Beranda blog Halaman 13

LPTQ Disamakan dengan KONI dalam Skema Pembinaan Prestasi

0
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah. (Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa pemberian dana hibah kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim beserta struktur kepengurusannya telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, berdasarkan regulasi yang menjadi dasar pembentukan LPTQ secara nasional.

Menurut Dasmiah, keterlibatan unsur pemerintah dalam kepengurusan LPTQ bukan merupakan hal baru karena telah diatur sejak lembaga tersebut dibentuk melalui Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri yang kemudian diperbarui melalui regulasi tahun 1988 tentang pengembangan organisasi LPTQ.

“Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa personalia LPTQ berasal dari unsur pemerintah dan masyarakat. Jadi keterlibatan pejabat pemerintah memang merupakan bagian dari struktur organisasi yang telah ditetapkan,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan unsur pemerintah yang terlibat dalam kepengurusan LPTQ Kaltim berasal dari Biro Kesra, khususnya Bagian Bina Mental Spiritual yang memiliki tugas di bidang pembinaan keagamaan dan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Selain itu, kepengurusan juga melibatkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Dasmiah menegaskan keberadaan pejabat pemerintah dalam struktur LPTQ merupakan bagian dari fungsi pembinaan keagamaan yang dijalankan pemerintah daerah.

Terkait penyaluran dana hibah, ia menjelaskan mekanismenya serupa dengan hibah yang diberikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Jika KONI memperoleh dukungan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga untuk pembinaan atlet, maka LPTQ memperoleh hibah melalui Biro Kesra untuk membina qari dan qariah yang mewakili daerah pada berbagai ajang MTQ.

“LPTQ memiliki fungsi pembinaan peserta MTQ mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Karena itu dukungan anggaran diberikan untuk mendukung proses pembinaan tersebut,” katanya.

Pada 2024, hibah yang diterima LPTQ Kaltim mencapai sekitar Rp124 miliar karena Kalimantan Timur menjadi tuan rumah MTQ Nasional. Sementara pada 2025, hibah yang dialokasikan sebesar Rp50 miliar untuk pembinaan peserta, pemberangkatan kafilah ke STQH Nasional di Kendari, serta pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kaltim di Kutai Timur.

Menurut Dasmiah, hasil pembinaan tersebut turut berkontribusi terhadap prestasi Kaltim yang berhasil meraih juara umum pada STQH Nasional 2025.

Ia juga membantah anggapan bahwa dana hibah LPTQ tidak diaudit. Menurutnya, penggunaan anggaran telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan tidak ditemukan pelanggaran maupun temuan yang menjadi catatan.

“Audit sudah dilakukan dan hasilnya tidak ada temuan,” tegasnya.

Menanggapi sorotan terkait jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni yang juga menjabat Ketua LPTQ Kaltim, Dasmiah menyebut kondisi tersebut lazim terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

“Di banyak daerah, ketua LPTQ memang dijabat oleh sekda atau wakil gubernur. Di Kaltim sebelumnya juga pernah dijabat wakil gubernur sebelum kemudian dipercayakan kepada sekda pada kepengurusan terbaru,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan adanya konflik kepentingan dalam keterlibatan pejabat Biro Kesra di tubuh LPTQ. Menurutnya, posisi tersebut melekat pada jabatan yang diemban sehingga akan berganti secara otomatis ketika pejabat yang bersangkutan tidak lagi menjabat.

Selain menjelaskan tata kelola organisasi dan hibah, Dasmiah memaparkan sejumlah capaian prestasi yang diraih peserta binaan LPTQ Kaltim. Sepanjang 2025 hingga 2026, sedikitnya lima peserta berhasil meraih delapan prestasi pada berbagai ajang MTQ internasional yang digelar di Indonesia, Malaysia, Maroko, Kroasia, Brunei Darussalam, Bangladesh hingga Rusia.

Dari delapan prestasi tersebut, lima di antaranya merupakan gelar juara pertama dan tiga lainnya juara kedua. Qari Imranul Karim menjadi peserta dengan raihan terbanyak setelah mengoleksi empat gelar juara pertama di sejumlah kompetisi internasional.

Pada STQH Nasional 2025 di Kendari, Kaltim mengirimkan 22 peserta dari berbagai kabupaten dan kota. Sebanyak 14 peserta berhasil meraih prestasi mulai dari juara pertama hingga juara harapan.

Secara keseluruhan, Kaltim berhasil mengoleksi tujuh gelar juara pertama, tiga juara kedua, empat juara ketiga, serta sejumlah gelar juara harapan sebagai hasil dari program pembinaan yang didukung melalui dana hibah LPTQ. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S.

Jalan Menuju Patung Kuda Ditutup, Demonstran Tertahan di Medan Merdeka

0
Massa mahasiswa tertahan di depan Gedung BSI Tower saat menuju kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Aksi demonstrasi yang digelar ratusan mahasiswa di Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026), tertahan setelah aparat keamanan menutup akses menuju kawasan Patung Kuda dengan barikade pagar besi.

Massa yang terdiri dari mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, serta sejumlah elemen mahasiswa lainnya sebelumnya bergerak dari Kampus UBK di kawasan Jalan Kimia. Mereka melakukan long march melintasi kawasan Tugu Tani sebelum akhirnya dihentikan di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Aparat menempatkan pagar besi di depan Gedung Menara BSI Tower sehingga akses menuju titik aksi utama di Patung Kuda tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut membuat rombongan mahasiswa menghentikan pergerakan dan berkumpul di sekitar lokasi blokade.

Setelah tertahan, massa menggelar orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Sejumlah perwakilan massa juga berulang kali meminta aparat membuka akses jalan agar mereka dapat melanjutkan perjalanan menuju Patung Kuda dan menyampaikan aspirasi di lokasi yang telah direncanakan sebelumnya.

“Kami minta aparat membuka jalan bagi kami agar bisa tetap orasi di depan Patung Kuda menyampaikan aspirasi,” seru salah satu orator dari atas mobil komando.

Aksi demonstrasi tersebut turut berdampak terhadap arus lalu lintas di kawasan Medan Merdeka. Kepolisian melakukan pengalihan kendaraan dan menutup sejumlah ruas jalan guna mengantisipasi kepadatan serta menjaga keamanan selama aksi berlangsung.

Hingga sore hari, massa mahasiswa masih bertahan di depan Gedung BSI Tower sambil melanjutkan orasi. Sementara itu, aparat gabungan tetap bersiaga melakukan pengamanan di sekitar lokasi demonstrasi. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Disdamkarmat Samarinda Kerahkan Empat Unit Armada ke Lokasi Kebakaran

0
Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan dan pengecekan sisa api di lokasi kebakaran di Samarinda Seberang. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Kebakaran hebat kembali melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kota Samarinda. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Datu Iba, Gang Keluarga RT 05 dan Gang Bhineka I RT 06, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

Akibat kejadian tersebut, dua unit rumah tunggal dan satu bangunan bangsalan empat pintu ludes dilalap api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Salah satu pemilik rumah yang terbakar, Hana (32), mengaku terkejut saat menerima kabar rumahnya terbakar ketika sedang bekerja.

“Awalnya saya diantar suami kerja, tidak lama suami pergi kerja juga. Jadi anak saya sendirian di rumah. Tiba-tiba anak saya lihat ada api, dia langsung lari keluar ke rumah neneknya sambil bilang rumah kebakaran,” ujarnya.

Hana mengatakan saat mendapat informasi dari warga, dirinya sempat tidak percaya karena sedang berada di tempat kerja.

“Pas saya lihat dari jauh, astaga… ternyata benar rumah saya. Sama sekali tidak ada barang yang sempat diselamatkan, semua habis ludes,” katanya.

Ia menjelaskan rumah yang terbakar berada di bagian belakang kawasan permukiman dan berada di balik bangunan bangsalan yang menghadap ke jalan utama.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Samarinda, Akhmad Supriyanto, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.55 WITA dan petugas langsung menuju lokasi.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menerjunkan personel dan armada dari posko terdekat,” ujarnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Disdamkarmat Samarinda mengerahkan empat unit mobil pemadam dari Posko Utama, Posko V, dan Posko IX, dibantu puluhan relawan pemadam kebakaran.

Menurut Akhmad, proses pemadaman sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

“Kendala di lapangan tadi adalah akses jalan yang macet dan kondisi air yang agak susah di sekitar lokasi. Ditambah lagi mayoritas bangunan adalah rumah kayu sehingga api sangat cepat membesar,” jelasnya.

Ia juga membantah dugaan adanya bahan bakar minyak yang menyebabkan asap hitam pekat membumbung tinggi saat kebakaran berlangsung.

“Tidak ada indikasi bensin atau BBM. Asap hitam pekat itu murni karena material yang terbakar adalah rumah kayu tua yang kering sehingga menghasilkan asap tebal,” tegasnya.

Meski api sempat membesar, petugas dan relawan berhasil mengendalikan kebakaran dalam waktu kurang dari satu jam.

“Durasi pemadaman sekitar 45 menit. Korban jiwa maupun luka nihil. Anak pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri terlebih dahulu. Total bangunan terdampak dua rumah tunggal dan satu bangsalan empat pintu,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Samarinda Seberang. Sementara para korban untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S.

Jabatan Plt Terlalu Lama Dinilai Ganggu Kinerja Organisasi

0
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi saat diwawancarai di Gedung E, Kompleks DPRD Kaltim, Samarinda. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, M. Darlis Pattalongi, menilai berbagai persoalan yang berulang di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda tidak dapat dilepaskan dari belum terisinya jabatan direktur definitif di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

Saat diwawancarai pada Senin (15/6/2026), Darlis mengatakan kasus yang belakangan mencuat di RSUD AWS hanyalah sebagian kecil dari persoalan yang terjadi di internal rumah sakit.

“Sebetulnya ini seperti gunung es. Kasus itu muncul, tetapi banyak kasus-kasus serupa yang terjadi dan terus berlanjut,” ujarnya.

Menurut Darlis, Komisi IV DPRD Kaltim telah berulang kali mengingatkan manajemen RSUD AWS melalui Dinas Kesehatan terkait berbagai persoalan yang terus bermunculan tanpa penyelesaian yang tuntas.

Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari status kepemimpinan rumah sakit yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt). Situasi itu, menurutnya, membuat pengambilan keputusan strategis tidak berjalan maksimal.

“Karena sampai sekarang direktur definitif belum ada. Namanya Plt, untuk mengambil kebijakan yang terlalu dalam tentu ada kehati-hatian. Akhirnya mekanisme kontrol dan SOP tidak berjalan maksimal,” katanya.

Darlis menjelaskan penempatan pejabat dalam lingkungan pemerintahan seharusnya mengikuti mekanisme yang telah diatur dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Jabatan Plt yang berlangsung terlalu lama dinilai berdampak terhadap efektivitas organisasi.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, pasti mengganggu kinerja pemerintah. Standar prosedur juga tidak bisa berjalan maksimal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti aspek psikologis yang kerap dihadapi pejabat Plt, terutama jika berasal dari lingkungan internal instansi yang sama. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi ketegasan dalam menjalankan fungsi pengawasan maupun penegakan aturan.

Karena itu, Komisi IV DPRD Kaltim meminta Gubernur Kalimantan Timur segera mengisi jabatan-jabatan strategis secara definitif dan menghindari pertimbangan politik dalam proses penempatan pejabat.

“Kami mengingatkan Pak Gubernur untuk kembali pada mekanisme yang ada. Hilangkan kepentingan-kepentingan politis dalam menempatkan seseorang sehingga tidak perlu jabatan itu diisi Plt sampai berlarut-larut seperti sekarang,” ujarnya.

Darlis mengungkapkan Komisi IV DPRD Kaltim bahkan telah menyampaikan sikap resmi melalui surat kepada gubernur terkait sejumlah jabatan yang masih diisi Plt, termasuk di lingkungan Dinas Pendidikan, RSUD AWS, hingga RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

“Kami sudah sampaikan secara resmi agar Pak Gubernur memberikan perhatian dan tidak membiarkan jabatan itu diisi oleh Plt sekian lama,” katanya.

Namun hingga kini, lanjut Darlis, DPRD Kaltim belum menerima jawaban resmi atas surat tersebut.

Meski demikian, Komisi IV memastikan akan terus mengawal persoalan itu. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap berbagai aduan yang muncul di sektor pendidikan, termasuk menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dinilai rawan memunculkan persoalan di lapangan.

“Kami akan terus mengawal. Besok kami juga rapat dengan Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi berbagai aduan yang masuk, apalagi menjelang SPMB yang merupakan periode sangat rentan munculnya persoalan,” tutup politikus PAN tersebut. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Rumah Kontrakan di Sambutan Kembali Jadi Korban Longsor

0
Warga membersihkan material lumpur yang masuk ke dalam rumah akibat longsor di Jalan Sultan Alimuddin, Gang Durian, Kelurahan Sambutan, Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Samarinda pada Senin (15/6/2026) siang memicu terjadinya tanah longsor di Jalan Sultan Alimuddin, Gang Durian, RT 27, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan. Akibat kejadian tersebut, satu rumah warga mengalami kerusakan setelah diterjang material lumpur dan bebatuan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WITA saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 13.00 WITA. Material longsor dari lereng di belakang rumah menerobos bangunan hingga menyebabkan kerusakan pada bagian belakang rumah.

Penghuni rumah, Fajar (33), mengatakan saat kejadian dirinya bersama istri dan anak sedang beristirahat di dalam kamar.

“Saya sama keluarga berada di dalam kamar tiduran. Tiba-tiba dengar suara keras dari belakang, ternyata pintunya jebol. Jadi lumpur sama batu-batu itu masuk semua ke dalam rumah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Fajar mengungkapkan rumah yang ditempatinya merupakan rumah kontrakan milik keluarganya sendiri. Ia baru tinggal sekitar dua bulan di lokasi tersebut dan baru pertama kali mengalami kejadian longsor.

“Memang rumah ini sudah tiga kali dihantam longsor. Tapi karena saya baru tinggal dua bulan, bagi saya ini baru pertama kali merasakannya,” katanya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, Fajar memutuskan mengungsikan keluarganya sementara waktu ke rumah kerabat.

Mendapat laporan warga, Pemerintah Kelurahan Sambutan bersama Bhabinkamtibmas dan warga sekitar langsung turun ke lokasi melakukan penanganan awal dengan membersihkan material tanah dan batu yang masuk ke rumah korban.

Lurah Sambutan, Muhammad Masuki, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari warga.

“Begitu dapat laporan, saya bersama Bhabinkamtibmas langsung ke lokasi untuk membantu korban terdampak. Kami melakukan penanganan awal saja, membantu membersihkan material lumpur dan batuan dibantu oleh warga sekitar,” ujarnya.

Masuki menambahkan, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda untuk melakukan kajian teknis terhadap kondisi lereng dan lokasi longsor.

“Kami sudah koordinasi ke BPBD. Nanti tim mereka akan ke sini untuk melakukan pengecekan seperti apa langkah penanganan selanjutnya. Yang jelas saat ini kondisi rumah tinggal pembersihan akhir saja,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S.

Kritik Kebijakan Pemerintah Disuarakan Lewat Demonstrasi Damai

0
Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) membentangkan poster saat aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Ratusan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Massa aksi yang mengenakan almamater merah menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah melalui orasi maupun poster-poster bernada satir yang dibawa selama demonstrasi.

Mengusung tema #TataUlangIndonesia, mahasiswa menilai berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan politik yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sejumlah poster yang dibentangkan berisi kritik terhadap kebijakan negara, kondisi demokrasi, hingga isu militerisme di ruang sipil.

Di antara poster yang mencuri perhatian terdapat tulisan seperti “POLRI BUDAK OLIGARKI”, “UU KILAT HASIL MENJILAT”, hingga “STOP MILITERISME! DEMOKRASI BUKAN BARAK!”. Massa juga membawa spanduk berisi kritik terhadap elite politik dan penyelenggaraan pemerintahan.

Selain menyampaikan kritik melalui media visual, Aliansi BEM Universitas Bung Karno juga menyampaikan enam tuntutan utama kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pertama, menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih. Kedua, meninjau kembali Undang-Undang Polri yang dinilai berpotensi mengancam supremasi sipil.

Ketiga, menghentikan praktik militerisme dalam lembaga-lembaga sipil. Keempat, mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.

Kelima, menjamin akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Keenam, meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani masyarakat.

Menurut massa aksi, berbagai tuntutan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap arah kebijakan nasional yang dinilai perlu mendapat evaluasi demi kepentingan masyarakat luas.

Sepanjang aksi berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi demonstrasi. Massa mahasiswa tetap bertahan hingga sore hari sambil menyuarakan tuntutan mereka dan mendesak pemerintah untuk segera merespons berbagai persoalan yang diangkat dalam aksi tersebut.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Sejumlah mahasiswa bergantian menyampaikan orasi, sementara peserta lainnya membentangkan poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Golkar Buka Ruang Dialog Jika Ada Kesepahaman Politik

0
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar, Sarkowi V. Zahry saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Bola panas penggunaan hak angket di DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kini mengarah kepada Fraksi Golkar. Namun, Golkar menegaskan tidak akan menginisiasi penggunaan hak interpelasi terkait polemik yang sebelumnya berkembang melalui usulan hak angket.

Sikap tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar, Sarkowi V. Zahry, saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (15/6/2026).

Menurut Sarkowi, sejak awal Golkar memandang hak interpelasi sebagai bentuk kompromi yang dapat menjembatani berbagai kepentingan politik sekaligus tetap berada dalam koridor hukum dan tata tertib yang berlaku.

“Yang disampaikan kawan-kawan dari Golkar, termasuk saya, interpelasi itu bentuk kompromi. Karena ada aspirasi masyarakat yang meminta penggunaan hak pengawasan dalam bentuk angket. Kami melihat dengan pertimbangan hukum, harmonisasi, dan pertimbangan politik, yang lebih pas itu interpelasi,” ujarnya.

Namun hingga kini, kelompok pengusul tetap konsisten membawa opsi hak angket ke rapat paripurna meskipun agenda tersebut belum berhasil berjalan sesuai rencana.

Karena itu, Golkar memilih mempertahankan posisi awalnya sebagai pihak yang menawarkan jalan tengah, bukan sebagai penggerak utama penggunaan hak interpelasi.

“Nah, kalau sekarang ditanya kenapa Golkar tidak mengusung interpelasi, ya kembali ke alasan awal. Posisi kita ini memberikan kompromi. Jadi kita menunggu,” katanya.

Sarkowi menjelaskan, logika politik yang dibangun Golkar cukup sederhana. Apabila pihak-pihak yang selama ini memperjuangkan hak angket bersedia menurunkan usulan menjadi hak interpelasi, maka ruang dialog masih terbuka.

“Kalau kawan-kawan yang mengusung angket kemudian mau menurunkan ke interpelasi, mari kita bicara. Tapi kalau mereka tetap angket terus, lalu kami diminta mengusung interpelasi dan mencari dukungan fraksi lain, itu tidak mungkin. Karena posisi kami memang menawarkan kompromi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sarkowi memastikan Golkar tidak akan menjadi penginisiasi hak interpelasi. Meski demikian, peluang dukungan tetap terbuka apabila usulan tersebut datang dari pihak lain dan memperoleh kesepahaman politik yang lebih luas.

“Kalau mengajukan, Golkar tidak mengajukan. Tidak menginisiasi. Tapi kalau ada yang menginisiasi, kami akan bicarakan dengan teman-teman di fraksi,” ujarnya.

Secara pribadi, Sarkowi mengaku akan mendorong pembahasan di internal Fraksi Golkar apabila kelompok pengusul hak angket bersedia mengubah langkah politiknya menjadi hak interpelasi.

“Kalau yang selama ini mengusung angket kemudian menurunkan ke interpelasi, saya akan ikut bicara kepada teman-teman di internal fraksi supaya kita terima. Tapi itu pendapat pribadi saya, saya tidak bisa mengatasnamakan teman-teman yang lain,” tutup Sarkowi. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Ratusan Peserta Se-Kaltim Hadiri Talkshow Perempuan dan Pengasuhan Anak

0
Ratusan pengurus dan anggota BKMM-DMI se-Kaltim berfoto bersama di depan Istana Negara di IKN usai mengikuti rangkaian kegiatan organisasi. (Foto: Istimewa)

NUSANTARA – Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid-Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) se-Kalimantan Timur menggelar talkshow Fitrah Wanita Islam di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk membahas peran perempuan dalam menghadapi perkembangan zaman sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia perempuan di Kalimantan Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3 IKN tersebut diikuti ratusan pengurus dan anggota BKMM-DMI dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Ketua Umum PP BKMM-DMI, Nora Yosse Novia, mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat membawa tantangan baru dalam pola pengasuhan anak. Karena itu, perempuan dituntut adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar agama.

Menurutnya, pendidikan agama tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi.

“Pendidikan agama untuk anak tentu itu adalah sebagai dasar dari ilmu, sehingga bisa membentengi diri dengan adanya kemajuan teknologi. Hanya keimanan dan agamalah yang bisa membentengi begitu derasnya dampak negatif, di samping dampak positif dari kemajuan teknologi,” ujar Nora.

Ia menilai peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam membentuk generasi yang memiliki akhlak, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menegaskan pentingnya peran ibu sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anak.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini para ibu dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pola pengasuhan dan pendidikan anak yang sesuai dengan tantangan masa kini.

“Dengan acara talkshow ini, diharapkan bisa menambah dan memberikan wawasan yang tentunya lebih luas kepada para ibu bagaimana cara mendidik anak untuk bisa menjadi anak yang saleh dan salehah. Tentu saja tanpa meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan, seorang ibu, dan seorang istri dalam rumah tangga,” ujarnya.

Selain membahas peran perempuan dalam keluarga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan di Kalimantan Timur dan kawasan IKN agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

BKMM-DMI berharap perempuan tidak hanya menjadi pendamping dalam keluarga, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari seluruh Kalimantan Timur tersebut turut dimeriahkan penampilan Paduan Suara BKMM-DMI Provinsi Kalimantan Timur yang menambah semarak suasana acara. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Ratusan Peserta Se-Kaltim Hadiri Talkshow Perempuan dan Pengasuhan Anak

0
Ratusan pengurus dan anggota BKMM-DMI se-Kaltim berfoto bersama di depan Istana Negara di IKN usai mengikuti rangkaian kegiatan organisasi. (Foto: Istimewa)

NUSANTARA – Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid-Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) se-Kalimantan Timur menggelar talkshow Fitrah Wanita Islam di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk membahas peran perempuan dalam menghadapi perkembangan zaman sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia perempuan di Kalimantan Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3 IKN tersebut diikuti ratusan pengurus dan anggota BKMM-DMI dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Ketua Umum PP BKMM-DMI, Nora Yosse Novia, mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat membawa tantangan baru dalam pola pengasuhan anak. Karena itu, perempuan dituntut adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar agama.

Menurutnya, pendidikan agama tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi.

“Pendidikan agama untuk anak tentu itu adalah sebagai dasar dari ilmu, sehingga bisa membentengi diri dengan adanya kemajuan teknologi. Hanya keimanan dan agamalah yang bisa membentengi begitu derasnya dampak negatif, di samping dampak positif dari kemajuan teknologi,” ujar Nora.

Ia menilai peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam membentuk generasi yang memiliki akhlak, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menegaskan pentingnya peran ibu sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anak.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini para ibu dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pola pengasuhan dan pendidikan anak yang sesuai dengan tantangan masa kini.

“Dengan acara talkshow ini, diharapkan bisa menambah dan memberikan wawasan yang tentunya lebih luas kepada para ibu bagaimana cara mendidik anak untuk bisa menjadi anak yang saleh dan salehah. Tentu saja tanpa meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan, seorang ibu, dan seorang istri dalam rumah tangga,” ujarnya.

Selain membahas peran perempuan dalam keluarga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan di Kalimantan Timur dan kawasan IKN agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

BKMM-DMI berharap perempuan tidak hanya menjadi pendamping dalam keluarga, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari seluruh Kalimantan Timur tersebut turut dimeriahkan penampilan Paduan Suara BKMM-DMI Provinsi Kalimantan Timur yang menambah semarak suasana acara. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Hasil PROPER Diminta Tidak Berhenti Sebagai Dokumen Administratif

0
Koalisi Kutim Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DLH dan DPRD Kutai Timur. (Ramlah/Media Kaltim)

SANGATTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Kutim Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan DPRD Kutai Timur, Senin (15/6/2026). Mereka mendesak pemerintah daerah mengambil langkah tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang memperoleh predikat Rapor Merah dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).

Dalam aksi tersebut, massa menilai masih terdapat korporasi yang belum menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan lingkungan hidup. Kondisi itu dinilai berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat serta memperburuk kualitas lingkungan di Kutai Timur.

Ketua DPC GMNI Kutai Timur, Deodatus Frans Kacaribu, mengatakan persoalan lingkungan hidup tidak boleh dipandang sebagai isu biasa. Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan akan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik saat ini maupun di masa mendatang.

“Perusahaan yang mendapat peringkat Merah dalam PROPER perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” tegas Deo saat menyampaikan aspirasi.

Koalisi yang terdiri dari aktivis GMNI dan PMII itu menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas perusahaan. Mereka juga meminta pemerintah daerah tidak hanya menjadikan hasil penilaian PROPER sebagai dokumen administratif semata, tetapi ditindaklanjuti melalui evaluasi dan pembinaan yang jelas.

Selain itu, mahasiswa mendesak DPRD Kutai Timur segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terbuka dengan menghadirkan perusahaan-perusahaan yang memperoleh rapor merah. Menurut mereka, forum tersebut penting untuk mengungkap penyebab perusahaan mendapat penilaian buruk sekaligus meminta pertanggungjawaban langsung dari pihak manajemen.

“Pengawasan lingkungan harus dilakukan secara serius dan transparan. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana perusahaan menjalankan tanggung jawab lingkungannya,” ujar Deo.

Mahasiswa juga menekankan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui hasil pengawasan lingkungan yang dilakukan pemerintah. Sebab, warga merupakan pihak yang paling merasakan dampak apabila terjadi pencemaran, kerusakan lingkungan, maupun persoalan lain yang ditimbulkan oleh aktivitas industri.

Karena itu, Koalisi Kutim Menggugat meminta DLH Kutai Timur membuka informasi hasil pengawasan lingkungan kepada publik. Transparansi dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan perusahaan menjalankan kewajiban lingkungan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami juga mendorong DLH Kutai Timur untuk membuka informasi hasil pengawasan lingkungan kepada masyarakat,” pungkas Deo.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah daerah dan DPRD Kutai Timur dapat memperkuat pengawasan terhadap korporasi serta memastikan perlindungan lingkungan hidup menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S.