Beranda blog Halaman 274

Pergi Pasang Bubu, Warga Loa Tebu Hilang di Gunung Karanga Sejak Empat Hari

0
Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR (Istimewa)

TENGGARONG – Seorang warga Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, dilaporkan hilang setelah berpamitan hendak memasang bubu ikan di kawasan Gunung Karanga. Hingga Jumat (20/2/2026), Sahrani (57) belum ditemukan dan operasi pencarian masih terus dilakukan tim gabungan.

Korban diketahui meninggalkan rumah pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Namun hingga pukul 22.00 Wita malam itu, ia tak kunjung kembali. Keluarga yang merasa khawatir kemudian berinisiatif mencari di sekitar lokasi biasa korban memasang bubu, namun hasilnya nihil.

Laporan resmi diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara pada Selasa (17/2/2026). Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim ke lokasi setelah menerima laporan dari kelurahan.

“Setelah menerima laporan dari pihak kelurahan, tim langsung kami kerahkan menuju titik koordinat kejadian di RT 03, Kelurahan Loa Tebu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum pergi korban sempat berpamitan hendak memasang bubu ikan di sekitar Gunung Karanga. Saat terakhir terlihat, korban mengenakan baju lengan pendek berwarna putih abu-abu dan celana panjang.

Operasi pencarian dimulai sejak Selasa sore dan hingga kini masih berlangsung. Tim gabungan terdiri dari Damkarmatan Kukar, Babinsa TNI, Bhabinkamtibmas Polri, Relawan Kebakaran (Redkar), serta warga setempat.

Pencarian difokuskan pada radius sekitar tiga kilometer dari titik terakhir korban diduga berada. Medan yang disisir berupa perbukitan dengan kontur terjal serta vegetasi yang cukup rapat, sehingga menyulitkan proses pencarian.

Untuk mendukung operasi di lapangan, tim dilengkapi satu unit mobil rescue, dua perangkat GPS untuk pemetaan area, serta empat unit radio HT guna memastikan komunikasi tetap terjaga antaranggota tim.

Hingga hari keempat pencarian, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim terus memperluas area penyisiran dan menelusuri jalur-jalur yang biasa dilalui warga saat memasang bubu, sembari berkoordinasi dengan keluarga dan masyarakat sekitar untuk mendapatkan petunjuk tambahan.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Agus S

Selama Ramadan Pemkot Minta THM Tutup!

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan melalui Surat Edaran, untuk Tempat Hiburan Malam (THM) agar ditutup selama bulan Ramadan. Terhitung mulai 13 Februari 2026 lalu.

Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, serta untuk menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyatakan sesuai dengan surat edaran yang beredar, bahwa seluruh operasional di THM, termasuk bar, karaoke, diskotek, tempat pijit, dan tempat hiburan sejenis, diwajibkan menghentikan aktivitasnya sejak awal Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Adapun untuk membuka kembali tempat-tempat tersebut, sampai dengan tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H. Maka sangat diimbau seluruh pengusaha THM untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

“Ini merupakan kebijakan rutin setiap tahun, demi menjaga suasana kondusif selama bulan suci,” ucapnya, Jumat (20/2/2026).

Selama penutupan tempat pun, Pemkot Bontang juga akan meningkatkan pengawasan melalui patroli gabungan bersama aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada pelanggaran selama Ramadan berlangsung.

Bagi pelaku usaha yang kedapatan tetap beroperasi, maka pemerintah akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.

Pemkot berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha hiburan malam, dapat bekerja sama dalam menjaga ketertiban dan menghormati nilai-nilai religius selama Ramadan.

“Dengan adanya kebijakan ini, Pemkot Bontang optimistis suasana Ramadan di Kota Taman dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Aturan Operasional Selama Ramadan, Tempat Biliar dan Warnet Hanya Boleh Buka Sampai Jam 10 Malam

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah menetapkan pembatasan jam operasional di tempat biliar dan warung internet (warnet) selama Bulan Ramadan, hanya boleh dibuka di waktu yang telah ditentukan.

Imbauan ini telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 300.1.1/46/SATPOL PP/2026 tentang penutupan sementara dan pembatasan jam operasional di sejumlah kegiatan usaha selama Ramadan 1447 Hijriah/ 2026 Masehi.

Kebijakan ini diberlakukan, sebagai bentuk penghormatan terhadap umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, serta untuk menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat selama bulan suci, dimana pelaku usaha hanya diperbolehkan beroperasi mulai dari pukul 10.00 Wita hingga sampai pukul 22.00 Wita.

Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani menyampaikan bahwa pembatasan jam operasional merupakan langkah preventif, guna meminimalisir potensi gangguan ketertiban umum selama bulan puasa. Pihaknya juga akan selalu mengawasi dan mengamankan, tempat-tempat yang wajib ditutup selama Ramadan.

“Selama Ramadan, tempat biliar dan warnet tidak diperkenankan buka di luar jam yang telah ditentukan. Kami akan melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan aturan ini untuk dipatuhi,” ucapnya, Jumat (20/2/2026).

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan para pelaku usaha agar menaati ketentuan yang telah ditetapkan. Apabila nantinya ditemukan pelanggaran, maka sanksi administratif hingga penutupan sementara dapat diberlakukan sesuai peraturan daerah yang berlaku.

Sementara itu, untuk pelaku usaha kuliner seperti rumah makan, restoran, dan warung diminta agar tidak membuka secara terang-terangan, dan dapat memasang tirai atau penutup di siang hari selama Ramadan.

Adapun untuk pengusaha atau pengelola hotel, guest house dan sejenisnya, agar bisa membantu mencegah terjadinya praktik prostitusi dan perbuatan asusila, dengan lebih selektif menerima tamu berpasangan yang menginap di tempat tersebut, dengan kartu identitas pengunjung.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ngabuburit Sehat Bersama Shuka Juice, Sedia Cold Press Sehat di Lapak Ramadan

0
Shuka Juice Ikut Meriahkan Lapak Ramadan, Takjil Sehat Jadi Tren Baru. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kalau biasanya ngabuburit identik dengan takjil manis dan gorengan, suasana berbeda tampak di salah satu stan Lapak Ramadan Sangatta. Di tengah deretan jajanan berbuka, Shuka Juice hadir menawarkan pilihan yang lebih ramah tubuh: cold press juice tanpa gula dan tanpa air tambahan.

Pemilik Shuka Juice, Elsa Depiana, mengatakan produk minuman sehat itu sengaja dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin tetap menjaga pola makan selama Ramadan.

“Kalau saya ini ada cold press juice. Cold press juice ini tanpa air, tanpa gula,” ujar Elsa saat ditemui di lokasi Pasar Ramadan di depan Kantor Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (19/2/2026).

Elsa menjelaskan, cold press juice dibuat dari buah murni dengan metode perasan dingin sehingga kandungan sari buah tetap terjaga. Minuman itu pun menjadi pilihan alternatif bagi warga yang mulai mengurangi konsumsi gula.

Untuk satu botol cold press juice, Shuka Juice membanderol harga Rp25 ribu.

Tak hanya berjualan saat Ramadan, Elsa menyebut Shuka Juice juga rutin hadir di area folder setiap akhir pekan.

“Saya biasa jualan Sabtu, Minggu pagi. Mulai jam 07.30 biasanya sampai jam 10.00 siang,” jelasnya.

Selain cold press, Shuka Juice juga sempat menambah variasi menu seperti overnight oat hingga salad sayur. Namun untuk sementara, produk tersebut belum diproduksi.

“Ada tambahannya kita bikin overnight juga sama salad sayur, tapi ini lagi kebetulan lagi enggak buat,” katanya.

Menariknya, stan Shuka Juice tidak berdiri sendiri. Elsa berkolaborasi dengan pedagang lain, salah satunya Muliana, Pemilik Dapur Indologo yang membawa menu kukus-kukusan sebagai alternatif takjil sehat.

Muliana menjual beragam makanan rebus seperti jagung, ubi, telur, hingga pisang dan labu.

“Kalau saya yang kukus-kukusan aja. Jagung rebus, ubi rebus, telur rebus, labu, pisang,” ujar Muliana.

Tak hanya itu, Muliana juga menawarkan produk unik khas luar negeri yakni Quesillo, makanan asal Venezuela berbahan dasar susu dan keju.

“Ini Quesillo dari Venezuela, jadi dari susu sama keju,” ungkapnya.

Produk tersebut dibanderol Rp23 ribu per porsi. Muliana menyebut lapaknya mulai buka sore hari, mengikuti ramainya warga yang berburu menu berbuka.

“Mulainya dari jam 3 sore,” katanya.

Sementara itu, terkait sistem lapak, Elsa menjelaskan setiap pedagang dikenakan biaya kontribusi untuk mendukung operasional kegiatan. Kontribusi tersebut dikoordinir KNPI Kutim.

“Ada uang kontribusinya untuk kebersihan tenda dan lain-lain. Dikoordinir dari KNPI, per stannya itu Rp400 ribu,” jelas Elsa.

Kontribusi itu berlaku selama kegiatan berlangsung, yakni sekitar 25 hari.

Dengan hadirnya Shuka Juice dan menu kolaborasi yang serba sehat, Lapak Ramadan Sangatta tahun ini bukan hanya soal takjil manis, tapi juga mulai memberi ruang bagi tren baru yakni ngabuburit anti gula.

“Kalau sehat ya sehat lah kita bilang,” pungkas Elsa.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Segiri Diserbu Pemburu Takjil, Pasar Ramadan Jadi Ikon Kuliner Sore Warga Samarinda

0
Pasar Ramadan di GOR Segiri, Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Setiap Ramadan tiba, satu titik di Kota Tepian yang hampir tak pernah sepi adalah kawasan GOR Segiri. Menjelang waktu berbuka, ribuan warga tumpah ruah memadati Pasar Ramadan untuk berburu takjil dan hidangan berbuka puasa.

Tradisi berburu jajanan sore seakan menjadi ritual tahunan. Sejak pukul 15.30 WITA, deretan lapak sudah dipenuhi pembeli. Aroma rempah, asap bakaran, hingga manisnya kue tradisional bercampur menjadi satu, menciptakan suasana khas yang hanya hadir saat Ramadan.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme masyarakat begitu tinggi. Pengunjung datang dari berbagai penjuru Samarinda, berburu menu favorit untuk berbuka. Tak hanya sekadar belanja, suasana pasar juga diramaikan hiburan live music yang menambah semarak sore Ramadan.

Pemerintah Kota Samarinda bahkan menyiapkan sejumlah agenda pendukung, seperti buka puasa bersama anak yatim serta lomba beduk sahur dan fashion muslimah untuk menyemarakkan kawasan tersebut.

Yogi Pratama Hafidz (27), warga Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, mengaku baru pertama kali datang ke Pasar Ramadan Segiri dan langsung terkesan dengan suasananya.

“Rame sekali mas, ini pertama kali saya ke Pasar Ramadan (GOR Segiri). Jajanannya juga lengkap disini,” ujarnya.

Ia mengaku sengaja mencari jajanan tradisional seperti Amparan Tatak, Bingkak, dan Serabi yang menurutnya pas disantap saat berbuka.

“Saya cari kue yang diloyang mas, kalau ga salah namanya Amparan Tatak, Bingkak, dan Serabi. Enak sekali rasanya, dan pas untuk dimakan dalam Bulan Puasa,” katanya.

Hal senada disampaikan Aminah Irawati (24), warga Jalan MT Haryono. Ia mengaku tak pernah absen mengunjungi Pasar Ramadan Segiri setiap tahun.

“Di sini lengkap banget, semua yang dicari ada. Mulai dari makanan berat sampai takjil manis dan gurih seperti gorengan, semuanya tersedia. Harganya juga sangat terjangkau,” ujarnya.

Sore itu, Aminah terlihat membawa ayam bakar, tahu bakso, serta aneka gorengan. Ia menyebut tahu bakso sebagai menu favoritnya.

“Paling favorit itu tahu bakso, saya sampai beli Rp 15 ribu. Sebenarnya belanja tidak terlalu banyak, karena di rumah cuma tinggal berdua, jadi beli secukupnya saja,” tuturnya.

Dengan ragam kuliner, harga terjangkau, serta suasana yang meriah, Pasar Ramadan Segiri kembali membuktikan diri sebagai destinasi wisata kuliner musiman yang selalu dinanti warga Samarinda setiap tahunnya. (MK)

Editor: Agus S

Hadiri Khatmil Qur’an dan Imtihan Angkatan I SMA IT Yabis, Wawali Singgung Visi Indonesia Emas

0
Khatmil Qur’an dan Imtihan Angkatan I di lingkungan SMA IT Yabis, Selasa (17/02/2026). (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wakil Wali Kota, Agus Haris menyinggung visi besar Indonesia Emas 2045 yang menuntut kesiapan sumber daya manusia unggul, tidak hanya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga karakter, etika, dan spiritualitas. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Khatmil Qur’an dan Imtihan Angkatan I di lingkungan SMA IT Yabis, Selasa (17/02/2026).

Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan nilai dan penanaman karakter, sebagaimana yang telah dilakukan SMA IT Yabis melalui penguatan pendidikan keagamaan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, menetapkan program unggulan Bontang Pintar sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Bontang 2025–2029. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah pemberian beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Bontang dengan anggaran sekitar Rp10 miliar pada tahun anggaran 2026.

Melalui kesempatan tersebut, Wakil Wali
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah hadir untuk membuka akses dan memberikan dukungan, agar tidak ada anak Bontang yang kehilangan kesempatan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

Di akhir sambutan, ia mengajak para pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, aman, inklusif, dan menginspirasi, guna melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap memberi manfaat bagi daerah serta bangsa.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perketat Patroli Selama Ramadan, Satlantas Polres Bontang Sasar Balap Liar dan Knalpot Brong

0
Ilustrasi aksi balap liar. (AI).

BONTANG – Satlantas Polres Bontang memperketat patroli selama Bulan Suci Ramadan, hal ini dilakukan untuk menekan aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong yang kerap meresahkan masyarakat. Terutama di jam-jam rawan pelanggaran dan kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun pola pengamanan khusus selama bulan ramadan, dimana patroli tidak hanya dilakukan secara rutin, tetapi juga digelar menjelang waktu berbuka puasa, saat ngabuburit, hingga selepas sahur.

Sebab, biasanya pada jam-jam tersebut aktivitas masyarakat meningkat. Di sisi lain, potensi aksi dari kegiatan balap liar dan pelanggaran lalu lintas pun, juga bisa ikut naik.

“Untuk itu, kami bakal memfokuskan patroli di waktu tersebut. Sasaran utama dalam kegiatan patroli seperti penindakan balap liar, pengguna knalpot brong, serta kendaraan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” ucapnya, Kamis (19/2/2026).

Selain itu, dirinya pun turut menegaskan, langkah tersebut bukan hanya semata-mata sebagai suatu kegiatan penegakan hukum saja, akan tetapi sebagai salah satu upaya dalam melindungi sesama pengguna jalan.

“Bukan hanya ketertiban yang kami jaga, tetapi keselamatan warga. Satu aksi balap liar bisa membahayakan banyak orang,” tambahnya.

Ketika sedang patroli, petugas akan menyasar sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi untuk kebut-kebutan. Meliputi kawasan jalan protokol, hingga sampai di area pemukiman padat penduduk, dimana kawasan tersebut adalah masuk dalam peta pengawasan Satlantas Polres Bontang.

“Maka kami memberikan imbauan langsung kepada pengendara, khususnya para remaja agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balapan. Peran keluarga pun diharapkan turut membantu mengawasi aktivitas anak-anak selama bulan puasa,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kutim Dorong Sekolah Rakyat Dibangun Tahun Ini, Banyak Anak Pedalaman Putus Sekolah

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat diwawancara awak media. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong realisasi pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial (Kemensos), sebagai solusi pendidikan bagi anak-anak di wilayah pedalaman. Program ini dinilai mendesak, karena masih banyak anak di Kutim yang terpaksa putus sekolah akibat akses pendidikan lanjutan yang jauh dan sulit dijangkau.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi mengatakan, Kutim sangat layak mendapatkan program Sekolah Rakyat karena kondisi wilayahnya yang luas dengan sebaran permukiman berada jauh dari pusat kota.

“Secara kebutuhan Kutai Timur sangat layak untuk mendapatkan Sekolah Rakyat. Sangat layak karena kita banyak yang jauh-jauh dari Sandaran, dari Busang, dari mana-mana,” ujar Mahyunadi, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, persoalan putus sekolah di Kutim kerap terjadi setelah anak menamatkan pendidikan SD. Ketika memasuki jenjang SMP, banyak anak harus melanjutkan sekolah jauh dari kampung halaman, sementara tidak semua orang tua mampu menyiapkan tempat tinggal atau keluarga pendamping.

“Kenapa putus sekolah? Karena begitu SMP dia harus jauh dari rumahnya, tidak ada keluarga, maka orang tua memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya. Apalagi SMA, apalagi kuliah,” jelasnya.

Mahyunadi menilai Sekolah Rakyat yang dilengkapi fasilitas asrama dapat menjadi solusi penting untuk menekan angka putus sekolah di Kutim. Dengan sistem pendidikan terpadu, anak-anak dari wilayah pedalaman bisa tetap melanjutkan sekolah tanpa harus terkendala jarak dan tempat tinggal.

“Dengan ada Sekolah Rakyat yang sekolah itu pasti ada asramanya nanti, kita bisa meminimalisir. Mudah-mudahan tidak ada lagi anak yang butuh sekolah. Wajib belajar 12 tahun betul-betul bisa terpenuhi di Kutai Timur,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Kutim juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lokasi yang disiapkan berada di kawasan Simono dengan luas 8 hektare.

“Kita sudah siapkan 8 hektare. Awalnya 5 hektare, cuma kita minta ditambah 3 hektare menjadi 8 hektare,” kata Mahyunadi.

Saat ini, Pemkab Kutim masih menunggu tahapan awal berupa peninjauan dari pihak Kemensos. Mahyunadi menyebut, pihaknya sudah menyampaikan kesiapan Kutim secara langsung kepada Menteri Sosial dalam pertemuan di Jakarta.

“Alhamdulillah saya dan bupati kemarin hadir langsung di sana, bertemu langsung dengan Pak Menteri. Alhamdulillah beliau mengatakan akan segera meninjau Kutai Timur. Itu baru tinjau, layak enggaknya nanti kita lihat,” ujarnya.

Mahyunadi berharap proses peninjauan dapat segera dilakukan agar pembangunan Sekolah Rakyat di Kutim bisa dipercepat. Ia menegaskan, pemerataan akses pendidikan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pedalaman yang selama ini masih kesulitan melanjutkan sekolah.

“Kalau Sekolah Rakyat ini bisa segera dibangun, saya yakin anak-anak pedalaman Kutai Timur tidak perlu lagi berhenti sekolah hanya karena jarak. Ini yang kita perjuangkan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Begini Hasil Verifikasi Lapangan DLH Kutim Terkait Dugaan Limpasan Kolam KPC

0
Tim Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kutim saat melakukan verifikasi lapangan di area PT KPC. (Istimewa)

SANGATTA – Dugaan limpasan dari fasilitas pengelolaan air PT Kaltim Prima Coal (KPC) mulai menemukan titik terang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur (Kutim) mengungkap hasil verifikasi lapangan yang mengarah pada indikasi kerusakan dua kolam pengendapan milik perusahaan tambang tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan tim Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kutim pada Jumat (6/2/2026), ditemukan indikasi dua tanggul kolam yakni Pelikan Selatan dan Lower Melaso mengalami kerusakan dan diduga menjadi sumber aliran air keruh yang mengarah ke Sungai Bendili. Sungai tersebut diketahui merupakan anak sungai yang bermuara ke Sungai Sangatta.

Kepala DLH Kutim Aji Wijaya Effendi menyebutkan, temuan di lapangan memperkuat dugaan adanya aliran air dengan tingkat kekeruhan tinggi yang berasal dari area kolam KPC.

“Karena jembatan dan bangunan Pelikan Selatan mengalami kerusakan. Sehingga kita duga volume air yang cukup besar itu bersumber dari Pelikan Selatan. Kemudian disusul dengan Lower Melaso yang bagian dari proses pengelolaan dari Pelikan Selatan,” jelas Aji, Kamis (19/2/2026).

Tak hanya itu, DLH Kutim juga menemukan indikasi limpasan besar di kolam Melawi 2. Vegetasi di sekitar area tersebut terlihat rusak akibat derasnya arus air, yang menjadi petunjuk adanya debit air besar yang keluar.

Namun demikian, DLH menyebut kondisi air keruh yang terlihat jelas justru ditemukan pada jalur aliran dari Pelikan Selatan dan Lower Melaso.

“Cuman pada saat di lapangan, kami tidak melihat ada kekeruhan. Justru kekeruhan itu terjadi yang kita lihat di Lower Melaso dan Pelikan Selatan,” ungkapnya.

Dari hasil verifikasi itu, DLH menyimpulkan terdapat kontribusi aliran air dari fasilitas pengelolaan air KPC terhadap meningkatnya debit air di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Sampel air dari lokasi dugaan limpasan juga telah diambil untuk diuji laboratorium.

Seluruh hasil verifikasi lapangan telah dilaporkan dan diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), DLH menegaskan, keputusan lanjutan terkait temuan tersebut akan menunggu hasil uji laboratorium serta evaluasi kementerian.

“Untuk hasil dari verifikasi lapangan, kita menunggu dari Kementerian. Hasil pengujian laboratorium juga menunggu rilis kementerian,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, KLH juga telah menurunkan tiga direktorat serta tiga ahli dengan total sekitar 20 personel untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Kasus ini mengingatkan pada kejadian serupa pada 2014 lalu, saat kolam Pelikan Selatan sempat mengalami luapan dan KPC dikenai denda sebesar Rp11,7 miliar.

Sementara itu, pihak KPC membantah isu tanggul jebol sebagaimana ramai beredar dalam video di media sosial. General Manager External Affairs & Sustainable Development (ESD) KPC, Wawan Setiawan, menyebut kejadian itu hanyalah luapan air akibat curah hujan tinggi.

“Di kami itu tidak ada tanggul. Yang ada embankment untuk pengelolaan air,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Segini Besaran Zakat Fitrah, Maal, dan Fidyah 1447 H di Bontang

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG — Kementerian Agama Kota Bontang resmi menetapkan besaran zakat fitrah, zakat maal (harta), dan fidyah untuk wilayah Kota Bontang dan sekitarnya tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Kantor Kemenag Kota Bontang Nomor 17 Tahun 2026.

Kepala Kemenag Kota Bontang, Muhammad Hamzah, menjelaskan penetapan nilai zakat dilakukan dengan mempertimbangkan harga kebutuhan pokok serta hasil survei harga pasar di Kota Bontang per 17 Februari 2026.

“Penetapan nilai zakat ini telah melalui musyawarah bersama berbagai pihak, dengan melihat kondisi ekonomi masyarakat serta harga bahan pokok yang berlaku di Bontang,” ujarnya.

Zakat Fitrah

Untuk zakat fitrah, ditetapkan sebesar 2,5 kilogram beras per jiwa. Apabila dibayarkan dalam bentuk uang, maka nilainya disesuaikan dengan harga beras setara 3,8 kilogram, dengan rincian sebagai berikut:

Kategori tertinggi: 3,8 kg x Rp18.000 = Rp68.400 per jiwa
Kategori pertengahan: 3,8 kg x Rp17.000 = Rp64.600 per jiwa
Kategori terendah: 3,8 kg x Rp15.500 = Rp58.900 per jiwa

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah tepat waktu, agar bisa segera disalurkan kepada yang berhak menerima,” katanya.

Zakat Maal

Untuk zakat maal (harta), ditetapkan nisab berdasarkan harga emas.

Nisab 85 gram emas 23 karat, dengan harga Rp2.700.000 per gram, senilai Rp229.500.000. Zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5 persen atau Rp5.737.500 saat mencapai haul.

Nisab 72 gram emas 24 karat (Antam), dengan harga Rp2.947.350 per gram, senilai Rp212.209.200. Zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5 persen atau Rp5.305.230 saat mencapai haul.

Fidyah

Sementara untuk fidyah, bagi yang wajib membayar, ketentuannya berupa makanan pokok sebesar 1 mud atau setara 0,675 kilogram beras ditambah lauk pauk per hari.

Apabila dibayarkan dalam bentuk uang, maka nilainya berkisar antara Rp15.500 hingga Rp18.000 per hari per jiwa, menyesuaikan harga beras yang dikonsumsi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam