Beranda blog Halaman 268

Jelang Idul Fitri, Satgas Pangan Awasi Stok dan Harga Sembako di Kutai Barat

0

SENDAWAR – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Timur bersama Polres Kutai Barat dan unsur pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung ketersediaan serta harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional, gudang distributor, hingga pusat perbelanjaan di wilayah Kutai Barat.

Kegiatan pengawasan ini melibatkan Satreskrim Polres Kutai Barat, unsur TNI, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Barat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok tetap aman dan harga stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Tim memeriksa berbagai komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, telur, dan daging. Selain memantau harga, petugas juga mengecek masa kedaluwarsa serta kelayakan produk guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Kutai Barat, AKP Khoirul Umam, menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan upaya preventif untuk mencegah praktik penimbunan dan permainan harga yang merugikan masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar serta mencegah terjadinya penimbunan maupun lonjakan harga yang tidak wajar menjelang hari besar keagamaan. Satgas Pangan juga mengimbau para pelaku usaha agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak mengambil keuntungan secara berlebihan,” ujar AKP Khoirul kepada pewarta, Sabtu (21/2/2026).

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan aman, cukup, dan terjangkau.

“Kami berharap situasi kamtibmas di wilayah Kutai Barat tetap kondusif menjelang Idul Fitri,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Kementerian Pertanian RI Anny Mulyani, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Nasional Maino Dwi Hartono, Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim AKBP Haris Kurniawan, serta PPNS Bidang Pangan Lenni Pangaribuan.

Dari unsur Pemerintah Kabupaten Kutai Barat hadir Kasatpol PP Yustinus Giri, Kepala Dinas Pertanian Stevanus Alexander Samson, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat Rion.

Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala hingga momentum Idul Fitri guna memastikan tidak ada gejolak harga maupun gangguan distribusi di pasaran. (MK)

Editor: Agus S

Di Tengah Pembangunan, Prajurit TMMD Tak Tinggalkan Tarawih

0

SENDAWAR – Aktivitas padat pembangunan dalam program TMMD Wiltas Ke-127 tidak mengurangi komitmen anggota Satgas dalam menjalankan kewajiban beribadah. Sejak pagi, para prajurit tetap berpuasa sembari menyelesaikan berbagai pekerjaan fisik dan nonfisik di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Di bawah terik matahari, anggota Satgas mengerjakan sejumlah sasaran utama seperti semenisasi jalan, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB), hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Meski kondisi fisik diuji, semangat pengabdian tetap terjaga.

Bagi para prajurit, ibadah puasa bukan penghalang dalam menyelesaikan tugas. Justru menjadi motivasi tambahan untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Mereka meyakini bahwa pengabdian kepada masyarakat dan kewajiban spiritual harus berjalan beriringan.

Memasuki malam hari, setelah seluruh pekerjaan rampung, anggota Satgas melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama warga di Masjid Al Muhajirin, Sabtu (21/2/2026) malam. Prajurit dan masyarakat berdiri sejajar dalam satu saf, mencerminkan kebersamaan yang erat tanpa sekat.

Dandim 0912 Kutai Barat yang juga Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa ibadah tetap menjadi prioritas di tengah kesibukan program pembangunan.

“Di bulan Ramadan ini, kami ingin memastikan bahwa di tengah kesibukan membangun desa, kewajiban kepada Tuhan tetap diutamakan. Ibadah adalah pondasi moral dan spiritual bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebersamaan dalam salat berjamaah menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara TNI dan masyarakat.

“Melalui ibadah bersama, hubungan emosional semakin kuat dan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kokoh,” tambahnya.

Program TMMD Wiltas Ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0912 Kubar tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menanamkan nilai religius, kebersamaan, dan persaudaraan di tengah masyarakat Kampung Linggang Amer. (MK)

Editor: Agus S

Masuk Tahap Atap, Rehab RTLH TMMD Kian Tuntas

0

SENDAWAR – Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki tahap pemasangan seng atap, Satgas TMMD bersama warga Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, bergotong royong menyelesaikan pengerjaan, Sabtu (21/2/2026).

Tahap pemasangan atap menjadi penanda bahwa struktur utama bangunan telah berdiri kokoh dan kini memasuki fase penyempurnaan. Serda Yosef Geriyansen bersama warga terlihat bahu-membahu mengangkat dan memasang lembaran seng secara hati-hati agar terpasang kuat serta tahan terhadap cuaca.

Sejak pagi, pekerjaan dilakukan tanpa jeda panjang. Material diangkat bersama, diposisikan dengan cermat, lalu dipasang secara presisi. Semangat kebersamaan menjadi energi utama yang mempercepat proses pengerjaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa progres ini menjadi bukti nyata sinergi antara prajurit dan warga.

“Pemasangan seng ini adalah tahap penting agar rumah segera terlindungi dari panas dan hujan. Kami mendorong percepatan pengerjaan, tetapi tetap menjaga kualitas agar rumah benar-benar layak dan nyaman ditempati,” ujarnya.

Ia menambahkan, program RTLH bukan sekadar membangun fisik rumah, melainkan menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan hunian layak.

“Melalui TMMD ini, kami ingin membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kebersamaan dan gotong royong adalah kunci utama keberhasilan,” tambahnya.

Warga setempat menyambut baik perkembangan tersebut. Mereka mengaku terbantu dan merasa diperhatikan dengan kehadiran Satgas TMMD yang tak hanya membangun rumah, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan.

Dengan terpasangnya atap, pembangunan RTLH kini semakin mendekati tahap akhir. TMMD Wiltas Ke-127 terus berkomitmen mempercepat pembangunan pedesaan agar warga Kampung Linggang Amer segera menikmati hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. (MK)

Editor: Agus S

Cek Langsung TMAB, Dansatgas Pastikan Sumur Bor Tepat Sasaran

0

SENDAWAR – Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan program Tentara Manunggal Air Bersih (TMAB) berupa sumur bor dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Kampung Tering Lama, Kecamatan Tering, Sabtu (21/2/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Program TMAB menjadi salah satu fokus utama TMMD karena menyangkut akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi warga.

Dalam kegiatan tersebut, Dansatgas didampingi Danramil 0912-04 Long Iram, Kapten Arm Sutrisno, serta Pasiter Kodim 0912/Kubar, Lettu Inf Moch Wahyudi. Sejumlah warga setempat juga tampak terlibat aktif membantu proses pengerjaan di lapangan.

Letkol Inf Doni Fransisco menegaskan, pembangunan sumur bor dan MCK bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Program TMAB ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami ingin memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Kampung Tering Lama yang turut berpartisipasi dalam pembangunan. Menurutnya, sinergi antara TNI dan warga menjadi fondasi keberhasilan program TMMD di wilayah tersebut.

Dengan tersedianya sumur bor dan fasilitas MCK, diharapkan warga Kampung Tering Lama dapat menikmati akses air bersih yang lebih mudah serta lingkungan yang lebih sehat. Program ini sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. (MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD Ke-127 Berbuka Puasa Bersama Warga Linggang Amer

0

SENDAWAR – Nuansa kebersamaan terasa kental di Masjid Al Muhajirin, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, saat anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat berbuka puasa bersama warga, Sabtu (22/2/2026).

Usai menjalankan rangkaian pekerjaan fisik dan nonfisik program TMMD sepanjang hari, para prajurit menyempatkan diri berkumpul bersama masyarakat di rumah ibadah tersebut. Hidangan sederhana tersaji, namun suasana penuh keakraban. TNI dan warga duduk berdampingan tanpa jarak, memperlihatkan hubungan yang terjalin semakin erat.

Menjelang azan Magrib, suasana masjid semakin hidup. Anak-anak tampak antusias berinteraksi dengan para prajurit, sementara para orang tua berbincang santai. Momen berbuka puasa itu tidak hanya menjadi waktu melepas lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi.

Saat azan berkumandang, seluruh yang hadir membatalkan puasa bersama dengan penuh rasa syukur. Kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Kebersamaan dalam ibadah tersebut menambah kekuatan nilai spiritual sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Setelah seharian bekerja bersama warga, berbuka puasa di masjid ini menjadi wujud bahwa TNI hadir tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebersamaan sederhana justru memiliki makna yang besar dalam membangun rasa saling percaya.

“Melalui momen seperti ini, kita membangun kedekatan hati. Harapan kami, hubungan yang sudah terjalin dengan baik ini akan terus terjaga, sehingga kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat dan kokoh,” tutupnya.

Melalui suasana Ramadan yang penuh berkah, semangat gotong royong dan persaudaraan antara anggota Satgas dan warga Linggang Amer diharapkan terus terpelihara, bahkan setelah program TMMD berakhir. (MK)

Editor: Agus S

Langgar Jam Operasional Ramadan, Kafe di Citra Niaga Terancam Ditindak Tegas

0
Satpol PP kota menyisir semua THM di kota Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda menggelar razia besar-besaran sejak Sabtu malam hingga Minggu (22/2/2026) dini hari pukul 01.30 Wita. Operasi ini dilakukan untuk menegakkan Surat Edaran Wali Kota Samarinda terkait pembatasan jam operasional usaha selama bulan suci Ramadan.

Kasat Pol PP Samarinda, Anis Siswanti, memimpin langsung pemantauan di sejumlah titik keramaian. Petugas memastikan tidak ada aktivitas usaha yang melampaui batas waktu operasional yang telah ditetapkan, yakni maksimal pukul 23.00 Wita untuk jenis usaha tertentu.

Dalam penyisiran di kawasan Jalan Diponegoro, sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) terpantau tertib dan mematuhi aturan. Kawasan Jalan Pelabuhan hingga area Dermaga juga dilaporkan nihil pelanggaran.

Namun kondisi berbeda ditemukan di kawasan Citra Niaga. Saat petugas tiba, sebagian besar kafe masih beroperasi meski waktu sudah memasuki dini hari.

Satpol PP kota Samarinda melakukan penertiban di Citra Niaga. (Dimas/MKN)

“Sasaran terakhir di Citra Niaga, di situ ditemukan rata-rata, bahkan keseluruhan, masih melanggar. Harusnya sudah tutup, tapi tadi belum. Kami berikan imbauan kepada pengunjung agar setelah selesai minum segera pulang,” ujar Anis.

Sejumlah pemilik usaha beralasan belum menerima surat edaran secara langsung. Meski demikian, Anis menegaskan toleransi hanya diberikan malam itu saja.

“Malam ini kami masih imbau, tapi saya sudah bicara kepada seluruh pemilik. Besok, kami akan tegakkan tindakan keras dan tegas. Jika masih ada yang buka, langsung kami bubarkan dan saya suruh matikan lampunya,” tegasnya.

Menurutnya, aturan pembatasan jam operasional selama Ramadan telah disosialisasikan secara luas. Karena itu, tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk mengabaikan ketentuan yang berlaku.

Langkah tegas ini diambil untuk menjaga kekhusyukan ibadah selama Ramadan serta memastikan ketertiban umum tetap terjaga di Kota Samarinda. Satpol PP memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin hingga akhir bulan puasa. (MK)

Editor: Agus S

600 Porsi Sehari, Bubur Rempah Baqa Ramaikan Bukber di IKN

0
Bubur kaya rempah dengan kentalnya rasa daging kornet ini jadi andalan takjil di Masjid Negara IKN. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan sentuhan kearifan lokal Kalimantan Timur dalam tradisi buka puasa bersama di Masjid Negara. Menu takjil bertajuk “Bubur Rempah Nusantara” disajikan setiap hari sepanjang Ramadan dengan jumlah minimal 600 porsi.

Bubur ini sejatinya merupakan bubur Peca yang telah lama dikenal di Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang. Di IKN, olahannya sedikit dimodifikasi tanpa menghilangkan cita rasa khasnya. Bahan utama tetap beras dan santan kelapa, dipadukan kornet sapi serta racikan rempah nusantara yang kuat dan gurih saat disantap hangat.

Aromanya yang sedap langsung menggugah selera. Takjil tersebut dikemas bersama kurma dan air mineral untuk dibagikan kepada jemaah yang berbuka puasa di lantai dua Masjid Negara IKN.

Yeni, juru masak yang menyiapkan bubur tersebut, memastikan bahan yang digunakan bergizi dan tanpa pengawet. “Bubur rempah nusantara ini dari bahan-bahan bergizi, antara lain kornet sapi. Bubur ini juga tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Dalam sehari, ia bersama dua rekannya memasak hingga 600 porsi. “Masaknya kita cuma tiga orang,” tuturnya.

Menjelang waktu berbuka, bubur mulai dikemas dan disusun rapi. Sejumlah ASN Otorita IKN turut membantu menata dan mendistribusikan takjil menggunakan troli makanan.

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan tradisi ini diharapkan menjadi bagian dari identitas Ramadan di IKN. Bubur Peca yang biasa disajikan di Samarinda Seberang kini diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

“Sebenarnya itu adalah bubur peca, kita bawa ke sini ternyata antusias. Masyarakat suka. Ada beberapa warga lokal yang saya suruh belajar membuat bubur itu,” ujarnya.

Ia juga menyoroti semangat toleransi di lingkungan Otorita IKN. ASN non-muslim turut terlibat dalam menyiapkan takjil bersama rekan-rekan muslim.

“Pegawai-pegawai kita yang non-muslim, baik yang Buddha, Kristen, maupun Katolik, bersama-sama menyiapkan menu takjil dengan teman-teman muslim yang berpuasa,” ungkapnya.

Tradisi bubur rempah ini tak hanya menghadirkan cita rasa lokal, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di jantung ibu kota baru Indonesia. (MK)

Editor: Agus S

Isu Tanggul Tambang dan Banjir, Jimmi Minta Mitigasi Ditingkatkan

0
Ketua DPRD Kutim, Jimmi saat diwawancara awak media. (Ramlah/Media Kaltim)

SANGATTA – Isu tanggul tambang kembali mencuat di tengah sorotan publik terhadap persoalan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah. Temuan pengawasan sektor lingkungan yang disebut-sebut berkontribusi terhadap luapan air membuat persoalan ini kembali menjadi perhatian.

Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi catatan serius bagi semua pihak, mengingat dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Memang ini terdampak langsung pada masyarakat kita. Tapi untuk penanganan dan pengawasannya itu kewenangannya ada di atas kita, baik provinsi maupun pusat,” ujarnya usai melaksanakan buka puasa bersama keluarga besarnya, Sabtu (21/2/2026).

Meski kewenangan teknis berada di tingkat provinsi dan pemerintah pusat, DPRD tetap memberikan perhatian khusus karena menyangkut keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. Ia meminta perusahaan tambang memperketat sistem antisipasi, khususnya pada aspek pengamanan tanggul.

Sorotan publik turut mengarah pada PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai salah satu perusahaan tambang besar yang beroperasi di Kutim. DPRD menilai perusahaan memiliki kapasitas dan standar operasional yang memadai, namun penguatan mitigasi tetap diperlukan.

“Kita percaya perusahaan sebesar KPC tentu punya standar operasional yang baik. Saya kira ini bukan sesuatu yang disengaja. Tapi tetap harus ada langkah antisipasi yang lebih kuat agar tidak terulang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan temuan pengawasan lingkungan yang dikaitkan dengan banjir.

“Terkait itu memang belum ada laporan ke saya, tentu saya belum bisa memberikan analisa. Hal-hal urgen seperti itu tidak bisa disimpulkan hanya dari analisa pribadi,” katanya.

Mahyunadi menambahkan, pemerintah daerah akan menunggu laporan formal sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi.

“Kalau nanti sudah ada laporan resmi, tentu akan kita koordinasikan sesuai ketentuan. Prinsipnya, semua harus berdasarkan data dan hasil pengawasan yang jelas,” tandasnya.

Di tengah sorotan publik, penguatan pengawasan serta transparansi aktivitas pertambangan dinilai menjadi kunci agar kegiatan industri tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat dan keseimbangan lingkungan. (MK)

Editor: Agus S

Ketua DPRD Kutim Bangun Masjid di Kenyamukan, Target Jadi Tempat Singgah Musafir

0
Penampakan Masjid Keluarga Ketua DPRD Kutim yang dibangun di kawasan Pelabuhan Kenyamukan. (Ramlah/Media Kaltim)

SANGATTA – Sebuah masjid keluarga tengah dibangun di kawasan tepi Pelabuhan Kenyamukan, Kutai Timur. Hingga kini, rumah ibadah tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum memiliki nama resmi.

Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini merupakan inisiatif keluarga. Meski berstatus masjid keluarga, fasilitas tersebut terbuka untuk masyarakat umum.

“Ini memang masjid keluarga, tapi terbuka untuk masyarakat. Siapa pun boleh datang dan beribadah di sini,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Ramlah/Media Kaltim)

Sejumlah fasilitas utama masih dalam proses penyelesaian, mulai dari pengecoran lantai, pembangunan tempat wudu, toilet, hingga rumah imam. Karena itu, pelaksanaan salat lima waktu belum berjalan secara penuh dan rutin.

“Kalau fasilitasnya sudah siap dan representatif, tentu akan dimaksimalkan. Kita tidak ingin terburu-buru sementara sarana pendukung belum lengkap,” jelasnya.

Masjid tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 300 jemaah. Meski berada di tepi pelabuhan dan relatif jauh dari permukiman padat, lokasi tersebut dipilih dengan pertimbangan jangka panjang.

Ke depan, kawasan pelabuhan diproyeksikan semakin berkembang dan aktif. Kehadiran masjid diharapkan menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang hendak bepergian, para pemancing, hingga warga yang beraktivitas di sekitar pelabuhan.

“Jangan sampai orang kesulitan mencari tempat ibadah. Minimal ada tempat untuk salat Magrib atau Isya sebelum berangkat,” katanya.

Di sekitar lokasi tercatat sekitar 60 kepala keluarga. Namun akses jalan menuju masjid masih perlu pembenahan, terutama saat hujan yang membuat area menjadi becek.

Nama masjid masih dirumuskan bersama keluarga. Jika seluruh pengerjaan rampung, tidak menutup kemungkinan masjid ini dapat difungsikan penuh untuk salat berjemaah rutin, bahkan pelaksanaan salat Id.

“Kita ingin masjid ini hidup dan bermanfaat untuk masyarakat luas,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Satpol PP Urung Segel Pesona Coffee, Izin Usaha Muncul di Menit Terakhir

0
Pesona Caffe saat di kunjungi oleh Satpol pp Samarinda beserta OPD lainnya. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Rencana penyegelan Pesona Coffee di Jalan Pelita 3 resmi dibatalkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda, Sabtu (22/2/2026). Keputusan itu diambil setelah dokumen izin usaha kafe tersebut terbit pada pagi hari, tepat sebelum tindakan penertiban dilakukan.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswanti, menjelaskan bahwa agenda awal hari itu adalah penyegelan. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi (Rakor) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dugaan pelanggaran perizinan.

“Sebetulnya agenda kita hari ini adalah penyegelan Pesona Coffee. Namun sekitar pukul 09.00 WITA, saya menerima tembusan bahwa izin usaha mereka sudah terbit hari ini,” ujar Anis.

Meski penyegelan dibatalkan, Satpol PP memberi catatan tegas. Berdasarkan dokumen yang terbit, Pesona Coffee terdaftar dengan kode KBLI 56303, yakni usaha penyediaan minuman untuk dikonsumsi di tempat atau kategori kafe/rumah makan.

“KBLI-nya sudah dikunci di sana. Artinya fungsi utamanya tempat makan dan minum. Jika nanti ditemukan aktivitas di luar ketentuan, seperti live music berlebihan, DJ, atau hiburan malam lainnya, itu sudah menyalahi aturan,” tegasnya.

Sebagai bentuk pengawasan, pemilik Pesona Coffee dijadwalkan dipanggil pada Senin mendatang ke kantor Satpol PP. Mereka diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk menjalankan usaha sesuai peruntukan izin.

“Kami akan berikan surat perjanjian. Mereka harus menjalankan usaha sesuai kode KBLI. Jika melanggar, konsekuensinya jelas sesuai perundangan dan Perda yang berlaku. Kami bisa lakukan penertiban kembali,” pungkas Anis.

Saat ini Pesona Coffee tetap beroperasi, namun berada dalam pengawasan ketat Satpol PP dan OPD terkait guna memastikan tidak terjadi pelanggaran tata ruang maupun penyalahgunaan izin usaha. (MK)

Editor: Agus S