Beranda blog Halaman 16

Rita Minta Publik Mendapat Informasi yang Utuh Tentang Perkaranya

0
Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, tidak menutup kemungkinan kembali mendapatkan dukungan masyarakat dalam kontestasi politik di masa mendatang. Namun, ia menegaskan fokus utamanya saat ini masih tertuju pada penyelesaian persoalan hukum yang masih dihadapinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Rita saat ditanya mengenai peluang dirinya kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin daerah.

Alih-alih berbicara panjang mengenai agenda politik ke depan, Rita memilih menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan hukum yang hingga kini masih berproses.

“Bismillah aja ya. Pokoknya kalau masalah hukumnya baik, doakan saja ya. Amin. Ini masalahnya masalah hukumnya belum selesai. Masalahnya masih berjibaku dengan itu,” ujar Rita.

Meski demikian, Rita mengakui dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam perjalanan politik seseorang.

“Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” katanya.

Pernyataan itu muncul di tengah upayanya meluruskan berbagai informasi yang selama ini berkembang mengenai dirinya. Rita berharap masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait perkara hukum yang dihadapinya.

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini kan lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar,” ucapnya.

Menurut Rita, masih terdapat sejumlah informasi yang dinilainya belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh dalam berbagai pemberitaan, termasuk mengenai laporan kekayaan, perkara hukum yang menjeratnya, hingga informasi yang berkembang setelah dirinya bebas.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya itu, ada beberapa yang miss dalam hal pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya. Jadi itu bagian-bagian yang tidak tertangkap ternyata dengan wartawan,” tuturnya.

Rita menegaskan saat ini dirinya masih berfokus pada upaya memberikan penjelasan kepada publik mengenai berbagai hal yang menurutnya perlu diluruskan. Sementara terkait kemungkinan kembali maju dalam kontestasi politik, ia menyerahkan semuanya kepada perkembangan ke depan dan dukungan masyarakat. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.

Korban Alami Luka Tembak di Kepala, Pelaku Langsung Diburu Polisi

0
Pelaku penembakan berinisial MZF (22) diamankan polisi bersama barang bukti setelah ditangkap kurang dari empat jam usai kejadian. (Polsek Samarinda Ulu)

SAMARINDA – Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Jatanras Polresta Samarinda berhasil mengungkap kasus penembakan yang menimpa seorang mahasiswi di Samarinda. Pelaku berinisial MZF (22) berhasil ditangkap kurang dari empat jam setelah kejadian.

Korban berinisial LA (20), mahasiswi asal Desa Giri Agung, Kutai Kartanegara, mengalami luka tembak di bagian belakang kepala saat baru pulang kuliah pada Jumat malam (12/6/2026) sekitar pukul 22.25 WITA.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan P. Suryanata, Perumahan Graha Indah, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.

Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, mengatakan saat kejadian korban baru tiba di rumah dan hendak memarkirkan sepeda motornya.

“Korban baru pulang kuliah dan hendak memarkirkan sepeda motornya di rumah. Namun situasi mendadak berubah mencekam ketika korban mendengar suara letusan keras,” ujarnya.

Tak lama setelah suara letusan yang diduga berasal dari senapan angin tersebut, korban langsung terjatuh sambil memegangi bagian belakang kepalanya yang mengalami luka dan mengeluarkan darah.

Korban kemudian dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.

Ayah korban, Suryanto (56), selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Samarinda Ulu.

Menerima laporan itu, Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Jatanras Polresta Samarinda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Dari hasil penyelidikan dan analisis rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku yang mengarah kepada MZF, warga Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pengejaran ke wilayah Kutai Kartanegara.

Pelarian pelaku berakhir pada Sabtu dini hari (13/6/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Polisi berhasil mengamankan MZF di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang.

“Berkat kesiapan dan kejelian tim di lapangan, pelaku berhasil diamankan beberapa jam setelah kejadian. Saat ini pelaku telah berada di Polsek Samarinda Ulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Asriadi.

Saat ini penyidik masih mendalami motif di balik aksi penembakan tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur dendam pribadi, salah sasaran, maupun motif lainnya.

Sementara itu, korban LA masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak yang dideritanya. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Komika Lokal Ikut Meriahkan Panggung ‘Kaltim Paradox’

0
Pandji Pragiwaksono tampil membawakan materi stand up comedy dalam pertunjukan "Kaltim Paradox" di Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pertunjukan stand up comedy komika nasional Pandji Pragiwaksono bertajuk “Kaltim Paradox” sukses digelar di Samarinda dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di tengah maraknya penundaan sejumlah kegiatan publik belakangan ini, acara tersebut berlangsung lancar dengan antusiasme penonton yang tinggi.

CEO B Epic Events dan B First Project selaku promotor acara, Rifky Nugraha Wardana, mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. Menurutnya, kehadiran penonton dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap seni komedi tunggal.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan acara event tunggal Pandji Pragiwaksono. Kita lihat tadi antusias masyarakat luar biasa. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa kritik itu tidak selalu harus lewat demonstrasi, tapi ternyata bisa disampaikan dengan cara yang berbeda, yaitu melalui seni stand up,” ujar Rifky usai acara.

Selain menghadirkan Pandji sebagai penampil utama, panggung “Kaltim Paradox” juga memberi ruang bagi komika lokal untuk tampil sebagai opener. Di antaranya Mr. Gamayel yang berlatar belakang anggota kepolisian, Damli dari Penajam Paser Utara, serta sejumlah komika dari Samarinda dan Balikpapan.

Menanggapi pertanyaan mengenai tema “Kaltim Paradox” yang dinilai sebagian penonton hanya sedikit menyinggung isu-isu lokal, Rifky menegaskan bahwa seluruh materi yang dibawakan Pandji sepenuhnya merupakan keputusan pribadi sang komika.

“Tidak ada materi titipan. Kita menyerahkan semua materinya ke Bang Pandji. Dia tidak bisa disetir. Mau membawakan materi apa pun, itu murni keputusan dia,” tegasnya.

Rifky juga meluruskan pernyataan Pandji di atas panggung terkait adanya koordinasi dengan pihak kepolisian sebelum pertunjukan berlangsung. Menurutnya, hal tersebut merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung.

Ia membantah adanya pembatasan kreativitas maupun arahan tertentu terkait materi yang dibawakan Pandji, termasuk isu-isu yang berkembang di Kalimantan Timur.

“Kalau itu sebenarnya lebih ke faktor pengamanan saja untuk kebaikan kita bersama. Kita tahu situasi saat ini dan tema yang diangkat juga bisa memicu pro dan kontra. Jadi pihak kepolisian membantu dalam hal pengamanan agar acara berjalan kondusif. Dari kami tidak ada batasan materi, semua murni dari Bang Pandji melalui manajernya,” jelas Rifky.

Menurutnya, kolaborasi dengan aparat keamanan dilakukan semata-mata untuk memastikan kegiatan berjalan tertib tanpa mengurangi kebebasan berekspresi yang menjadi bagian dari pertunjukan stand up comedy.

Acara yang berlangsung di Samarinda tersebut pun berakhir lancar dan mendapat respons positif dari penonton yang hadir. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Speak Up Rita Widyasari Setelah Bebas (11): Sembilan Tahun Berlalu, Rita Masih Ingat Nama-Nama Wartawan

0
Saya menyempatkan foto bersama mantan Bupati Kukar Rita Widyasari sesaat setelah tiba di acara Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026). (mediakaltim)

Kemunculan Rita Widyasari menjadi perhatian dalam kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. Banyak wartawan senior yang mendekat, bersalaman, berbincang, hingga mengabadikan foto bersama mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dua periode tersebut.

Bagi banyak wartawan yang pernah bertugas di Kukar pada era 2000-an hingga pertengahan 2010-an, Rita memang bukan sosok asing. Hubungannya dengan wartawan dikenal cukup dekat sejak lama.

Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, menghadiri kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. (mediakaltim)

Saya sendiri menjadi salah satu yang merasakan hal itu. Tahun 2009, saat masih bertugas di Tenggarong, komunikasi dengan Rita cukup sering terjalin. Beberapa wawancara khusus pernah saya lakukan ketika ia mulai memimpin Kukar.

Karena itu, saat bertemu kembali di acara Wartawan Legend Bedapatan, saya sebenarnya tidak yakin ia masih mengenali saya setelah hampir sembilan tahun berlalu.

Namun begitu berjabat tangan, Rita langsung tersenyum. “Agus ya…”

Saya pun sempat terkejut. Di tengah ratusan orang yang hadir malam itu, Rita masih mengingat nama saya.

Kami kemudian berbincang singkat. Tidak lama setelah tiba di lokasi acara, Rita juga menyempatkan berfoto bersama.

Momen itu menunjukkan kedekatan Rita dengan wartawan yang telah terjalin sejak lama.

Bukan hanya saya. Sejumlah wartawan senior yang hadir malam itu juga mengaku masih dikenali Rita. Beberapa di antaranya bahkan sempat bernostalgia mengenai berbagai peristiwa besar yang pernah terjadi di Kukar saat Rita masih menjabat sebagai bupati.

Suasana hangat itu terlihat sejak Rita memasuki area acara.

Beberapa peserta langsung menghampiri. Sebagian meminta foto bersama. Sebagian lain memilih berbincang santai sambil mengenang masa-masa liputan di Tenggarong.

Di sela kegiatan, Rita juga menyempatkan diri berbicara kepada wartawan mengenai aktivitasnya setelah bebas murni pada Agustus 2025.

Menurut Rita, saat ini dirinya belum memiliki agenda politik tertentu. Ia mengaku lebih memilih fokus berada di tengah masyarakat dan menjalani aktivitas sosial.

“Aduh, sudah tidak komentar dulu soal politik. Politik lagi, politik lagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Rita mengatakan saat ini dirinya lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat dan ingin menjalani kehidupan dengan lebih sederhana.

“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik saja, saya ingin berbuat baik saja,” katanya.

Selain itu, Rita juga menjelaskan alasan dirinya aktif menyampaikan berbagai penjelasan melalui akun media sosial pribadinya dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut dia, masih ada sejumlah informasi mengenai dirinya yang belum sepenuhnya tersampaikan kepada publik.

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar,” ujarnya.

Rita menyebut ada beberapa hal yang menurutnya belum tertangkap secara utuh dalam berbagai pemberitaan yang beredar selama ini.

Mulai dari laporan kekayaan, perkara hukum yang menjeratnya, hingga berbagai informasi yang berkembang setelah dirinya bebas.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya. Ada beberapa yang miss dalam pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya,” katanya.

Meski belum berbicara banyak soal politik, Rita juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan jika suatu saat kembali mendapat dukungan masyarakat.

Saat ditanya mengenai peluang kembali maju dalam kontestasi politik, Rita memilih menjawab singkat.

“Bismillah saja. Doakan masalah hukumnya baik. Aamiin. Ini masalah hukum saya belum selesai. Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rita juga menyinggung pentingnya prinsip keberimbangan dan konfirmasi dalam pemberitaan.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.

Ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat disajikan secara berimbang sehingga publik memperoleh gambaran yang lengkap.

“Wartawan itu membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kalau wartawannya baik, mudah-mudahan suasana juga baik,” katanya.

Malam itu, kehadiran Rita menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan para wartawan senior Kalimantan Timur.

Di sela berbagai pertanyaan mengenai aktivitasnya setelah bebas, Rita terlihat lebih banyak berbincang santai dengan wartawan dan sejumlah tamu yang hadir.

Kedekatan Rita dengan wartawan sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum dirinya menjabat Bupati Kukar, hubungan yang cair dengan insan pers sudah terlihat pada sosok ayahnya, almarhum Syaukani HR.

Saat memimpin Kutai Kartanegara, Syaukani dikenal memiliki hubungan yang terbuka dengan wartawan. Tradisi itu kemudian terlihat pula pada Rita. Banyak wartawan yang bertugas di Kukar pada masa itu mengenal Rita tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sosok yang mudah dihubungi dan cukup akrab dengan kalangan pers.

Karena itu, pertemuan di Wartawan Legend Bedapatan malam itu terasa seperti sebuah reuni panjang. Bukan sekadar temu kangen, tetapi juga perjumpaan kembali antara wartawan dan sosok yang pernah menjadi bagian dari dinamika besar Kutai Kartanegara selama bertahun-tahun. (Bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

DRPD Bontang Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb13juni2026/mobile/

Kurang dari 48 Jam, Polisi Ringkus Pelaku Curas di Bontang Utara, Barang Bukti Berhasil Diamankan

0
Ilustrasi penangkapan pelaku kekerasan dan pencurian di wilayah Bontang Utara. (AI).

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Bontang Utara berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), yang terjadi di wilayah Bontang Utara. Seorang pelaku berinisial MTB, berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 48 jam setelah laporan diterima polisi.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kapolsek Bontang Utara, AKP Lukito menjelaskan bahwa, pelaku diduga melakukan aksi kekerasan terhadap korban dengan tujuan menguasai barang milik korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku memaksa korban untuk menyerahkan barang berharga yang dimilikinya.

Saat korban menolak, pelaku diduga melakukan berbagai tindakan kekerasan, mulai dari menampar, mencekik, menjambak rambut korban hingga mendorong korban. Setelah itu, pelaku mengambil satu unit telepon genggam milik korban dan berupaya melarikan diri.

Menerima laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Bontang Utara segera melakukan serangkaian penyelidikan, untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. Berkat kerja cepat petugas, pelaku akhirnya berhasil terlacak dan diamankan, Jumat (12/6/2026) di wilayah Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

“Setelah pelaku telah kami diamankan, pelaku langsung dibawa ke Mako Polsek Bontang Utara untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” katanya, Sabtu (13/6/2026).

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut, yakni satu unit handphone Realme 5i warna hijau, satu buah kunci remote sepeda motor Honda PCX, serta satu rekaman CCTV yang menjadi bagian dari alat bukti penyidikan.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 479 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Dengan adanya kasus ini, kami turut mengimbau ke masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan yang terjadi di lingkungan sekitar, guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dispora Kubar Libatkan Masyarakat dalam Pengukuran Pembangunan Olahraga

0
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Barat, Gamas Laden, saat membuka kegiatan pengukuran Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) di Kelurahan Melak Ilir. (Dok. Dispora Kubar)

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melaksanakan pengukuran Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) secara mandiri di RT 06 Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, pada 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun sistem pembangunan olahraga daerah yang berbasis data, terukur, dan berkelanjutan. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui kondisi riil pembangunan olahraga masyarakat, mulai dari tingkat partisipasi olahraga, kebugaran masyarakat, ketersediaan sumber daya manusia olahraga, ruang terbuka olahraga, hingga berbagai aspek pendukung lainnya.

Kepala Dispora Kubar, Gamas Laden, mengatakan hasil pengukuran IPO akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan program olahraga yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pelaksanaan IPO mandiri diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program olahraga yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil pengukuran juga mendukung penguatan perencanaan dan penganggaran olahraga daerah secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Gamas, melalui kegiatan tersebut Pemkab Kubar menunjukkan komitmen untuk membangun budaya olahraga yang sehat, aktif, dan berprestasi di tengah masyarakat.

Meski pelaksanaan tahun ini masih terbatas di satu kelurahan sebagai proyek percontohan, hasil pengukuran diharapkan menjadi fondasi awal pengembangan IPO di wilayah lain di Kubar pada tahun-tahun mendatang.

“Walaupun tahun ini masih terbatas satu kelurahan sebagai pilot project, hasil pengukuran diharapkan menjadi fondasi awal pengembangan IPO di wilayah lain di Kutai Barat pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Pengukuran IPO di Melak Ilir melibatkan berbagai pihak, di antaranya IGORNAS Kubar, pemerintah kelurahan, pengurus RT, dan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut juga mendapat pendampingan langsung dari Staf Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Adi Ari Putro.

Menurut Gamas, pendampingan dari Kemenpora penting untuk memastikan seluruh proses pengukuran berjalan sesuai pedoman dan standar nasional yang telah ditetapkan.

“Pendampingan ini penting untuk memastikan pengukuran sesuai pedoman dan standar nasional. Dengan IPO ini, Kubar diharapkan memiliki data awal pembangunan olahraga yang bisa digunakan sebagai dasar evaluasi, perencanaan, dan pengembangan olahraga masyarakat menuju Kubar yang lebih sehat, aktif, dan berprestasi,” pungkasnya. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S.

Mahasiswa Klaim Sudah Penuhi Prosedur Sebelum Gelar Demonstrasi

0
Perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia saat diwawancarai di kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersikeras mempertahankan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai lokasi aksi demonstrasi meski sempat diarahkan aparat kepolisian untuk menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI.

Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan keputusan memilih Bundaran HI bukan tanpa alasan. Menurutnya, lokasi tersebut dipilih sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap DPR dan pemerintah yang dinilai tidak lagi mendengar aspirasi masyarakat.

“Dari kami sendiri, sejauh ini sepakat bahwasanya kami tidak akan memindahkan titik aksi, karena pemilihan titik aksi di Bundaran HI sudah didasarkan pada kekecewaan kami kepada DPR dan presiden yang pada dasarnya sudah tidak pernah peduli pada rakyat sendiri,” kata Dimas di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 14 bus yang mengangkut sekitar 700 mahasiswa UI sempat tertahan di kawasan Simpang Susun Semanggi, tepatnya di depan Markas Polda Metro Jaya. Rombongan mahasiswa yang berangkat dari Depok tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Jalan Jenderal Sudirman karena akses jalan ditutup aparat.

Menurut Dimas, penutupan dilakukan di sejumlah titik menuju Bundaran HI menggunakan water barrier serta kendaraan taktis yang ditempatkan di badan jalan.

“Tadi kita kan karena dari Depok, kita jalan lewat Lenteng Agung, kita belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup,” ujarnya.

Dimas menyebut pihaknya telah memenuhi seluruh prosedur yang diperlukan sebelum menggelar aksi, termasuk menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian dan mengumumkan rencana demonstrasi melalui media sosial.

“Kita sudah coba menyampaikan bahwasanya kita sudah memberikan surat pemberitahuan aksi, pun juga kami sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR,” katanya.

Ia juga mengaku kecewa karena aparat tidak memberikan penjelasan mengenai alasan penutupan akses menuju Bundaran HI. Bahkan, menurutnya, upaya mahasiswa meminta penjelasan tidak mendapatkan respons yang memadai.

“Polisi sama sekali enggak memberikan alasan. Mereka cuma ketawa-tawa doang pada saat kami minta dibukakan jalan,” ujarnya.

Situasi di lapangan sempat memanas dan memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga. Namun demikian, mahasiswa tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju titik aksi yang telah ditetapkan sejak awal.

“Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali enggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga,” kata Dimas.

Meski menghadapi hambatan di perjalanan, mahasiswa UI memastikan aksi tetap dilanjutkan di Bundaran HI. Massa bahkan memilih berjalan kaki dari kawasan Jalan Gatot Subroto menuju lokasi demonstrasi.

“Pasti. Kami pasti akan terus berusaha untuk menuju ke Bundaran HI dan kami harap juga polisi berkenan untuk membukakan jalannya dan tidak mengganggu hak konstitusional kami dalam menyampaikan pendapat,” tutupnya.

Sebelumnya, BEM seluruh fakultas Universitas Indonesia mengumumkan rencana aksi di Bundaran HI yang diperkirakan diikuti sekitar 1.500 peserta. Demonstrasi tersebut mengusung berbagai isu ekonomi, sosial, dan politik yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S.

Industri Tambang Kaltim Tunggu Kepastian RKAB dari Pemerintah Pusat

0
Ilustrasi aktivitas pekerja di sektor pertambangan batu bara. (Istimewa)

SAMARINDA – Lambatnya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh pemerintah pusat mulai menimbulkan dampak terhadap industri pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. Sejumlah perusahaan disebut kesulitan menjalankan operasional secara normal, bahkan mulai mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, mengungkapkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat mencapai 40 ribu hingga 42 ribu pekerja apabila persoalan RKAB tidak segera mendapatkan kepastian.

Menurut Bambang, industri pertambangan masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kaltim. Saat ini terdapat sekitar 307 perusahaan tambang aktif yang menyerap sekitar 180 ribu tenaga kerja secara langsung.

“Kalau dihitung dengan pekerja di sektor pendukung seperti trucking, pengeboran, pengapalan dan jasa lainnya, jumlah tenaga kerja yang bergantung pada industri ini bisa mencapai hampir 300 ribu orang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Kekhawatiran tersebut muncul seiring rencana pengurangan produksi batu bara nasional yang diperkirakan mencapai 195 juta ton per tahun. Sebagai daerah penyumbang sekitar 60 persen produksi batu bara nasional, Kaltim diprediksi menjadi wilayah yang paling merasakan dampaknya.

Bambang berharap pemerintah pusat mempertimbangkan kondisi daerah sebelum mengambil keputusan yang berpengaruh terhadap industri pertambangan.

“Kita berharap suara dari daerah didengar. Dampak pembatasan atau keterlambatan RKAB ini sangat besar bagi industri tambang dan ekonomi Kalimantan Timur,” katanya.

Selain ancaman terhadap tenaga kerja, keterlambatan persetujuan RKAB juga menyebabkan sejumlah perusahaan tidak dapat menjalankan aktivitas operasional secara normal.

Banyak perusahaan hingga kini masih menunggu persetujuan dokumen tersebut untuk melanjutkan kegiatan produksi dan penjualan batu bara.

“Banyak perusahaan masih menunggu. Karena RKAB belum keluar, aktivitas operasional tidak bisa berjalan seperti biasa,” ujar Bambang.

RKAB merupakan dokumen tahunan yang wajib disusun perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Dokumen tersebut memuat rencana kerja, target produksi, dan anggaran operasional yang harus mendapat persetujuan Kementerian ESDM sebelum perusahaan dapat berproduksi secara legal.

Tanpa persetujuan RKAB, perusahaan tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan aktivitas penambangan maupun penjualan hasil produksi.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pelaku usaha juga menghadapi tantangan lain berupa fluktuasi harga komoditas dan meningkatnya biaya operasional.

Menurut Bambang, kenaikan harga batu bara di pasar internasional belum sepenuhnya memberikan keuntungan karena diikuti naiknya biaya energi, termasuk bahan bakar minyak yang menjadi komponen penting dalam kegiatan operasional tambang.

“Harga batu bara memang naik, tetapi biaya operasional juga meningkat. Kondisinya belum sepenuhnya stabil bagi perusahaan,” ujarnya.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga turut memengaruhi perhitungan bisnis perusahaan tambang. Meski ada keuntungan dari sisi ekspor, tekanan biaya yang meningkat membuat situasi industri tetap penuh tantangan.

Bambang menilai berbagai faktor global memang memengaruhi sektor pertambangan. Namun, ketidakpastian terkait RKAB saat ini menjadi persoalan yang paling dirasakan perusahaan karena berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan operasional dan nasib ribuan pekerja.

Pemerintah Provinsi Kaltim berharap proses persetujuan RKAB dapat segera diselesaikan agar aktivitas pertambangan kembali berjalan normal sekaligus menghindari potensi gelombang PHK yang dapat berdampak luas terhadap perekonomian daerah. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Hanta Virus Jadi Perhatian, Rutan Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat

0
Sosialisasi Hanta Virus di Rutan Tanah Grogot yang diikuti pegawai, petugas kesehatan, dan warga binaan. (Istimewa)

PASER – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Paser menggelar sosialisasi Hanta Virus di Aula Rutan Tanah Grogot, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pegawai, petugas kesehatan, serta perwakilan warga binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan pemahaman mengenai penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat.

Kepala Rutan Tanah Grogot, Aris Triyanto, mengatakan sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi mengenai potensi penyebaran Hanta Virus, gejala yang perlu diwaspadai, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan hunian.

“Peserta diberikan informasi mengenai gejala penyakit, faktor risiko, serta tindakan yang harus dilakukan apabila ditemukan indikasi kasus Hanta Virus di lingkungan sekitar,” kata Aris.

Ia menjelaskan, Hanta Virus merupakan penyakit yang dapat menular melalui paparan kotoran, air liur, maupun urine hewan pengerat yang terinfeksi. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebarannya.

Menurut Aris, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Tanah Grogot dalam menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh penghuni maupun petugas.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap seluruh pegawai dan warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyakit,” ujarnya.

Selain memberikan edukasi, Rutan Tanah Grogot juga terus memperkuat langkah promotif dan preventif di bidang kesehatan, termasuk melakukan pengawasan terhadap potensi keberadaan hewan pengerat di lingkungan rutan.

Aris menegaskan, kesehatan yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas petugas pemasyarakatan maupun program pembinaan warga binaan.

Keterlibatan Dinas Kesehatan Kabupaten Paser dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Rutan Tanah Grogot dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan aman.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan aman,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S.