Beranda blog Halaman 1052

Angka Pengangguran di Bontang Masih Tertinggi se-Kaltim

0
Widiyantono, Kepala Badan Pusat Statistik Bontang (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Angka pengangguran tahun 2021 ke 2022 di Bontang turun sebanyak 2.11 persen atau 1.193 orang. Angka penurunan ini merupakan tertinggi dibandingkan wilayah lain di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Untuk persentasenya, Bontang memang paling tinggi dari seluruh daerah se-Kaltim. Lumayan tinggi karena covid memang sudah menurun,” jelas Widiyantono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang.

Dari 99.150 orang angkatan kerja (usia >15 tahun), jumlah pengangguran di Kota Bontang pada Agustus 2022 mencapai 7.742 orang atau 7.81 persen. Jumlah ini membaik dari tahun 2021 yang mencapai 8.935 orang atau 9.92 persen.

“Tahun 2019 ada 7.894 pengangguran, 2020 ke 2022 terus naik karena kondisi pandemi waktu itu. Data ini kita update tiap Bulan Agustus,” lanjutnya.

Banyaknya bermunculan lowongan kerja dan usaha di tahun 2022 merupakan titik balik untuk para pencari kerja.

Ditegaskannya, walaupun persentase pengangguran di Bontang paling banyak turun, bila dihitung dari jumlah penduduk, Bontang masih menjadi angka pengangguran tertinggi di Kaltim.

Disusul oleh Balikpapan dengan persentase pengangguran sebanyak 6.90 persen atau 22.749 orang.

“Karena Bontang kota kecil dengan penduduk yang tidak sebanyak daerah lain, 7.81 persen itu cukup tinggi,” ungkapnya. (sya)

Dinding Rumah Roboh Akibat Longsor di Jalan Kapal Layar

0
Dinding bagian kanan rumah roboh akibat longsor. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Satu rumah rusak parah di Jalan Kapal Layar RT 22 akibat longsoran tanah, Rabu (22/2/2023). Selain itu, 1 rumah lagi terdampak longsoran. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.

Diceritakan Ketua RT 22, Nur Alam, awal kejadian sekira pukul 12.30 Wita usai hujan deras mengguyur wilayah Loktuan dan sekitarnya.

Andreas, pemilik rumah terdampak longsor mendengar suara gemuruh di atas rumahnya. Ia mengira suara ular yang bersarang di plafon rumahnya. Lantaran di daerah tersebut kerap bersarang ular.

Namun ternyata setelah ditengok, atap rumah bagian belakang tertimpa bongkahan tanah. Melihat situasi yang mulai gawat tersebut, Andreas memperingatkan seluruh keluarganya untuk segera keluar rumah. Termasuk istrinya yang sedang tidur saat itu.

“Alhamdulillah selamat semua. Sempat keluar sebelum longsoran terjadi,” beber Nur Alam.

Sementara itu, rumah tetangga Andreas yang mengalami rusak parah akibat longsoran tersebut. Posisi rumah tetangga tersebut di sisi sebelah atas rumah Andreas.

Saat kejadian rumah itu kosong. Rumah tersebut disewa beberapa pria yang saat kejadian sedang bekerja di dalam pabrik.

Arya, penyewa rumah mengatakan, saat kejadian dirinya dan beberapa temannya yang menyewa rumah sedang bekerja. Ia mendapat info dari rekannya bahwa rumah yang disewanya mengalami longsor.

Namun saat kejadian ia dan rekannya tidak bisa pulang, karena dilarang pihak perusahaan lantaran banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.

“Sore kami baru bisa pulang. Untungnya saat kejadian tidak di rumah, jadi tidak ada korban longsor,” katanya menceritakan kondisinya saat itu.

Dari pantauan di lapangan, tanah di bagian kanan luar rumah tersebut mengalami longsor parah. Sebagian longsoran menimpa rumah Andreas yang berada di bagian bawah.

Dinding bagian kanan rumah pun roboh, sehingga 1 ruangan kamar tidur dan 1 ruangan tengah terlihat tak berdinding lantaran tembok roboh ke bagian luar. Beberapa bagian rumah juga mengalami retak-retak.

Lurah Loktuan, Hadi Jumianto mengatakan, terdapat 10 jiwa yang terdampak bencana longsor itu. 1 rumah yang mengalami longsor berisi 5 jiwa dan 1 rumah terdampak juga berisi 5 jiwa.

“Saat kejadian seluruh pihak terkait langsung terjun ke lapangan mengatasi kejadian tersebut,” ujarnya.

Pemerintah berupaya mencari solusi secepatnya dari kejadian tersebut.

Beberapa upaya yang dilakukan di antaranya, mencarikan rumah tinggal sementara untuk mengungsi.

“Saat ini penyewa rumah mengungsi di rumah keluarga. Besok mereka putuskan apakah mau tinggal di rumah susun (rusun) atau tidak. Kami sudah koordinasikan dengan pihak rusun,” ungkap Hadi.

Cari solusi secepatnya untuk perbaikan rumah. Pihak kelurahan akan melaksanakan bersih-bersih rumah dari puing-puing. Selain itu, membuka posko bantuan longsor di rumah Ketua RT 22.

“PKT juga ikut memberikan bantuan sembako kepada para korban,” pungkasnya. (al)

 

Resahkan Masyarakat, Polres Imbau Toko Tidak Jual Knalpot Brong

0
Ilustrasi knalpot brong. (ist)

BONTANG – Knalpot racing atau yang lebih dikenal knalpot brong menjadi momok tersendiri di tengah-tengah masyarakat. Lantaran banyak pengendara khususnya ana-anak muda yang menggunakan knalpot bersuara keras tersebut pada tunggangannya.

Suara keras yang ditimbulkan dianggap masyarakat mengganggu lingkungan sekitar. Menimbulkan suara bising di telinga.

Karena itu, Polres Bontang terus melakukan upaya meminimalisir penggunaan knalpot brong tersebut. Mulai dari razia kendaraan hingga sosialisasi.

Sat Lantas Polres Bontang pun mengimbau kepada seluruh pemilik bengkel maupun toko spare part sepeda motor, agar tidak menjual knalpot brong, Senin (20/2/2023).

Dalam imbauan tersebut satlantas mengajak pemilik toko atau bengkel, untuk ikut mendukung dan mensukseskan Operasi Keselamatan Mahakam 2023, dengan tidak memperjual belikan knalpot brong atau racing kepada masyarakat.

“Kami imbau agar stok barang yang masih ada, untuk tidak dipajang dan disimpan bila perlu dimusnahkan,” ujar Kasat Lantas, AKP Toni Joko Purnomo. (al/rls)

Pria Ditangkap Gegara Sembunyikan Sabu di Pipa Paralon

0
Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono

BONTANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bontang  mengamankan pria inisial W pada Selasa (21/2/2023) pada pukul 17.00 WITA, di Jalan Pelabuhan 3, Gang Udang, Kelurahan Tanjung Laut Indah.

W Ditangkap di rumahnya dengan barang bukti 10 bungkus plastik, diduga narkotika jenis sabu dengan berat 2,54 gram.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono mengatakan, penangkapan dilakukan atas laporan tindak penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Sesaat setelah penangkapan terhadap tersangka, lalu dilakukan penggeledahan di samping rumahnya yang mirip gudang. Ditemukan barang bukti berupa 1 buah kotak warna hitam berisi 10 bungkus plastik yang diduga berisi narkotika jenis sabu.

“Disembunyikan di dalam pipa paralon,” beber Iptu Mandiyono, Rabu (22/2/2023).

Mandiyono menambahkan, terduga pelaku kemudian diamankan ke Polres Bontang bersama barang bukti berupa 10 bungkus plastik klip diduga berisi narkotika jenis sabu, 1 buah kotak kecil warna hitam, 1 lembar kertas tisu, 2 buah plastik klip dan 1 buah HP merek Nokia warna hitam.

“Mengamankan terduga ke Polres Bontang bersama barang bukti,” tambahnya.

Terduga W kemudian diancam dengan pasal 112 dan 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (yah)

Panwaslucam Bontang Barat Pengawasan Melekat pada Petugas Pantarlih

0
Pengawasan yang dilaksanakan Panwaslucam Bontang Barat. (ist)

BONTANG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Bontang Barat telah melakukan pengawasan melekat pada proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit). Coklit dilaksanakan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang ada di tiga kelurahan di wilayah Bontang Barat.

Kecamatan Bontang Barat memiliki 86 TPS dari tiga kelurahan.

Komisioner Panwaslu Kecamatan Bontang Barat, Bahrun mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan melekat kepada petugas Pantarlih yang sedang melakukan pencocokan dan penelitian pemilih, yakni Kelurahan Kanaan, Kelurahan Gunung Telihan, dan Kelurahan Belimbing.

“Total TPS sama dengan Pantarlih yang bekerja melakukan Coklit. Pengawasannya melekat oleh Panwaslucam dan PKD di wilayah Barat,” kata Bahrun, saat dikonfirmasi Mediakaltim.com, Selasa (21/2/2023).

Bahrun menjelaskan, petugas Pantarlih melakukan Coklit dengan rincian jumlah Kelurahan Gunung Telihan 38 TPS, Kelurahan Belimbing 34 TPS, dan Kelurahan Kanaan 14 TPS.

“Kalau pengawasan sampai saat ini tidak mengalami kendala, berjalan dengan baik. PPK dan jajarannya serta Pantarlih dapat diawasi,” katanya.

Untuk proses pengawasan sendiri, Bahrun mengatakan anggota Panwaslu Kecamatan dan PKD turun langsung di lapangan dengan cara mendampingi petugas Pantarlih.

“Langsung ke lapangan kita dampingi petugas Coklit atau Pantarlih dalam proses pencocokan data pemilih didampingi semua PKD,” jelasnya.

Untuk waktu pengawasannya sendiri telah dilakukan dari 12 Februari 2023 hingga 14 Maret 2023 yang dilaksanakan Panwaslu Kecamatan Bontang Barat. (yah)

Tahun Ini Pariwisata Bontang Akan Dimaksimalkan

0
Ahmad Aznem, Kepala Disporpar Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Destinasi wisata di Kota Bontang mulai tahun 2023 ini akan didorong perkembangannya. Hal itu disampaikan Ahmad Aznem, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporpar), Selasa (21/02/23) saat ditemui awak media.

“Kami akan dorong pemilik destinasi wisata serta masyarakat, agar membuat wisata alam atau wisata buatan,” jelasnya.

Salah satu tempat wisata yaitu, Lembah Hijau saat ini sudah tidak ada pengelolanya. Aznem berharap tahun ini Lembah Hijau bisa kembali dikunjungi, karena potensinya yang cukup besar.

“Padahal tempat itu luar biasa selalu ramai, walaupun jauh tapi orang senang ke sana,” lanjutnya.

Dilanjutkan, Malahing menjadi destinasi wisata yang menjanjikan untuk Bontang. Terdapat makanan yang menurut dinas pariwisata se-Kaltim itu baru ada di Bontang yaitu, sate kerang hijau.

“Mendengar itu saya berpikir, untuk menjadikan sate kerang hijau makanan baru khas Bontang. Kan awal Gami. Jadi nanti tinggal diajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI),” beber Aznem.

Aznem berharap anugerah desa wisata Bontang bisa masuk ke dalam 50 besar dari yang awalnya 100 besar.

“Sebenarnya banyak yang bisa dijadikan wisata di Bontang ini, hanya SDM untuk itu masih kurang,” ungkapnya.

Ide lain, Aznem mengungkapkan, bakal berkeliling kawasan industri melalui laut menggunakan kapal nelayan melalui Loktuan atau Tanjung Laut.

“Kalau kita susuri Bontang lewat laut sore-sore pasti bagus, karena lampu-lampu di pabrik sudah nyala, apalagi kalau ada guide yang bisa menjelaskan mengenai pabrik-pabrik di Bontang,” tegasnya.

Aznem menegaskan kepada anak muda Bontang, bahwa pariwisata adalah bisnis yang menjanjikan, sehingga didorong agar terus berinovasi serta kreatif. (sya)

Lumayan untuk Modal Usaha, 1000 Pelaku UMKM Terima BLT Tahap I

0
Pengambilan BLT tahap I di Bankkaltimtara. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Provinsi Kaltim untuk para pelaku UMKM Bontang mulai dilaksanakan Selasa (21/02/23).

Sebanyak 4.945 pelaku UMKM akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 600 ribu. Namun, akan diberikan kepada 1.000 UMKM dahulu.

“Ini tahap pertama akan dilaksanakan selama 3 hari dulu. Kemungkinan pembagian ini total berlangsung selama 3 bulan ke depan,” jelas Yusran, Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UMKM Diskop-UKMP Bontang.

Pengambilan BLT dilaksanakan di Bankaltimtara, Jalan MT. Haryono. Seluruh penerima sudah melewati tahap validasi dari provinsi yang sudah dilaksanakan sejak tahun lalu.

Adapun persyaratan pengambilan BLT hanya membutuhkan fotocopy KTP dan Kartu Keluarga (KK), serta pengambilannya tidak dapat diwakilkan.

“Jadi tiga hari ke depan ini untuk wilayah Bontang Kuala dulu, untuk wilayah lainnya pasti nanti akan diberikan pemberitahuan,” pungkasnya. (sya)

Baru 36 Sekolah Adiwiyata di Bontang, DLH Bikin Asistensi

0
DLH lakukan pembinaan kepada calon sekolah adiwiyata Kota Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Sebanyak 12 sekolah mengikuti asistensi sekolah adiwiyata tahun 2023, Selasa (21/2/2023), yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang. Kegiatan ini dimaksudkan guna melihat syarat-syarat administrasi dan dokumen langsung dalam penilaian tingkat kota.

Kabid Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Lingkungan Hidup DLH Bontang, Ervina Setianingsih mengatakan, asistensi dilakukan bagi calon sekolah adiwiyata tingkat kota yang akan mengikuti penilaian sekolah adiwiyata tahun 2023.

Dari 120 sekolah di tingkat SD, SMP hingga SMA, baru 30 persen sekolah yang menjadi sekolah adiwiyata atau sebanyak 36 sekolah.

“Untuk meningkatkan sekolah-sekolah di Bontang dalam melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS), DLH membina sekolah yang belum menjadi sekolah adiwiyata,” kata Ervina ditemui Mediakaltim.com, Selasa (21/2/2023).

Pemberian apresiasi sekolah adiwiyata diberikan kepada sekolah yang telah melaksanakan GPBLHS. “Pemerintah memberikan penghargaan namanya sekolah adiwiyata. Sekolah adiwiyata ada di tingkat kota, provinsi, nasional dan sekolah adiwiyata mandiri,” jelasnya.

Ervina menambahkan, dalam pembinaan kepada calon sekolah adiwiyata, akan mempersiapkan dokumen persyaratan dan pelaksanaan GPBLHS secara konsisten, sehingga akan dinilai dan diberi penghargaan sekolah adiwiyata tingkat kota.

“Harapannya semakin banyak sekolah yang menerapkan GPBLHS di masing-masing sekolah. Tujuan GPBLHS agar warga sekolah dapat bertanggung jawab dalam fungsi pelestarian lingkungan hidup,” katanya.

Pelaksanaan sekolah adiwiyata, lanjut Ervina memiliki tiga komponen yakni perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan hingga evaluasi. “Melalui tiga komponen itu, akan dilaksanakan perencanaan GPBLHS secara empat tahunan,” ungkapnya.

Dalam penilaian sekolah adiwiyata dilakukan secara langsung baik dari syarat dokumen maupun penilaian langsung pelaksanaan program adiwiyata di sekolah. (yah)

Beras Basah Bakal Dikelola Penuh Dispopar, Tunggu Keputusan Provinsi

0
Ahmad Aznem saat ditemui di ruang kerjanya. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG –Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang Bontang masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Kaltim, untuk memberikan kewenangan penuh pengelolaan Pulau Beras Basah. Hal itu disampaikan Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Aznem

Aznem menjelaskan, Bontang masuk dalam pengembangan pariwisata Provinsi Kaltim dan kawasan strategis wisata Kaltim. Karenanya, dirinya menyebutkan pengelolaan pariwisata harus dibantu melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim.

“Kalau Pulau Beras Basah tidak dikelola, lima tahun ke depan bisa tenggelam,” kata Ahmad Aznem saat ditemui, Selasa (21/2/2023).

Dalam pengelolaannya pun, kata Aznem akan meminta surat penegasan dari Provinsi Kaltim. Baik dari gubernur maupun Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim.

“Sebelumnya arahan dari provinsi, urusan laut kewenangan berada di provinsi. Ke depannya, kita akan merapikan sembari menunggu surat penegasan dari Provinsi Kaltim,” jelas Aznem.

Rencananya, dalam pengelolaannya nanti, Pulau Beras Basah akan ditambahkan fasilitas seperti bungalow dan pembuatan pemecah ombak. (yah)

Tahun Ini Jalan Rusak di Bontang Diguyur Rp 3 Miliar

0
Salahsatu jalan rusak di Kota Taman. (ist)

BONTANG – Kondisi rusaknya jalan-jalan di Kota Taman, sebutan Kota Bontang sudah mendapatkan titik terang di tahun 2023 ini. Terdapat anggaran Rp 3 Miliar yang dapat dipergunakan untuk perbaikan jalan-jalan tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Anwar Nurddin saat rapat kerja bersama Komisi III DPRD Bontang, Senin (20/2/2023) kemarin.

Dana sebesar Rp 3 Miliar yang berasal dari APBD Bontang itu dapat dipergunakan untuk perbaikan 5 ruas jalan. Di antaranya Jalan RE Martadinata, Jalan Imam Bonjol, Jalan Ir Juanda, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan M Roem.

“Jalan Soekarno Hatta dan M Roem kami anggap tidak tuntas dengan dana segitu. Karenanya kami fokuskan untuk 3 ruas jalan sisanya,” beber Anwar saat diwawancarai Radarbontang.com.

Dikatakannya, rehab jalan di Bontang tidak bisa hanya fokus pada 1 ruas jalan saja. Namun karena terbatasnya anggaran, maka Dinas PUPRK harus memetakan mana jalan yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.

“Kami utamakan Jalan RE Martadinata lebih dulu. Kalau ada sisanya baru ke Jalan Imam Bonjol. Ada sisanya lagi ke Jalan Ir Juanda, begitu seterusnya,” ujarnya.

Saat ini dalam tahap proses penyiapan dokumen untuk perencanaan 3 wilayah. Tinggal menghitung volumenya saja. Kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan perbaikan jalan. (al)