Beranda blog Halaman 240

Warga Lokal Protes PHK PAMA, Dianggap Tak Berpihak Masyarakat Sekitar Tambang

0
Kevin Prayogo (baju coklat) bersama serikat PAMA site KPCS. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Gelombang penolakan terhadap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan lokal mencuat di wilayah Kutai Timur (Kutim). Masyarakat setempat bersama sejumlah pekerja terdampak, menyuarakan keberatan atas kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada warga sekitar lingkar tambang.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan, warga menilai PHK yang dilakukan perusahaan, termasuk PT Pamapersada Nusantara site KPCS telah menambah beban ekonomi masyarakat lokal. Alasannya, kebijakan tersebut disebut menggunakan dalih efisiensi dan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

“Tanah ini bukan sekadar lahan, tapi sumber hidup kami. Ketika kami justru disingkirkan, ini bukan hanya soal pekerjaan, tapi soal keadilan,” tegas Kevin Prayogo, perwakilan masyarakat lokal sekaligus karyawan terdampak PHK yang ditemui, Selasa (21/4/2026).

Ironisnya, di tengah pengurangan tenaga kerja lokal, warga mengaku masih melihat adanya perekrutan tenaga kerja dari luar daerah. Kondisi ini memicu kekecewaan dan dinilai sebagai bentuk ketimpangan.

“Saudara-saudara kami dirumahkan, tapi tenaga dari luar justru masuk. Ini melukai rasa keadilan kami sebagai masyarakat lokal,” lanjutnya.

Warga pun menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, menghentikan PHK terhadap tenaga kerja lokal. Kedua, mempekerjakan kembali karyawan yang telah dirumahkan. Ketiga, memprioritaskan pemberdayaan masyarakat sekitar sesuai regulasi daerah. Dan keempat, menghentikan mobilisasi tenaga kerja dari luar sebelum hak pekerja lokal terpenuhi.

Menurut mereka, kehadiran perusahaan di daerah semestinya membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, bukan sebaliknya. Mereka juga mendesak adanya transparansi dalam pengambilan kebijakan ketenagakerjaan.

“Kami tidak ingin hanya jadi penonton di tanah sendiri,” tandas Kevin.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Lantik Camat hingga Lurah, Perempuan Dominasi Jabatan Strategis di Bontang

0
Proses pelantikan dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melakukan penyegaran birokrasi dengan merotasi sejumlah pejabat strategis, mulai dari camat hingga lurah. Proses pelantikan berlangsung di Auditorium Tiga Dimensi, Selasa (21/4/2026) pagi.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyatakan bahwa langkah ini sangat diharapkan mampu meningkatkan kinerja aparatur, serta memperkuat kualitas pelayanan publik di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Selain itu, rotasi pergantian pejabat kali ini didominasi oleh perempuan, yang dimana menunjukkan semakin kuatnya peran perempuan dalam struktur kepemimpinan birokrasi di tingkat lokal.

“Walaupun masih mendominasi laki-laki sebagai pemimpin, akan tetapi saat ini peran perempuan tidak kalah penting, yang dimana pejabat baru banyak di antaranya perempuan,” ucapnya.

Dari 15 kelurahan yang ada, 10 di antaranya kini dipimpin oleh lurah baru, disertai dengan penggantian dua pemimpin di kecamatan. Untuk pejabat di kecamatan, Mustamin Syam secara resmi telah dilantik sebagai Camat Bontang Barat, menggantikan Ida Idris.

Sementara itu, untuk Camat Bontang Selatan dipimpin langsung Ahmad Effa Yuliansyah yang sebelumnya hanya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di Kecamatan Bontang Selatan.

Sedangkan untuk perubahan jabatan di wilayah kelurahan, diisi 10 pejabat baru, meliputi:

1. Fachrizal sebagai lurah di kelurahan Api-Api.
2. Ardiansyah lurah di Bontang Kuala.
3. Andriyana lurah di Belimbing.
4. Hasmawi lurah di Berbas Tengah.
5. Nur Huda lurah di Bontang Baru.
6. Meti Tandi lurah di Gunung Telihan.
7. Hermin Della lurah di Kanaan.
8. Sunyk Widiarsih lurah di Loktuan
9. Andriani Kasim lurah di Lanjung Laut.
10. Elis Biantoro lurah di Tanjung Laut Indah.

Sehingga dengan adanya rotasi pergantian pejabat ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga dinamika organisasi. Sekaligus mendorong peningkatan kapasitas aparatur, agar lebih adaptif dan inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hari Ini 145 ASN Bontang Dirotasi, Kinerja dan Pelayanan Publik Diharap Lebih Optimal

0
Pelantikan pejabat di lingkungan Pemkot Bontang. (Dwi S).

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni kembali melakukan rotasi jabatan terhadap 145 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Kegiatan mutasi ini digelar, Selasa (21/4/2026), di Auditorium Tiga Dimensi.

Saat kegiatan berlangsung, Neni menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi, guna meningkatkan kinerja pegawai serta kualitas pelayanan publik di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dari total 145 pejabat yang dimutasi, terdiri dari 9 pejabat fungsional, 52 pejabat administrator (eselon III), serta 84 pejabat pengawas (eselon IV).

Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, mutasi juga diharapkan mampu mendorong para ASN, agar bisa bekerja lebih profesional sesuai dengan kompetensi dan tanggung jawabnya.

“Selamat untuk pejabat yang baru saja dilantik, saya mempercayai saudara-saudara semua, dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing,” ucapnya.

Selain itu, penempatan pejabat menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas kerja perangkat daerah. Sehingga, setiap OPD diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

“Mutasi ini adalah bagian dari penyegaran organisasi dan upaya meningkatkan kinerja ASN, agar lebih optimal dalam melayani masyarakat,” paparnya.

Neni juga mengingatkan, bahwa jabatan yang diemban bukan hanya sekedar posisi administratif saja, melainkan suatu amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Jabatan bukan sekadar posisi, melainkan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan,” tegasnya.

Melalui langkah ini, Pemkot Bontang berharap roda organisasi dapat berjalan lebih efektif, adaptif, dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah ke depan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PR Infrastruktur Kukar, Akses Jalan Muara Muntai dan Muara Wis Jadi Prioritas

0
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Ady/MKN)

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai merapikan arah pembangunan infrastruktur dengan fokus utama pada penyelesaian konektivitas antarwilayah yang belum tuntas.

Hal ini disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kukar 2027, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini masih terdapat dua kecamatan yang belum terhubung dengan jaringan jalan utama kabupaten, yakni Muara Muntai dan Muara Wis.

“Kita ingin menghubungkan antar kecamatan. Ibu kota kecamatan di 20 kecamatan harus terhubung. Sekarang masih ada dua kecamatan yang belum terhubung,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa terus dibiarkan karena menyangkut pemerataan pembangunan dan akses masyarakat. Pembangunan jalan, kata dia, harus berbasis kebijakan yang jelas agar tidak menimbulkan ketimpangan antarwilayah.

“Kalau kita bicara infrastruktur, harus ada kerangka kebijakan yang jelas supaya tidak ada wilayah yang tertinggal,” tegasnya.

Selain membuka konektivitas antarwilayah, pembangunan jalan juga diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

“Kita ingin jalan ini menjawab kebutuhan distribusi dari pusat produksi ke pasar,” katanya.

Tak hanya itu, akses menuju fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas, sekolah, dan tempat ibadah juga menjadi prioritas. Infrastruktur jalan dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Pemerintah daerah juga akan menyasar pembangunan jalan lingkungan serta menuntaskan ruas jalan yang belum selesai secara bertahap.

Akses dari desa menuju jalan poros utama turut menjadi perhatian, mengingat perannya sebagai jalur utama mobilitas masyarakat.

Dengan penyusunan kerangka kebijakan yang lebih terarah, Pemkab Kukar berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih terukur dan tidak lagi memicu polemik terkait pemerataan.

“Kita tidak ingin lagi berdebat soal wilayah mana yang didahulukan. Tinggal bagaimana konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Lomba Busana PAUD Jadi Media Edukasi Nilai Emansipasi

0

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pokja Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menggelar lomba peragaan busana tingkat anak PAUD dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026.

Kegiatan yang diikuti peserta dari 16 kecamatan se-Kutai Barat itu berlangsung di Gedung PKK Kubar, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Senin (20/4/2026).

Lomba secara resmi dibuka Bunda PAUD Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin pada pagi hari, dan ditutup oleh Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin pada siang harinya.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan semangat perjuangan emansipasi perempuan kepada generasi muda sejak usia dini dengan meneladani nilai-nilai R.A. Kartini.

Bunda PAUD Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perjuangan Kartini serta peran perempuan dalam pembangunan.

“Melalui momentum ini, kita diingatkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, termasuk dalam pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah untuk memberikan dukungan penuh terhadap program PAUD, baik dari sisi program maupun penganggaran.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar layanan pendidikan anak usia dini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai perjuangan Kartini sejak dini.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin saat menutup lomba busana tingkat anak-anak PAUD se-Kutai Barat dalam rangka Hari Kartini 2026 di Gedung PKK Kubar. (Ichal/MK)

“Peringatan Hari Kartini bukan sekadar mengenakan busana adat, tetapi menjadi momentum meneladani semangat emansipasi dan pendidikan,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan peragaan busana juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk melatih kepercayaan diri serta mengenal kekayaan budaya bangsa melalui busana tradisional.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru PAUD yang dinilai sebagai “Kartini modern” dalam membentuk generasi masa depan.

Bupati turut menekankan pentingnya layanan PAUD yang holistik dan integratif, mencakup aspek pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, hingga pencegahan stunting.

“Keberhasilan pendidikan anak usia dini sangat bergantung pada sinergi antara Bunda PAUD kabupaten dan kecamatan,” ujarnya.

Pemkab Kutai Barat berharap semangat Kartini terus menjadi inspirasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membangun daerah yang lebih sejahtera, adil, dan beradat.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Frederick Edwin Dorong Birokrasi Responsif Berbasis Data ASN

0

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang secara resmi dibuka Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, Senin (20/4/2026).

Kegiatan bertema “Mewujudkan Penataan SDM Aparatur yang Efektif, Efisien dan Profesional” itu berlangsung di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), kompleks perkantoran Pemkab Kutai Barat.

Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola kepegawaian dalam melakukan analisis dan perencanaan sumber daya manusia, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemerintahan daerah.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin saat membuka kegiatan Bimtek di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Pemkab Kubar. (Ichal/MK)

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setkab Kutai Barat, Agung Sugara, menegaskan bahwa perencanaan kebutuhan ASN harus disesuaikan dengan keahlian dan beban kerja, baik untuk jabatan struktural, pelaksana, maupun fungsional.

“Hal ini penting untuk memastikan setiap satuan organisasi memiliki jumlah dan mutu ASN yang memadai, kompeten, dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 1 Tahun 2020 yang mewajibkan setiap instansi pemerintah menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan ASN berdasarkan Anjab dan ABK.

Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa penataan organisasi dan pemetaan kebutuhan ASN merupakan langkah strategis, bukan sekadar rutinitas administratif.

“Analisis yang akurat menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi yang responsif terhadap tuntutan pelayanan publik,” tegasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Anjab dan ABK yang valid sangat diperlukan untuk menjamin kejelasan tugas dan tanggung jawab, sekaligus memastikan kesesuaian antara jumlah SDM dan beban kerja riil di lapangan.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan teknis dalam penyusunan Anjab dan ABK, seperti perbedaan pemahaman metodologi dan keterbatasan data kepegawaian yang akurat.

Melalui Bimtek ini, pemerintah menargetkan adanya penyamaan metodologi penyusunan, keseragaman format dokumen hingga tingkat kecamatan, serta peningkatan kapasitas pengelola kepegawaian berbasis data.

“Hasil analisis ini nantinya akan menjadi dasar dalam berbagai kebijakan strategis kepegawaian, mulai dari formasi CASN, mutasi, rotasi, hingga perencanaan anggaran,” ujarnya.

Pemkab Kutai Barat berharap kegiatan ini mampu menghasilkan uraian jabatan dan perhitungan beban kerja yang objektif serta dapat dipertanggungjawabkan, guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Enam Tersangka Narkoba Diciduk, Barang Bukti Sabu Diamankan

0
(duduk kedua kiri) Wakapolres Mahakam Ulu, Kompol Djoko Purwanto saat memimpin press release bersama pewarta di Mapolres Mahulu. (Istimewa)

UJOH BILANG — Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Mahakam Ulu mengungkap hasil penindakan kasus narkotika sepanjang Februari hingga Maret 2026 dengan mengamankan enam tersangka dan menyita 24 paket sabu.

Hal tersebut disampaikan Wakapolres Mahakam Ulu, Kompol Djoko Purwanto, dalam press release di Mapolres Mahulu, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, pengungkapan pertama dilakukan pada 6 Februari 2026 dengan mengamankan satu tersangka berinisial PH. Selanjutnya, pada 21 Februari 2026, petugas kembali mengamankan empat tersangka masing-masing berinisial GAH, WA, E, dan FAF. Kemudian, pada 10 Maret 2026, satu tersangka lainnya berinisial MAS turut diamankan.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 24 paket, terdiri dari 7 paket dengan berat bruto 1,28 gram, 9 paket seberat 1,14 gram, 6 paket seberat 5,06 gram, serta 2 paket seberat 0,43 gram,” ujarnya.

Kompol Djoko menyebutkan, barang bukti tersebut diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Mahakam Ulu.

Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Mahakam Ulu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

“Para tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Narkotika yang berlaku. Kami akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Pengungkapan ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Mahakam Ulu dalam memberantas peredaran narkotika secara berkelanjutan di wilayah hukumnya.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Negara Dinilai Gagal Lindungi Hak Sipil saat Demo

0
Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina menyampaikan temuan terkait pelanggaran HAM dalam demo Agustus 2025. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Lembaga Nasional Hak Asasi Manusia (LNHAM) mengungkap temuan penting terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam penanganan gelombang demonstrasi pada Agustus hingga September 2025.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4/2026), Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina menyatakan bahwa respons aparat dinilai melampaui batas hukum dan tidak sejalan dengan standar internasional.

“Kami menemukan adanya penggunaan kekuatan berlebih oleh aparat tanpa adanya ancaman nyata yang membahayakan jiwa. Tindakan ini melanggar prinsip proporsionalitas,” ujarnya.

Selain itu, LNHAM juga menyoroti kegagalan aparat dalam membedakan antara massa aksi damai dan pihak yang melakukan kekerasan. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya kriminalisasi serta stigmatisasi terhadap peserta aksi.

Akibatnya, situasi di lapangan berkembang menjadi lebih kompleks dan memicu siklus kekerasan yang berujung pada jatuhnya korban dari berbagai pihak.

LNHAM memberikan perhatian khusus terhadap kasus meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Dalam kesimpulannya, lembaga tersebut menilai kematian korban merupakan bentuk kegagalan negara dalam melindungi hak atas hidup warga negara.

“Ada indikasi kuat kelalaian aparat dalam melindungi hak hidup masyarakat selama peristiwa berlangsung,” tegas Putu.

LNHAM mendesak adanya akuntabilitas hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengendalian massa.

Penuntasan kasus ini dinilai penting untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya, sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam menjamin demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Asyik Berenang, Bocah 9 Tahun Hilang di Danau Sambutan

0
TKP danau korban tenggelam, relawan melakukan pencarian manual. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Insiden memilukan terjadi di kawasan Jalan Sultan Sulaiman, Pelita III, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Senin (20/4/2026) sore. Seorang bocah bernama Azka Ardendra Pratama (9) dilaporkan tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di danau bekas galian.

Hingga petang, proses pencarian masih terus dilakukan oleh relawan di lokasi kejadian. Danau tersebut diketahui merupakan area urukan tanah yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi aktivitas masyarakat.

Anggota TRC BPBD Kota Samarinda, Muhlidin, menjelaskan korban datang ke lokasi sekitar pukul 15.00 WITA bersama lima rekannya. Meski dilarang, mereka tetap masuk ke kawasan tersebut untuk berenang.

“Awalnya mereka berenang di pinggiran. Korban kemudian bergerak ke tengah menggunakan gabus sebagai pelampung yang dijepit di ketiak,” ujarnya.

Teman-teman korban sempat memperingatkan agar tidak terlalu ke tengah karena kedalaman danau cukup berbahaya. Namun, korban tetap melanjutkan hingga akhirnya pelampung yang digunakan terlepas.

Diduga tidak mahir berenang, korban langsung tenggelam dan hilang dari permukaan air. Kedalaman danau di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 3 hingga 4 meter.

“Korban sempat mencoba menggunakan ban bekas juga, tapi akhirnya tenggelam setelah alat bantu renangnya terlepas,” tambah Muhlidin.

Pantauan di lapangan, sejumlah relawan melakukan penyisiran manual sambil menunggu tim SAR dengan peralatan lengkap. Suasana haru menyelimuti lokasi kejadian.

Petugas kembali mengingatkan bahwa area tersebut berbahaya dan bukan tempat untuk aktivitas berenang. Orang tua juga diimbau untuk lebih mengawasi anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga pukul 18.00 WITA, pencarian masih terus berlangsung.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Cadangan Gas Besar Ditemukan di Blok Ganal, Produksi Ditarget 2028

0
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan penemuan cadangan gas di Kalimantan Timur. (Dok. Kementerian ESDM)

JAKARTA — Pemerintah mengumumkan temuan cadangan gas dalam jumlah besar di wilayah lepas pantai Kalimantan Timur. Penemuan ini dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dalam negeri.

Cadangan tersebut ditemukan di sumur Geliga-1, Blok Ganal, yang berada di Cekungan Kutai. Selain gas, lokasi ini juga mengandung cadangan kondensat dalam jumlah signifikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa potensi gas yang ditemukan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf), dengan tambahan kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak.

“Eni baru mendapatkan satu wilayah kerja baru yang besar dari sumur Geliga yang menghasilkan 5 triliun kaki kubik gas, serta kondensat sekitar 300 juta barel minyak ekuivalen,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Wilayah kerja tersebut dioperasikan oleh perusahaan energi asal Italia, Eni, yang sebelumnya juga mencatat sejumlah penemuan besar di kawasan yang sama.

Pemerintah memproyeksikan peningkatan produksi gas secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Produksi diperkirakan mencapai 2.000 MMSCFD pada 2028, meningkat dari posisi saat ini sekitar 600–700 MMSCFD, dan ditargetkan menembus 3.000 MMSCFD pada 2030.

Selain itu, produksi kondensat diperkirakan mencapai 90.000 barel per hari pada 2028, dan meningkat hingga 150.000 barel per hari pada 2029–2030.

Bahlil menegaskan bahwa temuan ini akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung program hilirisasi industri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor energi.

“Ini strategi agar kita tidak impor gas dari negara lain. Kita dorong untuk kebutuhan dalam negeri dan hilirisasi industri,” katanya.

Secara teknis, sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter dengan kedalaman laut mencapai 2.000 meter. Penemuan ini melanjutkan rangkaian keberhasilan eksplorasi di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya ditemukan cadangan di Geng North pada 2023 dan sumur Konta-1 pada 2025.

Pengembangan ke depan direncanakan menggunakan fasilitas produksi terapung (FPSO) serta didukung infrastruktur yang telah tersedia, termasuk Kilang LNG Bontang.

Pemerintah berharap percepatan produksi dapat segera memberikan dampak ekonomi, mulai dari peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, hingga penerimaan negara.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S