Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah (empat dari kiri) berfoto bersama usai panen jagung di Kampung Lutan. (Dok. Polres Mahulu)
UJOH BILANG – Polres Mahakam Ulu menggelar panen jagung Kuartal I Tahun 2026 di Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.
Panen jagung dipimpin langsung Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah. Turut hadir jajaran Polres Mahulu, unsur pemerintah kampung, kelompok tani, serta personel Polsek Long Hubung.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian sebagai penopang perekonomian masyarakat Mahulu.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu terkait pengembangan sektor pertanian turut dibahas, mulai dari optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas hasil pertanian, penguatan kelompok tani hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.
“Dalam kegiatan panen ini juga dibahas berbagai upaya penguatan sektor pertanian, optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas hasil tani, pengembangan kelompok tani, hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung,” ujar AKBP Eko Alamsyah.
Kapolres menambahkan, masyarakat dan kelompok tani juga menyampaikan sejumlah aspirasi serta kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan pertanian di wilayah mereka.
Menurutnya, masukan tersebut menjadi perhatian penting untuk ditindaklanjuti melalui sinergi antara Polri dan pemerintah daerah.
“Kami dari Polres Mahulu berkomitmen menampung seluruh masukan masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mencarikan solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi petani,” tegasnya.
Melalui kegiatan panen jagung ini, Polres Mahulu berharap sektor pertanian di wilayah Mahulu dapat terus berkembang, produktivitas petani meningkat, serta mampu mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional. (MK)
UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Tematik Kelompok Rentan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, di Ruang Serbaguna Kantor Bappedalitbangda Mahulu, Kamis (11/6/2026).
Dalam sambutan Bupati Mahulu yang dibacakannya, Suhuk menegaskan Musrenbang Tematik Kelompok Rentan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, saat membuka Musrenbang Tematik Kelompok Rentan untuk penyusunan RKPD Mahulu Tahun 2027 di Kantor Bappedalitbangda Mahulu. (Dok. Istimewa)
“Melalui forum ini, pemerintah daerah memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan, memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Suhuk, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Ia menegaskan setiap warga memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan.
Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, lanjut usia, masyarakat miskin, masyarakat hukum adat, hingga komunitas adat terpencil harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pembangunan.
“Oleh karena itu, Musrenbang Tematik ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan yang akan menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Suhuk juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, lembaga masyarakat, organisasi penyandang disabilitas, organisasi perempuan, tokoh adat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Pemkab Mahulu berkomitmen terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan peran masyarakat adat,” tegasnya.
Musrenbang Tematik Kelompok Rentan ini diharapkan menghasilkan berbagai usulan dan rekomendasi yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RKPD Mahulu Tahun 2027.
Dengan demikian, pembangunan yang direncanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat secara merata bagi seluruh warga Mahakam Ulu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah, perwakilan organisasi masyarakat, kelompok penyandang disabilitas, organisasi perempuan dan anak, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (MK)
Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, menegaskan belum memiliki agenda politik setelah kembali berada di tengah masyarakat. Saat ini, ia memilih fokus menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan berbuat baik bagi warga.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Atlet Samarinda, Sabtu (13/6/2026).
“Aduh, udah ga komen dulu misal soal politik, politik lagi,” ujarnya.
Menurut Rita, perhatian utamanya saat ini bukan pada kontestasi politik ataupun jabatan, melainkan meluruskan berbagai informasi yang menurutnya belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh di ruang publik.
“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini kan lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar. Itu saja,” katanya.
Rita menilai masih ada sejumlah aspek terkait perjalanan kasus yang menjeratnya yang belum sepenuhnya tersampaikan kepada masyarakat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan laporan kekayaan maupun berbagai informasi lain yang menurutnya kerap menimbulkan kesalahpahaman.
“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya. Ada beberapa yang miss dalam pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya. Jadi itu bagian-bagian yang tidak tertangkap ternyata dengan wartawan,” ujarnya.
Meski namanya masih sering dikaitkan dengan dinamika politik di Kukar maupun Kalimantan Timur, Rita memastikan dirinya belum memikirkan langkah politik apa pun untuk saat ini.
“Kalau tanya agenda politik, enggak ada. Belum, belum sama sekali,” tegasnya.
Ia mengaku lebih ingin hadir di tengah masyarakat dan melakukan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat.
“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa, saya bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik saja. Saya pengin hanya berbuat baik saja,” ucap Rita.
Menurutnya, fase kehidupan yang dijalaninya saat ini lebih banyak diisi dengan upaya mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memperjuangkan agar informasi mengenai dirinya dapat tersampaikan secara lebih utuh kepada publik.
Alih-alih berbicara mengenai kontestasi politik, Rita memilih memusatkan perhatian pada aktivitas sosial dan pengabdian kepada masyarakat yang menurutnya lebih bermanfaat untuk dijalani saat ini. (MK)
Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, tidak menutup kemungkinan kembali mendapatkan dukungan masyarakat dalam kontestasi politik di masa mendatang. Namun, ia menegaskan fokus utamanya saat ini masih tertuju pada penyelesaian persoalan hukum yang masih dihadapinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rita saat ditanya mengenai peluang dirinya kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin daerah.
Alih-alih berbicara panjang mengenai agenda politik ke depan, Rita memilih menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan hukum yang hingga kini masih berproses.
“Bismillah aja ya. Pokoknya kalau masalah hukumnya baik, doakan saja ya. Amin. Ini masalahnya masalah hukumnya belum selesai. Masalahnya masih berjibaku dengan itu,” ujar Rita.
Meski demikian, Rita mengakui dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam perjalanan politik seseorang.
“Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” katanya.
Pernyataan itu muncul di tengah upayanya meluruskan berbagai informasi yang selama ini berkembang mengenai dirinya. Rita berharap masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait perkara hukum yang dihadapinya.
“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini kan lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar,” ucapnya.
Menurut Rita, masih terdapat sejumlah informasi yang dinilainya belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh dalam berbagai pemberitaan, termasuk mengenai laporan kekayaan, perkara hukum yang menjeratnya, hingga informasi yang berkembang setelah dirinya bebas.
“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya itu, ada beberapa yang miss dalam hal pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya. Jadi itu bagian-bagian yang tidak tertangkap ternyata dengan wartawan,” tuturnya.
Rita menegaskan saat ini dirinya masih berfokus pada upaya memberikan penjelasan kepada publik mengenai berbagai hal yang menurutnya perlu diluruskan. Sementara terkait kemungkinan kembali maju dalam kontestasi politik, ia menyerahkan semuanya kepada perkembangan ke depan dan dukungan masyarakat. (MK)
Pelaku penembakan berinisial MZF (22) diamankan polisi bersama barang bukti setelah ditangkap kurang dari empat jam usai kejadian. (Polsek Samarinda Ulu)
SAMARINDA – Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Jatanras Polresta Samarinda berhasil mengungkap kasus penembakan yang menimpa seorang mahasiswi di Samarinda. Pelaku berinisial MZF (22) berhasil ditangkap kurang dari empat jam setelah kejadian.
Korban berinisial LA (20), mahasiswi asal Desa Giri Agung, Kutai Kartanegara, mengalami luka tembak di bagian belakang kepala saat baru pulang kuliah pada Jumat malam (12/6/2026) sekitar pukul 22.25 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan P. Suryanata, Perumahan Graha Indah, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, mengatakan saat kejadian korban baru tiba di rumah dan hendak memarkirkan sepeda motornya.
“Korban baru pulang kuliah dan hendak memarkirkan sepeda motornya di rumah. Namun situasi mendadak berubah mencekam ketika korban mendengar suara letusan keras,” ujarnya.
Tak lama setelah suara letusan yang diduga berasal dari senapan angin tersebut, korban langsung terjatuh sambil memegangi bagian belakang kepalanya yang mengalami luka dan mengeluarkan darah.
Korban kemudian dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.
Ayah korban, Suryanto (56), selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Samarinda Ulu.
Menerima laporan itu, Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Jatanras Polresta Samarinda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Dari hasil penyelidikan dan analisis rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku yang mengarah kepada MZF, warga Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pengejaran ke wilayah Kutai Kartanegara.
Pelarian pelaku berakhir pada Sabtu dini hari (13/6/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Polisi berhasil mengamankan MZF di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang.
“Berkat kesiapan dan kejelian tim di lapangan, pelaku berhasil diamankan beberapa jam setelah kejadian. Saat ini pelaku telah berada di Polsek Samarinda Ulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Asriadi.
Saat ini penyidik masih mendalami motif di balik aksi penembakan tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur dendam pribadi, salah sasaran, maupun motif lainnya.
Sementara itu, korban LA masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak yang dideritanya. (MK)
Pandji Pragiwaksono tampil membawakan materi stand up comedy dalam pertunjukan "Kaltim Paradox" di Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)
SAMARINDA – Pertunjukan stand up comedy komika nasional Pandji Pragiwaksono bertajuk “Kaltim Paradox” sukses digelar di Samarinda dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di tengah maraknya penundaan sejumlah kegiatan publik belakangan ini, acara tersebut berlangsung lancar dengan antusiasme penonton yang tinggi.
CEO B Epic Events dan B First Project selaku promotor acara, Rifky Nugraha Wardana, mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. Menurutnya, kehadiran penonton dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap seni komedi tunggal.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan acara event tunggal Pandji Pragiwaksono. Kita lihat tadi antusias masyarakat luar biasa. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa kritik itu tidak selalu harus lewat demonstrasi, tapi ternyata bisa disampaikan dengan cara yang berbeda, yaitu melalui seni stand up,” ujar Rifky usai acara.
Selain menghadirkan Pandji sebagai penampil utama, panggung “Kaltim Paradox” juga memberi ruang bagi komika lokal untuk tampil sebagai opener. Di antaranya Mr. Gamayel yang berlatar belakang anggota kepolisian, Damli dari Penajam Paser Utara, serta sejumlah komika dari Samarinda dan Balikpapan.
Menanggapi pertanyaan mengenai tema “Kaltim Paradox” yang dinilai sebagian penonton hanya sedikit menyinggung isu-isu lokal, Rifky menegaskan bahwa seluruh materi yang dibawakan Pandji sepenuhnya merupakan keputusan pribadi sang komika.
“Tidak ada materi titipan. Kita menyerahkan semua materinya ke Bang Pandji. Dia tidak bisa disetir. Mau membawakan materi apa pun, itu murni keputusan dia,” tegasnya.
Rifky juga meluruskan pernyataan Pandji di atas panggung terkait adanya koordinasi dengan pihak kepolisian sebelum pertunjukan berlangsung. Menurutnya, hal tersebut merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung.
Ia membantah adanya pembatasan kreativitas maupun arahan tertentu terkait materi yang dibawakan Pandji, termasuk isu-isu yang berkembang di Kalimantan Timur.
“Kalau itu sebenarnya lebih ke faktor pengamanan saja untuk kebaikan kita bersama. Kita tahu situasi saat ini dan tema yang diangkat juga bisa memicu pro dan kontra. Jadi pihak kepolisian membantu dalam hal pengamanan agar acara berjalan kondusif. Dari kami tidak ada batasan materi, semua murni dari Bang Pandji melalui manajernya,” jelas Rifky.
Menurutnya, kolaborasi dengan aparat keamanan dilakukan semata-mata untuk memastikan kegiatan berjalan tertib tanpa mengurangi kebebasan berekspresi yang menjadi bagian dari pertunjukan stand up comedy.
Acara yang berlangsung di Samarinda tersebut pun berakhir lancar dan mendapat respons positif dari penonton yang hadir. (MK)
Saya menyempatkan foto bersama mantan Bupati Kukar Rita Widyasari sesaat setelah tiba di acara Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026). (mediakaltim)
Kemunculan Rita Widyasari menjadi perhatian dalam kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. Banyak wartawan senior yang mendekat, bersalaman, berbincang, hingga mengabadikan foto bersama mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dua periode tersebut.
Bagi banyak wartawan yang pernah bertugas di Kukar pada era 2000-an hingga pertengahan 2010-an, Rita memang bukan sosok asing. Hubungannya dengan wartawan dikenal cukup dekat sejak lama.
Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, menghadiri kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. (mediakaltim)
Saya sendiri menjadi salah satu yang merasakan hal itu. Tahun 2009, saat masih bertugas di Tenggarong, komunikasi dengan Rita cukup sering terjalin. Beberapa wawancara khusus pernah saya lakukan ketika ia mulai memimpin Kukar.
Karena itu, saat bertemu kembali di acara Wartawan Legend Bedapatan, saya sebenarnya tidak yakin ia masih mengenali saya setelah hampir sembilan tahun berlalu.
Namun begitu berjabat tangan, Rita langsung tersenyum. “Agus ya…”
Saya pun sempat terkejut. Di tengah ratusan orang yang hadir malam itu, Rita masih mengingat nama saya.
Kami kemudian berbincang singkat. Tidak lama setelah tiba di lokasi acara, Rita juga menyempatkan berfoto bersama.
Momen itu menunjukkan kedekatan Rita dengan wartawan yang telah terjalin sejak lama.
Bukan hanya saya. Sejumlah wartawan senior yang hadir malam itu juga mengaku masih dikenali Rita. Beberapa di antaranya bahkan sempat bernostalgia mengenai berbagai peristiwa besar yang pernah terjadi di Kukar saat Rita masih menjabat sebagai bupati.
Suasana hangat itu terlihat sejak Rita memasuki area acara.
Beberapa peserta langsung menghampiri. Sebagian meminta foto bersama. Sebagian lain memilih berbincang santai sambil mengenang masa-masa liputan di Tenggarong.
Di sela kegiatan, Rita juga menyempatkan diri berbicara kepada wartawan mengenai aktivitasnya setelah bebas murni pada Agustus 2025.
Menurut Rita, saat ini dirinya belum memiliki agenda politik tertentu. Ia mengaku lebih memilih fokus berada di tengah masyarakat dan menjalani aktivitas sosial.
“Aduh, sudah tidak komentar dulu soal politik. Politik lagi, politik lagi,” ujarnya sambil tersenyum.
Rita mengatakan saat ini dirinya lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat dan ingin menjalani kehidupan dengan lebih sederhana.
“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik saja, saya ingin berbuat baik saja,” katanya.
Selain itu, Rita juga menjelaskan alasan dirinya aktif menyampaikan berbagai penjelasan melalui akun media sosial pribadinya dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut dia, masih ada sejumlah informasi mengenai dirinya yang belum sepenuhnya tersampaikan kepada publik.
“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar,” ujarnya.
Rita menyebut ada beberapa hal yang menurutnya belum tertangkap secara utuh dalam berbagai pemberitaan yang beredar selama ini.
Mulai dari laporan kekayaan, perkara hukum yang menjeratnya, hingga berbagai informasi yang berkembang setelah dirinya bebas.
“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya. Ada beberapa yang miss dalam pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya,” katanya.
Meski belum berbicara banyak soal politik, Rita juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan jika suatu saat kembali mendapat dukungan masyarakat.
Saat ditanya mengenai peluang kembali maju dalam kontestasi politik, Rita memilih menjawab singkat.
“Bismillah saja. Doakan masalah hukumnya baik. Aamiin. Ini masalah hukum saya belum selesai. Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rita juga menyinggung pentingnya prinsip keberimbangan dan konfirmasi dalam pemberitaan.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.
Ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat disajikan secara berimbang sehingga publik memperoleh gambaran yang lengkap.
“Wartawan itu membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kalau wartawannya baik, mudah-mudahan suasana juga baik,” katanya.
Malam itu, kehadiran Rita menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan para wartawan senior Kalimantan Timur.
Di sela berbagai pertanyaan mengenai aktivitasnya setelah bebas, Rita terlihat lebih banyak berbincang santai dengan wartawan dan sejumlah tamu yang hadir.
Kedekatan Rita dengan wartawan sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum dirinya menjabat Bupati Kukar, hubungan yang cair dengan insan pers sudah terlihat pada sosok ayahnya, almarhum Syaukani HR.
Saat memimpin Kutai Kartanegara, Syaukani dikenal memiliki hubungan yang terbuka dengan wartawan. Tradisi itu kemudian terlihat pula pada Rita. Banyak wartawan yang bertugas di Kukar pada masa itu mengenal Rita tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sosok yang mudah dihubungi dan cukup akrab dengan kalangan pers.
Karena itu, pertemuan di Wartawan Legend Bedapatan malam itu terasa seperti sebuah reuni panjang. Bukan sekadar temu kangen, tetapi juga perjumpaan kembali antara wartawan dan sosok yang pernah menjadi bagian dari dinamika besar Kutai Kartanegara selama bertahun-tahun. (Bersambung)
Ilustrasi penangkapan pelaku kekerasan dan pencurian di wilayah Bontang Utara. (AI).
BONTANG – Unit Reskrim Polsek Bontang Utara berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), yang terjadi di wilayah Bontang Utara. Seorang pelaku berinisial MTB, berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 48 jam setelah laporan diterima polisi.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kapolsek Bontang Utara, AKP Lukito menjelaskan bahwa, pelaku diduga melakukan aksi kekerasan terhadap korban dengan tujuan menguasai barang milik korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku memaksa korban untuk menyerahkan barang berharga yang dimilikinya.
Saat korban menolak, pelaku diduga melakukan berbagai tindakan kekerasan, mulai dari menampar, mencekik, menjambak rambut korban hingga mendorong korban. Setelah itu, pelaku mengambil satu unit telepon genggam milik korban dan berupaya melarikan diri.
Menerima laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Bontang Utara segera melakukan serangkaian penyelidikan, untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. Berkat kerja cepat petugas, pelaku akhirnya berhasil terlacak dan diamankan, Jumat (12/6/2026) di wilayah Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
“Setelah pelaku telah kami diamankan, pelaku langsung dibawa ke Mako Polsek Bontang Utara untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” katanya, Sabtu (13/6/2026).
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut, yakni satu unit handphone Realme 5i warna hijau, satu buah kunci remote sepeda motor Honda PCX, serta satu rekaman CCTV yang menjadi bagian dari alat bukti penyidikan.
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 479 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
“Dengan adanya kasus ini, kami turut mengimbau ke masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan yang terjadi di lingkungan sekitar, guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Barat, Gamas Laden, saat membuka kegiatan pengukuran Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) di Kelurahan Melak Ilir. (Dok. Dispora Kubar)
SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melaksanakan pengukuran Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) secara mandiri di RT 06 Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, pada 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun sistem pembangunan olahraga daerah yang berbasis data, terukur, dan berkelanjutan. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui kondisi riil pembangunan olahraga masyarakat, mulai dari tingkat partisipasi olahraga, kebugaran masyarakat, ketersediaan sumber daya manusia olahraga, ruang terbuka olahraga, hingga berbagai aspek pendukung lainnya.
Kepala Dispora Kubar, Gamas Laden, mengatakan hasil pengukuran IPO akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan program olahraga yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pelaksanaan IPO mandiri diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program olahraga yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil pengukuran juga mendukung penguatan perencanaan dan penganggaran olahraga daerah secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Gamas, melalui kegiatan tersebut Pemkab Kubar menunjukkan komitmen untuk membangun budaya olahraga yang sehat, aktif, dan berprestasi di tengah masyarakat.
Meski pelaksanaan tahun ini masih terbatas di satu kelurahan sebagai proyek percontohan, hasil pengukuran diharapkan menjadi fondasi awal pengembangan IPO di wilayah lain di Kubar pada tahun-tahun mendatang.
“Walaupun tahun ini masih terbatas satu kelurahan sebagai pilot project, hasil pengukuran diharapkan menjadi fondasi awal pengembangan IPO di wilayah lain di Kutai Barat pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Pengukuran IPO di Melak Ilir melibatkan berbagai pihak, di antaranya IGORNAS Kubar, pemerintah kelurahan, pengurus RT, dan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut juga mendapat pendampingan langsung dari Staf Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Adi Ari Putro.
Menurut Gamas, pendampingan dari Kemenpora penting untuk memastikan seluruh proses pengukuran berjalan sesuai pedoman dan standar nasional yang telah ditetapkan.
“Pendampingan ini penting untuk memastikan pengukuran sesuai pedoman dan standar nasional. Dengan IPO ini, Kubar diharapkan memiliki data awal pembangunan olahraga yang bisa digunakan sebagai dasar evaluasi, perencanaan, dan pengembangan olahraga masyarakat menuju Kubar yang lebih sehat, aktif, dan berprestasi,” pungkasnya. (MK)