Beranda blog Halaman 293

164 TKA Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda PT BAP Rp2,17 Miliar

0
164 TKA Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda PT BAP Rp2,17 Miliar

JAKARTA — Pemerintah kembali menegaskan ketegasan penegakan aturan ketenagakerjaan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp2,17 miliar kepada PT BAP setelah ditemukan 164 tenaga kerja asing (TKA) bekerja tanpa pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

Temuan tersebut diperoleh dari rangkaian inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pengawas ketenagakerjaan Kemnaker pada 27 Oktober hingga 1 November 2025 di Kawasan Industri Ketapang. Denda tersebut telah dibayarkan perusahaan ke kas negara pada 26 Januari 2026 sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Dirjen Binwasnaker dan K3) Kemnaker, Ismail Pakaya, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap RPTKA bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut keadilan di pasar kerja nasional.

“Ini bukan semata urusan administrasi. Kepatuhan RPTKA adalah cara kita menjaga keadilan dan memastikan prioritas kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia tetap terlindungi,” ujar Ismail dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, RPTKA merupakan dokumen wajib sebelum perusahaan mempekerjakan TKA, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

“Aturannya jelas. Pemberi kerja wajib memenuhi RPTKA sebelum TKA bekerja. Kalau tidak dipenuhi, konsekuensinya juga jelas,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, pengawas ketenagakerjaan menemukan 164 warga negara asing melakukan aktivitas kerja di area PT BAP tanpa pengesahan RPTKA. Atas temuan tersebut, Kemnaker terlebih dahulu menerbitkan Nota Pemeriksaan I sebagai peringatan dan perintah perbaikan agar perusahaan segera memenuhi ketentuan penggunaan TKA.

Namun, karena pelanggaran tersebut dinilai serius, Kemnaker kemudian menerbitkan Surat Keputusan Dirjen Binwasnaker dan K3 Nomor 5/6/AS.00.01/I/2026 tertanggal 21 Januari 2026 tentang pengenaan sanksi administratif denda kepada PT BAP. Total denda sebesar Rp2,17 miliar dikenakan untuk 164 TKA dengan masa kerja bervariasi antara satu hingga lima bulan.

“Sanksi ini adalah instrumen penegakan. Tujuannya memastikan kepatuhan dan memberi efek jera agar praktik serupa tidak berulang,” tegas Ismail.

Sementara itu, Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan Kemnaker, Rinaldi Umar, menyatakan pembayaran denda yang telah dilakukan menjadi bukti nyata bahwa pengawasan ketenagakerjaan berjalan efektif.

“Yang paling penting, temuan tidak berhenti di atas kertas. Kewajiban dijalankan dan denda masuk kas negara. Ini sinyal bahwa pengawasan ketenagakerjaan bekerja,” ujarnya.

Rinaldi menambahkan, penertiban penggunaan TKA berdampak langsung bagi kepentingan publik. Dengan kepatuhan terhadap aturan, peluang kerja tenaga kerja lokal lebih terlindungi, perusahaan yang taat hukum tidak dirugikan, dan kepastian hukum di dunia usaha semakin kuat.

Ke depan, Kemnaker memastikan pengawasan penggunaan TKA serta norma ketenagakerjaan lainnya, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja (K3), akan terus diperkuat melalui sidak dan pemeriksaan berkelanjutan sepanjang 2026.

“Negara harus hadir memastikan tempat kerja tertib, adil, dan aman,” pungkas Rinaldi. (MK)

Editor: Agus S

Arie Wibowo Serahkan Ambulans untuk Warga Gunung Lingai Saat Reses DPRD Samarinda

0
Serah terima BPKB mobil yang akan digunakan oleh 23 RT di Kelurahan Gunung Lingai sebagai ambulans. (Hanafi)

SAMARINDA — Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo, melaksanakan kegiatan reses di Jalan Gunung Lingai, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari 23 RT di wilayah Gunung Lingai dan menjadi ajang penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam agenda reses tersebut, Arie Wibowo secara pribadi menyerahkan satu unit mobil operasional ambulans yang akan digunakan oleh warga Gunung Lingai. Bantuan ini diberikan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas layanan kesehatan dan sosial, khususnya dalam kondisi darurat.

Arie Wibowo mengatakan, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.

“Reses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang dialog langsung dengan masyarakat. Dari pertemuan seperti ini, kami bisa mengetahui kebutuhan riil warga di lapangan, termasuk persoalan layanan kesehatan dan penanganan kondisi darurat,” ujar Arie.

Terkait penyerahan ambulans, Arie menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pribadi sekaligus komitmennya sebagai wakil rakyat.

Arie Wibowo saat melakukan reses di Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang. (Hanafi)

“Saya melihat warga di Gunung Lingai selama ini cukup kesulitan ketika membutuhkan ambulans, terutama untuk kondisi darurat dan pengantaran jenazah. Karena itu, saya berinisiatif menyerahkan ambulans ini agar bisa dimanfaatkan bersama oleh 23 RT dan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 10 Kelurahan Gunung Lingai, Burhanudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Arie Wibowo atas bantuan tersebut.

“Atas nama ketua RT dan mewakili seluruh RT di Gunung Lingai, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Arie Wibowo yang telah memberikan bantuan ambulans untuk kepentingan warga di 23 RT,” kata Burhanudin.

Ia menjelaskan, sebelum adanya ambulans tersebut, warga kerap mengalami kesulitan, terutama saat harus mengantar jenazah maupun warga sakit ke rumah sakit.

“Selama ini kami sering kesulitan karena harus mencari ambulans ke luar wilayah. Dengan adanya bantuan ini, alhamdulillah sudah bisa digunakan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Burhanudin menambahkan, ambulans tersebut tidak hanya difungsikan untuk pengantaran jenazah, tetapi juga untuk kebutuhan medis lainnya.

“Ambulans ini bisa digunakan untuk jenazah maupun ambulans medis. Jika ada warga yang sakit atau kondisi darurat, bisa langsung dimanfaatkan untuk dibawa ke rumah sakit. Kami akan mengelolanya dan memfungsikannya semaksimal mungkin untuk kepentingan warga,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Bossanova Internal Cup 2026, Dari Fun Game hingga Perekat Soliditas Pegawai

0
Bossanova Internal Cup (BIC) saat mengikuti perlombaan internal padel. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Bossanova Internal Cup (BIC) 2026 yang digelar Club722 Bossanova, Minggu (8/2/2026). Ajang olahraga internal ini mempertemukan pegawai dari berbagai unit kerja Kementerian Keuangan di Samarinda dan sekitarnya, bukan semata untuk mengejar gelar juara, melainkan mempererat silaturahmi dan menjaga kebugaran bersama.

Kegiatan ini diikuti peserta dari KPP Pratama Samarinda Ilir, KPP Pratama Samarinda Ulu, KPP Pratama Tenggarong, Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara, hingga Bea Cukai Samarinda. Sejak pagi, suasana lapangan dipenuhi gelak tawa dan canda, menciptakan atmosfer santai yang jauh dari kesan kompetisi kaku.

Menariknya, sejumlah peserta turut mengajak anggota keluarga untuk menyaksikan dan merasakan kemeriahan kegiatan. Hal tersebut menjadikan BIC tidak hanya sebagai perlombaan olahraga, tetapi juga sarana rekreasi bersama yang memperkuat ikatan kekeluargaan antarpegawai lintas instansi.

Panitia mengemas Bossanova Internal Cup dengan konsep fun game, sehingga fokus utama kegiatan bukan pada hasil akhir pertandingan, melainkan kebersamaan dan keseruan selama kegiatan berlangsung. Meski demikian, semangat bertanding tetap terasa di lapangan.

Salah satu cabang olahraga yang menyita perhatian adalah padel, olahraga raket yang tengah digemari. Muhammad Ismail, salah satu peserta, mengaku antusias mengikuti pertandingan meski baru pertama kali menjajal padel.

“Ini olahraga bareng untuk menjalin hubungan dengan rekan-rekan. Yang penting sehat dan senang,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Ismail, meski konsepnya santai, nuansa kompetisi tetap terasa. “Seru, tapi tetap deg-degan juga karena formatnya lomba. Hadiahnya berapa miliar juga belum tahu,” candanya sambil tertawa.

Ia menilai padel menarik karena lapangannya tidak terlalu luas sehingga tidak terlalu menguras tenaga, namun tetap menuntut strategi dan kerja sama tim. “Lawan tadi berat juga. Tapi enak main padel, apalagi sekarang lapangan padel lagi tren di mana-mana,” tambahnya.

Melalui Bossanova Internal Cup 2026, para peserta berharap semangat sportivitas, kebersamaan, dan gaya hidup sehat dapat terus terjaga dan terbawa ke lingkungan kerja sehari-hari. (MK)

Editor: Agus S

Pemkot Balikpapan Resmikan RBRA Ceria di Taman Tiga Generasi

0
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat meresmikan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Ceria. (Istimewa)

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan meresmikan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Ceria yang berlokasi di kawasan Taman Tiga Generasi, Minggu (8/2/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang aman, inklusif, dan edukatif bagi anak-anak serta keluarga.

Peresmian RBRA Ceria ditandai dengan pembukaan simbolis di pintu masuk area bermain yang dihiasi balon warna-warni. Kegiatan tersebut disaksikan ratusan warga yang hadir bersama keluarga. Anak-anak tampak antusias mencoba berbagai wahana permainan, seperti ayunan, perosotan, dan area panjat yang telah disiapkan sesuai standar keamanan.

RBRA Ceria dirancang tidak hanya sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai ruang yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan edukasi. Seluruh fasilitas menggunakan material ramah anak, dilengkapi lantai berlapis rumput sintetis, serta pembatas area bermain untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Selain itu, RBRA Ceria dapat diakses secara gratis oleh masyarakat setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 Wita. Pemerintah Kota Balikpapan juga memasang papan imbauan tata tertib guna menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan bersama di kawasan tersebut.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, kehadiran RBRA Ceria merupakan bagian dari upaya mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Layak Anak. Ia berharap ruang publik ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat anak-anak mengembangkan kreativitas, bersosialisasi, serta tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif.

“RBRA Ceria ini bukan sekadar taman bermain, tetapi juga ruang interaksi bagi keluarga dan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dijaga bersama agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Peresmian RBRA Ceria mendapat sambutan positif dari warga. Sejumlah orang tua mengaku senang karena kini tersedia ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak di tengah kota.

Dengan diresmikannya RBRA Ceria di Taman Tiga Generasi, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus menambah serta meningkatkan kualitas ruang publik ramah anak sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan. (MK)

Editor: Agus S

Sebatang Kara di Perantauan, Pria Asal Pasuruan Ditemukan Meninggal di Teras Warga Mugirejo

0
Jasad korban dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) oleh tim Inafis Polresta Samarinda. (Istimewa)

SAMARINDA — Seorang perantau asal Pasuruan, Jawa Timur, bernama Achmadan (48), ditemukan meninggal dunia di teras rumah warga di kawasan Jalan Bugis, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (8/2/2026) pagi sekitar pukul 07.15 Wita. Korban ditemukan dalam kondisi terbaring lemas di samping pagar rumah dengan posisi kaki menjuntai ke bawah.

Korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya, Endang Ratnasari (29). Ia merasa curiga karena Achmadan tidak berada di kamar kos saat dilakukan pengecekan rutin. Dalam beberapa hari terakhir, korban memang rutin dipantau oleh rekan kerja dan atasannya lantaran kondisi kesehatannya yang menurun.

“Pagi ini kami cek ke kamarnya, orangnya sudah tidak ada. Kami hubungi lewat WhatsApp, tapi suara ponselnya terdengar dari luar, di seberang kos,” ujar Endang. Saat ditelusuri ke arah suara ponsel, mereka menemukan Achmadan sudah tak bernyawa di teras rumah warga.

Tanpa keluarga di Samarinda, hari-hari terakhir korban terbilang berat. Achmadan diketahui baru menjalani perawatan akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di rumah sakit pada Senin (2/2/2026). Belum sepenuhnya pulih, ia kembali mengalami kecelakaan lalu lintas pada Kamis (5/2/2026) di Jalan DI Panjaitan yang menyebabkan kondisinya semakin lemah.

Warga sekitar mengungkapkan bahwa korban sempat terlihat keluar dari kos pada Sabtu (7/2/2026) malam dalam kondisi sempoyongan dan muntah-muntah. Warga sempat melarangnya keluar karena jalannya tidak stabil.

“Kami sudah menegur karena jalannya tidak normal, tapi dia tetap mau pergi. Katanya mau pulang,” ujar salah seorang warga RT 04 di lokasi kejadian.

Mengetahui kejadian tersebut, Ketua RT bersama warga sempat mengevakuasi korban ke dalam kamar kos sebelum pihak kepolisian tiba di lokasi. Aparat Polresta Samarinda kemudian melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi korban.

Kanit III Pamapta Polresta Samarinda, IPDA Ryan Rizki Hidayat, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit serta pernah mengalami kecelakaan beberapa hari sebelum ditemukan meninggal.

“Untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kekerasan atau penyebab lain, jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata IPDA Ryan.

Saat ini, pihak kepolisian masih berupaya menghubungi keluarga korban di Pasuruan, Jawa Timur, guna proses penanganan lanjutan dan pemulangan jenazah. (MK)

Editor: Agus S

Gagal PPPK, 310 Guru Honorer Paser Disiapkan Skema PJLP

0
Kepala Disdikbud Paser, Muhammad Yunus Syam. (Nash)

PASER — Ratusan guru honorer di Kabupaten Paser yang belum berhasil lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025 tetap mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Paser. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser menyiapkan skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sebagai solusi sementara agar para guru tetap dapat mengabdi di satuan pendidikan.

Berdasarkan data Disdikbud Paser, terdapat 310 tenaga yang belum diangkat sebagai ASN, terdiri dari 293 guru honorer, 12 tenaga kependidikan, dan 5 tenaga administrasi di bawah naungan Disdikbud Paser.

Kepala Disdikbud Paser, Muhammad Yunus Syam, menjelaskan sebagian besar guru honorer tidak lolos seleksi PPPK karena terkendala persyaratan, terutama masa kerja minimal dua tahun.

“Sejumlah persyaratan harus dipenuhi agar guru honorer bisa lolos PPPK, mulai dari kualifikasi sarjana pendidikan sesuai mata pelajaran atau guru kelas, hingga masa kerja minimal dua tahun,” ujar Yunus, Minggu (8/2/2026).

Padahal, pada seleksi PPPK 2025 lalu, Disdikbud Paser telah menyiapkan 900 formasi untuk mengakomodasi guru honorer. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 612 orang yang dinyatakan lolos dan diangkat sebagai PPPK. Jumlah itu termasuk 135 pelamar jalur umum atau fresh graduate yang telah memiliki Sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan.

Selama beberapa tahun terakhir, Disdikbud Paser menerapkan skema Pengajar Pengganti (Jarti) untuk menampung guru honorer yang belum diangkat sebagai PPPK. Namun, tahun ini skema tersebut digantikan dengan mekanisme PJLP.

“Prosesnya seperti lelang. Pemerintah membuka peluang pekerjaan dan mereka yang memiliki ijazah sesuai standar bisa mengikuti seleksi PJLP. Tahap awal akan diprioritaskan bagi 310 guru honorer yang belum lolos PPPK kemarin,” jelas Yunus.

Meski regulasi pemerintah pusat saat ini tidak lagi membuka peluang pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN secara langsung, Yunus tetap optimistis peluang tersebut masih terbuka ke depan, tergantung kebijakan pusat.

“Kita tidak tahu kebijakan ke depan. Tahun-tahun sebelumnya juga sempat dianggap tidak ada lagi pengangkatan, tapi kemudian dibuka lagi formasi sesuai kebijakan pusat,” ujarnya.

Yunus menilai sektor pendidikan membutuhkan kebijakan khusus, mengingat pendidikan merupakan pilar utama pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, setiap tahun jumlah tenaga pendidik berkurang akibat pensiun maupun faktor lainnya.

“Tenaga pendidik ini perlu pengecualian. Setiap tahun banyak yang pensiun atau meninggal dunia, sementara kebutuhan guru terus meningkat. Karena itu, perlu kebijakan tersendiri untuk pengangkatan guru,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Hujan dan Angin Kencang Robohkan Bangunan di Balikpapan Barat, Pedagang Tewas Tertimpa

0
Sejumlah bangunan rubuh di kawasan Jalan 21 Januari RT 9, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, Minggu (8/2/2026) sore.

BALIKPAPAN — Hujan deras disertai angin kencang memicu runtuhnya sejumlah bangunan di Jalan 21 Januari RT 9, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, Minggu (8/2/2026) sore. Insiden ini menewaskan satu orang warga yang tertimpa runtuhan bangunan saat berteduh.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.05 Wita, ketika cuaca ekstrem melanda sebagian wilayah Kota Balikpapan. Samson, penjaga bangunan di lokasi kejadian, menyebut runtuhan terjadi secara beruntun dan berlangsung sangat cepat.

“Tiba-tiba rumah yang pertama nimpa rumah kedua, terus nimpa lagi ke rumah yang di sampingnya. Ada tiga bangunan, dan satu bangunan ini belum jadi,” ujar Samson.

Menurutnya, korban bukan warga setempat. Korban diketahui seorang pedagang yang saat kejadian berteduh di sekitar lokasi untuk menghindari hujan dan angin kencang.

“Ada korban, tapi bukan orang sini. Dia orang jualan, lagi berteduh, terus kena timpa,” jelasnya.

Samson menjelaskan, bangunan yang rubuh bukan merupakan rumah tinggal, melainkan bangunan kosong yang menyerupai gudang. Dari total bangunan yang terdampak, tiga di antaranya dalam kondisi kosong, sementara satu bangunan masih dalam tahap pembangunan.

Sementara itu, personel AL Kampung Baru, Komarudin, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima informasi melalui grup komunikasi internal dan segera menuju lokasi.

“Kita dapat informasi sekitar pukul 17.05 Wita, langsung ke lokasi dan kondisinya sudah seperti ini. Ada satu warga yang menjadi korban dan langsung meninggal dunia. Kejadiannya sangat cepat sekali,” ujarnya.

Proses evakuasi korban dilakukan dengan peralatan khusus, termasuk gergaji mesin, mengingat korban tertimpa material kayu berukuran besar dan berat. Korban diperkirakan berusia di atas 30 tahun.

Hingga berita ini diturunkan, aparat terkait masih melakukan pendataan dan pengamanan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (MK)

Editor: Agus S

Genjot Ekosistem Digital UMKM, Otorita IKN Targetkan Nol Persen Kemiskinan 2035

0
Kolaborasi Otorita IKN dan Bank Indonesia menggelar Lokakarya Literasi Keuangan Digital dan Edukasi Legalitas Produk UMKM bagi pelaku usaha di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat. (Dok. OIKN)

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memasang target ambisius dalam pembangunan kawasan inti dan wilayah penyangga, yakni menekan angka kemiskinan hingga nol persen pada 2035. Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah mempercepat penguatan ekosistem UMKM berbasis digital.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Otorita IKN berkolaborasi dengan Bank Indonesia menggelar Lokakarya Literasi Keuangan Digital dan Edukasi Legalitas Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi pelaku usaha di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua batch pada 3–6 Februari 2026. Setiap batch berlangsung selama dua hari dan menyasar pelaku UMKM di wilayah delineasi IKN yang memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, mengatakan lokakarya ini dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM agar mampu tumbuh lebih profesional, akuntabel, dan berdaya saing.

“Melalui workshop ini, pelaku UMKM diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya. Target akhirnya, UMKM mampu berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah IKN,” ujarnya.

Batch pertama lokakarya dilaksanakan pada 3–4 Februari 2026 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Samboja. Sementara batch kedua digelar pada 5–6 Februari 2026 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kecamatan Samboja Barat.

Sebanyak 120 pelaku UMKM mengikuti kegiatan tersebut, masing-masing 60 peserta dari Kecamatan Samboja dan 60 peserta dari Kecamatan Samboja Barat.

“Kedua kecamatan ini merupakan wilayah delineasi IKN yang sangat strategis. Kecamatan Samboja mencakup 13 desa dan kelurahan, sementara Samboja Barat terdiri dari 10 desa dan kelurahan,” jelas Conrita.

Dalam lokakarya ini, peserta dibekali pemahaman manajemen keuangan berbasis digital serta edukasi legalitas usaha, sebagai fondasi untuk mendorong UMKM yang lebih tertib administrasi, profesional, dan siap bersaing.

Selain itu, peserta juga diarahkan untuk memanfaatkan platform digital dalam promosi usaha, penyaluran insentif, penguatan jejaring, hingga pemasaran produk secara daring.

Otorita IKN menegaskan, penguatan UMKM merupakan salah satu kunci penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif di kawasan IKN dan sekitarnya. Kolaborasi dengan Bank Indonesia akan terus dilanjutkan guna memastikan pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan transformasi ekonomi digital dan menjadi bagian dari pencapaian target nol persen kemiskinan pada 2035. (MK)

Editor: Agus S

KONI Kutim Bentuk Tim Verifikasi Porprov 2026, Cegah Atlet Siluman

0
Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tancap gas mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 yang bakal digelar di Kabupaten Paser.

Tak mau kecolongan, KONI Kutim langsung membentuk Tim Verifikasi Cabang Olahraga (Cabor). Tim ini dipersiapkan sebagai “penyaring awal” untuk memastikan seluruh atlet dan official yang akan diberangkatkan benar-benar memenuhi ketentuan administrasi sesuai regulasi Panitia Besar (PB) Porprov.

Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, menegaskan bahwa ketertiban administrasi menjadi fondasi utama sebelum berbicara target medali. Menurutnya, Porprov bukan hanya soal kekuatan fisik dan teknik, tetapi juga soal kelengkapan dokumen.

“Tim ini dibentuk untuk memastikan atlet yang dikirim benar-benar putra-putri daerah atau telah memenuhi persyaratan domisili sesuai regulasi terbaru Porprov,” tegas Rudi Hartono saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).

Rudi mengingatkan, persoalan administrasi sering menjadi bom waktu dalam ajang olahraga multi-event. Jika lalai, risikonya fatal. Mulai dari sanksi hingga diskualifikasi.

Dengan pembentukan tim verifikasi sejak dini, KONI Kutim berharap potensi masalah tersebut bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga atlet bisa fokus pada peningkatan prestasi tanpa dihantui persoalan legalitas.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Cabor KONI Kutim, Budiman Hading, menjelaskan bahwa tugas timnya tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen. Lebih dari itu, verifikasi dilakukan berlapis dan strategis.

Tidak hanya memvalidasi legalitas kependudukan atlet serta kesesuaian jumlah peserta pada tiap nomor pertandingan, tim juga akan melakukan pemetaan potensi cabor yang menjadi andalan Kutai Timur.

“Selain verifikasi administrasi, kami akan memetakan cabang olahraga yang berpeluang besar menyumbang medali emas. Ini penting sebagai dasar penyusunan strategi kontingen Kutim di Porprov 2026,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jelang Ramadan, Pemkot Bontang Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Relatif Stabil

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan kesiapan ketersediaan, distribusi, dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 H.

Berdasarkan hasil pemantauan oleh tim terpadu, stok kebutuhan pokok seperti beras, telur, BBM, dan LPG dinyatakan aman, sementara komoditas yang cenderung rentan terhadap kenaikan harga adalah cabai dan bawang.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang melalui Heri, Petugas Operasional DKP3, mengatakan hasil monitoring menunjukkan sebagian besar bahan pokok dalam kondisi aman menjelang Ramadan.

“Untuk beras dan telur aman. Daging memang kadang datang agak terlambat, tetapi sudah dalam perjalanan dan tidak berpengaruh pada harga,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, secara umum tidak ada kenaikan harga signifikan untuk beras, telur, BBM, maupun LPG. Namun, komoditas yang harganya berpotensi naik-turun adalah cabai dan bawang.

“Dalam seminggu terakhir kondisinya masih normal,” tambahnya.

Jalur Distribusi dan Ketersediaan BBM–LPG

Terkait distribusi, Heri menyebut jalur pasokan relatif lancar. Keterlambatan hanya terjadi bila ada insiden di jalan, seperti yang pernah terjadi belakangan.

Untuk BBM dan LPG, pemkot telah mengajukan penambahan stok menjelang hari besar keagamaan. Kuota LPG subsidi tetap terjaga di kisaran 5.600 tabung per hari, dengan harga tetap di angka Rp21.000 tabung 3 kg.

Pemantauan juga dilakukan ke distributor, gudang, pasar, dan agen resmi. Menurut Heri, seluruh rantai pasok masih berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Cabai Naik, Bawang Berpotensi Menyusul

Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, mengungkapkan bahwa kenaikan harga mulai terasa pada komoditas cabai.

“Desember masih Rp50 ribu per kilo, sekarang sudah sekitar Rp70 ribu. Ini karena cuaca, cabai memang sensitif,” jelasnya.

Selain cabai, komoditas yang biasanya rawan naik menjelang Ramadan dan Idulfitri adalah telur, daging ayam, serta bawang merah dan bawang putih.

Upaya Pengendalian Harga: Operasi Pasar dan GPM

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkot Bontang bersama Satgas Pangan Polres, DKUMPP, Bagian Ekonomi, dan DKP3 rutin melakukan monitoring terpadu. Jika terjadi kelangkaan atau lonjakan harga, pemerintah akan melakukan intervensi pasar.

Debora menyebut, Gerakan Pangan Murah (GPM) akan digelar pada 11 Februari menjelang Ramadan dengan alokasi beras SPHP sebanyak 5 ton, ditambah kemungkinan partisipasi distributor membawa beras premium.

“Jelang Idulfitri nanti juga akan ada GPM lagi. Ini terutama membantu masyarakat menengah ke bawah, meski sebenarnya terbuka untuk umum,” katanya.

Dampak bagi Masyarakat dan Proyeksi Ramadan–Idulfitri

Sejauh ini, tidak ada dampak negatif langsung bagi masyarakat karena distribusi berjalan lancar dan stok tersedia. Neraca pangan Kota Bontang dipantau setiap minggu bersama DKUMPP dan dinilai aman.

“Kita memang tidak punya semua sumber pangan sendiri, tapi alur distribusi kita kuat. Pasokan bisa masuk dari Sulawesi, Surabaya, Samarinda, atau langsung melalui Pelabuhan Bontang,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahkan saat pandemi Covid-19 ketersediaan pangan di Bontang tetap terjaga. Dengan kondisi distribusi saat ini, kebutuhan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri diproyeksikan aman.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam