Beranda blog Halaman 16

69 Kasus Kebencanaan Terjadi di Bontang hingga Agustus 2026, 39 di Antaranya Karhutla

0
Salah satu lahan di wilayah Bontang yang terbakar. (Ist).

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mencatat, sebanyak 69 kasus kejadian kebencanaan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 39 kasus di antaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, mengatakan bahwa kasus karhutla menjadi salah satu kejadian yang cukup mendominasi, selama periode tersebut.

“Dari 69 kasus yang ada, mulai dari Januari sampai Agustus, ada sekitar 39 kasus untuk karhutla,” ujar Ismail saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Ia menyebutkan, salah satu kejadian kebakaran lahan dengan luasan cukup besar terjadi di wilayah Sempayang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dalam kejadian tersebut, api berhasil menghanguskan lahan sekitar 6,26 hektar.

Kondisi ini menjadi perhatian BPBD Bontang, terlebih saat musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, mengatakan sebagian besar lahan yang terbakar diduga merupakan area yang sengaja dibuka oleh masyarakat.

“Sekitar 80 persen lahan yang terbakar merupakan lahan yang memang sengaja dibuka,” ungkapnya.

Meski kasus karhutla cukup tinggi, Usman menilai kondisi udara di Bontang hingga saat ini masih belum masuk kategori darurat. Asap maupun kabut yang terpantau, masih dalam kondisi normal dan belum terlalu tebal.

“Dikatakan darurat tidak, aman juga tidak. Jadi kondisi di sini masih biasa,” jelasnya.

Menurut Usman, kondisi geografis Bontang juga menjadi salah satu faktor yang membuat dampak kebakaran lahan tidak separah daerah lain, seperti contohnya di Kutai Barat (Kubar). Sebab, wilayah Bontang tidak didominasi lahan gambut dan kawasan hutannya juga tidak terlalu luas.

“Lahan di sini juga bukan tanah gambut, dan tidak terlalu banyak hutan,” tambahnya.

Meski demikian, pihak BPBD Bontang tetap melakukan pemantauan dan penanganan terhadap setiap titik api, untuk mencegah kebakaran meluas. Serta mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penjaringan Ketua KONI Bontang Dibuka 7 September

0
TPP Bakal Calon Ketua Umum KONI Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bakal calon Ketua Umum KONI Kota Bontang masa bakti 2026-2030, mulai membuka tahapan pendaftaran pada 7 September 2026.

Pengambilan formulir pendaftaran dibuka hingga 12 September 2026, pukul 09.00-16.00 Wita di Sekretariat TPP, Kantor Dispopar Bontang lantai tiga.

Ketua TPP, Herdy, mengatakan bakal calon diberikan waktu untuk mengembalikan formulir dan melengkapi persyaratan mulai 9 hingga 15 September 2026. Selanjutnya, TPP akan melakukan verifikasi berkas pada 15-17 September.

“Semuanya sudah ada ketentuan dan persyaratan yang harus kami jalankan. Setelah seluruh berkas masuk, kami akan melakukan verifikasi,” ujarnya, Jumat (4/9).

Salah satu syarat utama bakal calon adalah mengantongi dukungan tertulis minimal 30 persen dari cabang olahraga anggota KONI Bontang, dan 30 persen dari organisasi fungsional.

Plt Sekretaris KONI Bontang, Fahri Jacub, menjelaskan saat ini terdapat 67 cabang olahraga yang terdaftar sebagai anggota KONI Bontang. Dengan ketentuan tersebut, bakal calon minimal harus memperoleh dukungan dari 21 cabor dan satu organisasi fungsional.

Dengan demikian, sedikitnya 22 surat dukungan harus dikantongi bakal calon untuk memenuhi persyaratan pendaftaran.

Selain dukungan organisasi, bakal calon juga harus memiliki kemampuan manajerial, memahami dan menjalankan AD/ART KONI, serta mampu menjadi pengayom dan mempersatukan unsur masyarakat olahraga.

Bakal calon juga diwajibkan memiliki pengalaman sebagai ketua umum cabang olahraga, Ketua Umum KONI, atau pengurus KONI yang dibuktikan dengan surat keputusan kepengurusan.

Setiap cabor dan badan fungsional hanya diperbolehkan memberikan dukungan kepada satu bakal calon. Dukungan yang telah diberikan juga tidak dapat dicabut kembali.

Selain itu, calon wajib merupakan warga negara Indonesia, tidak sedang berstatus tersangka dalam proses pidana, serta menyatakan kesediaan dan kesiapan untuk mengelola organisasi KONI Bontang.

Seluruh hasil penjaringan nantinya akan diserahkan kepada pimpinan sidang dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Luar Biasa KONI Bontang, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Drum Bekas Oli Dipotong Pakai Gerinda, Meledak! Pekerja Besi Tua Alami Patah Kaki

0
Kondisi pekerja yang mengalami patah kaki. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Kecelakaan kerja terjadi di sebuah bengkel jual beli besi tua di Jalan Tomat, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Sebuah drum bekas oli atau minyak tiba-tiba meledak, saat hendak dipotong oleh salah seorang pekerja.

Ledakan tersebut mengakibatkan seorang pekerja mengalami cedera, hingga diduga mengalami patah tulang pada bagian kaki. Korban kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah satu saksi mata, Tuti, mengatakan peristiwa bermula ketika korban tengah memotong drum bekas, akan tetapi tiba-tiba saja drum yang hendak dipotong meledak hingga mengenai kaki si pekerja.

“Jadi ceritanya itu pekerja lagi motong drum bekas oli atau minyak, tapi tiba-tiba saja meledak,” ujar Tuti saat ditemui.

Menurutnya, korban diduga menggunakan alat gerinda untuk memotong drum tersebut. Namun, saat proses pemotongan berlangsung, drum tiba-tiba langsung meledak begitu saja.

“Kalau tidak salah pekerja ini motong drumnya pakai alat gerinda,” katanya.

Usai kejadian, pihak kepolisian juga mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan kondisi di sekitar tempat kejadian.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi di area bengkel yang berada di lingkungan pemukiman. Hingga kini, penyebab pasti drum bekas tersebut dapat meledak saat dipotong, masih dalam penanganan pihak terkait.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PT LBB Klaim Lunasi Tunggakan ke Pemkot Bontang, Total Kewajiban Sekitar Rp2 Miliar

0
Direktur Perumda AUJ, Abdu Rahman (kanan), Joni Muslim, Komisaris PT LBB (kiri) Direktur Utama PT LBB Hariyadi (tengah). (Syakurah)

BONTANG– PT Laut Bontang Bersinar (LBB) mengklaim telah menyelesaikan seluruh tunggakan kewajibannya kepada Pemerintah Kota Bontang. Total pembayaran yang telah direalisasikan disebut mencapai sekitar Rp2 miliar, yang mencakup tunggakan kontribusi tetap, bagi hasil, serta denda atau penalti keterlambatan pembayaran.

Komisaris PT LBB, Joni Muslim, mengatakan pelunasan tunggakan tersebut merupakan bagian dari pembenahan perusahaan, setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen sebelumnya.

Persoalan utama yang ditemukan saat manajemen melakukan pemetaan kondisi perusahaan, adalah adanya kewajiban kepada pemerintah yang belum diselesaikan.

“Ketika saya masuk, kami memetakan persoalan-persoalan yang dihadapi LBB, terutama persoalan internal,” ujar Joni.

Ia menyebut, terdapat tunggakan kontribusi tetap yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat pula kewajiban pembayaran penalti akibat keterlambatan.

“Alhamdulillah, kontribusi tetap dan penalti itu sudah diselesaikan. Ini memang utang masa lalu, tetapi tetap harus bertanggung jawab,” katanya.

Adapun pembayaran disampaikan Direktur Utama PT LBB, Hariyadi. Untuk tunggakan kontribusi tetap, PT LBB sebelumnya masih memiliki kewajiban sekitar Rp467 juta. Dari jumlah tersebut, perusahaan telah melakukan pembayaran awal sebesar Rp400 juta, kemudian melunasi sisa sekitar Rp67 juta.

Untuk kewajiban bagi hasil, Hariyadi menyebut terdapat pembayaran untuk tahun 2023 sebesar sekitar Rp59 juta dan tahun 2024 sebesar sekitar Rp143 juta.

Selanjutnya, perusahaan juga melunasi kewajiban berupa denda atau penalti keterlambatan pembayaran. Salah satu pembayaran denda terakhir yang disebutkan dalam keterangan manajemen mencapai sekitar Rp405 juta.

“Adapun kewajiban tunggakan dan penalti lainnya, sehingga total akumulasi pembayaran mencapai sekitar Rp2 miliar,” katanya.

Hariyadi menegaskan, seluruh kewajiban kepada Pemkot Bontang yang menjadi tanggungan perusahaan telah diselesaikan.

Menurut Joni, setelah kewajiban kepada pemerintah diselesaikan, perusahaan kini berfokus pada pembenahan operasional dan peningkatan pelayanan pelabuhan.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pengadaan fender pelabuhan dengan perkiraan anggaran sekitar Rp400 juta. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan kapal saat bersandar.

“Karena kewajiban kepada pemerintah sudah kami selesaikan, selanjutnya kami akan menggenjot pendapatan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan peningkatan fasilitas,” kata Hariyadi.

Selain melunasi tunggakan, manajemen PT LBB juga mengklaim telah melakukan efisiensi anggaran, termasuk memangkas biaya perjalanan dinas hingga hampir 80 persen.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kabel Terurai hingga Sentuh Jalan, Warga Khawatir Bahayakan Pengendara di Belakang Bank Dhanarta

0
Kondisi kabel yang terurai di wilayah belakang Bank Dhanarta. (Dwi S).

BONTANG – Kabel sambungan yang diduga merupakan jaringan internet berurai hingga menggantung dan menyentuh badan jalan, di kawasan Jalan Jetski, tepatnya di belakang Bank Dhanarta, depan Rumah Adat, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (4/9/2026) siang.

Dari pemantauan di lapangan, kondisi tersebut sangat dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

Diketahui, sebelumnya posisi kabel berada di bagian tiang listrik, akan tetapi saat ini, kondisi kabel tampak menjuntai ke bawah hingga jatuh ke permukaan aspal.

Salah satu warga sekitar, Adi, mengatakan bahwa kondisi kabel tersebut baru terjadi Jumat pagi. Menurutnya, sebelumnya kabel tersebut tidak dalam kondisi berurai seperti saat ini.

“Ini barusan saja kabelnya turun. Kemarin tidak ada seperti ini. Kemungkinan pas sehabis truk box lewat sampai mengenai kabel,” kata Adi saat dikonfirmasi.

Ia menduga kabel tersebut sejak awal dipasang terlalu rendah. Kondisi itu membuat kabel berpotensi tersangkut kendaraan berukuran besar ketika melintas, sehingga sambungan menjadi longgar dan akhirnya menjuntai ke badan jalan.

“Sepertinya ini kabel WiFi. Bahaya memang kalau dibiarkan. Tapi mau bagaimana lagi, kita juga tidak berani membenahi,” ujarnya.

Warga berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait, maupun pemilik jaringan. Penanganan diperlukan agar kabel tidak semakin turun dan membahayakan pengendara yang melintas, khususnya kendaraan roda dua.

Terlebih, di wilayah Jalan Jetski masih menjadi akses yang sering dilalui kendaraan warga, sehingga keberadaan kabel yang menjuntai ke jalan, dinilai perlu segera diamankan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Raih Dua Penghargaan Regional, Bontang Dapat Dukungan Program Rp4 Miliar

0
Wali Kota Bontang menerima penghargaan di Balikpapan. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang meraih dua penghargaan Terbaik I dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II untuk Regional Kalimantan.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/9/2026) malam.

Pemkot Bontang meraih penghargaan pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, serta kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Selain penghargaan, Pemkot Bontang juga memperoleh apresiasi dukungan program senilai Rp2 miliar untuk masing-masing kategori.

Capaian di bidang layanan kesehatan dinilai berkaitan dengan upaya pemerintah daerah, dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Sementara pada sektor lingkungan, Pemkot Bontang selama ini menjalankan sejumlah program pengelolaan sampah, termasuk penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT)

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Capaian ini akan menjadi pendorong bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan publik,” ujarnya.

Dua penghargaan ini menambah capaian Pemerintah Kota Bontang di tingkat regional Kalimantan sepanjang tahun 2026.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Parkir Pasar Pagi Terbatas, Kendaraan Pedagang Diminta Tak Kuasai Ruang

0
Gedung Pasar Pagi Samarinda. (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Keterbatasan ruang parkir menjadi salah satu persoalan dalam penataan Pasar Pagi Samarinda. Dengan sekitar 2.838 pedagang, gedung pasar hanya memiliki kapasitas sekitar 450–474 sepeda motor dan 69–70 mobil.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda harus mengatur penggunaan ruang parkir agar tidak seluruhnya dipenuhi kendaraan pedagang. Sebagian kapasitas harus tetap tersedia untuk masyarakat yang datang berbelanja.

Kepala Dishub Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP) Pasar Pagi belum terpenuhi secara ideal. Persoalan semakin kompleks karena gedung pasar berada di kawasan yang bersinggungan dengan ruas jalan nasional sehingga pengaturan lalu lintas harus memperhatikan rekomendasi Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu. (Hanafi/Media Kaltim)

“Parkir yang harus tersedia. Tapi sekali lagi, Gedung Pasar Pagi itu kan ada di jalan nasional. Rekomendasi dari Kementerian Perhubungan, SRP ruang parkir yang harus tersedia itu dengan kondisi fisik masih sangat kurang,” ujar Manalu.

Data yang disampaikan Dishub menunjukkan kapasitas parkir roda dua sekitar 450–474 kendaraan. Untuk roda empat, hanya tersedia ruang sekitar 69–70 kendaraan.

Jumlah tersebut berhadapan dengan tingginya aktivitas di pasar. Dalam database pemerintah tercatat sekitar 2.838 pedagang yang akan beraktivitas di Pasar Pagi, belum termasuk masyarakat yang datang berbelanja.

Karena itu, Dishub mengingatkan pedagang agar tidak menjadikan seluruh ruang parkir sebagai tempat kendaraan mereka selama beraktivitas di pasar.

“Kami sampaikan kepada pedagang, kalau pedagang semua memenuhi parkir tersebut, nanti masyarakat untuk beli di mana? Kita ingin masyarakat tetap bisa membeli dagangan di pasar tersebut,” katanya.

Salah satu skema yang disiapkan untuk menjaga perputaran kendaraan adalah tarif parkir progresif. Semakin lama kendaraan berada di area parkir, tarif yang dikenakan akan menyesuaikan ketentuan yang berlaku.

Konsep tersebut diharapkan mencegah kendaraan berada terlalu lama di satu tempat sehingga ruang parkir dapat bergantian digunakan pengunjung.

Namun, penataan tidak hanya menyangkut jumlah kendaraan yang dapat ditampung. Akses keluar-masuk pasar juga menjadi perhatian karena berpotensi menambah kepadatan lalu lintas di pusat Kota Samarinda.

Dishub memberikan perhatian khusus terhadap Jalan Jenderal Sudirman. Menurut Manalu, apabila akses kendaraan roda empat terlalu banyak dibebankan ke ruas tersebut, kepadatan lalu lintas berpotensi meningkat dan memengaruhi kinerja simpang.

“Kalau roda empat ditaruh di Jalan Jenderal Sudirman, itu akan menimbulkan kepadatan. Kinerja simpang dan kinerja ruang jalan menjadi lebih tinggi dan levelnya menjadi rendah,” jelasnya.

Dalam rekayasa lalu lintas yang disiapkan, kendaraan roda dua masih memungkinkan menggunakan akses Jalan Jenderal Sudirman. Sementara kendaraan roda empat diarahkan melalui Jalan KH Ahmad Dahlan.

Pengaturan tersebut nantinya diperkuat dengan pemasangan rambu dan perangkat lalu lintas lainnya.

“Yang kami lakukan tetap berpatokan kepada rekomendasi dari pemerintah dan Kementerian Perhubungan. Tapi kami melakukan rekayasa, termasuk penempatan rambu-rambu lalu lintas,” pungkas Manalu.

Dengan jumlah pedagang yang mencapai ribuan sementara kapasitas parkir terbatas, Dishub harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pedagang dan pengunjung. Penataan juga harus memastikan aktivitas pasar tidak menambah beban lalu lintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan ruas sekitarnya. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Cegah Makanan Terbuang Saat PJJ, SMPN 3 Tenggarong Liburkan MBG

0
Gedung SMP Negeri 3 Tenggarong yang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap karhutla. (Ady/Media Kaltim Network)

TENGGARONG – Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap karhutla ikut berdampak pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Tenggarong. Distribusi makanan untuk 979 siswa dihentikan sementara hingga 8 September 2026 untuk mencegah makanan terbuang karena siswa belajar dari rumah.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan pengalaman sekolah saat kegiatan belajar mengajar diliburkan selama Ramadan. Ketika itu, distribusi MBG tetap berjalan dan siswa diperbolehkan datang ke sekolah untuk mengambil makanan.

Namun, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 3 Tenggarong Inawati mengatakan hanya sekitar 20–25 persen siswa yang datang mengambil jatah makanan.

“Dari pengalaman sebelumnya, mungkin hanya sekitar 20 sampai 25 persen siswa yang datang mengambil,” kata Inawati.

Dengan jumlah siswa mencapai 979 orang, rendahnya tingkat pengambilan membuat banyak porsi makanan yang sudah disiapkan tidak tersalurkan kepada penerima.

Menurut Inawati, persoalan utamanya adalah pola distribusi. Ketika kegiatan belajar dilakukan dari rumah, siswa cenderung enggan kembali ke sekolah hanya untuk mengambil MBG.

“Anak-anak kami biasanya kalau sudah berada di rumah, kemudian harus datang ke sekolah untuk mengambil MBG, mereka cenderung malas,” ujarnya.

Sekolah sebelumnya sempat menyiasati kondisi tersebut dengan meminta siswa yang datang mengambil porsi lebih banyak agar makanan tidak terbuang. Namun, cara itu dinilai tidak ideal apabila pembelajaran dari rumah berlangsung beberapa hari.

Berdasarkan pengalaman tersebut, pihak sekolah mengajukan permohonan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar distribusi MBG dihentikan sementara selama PJJ.

Koordinator MBG SMP Negeri 3 Tenggarong Suprihatin mengatakan penghentian tersebut hanya berlaku untuk sekolah tersebut. Distribusi MBG ke sekolah lain tetap berjalan.

“Kalau dari pihak MBG, distribusi masih tetap dilakukan di tempat-tempat lain. Namun, khusus untuk SMP Negeri 3 Tenggarong, distribusinya diliburkan,” kata Suprihatin.

Penghentian sementara telah mendapat persetujuan hingga 8 September 2026, menyesuaikan periode PJJ yang diberlakukan di Kutai Kartanegara.

Jika PJJ diperpanjang, sekolah akan kembali berkoordinasi dengan SPPG untuk menentukan pola distribusi berikutnya.

“Nanti kepala sekolah dan pihak sekolah akan melakukan kesepakatan lagi. Yang pasti, sampai tanggal 8 sudah mendapat persetujuan,” tutur Suprihatin.

PJJ di Kukar diberlakukan pada 3–8 September 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah.

Pada hari pertama PJJ, Kamis (3/9/2026), lingkungan SMP Negeri 3 Tenggarong tampak sepi dari aktivitas siswa. Seluruh pelajar mengikuti pembelajaran dari rumah, sedangkan guru tetap datang dan mengajar secara daring dari sekolah.

“PJJ itu sebenarnya muridnya aja. Gurunya itu semua di sekolah. Karena ada Zoom, ada yang Google Meet, ada yang di sini, ada yang ke kelas,” ujar Inawati.

Guru menggunakan ruang kelas masing-masing untuk mengajar. Mereka tidak ditempatkan bersama-sama di aula agar suara dari sejumlah kegiatan pembelajaran daring tidak saling mengganggu.

“Kalau numpuk di sini, di aula terlalu bising. Jadi ke kelas-kelas teman-teman, itu seperti itu,” katanya.

Dari sisi perangkat, sekolah telah menyiapkan Chromebook untuk mendukung pembelajaran. Ruang kelas juga dilengkapi papan tulis digital, router dan jaringan WiFi.

SMP Negeri 3 Tenggarong berstatus Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) karena telah menerapkan ekosistem Google for Education. Sistem pembelajaran digital yang telah dibangun sebelumnya membuat sekolah tidak membutuhkan banyak penyesuaian saat kembali menerapkan PJJ.

Pada hari pertama, gangguan sempat terjadi ketika listrik padam. Namun, kondisi tersebut berlangsung singkat dan proses pembelajaran dapat dilanjutkan.

Meski pembelajaran daring berjalan, Inawati mengakui pembelajaran tatap muka tetap lebih efektif untuk membangun interaksi langsung antara guru dan siswa.

“Lebih enak di sekolah sebenarnya. Kita tidak begitu repot langsung ke kelas, bertatap muka langsung dengan anak, berinteraksi,” ungkapnya.

Selama PJJ, sekolah tetap melakukan pemantauan. Guru diminta mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dan melaporkannya melalui grup komunikasi sekolah. Guru yang belum terbiasa menggunakan perangkat pembelajaran daring juga didampingi rekan yang lebih menguasai teknologi.

“Yang kurang teknologi biasanya dibantu teman-teman kami yang muda-muda itu. Kan ada juga angkatan tua,” jelas Inawati.

Untuk sementara, PJJ dan penghentian distribusi MBG di SMP Negeri 3 Tenggarong berlaku hingga 8 September. Kebijakan berikutnya akan menyesuaikan perkembangan kabut asap dan keputusan mengenai kelanjutan pembelajaran jarak jauh. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Karhutla Terus Bermunculan, 24,4 Hektare Lahan Balikpapan Terbakar

0
Petugas menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan Kariangau, Balikpapan. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang di Balikpapan. Hingga Kamis (3/9/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 53 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 24,4 hektare.

Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali mengatakan puluhan kejadian tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Sebagian besar kebakaran masih dalam skala relatif kecil dan dapat ditangani petugas di lapangan.

“Dari 53 kejadian itu, secara keseluruhan ada 24,4 hektare atau 244.666 meter persegi lahan yang terbakar,” ujar Usman, Kamis (3/9/2026).

Balikpapan Utara menjadi kecamatan dengan kejadian terbanyak, yakni 17 kasus. Dari jumlah tersebut, delapan kejadian tercatat di Kelurahan Graha Indah.

Menurut Usman, kondisi geografis Balikpapan Utara menjadi salah satu faktor yang membuat wilayah tersebut rawan kebakaran. Kecamatan dengan luas sekitar 132,16 kilometer persegi itu masih memiliki banyak lahan kosong, semak belukar dan ilalang.

Sejumlah wilayah juga berbatasan dengan kawasan hijau maupun hutan lindung. Ketika cuaca panas dan lahan mengering, vegetasi tersebut lebih mudah terbakar apabila terdapat sumber api.

Balikpapan Selatan berada di urutan berikutnya dengan 14 kejadian. Kelurahan Sepinggan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak di kecamatan tersebut, yakni delapan kejadian.

Sementara Balikpapan Timur mencatat 13 kejadian dan Balikpapan Barat tiga kejadian. Berdasarkan data yang disampaikan BPBD, Balikpapan Kota belum mencatat kejadian karhutla.

Data tersebut masih bersifat sementara. Pada Kamis (3/9/2026), petugas kembali menangani kebakaran lahan di Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat.

“Untuk saat ini, sedang dalam penanganan petugas,” tegas Usman.

Dengan adanya kebakaran terbaru di Kariangau, rekapitulasi jumlah kejadian maupun luas lahan terbakar masih berpotensi bertambah setelah penanganan dan pendataan lapangan selesai dilakukan.

BPBD mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama kondisi kering. Api dalam skala kecil dapat dengan cepat merambat ke semak dan vegetasi kering di sekitarnya.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S.

Personel IKN Dilatih Hadapi Karhutla, dari Operasikan Pompa hingga Teknik Nozzle

0
Simulasi pemadaman karhutla digelar di halaman Mapolresta Kawasan IKN untuk meningkatkan kemampuan personel menghadapi kebakaran di lapangan. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong peningkatan kemampuan personel di lapangan. Polisi, petugas pemadam hingga masyarakat dilatih menghadapi api melalui simulasi pemadaman di Markas Komando Polresta Kawasan IKN, Kamis (3/9/2026).

Tiga titik api buatan menjadi sasaran dalam simulasi. Peserta yang sebelumnya mengikuti Apel Siaga Karhutla menyaksikan sekaligus mempraktikkan tahapan pemadaman, mulai dari persiapan personel hingga pembagian tugas saat operasi berlangsung.

Simulasi tidak sekadar memperagakan penyemprotan air. Peserta mendapat pemahaman mengenai pembagian tugas dalam satu regu, termasuk petugas yang membawa, menarik, membentangkan hingga menggulung kembali selang pemadam.

Petugas yang bertindak sebagai nozzleman berada di posisi terdepan untuk memegang dan mengarahkan nozzle ke titik api serta mengatur pola semprotan. Personel lainnya bertugas mengoperasikan mesin dan memastikan suplai air tetap berjalan.

Pelatihan dipimpin Asisten Fire and Forest Protection (FFP) Aviation PT ITCI Hutani Manunggal (IHM), Teguh Widodo.

Menurut Teguh, posisi tubuh menjadi salah satu hal penting ketika petugas memegang nozzle dengan tekanan air tinggi. Petugas harus menjaga keseimbangan sekaligus meminimalkan paparan asap.

“Jadi bapak ibu sekalian, petugas pemegang poros nozel paling depan saat memadamkan kebakaran karhutla harus mengambil posisi sedikit duduk untuk memasang kuda-kuda rendah. Tujuannya untuk menahan tekanan balik air, menjaga keseimbangan di medan ekstrem, dan menghindari hirupan asap,” jelas Teguh.

Regu pemadam profesional terlebih dahulu memperagakan teknik tersebut. Setelah itu, simulasi dilanjutkan oleh regu campuran yang antara lain terdiri dari anggota kepolisian dan masyarakat peduli api.

Sebelum praktik pemadaman, peserta juga mendapat pengenalan terhadap sejumlah peralatan yang digunakan menghadapi karhutla, termasuk pompa air portabel dan jet spray.

Kapolresta Kawasan IKN Kombes Pol Supriyanto mengatakan kemampuan dasar pemadaman perlu dipahami seluruh unsur yang terlibat karena penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan petugas pemadam.

“Sekarang ini karhutla, tindakan pemadaman kan melibatkan semua unsur. Nah, maka perlu pemahaman terkait bagaimana usaha pemadaman itu dilakukan. Dan simulasi ini menjadi pembelajarannya. Sehingga ketika berhadapan persoalan karhutla, kita memahami paling tidak apa yang harus dilakukan segera,” jelas Supriyanto.

Simulasi merupakan rangkaian Apel Siaga Karhutla yang digelar Polresta Kawasan IKN. Kegiatan melibatkan Damkar Sepaku, Manggala Agni, Pemerintah Kecamatan Sepaku serta pemerintah desa dan kelurahan di wilayah tersebut.

Peserta juga mendapatkan selebaran maklumat Kapolda Kaltim terkait pencegahan karhutla serta edukasi penggunaan peralatan dari unsur teknis perusahaan, antara lain PT IHM, PT Agro Indomas EK, dan PT ITCI Kartika Utama (Arsari Group).

Peningkatan kesiapsiagaan dilakukan ketika kebakaran telah terjadi di sejumlah lokasi kawasan IKN dan sekitarnya. Titik karhutla antara lain dilaporkan di Samboja, RT 1 Desa Sukomulyo atau kawasan Bukit Tengkorak yang masuk Tahura Bukit Soeharto, serta Desa Suka Raja.

Khusus kebakaran di Sukomulyo, proses pemadaman masih berlangsung. Berdasarkan informasi sementara yang disampaikan dalam laporan tersebut, luas area terdampak diperkirakan telah mencapai lebih dari 200 hektare.

Luasan itu masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah pengukuran serta verifikasi lapangan selesai dilakukan.

Dengan kondisi karhutla yang masih berlangsung, Polresta Kawasan IKN mendorong setiap unsur memiliki kemampuan dasar untuk mengambil tindakan awal. Kecepatan mendeteksi dan menangani api dinilai penting agar kebakaran tidak berkembang semakin luas. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.