Beranda blog Halaman 1047

Jalinan Silaturahmi Keluarga Kesultanan Kutai dan Tana Toraja

0
Keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura saat diskusi bersama keluarga Toraja. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura melakukan silaturahmi dan kunjungan ke keluarga Tana Toraja di Kelurahan Kanaan, Kota Bontang pada Kamis (2/3/2023) di Balai Pertemuan Umum kantor Kelurahan Kanaan.

Mewakili Pemkot Bontang, Sekretaris Camat Bontang Barat, Giri Agung mengatakan, “Ini merupakan silaturahmi antara dua paguyuban di Kota Bontang, Keluarga Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan keluarga Tana Toraja,” sebutnya.

Dikatakannya, dengan silaturahmi ini akan lebih mempererat dan menjalin keakraban antara dua keluarga paguyuban di Kota Bontang.

“Silaturahmi dapat menjalin keakraban dan komunikasi. Kalau terjadi masalah dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat,” katanya.

Sementara, keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Adji Aryo Kusumo Poeger mengatakan, kegiatan seperti ini dilakukan untuk mempererat persaudaraan antar suku bangsa dalam bernegara.

“Terima kasih kepada keluarga Tana Toraja. Melalui kegiatan ini akan mempererat persaudaraan antara sesama,” pungkasnya. (adv/yah)

Antrean Solar Berkurang, Begini Cara SPBU Kopkar PKT Mengatasinya!

0
Pengisian solar di SPBU Kopkar PKT. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Guna mengurai antrean panjang pengisian BBM jenis solar, SPBU Kopkar PKT menerapkan sistem nomor antrian, serta tempat khusus bagi kendaraan yang mengantre.

“Yang menggunakan sistem antrian itu rata-rata yang mau isi solar, ” jelas Muhammad Jufri, Pengawas SPBU Kopkar PKT.

Untuk pendaftaran nomor urut, bisa dilakukan langsung ke SPBU atau online melalui bar kode yang disediakan di SPBU.

Hal ini efektif untuk menghindari antrean panjang yang dapat memenuhi jalan, “Setelah mereka mendaftar, mereka bisa mengantre di Jalan Soekarno Hatta,” lanjutnya.

Di tempat mereka mengantre, terdapat satu operator yang nantinya mengarahkan para supir truk, untuk bisa langsung melakukan pengisian solar saat sudah mendapat panggilan.

“Kalau kita lihat antrean sisa 3 atau 4 truk, kita suruh operator di sana konfirmasi melalui whatsapp atau nomor biasa,” jelas Jufri.

Pengisian truk solar mulai diberlakukan dari jam 1 siang hingga jam 6 sore. Karena pengisian menggunakan bar kode, data kendaraan akan terekam, sehingga para supir truk tidak dapat mengantre lagi di SPBU lain.

Berbeda dengan antrian online,  SPBU Kopkar PKT belum mendapat konfirmasi mengenai pemberlakuan sistem tersebut.

“Untuk yang benar-benar menggunakan aplikasi, kita belum memberlakukan itu. Jadi sementara, supir mendaftar, kemudian antre di Jalan Soekarno Hatta sana,” tambahnya. (sya)

Dexlite Turun, Harga Pertamax di Bontang Naik Rp 500

0
Pengisian BBM di Kopkar PKT. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mengalami sedikit perubahan harga. Mulai dari pertamax, pertamax turbo, dan dexlite

Diungkapkan Muhammad Jufri, Pengawas SPBU Kopkar PKT, untuk BBM non subsidi harganya memang selalu naik turun, dan warga Bontang tidak keberatan dengan hal itu.

“Mulai tanggal 1 Maret naik, tapi kalau kenaikan seperti ini tidak akan banyak,” jelas Jufri.

Diketahui, harga pertamax dari Rp 13.050 menjadi Rp 13.550, pertamax turbo dari Rp 15.150 menjadi Rp 15.400, dan dexlite mengalami penurunan harga dari Rp 16.500 menjadi Rp 15.250.

Dalam setahun, BBM non subsidi bisa naik ataupun turun berdasarkan arahan dari Pertamina pusat.

“Kalau kenaikan yang banyak kayak kemarin itu jangka waktunya biasanya lama,” pungkas Jufri. (sya)

Benar kah Harga Beras Naik karena Cuaca Buruk?

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa bulan terakhir ini tidak terlalu berdampak buruk pada pertanian di Bontang. Lantaran para petani di Bontang sudah memiliki cara dalam mengantisipasi cuaca musiman itu.

Kondisi tersebut sering menyebabkan banjir yang berujung merusak lahan pertanian. Menghadapi bencana banjir yang kerap berulang itu, para petani di Bontang sudah memiliki solusi dalam menghadapinya. Bahu membahu bersama DPK3 Bontang mencari cara menghadapi kondisi ini. (radarbontang.com, 17/2/2023)

Tetapi untuk harga komuditas beras di Bontang terus merangkak naik karena cuaca buruk. Gejolak kenaikan harga beras ini berlangsung sejak Januari. Seorang pedagang beras Pasar Rawa Indah Murni mengatakan, sejak awal Februari harga beras naik Rp 35 ribu per karung. Jadi harga beras premium untuk 25 kilogram dijual seharga Rp 335 ribu per karung. Harga beras masih akan terus melonjak hingga beberapa bulan ke depan. (16/2/2023)

Persoalan Mendasar

Kenaikan harga beras penyebabnya adalah gagal panen karena cuaca buruk. Akibatnya, ketersediaan beras di pasar memang tidak banyak sehingga harganya menjadi tinggi.

Lalu pemerintah mengambil kebijakan mengimpor beras sebanyak 500.000 ton melalui Perum Bulog, yang telah dilakukan dengan tujuan menahan laju kenaikan harga beras.

Dengan adanya impor beras dan terpenuhinya pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), maka harga beras di pasaran dipastikan akan terkendali. Menurut Buwas, kedatangan beras impor menjadikan stok CBP di Bulog kini menjadi 683.000 ton. Tambahan beras impor ini diklaim memperkuat cadangan beras nasional sampai datangnya musim panen raya pada Maret 2023.

Kebijakan tersebut tidak bisa dilepaskan dari penerapan ekonomi kapitalisme. Kebijakan intensifikasi pertanian, misalnya, malah membuat lesu produktivitas pertanian.

Pengurangan subsidi pada pupuk, benih, dan saprodi jelas membuat ongkos produksi jadi makin mahal. Pada saat yang sama, kebijakan impor pangan malah dibuka lebar-lebar.

Jika sudah begitu, gairah petani untuk menanam pun memudar. Terjadilah penurunan produksi yang menyebabkan ketersediaan pangan turut berkurang. Dan ini ancaman bagi kedaulatan pangan.

Kebijakan yang dilandasi sistem ekonomi kapitalisme hanya berfokus pada produksi, sedangkan distribusinya diserahkan pada mekanisme pasar. Uang menjadi pengendali tunggal dalam distribusi.

Akhirnya, pangan hanya akan mengalir lancar pada orang mampu, tetapi tidak pada kaum miskin. Seluruh kebijakan yang berlandaskan sistem ekonomi kapitalisme ini didukung oleh pemerintah.

Karena paceklik tersebut merambat hingga menjadi gelombang yang menimbulkan kemiskinan sistemis. Padahal, tanah kita tanah surga, tongkat kayu saja bisa jadi tanaman. Tapi ternyata, rakyatnya malah dilanda kemiskinan. Negara agraris, tetapi krisis beras.

Islam Memenuhi Kebutuhan Pokok Rakyat

Berbeda dengan sistem ekonomi Islam yang berdiri di atas hukum syara, yang seluruh kebijakannya berfokus pada kemaslahatan umat. Setidaknya ada dua kebijakan dalam sistem Islam untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Pertama, kebijakan yang dapat memperkuat kedaulatan pangan, yaitu intensifikasi dengan mempermudah petani dalam hal produksi. Subsidi bukanlah beban, melainkan satu cara untuk meningkatkan produktivitas yang akan menjaga ketersediaan.

Begitu pun ekstensifikasi, pemerintah akan hadir untuk rakyat, bukan untuk korporasi. Pemerintah akan menjaga agar alih fungsi lahan benar-benar dilakukan untuk kepentingan seluruh rakyat.

Kedua, harga bukan satu-satunya hal dalam pendistribusian harta. Negara akan bertanggung jawab terhadap pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat, termasuk pangan.

Contohnya, negara menjamin kepemilikan lahan pertanian yang diperoleh dengan jalan menghidupkan tanah mati dan pemagaran apabila para petani tidak menggarapnya secara langsung. Kebijakan yang demikian ini bisa terwujud jika negara memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Kebijakan yang berfokus pada umat akan kita dapatkan dalam sistem pemerintahan Islam. Karena sejarah membuktikan bahwa hanya peradaban Islam yang dapat menyejahterakan penduduknya dengan sebaik-baik pengurusan, juga terdapat firman Allah Taala bahwa suatu negeri akan sejahtera jika Islam diterapkan secara kafah.

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf: 96).

Wallahualam.

Ombudsman Paparkan Evaluasi Hasil Pelayanan Publik

0
Ombudsman perwakilan Provinsi Kaltim saat paparkan evaluasi hasil penilaian pelayanan publik. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Pemkot Bontang melaksanakan sosialisasi dan evaluasi hasil penilaian pelayanan publik tahun 2022. Dilaksanakan oleh Ombudsman perwakilan Kalimantan Timur, Kamis (2/3/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bontang, Lukman mengatakan, tujuan pelaksanaan sosialisasi dan evaluasi hasil penilaian pelayanan publik, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan motivasi kepada OPD di lingkungan Pemkot Bontang.

“Ombudsman menilai OPD dalam pelayanan publik, yang menjadi lokasi khusus dalam pelayanan. Penilaian dilakukan di bidang pelayanan pendidikan, kependudukan, catatan sipil, pelayanan terpadu satu pintu, dan kesehatan,” kata Lukman menjelaskan.

Melalui kegiatan ini kata Lukman, akan mampu memperbaiki dari segi kekurangan yang sebelumnya telah dinilai.

“Saat institusi menugaskan pegawai dalam suatu pelayanan, harus mengerti. Jangan sampai ada komplain dari masyarakat,” jelasnya.

Dengan evaluasi ini, akan memperbaiki penilaian ke depannya. “Kita menyempurnakan penilaian-penilaian sebelumnya,” katanya.

Sementara Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman Provinsi Kaltim, juga selaku Koordinator Tim Penilaian 2022, Ria Maya Sari mengatakan, Pemkot Bontang mengalami penurunan nilai dari tahun sebelumnya. Dari kategori nilai tinggi ke nilai sedang.

Melalui evaluasi ini, akan memberikan evaluasi kepada Pemkot Bontang dengan standar pelayanan publik, hingga kompetensi pejabat maupun petugas, pengelolaan aduan, sarana dan prasarana.

“Penurunan nilai Pemkot Bontang karena adanya perubahan metodologi penilaian yang dilakukan lebih luas dari tahun sebelumnya. Begitu luasnya dimensi penilaian yang belum dipahami pegawai. Jadi poinnya belum maksimal dari enam OPD yang dilakukan penilaian sebelumnya,” ungkap Ria Maya Sari kepada Mediakaltim.com.

Saat ini penilaian hasil evaluasi tahun 2022 di kategori nilai sedang dengan zona kuning. Sedangkan pada tahun sebelumnya 2021 pada nilai tinggi dengan masuk kategori zona hijau.

Ia memberikan catatan kepada Pemkot Bontang berkaitan dengan digitalisasi dengan berbasis elektronik (SPBE), yang saat ini perlahan dilakukan Pemkot Bontang. Selain itu, ia mendorong penyelenggara agar mengetahui tugas dan fungsi, pengetahuan bagaimana standar pelayanan, fungsi Ombudsman hingga pelayanan kepada kelompok rentan. Penilaian juga dilakukan pada dua produk administrasi pada masing-masing OPD sebagai representatif.

“Kami juga mendorong penyelenggara baik di level pejabat maupun petugas teknis, bagaimana tugas dan fungsinya dalam pengetahuannya pada standar pelayanan,” jelasnya. (adv/yah)

Warga Balikpapan Jual Sabu di Muara Badak Diamankan Polisi

0
Pelaku saat diamankan di Polsek Muara Badak. (Ist)

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Muara Badak menangkap seorang pria berinisial A lantaran penyalahgunaan narkoba, Kamis (2/3/2023) pukul 02.00 Wita di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.

A yang diidentifikasi merupakan warga Balikpapan itu, ditangkap atas penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,90 gram sebagai barang bukti.

“Unit Reskrim Polsek Muara Badak mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Sambera Jembatan, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak terdapat orang yang menjual narkotika jenis sabu,” kata Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono, Kamis (2/3/2023).

Selanjutnya, personel melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap pelaku. Penggeledahan dilakukan bersama Ketua RT dan saksi-saksi.

Pelaku dan barang bukti diamankan ke Polsek Muara Badak. Barang bukti di antaranya 5 poket narkotika jenis sabu dengan berat Bruto 1,90 gram, uang tunai Rp 789 ribu, 1 lembar baju batik warna merah, 2 helai tisu, 11 plastik klip kecil, 1 lembar kertas rokok, 1 buah korek gas warna hijau, 1 buah tas selempang warna coklat dan 1 buah sendok takar.

“Pelaku disangkakan dengan pasal 112 dan pasal 114 UU/35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman di atas lima tahun,” pungkasnya.  (yah)

Target 2024 Turun 14 Persen, Penurunan Angka Stunting Dikebut

0
Kadinkes Bontang bersama Kabid Kesmas saat diwawancara awak media. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Sampai saat ini Pemkot Bontang terus mengupayakan penurunan angka stunting, yang dilaksanakan oleh tim percepatan penurunan stunting. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati.

Penanganan Stunting di Kota Bontang sesuai dengan angka Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 sebesar 21 persen. Sementara untuk data surveilans dengan basis pencatatan pelaporan berbasis gizi masyarakat angkanya mencapai 22 persen. Berdasarkan data hasil survei, penanganan terus berlangsung.

Dua faktor utama penyebab stunting yang terjadi di Kota Bontang, yakni kekurangan gizi kronis dan infeksi penyakit. Beberapa faktor lainnya yang berpengaruh seperti pola asuh dan lingkungan, hingga sanitasi.

“Hal-hal seperti ini yang perlu diintervensi bersama dengan stakeholder. Mensinergikan program melalui tim TP2S dan dukungan komitmen Wali Kota Bontang,” kata Toetoek, Selasa (28/2/2023).

Sementara Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bahauddin mengatakan, penanganan stunting akan dilakukan dengan pendataan hingga tingkat kelurahan dan RT. Mendata by name by andres dari angka stunting hingga percepatan penanganan stunting.

“Tinggal program kegiatan yang mengarah ke percepatan stunting. Ke depannya ada rencana pemberian protein bagi anak-anak yang mengalami stunting,” kata Bahauddin kepada awak media.

Bahauddin menambahkan, dalam dua tahun ini hingga 2024 penurunan angka stunting ditargetkan hingga 14 persen.

“Tahun ini semoga bisa turun 16 persen dan tahun 2024 sebesar 14 persen. Dengan cara bekerja sama puskesmas dan tim di tingkat RT,” imbuhnya. (yah)

Warga Kanaan Keluhkan Rumahnya Rawan Longsor

0
Kondisi tanah yang terkikis sungai. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Seorang warga di RT 21, Kelurahan Kanaan mengeluhkan turap yang tak kunjung dibangun di samping tanah miliknya, yang berada di pinggir sungai.

Kondisi tersebut menyebabkan tanah di samping rumahnya semakin terkikis, hingga mendekati bangunan rumah miliknya. Kondisi itu juga semakin rawan longsor. “Kalau dari awal diturap harusnya tidak sampai 5 meter tanah saya terkikis sungai, ” keluh pemilik rumah bernama Beni.

Sejak 3 tahun terakhir, turap di sepanjang sungai tidak pernah dilanjutkan. Meskipun sudah melapor kepada kelurahan, turap tidak kunjung dibangun. Terdapat 2 rumah yang berada di atas tanah tersebut.

Ia mengatakan, saat pembangunan jembatan di dekat rumahnya turap tidak sekaligus dilakukan. Padahal, tidak sampai 10 meter, pinggiran sungai tersebut sudah tertutup semua.

“Awal Februari baru ada yang tinjau ke lokasi, semoga cepat dilaksanakan, karena semeter lagi teras rumah saya bisa longsor, takutnya sampai tembok rumah saya ikut retak,” ungkap Beni.

Beni juga telah memberi tanda di sungai, agar saat pembangunan, turap tidak dipasang sembarangan dan mepet dengan rumah.

“Sudah saya tancapkan kayu, saya tandain, jadi kalau bisa ditimbun dulu,” lanjutnya. (sya)

Program Makmur, PKT Realisasikan 66 Ribu Hektar Lahan dan 30 Ribu Petani di Tahun 2022

0
Webinar Efektivitas Program Makmur sebagai Kunci Ketahanan Pangan Nasional Oleh Pupuk Kaltim. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Webinar efektivitas Program Makmur sebagai kunci ketahanan pangan nasional PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Rabu (01/03/23).

Makmur merupakan program agrosolution dengan offtaker BUMN pangan dan pertanian. BUMN khususnya Pupuk Kaltim membantu para petani di seluruh Indonesia dalam budidaya pertanian.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertanian menjadi sektor ketiga yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2022, yakni mencapai 12,91 persen.

Fakta positif ini tentunya menjadi penguat bagi pemerintah, untuk tetap menjaga ketahanan pangan nasional. Di tengah isu akan produktivitas yang masih kerap menjadi tantangan, dalam memajukan sektor pertanian tanah air.

“Tentu saja kami akan mendampingi para petani mulai dari proses penanaman hingga panen,” jelas Adrian, Project Manager Makmur.

Total di seluruh Indonesia, Makmur memiliki lahan sebesar 275.950 hektar dengan total petani sebanyak 131.438. Komoditas lahannya berupa padi, jagung, tebu, sawit dan kopi.

Selama 2022, PKT berhasil merealisasikan 66.136 hektar lahan dengan jumlah petani yang tergabung 30.577 orang. Target tahun lalu berhasil dicapai dengan kenaikan target petani yang telah bergabung sebesar 122,3 persen dari target awal sebesar 25.000, dan juga kenaikan lahan sebesar 110,2 persen dari target 60.000.

Program Makmur meningkatkan produktivitas hasil panen padi dan jagung rata-rata hingga 35 persen dan memberikan kenaikan keuntungan hasil panen hingga 52 persen.

Tahun 2023 ini Makmur memiliki target 64 ribu hektar lahan yang akan direalisasikan dengan jumlah petani yang bergabung sebanyak 32 ribu petani.

Sementara itu, SVP Transformasi Bisnis PKT, Wisnu Ramadhani mengatakan, hingga saat ini program Makmur telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Pada tahun 2023, PKT diamanatkan untuk mengelola program Makmur di seluruh Sulawesi, seluruh Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, NTB, NTT dan Papua Barat.

“Dengan harapan bisa terus mengembangkan kemampuan sumber daya manusia yang cakap mengelola pertanian Indonesia,” ungkap Wisnu. (sya)

Bontang Raih Adipura Kencana, Wawali Apresiasi Pasukan Kuning

0
Wawali Najirah saat menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (ist)

BONTANG –Pemkot Bontang kembali mendapatkan Piala Adipura Kencana, atas komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Selasa (28/2/2023) di Gedung Mandala Wanabhakti KLHK, Jakarta Pusat.

Najirah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang terlibat atas pencapaian yang telah diterima atas keberhasilan menjaga lingkungan.

“Terima kasih buat semua pihak yang sudah ikut menjaga lingkungan di Kota Taman,” kata Najirah.

Selain itu, mewakili Pemkot Bontang dirinya memberikan apresiasi yang luar biasa atas peran pasukan kuning, yang selama ini menjadi ujung tombak dari pemerintah dalam menjaga kebersihan kota.

“Terima kasih kepada petugas kebersihan,” ungkapnya.

Hingga kini, terhitung Bontang sudah mendapatkan total 11 Piala Adipura. Dua di antaranya Adipura Kencana, dan satu penghargaan dari Clean Land ASEAN. (hms)