Beranda blog Halaman 18

Harga TBS Naik, Kutim Rem Ekspansi Sawit demi Jaga Lahan Pangan

0
Ilustrasi Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengingatkan petani agar tidak mengalihfungsikan sawah menjadi kebun sawit. (Ilustrasi AI)

SANGATTA – Kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai memunculkan kekhawatiran terhadap alih fungsi lahan pangan di Kutai Timur (Kutim). Pemerintah daerah mengingatkan petani agar tidak mengorbankan sawah untuk memperluas kebun sawit.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, membaiknya nilai ekonomi sawit tetap harus diimbangi dengan upaya mempertahankan lahan pertanian pangan. Sebab, sawah memiliki peran strategis untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

“Kita menyampaikan kepada masyarakat bahwa sawah sebenarnya bisa lebih untung daripada sawit, sepanjang diberikan bantuan pengolahannya oleh pemerintah,” kata Mahyunadi di sela Lokakarya Penguatan Akses Petani Swadaya terhadap Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Hotel Victoria Sangatta, Kamis (3/9/2026).

Menurut Mahyunadi, tingginya harga TBS memang membuat komoditas sawit semakin menarik secara ekonomi. Namun, kondisi itu tidak boleh menjadi alasan untuk mengonversi lahan sawah menjadi perkebunan sawit.

Kekhawatiran tersebut tidak terlepas dari masih tingginya ketergantungan Kalimantan Timur terhadap pasokan beras dari luar daerah, terutama Jawa dan Sulawesi. Ketergantungan itu membuat keberadaan lahan pangan lokal tetap penting untuk dipertahankan.

“Kalau pasokan dari Jawa atau Sulawesi putus, kita tidak bisa makan. Maka tetap harus mempertahankan lahan sawah,” tegasnya.

Mahyunadi mendorong pengembangan perkebunan sawit di Kutim tidak lagi bertumpu pada perluasan lahan. Peningkatan produksi, menurutnya, lebih tepat dilakukan dengan mengoptimalkan kebun yang telah ada, salah satunya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Melalui PSR, tanaman sawit yang sudah tua atau tidak lagi produktif dapat diremajakan sehingga hasil kebun meningkat tanpa harus membuka areal baru maupun mengalihfungsikan lahan pertanian pangan.

Strategi tersebut dinilai penting mengingat sawit tetap menjadi salah satu komoditas yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Tantangannya adalah menjaga manfaat ekonomi tersebut tanpa mengurangi kemampuan daerah menghasilkan pangan.

Selain meningkatkan produktivitas di tingkat kebun, Pemkab Kutim juga mendorong hilirisasi agar nilai tambah sawit tidak berhenti pada penjualan TBS.

Mahyunadi mencontohkan keberadaan industri pengolahan atau refinery di Bual-Bual yang diharapkan dapat membuka ruang lebih besar bagi koperasi maupun pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai ekonomi sawit.

Dengan pola tersebut, peningkatan pendapatan dari sektor sawit diharapkan tidak harus dibayar dengan penyusutan lahan sawah. Pemkab ingin produktivitas kebun dan hilirisasi menjadi jalan utama pengembangan sawit, sementara lahan pertanian pangan tetap dipertahankan sebagai penyangga kebutuhan masyarakat. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S.

Muncul di Area Pabrik, Buaya “Raksasa” Berhasil Dievakuasi

0
Buaya yang berhasil dievakuasi di wilayah PT Badak. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Seekor buaya berukuran besar dengan perkiraan berat mencapai 500 kilogram, berhasil dievakuasi dari kawasan pabrik PT Badak NGL.

Proses penangkapan berlangsung, Rabu (2/9/2026) kemarin, sekitar pukul 18.30 Wita. Buaya tersebut diketahui muncul di kawasan mangrove yang berada tidak jauh dari area pabrik.

Sigit, salah satu saksi mata, sekaligus karyawan RS Badak LNG mengatakan bahwa proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 Wita. Penangkapan dilakukan oleh tim sanitasi Badak LNG, yang memang memiliki tugas menangani keberadaan hewan liar di kawasan pabrik.

“Itu ditangkapnya kemarin sore, sekitar jam setengah 7 malam, waktu penangkapan pun sekitar kurang lebih 3 jam,” ujar Sigit saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, keberadaan buaya tersebut bukan pertama kalinya terlihat di kawasan pabrik. Hewan predator itu disebut beberapa kali melintas dan terlihat oleh para pekerja.

Sehingga, para pekerja yang melihat keberadaan buaya kemudian melaporkannya kepada bagian sanitasi. Tim selanjutnya melakukan proses penangkapan dan evakuasi, untuk memastikan keselamatan pekerja maupun hewan tersebut.

“Jadi Badak sendiri punya tim sanitasi untuk menangkap hewan-hewan liar, kemudian dibawa ke BKSDA untuk diamankan,” katanya.

Saat proses pemindahan buaya ke kendaraan pun membutuhkan tenaga cukup banyak, dimana ada sekitar 10 orang yang membantu, ditambah dengan petugas keamanan PT Badak NGL untuk menaikkan buaya ke mobil pick up.

Setelah berhasil diamankan, buaya tersebut terlebih dahulu ditempatkan di lokasi yang dianggap aman di sekitar kawasan Rumah Sakit (RS). Tepat di Kamis (3/9/2026) pagi, sekitar pukul 09.30 Wita, buaya kemudian dikirim ke Balikpapan untuk proses penanganan lebih lanjut.

“Buayanya sudah diamankan, yang pastinya kaki, tangan, mulutnya pun sudah pada diikat. Setelah dirasa aman, baru dikirim untuk penanganan lebih lanjut menggunakan truk ke penangkaran,” bebernya.

Ia menambahkan, keberadaan buaya di sekitar kawasan pabrik diduga berkaitan dengan habitat mangrove yang berada di sekitar area tersebut. Kondisi itu membuat kemunculan satwa liar, termasuk buaya, masih berpotensi terjadi.

Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi, agar keberadaan buaya tidak membahayakan para pekerja yang beraktivitas di kawasan pabrik. Sekaligus memastikan satwa tersebut dapat ditangani oleh pihak yang berwenang.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Terduga Pelaku Pemukulan Rekan Kerja di Pos Damkar Loktuan Diamankan Polisi

0
Ilustrasi petugas Disdamkartan Bontang melakukan kekerasan ke rekan kerjanya. (AI).

BONTANG – Terduga pelaku pemukulan rekan kerja di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Loktuan beberapa hari lalu diamankan pihak kepolisian.

Terduga pelaku berinisial AK (37), telah berhasil diamankan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Bontang, setelah diduga menganiaya rekan kerjanya.

Kapolres Bontang, AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Putu Ari Sanjaya Putra mengatakan bahwa polisi bergerak cepat setelah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

“Tim URC Satreskrim Polres Bontang mengamankan terduga pelaku, setelah adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap rekan kerjanya,” kata Putu, Kamis (3/9/2026).

Peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan baju dinas Damkar yang digunakan korban saat bertugas. Pelaku diduga marah karena pakaian tersebut dinilai tidak dicuci dengan bersih dan benar.

Kemudian persoalan itu memicu emosi tersangka, hingga terjadi dugaan penganiayaan terhadap korban. Dalam kejadian tersebut, pelaku diduga menggunakan sajam untuk menyerang rekan kerjanya.

Sehingga korban sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) akibat luka yang di dapatkan. Akibat tidak terima, lalu keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut, kepada pihak kepolisian.

“Untuk barang buktinya, kami berhasil mengamankan berupa satu pisau sangkur tactical berwarna hitam dengan panjang sekitar 35 sentimeter,” tambahnya.

Mengenai kasus tersebut, AK selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami kronologi, serta motif lengkap di balik aksi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bontang turut mengingatkan dengan terjadinya kasus seperti ini ke masyarakat, agar tidak menyelesaikan persoalan dengan emosi maupun kekerasan. Apalagi sampai menggunakan sajam.

“Jangan biarkan emosi berujung penjara,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pertamina Tegaskan Pengecer BBM Tak Bisa Dilegalkan

0
Perwakilan Asosiasi Pengecer BBM Kota Bontang saat RDP di DPRD. (Syakurah)

BONTANG – PT Pertamina Patra Niaga menegaskan aktivitas pengecer dan pengetap BBM tidak dapat dilegalkan karena terbentur regulasi.

Hal itu disampaikan Sales Area Manager Retail Kalimantan Timur dan Utara (SAM Kaltimut) Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fajri, dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Bontang, Asosiasi Pengecer BBM, dan pengelola SPBU, Senin (31/8/2026).

“Kalau sesuai regulasi ini sudah jelas ada undang-undangnya dan ada sanksi berupa denda hingga hukuman penjara,” tegasnya.

Namun, Pertamina membuka solusi bagi masyarakat di wilayah yang sulit mengakses SPBU. Pemerintah daerah dapat mengajukan pembangunan SPBU 3T, sementara kebutuhan nelayan bisa difasilitasi melalui SPBU khusus nelayan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengecer BBM Bontang, Titi, meminta pemerintah memberikan ruang bagi pengecer untuk tetap berusaha. Menurutnya, keberadaan mereka membantu masyarakat, terutama warga di kawasan pinggiran.

“Kami UMKM pengecer ini sebenarnya membantu masyarakat. Karena hampir sebagian dari kami tidak berjualan, mau tidak mau masyarakat serbu SPBU semua,” katanya.

Terkait kendaraan roda dua, Narotama menegaskan seluruh jenis motor tetap dapat mengisi BBM di SPBU, termasuk motor dengan tangki besar. Namun, pengisiannya dibatasi maksimal lima liter per hari.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Harga Suku Cadang Melonjak, Bus Patas Bontang – Balikpapan Naikkan Tarif Jadi Rp 225 Ribu

0
Terminal Bus Patas Bontang - Balikpapan. (Syakurah)

BONTANG– Kenaikan tarif tiket kendaraan juga diberlakukan oleh Pulau Indah Jaya atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Bus Patas. Pihak perusahaan terpaksa menaikkan harga tiket sebesar Rp50 ribu per orang.

Koordinator Bus Patas Bontang, Dewi, mengatakan kenaikan tersebut disebabkan oleh melonjaknya harga suku cadang bus.

“Tiket mau tidak mau kami naikkan dari Rp175 ribu menjadi Rp225 ribu,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Kenaikan tarif tersebut akan mulai berlaku pada 10 September mendatang. Namun, pelanggan yang membeli tiket sebelum tanggal tersebut masih akan dikenakan harga lama, meskipun jadwal keberangkatannya setelah 10 September.

“Misalnya, sebelum tanggal 10 sudah beli tiket untuk keberangkatan tanggal 15, harganya masih normal,” katanya.

Dewi menjelaskan, sejumlah suku cadang mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Salah satunya adalah ban bus yang mengalami kenaikan hingga 100 persen.

“Bagian yang paling sering diganti itu per dan kampas. Kalau ban, sebelumnya sekitar Rp6 juta, pas mau ganti lagi ternyata sudah Rp12 juta,” terangnya.

Ia menambahkan, saat harga solar mengalami kenaikan pada 2022, pihaknya belum menaikkan harga tiket karena biaya operasional masih dapat tertutupi.

Namun, kondisi saat ini berbeda. Kenaikan harga suku cadang membuat tarif lama dinilai tidak lagi mampu menutup biaya perawatan dan perbaikan bus.

“Sekarang benar-benar harus naik. Kalau tidak, biaya perbaikan bus tentunya tidak tertutupi,” pungkasnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tarif Bus Samarinda-Bontang Naik, Kelas AC Bertambah Rp10 Ribu

0
Bus di Terminal Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Tarif angkutan umum, bus rute Samarinda-Bontang mengalami penyesuaian mulai 1 September 2026. Kenaikan tarif berbeda untuk kelas AC dan non-AC.

Berdasarkan informasi dari petugas tiket Terminal Bontang, tarif bus kelas AC mengalami kenaikan sebesar Rp10 ribu, sedangkan kelas non-AC naik Rp5 ribu.

Dengan penyesuaian tersebut, tarif rute Samarinda-Bontang untuk kelas non-AC kini menjadi Rp45 ribu, sementara kelas AC menjadi Rp60 ribu.

Penyesuaian tarif tersebut mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 10.3.3.1/K.567/2023 tentang penyesuaian atau kenaikan tarif angkutan umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) kelas ekonomi.

Selain rute Samarinda-Bontang, tarif rute Samarinda-Sangatta juga mengalami penyesuaian. Tarif kelas non-AC ditetapkan sebesar Rp65 ribu, sedangkan kelas AC Rp85 ribu.

“Ini menyesuaikan harga BBM yang kini juga meningkat,” tuturnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

BPBD: Karhutla Bontang Tak Separang Daerah Lain, Status Darurat Belum Diperlukan

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb3sept2026/mobile/

Hadapi Serangan Jantung, PLN UPP KLT 1 Uji Kesigapan Tim Tanggap Darurat

0
PMI Kota Balikpapan memberikan edukasi Pertolongan Pertama Tingkat Dasar kepada pegawai dan TAD PLN UPP KLT 1.

BALIKPAPAN – Ketika serangan jantung terjadi, setiap detik menjadi berharga. Respons cepat dan tindakan yang tepat dapat menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum korban mendapatkan penanganan medis. Untuk memastikan kesiapan menghadapi kondisi tersebut, PLN Unit Pelaksana Pembangunan Kalimantan Timur 1 (UPP KLT 1) menggelar Edukasi K3 Internal dan Simulasi Tanggap Darurat Serangan Jantung di Kantor PLN UPP KLT 1, Kamis (28/8).

Kegiatan yang menghadirkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan sebagai narasumber ini diikuti oleh pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) PLN UPP KLT 1. Tidak berhenti pada penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi untuk menguji kesiapan Tim Tanggap Darurat PLN UPP KLT 1 dalam merespons kondisi kegawatdaruratan secara cepat dan tepat.

Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, mengatakan bahwa kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat merupakan bagian penting dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan PLN.

“Keselamatan tidak hanya tentang bagaimana kita mencegah terjadinya kecelakaan, tetapi juga memastikan setiap personel memiliki kesiapan untuk bertindak ketika kondisi darurat terjadi. Kami ingin memastikan kesiapan itu tidak berhenti pada pemahaman prosedur, tetapi dapat diterapkan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi oleh PMI Kota Balikpapan mengenai Pertolongan Pertama Tingkat Dasar dan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Materi diberikan untuk membekali peserta dengan pengetahuan mengenai langkah-langkah pertolongan awal ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan, termasuk saat seseorang mengalami serangan jantung.

Setelah mendapatkan pembekalan, Tim Tanggap Darurat PLN UPP KLT 1 kemudian mengikuti simulasi tanggap darurat dengan skenario serangan jantung. Dalam simulasi tersebut, tim dituntut untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dan merespons kondisi korban sesuai prosedur.

Mulai dari mengenali kondisi korban, memberikan pertolongan awal, melakukan Bantuan Hidup Dasar, hingga berkoordinasi dengan pihak terkait menjadi bagian dari rangkaian penanganan yang dilakukan dalam simulasi.

Tidak hanya memberikan edukasi, PMI Kota Balikpapan juga melakukan penilaian terhadap pelaksanaan simulasi yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat PLN UPP KLT 1. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat ketepatan tindakan, koordinasi antarpersonel, serta kesiapan tim dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, PLN UPP KLT 1 terus memperkuat kompetensi pegawai dalam aspek K3 sekaligus memastikan kesiapan Tim Tanggap Darurat dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

Bagi PLN UPP KLT 1, kesiapan menghadapi keadaan darurat bukan hanya diuji saat simulasi, tetapi dipersiapkan sebelum keadaan itu benar-benar terjadi. Edukasi dan evaluasi bersama PMI menjadi bagian dari upaya memastikan tim siap mengambil tindakan ketika dibutuhkan. (Bom)

Semarak Maulid Nabi, PLN UIP KLT Bersama YBM dan PIKK Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Dhuafa

0
Ketua PIKK PLN UIP KLT turut mendampingi peserta dalam pelaksanaan khitan massal sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.

BANJARBARU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak dhuafa dan Panti Asuhan Rumah Quran. Bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN, kegiatan sosial berupa khitan massal dan santunan digelar di Gedung Aula Panglima Batur PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Banjarbaru, Jumat (28/8).

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan bagi PLN UIP KLT bersama PIKK dan YBM PLN untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak dhuafa dan Panti Asuhan Rumah Quran. Melalui khitan massal dan santunan yang digelar bersama, keluarga besar PLN berupaya menghadirkan kepedulian yang tidak hanya dirasakan dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui perhatian dan kebersamaan.

Kegiatan turut dihadiri oleh General Manager PLN UIP KLT yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIP3B Kalimantan Endah Trianingtiyas, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kalselteng Faharudin Fajar, Manager UPP KLT 4 Ismail Hartanto Kartojo, Ketua YBM PLN UIP KLT Yanuar Hendra Pribadi, Ketua PIKK PLN UIP KLT Rina Dewanto, Ketua PIKK PLN UPP KLT 4 Duma Ismail beserta jajaran, Ketua YBM PLN UID Kalselteng Choirul Anwar, tim medis, serta anak-anak Panti Asuhan Rumah Quran dan peserta khitan massal.

Ketua PIKK PLN UIP KLT, Rina Dewanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak sekaligus menjadikan peringatan Maulid Nabi lebih bermakna.

“Kami ingin peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ada kebahagiaan yang ingin kami hadirkan bagi anak-anak yang mengikuti khitan massal maupun anak-anak di panti asuhan. Ketika kepedulian PIKK dan YBM dipertemukan, kami berharap manfaat yang diberikan dapat dirasakan lebih luas. Kami bersyukur kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Rina.

Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Juli hingga Agustus 2026. Prosesnya meliputi pendataan peserta khitan sesuai kriteria, penentuan penerima manfaat santunan, hingga persiapan teknis pelaksanaan.

Khitan massal dikoordinasikan langsung oleh Ketua PIKK PLN UPP KLT 4, Duma Ismail, yang juga merupakan dokter dan memimpin pelaksanaan kegiatan medis bersama tim. Tim medis yang terlibat yaitu dr. Dumaria Ketty Siagian, Sp.B, M.Kes, FInaCS, FICS; dr. Helita Juliet Tangka, Sp.B, M.Kes; Endang Suparto, S.Kep., Ners., M.K.K.K.; serta Ns. Heri Anggriawan AdiSucipto, S.Kep.

Pendampingan dari panitia dan tim medis membuat proses khitan berlangsung dalam suasana yang hangat. Perhatian tidak hanya diberikan pada aspek pelayanan medis, tetapi juga bagaimana anak-anak dapat merasa lebih tenang selama mengikuti kegiatan.

Mewakili General Manager PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro mengatakan bahwa kepedulian kepada masyarakat merupakan bagian dari kehadiran PLN di tengah pembangunan yang terus dilakukan.

“PLN UIP KLT hadir tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kemajuan Kalimantan, tetapi juga melalui kepedulian kepada masyarakat. Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini kami maknai sebagai kesempatan untuk berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata sekaligus menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Raditya.

Di sisi lain, YBM PLN UIP KLT mengambil peran melalui penyaluran santunan kepada anak-anak Panti Asuhan Rumah Quran. Santunan tersebut merupakan bagian dari amanah yang dihimpun YBM PLN untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua YBM PLN UIP KLT, Yanuar Hendra Pribadi, mengatakan bahwa kolaborasi bersama PIKK menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat kepedulian keluarga besar PLN.

“YBM memiliki amanah untuk menyalurkan kepedulian dari keluarga besar PLN kepada mereka yang membutuhkan. Melalui kolaborasi bersama PIKK dalam momentum Maulid Nabi ini, kami dapat menghadirkan manfaat dalam bentuk yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap santunan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak Panti Asuhan Rumah Quran, sekaligus menjadi amal kebaikan bagi para donatur dan seluruh pihak yang ikut berkontribusi,” tutur Yanuar.

Keceriaan dan kehangatan mewarnai rangkaian kegiatan. Anak-anak peserta khitan mendapatkan pendampingan dari tim medis dan panitia, sementara anak-anak Panti Asuhan Rumah Quran menerima santunan dalam suasana penuh kekeluargaan.

Bagi PLN UIP KLT, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus hadir memberikan manfaat di tengah masyarakat. Pembangunan infrastruktur kelistrikan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan Kalimantan, namun kehadiran PLN juga diwujudkan melalui kepedulian dan kolaborasi yang memberikan manfaat secara langsung.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, PLN UIP KLT bersama YBM dan PIKK PLN berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan energi sekaligus kepedulian bagi masyarakat. (Bom)

Jargas Bontang Hanya Dipasang hingga Nomor Register 10 Ribu, Warga Pertanyakan Kejelasan Informasi

0
Pembagian kompor jargas di Kelurahan Belimbing. (Dwi S).

BONTANG – Salah seorang warga di wilayah Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, mempertanyakan kejelasan informasi terkait kelanjutan pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di wilayah mereka. Lantaran ada kemungkinan rumah warga yang tidak bisa dipasang jargas, meski sudab terpasang stiker jargas di rumah.

Salah seorang warga di Perum Damai Lestari Indah, Acis Maidy Muspa, mengaku mendapat informasi mengenai pemasangan jargas dan pembagian kompor di Kantor Kelurahan Belimbing, Kamis (3/9/2026) pagi.

AM mengatakan, bahwa dirinya sempat datang setelah mendapat informasi dari Ketua Rukun Tetangga (RT) 41, Kelurahan Belimbing, yang dimana ia kemudian mengantre sekitar satu jam untuk mendapatkan penjelasan dari petugas jargas.

Namun, informasi yang diterimanya justru menyebutkan bahwa pemasangan jargas hanya dilanjutkan bagi warga dengan nomor registrasi hingga 10.000 saja.

“Dari petugas yang dikatakan yang bisa dipasang dan bisa mengambil kompor itu yang nomor registernya sampai 10.000 saja. Sisanya tidak jadi dipasang,” ujar AM saat dikonfirmasi.

Kondisi tersebut membuat AM mempertanyakan nasib warga, yang sebelumnya telah mendapatkan tanda atau stiker jargas di rumahnya. Ia menyebut, stiker jargas di rumahnya bahkan sudah dipasang sejak 9 Maret 2026 lalu.

Tak hanya itu, galian untuk pemasangan pipa jargas di depan rumahnya juga telah dilakukan sejak April 2026. Namun, hingga kini galian tersebut disebut masih ditinggalkan dan belum dikembalikan, seperti kondisi semula.

Menurutnya, apabila memang terdapat perubahan kebijakan terkait jumlah pemasangan maupun pembagian kompor jargas, seharusnya pemerintah atau pihak terkait menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat.

“Semestinya pihak jargas atau pemerintah memberikan rilis informasi, agar masyarakat paham, juga para ketua RT terbantu untuk memberikan penjelasan kepada warganya,” katanya.

Bahkan ia juga menyoroti persoalan bekas galian jargas yang hingga kini belum sepenuhnya dituntaskan. Sebelumnya, warga mendapat informasi bahwa seluruh galian ditargetkan selesai ditimbun dan dikembalikan seperti kondisi awal, sebelum akhir Agustus 2026.

“Belum lagi kalau kita bahas soal galian yang janjinya akhir Agustus, semua sudah selesai ditimbun dan dikembalikan seperti awal sebelum digali. Tapi nyatanya ini galian di biarkan,” bebernya.

Warga berharap ada penjelasan resmi mengenai kelanjutan pemasangan jargas, mekanisme pembagian kompor, serta penyelesaian bekas galian agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang simpang siur.

Sampai berita ini di terbikan, tim redaksi Radar Bontang mencoba konfirmasi ke pihak jargas, akan tetapi belum mendapatkan respon.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam