan anaknya Bernama Astrol ke pihak lain. “Saat ini masih proses di pengadilan,” ungkapnya.

Bank Mandiri, kata Udin, juga belum pernah bertemu dan memberikan informasi dengan Direksi PT Halal Square bahwa tanah tersebut akan dilelang. Padahal di sisi lain, pihaknya sudah beberapa kali bersurat ke Direksi PT Bank Mandiri, namun belum pernah dibalas.
Termasuk menanyakan sisa kewajiban dari pinjaman CV Halal Square.

“Kami juga sudah mendatangi kantor Bank Mandiri yang berlokasi di Kampung Baru Bontang, namun jawabannya mereka tidak memiliki wewenang dan yang memiliki wewenang ada di Bank Mandiri Banjarmasin,” terang Udin.

Media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala KPKNL Bontang melalui nomor HP pertanyaan, saran, dan aduan yang tertera di Instagram resmi @kpknlbontang. Namun saat dihubungi, nomor HP tersebut tidak aktif. Wartawan juga mencoba mendatangi Kantor KPKNL Bontang yang berada di Jalan MH Thamrin depan Pasar Seng Tanjung Limau. Namun kondisi kantor sedang direnovasi.

Menurut penuturan tukang bangunan yang bekerja di kantor tersebut, selama renovasi ini, pegawai tidak berkantor di Gedung tersebut. “Kurang tahu juga selama ini ngantornya dimana,” ujar salah satu tukang.

Dari pengamatan radarbontang.com di instagram resmi KPKNL Bontang, sejauh ini mereka belum ada membuka lelang terkait tanah dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 4.104 itu. (bms)

Banjir Setinggi Lutut, Macet Parah di Poros Sangatta-Bontang

0
Banjir mengakibatkan akses Sangatta-Bontang lumpuh. (Ist)

SANGATTA – Jalan poros Sangatta-Bontang kilometer 29 tepatnya di Masjid Desa Kandolo Kecamatan Teluk Pandan, macet parah. Kondisi ini dipicu banjir setinggi lutut orang dewasa disertai arus air yang deras, mengakibatkan tak semua pengguna jalan berani melewati tempat tersebut,

Mereka memilih menepi hingga banjir surut. “Lokasi macet tidak jauh dari Masjid Desa Kandolo. Pengendara memilih menepi menunggu banjir surut,” kata Fathur Rahman, sopir travel yang ikut terjebak banjir, saat dikonfirmasi Jumat (5/11/2021).

Diketahui, kemacetan terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. Pengguna jalan dari arah Sangatta-Bontang atau sebaliknya, harus rela menunggu hingga air surut. Banjir melanda daerah tersebut karena sejak Kamis malam hujan deras terus terjadi.

Banit Lalulintas Polres Kutim Bripka Puryoso saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tengah melakukan rekayasa jalan dengan sistem buka dan tutup. Sebagian pengendara mulai bisa melewati jalan dengan kecepatan rendah.

Sebagian lain memilih menunggu karena banyak lubang yang tak terlihat akibat tertutup genangan air. “Kita lakukan rekayasa lalu lintas. Bagi pengendara diminta untuk tetap berhati-hati karena jalan masih dalam tahap perbaikan dan masih banyak lubang,” ucap Puryoso.

Dia menambahkan, pengendara yang menggunakan mobil tinggi seperti jenis SUV (sport utility vehicle) sudah bisa melintas secara bergiliran. Sebaliknya, mereka yang menggunakan kendaraan rendah harus rela menunggu

“Sebagian sudah jalan saat ini. Tapi, mobil yang mesinnya di atas saja dan truk. Kalau kendaraan travel yang mesinnya di bawah, belum berani melintas. Karena genangan air masih setinggi lutut orang dewasa,” tutup Fathur. (Ref)