Beranda blog Halaman 15

Isu Penundaan Porprov Kaltim Menguat, Kukar Pastikan Tetap Siap

0
Sekretaris Dispora Kukar, Dery Warhana. (Ady)

TENGGARONG — Rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim yang semula dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Paser berpotensi mundur hingga tahun 2027. Wacana penundaan muncul karena sejumlah daerah di Kaltim mengaku belum siap dari sisi anggaran.

Isu tersebut mencuat dalam rapat koordinasi Dinas Pemuda dan Olahraga se-Kaltim bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim yang digelar di Samarinda.

Dalam forum tersebut, hampir seluruh kabupaten dan kota menyarankan agar pelaksanaan Porprov ditunda karena keterbatasan kesiapan anggaran untuk membiayai kontingen serta kebutuhan perlengkapan atlet.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan tetap siap mengikuti ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, baik jika digelar sesuai jadwal pada 2026 maupun jika pelaksanaannya bergeser ke 2027.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Dery Warhana, mengatakan Kukar telah menyiapkan anggaran untuk mengikuti Porprov, termasuk untuk pengadaan perlengkapan bagi para atlet.

“Alhamdulillah kalau Kukar kita konsisten karena menganggarkan untuk mengikuti dan pembelian peralatan. Artinya dari dua itu saja Kukar secara kesiapan kita sudah 70 persen kita siap,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan final mengenai jadwal pelaksanaan Porprov tetap berada di tangan Panitia Besar (PB) Porprov Kaltim bersama hasil kesepakatan kabupaten dan kota se-Kaltim.

“Teman-teman dari PB Porprov yang akan menentukan masukan-masukan dari kabupaten kota lain di Kaltim bagaimana menyikapi ini. Tapi kalau Kukar kita siap untuk kondisi itu,” jelasnya.

Dery menyebutkan Dispora bersama KONI Kukar juga telah mulai melakukan pemetaan kebutuhan perlengkapan atlet.

Proses ekspose kebutuhan peralatan hampir rampung sebagai dasar pengadaan perlengkapan yang akan digunakan para atlet saat bertanding.

“Ini juga KONI dan Dispora sudah mulai, hari ini sepertinya terakhir kita ekspose untuk kebutuhan peralatan. Jadi nanti pada saat pembelian barang, itu yang akan digunakan oleh teman-teman yang akan bertanding,” katanya.

Jika Porprov tetap digelar pada November 2026, Kukar memastikan kontingen siap mengikuti. Namun apabila pelaksanaannya bergeser ke 2027, penyesuaian juga akan dilakukan terhadap agenda olahraga lainnya.

“Kalau untuk mengikuti kan di bulan 11 ya, tapi kalau bergeser di 2027 pasti juga akan menggeser event besar lainnya di keolahragaan. Tapi Kukar tetap optimis, dengan kondisi yang ada tetap bisa mengikuti,” ujarnya.

Terkait penggunaan anggaran yang telah dialokasikan pada tahun ini, Dispora Kukar berencana berkonsultasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menentukan langkah teknis apabila Porprov benar-benar ditunda.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memaksimalkan anggaran untuk pembelian perlengkapan atlet agar kualitas peralatan yang digunakan bisa lebih baik.

“Kami akan coba berkonsultasi dengan tim anggaran Pemda, khususnya TAPD, bagaimana nanti itu bisa dimaksimalkan untuk pembelian peralatan,” katanya.

Menurutnya, apabila Porprov mundur ke 2027, tidak menutup kemungkinan dilakukan ekspose ulang terhadap kebutuhan perlengkapan agar kualitas peralatan atlet dapat lebih optimal.

“Tidak menutup kemungkinan kalau ditunda kita lakukan ekspose ulang supaya ini bisa kita maksimalkan. Kita tidak mau juga peralatan yang dipakai tidak bisa digunakan dengan baik oleh teman-teman atlet di Kukar,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen pada Porprov Kaltim.

Dery menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung para atlet Kukar agar dapat tampil maksimal dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

“Insyaallah Kukar siap mengikutkan Pekan Olahraga Provinsi,” pungkasnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Kemenag Kaltim Gandeng 18 LAZ Perluas Penyaluran Bantuan Ramadan

0
Kemenag Kaltim menyalurkan paket bantuan bagi kaum duafa dalam program Ramadan 2026. (Hanafi)

SAMARINDA — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltim memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga amil zakat untuk memperluas penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu selama Ramadan 1447 Hijriah.

Kolaborasi tersebut dijalankan melalui program Selasar Hangat Lintas Agama yang mengusung semangat “Indonesia Berdaya melalui Tebar Harapan Ramadan”.

Program ini menjadi wadah kerja sama antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat guna mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Seksi Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Kaltim, Munawwarah, mengatakan kegiatan ini melibatkan sekitar 18 Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kaltim bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tingkat provinsi.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan penyaluran bantuan Ramadan dapat menjangkkau lebih banyak masyarakat yang berhak menerima, terutama delapan golongan asnaf,” ujarnya di Samarinda, Kamis (12/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket santunan diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan selama bulan Ramadan.

Selain penyaluran bantuan, Kanwil Kemenag Kaltim juga menjalankan berbagai program penguatan literasi zakat dan wakaf.

Salah satunya melalui program Teras Zakat dan Wakaf (Zawa) yang digelar di kawasan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zakat dan wakaf sekaligus mendorong pengelolaan dana umat yang lebih transparan dan produktif.

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas para pengelola zakat juga dilakukan melalui kegiatan Tadarus Zakat dan Wakaf yang dilaksanakan secara daring.

Kegiatan ini diikuti oleh para nazir wakaf, pengelola zakat, hingga anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Kanwil Kemenag Kaltim juga mengimbau masyarakat Muslim untuk menunaikan zakat fitrah lebih awal agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Penyaluran zakat dapat dilakukan melalui Baznas, LAZ resmi, maupun masjid yang telah memiliki legalitas sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” kata Munawwarah.

Untuk tahun 2026, besaran zakat fitrah di Kaltim bervariasi antarwilayah. Nilai tertinggi tercatat di Kabupaten Mahakam Ulu sebesar Rp75.000 per jiwa.

Sementara nominal terendah sebesar Rp35.000 per jiwa berlaku di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Berau.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Mantan Menag Yaqut Ditahan KPK, Bantah Terima Aliran Dana

0
KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Fajri)

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penyelenggaraan dan pembagian kuota haji.

Penahanan dilakukan setelah Yaqut diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Usai pemeriksaan, Yaqut membantah menerima aliran dana dalam perkara yang menjeratnya tersebut.

“Saya tidak pernah menerima sepeser pun dari kasus yang dituduhkan kepada saya,” ujar Yaqut kepada wartawan.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan yang diambil saat menjabat sebagai Menteri Agama semata-mata ditujukan untuk kepentingan dan keselamatan jemaah haji Indonesia.

“Saya lakukan semua kebijakan ini semata-mata untuk keselamatan jemaah,” katanya.

Kasus yang ditangani KPK ini berkaitan dengan pembagian tambahan kuota haji Indonesia pada tahun 2024 yang mencapai sekitar 20 ribu jemaah.

Tambahan kuota tersebut awalnya dimaksudkan untuk mempercepat antrean keberangkatan jemaah haji Indonesia yang selama ini cukup panjang.

Namun dalam pelaksanaannya, pembagian kuota tersebut diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan aturan, kuota haji khusus seharusnya maksimal delapan persen dari total kuota haji nasional.

Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan mantan staf khusus Menteri Agama, Isfan Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka.

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan oleh penyidik KPK dalam proses penyidikan, termasuk pejabat di lingkungan Kementerian Agama serta pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

KPK menyatakan proses penyidikan masih terus berjalan dan perkara tersebut akan dibawa ke persidangan untuk mengungkap seluruh fakta hukum terkait pembagian kuota haji tersebut.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Polda Kaltim Siagakan Belasan Ribu Personel Pengamanan Idulfitri

0
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro. (Ist)

BALIKPAPAN — Polda Kaltim mengerahkan 11.975 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026.

Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Balikpapan, Kamis (12/3/2026), sebagai langkah memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan operasi ini digelar untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama rangkaian perayaan Idulfitri.

“Pada hari ini kami melaksanakan apel kesiapan pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Mahakam 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana, dan perlengkapan dalam mendukung pengamanan Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengamanan Lebaran tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya.

“Pengamanan ini tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Tujuannya untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama perayaan Idulfitri berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Dalam Operasi Ketupat Mahakam 2026, sebanyak 11.975 personel gabungan diterjunkan di berbagai wilayah Kaltim. Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga pengamanan swakarsa.

Khusus di wilayah Polresta Balikpapan, sebanyak 286 personel disiagakan untuk membantu pengamanan berbagai titik strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Selain itu, aparat juga menyiapkan puluhan pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai daerah.

Secara keseluruhan terdapat 52 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, serta 14 pos terpadu yang akan beroperasi selama masa pengamanan Lebaran.

Tidak hanya itu, aparat juga akan mengamankan sedikitnya 2.211 objek vital yang menjadi fokus pengawasan selama masa Idulfitri.

Objek tersebut meliputi bandara, pelabuhan, tempat wisata, kawasan permukiman, pusat keramaian, hingga lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan.

Kapolda juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.

“Kami mengajak masyarakat yang akan mudik untuk memastikan rumah dalam keadaan aman. Jika ada kendaraan atau barang berharga yang ingin dititipkan, masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas penitipan di kantor kepolisian,” tambahnya.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, patroli rutin juga akan ditingkatkan terutama di kawasan permukiman yang banyak ditinggalkan pemiliknya selama mudik.

Langkah ini diharapkan mampu mencegah potensi tindak kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat selama perayaan Idulfitri.

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb12mar2026/mobile/

Insiden Kebakaran di Guntung Diduga Karena Anak-anak Bermain Bakar-bakaran

0
Kondisi mobil yang hangus terbakar di lokasi kejadian. (Dwi S).

BONTANG – Peristiwa kebakaran yang terjadi di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, tepatnya di sebelah lapangan futsal, Kamis (12/3/2026) sore, diduga karena anak-anak yang bermain bakar-bakaran di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Hingga kini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan, untuk memastikan sumber api dan kronologi kejadian.

“Dugaan sementara ada anak-anak yang main di sekitaran sini, sambil bakar-bakar. Untuk sebab kejadian pastinya kami belum mengetahui, semuanya masih tahapan penyelidikan,” ucapnya.

Kesempatan yang sama, salah satu anak pemilik mobil yang mengalami kebakaran mengatakan, bahwa mereka sering kali memarkirkan mobilnya di lokasi tersebut, sebab rumah mereka berada di dalam jadi mobil tidak dapat masuk ke sekitaran rumah.

“Iya sering kami kalau parkir mobilnya disini, untuk insiden kebakarannya belum tahu karena apa. Ini mobil masih baru, terbakar dan tidak ada yang tersisa,” jelasnya.

Salah satu warga turut menyampaikan apabila masyarakat yang tinggal di sekitaran lokasi, memang sering kali memarkirkan kendaraan mobilnya di dekat rumah Adat Panggung Guntung. Lantaran bangunan tersebut adalah bangunan lama, yang sudah tidak digunakan kembali.

“Jadi pas kebakaran berlangsung ada dua mobil yang ikut terbakar, salah satunya mobil milik warga yang tinggal pas di sebelah lapangan. Satu mobil dalam keadaan rusak, satu mobil lagi posisi masih sering digunakan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kecelakaan di Gunung Sari, Korban Sempat Kejang dan Pingsan Akibat Benturan di Kepala

0
Kecelakaan yang terjadi di wilayah Gunung Sari. (Ist).

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Gunung Sari, Jalan Jenderal Soedirman, tepatnya di seberang Erafresh, Kamis (12/3/2026), sekitar pukul 16.08 Wita. Dilaporkan korban mengalami kejang-kejang dan sempat pingsan, setelah terlibat insiden tersebut.

Korban diketahui merupakan pelajar yang berdomisili di Pisangan. Usai kejadian, korban langsung dievakuasi oleh relawan menggunakan unit ambulans menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit (RS) Badak Bontang, untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban mengalami benturan cukup keras di bagian kepala. Benturan tersebut diduga menjadi penyebab korban mengalami kejang-kejang sesaat setelah kejadian.

“Karena ada benturan di kepala korban, jadinya korban sempat mengalami kejang-kejang. Ini korban masih pelajar, karena tidak memiliki KTP,” ucap salah satu relawan yang berada di lokasi kejadian.

Dari kronologi sementara, kecelakaan diduga terjadi setelah kendaraan korban ditabrak dari arah belakang, oleh kendaraan lain. Akibat tabrakan tersebut, korban terjatuh dan kepalanya membentur ke permukaan jalan.

Relawan yang tiba di lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban langsung ke RS. Hingga saat ini korban masih menjalani penanganan medis, untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Sementara itu, pihak terkait masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bangunan dan Dua Mobil di Sebelah Lapangan Futsal Guntung Hangus Terbakar

0
Kebakaran yang terjadi di Guntung. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Terjadi kebakaran hebat di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, tepatnya di sebelah lapangan futsal, Kamis (12/3/2026) sore.

Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan yang berada di lokasi tersebut. Dalam kejadian itu, terdapat dua unit mobil yang sedang terparkir di sekitar bangunan juga ikut hangus terbakar dalam sekejap.

Warga sekitar yang melihat kobaran api sempat berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya, sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Tak lama kemudian, sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Kepala Dinas pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Berdasarkan informasi yang ia terima sebelumnya, bahwa adanya aktivitas pembakaran sampah di sekitar. Sehingga api langsung merembet ke bangunan hingga mobil.

“Katanya ada pembakaran sampah disini, tapi kami belum mengetahui pasti apa penyebabnya,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Dalam hal ini tidak ada korban jiwa, namun kebakaran tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang memadati area kejadian. Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mesin Mogok, Tiga Pemancing Asal Guntung Terdampar di Perairan Segajah

0
Kapal pemancing yang terdampar di dekat Pulau Segajah. (Ist).

BONTANG – Tiga pemancing asal Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, dilaporkan sempat terdampar di perairan Pulau Segajah, setelah mesin kapal yang mereka gunakan tiba-tiba mengalami kerusakan, Rabu (11/3/2026) sore.

Informasi tersebut pertama kali diterima melalui Layanan Darurat 112, sekitar pukul 16.11 Wita. Dalam laporan yang disampaikan pelapor bernama Khairu, menyebutkan bahwa ada sebuah kapal kecil berada di tengah laut dengan kondisi mesin yang macet di sekitar kawasan Segajah, tepatnya di deretan kapal tanker.

Pelapor meminta bantuan agar petugas melakukan penanganan terhadap kapal yang tidak bisa bergerak tersebut.

Laporan darurat itu langsung diteruskan kepada sejumlah instansi terkait, di antaranya Polres Bontang, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kodim 0908 Bontang untuk segera di tindak lanjut.

Diduga kapal yang digunakan ketiga pemancing tersebut mengalami gangguan mesin saat berada di tengah laut, sehingga mereka tidak dapat kembali ke daratan dan meminta bantuan pertolongan.

“Area tersebut dikenal sebagai jalur aktivitas kapal, termasuk kapal tanker yang kerap melintas,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, Kamis (12/3/2026).

Setelah mendapatkan informasi, petugas gabungan kemudian langsung bersiap melakukan pengecekan dan upaya evakuasi, guna memastikan keselamatan para pemancing yang terdampar.

“Lewat kejadian ini, kami imbau untuk para pemancing yang akan menyewa kapal, bisa selalu memastikan keselamatan seperti pelampung badan dan kondisi mesin diperhatiin,” katanya.

Beruntung, petugas melakukan evakuasi terhadap pemancing hingga sampai di Muara Bontang Kuala (BK), selanjutnya pemancing tersebut dijemput oleh pemilik kapal dan dibawa hingga pelabuhan loktuan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Jelang Lebaran, Pemkab Kukar Ingatkan Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu

0
Sekretaris Disnakertrans Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Ady)

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengingatkan seluruh perusahaan agar tidak menunda pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja menjelang Idulfitri. Selain itu, bonus hari raya juga diminta diberikan kepada pengemudi dan kurir layanan angkutan berbasis aplikasi.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat edaran pemerintah daerah terkait pelaksanaan pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan, serta Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi dan kurir layanan berbasis aplikasi pada tahun 2026.

Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kutai Kartanegara, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan kebijakan tersebut merujuk pada sejumlah regulasi ketenagakerjaan yang berlaku secara nasional.

“Surat edaran ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan,” ujarnya.

Dalam ketentuan tersebut terdapat dua jenis hak yang harus dipenuhi perusahaan menjelang hari raya, yakni THR bagi pekerja atau buruh serta BHR bagi pengemudi dan kurir layanan angkutan berbasis aplikasi.

Dendy menjelaskan bahwa THR diberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja minimal satu bulan secara terus-menerus dan memiliki hubungan kerja dengan perusahaan.

Hubungan kerja tersebut dapat berupa Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) maupun Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Sementara itu, BHR diperuntukkan bagi pengemudi dan kurir yang terdaftar secara resmi sebagai mitra pada perusahaan aplikasi dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

“Baik THR maupun BHR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan,” jelasnya.

Untuk besaran THR, pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih berhak menerima sebesar satu bulan upah.

Sedangkan pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun akan menerima pembayaran secara proporsional sesuai lama masa kerja.

Adapun untuk BHR bagi pengemudi dan kurir layanan berbasis aplikasi, besarannya dianjurkan sekitar 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir.

Dalam proses perhitungannya, perusahaan aplikasi juga diminta bersikap transparan kepada para mitra mengenai dasar perhitungan pendapatan yang digunakan sebagai acuan pemberian bonus tersebut.

“Perusahaan aplikasi diharapkan transparan kepada para pengemudi maupun kurir mengenai dasar perhitungan pendapatan tersebut,” tambah Dendy.

Ia berharap seluruh perusahaan dapat mematuhi ketentuan tersebut agar hak para pekerja maupun mitra pengemudi dapat terpenuhi menjelang hari raya.

“Kami berharap tahun ini laporan terkait keterlambatan atau tidak dibayarkannya THR maupun BHR semakin minim, bahkan kalau bisa tidak ada sama sekali,” pungkasnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S