Beranda blog Halaman 299

Sambut Ramadan, DKP3 Akan Gelar Gerakan Pangan Murah

0
Gerakan Pangan Murah oleh DKP3 Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang akan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menyambut Bulan Suci Ramadan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani mengatakan GPM akan dilaksanakan Rabu (11/2/2026) mendatang di UMKM Center yang berada di Jalan parikesit, Bontang Baru.

“Menjelang bulan puasa kita akan sediakan 5 ton beras SPHP,” ujarnya, Kamis (5/2/2025).

Selain itu tentu saja akan ada komoditas lain seperti minyak, telur, tepung, gula dan sebagainya. Dalam hal ini pemkot bekerjasama dengan pedagang lokal untuk melakukan suplai, sementara untuk beras tetaplah disuplai dari Bulog.

“Memang belum ada komoditas yang naik signifikan, tapi GPM ini harganya tetap lebih murah beberapa ribu,” pungkasnya.

Lebih lanjut, kegiatan GPM selanjutnya juga akan digelar bulan depan untuk menyambut idulfitri, “Pasti akan banyak kebutuhan, jadi kami laksanakan lagi, untuk lokasinya akan kami beritahu nanti,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bantu Keluarga Persiapan Akikah Berakhir Tragis, Balita Tenggelam di Parit

0
Lokasi kejadian ditemukannya MGK (3) tenggelam. (Ist)

SANGATTA – Peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Seorang balita laki-laki yang berusia tiga tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di parit, Rabu pagi (4/2/2026).

Korban diketahui berinisial MGK (3). Kejadian tragis itu terjadi di Jalan Sepat RT 15, Desa Sepaso Induk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban datang bersama ibunya, Mitrahayu, ke rumah keluarga di Jalan Sepat RT 16. Kedatangan mereka untuk membantu persiapan acara slametan atau akikahan.

Setibanya di lokasi, korban sempat berada di dapur bersama sang ibu. Namun beberapa menit kemudian, ibu korban menyadari anaknya sudah tidak berada di tempat.

Awalnya, keluarga mengira korban bermain di luar rumah. Apalagi di bagian depan rumah terdapat ayunan. Karena itu, hilangnya korban tidak langsung menimbulkan kecurigaan.

Namun setelah dicari ke depan rumah, korban tidak ditemukan. Pencarian pun dilakukan bersama keluarga yang ada di lokasi.

Kecurigaan semakin menguat setelah sandal korban ditemukan di depan rumah warga, sekitar 10 meter dari lokasi awal korban terakhir terlihat.

Paman korban, Supardi, kemudian turun ke parit yang berada di sekitar lokasi. Saat meraba dasar parit, Supardi menemukan tubuh korban dalam kondisi tidak bergerak.

Korban segera diangkat ke daratan. Keluarga sempat memberikan pertolongan pertama berupa napas buatan dan penekanan dada.

“Korban sempat diberikan pertolongan pertama berupa napas buatan dan penekanan dada, namun tidak membuahkan hasil,” ungkap Supardi.

Setelah itu korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Santa Elizabeth untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan luar, dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat serangan hewan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka juga mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan terhadap anak.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan duka cita mendalam dan mengimbau para orang tua lebih waspada.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti parit, sungai, atau saluran air terbuka,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Ia menegaskan pihak kepolisian telah melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, hingga memeriksa sejumlah saksi.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan unsur tindak pidana. Namun demikian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan anak-anak di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

69 Pegawai Disdamkartan Ikuti Tes Urin Dadakan BNNK Bontang, Amiluddin: Positif Langsung Pecat!

0
Tes urin Disdamkartan Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang kembali menggelar tes urin dadakan, Kamis (5/2/2026).

Kali ini giliran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang yang dilakukan tes kepada 69 pegawai outsourcing.

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani menjelaskan, kegiatan ini selalu dilakukan mendadak untuk memastikan hasil dari tes urin ini adalah riil.

“Kita lakukan kepada 69 pegawai Disdamkartan,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Disdamkartan, Amiluddin menyatakan jika terdapat pegawai yang ketahuan positif maka akan langsung dikeluarkan, “Kali ini tidak ada ampun, langsung kita cut yang ketahuan positif narkotika,” ujarnya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni berharap jejak Disdamkartan yang sebelumnya selalu dinyatakan positif bisa bersih, “Kami paham pekerjaan mereka berat tapi pakai narkotika bukan alasan untuk lebih produktif,” tambahnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Banjir Rob Rendam Jalan Pierre Tendean, Air Capai Lutut Warga

0

Banjir rob kembali menggenangi Jalan Pierre Tendean, Kota Bontang, hingga mencapai ketinggian lutut orang dewasa. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk malam hari.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb4feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Sambut Ramadan 1447 H Sekaligus Milad ke-36, BKDIB Gelar Pawai Obor

0
Pawai Obor Ramadan 1446 H tahun lalu. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Menyambut Bulan Suci Ramadan sekaligus rangkaian milad ke-36, Badan Koordinasi Dakwah Islam Bontang (BKDIB) Kota Bontang menggelar pawai obor, yang akan berlangsung Sabtu (14/2/2026) mendatang.

Koordinator kegiatan Pawai Obor, Asep Gumilar mengatakan bahwa kegiatan pawai obor tersebut terbuka secara umum, siapa saja boleh ikut serta, seperti anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Adapun seperti organisasi, komunitas, takmir masjid, majelis taklim, paguyuban, dan berbagai instansi lainnya sangat diperbolehkan untuk bergabung, dimana bisa menambah kemeriahan dan partisipasi dari masyarakat di kegiatan pawai obor.

“Untuk sekarang yang telah mendaftar cukup banyak, sudah ada ratusan peserta. Kegiatan pawai obor di tahun ini, konsepnya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Selain itu, asep turut mengungkapkan pendaftaran bakal ditutup dua hari sebelum kegiatan berlangsung, agar nomor urut peserta bisa diatur oleh panitia sebaik mungkin.

“Yang pasti untuk peserta wajib menggunakan pakaian putih, atau baju muslim. Peserta juga diperbolehkan membawa sound system, alat rebana, maupun obor,” tambahnya.

Mengenai kegiatan pawai obor, Asep menuturkan sebagai pihak panitia pastinya menyambut baik antusias masyarakat Bontang yang ikut serta di kegiatan tersebut, dimana kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat terlihat sangat didukung secara terbuka.

“Harapannya dengan adanya pawai obor bisa menumbuhkan antusias masyarakat Bontang, dalam menyambut Ramadan. Ada pula rasa semangat yang tumbuh, serta rasa energi untuk datangnya bulan puasa,” ungkapnya.

Diketahui, untuk rute pawai obor nantinya akan dimulai dari Masjid Agung Al-Hijrah, dan berakhir di Halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Nantinya panitia juga akan memberikan penghargaan ke para peserta maupun rombongan terbaik yang menjadi juara 1, 2, dan 3, adapun untuk juara harapan 1, 2, 3. Hadiahnya berupa tropy dan uang pembinaan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hasil Tes Urin Dadakan, BNNK Nyatakan 100 Persen Negatif

0
Saat tes urin dadakan kepada para PNS baru. (Syakurah)

BONTANG – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang telah selesai melakukan tes urin kepada 110 PNS baru di Pendopo Rujab wali kota, Rabu (4/2/2026).

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani mengumumkan hasil deteksi dini yang dilakukan pihaknya, sebanyak 110 orang dinyatakan negatif dari penggunaan barang haram tersebut.

“Satu dinyatakan positif, namun sejak awal sudah dikonfirmasi bahwa ia mengonsumsi obat medis,” pungkasnya.

Lulyana menyatakan, salah satu PNS tersebut dinyatakan positif karena mengonsumsi salah satu obat flu yang diresepkan oleh dokter. Obat tersebut mengandung salah satu turunan amfetamin, salah satu kandungan narkotika.

“Dia konsumsi Rhinos, obat flu tapi ada resep dokternya,” tambahnya.

Untuk itu, Lulyana menjelaskan bahwa tidak semua yang dinyatakan positif berarti mengonsumsi narkotika lantaran memang terdapat obat yang mengandung zat-zat tersebut.

“Itu kenapa kami suruh mereka lampirkan, obat apa yang mereka konsumsi selama tujuh hari terakhir,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Banggar DPRD Kaltim Gelar Pertemuan dengan Pemkab Kutim, Ini yang Dibahas

0
Kunjungan kerja Banggar DPRD Kaltim yang diterima langsung oleh Asisten Ekobang Setiabudi Kutim, Noviari Noor. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA—Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar pertemuan serius dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), untuk menguliti arah kebijakan anggaran, khususnya sektor kesehatan. Pertemuan berlangsung di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Rabu (4/2/2026).

Agenda tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Banggar DPRD Kaltim dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi penyusunan APBD Perubahan 2026 serta APBD 2027. Sejumlah anggota Banggar hadir, di antaranya Muhammad Darlis Pattalongi, Arfan, dan Agusriansyah Ridwan.

Rombongan Banggar diterima Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor, bersama jajaran perangkat daerah.

Noviari menegaskan, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi kunci agar program prioritas, terutama pelayanan dasar, dapat berjalan searah.

“Kami menyambut baik kehadiran DPRD provinsi. Ini bentuk komitmen bersama agar APBD provinsi dan kabupaten benar-benar selaras demi pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.

Sektor kesehatan menjadi topik yang paling banyak menyita perhatian. Anggota Banggar DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, secara khusus menyoroti implementasi program Gratispol Kesehatan, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Menurutnya, Gratispol tidak boleh berhenti di rumah sakit provinsi, tetapi harus mampu menjangkau rumah sakit daerah di kabupaten dan kota.

“Diskusi ini penting untuk memastikan apakah rumah sakit daerah juga masuk dalam skema Gratispol Kesehatan. Prinsipnya, akses layanan kesehatan harus merata di seluruh Kaltim,” tegas Agusriansyah.

Ia menekankan pentingnya koordinasi sejak tahap perencanaan agar kebijakan provinsi dapat terakomodasi secara optimal dalam APBD kabupaten.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Triana, memaparkan kondisi riil layanan kesehatan di daerah. Ia menyebut Pemkab Kutim telah membangun dua rumah sakit daerah di Kecamatan Muara Bengkal dan Sangkulirang untuk menjangkau wilayah pedalaman dan pesisir.

Selain itu, pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Wahau kini memasuki tahap persiapan.

“Lahan sekitar tujuh hektare sudah siap, bersertifikat, dan dibersihkan. Kami mengusulkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk pembangunan fisik pada 2027,” kata Triana.

Namun, persoalan tidak berhenti pada infrastruktur. Keterbatasan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, masih menjadi tantangan, terutama di RS Muara Bengkal akibat pengunduran diri sejumlah tenaga kesehatan.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Kutim telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui mekanisme rekrutmen tenaga kesehatan.

Triana juga melaporkan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kutim yang telah mencapai 100,6 persen, bahkan berbuah penghargaan dari pemerintah pusat.

Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan kualitas layanan.

“UHC adalah modal penting, tapi tanpa fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai, pelayanan belum tentu optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Darlis Pattalongi menegaskan kunjungan kerja Banggar bertujuan menyerap kebutuhan daerah secara langsung sebagai bahan penyusunan Rancangan APBD 2027.

“Kami hadir untuk mendengar langsung. Perencanaan anggaran ke depan harus lebih matang, apalagi dengan dinamika kebijakan fiskal dari pusat,” katanya.

Anggota Banggar lainnya, Arfan, menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya data teknis dan tertulis dari pemerintah daerah agar kebutuhan Kutim tidak terlewat dalam pembahasan anggaran, termasuk untuk memperjuangkan dukungan APBN.

“Data yang kuat akan memperbesar peluang dukungan pusat. Itu yang sedang kami dorong,” tandasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Soal Antrean BBM Mengular, Pertamina Pastikan Stok Aman Tidak Langka

0
Pemandangan antrean yang kerap terjadi di sejumlah SPBU Sangatta. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemandangan antrean kendaraan mengular di SPBU kembali jadi “drama harian” warga Sangatta. Di SPBU Pendidikan hingga SPBU Yos Sudarso, deretan kendaraan terlihat mengantre panjang, memicu spekulasi soal pasokan BBM yang disebut-sebut mulai seret.

Namun Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan langsung angkat bicara. Mereka memastikan pasokan dan distribusi BBM di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), masih aman dan mencukupi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan stok BBM di wilayah Sangatta dipantau rutin dan terkendali. Penyaluran dilakukan melalui lembaga penyalur resmi sesuai ketentuan.

“Kami memastikan pasokan BBM di Sangatta dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan sesuai dengan kebutuhan wilayah. Penyaluran dilakukan secara terjadwal dan berkesinambungan apabila terjadi peningkatan konsumsi,” kata Edi kepada Media Kaltim, Rabu (4/2/2026).

Terkait antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, Pertamina menyebut penyebabnya bukan karena kelangkaan BBM. Antrean disebut terjadi akibat konsentrasi pengisian di titik tertentu, pola konsumsi pelanggan di jam-jam padat, hingga penerapan sistem pembayaran full QR yang membuat proses transaksi lebih terintegrasi secara digital.

Pertamina menilai antrean tersebut lebih menggambarkan lonjakan aktivitas pengisian di waktu tertentu, bukan kondisi stok yang menipis.

“Antrean tidak mencerminkan kelangkaan pasokan, melainkan kondisi pelayanan di SPBU pada waktu padat pengisian,” jelasnya.

Pertamina juga mengklaim terus memperketat pengawasan distribusi BBM secara berlapis. Mulai dari pemantauan operasional SPBU, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum, guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai regulasi.

Masyarakat pun diimbau membeli BBM hanya di SPBU resmi. Bila menemukan indikasi penyimpangan atau praktik penyaluran yang merugikan, warga diminta segera melapor melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau akun media sosial resmi @pertamina135.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Segera Tampung Air, 16 Wilayah di Sekitar KS Tubun Terdampak Perawatan WTP

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – 16 wilayah di sekitaran WTP KS Tubun, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, bakal terdampak kegiatan perawatan rutin di Sabtu (7/2/2026) mendatang.

Perumda Air Minum Tirta Taman Bontang melakukan perawatan Water Treatment Plant, guna pemeliharaan sejumlah peralatan pendukung instalasi pengolahan air bersih, yang didistribusikan langsung ke masyarakat.

Wilayah yang bakal terdampak dari kegiatan perawatan WTP meliputi Jalan KS Tubun, Jalan Pattimura, Jalan Kapten Tendean, Jalan Awang Long, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sultan Syahrir, serta Jalan Pelabuhan.

Selanjutnya di Jalan Cut Nyak Dien, Jalan DI Panjaitan, Jalan Parikesit, Jalan Ex Sendawar, Jalan Diponegoro, Jalan Sam Ratulangi, wilayah Bontang Kuala (BK), hingga Perumahan BTN KCY.

“Perawatan ini penting agar kualitas air tetap terjaga dan sistem distribusinya berjalan normal. Seperti biasa, pengerjaan mulai pukul 07.00 Wita sampai selesai,” ucap Direktur Perumda Tirta Taman Bontang, Suramin, Rabu (4/2/2026).

Selama proses perawatan berlangsung, Suramin memastikan distribusi air bersih ke masyarakat di sekitar wilayah KS Tubun mengalami sedikit gangguan, dimana volume air mengalir kecil, atau bahkan tidak keluar sama sekali.

“Kami memohon maaf atas terganggunya layanan kami,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

SPPG Kutim Bakal Sesuaikan Menu Sesuai Selera Siswa, Ini Penyebabnya

0
Kepala SPPG APT Pranoto Kutai Timur, Dinand saat turun langsung memantau ke sekolah. (Istimewa)

SANGATTA – Di Kutai Timur (Kutim), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) APT Pranoto harus putar otak menyesuaikan menu dengan selera anak-anak. Pasalnya, menu seperti telur hingga ikan kerap kurang diminati siswa.

Kepala SPPG APT Pranoto Kutai Timur, Dinand, mengakui tantangan terbesar dalam pelayanan adalah menyeimbangkan standar gizi dengan kebiasaan makan anak-anak di daerah.

“Tidak semua menu langsung diterima. Ada anak-anak yang kurang suka telur, ada juga yang lebih memilih ayam dibanding ikan. Itu jadi bahan evaluasi kami,” kata Dinand, Rabu (4/2/2026).

SPPG APT Pranoto Kutim saat ini melayani sekitar 2.750 porsi makanan per hari untuk enam sekolah dan satu posyandu. Menu yang disajikan dibuat bervariasi, namun tetap mengacu pada kebutuhan gizi anak.

Dinand menegaskan, setiap keluhan maupun masukan dari sekolah tidak dianggap sepele. Tim produksi bersama ahli gizi langsung melakukan evaluasi agar kualitas makanan tetap terjaga, baik dari segi rasa maupun kandungan nutrisi.

“Kami tidak 100 persen sempurna. Tapi setiap masukan pasti kami evaluasi. Target kami anak-anak dapat makanan bergizi dan enak, supaya mereka bisa belajar dengan baik,” ujarnya.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku yang segar, SPPG APT Pranoto juga menggandeng Koperasi Jasa Pemuda Kutim Hebat. Koperasi tersebut menaungi sejumlah kelompok tani serta pelaku UMKM lokal yang selama ini memasok bahan pangan.

Kolaborasi itu dinilai penting, bukan hanya untuk menjamin pasokan makanan berkualitas, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Dengan evaluasi menu yang dilakukan secara berkala, SPPG APT Pranoto Sangatta optimistis pelayanan makan bergizi akan semakin baik. Dinand berharap program ini bisa menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sekolah sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Program ini bukan hanya soal makanan. Ini soal masa depan anak-anak Kutai Timur,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam