Beranda blog Halaman 14

Pria 22 Tahun Ditemukan Tewas di Tempat Pencucian Mobil Sebulu

0
Ilustrasi pekerja pencucian mobil di Sebulu ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri. (Istimewa)

TENGGARONG — Seorang pria berusia 22 tahun ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di sebuah tempat pencucian mobil di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (12/3/2026) pagi.

Korban diketahui berinisial KSM, warga asal Kota Semarang, Jawa Tengah. Ia ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar yang biasa digunakan karyawan untuk beristirahat di lokasi pencucian mobil di Jalan P Jayakarta, RT 03, Desa Mekar Jaya.

Kapolsek Sebulu IPTU Edy Subagyo menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh rekannya yang juga bekerja di tempat tersebut.

Sekitar pukul 09.00 Wita, saksi bernama Solikin sedang mencuci kendaraan sebelum hendak masuk ke kamar istirahat pekerja.

“Ketika membuka pintu kamar, saksi terkejut melihat korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon yang diikatkan pada rangka atap kamar,” jelas Edy.

Saksi kemudian memanggil dua rekan kerja lainnya, yakni Muhammad Raihan dan Yuhan Sugianto. Mereka selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik usaha pencucian mobil.

Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Sebulu II kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban, petugas menurunkan tubuh korban dan membawanya ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

Petugas juga menemukan percakapan di ponsel korban yang diduga berisi pesan perpisahan kepada orang tua serta tunangannya.

“Diduga motif korban melakukan gantung diri berkaitan dengan persoalan pribadi, lebih tepatnya masalah asmara,” ujar Edy.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit telepon seluler milik korban dan seutas tali nilon yang digunakan untuk melakukan aksi tersebut.

Pihak keluarga korban di Jawa Tengah telah dihubungi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Berdasarkan komunikasi dengan pihak keluarga, jenazah korban kemudian dimakamkan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kukar.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Warga dan OIKN Sepakat Buka Portal Tol IKN Segmen 6A

0
Deputi SBPM OIKN, Alimuddin, saat memberi penjelasan di lokasi pemortalan akses Tol IKN JBH 6A terkait hasil rapat dengan perwakilan masyarakat di Polda Kaltim. (Istimewa)

NUSANTARA — Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat (SBPM) Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Alimuddin, turun langsung ke lokasi pemortalan akses Jalan Bebas Hambatan (JBH) Segmen 6A di wilayah Pemaluan untuk menjelaskan hasil rapat antara pemerintah dan perwakilan warga yang sebelumnya digelar di Polda Kaltim.

Kehadiran OIKN di lokasi tersebut juga merupakan permintaan warga agar pemerintah memberikan penjelasan langsung terkait kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan tersebut.

“Sambil menunggu notulen hasil rapat kemarin, warga meminta kepada kami (OIKN) untuk ada di lapangan guna memberikan penjelasan kepada warga yang ada di lokasi. Tentu yang kami jelaskan adalah hasil rapat kemarin dan pada saat yang bersamaan kita bersama-sama dengan warga terdampak membuka portal itu secara resmi,” ujar Alimuddin, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa warga pada dasarnya memahami pentingnya akses jalan tol tersebut, mengingat jalur JBH akan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, termasuk pengunjung yang menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain itu, jalur tersebut juga menjadi akses alternatif yang memperpendek perjalanan dari Balikpapan menuju IKN maupun ke wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

“Maka jalan yang sebelumnya diportal, tadi sudah dibuka bersama-sama,” katanya.

Menurut Alimuddin, pembukaan portal oleh warga merupakan tindak lanjut dari hasil rapat yang digelar sehari sebelumnya di Polda Kaltim. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa portal akan dibuka setelah ada notulen resmi rapat sebagai dasar tindak lanjut.

Ia memastikan notulen rapat tersebut akan segera diselesaikan.

“Dalam rapat itu juga disampaikan kepada masyarakat bahwa lahan mereka bukan tidak bisa dibayar, tetapi masih dalam proses administrasi,” jelasnya.

Proses tersebut, lanjutnya, berkaitan dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) dari Menteri Kehutanan yang menjadi bagian dari tahapan administrasi dalam proses pembayaran ganti rugi lahan.

“Apakah akan bisa dibayar? Ya, pemerintah pasti akan menyelesaikan prosesnya,” tegasnya.

Alimuddin menambahkan bahwa sepanjang persyaratan administrasi yang diminta oleh panitia pengadaan lahan dapat dipenuhi oleh masyarakat, maka pembayaran ganti rugi akan tetap dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan anggaran melalui instansi terkait, seperti balai jalan atau lembaga yang ditunjuk untuk menangani proses pengadaan lahan tersebut.

“Proses pemberkasan menjadi bagian yang sangat penting untuk mendukung kelanjutan proses pembayaran itu,” katanya.

Pantauan di lapangan, pembukaan portal juga dihadiri sejumlah pejabat dan unsur keamanan. Di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang, Direktur Sarana dan Prasarana Sosial OIKN Agus Ahyar, Kapolsek Sepaku AKP Syarifuddin, serta sejumlah perwira dari Polres Penajam Paser Utara.

Setelah portal dibuka, akses Jalan Bebas Hambatan Segmen 6A di wilayah Pemaluan kembali normal dan dapat dilalui kendaraan menuju maupun dari kawasan IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Warga Pemaluan Buka Portal Kawat Duri Tol IKN Setelah Ada Kesepakatan

0

NUSANTARA — Portal kawat berduri yang dipasang warga di akses Jalan Bebas Hambatan (JBH) Segmen 6A wilayah Pemaluan akhirnya dibuka setelah tercapai kesepakatan antara masyarakat dan pemerintah terkait penyelesaian ganti rugi lahan.

Pembukaan portal dilakukan pada Kamis (12/3/2026) setelah rapat mediasi yang digelar di Polda Kaltim. Jalur tol tersebut kini kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari dan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kuasa masyarakat Pemaluan, Ibrahim, menjelaskan bahwa warga sepakat menghentikan aksi protes setelah ada komitmen penyelesaian tuntutan masyarakat.

Ibrahim, kuasa masyarakat Pemaluan saat aksi protes di akses Tol IKN JBH 6A. (Atmaja Riski)

“Jadi kesepakatannya hari ini dibuka. Selambat-lambatnya satu bulan dilakukan penyelesaian,” ujar Ibrahim di lokasi.

Ia menyebut terdapat 21 warga yang menunggu penyelesaian pembayaran ganti rugi. Menurutnya, masyarakat mengapresiasi langkah Kapolda yang turun langsung untuk mengetahui kondisi di lapangan.

“Kita salut sama Pak Kapolda yang mau terjun langsung ke lapangan untuk mencari fakta. Itu yang kita senangi. Dan satu minggu habis Lebaran dimulai,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji juga menegaskan agar hak masyarakat segera diselesaikan.

Ibrahim mengaku sempat mempertanyakan kepada pihak terkait mengenai kendala yang menyebabkan pembayaran ganti rugi belum terealisasi.

“Saya tanyakan itu. Apa sih masalahnya, coba dijelaskan supaya masyarakat bisa melengkapi apa kekurangannya. Kendala belum dibayarkannya apa?” ujarnya.

Dari penjelasan yang diterima, kendala utama disebut hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi, seperti dokumen BPJS dan KTP.

Selain perwakilan masyarakat dan pemerintah daerah, rapat tersebut juga dihadiri Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, yang mewakili pihak Otorita IKN, serta unsur kejaksaan dan pihak terkait lainnya.

Menurut keterangan warga di lapangan, Deputi Alimuddin juga meminta agar hasil pertemuan dituangkan dalam notulen resmi agar proses penyelesaian dapat segera ditindaklanjuti.

Pembukaan portal di ruas JBH 6A dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk Otorita IKN, Polres Penajam Paser Utara, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Polsek Sepaku.

Portal dibuka sekitar pukul 10.00 Wita. Setelah pembongkaran kawat berduri tersebut, akses tol kembali normal dan dapat dilalui kendaraan menuju maupun dari kawasan IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Tak Cuma Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar, Mahyunadi Temukan Jalan Longsor hingga Kios Tak Layak

0
Wakil Bupati, Mahyunadi saat meninjau dan menyambangi pedagang di Pasar Sangatta Selatan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Peninjauan pasar yang dilakukan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menjelang Idulfitri tak hanya berfokus pada pemantauan harga bahan pokok. Dalam kunjungannya, ia juga menemukan sejumlah persoalan fasilitas di kawasan pasar yang perlu segera mendapat perhatian.

Beberapa infrastruktur pasar dilaporkan mulai mengalami kerusakan. Mahyunadi menyebut terdapat jalan di sekitar kawasan pasar yang mulai longsor sehingga berpotensi mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung.

Selain itu, sejumlah kios di area pasar juga dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan lebih nyaman dan aman.

Menurut Mahyunadi, kondisi fasilitas pasar Sangatta Selatan menjadi bagian penting dalam mendukung perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah akan mengevaluasi dan mencari solusi untuk perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Ia juga menyoroti kondisi Pasar Sangatta Selatan yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pedagang. Padahal, pasar tersebut dibangun untuk menunjang aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

“Pasar Induk Sangatta Selatan ini hampir tidak terpakai semuanya. Ke depan tentu kita akan mencari cara supaya fasilitas yang ada bisa dimaksimalkan,” ujar Mahyunadi, Jum’at (13/3/2026).

Mahyunadi menegaskan pemerintah daerah akan menindaklanjuti temuan tersebut agar fasilitas pasar bisa kembali berfungsi optimal dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat.

“Kalau ada fasilitas yang rusak tentu harus segera kita benahi. Pasar ini kan pusat aktivitas ekonomi masyarakat, jadi harus kita pastikan kondisinya baik dan bisa dimanfaatkan dengan maksimal,” tegasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Harga Cabai Rawit Meroket, Tembus Rp70 Ribu per Kg, Ini Kata Disperindag Kutim

0
Pemantauan stok dan harga sejumlah bahan pokok di Kutim dilakukan oleh Pemerintah Kutim. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Harga sejumlah bahan pokok di Kutai Timur (Kutim) mulai merangkak naik menjelang Idulfitri. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit. Saat ini harga cabai rawit di tingkat pasar tercatat sudah mencapai sekitar Rp70 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Nora Ramadani mengatakan, kenaikan harga tersebut merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi menjelang hari besar keagamaan. Peningkatan permintaan dari masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga di pasaran.

“Memang setiap hari besar keagamaan biasanya permintaan meningkat, sehingga harga juga ikut naik. Tapi ini sifatnya temporal saja dan masih lebih baik dibandingkan kondisi tahun lalu,” ujarnya usai melaksanakan sidak di Pasar, Jum’at (13/3/2026).

Menurut Nora, sekitar sepekan lalu pihaknya sempat mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara daring bersama Bupati Kutai Timur. Pada saat itu, harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram.

“Sekitar seminggu lalu kami sempat melakukan Zoom dengan Kemendagri bersama Pak Bupati, saat itu harga cabai rawit masih di Rp55 ribu,” jelasnya.

Selain memantau harga komoditas, Disperindag juga menjelaskan adanya perbedaan pengelolaan pasar di wilayah Sangatta. Nora menuturkan, pasar yang ditemukan menjual cabai dengan harga lebih tinggi merupakan pasar pribadi yang tidak berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, pasar yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah adalah Pasar Induk Sangatta. Sementara Pasar Sangatta Selatan merupakan pasar milik pribadi.

“Saya juga menjelaskan kepada Pak Wakil Bupati bahwa Pasar Sangatta Selatan itu merupakan pasar pribadi, bukan dikelola oleh Pemda. Yang dikelola oleh pemerintah daerah adalah Pasar Induk,” terangnya.

Karena statusnya sebagai pasar pribadi, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam melakukan intervensi harga di pasar tersebut.

“Kalau pasar pribadi, kita memang agak sulit untuk melakukan intervensi harga. Berbeda dengan pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jelang Lebaran, Mahyunadi Sidak Pasar hingga Agen LPG

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat turun langsung melakukan pemantauan di agen LPG dan SPBU di Sangatta. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan ketersediaan bahan pokok dan energi di pasaran tetap aman. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi dan pusat perdagangan di Sangatta, Jumat (13/3/2026).

Dalam sidak tersebut, Mahyunadi meninjau beberapa agen LPG, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), hingga pasar tradisional. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tidak mengalami lonjakan signifikan menjelang Lebaran.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Mahyunadi menyebut kondisi pasokan bahan pokok penting (bapokting) di Kutim masih mencukupi. Aktivitas perdagangan di pasar juga berjalan normal tanpa adanya gejolak harga yang berarti.

“Alhamdulillah, dari hasil keliling hari ini ke beberapa agen LPG, SPBU, dan pasar tradisional, ketersediaan bahan pokok masih sangat mencukupi untuk masyarakat menjelang Idulfitri. Tidak ada kelangkaan dan harga juga relatif stabil,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan distribusi barang agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga hari raya nanti.

Mahyunadi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, kondisi stok di Kutai Timur masih aman sehingga warga tidak perlu khawatir.

“Masyarakat tidak perlu panic buying. Stok aman dan aktivitas jual beli juga berjalan normal,” tegasnya.

Sidak tersebut turut melibatkan tim gabungan dari unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait. Selain memantau harga bahan pokok, tim juga mengecek distribusi LPG serta kondisi antrean di SPBU.

Mahyunadi menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan hingga mendekati Lebaran guna memastikan kondisi tetap terkendali.

“Kami ingin masyarakat menyambut Idulfitri dengan tenang. Pemerintah akan terus memantau harga dan ketersediaan barang agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pertumbuhan Ekonomi Kutim di Tahun 2025 Anjlok, Ini Penyebabnya

0
Kepala BPS Kutai Timur (Kutim) Widiyantono. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 2025 mengalami perlambatan tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim mencatat pertumbuhan ekonomi daerah hanya mencapai 1,05 persen, jauh menurun dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 9,82 persen.

Kepala BPS Kutai Timur (Kutim) Widiyantono menjelaskan, perlambatan tersebut dipicu oleh melemahnya kinerja sektor pertambangan yang mengalami pertumbuhan negatif sekitar -0,99 persen.

Menurutnya, sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung perekonomian Kutim dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap struktur ekonomi daerah. Karena porsinya sangat besar, sedikit saja penurunan pada sektor ini langsung berpengaruh terhadap angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Struktur ekonomi Kutai Timur masih sangat didominasi sektor pertambangan. Jadi ketika sektor ini mengalami kontraksi, dampaknya langsung terasa terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Widiyantono, Jum’at (13/3/2026).

Meski demikian, sejumlah sektor non-pertambangan justru menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025. Salah satunya industri pengolahan yang mencatat pertumbuhan cukup tinggi, yakni sekitar 19 persen.

Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum, konstruksi, serta berbagai sektor jasa lainnya juga mengalami peningkatan aktivitas.

Widiyantono menambahkan, apabila sektor pertambangan tidak dihitung dalam struktur ekonomi daerah, maka pertumbuhan ekonomi non-pertambangan Kutim bahkan mencapai sekitar 11 persen.

“Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat sebenarnya cukup dinamis. Perdagangan, usaha kuliner, hingga UMKM terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, dampak perlambatan ekonomi terhadap tingkat pengangguran dan kemiskinan masih menunggu hasil survei resmi dari BPS. Data tersebut akan diketahui melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Di sisi lain, perkembangan harga di daerah juga terus dipantau melalui indikator inflasi atau deflasi serta Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Meski pertumbuhan ekonomi melambat, sektor non-pertambangan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor baru perekonomian Kutai Timur ke depan. Diversifikasi ekonomi pun dinilai penting agar daerah tidak terlalu bergantung pada sektor tambang.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

DKP3 Luncurkan Gerakan Tanam Cabai Rawit di Pekarangan, Ini Tujuannya

0
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem. (Syakurah)

BONTANG – Dalam rangka menangani inflasi yang ada di Kota Bontang, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mengajak masyarakat untuk menanam cabai di halaman maupun pekarangan rumah.

Kepala DKP3 Kota Bontang, Ahmad Aznem mengatakan, pihaknya meluncurkan program inovasi Gerakan Menanam Cabai Rawit berupa Pekarangan Rumah Tangga (Gembira Pak RT).

“Program ini rencananya dimasukkan ke Pro RT dan dianggarkan berapa persen untuk ketahanan pangan,” pungkasnya.

Pihaknya berkolaborasi dengan perusahaan seperti Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, PT Pupuk Kaltim, PT Badak, Indominco, dan PT Pamapersada.

“Harga cabai sudah Rp 100 ribu, kalau punya pohonnya sendiri tidak perlu pusing karena inflasi,” tuturnya.

Sebagai langkah awal gerakan ini berbasis komunitas yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap kelurahan.

Adapun sistem pelaksanaannya, program ini melibatkan skema kolaborasi antara pemerintah, kelompok masyarakat, dan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pihaknya berperan memberikan penyuluhan teknis, menyediakan benih cabai, melakukan pengawasan terhadap hama dan penyakit tanaman serta memonitor program tersebut hingga berhasil.

CSR dalam hal ini menjadi penyediaan sarana produksi seperti polybag, media tanam, pupuk organik, bantuan alat pertanian, serta fasilitasi pemasaran apabila terjadi surplus produksi.

“Total ada 15 RT, perwakilan dari masing-masing kelurahan 1 RT. Itu sedang menjadi percontohan dan sedang berlangsung,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kesalehan Pemimpin Membawa Karamah Keganjilan Alam

0
Rahmi Surainah, M.Pd. (dok pribadi)

Oleh:
Rahmi Surainah, M.Pd
Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Khalifah Umar bin Abdul Aziz terkenal dengan sikap adil dan zuhud. Salah satu kisah seputar keadilannya ini terekam dalam sebuah kisah sebagaimana diceritakan dalam kitab “Hikayat Islamiyyah Qablan Naumi lil Atfhal” hasil karya Najwa Husain Abdul Aziz.

Dalam kitab tersebut diceritakan suatu ketika ada seekor serigala pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang bercampur dengan ratusan kambing yang digembalakan oleh seseorang peternak kambing. Dikisahkan bahwa ada seorang hamba shaleh yang melewati tempat gembalaan kambing seorang Arab Badui dan melihat keanehan perihal serigala yang bisa bersatu dengan kambing-kambing tersebut.

Merasa aneh dan heran, akhirnya orang saleh tersebut mendekati penggembala kambing dan bertanya perihal yang dilihatnya tersebut. Hamba saleh bertanya “Wahai penggembala, kenapa bisa bercampur antara serigala dan kambing-kambing yang Tuan gembala kan, dan serigala tersebut tidak memangsa kambing-kambing yang bersamanya?” Tanya orang saleh keheranan.

Kemudian penggembala menjawab, “Wahai saudaraku apa yang tuan lihat itu adalah karamah dan bukti keadilan khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam memimpin”.

Beberapa hari kemudian orang saleh itu melewati kembali lokasi gembalaan kambing, dan menyaksikan serigala yang sedang memangsa salah satu kambing. Si kambing menjerit histeris dan akhirnya mati. Dan ternyata kejadian tersebut sekaligus bersamaan dengan wafatnya khalifah Umar bin Abdul Aziz. Seorang penggembala Arab Badui yang jauh di pusat kota pun dapat mengetahui bahwa pemimpin yang shaleh telah wafat.
pesantrenonline.or.id/inilah-karamah-umar-bin-abdul-azis-serigala-jadi-jinak/

Demikianlah bagaimana sosok pemimpin membawa karamah akan keganjilan alam, yakni binatang buas pun tak memangsa hewan di sekitarnya. Inilah berkah dari pemimpin yang shaleh, takut dan sangat mencintai Rabb-Nya sehingga ia memimpin dengan keadilan.

Berkaca dari Sirah di atas, bagaimana dengan kondisi saat ini? Khususnya Kota Bontang yang dikatakan darurat akibat keberadaan buaya yang sering muncul di pemukiman warga bahkan memangsa manusia.

Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, sepanjang 2025 terdapat 25 laporan penampakan buaya di sejumlah wilayah pesisir. Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 10 ekor buaya. Sementara itu, sebagian lainnya tidak berhasil ditangani karena predator tersebut langsung kembali ke perairan.

Amiluddin menilai kemunculan buaya di sekitar permukiman warga juga dipengaruhi oleh ketersediaan sumber makanan, salah satunya limbah ikan yang dibuang ke laut. Buaya memiliki penciuman yang kuat sehingga jika ada limbah ikan yang dibuang ke laut akan mengundang buaya datang. Selain faktor makanan, berkurangnya habitat alami juga diduga membuat buaya semakin sering muncul di kawasan permukiman pesisir.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni pun mengungkapkan bahwa tingginya angka kemunculan buaya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Meski upaya sosialisasi dan penangkapan telah beberapa kali dilakukan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait regulasi serta keterbatasan peralatan medis hewan untuk penanganan satwa liar.

Keberadaan buaya mengancam nyawa manusia tentu pemerintah harus segera mengambil tindakan agar tidak ada lagi korban. Berapa banyak sudah kabar buaya memangsa manusia? Terbaru salah satu warga Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, menjadi korban gigitan buaya saat ingin BAB, Jumat (23/1/2026).

Sebelumnya seorang warga di Kelurahan Gunung Elai diserang buaya saat melintas di jembatan titian, Jumat (27/12/2025) sore. Korban dirujuk ke Samarinda dan akhirnya meninggal dunia. Masih ada kasus lain yang mana seorang anak berumur 11 tahun di Jalan Family, Tanjung Limau, menjadi korban gigitan buaya saat sedang berenang, Senin (24/11/2025). (Sumber diambil dan dirangkum dari media online Radarbontang)

Memang populasi buaya di wilayah pesisir Kota Bontang diperkirakan terus bertambah. Hal ini dipicu kemampuan reproduksi predator tersebut yang tergolong tinggi. Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan satu induk buaya mampu menghasilkan puluhan telur dalam sekali masa berkembang biak. Menurutnya, dalam satu kali bertelur, induk buaya dapat menghasilkan sekitar 30 butir telur. Jika sebagian besar telur tersebut menetas dan mampu bertahan hidup, jumlah populasi buaya di suatu wilayah bisa meningkat dalam waktu relatif singkat.

Buaya pada dasarnya tidak mengganggu jika tidak diganggu. Artinya ketidakseimbangan alam akan berpengaruh pada binatang sehingga mengganggu manusia. Kondisi faktor alam yang dirusak oleh manusia membuat buaya semakin ganas. Pasalnya keberadaan buaya yang awalnya hanya di sungai sekali-kali ke darat kini merambah ke pemukiman warga bahkan memangsa manusia.

Himbauan kepada warga dan mengandalkan pemadam kebakaran tidaklah cukup. Pemerintah harus lebih serius menjaga keamanan masyarakatnya. Sudah banyak korban buaya seharusnya perlu penanganan cepat agar tidak menambah korban lagi. Jangan sampai pemerintah bergerak ketika telah terjadi korban, perlu penanganan yang tentu modal dari pemerintah sehingga masyarakat tidak bertindak mandiri, mengandalkan pawang buaya atau mistis lainnya.

Tidak hanya Kota Bontang, ancaman buaya juga terjadi di beberapa daerah lain Kaltim. Penanganan buaya seharusnya mendapat perhatian serius dari negara sekaligus menjadi evaluasi bagaimana alam kini tidak lagi bersahabat.

Fenomena kerusakan alam tidak hanya mengakibatkan banjir dan longsor tetapi binatang pun ikut terganggu. Sistem kehidupan Kapitalisme Sekuler dengan eksploitasi SDAE membuat kerusakan di mana-mana. Sudah saatnya kita kembali kepada aturan Islam dan pemimpin yang amanah takut kepada Allah.

Wallahu’alam.

PWI Bontang Berbagi dengan Anak Panti, Serahkan Sembako Hasil Donasi Internal dan Relasi

0
PWI Bontang saat menyerahkan sembako di Panti Asuhan Nurul Ichsan. (Ist)

BONTANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako ke Panti Asuhan Nurul Ichsan, Rabu (11/3/2026). Bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang dihimpun dari internal anggota PWI Bontang serta sejumlah relasi.

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung Ketua PWI Bontang, Kusnadi Said. Rombongan disambut hangat pimpinan pondok pesantren, Ustadz Khumaini Rosadi, bersama para santri yang tinggal di panti asuhan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kusnadi Said mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian insan pers kepada masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

“Semoga bantuan yang kami serahkan ini bisa bermanfaat bagi adik-adik di Panti Asuhan Nurul Ichsan. Ini juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian teman-teman PWI Bontang bersama para relasi yang ikut berdonasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi, sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, pimpinan ponpes sekaligus pengasuh panti asuhan, Ustadz Khumaini Rosadi, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh PWI Bontang.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian dari keluarga besar PWI Bontang dan para donatur. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi anak-anak di sini,” ungkapnya.

Setelah menyerahkan bantuan dan bersilaturahmi dengan para santri, kegiatan PWI Bontang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang digelar di Kafe Uttara. Momen tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota PWI Bontang. (*)

Editor: Yusva Alam