Beranda blog Halaman 17

Direktur RSUD RAPB Bantah Tolak Pasien IGD

0
Direktur RSUD RAPB, dr. Lukasiwan, saat diwawancarai usai sidang paripurna. (Istimewa)

PENAJAM — Polemik dugaan penolakan pasien anak di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara terus menjadi sorotan setelah kasus tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi luas dari masyarakat.

Direktur RSUD RAPB, dr. Lukasiwan, membantah adanya penolakan pasien sebagaimana narasi yang berkembang di media sosial maupun sejumlah pemberitaan.

Menurutnya, pasien tetap mendapatkan pelayanan medis dari tenaga kesehatan rumah sakit, termasuk pemeriksaan dan pemberian obat.

“Kalau tidak dilayani, bagaimana bisa dapat obat? Artinya pasien sudah diperiksa. Tidak ada istilah penolakan di IGD,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Ia menilai istilah “penolakan pasien” yang berkembang di publik lebih merupakan framing informasi yang kemudian menyebar luas di media sosial.

“Itu bahasa media supaya dibaca. Seolah-olah ada penolakan, padahal tidak seperti itu,” tambahnya.

Meski pihak rumah sakit menyatakan pelayanan telah berjalan sesuai prosedur, informasi yang beredar di masyarakat menunjukkan adanya ketidakpuasan dari keluarga pasien.

Anak yang disebut mengalami demam tinggi dikabarkan masih dalam kondisi panas saat diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai standar penanganan medis yang diterapkan.

Situasi tersebut menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara pendekatan medis dan harapan keluarga pasien terhadap layanan kesehatan.

Dalam sistem pelayanan IGD, penanganan pasien dilakukan berdasarkan sistem triase, yaitu metode pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan medis, bukan berdasarkan urutan kedatangan.

Lukasiwan menjelaskan bahwa pasien dengan kondisi paling kritis akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk mendapatkan penanganan.

“Yang terlihat tenang belum tentu lebih ringan, dan yang terlihat panik belum tentu paling darurat. Kami menilai berdasarkan kondisi medis,” jelasnya.

Namun bagi keluarga pasien, keputusan medis tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan rasa aman, terutama ketika pasien masih menunjukkan gejala sakit saat meninggalkan rumah sakit.

Viralnya kasus ini membuat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara turun tangan melakukan evaluasi.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin memanggil Dinas Kesehatan, manajemen RSUD RAPB, BPJS Kesehatan, serta pihak terkait lainnya untuk melakukan klarifikasi secara menyeluruh.

“Kalau emergensi, wajib dilayani. Tidak boleh ada penolakan,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga menilai polemik ini harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sistem pelayanan kesehatan, bukan sekadar mencari pihak yang disalahkan.

Sebagai langkah konkret, Pemkab PPU meminta rumah sakit menyediakan kanal pengaduan publik yang mudah diakses masyarakat agar keluhan dapat ditangani lebih cepat.

Pengamat pelayanan publik menilai polemik tersebut menunjukkan persoalan klasik dalam layanan kesehatan daerah, yakni lemahnya komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien.

Secara prosedural, tenaga kesehatan mungkin telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP). Namun tanpa penjelasan yang memadai kepada keluarga pasien, keputusan medis sering kali dipersepsikan sebagai bentuk pengabaian.

Di sisi lain, tenaga medis di IGD juga berada dalam tekanan tinggi karena harus mengambil keputusan cepat berdasarkan kondisi klinis pasien.

Kasus ini memperlihatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada standar medis, tetapi juga pada transparansi serta empati dalam komunikasi kepada masyarakat.

Pemkab PPU berharap evaluasi yang dilakukan dapat memperbaiki sistem pelayanan sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD RAPB sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama di daerah.

Sementara itu, masyarakat masih menunggu langkah konkret perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali memicu polemik di kemudian hari.

Pewarta: Deddy Pz
Editor: Agus S

Pisah Sambut Kajari Kutim, Tutuko Wahyu Minulyo Gantikan Reopan

0
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Timur di Sangatta. (Istimewa)

SANGATTA — Kepemimpinan di Kejaksaan Negeri Kutai Timur resmi berganti. Tutuko Wahyu Minulyo kini dipercaya menahkodai Kejari Kutim menggantikan Reopan Saragih yang mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Berau.

Pergantian tersebut ditandai melalui acara pisah sambut yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam acara tersebut.

Di antaranya Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, Dandim 0909/KTM, Danlanal Sangatta, Ketua Pengadilan Negeri Kutai Timur, serta Ketua Pengadilan Agama Sangatta. Turut hadir pula pimpinan perusahaan dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas dedikasi Reopan Saragih selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Timur.

Ia menilai sinergi antara kejaksaan, pemerintah daerah, serta Forkopimda selama ini berjalan baik dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung penegakan hukum di wilayah Kutai Timur.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan selama bertugas di Kutim,” ujar Ardiansyah.

Ia juga menyampaikan selamat datang kepada Tutuko Wahyu Minulyo yang kini dipercaya memimpin Kejari Kutim. Menurutnya, kehadiran pimpinan baru diharapkan dapat semakin memperkuat koordinasi lintas lembaga di daerah.

“Kami berharap sinergi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan dan penegakan hukum di Kutai Timur,” harapnya.

Sementara itu, Reopan Saragih mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah, Forkopimda, serta masyarakat selama dirinya menjalankan tugas di Kutai Timur.

Ia menyebut masa pengabdiannya terasa singkat karena hubungan kerja yang terjalin sangat baik dengan berbagai pihak di daerah.

“Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin kami memulai pengabdian di Kutim, namun hari ini saatnya kami berpamitan untuk melaksanakan tugas yang baru,” ujarnya.

Reopan juga memohon doa restu karena akan melanjutkan pengabdian sebagai Kepala Kejaksaan Negeri di Kabupaten Berau.

“Setiap keberhasilan yang dicapai bukan semata-mata karena kemampuan pribadi, tetapi berkat dukungan dan kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Timur yang baru, Tutuko Wahyu Minulyo, menegaskan jabatan yang diembannya merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan dedikasi.

“Amanah ini akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya demi memberikan pelayanan hukum yang maksimal kepada masyarakat serta mendukung pembangunan di Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.

Tutuko juga berharap dukungan dan sinergi dari seluruh unsur Forkopimda serta masyarakat agar pelaksanaan penegakan hukum di Kutim dapat berjalan optimal, transparan, dan berkeadilan.

“Kami menyadari tugas ini tidak bisa dijalankan sendiri. Karena itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak,” pungkasnya.

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

DPRD Usulkan Asuransi Lewat Perusda untuk Kapal Mahakam

0
Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung DPRD Kaltim, Samarinda. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA — Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud kembali menyoroti insiden penabrakan jembatan oleh kapal yang berulang kali terjadi di alur Sungai Mahakam. Ia menilai kejadian tersebut menjadi indikator lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Politisi yang akrab disapa Hamas itu menyebut insiden terbaru terjadi ketika kapal penarik yang mengangkut minyak kelapa sawit mentah (CPO) menabrak bagian struktur jembatan yang tengah dibangun. Akibatnya, sejumlah titik penyangga mengalami kerusakan.

“Rapat tadi membahas penabrakan jembatan yang sementara dibangun pendernya dari 12 titik, tujuh titik rebah lagi. Kemungkinan karena kapal tidak kuat dan arus, apalagi dilakukan malam hari,” ujarnya saat diwawancarai di Gedung D Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Rabu (11/3/2026).

Menurut Hamas, aktivitas penggolongan kapal yang sebelumnya dibatasi hingga sore hari kini justru berlangsung hingga malam hari. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan di jalur pelayaran Sungai Mahakam.

Ia menegaskan bahwa aktivitas pelayaran seharusnya dibatasi sesuai ketentuan demi menjaga keselamatan navigasi. Faktor pencahayaan, kesiapan kru kapal, serta stamina pandu menjadi pertimbangan penting jika pelayaran dilakukan pada malam hari.

“Harusnya maksimal sampai jam lima sore. Ternyata sudah sebulan dilaksanakan sampai malam, lalu terjadi accident,” katanya.

Hamas juga menyoroti tingginya frekuensi kejadian serupa dalam beberapa tahun terakhir. Sejak DPRD Kaltim dilantik pada 2024 hingga awal 2026, ia mencatat insiden penabrakan jembatan di Sungai Mahakam telah terjadi puluhan kali.

“Kalau accident itu berulang terus, berarti ada unsur kelalaian. Ini bisa masuk ranah pidana, bukan hanya ganti rugi,” tegasnya.

Selain itu, DPRD Kaltim kembali mendorong agar seluruh aktivitas kapal yang melintasi aset daerah, khususnya jembatan, dilakukan melalui perusahaan daerah (Perusda).

Skema tersebut dinilai dapat memberikan perlindungan lebih baik karena aktivitas pelayaran dapat dijamin melalui asuransi sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Hamas, jika kapal beroperasi melalui Perusda, setiap insiden yang terjadi dapat langsung ditangani melalui mekanisme asuransi. Selain itu, pemerintah daerah juga berpotensi memperoleh tambahan PAD dari aktivitas tersebut.

“Semua kegiatan di aliran sungai yang melewati aset daerah harus melalui Perusda. Kalau lewat Perusda ada asuransi dan pemerintah juga dapat PAD,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar dilakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) bagi perusahaan yang beroperasi di jalur Sungai Mahakam. Bahkan DPRD Kaltim tidak menutup kemungkinan pemberlakuan sanksi tegas terhadap operator kapal yang berulang kali terlibat insiden.

“Kalau sampai terjadi lebih dari tiga kali, harus ada tindakan tegas, bisa saja sampai blacklist,” katanya.

Hamas menambahkan DPRD Kaltim akan terus mendorong otoritas pelayaran untuk memperketat pengawasan aktivitas kapal di Sungai Mahakam.

Namun ia mengakui saat ini sebagian pejabat di instansi terkait masih berstatus pelaksana tugas sehingga kewenangan dalam pengambilan kebijakan belum sepenuhnya maksimal.

“Kita sudah tekan, tapi karena masih PLT, nanti kita dorong lagi kalau sudah definitif,” tutupnya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Pedagang Pasar Tumpah Sepaku Protes Lokasi Relokasi

0
Suasana Pasar Rakyat di Desa Tengin Baru yang disiapkan sebagai lokasi relokasi pasar tumpah setiap Rabu di Kecamatan Sepaku. (Atmaja Riski)

NUSANTARA — Rencana pemindahan pedagang pasar tumpah setiap hari Rabu dari Desa Suka Raja ke Pasar Rakyat Tengin Baru menuai penolakan dari para pedagang. Mereka menilai lokasi baru yang disiapkan pemerintah desa tidak strategis karena jauh dari jalan utama sehingga dikhawatirkan sepi pembeli.

Sejumlah pedagang bahkan mengaku telah mencoba berjualan di lokasi tersebut pada Rabu sebelumnya. Namun hasilnya dinilai tidak menjanjikan karena jumlah pembeli sangat sedikit dibandingkan ketika berdagang di pinggir jalan poros Desa Suka Raja.

“Jauh dari jalan raya. Lokasinya masuk ke dalam. Bagaimana mau datang pembeli,” ujar Abdul Rahman, salah satu pedagang pasar tumpah saat mengikuti aksi protes di Kantor Desa Suka Raja, Selasa (10/3/2026).

Para pedagang pasar tumpah bersikukuh tetap ingin berjualan di kawasan Suka Raja yang selama ini menjadi lokasi pasar setiap hari Rabu. Mereka meminta agar tetap diizinkan berdagang di lokasi lama, setidaknya hingga menjelang Lebaran.

Jika pemerintah tidak mengizinkan menggunakan lokasi lama, pedagang meminta agar disiapkan lokasi alternatif lain yang tetap berada di kawasan Suka Raja dan dekat dengan jalan poros sehingga mudah dijangkau pembeli.

Mayoritas pedagang pasar tumpah tersebut ternyata bukan berasal dari wilayah Sepaku. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Balikpapan, Petung, Penajam, Handil, hingga Samarinda. Sementara pedagang yang berasal dari Sepaku sendiri hanya beberapa orang.

Pedagang lokal tersebut disebut menjadi pihak yang pertama kali memulai aktivitas pasar Rabu hingga akhirnya berkembang dan ramai dikunjungi masyarakat.

Di sisi lain, berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi Pasar Rakyat Tengin Baru sebenarnya cukup memadai untuk dijadikan tempat relokasi sementara. Area halaman depan pasar terbilang luas, sementara akses jalan menuju pasar sudah menggunakan rigid beton dengan lebar sekitar empat meter dan panjang puluhan meter.

Namun lokasi pasar tersebut memang berada cukup jauh dari jalan poros utama, dengan jarak lebih dari satu kilometer sehingga dianggap kurang strategis bagi aktivitas perdagangan.

Sebagai informasi, pemerintah desa sebelumnya telah memasang spanduk pengumuman relokasi yang berbunyi: “Relokasi Sementara Pasar Rabu Mulai Hari Rabu Tanggal 4 Februari 2026 pindah ke Pasar Rakyat Desa Tengin Baru di Jalan Loa Haur.”

Kebijakan relokasi tersebut kemudian memicu protes dari para pedagang. Lebih dari 20 pedagang pasar tumpah mendatangi Kantor Desa Suka Raja pada Selasa (7/3/2026) siang hingga menjelang magrib untuk menyampaikan keberatan mereka.

Para pedagang meminta agar tetap diberikan kesempatan berdagang di lokasi lama setidaknya selama dua kali hari Rabu menjelang Lebaran.

Pantauan terbaru pada Rabu (11/3/2026) menunjukkan para pedagang masih tetap berjualan di lokasi relokasi sementara di RT 17 Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

TMMD ke-127 Berakhir, Infrastruktur Desa Linggang Amer Ditingkatkan

0
Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul memimpin upacara penutupan TMMD ke-127 di Kampung Linggang Amer, Kutai Barat. (Dok/Ichal)

SENDAWAR — Komandan Korem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul memimpin langsung upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan (Wiltas) ke-127 Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0912/Kutai Barat.

Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Rabu (11/3/2026) pukul 09.00 Wita.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, unsur Forkopimda, pejabat TNI, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga setempat.

Dalam amanat Pangdam VI/Mulawarman yang dibacakan oleh Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul menyampaikan bahwa program TMMD merupakan operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara lintas sektoral dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, lembaga terkait, serta seluruh elemen masyarakat.

“Program ini bertujuan mempercepat pembangunan di daerah, khususnya di wilayah pedesaan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, melalui program TMMD diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa sebagai fondasi utama kekuatan bangsa.

Selama 30 hari pelaksanaan TMMD, berbagai sasaran fisik maupun nonfisik berhasil diselesaikan oleh Satgas TMMD bersama masyarakat.

Adapun sasaran fisik utama yang berhasil dikerjakan antara lain semenisasi badan jalan sepanjang 475 meter dengan lebar 4 meter, pembangunan badan jalan sepanjang 3.500 meter, serta pembangunan satu unit jembatan kayu.

Selain itu, terdapat sejumlah sasaran tambahan seperti pembangunan 10 unit sumur bor, rehabilitasi enam unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan delapan unit MCK, pembukaan lahan pangan seluas satu hektare, serta penanaman 500 batang pohon.

Danrem menambahkan, pelaksanaan TMMD juga dilengkapi berbagai program sosial kemasyarakatan seperti penanganan stunting melalui pembagian paket sembako, sunatan massal, bantuan sembako bagi masyarakat, serta berbagai penyuluhan tentang bela negara, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Satgas TMMD serta semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ungkapnya.

Danrem juga mengajak masyarakat untuk menjaga serta merawat seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Setelah upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat, peninjauan stan bazar murah, pelayanan pengobatan gratis, serta peninjauan hasil pembangunan TMMD. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan prasasti TMMD ke-127. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

TMMD Hadirkan Pengobatan Gratis dan Bazar Murah untuk Warga

0
Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul meninjau pelayanan pengobatan gratis TMMD di Kampung Linggang Amer, Kutai Barat. (Dok/Ichal)

SENDAWAR — Komandan Korem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul meninjau langsung kegiatan pengobatan gratis dan bazar murah yang digelar bagi masyarakat Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan usai upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Wiltas Tahun 2026.

Dalam peninjauan itu, Danrem didampingi Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani serta Dansatgas TMMD ke-127 Letkol Inf Doni Fransisco. Turut hadir unsur Forkopimda, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat yang memanfaatkan layanan tersebut.

Pelayanan pengobatan gratis dilaksanakan oleh Kesehatan Kodim 0912/Kutai Barat bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Linggang Bigung serta didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Anggara Sitompul bersama rombongan melihat langsung proses pelayanan kesehatan yang diberikan kepada warga.

Masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat secara gratis oleh tenaga medis dari Puskesmas Linggang Bigung.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga dari Kampung Linggang Amer dan kampung sekitar sudah memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut.

Bagi sebagian warga, kegiatan ini sangat membantu karena memberikan akses pelayanan kesehatan yang mudah dan tanpa biaya.

Selain meninjau kegiatan pengobatan gratis, Danrem juga mengunjungi bazar murah yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat.

Dalam bazar tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Brigjen TNI Anggara Sitompul mengatakan kegiatan sosial seperti pengobatan gratis dan bazar murah merupakan bagian dari rangkaian program TMMD yang bertujuan membantu masyarakat secara langsung.

Menurutnya, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, maupun fasilitas umum, tetapi juga menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan bahwa kehadiran TNI bersama pemerintah daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun pelayanan sosial seperti kesehatan dan bantuan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui program TMMD.

Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan perhatian bersama.

Dengan adanya kegiatan pengobatan gratis dan bazar murah ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat dari pelaksanaan TMMD ke-127 sekaligus memperkuat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam semangat kebersamaan membangun desa menuju kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Kurangi Ketergantungan Pasokan, Paser Fokus Perkuat Pangan Lokal

0
Lahan persawahan di wilayah Kabupaten Paser yang menjadi salah satu sumber produksi pangan daerah. (Nash/MKN)

PASER — Pemerintah Kabupaten Paser terus memperkuat kemandirian pangan daerah sebagai langkah mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar wilayah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang difokuskan pada penguatan ketahanan pangan lokal.

Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari mengatakan pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui program rutin, tetapi juga disesuaikan secara responsif dengan dinamika pasar.

Karena itu, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser diminta menajamkan alokasi anggaran yang berorientasi pada penguatan sektor pangan lokal.

“Seluruh perangkat daerah telah kami minta untuk menajamkan anggaran yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan lokal, agar kita bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” katanya, Rabu (11/3/2026).

Menurut Ikhwan, Kabupaten Paser memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan peternakan yang dapat menopang kemandirian pangan daerah.

Salah satunya berasal dari sektor peternakan, khususnya sentra produksi telur ayam yang saat ini mampu menghasilkan sekitar 2.328 ton telur per tahun.

Selain itu, sektor pertanian juga menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Data produksi tahun 2025 menunjukkan bahwa produksi beras di Kabupaten Paser telah melampaui kebutuhan masyarakat.

Total produksi beras tercatat mencapai 39.350 ton, sementara kebutuhan masyarakat Kabupaten Paser yang dikenal dengan sebutan Bumi Daya Taka hanya sekitar 26.766 ton.

“Produksi beras kita kemarin itu 39.350 ton, sementara kebutuhan masyarakat itu hanya 26.766 ton, jadi kita mengalami surplus 12.584 ton beras,” ujarnya.

Melihat capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Paser berencana meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian melalui pembangunan fasilitas pengolahan gabah.

Fasilitas yang direncanakan antara lain pengering gabah (dryer) serta Rice Milling Unit (RMU) guna meningkatkan kualitas hasil panen petani sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di daerah.

“Melalui fasilitas itu, kita berharap kualitas hasil panen petani dapat meningkat sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di daerah,” pungkasnya.

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Program TMMD Bangunkan Rumah Layak untuk Warga Kubar

0
Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul meninjau rumah baru milik Herwanto yang dibangun melalui program TMMD di Kampung Linggang Amer, Kutai Barat. (Dok/Ichal)

SENDAWAR — Suasana haru menyelimuti keluarga Herwanto saat Komandan Korem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul meninjau langsung rumah baru milik mereka yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Rabu (11/3/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan usai pelaksanaan Upacara Penutupan TMMD Ke-127 Wiltas Tahun 2026. Dalam kegiatan itu, Danrem didampingi Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Dansatgas TMMD Ke-127 Letkol Inf Doni Fransisco, unsur Forkopimda Kabupaten Kutai Barat, Forkopimcam Linggang Bigung, serta Persit Kartika Chandra Kirana.

Kehadiran rombongan tersebut untuk melihat langsung hasil pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Herwanto yang telah selesai dikerjakan oleh Satgas TMMD bersama masyarakat.

Setibanya di lokasi, Danrem bersama rombongan meninjau kondisi rumah yang sebelumnya tidak layak huni. Kini rumah tersebut telah berubah menjadi bangunan yang lebih kokoh, bersih, dan nyaman untuk ditempati oleh keluarga Herwanto.

Suasana haru pun tidak dapat terbendung ketika istri Herwanto menyampaikan rasa terima kasih kepada Danrem dan seluruh anggota Satgas TMMD. Dengan mata berkaca-kaca, ia bahkan tak kuasa menahan air mata karena merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh TNI.

Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur atas rumah yang kini bisa mereka tempati dengan lebih nyaman bersama keluarga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Danrem dan semua anggota TNI yang sudah membantu kami. Rumah kami sekarang sudah bagus dan layak ditempati. Kami sangat bersyukur, TNI selalu di hati rakyat,” ucapnya penuh haru.

Mendengar ungkapan tersebut, Brigjen TNI Anggara Sitompul menyampaikan bahwa pembangunan RTLH merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak.

Menurutnya, melalui program TMMD, TNI tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur desa seperti jalan, jembatan, maupun fasilitas umum, tetapi juga membantu langsung masyarakat melalui pembangunan rumah layak huni.

“Semoga rumah ini dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga Bapak Herwanto. Kami berharap rumah ini dapat dijaga dan dirawat dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujar Danrem.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-127 Letkol Inf Doni Fransisco menjelaskan bahwa pembangunan RTLH tersebut merupakan salah satu sasaran tambahan dalam program TMMD yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan rumah tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat yang turut membantu selama proses pengerjaan berlangsung.

“Keberhasilan pembangunan rumah ini tidak terlepas dari semangat gotong royong antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat yang turut membantu selama proses pengerjaan berlangsung,” ungkapnya.

Program TMMD Ke-127 sendiri telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat di Kampung Linggang Amer dan sekitarnya. Selain pembangunan rumah layak huni, sejumlah pembangunan infrastruktur serta kegiatan sosial juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Jalan Hasil TMMD di Linggang Amer Diresmikan Danrem

0
Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul meninjau hasil semenisasi jalan program TMMD ke-127 di Kampung Linggang Amer, Kutai Barat. (Dok/Ichal)

SENDAWAR — Komandan Korem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, meninjau langsung hasil pembangunan semenisasi jalan yang dikerjakan oleh Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Rabu (11/3/2026).

Jalan yang dibangun memiliki panjang 475 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 20 sentimeter. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang bertujuan meningkatkan akses transportasi masyarakat di wilayah pedesaan.

Peninjauan dilakukan usai Upacara Penutupan TMMD Ke-127 Wiltas Tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut, Danrem didampingi Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Dansatgas TMMD Ke-127 Letkol Inf Doni Fransisco, unsur Forkopimda Kabupaten Kutai Barat, Forkopimcam Linggang Bigung, serta Persit Kartika Chandra Kirana.

Di lokasi kegiatan, rombongan melihat langsung kondisi jalan yang telah selesai dikerjakan oleh anggota Satgas TMMD bersama masyarakat melalui semangat gotong royong.

Sebagai bentuk peresmian, Danrem 091/ASN juga menandatangani prasasti peresmian semenisasi jalan tersebut yang menjadi simbol keberhasilan pelaksanaan program TMMD di Kampung Linggang Amer.

Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Anggara Sitompul menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD atas dedikasi dan kerja keras mereka selama proses pembangunan berlangsung.

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan semangat pengabdian. Walaupun dihadapkan pada berbagai keterbatasan fasilitas serta medan yang cukup sulit, para prajurit tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi demi membantu masyarakat dan mempercepat pembangunan di desa,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para prajurit agar tetap menjaga kebersamaan, kekompakan, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Saya berpesan agar seluruh prajurit tetap menjaga semangat kebersamaan, kekompakan serta selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Kehadiran kalian di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tambahnya.

Danrem menegaskan bahwa setiap pengabdian yang dilakukan prajurit TNI akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

“Teruslah bekerja dengan tulus dan ikhlas, karena setiap keringat dan pengorbanan yang diberikan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Saya berharap apa yang telah dibangun melalui program TMMD ini dapat dirasakan langsung oleh warga dan menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir untuk rakyat,” lanjutnya.

Selain itu, Danrem juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Kampung Linggang Amer yang turut membantu anggota Satgas TMMD selama proses pembangunan berlangsung.

“Saya melihat semangat gotong royong masyarakat di sini sangat luar biasa. Kehadiran TNI melalui program TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangkitkan kembali kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa jika kita bekerja bersama dengan semangat gotong royong, segala keterbatasan dapat diatasi demi kemajuan desa,” ungkapnya.

Dengan diresmikannya semenisasi jalan tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas wilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Golkar Samarinda Gelar Khataman Al-Qur’an dan Bukber Kader

0
Suasana kegiatan khataman Al-Qur’an dan buka puasa bersama DPD Partai Golkar Samarinda di Crystal Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Rabu (11/3/2026). (Hanafi)

SAMARINDA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Samarinda memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat konsolidasi kader sekaligus mempererat silaturahmi di internal partai.

Hal itu terlihat dalam kegiatan khataman Al-Qur’an dan buka puasa bersama yang digelar pada Rabu (11/3/2026) di Crystal 1 Ballroom Hotel Mercure Samarinda.

Kegiatan yang bertepatan dengan 21 Ramadan 1447 Hijriah tersebut dihadiri jajaran pengurus, kader, serta tamu undangan. Acara diawali dengan khataman Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan tausiah singkat dan buka puasa bersama.

Suasana kegiatan khataman Al-Qur’an dan buka puasa bersama DPD Partai Golkar Samarinda di Crystal Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Rabu (11/3/2026). (Hanafi)

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda, Andi Satya Adi Saputra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjadi pertemuan awal dirinya dengan para kader setelah menerima surat keputusan sebagai Plt Ketua Golkar Samarinda.

Ia menilai Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan serta membangun solidaritas di antara para kader.

“Ramadan mengajarkan kita bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga bagaimana merajut kebersamaan dan persaudaraan. Kegiatan hari ini diharapkan bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiah di antara kita,” ujarnya.

Andi Satya juga berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung dinamika politik yang akan dihadapi Partai Golkar ke depan, termasuk menjelang Pemilu 2029.

Menurutnya, Golkar Samarinda harus memperkuat konsolidasi organisasi, membangun karakter kader, serta memperluas kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

“Kita akan menghadapi tantangan ke depan, termasuk Pemilu 2029. Golkar Samarinda harus lebih solid, lebih berkarakter, dan lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang benar-benar menyentuh mereka,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur itu.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang telah dilakukan para pengurus dan kader Golkar Samarinda selama Ramadan, salah satunya pembagian takjil kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara membangun kedekatan antara Partai Golkar dengan masyarakat.

“Semoga ke depan masyarakat semakin dekat dengan Partai Golkar, dan kita berharap hasil Pemilu mendatang bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kebersamaan. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S