Beranda blog Halaman 13

Akses Kesehatan di IKN Diperkuat, BPJS Siapkan Kantor Baru

0
Demi melihat langsung perkembangan dan potensi layanan kesehatan, jajaran BPJS Kesehatan sowan ke IKN. (Dok. Otorita)

NUSANTARA — BPJS Kesehatan berencana membangun kantor layanan khusus di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai upaya memperkuat akses layanan kesehatan bagi peserta di kawasan ibu kota baru tersebut.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melihat peluang pembangunan fasilitas tersebut seiring perkembangan kawasan IKN.

“Kami akan merencanakan pembangunan Kantor Layanan Khusus IKN, untuk perluasan akses layanan bagi peserta. Saat ini operasional pelayanan tatap muka terdekat dengan Kawasan Otorita IKN dapat dilayani di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Dalam kunjungan kerjanya ke IKN, jajaran BPJS Kesehatan juga meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari lokasi persil kantor BPJS, hingga fasilitas publik seperti Masjid Negara dan Istana Negara.

Peninjauan tersebut memberikan gambaran langsung terkait kesiapan kawasan serta dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan di Nusantara.

“Kami memberikan apresiasi terhadap pembangunan IKN. Ini menjadi kebanggaan karena Indonesia sudah memiliki ibu kota yang megah, tertata rapi, termasuk fasilitas rumah sakitnya,” tambahnya.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajaran. Ia berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dan Otorita IKN terus diperkuat, khususnya dalam mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan tersebut.

“Terima kasih atas kunjungan BPJS Kesehatan di Ibu Kota Nusantara. Kami berharap koordinasi dan dukungan layanan kesehatan ke depan semakin kuat bagi warga Nusantara,” ujarnya.

Seiring dengan pesatnya pembangunan IKN, kehadiran fasilitas layanan kesehatan yang terintegrasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang kualitas hidup masyarakat dan mendukung keberlanjutan kawasan sebagai pusat pemerintahan baru. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Aksi Sopir Truk Warnai Balikpapan, Spanduk Kritik Dibentangkan

0
Aksi demo sopir truk angkutan barang. (Ist)

BALIKPAPAN — Ratusan sopir truk angkutan barang menggelar aksi protes di sejumlah ruas jalan kota, Senin (4/5/2026). Aksi tersebut ditandai dengan berhentinya kendaraan truk secara bersamaan hingga memicu antrean panjang dan mengganggu arus lalu lintas.

Pantauan di lapangan, sejumlah spanduk dibentangkan di badan truk berwarna kuning dan merah, berisi tuntutan serta kritik terhadap aparat penegak hukum. Para sopir menyuarakan keberatan atas kebijakan penertiban yang dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Aksi ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang di wilayah Balikpapan.

Kapolresta Balikpapan, Jerrold Kumontoy, mengatakan pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyikapi aksi tersebut. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak mengganggu ketertiban umum.

“Kami menghormati penyampaian pendapat di muka umum, tetapi harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas, khususnya pengguna jalan. Jangan sampai aktivitas ini justru menimbulkan kemacetan atau potensi kecelakaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penertiban terhadap angkutan barang merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan berlalu lintas. Pelanggaran seperti kelebihan muatan maupun ketidaksesuaian teknis kendaraan dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Polisi memastikan akan terus melakukan pengawasan, namun tetap membuka ruang dialog dengan para sopir guna mencari solusi yang tidak merugikan semua pihak. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Anggaran Laundry Disorot, Pemprov Sebut untuk Enam Gedung Pemerintahan

0
Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Anggaran laundry atau cuci perlengkapan rumah tangga Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 sebesar Rp450 juta yang viral di media sosial menuai perhatian publik.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, meluruskan bahwa dana tersebut bukan diperuntukkan khusus untuk mencuci pakaian kepala daerah.

Astri menjelaskan bahwa anggaran tersebut sebenarnya dialokasikan untuk kebutuhan operasional enam gedung di kompleks Kantor Gubernur Kaltim, termasuk rumah jabatan yang digunakan secara aktif sepanjang tahun.

“Memang di Rencana Umum Pengadaan (RUP) tertulis belanja laundry kepala daerah, tetapi itu hanya nomenklatur. Penggunaannya untuk kebutuhan rumah tangga di gedung-gedung rumah jabatan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Adapun enam gedung yang dimaksud berada di kawasan perkantoran gubernur, yakni Gedung Utama atau Pusat Administrasi yang terdiri dari dua bangunan, Lamin Etam (rumah jabatan gubernur), Olah Bebaya, Odah Etam, guest house untuk tamu, serta mushola.

Menurut Astri, gedung-gedung tersebut menjadi pusat berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan. Setiap hari, fasilitas itu digunakan untuk acara resmi, pertemuan organisasi, hingga kegiatan masyarakat umum.

Berbagai perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan tersebut, seperti karpet, gorden, bed cover, dan taplak meja jamuan, memerlukan perawatan rutin melalui jasa laundry.

Ia menambahkan, kebutuhan tersebut meningkat sejak diberlakukannya kebijakan efisiensi anggaran. Banyak kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan di hotel kini dialihkan ke gedung rumah jabatan.

“Sekarang kegiatan seremonial dan pertemuan tidak lagi dilaksanakan di hotel. Kami juga tidak memungut biaya dari masyarakat yang menggunakan fasilitas itu,” jelasnya.

Astri menegaskan bahwa anggaran Rp450 juta tersebut merupakan estimasi kebutuhan selama satu tahun untuk menunjang operasional enam gedung, bukan untuk kepentingan pribadi gubernur.

Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi terhadap realisasi anggaran seiring dengan kebijakan efisiensi yang berjalan.

“Jadi, tidak benar jika disebut anggaran laundry kepala daerah Rp450 juta untuk kepentingan pribadi. Anggaran itu digunakan untuk sarana dan prasarana di enam gedung besar selama satu tahun. Nilainya memang demikian, tetapi ke depan akan kami evaluasi kembali sesuai kebijakan efisiensi,” tutupnya. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S

Guru Honorer Kutim Gelar Aksi Tagih Janji P3K

0
Puluhan Guru dan tenaga honorer turun menagih janji Pengangkatan. (Ist)

SANGATTA – Kesabaran puluhan guru dan tenaga kependidikan (tendik) honorer di Kutai Timur (Kutim) tampaknya sudah di ujung batas. Bertahun-tahun mengabdi tanpa kepastian status, mereka akhirnya turun ke jalan. Senin (4/5/2026), aksi solidaritas digelar di depan Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim.

Spanduk-spanduk tuntutan dibentangkan. Tulisan seperti “Harga Pengabdian Kami”, “Bersatu Berjuang”, hingga “Tuntut Keadilan Guru dan Tendik” menjadi simbol kegelisahan yang selama ini terpendam.

Koordinator aksi, Rahmat, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan bentuk perjuangan kolektif honorer murni yang merasa terus terpinggirkan.

“Kami hanya menuntut keadilan. Banyak dari kami sudah bekerja bertahun-tahun, tetapi belum juga mendapatkan kepastian status,” tegasnya lantang.

Menurutnya, honorer murni kerap luput dari prioritas kebijakan, terutama dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Kami seperti tidak terlihat. Padahal kami tetap mengabdi di sekolah, menjalankan tugas seperti ASN,” lanjutnya.

Dalam aksi bertajuk Aksi Solidaritas Tuntutan Gerakan Honorer Murni itu, empat tuntutan utama disampaikan.

Pertama, mereka mendesak transparansi dalam proses analisis jabatan (anjab), pemetaan, hingga pembahasan status guru dan tenaga kependidikan honorer—termasuk operator Dapodik, tenaga administrasi sekolah, dan tenaga perpustakaan.

Kedua, honorer yang belum masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) diminta tetap diprioritaskan dalam seleksi ASN maupun P3K tahun 2026.

Ketiga, mereka menuntut kejelasan status hukum bagi honorer aktif di Kutim agar diakui sebagai tenaga honorer daerah dengan dasar hukum yang jelas.

Keempat, peningkatan kesejahteraan juga menjadi sorotan. Mereka meminta adanya tunjangan berbasis wilayah kerja serta pencairan yang dilakukan secara rutin setiap bulan.

Aksi berlangsung tertib, namun sarat emosi. Para honorer berharap suara mereka tidak lagi diabaikan. Sebab, bagi mereka, ini bukan sekadar soal status pekerjaan—tetapi juga masa depan.

“Kami akan terus mengawal tuntutan ini sampai ada kejelasan. Ini demi masa depan kami dan kualitas pendidikan di daerah,” tutup Rahmat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kunjungi Badak LNG, Komisi A DPRD Bontang Sampaikan Aspirasi Warga dari Hasil Rases

0
Pertemuan Komisi A DPRD Bontang dengan pihak perusahaan Badak LNG. (Dwi S).

BONTANG – Komisi A DPRD Kota Bontang berkunjung ke Badak LNG, sebagai bagian dari fungsi pengawasan sekaligus upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi A DPRD Bontang menyampaikan bahwa agenda ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan pihak perusahaan. Selain itu, kunjungan dilakukan usai masa reses, di mana para wakil rakyat telah menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat.

“Pada prinsipnya kami menjalankan amanat undang-undang sebagai bagian dari fungsi pengawasan. Maka kami datang ke Badak LNG untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat yang kami terima saat reses,” ucap Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, Senin (4/5/2026).

Dari hasil reses tersebut, DPRD Bontang menerima berbagai keluhan dan masukan masyarakat, khususnya terkait pemanfaatan keberadaan perusahaan bagi warga Bontang, terutama di wilayah ring satu (free zone).

Aspirasi tersebut menjadi dasar bagi pihak DPRD Bontang, untuk bisa melakukan komunikasi langsung dengan pihak perusahaan, yakni Badak LNG.

Komisi A menilai, perlu adanya sinergi yang lebih kuat antara program perusahaan dan program pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting, agar seluruh pihak dapat berjalan searah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga mendorong adanya kolaborasi dengan program pemerintah, supaya kita satu frekuensi dan satu jalan. Dengan begitu, berbagai isu negatif yang berkembang di masyarakat bisa diminimalisir,” lanjutnya.

Dewan juga menyoroti, bahwa selama ini sejumlah kontribusi perusahaan kepada masyarakat sebenarnya sudah berjalan. Namun, informasi tersebut dinilai belum tersampaikan secara luas kepada publik.

“Bukan berarti perusahaan tidak berkontribusi. Faktanya ada andil dari perusahaan, hanya saja mungkin belum terpublikasi dengan baik, sehingga masyarakat kurang mendapatkan informasi,” tambahnya.

Melalui kunjungan kerja ini, Komisi A DPRD Bontang berharap aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti, sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Agar tercipta pembangunan yang lebih inklusif di Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Anggaran Makan dan Minum di Kelurahan Teluk Lingga Bikin Heboh, Nilainya Capai Rp4,7 Miliar

0
Ilustrasi anggaran Rp4,7 miliar jadi sorotan. (AI)

SANGATTA – Anggaran belanja makan dan minum tamu sebesar Rp 4,7 miliar di Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara, mendadak jadi sorotan publik. Nilai fantastis itu tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) LKPP dengan nomor pengadaan 65985446.

Sepintas, angka tersebut memantik tanda tanya. Dalam rincian, anggaran itu disebut untuk kebutuhan konsumsi rapat berupa makan dan kudapan (snack). Nilainya dinilai tidak wajar jika benar-benar hanya diperuntukkan bagi makan minum.

Camat Sangatta Utara Hasdiah pun angkat bicara. Ia menegaskan, anggaran Rp4,7 miliar itu bukan murni untuk konsumsi.

“Itu bukan hanya makan minum. Di dalamnya ada gabungan dana RT yang saat penyusunan belum dirinci secara detail,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).

Menurut Hasdiah, dana tersebut mencakup kebutuhan 56 rukun tetangga (RT) di Kelurahan Teluk Lingga. Karena disusun secara global, rincian penggunaan anggaran untuk masing-masing RT belum terlihat dalam dokumen awal.

“Memang kalau dilihat sekilas seolah hanya untuk konsumsi. Padahal di dalamnya ada berbagai kegiatan RT, seperti rapat, gotong royong, hingga peringatan 17 Agustus,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam dana RT terdapat tiga komponen utama yang wajib dijalankan, yakni sarana dan prasarana, infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat. Ketiga komponen tersebut sebelumnya digabung dalam satu pos anggaran.

Untuk menghindari kesalahpahaman, pihak kecamatan kini melakukan perbaikan melalui pergeseran anggaran. Usulan dari masing-masing RT yang masuk pada Februari 2026 mulai dirinci agar lebih transparan.

“Sekarang sudah kami pisahkan per kegiatan, termasuk pemberdayaan masyarakat. Jadi nanti terlihat jelas pembagian per RT, sekitar Rp250 juta,” katanya.

Hasdiah mengakui, penyusunan anggaran sebelumnya berpotensi menimbulkan persepsi yang kurang tepat di masyarakat. Karena itu, ia memastikan perbaikan mekanisme penganggaran akan terus dilakukan.

“Saya langsung ambil alih sebagai PA agar ke depan lebih akuntabel dan tidak menimbulkan anggapan seperti ini,” tegasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Punya 4 Videotron, DPMPTSP Persilahkan Masyarakat untuk Menyewa

0
Salah satu videotron milik DPMPTSP. (Syakurah)

BONTANG –Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang memastikan fasilitas videotron miliknya dapat disewakan untuk kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha, dengan sistem pembayaran yang sudah mulai diberlakukan sejak awal tahun 2026.

Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 3 Tahun 2025, yang merupakan perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daera

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan tarif videotron dibedakan berdasarkan ukuran layar yang digunakan.

“Tarifnya dibedakan, karena videotron sendiri punya beberapa ukuran,” pungkasnya.

Untuk ukuran 3×4 meter tarifnya Rp250 ribu per menit, per hari, per sisi. Sementara videotron ukuran 4×8 meter dikenakan tarif Rp350 ribu per menit, per hari, per sisi.

Ia menegaskan, sejak awal 2026 seluruh mekanisme pembayaran sewa telah resmi diterapkan sesuai ketentuan dalam perda tersebut. Pembayarannya nanti akan langsung diarahkan ke Bapenda sebagai PAD Bontang.

Saat ini terdapat empat titik videotron yang dikelola DPMPTSP, yakni di kawasan Lampu Merah Loktuan, Selamat Datang Bontang, depan Kantor DPMPTSP, serta Bontang Kuala.

“Semua bisa disewa masyarakat, baik untuk kegiatan sosial, informasi, maupun promosi usaha. Selama sesuai ketentuan dan tidak melanggar aturan konten,” tegasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Bontang Terbitkan 335 NIB Sepanjang Awal 2026, Kesadaran Legalitas Usaha Terus Meningkat

0
Pelayanan DPMPTSP Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG — Kesadaran masyarakat Kota Bontang terhadap pentingnya legalitas usaha terus meningkat. Hingga 4 Mei 2026, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bontang mencatat telah menerbitkan sebanyak 335 Nomor Induk Berusaha (NIB) sejak 1 Januari 2026.

Staf Pegawai Pelayanan DPMPTSP Bontang, Dany Syaputra, menjelaskan bahwa seluruh proses penerbitan NIB saat ini masih terintegrasi secara digital melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

“Mereka melakukan pengurusan ada yang langsung dan online melalui OSS-RBA,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelum mengajukan permohonan NIB, pelaku usaha diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen dasar. Di antaranya KTP atau NIK yang valid, NPWP bagi wajib pajak, alamat email serta nomor telepon aktif untuk kebutuhan verifikasi, serta data usaha yang disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Selain itu, penerbitan NIB juga mengacu pada pemenuhan persyaratan dasar sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025. Persyaratan tersebut meliputi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) serta Persetujuan Lingkungan (PL).

“Pemenuhan persyaratan disesuaikan dengan tingkat risiko usaha. Untuk risiko rendah cukup menggunakan SPPL, sementara usaha berisiko menengah hingga tinggi wajib melengkapi dokumen lingkungan yang lebih kompleks,” jelasnya.

Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap melalui OSS-RBA, proses selanjutnya adalah tahapan verifikasi oleh DPMPTSP sebelum izin usaha resmi diterbitkan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pembangunan dan SDM Jadi Prioritas, Pemkot Fokus Infrastruktur dan Pendidikan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan infrastruktur dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai fondasi utama kemajuan daerah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan arah pembangunan ke depan, tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan dan kapasitas masyarakat.

Di sektor infrastruktur, pemkot tetap memprioritaskan pembangunan dasar seperti jalan dan drainase, meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal dalam perencanaan APBD 2027.

“Beberapa ruas jalan dan drainase tetap menjadi prioritas, karena itu kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, perhatian besar juga diberikan pada peningkatan kualitas SDM. Salah satu indikatornya terlihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Bontang yang telah mencapai sekitar 32 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata daerah lain.

Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendorong daya saing daerah, khususnya dalam mendukung visi Bontang sebagai kota jasa dan industri.

“SDM yang unggul menjadi kunci. Ini yang terus kita dorong melalui pendidikan,” jelasnya.

Pemkot juga terus mendorong sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, agar lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kasus Pelecehan Anak Jadi Sorotan, Pemkot Bontang Perkuat Pendampingan Korban

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah )

BONTANG – Kasus pelecehan terhadap anak yang terjadi belakangan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bontang. Pendampingan berbasis keluarga kini diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa penanganan kasus anak tidak cukup hanya dengan penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga membutuhkan pendampingan intensif terhadap korban dan keluarganya.

Menurutnya, anak-anak yang menjadi korban kekerasan atau pelecehan kerap mengalami trauma berkepanjangan, sehingga perlu pendekatan yang lebih humanis dan berkelanjutan.

“Paling penting adalah pendampingan. Anak-anak ini tidak boleh dibiarkan sendiri, mereka harus didampingi dan diedukasi,” ujarnya.

Pemkot Bontang melalui dinas terkait disebut telah melakukan langkah aktif dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat, termasuk mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi kepada orang tua.

Dalam program tersebut, puluhan keluarga telah dilibatkan untuk mendapatkan pemahaman terkait perlindungan anak, pola asuh, serta pencegahan kekerasan.

Pendekatan ini menekankan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam melindungi anak dari berbagai ancaman, termasuk bujuk rayu yang kerap menjadi modus dalam kasus pelecehan.

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan agar identitas korban tidak disebarluaskan demi menjaga kondisi psikologis anak.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam