Beranda blog Halaman 15

Herman Khaeron Sebut Musda Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Kader

0
Bambang Soepriyadi, Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim terpilih periode 2026–2031. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (13/6/2026) malam, menetapkan Bambang Soepriyadi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim periode 2026–2031.

Bambang terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan penuh dari peserta Musda. Penetapan tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang mengikuti jalannya Musda secara daring menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi sebagai modal utama menghadapi agenda politik mendatang.

Menurut AHY, perbedaan pandangan di internal partai merupakan hal yang wajar. Namun seluruh kader harus memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan Partai Demokrat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Organisasi kita solid, bersatu, kokoh. Bukan berarti semua harus sama dalam pemikiran, tetapi mari kita terus mencari kesamaan tujuan. Ini rumah besar kita dan negara kita yang harus dirawat dengan hati serta pikiran yang jernih,” ujar AHY.

Ia juga meminta seluruh kader memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput agar Demokrat mampu meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu 2029, baik di legislatif maupun pemerintahan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron yang hadir langsung dalam Musda menilai pelaksanaan agenda lima tahunan tersebut berlangsung kondusif dan penuh semangat kebersamaan.

Menurutnya, Musda bukan hanya forum memilih ketua baru, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas, serta membangun solidaritas kader Demokrat di Benua Etam.

“Demokrat bukan hanya membangun wacana, tetapi harus hadir dan berkiprah langsung di tengah masyarakat. Kami juga membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh masyarakat yang ingin bergabung sepanjang memiliki loyalitas dan mematuhi aturan organisasi,” kata Herman.

Ia menjelaskan, sesuai mekanisme AD/ART partai, hasil Musda selanjutnya akan dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat untuk mendapatkan penetapan resmi dari Ketua Umum Partai Demokrat.

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Irwan Fecho menilai Musda VI memiliki makna historis karena berlangsung bertepatan dengan momentum 25 tahun berdirinya Partai Demokrat.

Irwan memberikan apresiasi terhadap rekam jejak Bambang Soepriyadi yang telah mengabdi selama tujuh tahun di Partai Demokrat, mulai dari Wakil Ketua DPD hingga dipercaya menjadi Plt Ketua DPD Kaltim.

“Mas Bambang bukan kader yang kaleng-kaleng. Beliau sudah bersama Demokrat cukup lama, menjadi wakil ketua DPD sebelumnya dan sekarang menjabat Plt Ketua DPD. Saya meyakini beliau bisa lebih detail, manajerialnya lebih bagus, kepemimpinannya lebih mengakar lagi,” ujar Irwan.

Mantan Anggota DPR RI itu optimistis Bambang mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat di Kalimantan Timur.

“Insyaallah beliau bisa meyakinkan dan merebut hati masyarakat Kaltim bahwa dengan mempercayai Demokrat, harapan-harapan, keresahan masyarakat, serta tujuan menuju kesejahteraan dapat diperjuangkan oleh Partai Demokrat,” tambahnya.

Irwan mengakui tantangan politik ke depan tidak ringan, terutama menghadapi dinamika pragmatisme dalam kontestasi elektoral. Karena itu, Demokrat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi organisasi maupun penataan calon legislatif untuk menghadapi Pemilu 2029.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Bambang Soepriyadi mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kader Demokrat se-Kaltim. Menurutnya, amanah tersebut akan dijawab dengan kerja nyata untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi partai terhadap pembangunan daerah.

“Selain merasa lega, ini adalah amanah yang harus saya laksanakan. Tugas kita sekarang bagaimana membuat Demokrat di Kalimantan Timur menjadi lebih baik lagi, memajukan daerah, dan memenangkan kontestasi pemilu di 2029 mendatang,” tegas Bambang.

Bambang juga meluruskan anggapan sebagian pihak yang mengira dirinya bukan putra daerah karena sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas ketua DPD.

Ia menegaskan dirinya lahir dan besar di Kaltim. Bahkan sebelum terjun penuh ke dunia politik, ia pernah berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kutai Timur hingga tahun 2018.

“Mungkin karena status Plt ketua biasanya dari pusat sehingga ada anggapan saya bukan orang Kaltim. Padahal saya lahir di Balikpapan, sekolah di Kaltim, dan pernah menjadi ASN di Kutai Timur. Jadi saya ini asli orang Kaltim,” tutupnya. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

DPRD Minta Pemkab Segera Susun Peta Jalan Air Bersih Jangka Panjang

0
Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman. (Ramlah/Media Kaltim)

SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Fraksi PDI Perjuangan, Faizal Rachman, menyoroti rendahnya cakupan pelayanan air bersih di Kutim yang baru mencapai 34 persen. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Sorotan itu disampaikan Faizal melalui akun media sosial pribadinya usai mencermati penyampaian Bupati Kutim dalam rapat paripurna terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Tahun 2025. Dalam unggahannya, Faizal menilai angka cakupan pelayanan air bersih tersebut menunjukkan masih banyak warga yang belum menikmati akses air bersih secara layak.

“Artinya masih terdapat sebagian besar masyarakat Kutai Timur yang belum mendapatkan pelayanan air bersih secara optimal. Padahal air bersih bukan hanya kebutuhan sehari-hari, tetapi merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kesehatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas kehidupan keluarga,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Ia menegaskan, penyediaan air bersih merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi pemerintah daerah. Karena itu, pemenuhannya bukan sekadar program pembangunan, melainkan amanat yang harus dijalankan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.

Menurut Faizal, masyarakat berhak memperoleh layanan air bersih yang cukup, aman, dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah diminta menjadikan sektor air bersih sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah.

Faizal juga menyoroti kondisi di wilayah Karangan dan Sandaran yang saat ini berkembang pesat karena aktivitas perkebunan kelapa sawit, pertambangan, hingga industri semen. Meski investasi terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi daerah, ia mengingatkan agar perkembangan ekonomi tidak mengabaikan pemenuhan hak dasar masyarakat.

“Jangan sampai daerah berkembang pesat, sumber daya alam terus digali, tetapi masyarakat justru menghadapi persoalan dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku menerima berbagai keluhan dari masyarakat Karangan terkait berkurangnya sumber-sumber mata air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan warga. Di sisi lain, kebutuhan air terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas industri.

Ia juga menyoroti keterbatasan sumber air baku yang digunakan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Karangan dan Sandaran. Kondisi tersebut menyebabkan pelayanan air bersih belum berjalan maksimal, bahkan kerap terjadi gangguan distribusi akibat menurunnya debit air dan tekanan jaringan.

“Ini menunjukkan bahwa persoalan air bersih di Kutai Timur bukan lagi persoalan masa depan, tetapi sudah menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini,” katanya.

Karena itu, Faizal mendesak Pemerintah Kabupaten Kutim segera mengambil langkah strategis dan terukur, mulai dari perlindungan sumber air baku, pembangunan infrastruktur SPAM, perluasan jaringan distribusi, hingga penyusunan peta jalan penyediaan air bersih jangka panjang.

Selain itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mempercepat peningkatan cakupan layanan air bersih di Kutim.

“Kita ingin investasi terus tumbuh dan ekonomi daerah berkembang. Tetapi yang paling penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang memang menjadi hak mereka,” ujarnya.

Faizal menegaskan bahwa air bersih merupakan hak masyarakat sekaligus fondasi bagi terwujudnya Kutai Timur yang sehat, sejahtera, dan berkeadilan. Karena itu, ia meminta program pembangunan air bersih segera menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah.

“Air bersih adalah wujud kehadiran negara. Pemenuhannya tidak bisa ditunda dan harus segera dilaksanakan demi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Media Profesional Harus Bertahan di Tengah Gempuran Konten Instan

0
Diskusi sesi pertama Wartawan Legend Bedapatan IV di hall utama Hotel Claro Samarinda. (Adhi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Tantangan yang dihadapi industri media saat ini dinilai semakin berat. Selain menghadapi disrupsi digital, pergeseran minat pembaca ke media sosial dan ketatnya persyaratan verifikasi Dewan Pers membuat pelaku usaha media harus bekerja lebih keras untuk tetap bertahan dan berkembang.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam sesi pertama diskusi media pada rangkaian Wartawan Legend Bedapatan IV yang digelar di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026).

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Abdul Manan, yang hadir sebagai narasumber pertama, menilai perubahan pola konsumsi informasi telah berdampak langsung terhadap keberlangsungan bisnis media.

Menurutnya, pergeseran belanja iklan ke berbagai platform media sosial membuat pendapatan perusahaan pers mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Meski begitu, sering kali ada konsekuensi yang harus dihadapi. Ketika bergantung pada dukungan tertentu, sisi kritis media mau tidak mau menjadi berkurang,” ujarnya.

Abdul Manan menjelaskan, saat ini kebutuhan informasi masyarakat cenderung bergeser ke media sosial yang menawarkan kecepatan dan kemudahan akses, meskipun tidak selalu didukung data yang akurat dan proses verifikasi yang memadai.

Padahal, untuk membangun perusahaan pers yang profesional dibutuhkan proses panjang serta pemenuhan berbagai standar yang ditetapkan Dewan Pers.

“Dari puluhan ribu media yang terdata secara nasional, jumlah yang telah terverifikasi Dewan Pers masih jauh dari setengahnya,” katanya.

Selain menghadapi tantangan bisnis, media juga harus bersaing dengan maraknya praktik salin-tempel informasi dari akun media sosial yang beredar secara bebas tanpa standar jurnalistik.

Karena itu, ia menilai dukungan negara terhadap keberlangsungan industri media menjadi sangat penting, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

“Apakah negara menganggap media memiliki peran penting atau tidak, itu akan terlihat dari kebijakan yang diambil pemerintah,” tegasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, yang juga menjadi narasumber dalam diskusi tersebut, menegaskan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media sangat bergantung pada kualitas produk jurnalistik yang dihasilkan.

Menurutnya, media yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah tetap harus mampu menghadirkan pemberitaan yang berkualitas di luar materi kerja sama yang dijalankan.

“Kepercayaan publik dibangun melalui kualitas informasi dan cara media mengemas produknya,” ujarnya.

Faisal menyebut pers saat ini berhadapan langsung dengan media sosial dalam memperebutkan perhatian masyarakat. Kondisi tersebut semakin terasa seiring meningkatnya jumlah pengguna internet di Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Diskominfo Kaltim, tingkat penetrasi internet di Kalimantan Timur saat ini mencapai 80,63 persen. Sebagian besar masyarakat mengakses internet melalui telepon seluler dengan rata-rata penggunaan sekitar lima jam per hari.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, topik kesehatan dan olahraga menjadi kategori informasi yang paling banyak dicari masyarakat melalui platform digital.

Menurut Faisal, pergeseran tren pembaca dari media online ke media sosial memang tidak bisa dihindari. Namun kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi perusahaan pers untuk terus memperbaiki kualitas produk jurnalistiknya.

“Situasi ini justru menjadi peringatan agar media terus meningkatkan kualitas di semua lini,” katanya.

Faisal menambahkan, kondisi tersebut juga memudahkan pemerintah dalam menentukan media yang layak dijadikan mitra kerja berdasarkan kualitas dan profesionalisme pengelolaannya.

“Akan lebih baik bekerja sama dengan beberapa media yang benar-benar berkualitas dan dikelola secara profesional daripada banyak media tetapi tidak memiliki pengelolaan yang baik dan jumlah pembaca yang terbatas,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Dhi
Editor: Agus S.

Perlindungan Hak Cipta Produk Jurnalistik Dinilai Semakin Mendesak

0
Sesi kedua Konvensi Media Siber dalam rangkaian Wartawan Legend Bedapatan IV di Hotel Claro Samarinda. (Nuzul/Media Kaltim)

SAMARINDA – Sesi kedua Konvensi Media Siber yang menjadi bagian dari rangkaian Wartawan Legend Bedapatan IV di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026), berlangsung menarik. Dua narasumber kompeten dihadirkan, yakni anggota Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Upi Asmaradhana, serta Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Kementerian Hukum RI, Agung Damarsasongko.

Upi Asmaradhana yang tampil sebagai pemateri pertama memaparkan bahwa lanskap media digital di Indonesia telah mengalami pergeseran yang sangat signifikan. Menurutnya, media sosial kini telah melampaui peran media arus utama dalam distribusi informasi kepada masyarakat.

“Perubahan model distribusi dan konsumsi konten berita semakin kompleks dengan adanya disrupsi media digital yang membuat belanja iklan media turun cukup tajam,” ujarnya.

Menurut Upi, tantangan terbesar media saat ini adalah keberanian untuk bertransformasi agar tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan yang begitu cepat.

“Dengan model bisnis, distribusi, dan algoritma yang berubah, media harus mencari celah untuk berkembang dan menemukan peluang baru,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tingginya trafik tidak lagi menjadi satu-satunya indikator keberhasilan media. Saat ini, dampak atau pengaruh yang dihasilkan sebuah konten justru menjadi nilai yang lebih penting.

“Kalau konten kita mampu memberikan dampak besar, itulah yang akan dilirik oleh pemasang iklan potensial,” jelasnya.

Upi juga menyoroti pentingnya orisinalitas dalam produksi konten. Menurutnya, media tidak boleh bergantung pada praktik salin-tempel dan harus berani mengangkat isu-isu lokal yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.

“Konten berkualitas adalah kunci untuk menciptakan sumber pendapatan baru,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga akses informasi yang sehat agar media arus utama, khususnya media lokal, tetap memiliki ruang untuk berkembang.

Sementara itu, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Kementerian Hukum RI, Agung Damarsasongko, memaparkan pentingnya perlindungan hak cipta terhadap produk jurnalistik yang kini berkembang dalam berbagai format.

Menurutnya, karya jurnalistik saat ini tidak hanya berbentuk tulisan, tetapi juga mencakup foto, video, podcast, siaran langsung, dan berbagai produk audiovisual lainnya.

“Produk jurnalistik sudah berkembang sangat luas. Tidak hanya karya tulis, tetapi juga foto, video, podcast, live report, dan berbagai bentuk konten audiovisual lainnya,” ujarnya.

Agung menjelaskan bahwa setiap produk jurnalistik memiliki nilai ekonomi yang harus dilindungi karena proses produksinya memerlukan waktu, sumber daya, dan investasi yang tidak sedikit.

Ia menilai perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuat proses pemanfaatan ulang konten jurnalistik menjadi semakin mudah sehingga membutuhkan perlindungan hukum yang lebih kuat.

“Ketika berita faktual dimanfaatkan untuk kepentingan komersial atau dijadikan konten turunan, tentu ada manfaat ekonomi yang muncul. Di sinilah perlindungan hukum menjadi penting,” katanya.

Menurut Agung, regulasi terkait perlindungan hak cipta saat ini telah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024. Namun, aturan tersebut masih perlu diperkuat dengan mekanisme yang lebih rinci terkait perlindungan karya jurnalistik.

“Kini aturan itu akan lebih diperinci pada perlindungan berita, foto, video, dan produk audiovisual lainnya, termasuk batasan penggunaan konten untuk membentuk konten baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembentukan lembaga khusus atau manajemen kolektif menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji untuk mengelola royalti sekaligus memperkuat perlindungan hak ekonomi atas karya jurnalistik.

“Tanpa mekanisme khusus, proses monitoring dan mitigasi persoalan karya jurnalistik akan sulit direalisasikan,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Dhi
Editor: Agus S.

Literasi Digital Dinilai Kunci Hadapi Arus Informasi Menyesatkan

0
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal, menjadi narasumber dalam Konvensi Media Siber 2026 di Hotel Claro Pandurata Samarinda. (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Konvensi Media Siber 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Wartawan Legend Bedapatan ke-4 menghadirkan berbagai diskusi mengenai masa depan pers dan tantangan dunia jurnalistik di era digital. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Claro Pandurata Samarinda, Sabtu (13/6/2026), itu diikuti insan pers, pengelola media siber, akademisi, serta pegiat komunikasi dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah diskusi bertajuk “Jurnalistik vs Media Sosial di Provinsi Kaltim” dengan narasumber Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal.

Dalam pemaparannya, Faisal menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Jika sebelumnya media massa menjadi rujukan utama, kini media sosial berkembang menjadi ruang publik yang sangat berpengaruh dalam membentuk opini dan persepsi masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut insan pers untuk semakin adaptif tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik yang menjadi fondasi utama profesi. Keakuratan data, verifikasi fakta, keberimbangan informasi, serta tanggung jawab kepada publik harus tetap menjadi pembeda antara produk jurnalistik dan konten yang beredar bebas di media sosial.

Faisal menjelaskan tingginya penggunaan media sosial juga membawa konsekuensi berupa meningkatnya penyebaran informasi yang belum tentu benar. Hoaks, disinformasi, manipulasi konten, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat informasi palsu menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Ia menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan aset terbesar media. Karena itu, media siber tidak cukup hanya bersaing dalam kecepatan pemberitaan, tetapi juga harus mampu menjaga kualitas dan integritas informasi yang disajikan kepada masyarakat.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan media yang mampu menjadi rujukan terpercaya. Di sinilah peran pers profesional menjadi semakin penting,” ujarnya.

Faisal juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perusahaan media, perguruan tinggi, hingga masyarakat untuk memperkuat literasi digital. Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan yang berpotensi memicu konflik sosial.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara media dan masyarakat akan menciptakan ruang digital yang lebih sehat sekaligus menjaga kondusivitas dan harmoni sosial di Kalimantan Timur.

“Literasi digital harus menjadi gerakan bersama. Dengan masyarakat yang semakin cerdas dalam memilah informasi, ruang digital akan menjadi lebih sehat dan produktif,” katanya.

Konvensi Media Siber 2026 yang digelar dalam rangkaian Wartawan Legend Bedapatan ke-4 menjadi momentum bagi insan pers untuk memperkuat komitmen menghadirkan informasi berkualitas, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S.

Orang Tua Diajak Terus Dampingi Tumbuh Kembang Anak Pasca Kelulusan

0
Sebanyak 25 peserta didik TK Transformasi Angkatan XVII mengikuti prosesi perpisahan dan penamatan di Aula BKAD Kutai Barat. (Dok. Istimewa)

SENDAWAR – Suasana haru dan sukacita mewarnai acara Perpisahan dan Penamatan Peserta Didik TK Transformasi Angkatan XVII yang digelar di Aula Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kutai Barat, Sabtu (13/6/2026).

Sebanyak 25 peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan taman kanak-kanak resmi ditamatkan dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar. Acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni yang menampilkan hasil pembelajaran anak-anak selama satu tahun terakhir.

Kepala TK Transformasi Kutai Barat, Bitalina, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di TK Transformasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua. Selama satu tahun bersama, banyak pengalaman dan kenangan yang tercipta. Jika ada kekurangan dalam mendampingi anak-anak, kami mohon maaf dan akan terus berupaya meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar agar tetap semangat belajar dan mempertahankan karakter baik yang telah dibangun selama berada di TK.

“Sebentar lagi kalian masuk jenjang baru. Di SD pola belajar berbeda dan waktu bermain lebih sedikit. Tetapi kami berharap anak-anak tetap menjadi pribadi yang baik, mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah, dan terus belajar dengan semangat,” pesannya.

Perwakilan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kutai Barat, Yotam, mengapresiasi konsistensi TK Transformasi yang telah berkiprah selama 17 tahun dalam mendukung pendidikan anak usia dini di Kutai Barat.

“Pendidikan adalah investasi yang tidak pernah habis. Anak yang memperoleh pendidikan yang baik memiliki peluang meraih masa depan yang cerah. Selamat kepada seluruh peserta didik yang telah tamat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras guru dan dukungan luar biasa dari orang tua,” katanya.

Ia juga mengapresiasi komitmen TK Transformasi yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter Kristiani sejak usia dini.

“Karakter yang dibangun di TK Transformasi harus terus dipertahankan. Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas dan memiliki nilai-nilai kehidupan yang baik,” tuturnya.

Ketua Komite Sekolah, Nelson Nemo, mengajak para orang tua untuk terus aktif mendampingi tumbuh kembang anak karena pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah.

“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi anak-anak, orang tua, dan lembaga pendidikan. Anak adalah anugerah yang sangat berharga. Perhatian dan pendampingan orang tua sangat penting dalam membentuk masa depan mereka,” ujarnya.

Nelson juga mengapresiasi komunikasi yang selama ini terjalin baik antara sekolah dan orang tua murid.

“Komunikasi antara sekolah dan orang tua harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pendidikan anak akan berhasil jika ada sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga,” katanya.

Ketua Yayasan Transformasi Kutai Barat, Widodo Rahayu, mengungkapkan bahwa tahun ini sebanyak 25 dari total 39 peserta didik mengikuti prosesi wisuda. Ia bersyukur TK Transformasi mampu bertahan dan terus berkembang hingga memasuki usia ke-17 tahun.

“Ini adalah anugerah yang luar biasa. Selama 17 tahun banyak tantangan yang kami hadapi. Namun karena kasih karunia Tuhan dan dukungan semua pihak, sekolah ini terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Menurut Widodo, Transformasi terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi guru. Beberapa tenaga pendidik telah mengikuti program magang dan pelatihan di Semarang untuk meningkatkan kapasitas pembelajaran.

“Kami ingin anak-anak Kutai Barat menjadi generasi unggul yang mampu bersaing tidak hanya di daerah, tetapi juga di tingkat nasional. Karena itu kami terus mengembangkan kualitas guru dan sistem pembelajaran,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan TK Transformasi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter peserta didik.

“Yang pertama kami lakukan adalah melayani anak-anak dengan kerendahan hati. Guru selalu berdoa dan bekerja dengan tulus. Pendidikan bukan hanya mengajar, tetapi juga melayani generasi penerus dengan sepenuh hati,” katanya.

Widodo juga memperkenalkan rencana pengembangan Sekolah Transformasi hingga tahun 2030, yang meliputi pembangunan ruang kelas baru, kantor sekolah, pagar, serta aula untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Kabar gembira, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan akan membangun dua ruang kelas baru TK Transformasi, satu kantor SD Transformasi, serta fasilitas pendukung lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kutai Barat, Benediktus, mengapresiasi kontribusi Yayasan Transformasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.

“Selamat kepada Yayasan Transformasi atas dedikasi luar biasa dalam membangun pendidikan. Prestasi yang diraih menunjukkan sekolah ini memiliki manajemen yang baik dan guru-guru yang berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendukung sekolah swasta yang berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui pembangunan sarana prasarana dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

“Pendidikan yang berkualitas membutuhkan keseimbangan antara sarana yang memadai dan kualitas guru yang terus berkembang. Kami akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pengembangan,” jelasnya.

Benediktus berharap Transformasi terus berinovasi sesuai dengan makna namanya, yakni perubahan yang positif.

“Transformasi harus terus maju, melakukan perubahan yang positif, dan menjadi bagian penting dalam mencerdaskan generasi Kutai Barat. Pemerintah akan terus mendukung upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada peserta didik, penampilan seni, serta sesi foto bersama. Kelulusan dari TK Transformasi menjadi awal perjalanan baru bagi para peserta didik untuk meraih cita-cita dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai kehidupan yang telah ditanamkan sejak dini.

Turut hadir perwakilan Dinas Pendidikan Kutai Barat, pengurus IGTKI, Ketua Yayasan Transformasi, Ketua Komite Sekolah, para guru, serta orang tua murid. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Tema “To Reach Infinity and Beyond with God” Warnai Graduation SD Advent

0
Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kubar, Mobilala, membacakan sambutan Bupati pada pelepasan siswa SD Advent Sendawar di Gedung PKK Kubar. (Dok. Istimewa)

SENDAWAR – Sebanyak 24 siswa-siswi SD Advent Sendawar mengikuti acara pelepasan dan Graduation Kelas VI Tahun Pelajaran 2025-2026 di Gedung PKK Kutai Barat, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (12/6/2026).

Sambutan Bupati Kutai Barat dibacakan Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kubar, Mobilala. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SD Advent Sendawar atas terselenggaranya kegiatan perpisahan dan kelulusan yang menjadi momentum penting untuk menghargai perjalanan belajar para siswa selama enam tahun menempuh pendidikan dasar.

“Acara perpisahan dan kelulusan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum menghargai perjuangan, kerja keras, disiplin, serta keberhasilan peserta didik menyelesaikan pendidikan dasar,” ujarnya.

Mobilala menegaskan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan nilai-nilai spiritual sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Dengan mengusung tema “To Reach Infinity and Beyond with God”, kegiatan tersebut diharapkan mampu memotivasi para lulusan untuk terus mengembangkan potensi diri, meraih cita-cita setinggi mungkin, serta menjadikan iman dan nilai kebaikan sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

“Generasi muda menghadapi tantangan era teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi dunia kerja yang semakin dinamis. Selain kecerdasan akademik, peserta didik juga harus memiliki karakter yang kuat, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan integritas tinggi,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan. Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, lembaga keagamaan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi Kubar yang unggul, berkarakter, cerdas, sehat, dan berdaya saing.

Ia juga memberikan apresiasi kepada SD Advent Sendawar yang dinilai berhasil menerapkan pendidikan yang seimbang antara pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan iman.

“Kepada orang tua, selamat atas keberhasilan putra-putri yang telah menyelesaikan pendidikan dasar. Kepada guru dan tenaga kependidikan, kami menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik serta membentuk karakter generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Mobilala turut mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan Kelas VI SD Advent Sendawar Tahun Pelajaran 2025-2026 dan berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan semangat belajar yang kuat, karakter yang baik, serta iman yang teguh.

“Gapailah cita-cita setinggi mungkin. Jangan takut bermimpi besar. Jadilah generasi yang berprestasi, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan Kabupaten Kutai Barat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Sekretaris Daerah Kutai Barat Kamius Junaidi, Ketua Yayasan Pendidikan Advent Sendawar beserta jajaran, orang tua siswa, tokoh agama, guru, dan tenaga kependidikan. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Panen Jagung Jadi Wujud Dukungan Polri terhadap Ketahanan Pangan

0
Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah (empat dari kiri) berfoto bersama usai panen jagung di Kampung Lutan. (Dok. Polres Mahulu)

UJOH BILANG – Polres Mahakam Ulu menggelar panen jagung Kuartal I Tahun 2026 di Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

Panen jagung dipimpin langsung Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah. Turut hadir jajaran Polres Mahulu, unsur pemerintah kampung, kelompok tani, serta personel Polsek Long Hubung.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian sebagai penopang perekonomian masyarakat Mahulu.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu terkait pengembangan sektor pertanian turut dibahas, mulai dari optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas hasil pertanian, penguatan kelompok tani hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.

“Dalam kegiatan panen ini juga dibahas berbagai upaya penguatan sektor pertanian, optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas hasil tani, pengembangan kelompok tani, hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung,” ujar AKBP Eko Alamsyah.

Kapolres menambahkan, masyarakat dan kelompok tani juga menyampaikan sejumlah aspirasi serta kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan pertanian di wilayah mereka.

Menurutnya, masukan tersebut menjadi perhatian penting untuk ditindaklanjuti melalui sinergi antara Polri dan pemerintah daerah.

“Kami dari Polres Mahulu berkomitmen menampung seluruh masukan masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mencarikan solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi petani,” tegasnya.

Melalui kegiatan panen jagung ini, Polres Mahulu berharap sektor pertanian di wilayah Mahulu dapat terus berkembang, produktivitas petani meningkat, serta mampu mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Pemkab Mahulu Komitmen Perkuat Akses Pendidikan dan Kesehatan

0

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Tematik Kelompok Rentan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, di Ruang Serbaguna Kantor Bappedalitbangda Mahulu, Kamis (11/6/2026).

Dalam sambutan Bupati Mahulu yang dibacakannya, Suhuk menegaskan Musrenbang Tematik Kelompok Rentan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, saat membuka Musrenbang Tematik Kelompok Rentan untuk penyusunan RKPD Mahulu Tahun 2027 di Kantor Bappedalitbangda Mahulu. (Dok. Istimewa)

“Melalui forum ini, pemerintah daerah memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan, memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurut Suhuk, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Ia menegaskan setiap warga memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan.

Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, lanjut usia, masyarakat miskin, masyarakat hukum adat, hingga komunitas adat terpencil harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pembangunan.

“Oleh karena itu, Musrenbang Tematik ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan yang akan menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Suhuk juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, lembaga masyarakat, organisasi penyandang disabilitas, organisasi perempuan, tokoh adat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

“Pemkab Mahulu berkomitmen terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan peran masyarakat adat,” tegasnya.

Musrenbang Tematik Kelompok Rentan ini diharapkan menghasilkan berbagai usulan dan rekomendasi yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RKPD Mahulu Tahun 2027.

Dengan demikian, pembangunan yang direncanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat secara merata bagi seluruh warga Mahakam Ulu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah, perwakilan organisasi masyarakat, kelompok penyandang disabilitas, organisasi perempuan dan anak, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Rita Soroti Informasi yang Dinilainya Belum Utuh di Ruang Publik

0
Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, menegaskan belum memiliki agenda politik setelah kembali berada di tengah masyarakat. Saat ini, ia memilih fokus menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan berbuat baik bagi warga.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Atlet Samarinda, Sabtu (13/6/2026).

“Aduh, udah ga komen dulu misal soal politik, politik lagi,” ujarnya.

Menurut Rita, perhatian utamanya saat ini bukan pada kontestasi politik ataupun jabatan, melainkan meluruskan berbagai informasi yang menurutnya belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh di ruang publik.

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini kan lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar. Itu saja,” katanya.

Rita menilai masih ada sejumlah aspek terkait perjalanan kasus yang menjeratnya yang belum sepenuhnya tersampaikan kepada masyarakat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan laporan kekayaan maupun berbagai informasi lain yang menurutnya kerap menimbulkan kesalahpahaman.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya. Ada beberapa yang miss dalam pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya. Jadi itu bagian-bagian yang tidak tertangkap ternyata dengan wartawan,” ujarnya.

Meski namanya masih sering dikaitkan dengan dinamika politik di Kukar maupun Kalimantan Timur, Rita memastikan dirinya belum memikirkan langkah politik apa pun untuk saat ini.

“Kalau tanya agenda politik, enggak ada. Belum, belum sama sekali,” tegasnya.

Ia mengaku lebih ingin hadir di tengah masyarakat dan melakukan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat.

“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa, saya bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik saja. Saya pengin hanya berbuat baik saja,” ucap Rita.

Menurutnya, fase kehidupan yang dijalaninya saat ini lebih banyak diisi dengan upaya mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memperjuangkan agar informasi mengenai dirinya dapat tersampaikan secara lebih utuh kepada publik.

Alih-alih berbicara mengenai kontestasi politik, Rita memilih memusatkan perhatian pada aktivitas sosial dan pengabdian kepada masyarakat yang menurutnya lebih bermanfaat untuk dijalani saat ini. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.