Beranda blog Halaman 294

Komisi B Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan Aman dan Terkendali

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, memastikan untuk ketersediaan bahan pokok menjelang Bulan Ramadan masih terpantau aman dan terkendali.

Pihaknya sempat menggelar pertemuan beberapa hari lalu, dimana usai pemanggilan sejumlah instansi yang dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan UMKM, PLN, serta PDAM. Sejumlah pihak menyatakan jika sejauh ini, untuk ketersedian bahan pokok maupun kebutuhan lainnya masih sangat terjangkau.

Anggota Komisi B DPRD Bontang, Ridwan mengatakan bahwa dari hasil rapat tersebut, seluruh instansi menyatakan ketersediaan kebutuhan masyarakat masih mencukupi. Bahkan dari PDAM Bontang juga memastikan, untuk layanan air bersih beroperasi selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan warga.

“Sejauh ini semuanya masih terkendali. Meskipun bahan pokok pemasoknya dari luar daerah semua, tapi masih stabil. Terlebih lagi kita mengambilnya tidak terlalu jauh, dari Sulawesi,” ucapnya, Sabtu (7/2/2026).

Meski demikian pemerintah mengakui, apabila nantinya ada potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar, dan dipengaruhi oleh faktor permintaan serta kondisi cuaca.

“Contohnya seperti kebutuhan beras di Bontang, saat ini masih didatangkan dari luar daerah karena tidak adanya produksi padi lokal,” tambahnya.

Sama halnya dengan ketersediaan LPG, sejauh ini untuk stok LPG masih seperti biasanya. Dari para agen saat mengantarkan ke pihak pangkalan masih dengan jumlah yang sama, belum ada peningkatan.

“Semua masih sama, sejauh ini belum ada kelangkaan untuk LPG. Kami masih mengantarkan pesanan sesuai dengan permintaan pangkalan. Belum ada kenaikan, dan kami masih mengantarkan LPG setiap harinya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Jaga Objektivitas Penilaian Adipura, Menteri LH Sidak Tanpa Pendampingan Pemkot dan Pemprov Kaltim

0
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Untuk menjaga objektivitas penilaian adipura, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq melakukan penilaian dan peninjauan secara langsung ke beberapa lokasi di wilayah Kota Bontang, tanpa didampingi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

Alasannya ialah untuk bisa melihat secara langsung dan nyata, bagaimana kondisinya di lapangan yang dimana kota tersebut disebut dengan kota bersih dan kota yang belum bersih. Mengingat kunjungan kerja ini merupakan bagian dari penilaian Adipura.

“Saya sengaja tidak ingin didampingi dan secara khusus mengajak wartawan, agar dapat melihat langsung kondisi di lapangan seperti apa. Kami berharap semakin banyak suara yang hadir, dapat mengurangi subjektivitas dan meningkatkan objektivitas,” ucapnya, Sabtu (7/2/2026).

Selain itu, Hanif juga menilai bagaimana cara pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Mulai dari kawasan pemukiman hingga sampai di kawasan pusat perbelanjaan.

Sehingga pihaknya beserta rombongan telah menelusuri beberapa titik lokasi di Bontang, seperti di Pasar Citra Mas Loktuan, Rusunawa Loktuan, hingga kawasan di wilayah Selambai Loktuan.

“Oleh karena itu, kami memilih untuk tidak didampingi terlebih dahulu oleh pihak provinsi maupun kabupaten atau kota, agar tidak tergiring opini ke lokasi-lokasi tertentu yang sudah diarahkan. Langkah ini semata-mata dilakukan untuk menjaga objektivitas, dan bukan untuk maksud yang lain,” jelasnya.

Setelah berkeliling di beberapa lokasi, kini tujuan terakhir Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari. Baru pihaknya akan terbang menuju Surabaya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

AOKI Kutim Resmi Hadir di Wahau-Kombeng

0
Pamplet Pelantikan Pengurus AOKI Kecamatan Muara Wahau. (Ist)

SANGATTA – Asosiasi Olahraga Kombat Indonesia (AOKI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini resmi memperluas jangkauan organisasi hingga ke tingkat kecamatan. Dua wilayah yang menjadi titik awal penguatan struktur tersebut adalah Kecamatan Muara Wahau dan Kecamatan Kombeng.

Peresmian kepengurusan AOKI di dua kecamatan itu ditandai melalui kegiatan pelantikan pengurus yang digelar selama dua hari, 6–7 Februari 2026. Tak sekadar seremoni, kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan event perdana bertajuk “Wahau Kombeng Combat”, yang menjadi ajang pemanasan sekaligus pembuktian bahwa olahraga kombat mulai mendapat tempat di tengah masyarakat.

Event ini menjadi kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh AOKI Kecamatan Muara Wahau. Antusiasme warga pun cukup tinggi. Berbagai kalangan masyarakat ikut hadir dan terlibat, menunjukkan bahwa olahraga kombat tak hanya diminati sebagai ajang adu fisik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, serta wadah kegiatan positif bagi generasi muda.

Ketua AOKI Kutai Timur, Ordiansyah menegaskan bahwa perluasan kepengurusan hingga ke tingkat kecamatan merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem olahraga kombat yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Kutim.

“Perluasan kepengurusan AOKI ke tingkat kecamatan adalah langkah nyata agar pembinaan atlet dan kegiatan olahraga kombat dapat menjangkau masyarakat secara langsung. Muara Wahau dan Kombeng menjadi contoh bahwa AOKI Kutai Timur terus tumbuh dan bergerak maju,” tegasnya kepada Media Kaltim, Sabtu (7/2/2026).

Ordiansyah menambahkan, pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan akan mempercepat pembinaan atlet-atlet potensial dari daerah. Dengan demikian, bibit unggul tidak hanya lahir dari pusat kabupaten, tetapi juga dari kecamatan-kecamatan yang selama ini belum banyak tersentuh pembinaan olahraga prestasi.

Tak berhenti di Muara Wahau dan Kombeng, AOKI Kutim juga memastikan ekspansi akan terus berlanjut. Sejumlah kecamatan lain sudah masuk dalam target pembentukan kepengurusan, di antaranya Bengalon, Sangkulirang, dan Kaliorang.

Melalui perluasan ini, AOKI Kutim berkomitmen menghadirkan lebih banyak event olahraga kombat di berbagai kecamatan, sekaligus menjadikan olahraga tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan positif masyarakat Kutai Timur.

Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas, AOKI Kutim optimistis dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Raih Adipura, Menteri LH, Hanif Faisol Tinjau Beberapa Lokasi di Bontang

0
Rombongan KLH, Hanif Faisol Nurofiq meninjau beberapa lokasi di wilayah Bontang (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan kunjungan kerja di Kota Bontang, guna memantau beberapa titik lokasi untuk penilaian, yang dimana Kota Bontang berhasil meraih penghargaan Adipura, Sabtu (7/2/2026) siang.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq beserta rombongan langsung turun ke lapangan, untuk memastikan kondisi wilayah tersebut.

Saat kunjungan berlangsung, Hanif langsung melakukan penelusuran di Pasar Citra Mas, Loktuan. Setelah itu bergeser ke beberapa tempat sekitarnya, seperti Rusunawa, Selambai, hingga Eks Pasar Citra Mas.

Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung, bagaimana cara pengelolaan lingkungan, di setiap sudut kota termasuk dengan fasilitasnya.

Tidak hanya memantau lingkungan dan fasilitas saja, bahkan Hanif pun turut berinteraksi langsung ke masyarakat dan anak-anak di wilayah tersebut.

Kini Hanif dan rombongan menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bontang Lestari untuk peninjauan lapangan selanjutnya. Setelah itu pihaknya akan balik, dan langsung menuju Surabaya untuk peninjauan kota berikutnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN Datang, Pemkot Sampaikan Gagasan Bontang Techno Park

0
Wali Kota Neni saat menyambut berdiskusi dengan Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN. (Dok Humas Pemkot Bontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menerima kunjungan Deputi Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yopi, beserta rombongan pada Kamis (05/02/2026) pagi. Kunjungan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang dan dilaksanakan dalam rangka Sosialisasi Rumah Inovasi Daerah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah gagasan strategis pembangunan daerah, salah satunya terkait rencana besar Pemerintah Kota Bontang dalam membangun Bontang Techno Park.

Ia menegaskan bahwa pengembangan inovasi dan riset menjadi salah satu fokus utama untuk mendorong daya saing daerah ke depan. “Di Bontang, kami punya mimpi dan perencanaan membangun Bontang Techno Park. Ini bukan sekadar kawasan, tetapi ruang tumbuh bagi inovasi dan kolaborasi lintas sektor,” ujar wali kota.

Bontang Techno Park atau Taman Teknologi Bontang dirancang sebagai wadah pengembangan sains dan teknologi yang terintegrasi. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi ekosistem riset, inovasi, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah.

Melalui konsep tersebut, Pemerintah Kota Bontang berharap mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, menyampaikan apresiasi atas visi dan perencanaan yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Bontang.

Ia menjelaskan bahwa BRIN mendorong setiap daerah untuk memiliki Rumah Inovasi Daerah sebagai pusat penggerak riset dan inovasi. “Kami mendorong daerah-daerah untuk memiliki Rumah Inovasi Daerah. Kalimantan Timur menjadi prioritas utama setelah Jawa Tengah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yopi menjelaskan bahwa Rumah Inovasi Daerah merupakan platform kolaboratif yang berfungsi sebagai pusat integrasi riset, inovasi, inkubasi, hingga hilirisasi. Platform ini diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan daerah sekaligus mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki.

Menurutnya, konsep perencanaan Bontang Techno Park merupakan langkah positif dan sejalan dengan cita-cita pengembangan Rumah Inovasi Daerah. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan BRIN, diharapkan Kota Bontang dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan ekosistem inovasi di Kalimantan Timur.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dasuki: Khatam Alquran Titik Awal Amalkan Nilai-Nilai Quran

0
Khotmil Qur’an Wal Imtihan Angkatan Ke-II SMPN 5 Bontang. (Dok Humas Pemkot Bontang)

BONTANG – Khatam Al-Qur’an bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta berbuat baik kepada sesama.

Hal itu diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bontang, Dasuki saat menghadiri gelaran
Khotmil Qur’an Wal Imtihan Angkatan Ke-II SMPN 5 Bontang di Auditorium 3D, Rabu (4/2) pagi.

Pemerintah Kota Bontang, lanjut Dasuki, siap mendukung keberlanjutan program ini, termasuk melalui peluang beasiswa. Namun ia menegaskan, kesempatan tersebut harus dipersiapkan dan dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. “Kesempatan tidak datang begitu saja,” katanya.

Dengan semakin banyaknya hafidz Al-Qur’an, Dasuki optimistis Kota Bontang akan tumbuh menjadi kota yang tangguh secara moral dan spiritual.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 5 Bontang, Muhiddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah peserta Khotmil Qur’an dan Imtihan Angkatan Ke-II mencapai 70 siswa. Rinciannya, 61 siswa hafal Juz 30, 7 siswa hafal Juz 29, 1 siswa hafal Juz 28, 2, dan 3, serta 1 siswa hafal Juz 1. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan angkatan pertama yang hanya diikuti 40 peserta.
Muhiddin menjelaskan, kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Bontang seperti pembiasaan membaca Al-Qur’an dan salat dhuha di sekolah. Tujuannya adalah membentuk karakter religius peserta didik dengan menguatkan nilai-nilai iman, mempererat sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah, serta mendukung Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam aspek akhlak mulia, kemandirian, dan gotong royong.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kamuflase Prestasi di Tengah Sanksi Layanan Kesehatan

0
Rahmi Surainah, M.Pd. (ist)

Oleh:
Rahmi Surainah, M.Pd
Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Komitmen Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam menjamin akses kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan di level nasional. Seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kaltim (10 daerah) berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026.

Apresiasi ini diberikan oleh BPJS Kesehatan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) demi mewujudkan layanan kesehatan yang merata. Pencapaian ini mengukuhkan posisi Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan pilar pembangunan sumber daya manusia yang kuat, di mana peran pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memastikan perlindungan kesehatan warga.

Pemkot Bontang salah satu daerah Kaltim yang kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan tersebut. Kota Taman meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori Utama tingkat nasional. Penghargaan itu diberikan karena tingginya cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan di Bontang.

Untuk Bontang, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan. sudah di atas 95 persen sehingga tertinggi di Indonesia. Tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada pendaftaran kepesertaan, melainkan tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan.

Kapitalisasi Kesehatan

Prestasi yang didapat Pemkab Bontang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bagaimana tidak ajang prestasi tersebut diraih saat kita sanksi akan layanan kesehatan. Ketercapaian peserta BPJS di atas 95 persen sebagai tolak ukur sebenarnya tidaklah etis. Bidang kesehatan perlu pembenahan apalagi layanan BPJS yang pada dasarnya iuran bukan gratis tanpa syarat.

Selain itu, jika dilihat dari problem kesehatan sebenarnya banyak. Mulai dari fasilitas dan nakes tidak merata, berbiaya mahal/komersialisasi, antri/ layanan buruk dll sehingga alih-alih teguran atau bantuan dari penguasa justru ajang prestasi yang disuguhkan. Daerah dituntut mandiri/ berlomba-lomba dalam memenuhi ketercapaian BPJS. Padahal pemerintah sebenarnya berperan utama dalam layanan kesehatan.

Sejak kemunculannya, kesemrawutan BPJS Kesehatan tidak pernah hilang. Mulai dari ruwetnya administrasi, ribetnya prosedur pelayanan, hingga terlantarnya pasien lantaran ditolak RS. Peristiwa tersebut seolah sudah menjadi pemandangan umum di RS milik pemerintah. Padahal, masyarakat berharap banyak dengan sejumlah premi yang dibayarkan tiap bulan, mereka akan mendapatkan layanan dan fasilitas kesehatan yang memadai. Apa daya, harapan dan realitas tidak sejalan.

Semua ini akibat menggunakan paradigma kapitalisme dalam sistem kesehatan. Dalam kapitalisme, bisnis kesehatan sangat menjanjikan sebab kesehatan adalah kebutuhan dasar. Jadi, peluang profitnya pasti jauh lebih besar karena masyarakat pasti membutuhkan yang namanya layanan kesehatan, seperti dokter, perawat, obat-obatan, serta fasilitas kesehatan lainnya.

Kepemimpinan sekuler menjadikan penguasa abai terhadap perannya sebagai raa’in. Negara hanya berperan sebagai regulator dan fasilitator. Kesehatan justru dikapitalisasi atau menjadi industri dengan atas nama BPJS atau JKN.

Bidang Kesehatan dalam Islam

Dari perspektif hukum Islam, asuransi konvensional, termasuk model BPJS, dipandang problematik. Pasalnya, di dalamnya ada unsur gharar (ketidakjelasan), maysîr (spekulasi) dan riba. Akadnya juga batil. BPJS didasarkan pada sistem ekonomi kapitalis terbukti menambah beban ekonomi rakyat. Padahal kesehatan merupakan kebutuhan dasar rakyat dan merupakan hak rakyat yang harus dilayani oleh negara.

BPJS adalah bentuk lepas tanggung jawab negara dalam penyediaan layanan kesehatan bagi warganya. Negara kapitalis modern sering memosisikan kesehatan sebagai komoditas ekonomi, bukan hak dasar rakyat. Akibatnya, jaminan atas layanan kesehatan diserahkan pada mekanisme pasar. Negara hanya berperan sebagai regulator atau penarik iuran belaka.

Paradigma dan skema BPJS ala kapitalis ini jelas bertentangan dengan prinsip dasar siyâsah syar’iyyah, yaitu kewajiban negara untuk mengurus semua urusan rakyat, termasuk menjamin kebutuhan dasar rakyat. Dalam Islam, kepala negara (Khalifah) adalah pengurus rakyat. Ia haram mengabaikan apalagi menzalimi rakyatnya.

Dalam Islam, kesehatan adalah kebutuhan asasi masyarakat. Tidak boleh dikapitalisasi atau dijadikan ladang bisnis meraup keuntungan. Negara adalah penyelenggara dan penanggung jawab dalam menyediakan sistem, layanan, dan fasilitas kesehatan untuk rakyat. Tidak ada pungutan dalam memenuhi kebutuhan ini. Bahkan, negara harus memberikannya secara gratis kepada seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini sudah pernah diterapkan pada masa Rasulullah dan Kekhilafahan. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas ra. yang menuturkan bahwag rombongan orang dari Kabilah ‘Urainah masuk Islam. Mereka lalu jatuh sakit di Madinah. Rasulullah saw. selaku kepala negara lalu meminta mereka untuk tinggal di penggembalaan unta zakat yang dikelola Baitulmal di dekat Quba’. Mereka diperbolehkan minum air susunya secara gratis sampai sembuh.

Khalifah Umar selaku Kepala Negara Islam juga telah menjamin kesehatan rakyatnya secara gratis, dengan cara mengirimkan dokter kepada rakyatnya yang sakit tanpa meminta sedikit pun imbalan dari rakyatnya (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustur, 2/143).

Demikianlah penerapan sistem kesehatan Islam yang ditopang sistem pemerintahan dan penguasa amanah mampu hadirkan tenaga kesehatan profesional dan mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas. Prestasi bidang kesehatan dalam Islam jelas terbukti dalam sejarah. Tentunya hal itu bisa diraih kembali jika kita berjuang untuk menyuarakan pentingnya Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.

Sektor Pertanian Terdampak Banjir, Kabid Hortikultura Kutim Sidak Lokasi Kelompok Tani

0
Kabid Holtikultura Dinas Pertanian, Aji Alimuddin Kutim bersama Pemuda Kutim Hebat meninjau lokasi banjir. (Ist)

SANGATTA – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Sangatta Selatan mulai memukul sektor pertanian. Tak main-main, lahan sayuran yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pasar di Sangatta Selatan hingga Sangatta Utara ikut terendam.

Kondisi itu membuat Dinas Pertanian Kutai Timur (Kutim) turun tangan. Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Dinas Pertanian Kutim, Aji Alimuddin, melakukan sidak sekaligus survei lapangan ke lokasi kelompok tani terdampak banjir di Desa Singa Geweh dan Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan.

Dalam peninjauan tersebut, Aji turut didampingi organisasi kepemudaan Kutim, yakni Pemuda Kutim Hebat dan KNPI Sangatta Selatan. Mereka menyisir titik-titik terdampak, sekaligus berdialog langsung dengan para petani untuk melihat kondisi lahan dan tanaman yang terdampak banjir.

“Identifikasi dampak menjadi fokus kami dalam menyikapi banjir ini, sehingga kami dapat memetakan wilayah terdampak dan tidak terdampak,” ujar Aji Alimuddin, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, Desa Singa Geweh merupakan salah satu wilayah sentra produksi sayuran yang selama ini menyuplai kebutuhan pasar di Sangatta Selatan maupun Sangatta Utara. Karena itu, jika banjir berlangsung lama, dikhawatirkan pasokan sayuran ke pasar akan terganggu.

Dinas Pertanian Kutim memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Termasuk menyiapkan langkah dukungan bagi kelompok tani yang terdampak, agar produktivitas pertanian bisa segera pulih dan kebutuhan sayur masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi untuk langkah penanganan lanjutan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Polres Kutim Jemput Bola Gelar Pengobatan Gratis Pasca Banjir di Sangatta Selatan

0
Sidokkes Polres Kutim lakukan jemput bola memeriksa warga korban banjir. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA—Ancaman penyakit pascabanjir mulai menghantui warga di Sangatta Selatan. Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang belum sepenuhnya surut memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit kulit.

Merespons situasi tersebut, Polres Kutai Timur (Kutim) melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) bersinergi dengan Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) menggelar bakti sosial kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak banjir.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gang Ruto, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Sabtu (7/2/2026).

Layanan kesehatan ini dilakukan dengan sistem jemput bola. Tim medis mendatangi langsung lokasi warga, memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapat akses layanan kesehatan meski dalam kondisi pascabencana.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Dalam rangka Operasi Keselamatan Mahakam 2026, kami tidak hanya fokus pada aspek ketertiban, tetapi juga aksi kemanusiaan. Kami ingin memastikan warga yang terdampak banjir mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat dan tepat,” ujar AKBP Fauzan.

Menurutnya, penanganan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama setelah banjir, mengingat penyakit penyerta sering muncul akibat kondisi lingkungan yang tidak stabil.

“Jangan sampai kondisi fisik warga menurun drastis akibat penyakit penyerta pascabanjir. Harapannya, kehadiran tim medis Sidokkes dan Polair ini bisa membantu memulihkan kondisi kesehatan warga, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas dengan normal,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Sidokkes memberikan pelayanan lengkap mulai dari pemeriksaan fisik seperti tensi, nadi, suhu tubuh, hingga pemeriksaan laboratorium darah sederhana.

Sebanyak 13 warga tercatat menerima pelayanan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan keluhan yang dialami warga didominasi penyakit umum pascabanjir.

Beberapa diagnosa yang ditemukan antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dermatitis atau gatal-gatal, hipertensi, gastritis, reumatik, hingga diabetes melitus.

Warga yang terdata mengalami gangguan kesehatan langsung diberikan obat-obatan gratis sesuai indikasi medis dan keluhan masing-masing.

Kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak banjir, sekaligus mencegah meluasnya penyakit di kawasan pemukiman yang terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan pascabanjir dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan. Polres Kutim akan terus hadir membantu warga, terutama dalam situasi darurat seperti ini,” tegas AKBP Fauzan Arianto.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Dugaan Korupsi Bimtek, Dua Pegawai Dishub Bontang Dinonaktifkan Sementara

0

Pemerintah Kota Bontang menonaktifkan sementara dua pegawai Dinas Perhubungan menyusul mencuatnya dugaan kasus korupsi kegiatan bimbingan teknis (bimtek). Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas aparatur sekaligus memberi ruang bagi proses pemeriksaan yang sedang berjalan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb7feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!