Beranda blog Halaman 311

Kompol Subari Cek Kesiapan Pos Pengamanan Lebaran

0
Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari saat melakukan pengecekan Pos Pelayanan mudik Lebaran di Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok. (Dok: Istimewa)

SENDAWAR — Wakapolres Kutai Barat, Kompol Subari, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pos pelayanan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel serta kelancaran pelaksanaan pengamanan selama Operasi Ketupat Mahakam 2026.

Dalam pengecekan tersebut, Wakapolres meninjau langsung kondisi pos pelayanan, kelengkapan sarana dan prasarana, serta kesiapan personel yang bertugas di lapangan.

Selain itu, ia juga memberikan arahan kepada petugas agar meningkatkan kewaspadaan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan personel dalam pelaksanaan pengamanan menjelang Idulfitri serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujar Kompol Subari kepada pewarta, Sabtu (14/3/2026).

Ia juga menekankan kepada seluruh personel yang bertugas agar tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kedisiplinan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, kesiapsiagaan petugas di pos pelayanan sangat penting untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman serta kondusif selama perayaan Idulfitri.

Kompol Subari berharap melalui kegiatan pengecekan tersebut, pelaksanaan pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Kutai Barat dapat berjalan dengan baik.

“Dengan adanya pengecekan ini, kita bisa memastikan personel yang bertugas benar-benar siaga di lapangan,” ungkapnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Mattedu Subuh 2026, Kreativitas Pemuda Samarinda Hidupkan Tradisi Sahur

0
Pembina Komunitas Restiel Samarinda Seberang Andi Saharuddin saat membuka Festival Mattedu Subuh 2026. (Foto: Hanafi)

SAMARINDA — Suasana malam Ramadan di Samarinda Seberang terasa berbeda. Dentingan alat musik sederhana, tabuhan ritmis, serta lantunan syair religi menggema hingga menjelang waktu Subuh dalam gelaran Festival Mattedu Subuh 2026.

Puluhan kelompok pemuda berkumpul menampilkan kreasi musik sahur sebagai bagian dari tradisi membangunkan warga untuk sahur yang telah hidup sejak lama di kawasan Samarinda Seberang.

Festival yang digelar Komunitas Restiel Samarinda Seberang ini berlangsung di kediaman pembina komunitas, Andi Saharuddin, di Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, pada Sabtu malam (14/3/2026).

Penampilan kendaraan hias salah satu peserta dalam Festival Mattedu Subuh 2026 di Samarinda Seberang. (Foto: Hanafi)

Sejak pukul 21.00 WITA, satu per satu kelompok peserta tampil bergantian menampilkan pertunjukan musik sahur dengan konsep dan kreativitas yang berbeda-beda.

Ketua panitia kegiatan, Kaisar Fajri, menjelaskan festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menjaga tradisi Ramadan yang mulai jarang ditemukan di beberapa daerah.

“Peserta tampil bergantian sejak pukul sembilan malam hingga menjelang Subuh. Mereka membawa berbagai alat musik dan konsep penampilan yang berbeda-beda,” ujarnya.

Festival tersebut diikuti 48 tim yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Samarinda. Bahkan beberapa peserta datang dari luar kota, seperti dari wilayah Sanga-Sanga dan Handil di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Setiap tim menampilkan pertunjukan yang memadukan musik, kekompakan tim, serta pesan-pesan keagamaan yang disisipkan dalam penampilan mereka.

Panitia juga menyiapkan sejumlah kategori juara, mulai dari juara 1 hingga 3, harapan 1 sampai 3, serta juara favorit. Total hadiah pembinaan yang diperebutkan mencapai lebih dari Rp10 juta.

Ketua Komunitas Restiel Samarinda Seberang, Surya, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan berkarya bagi generasi muda selama bulan Ramadan.

“Kami ingin generasi muda memiliki wadah kegiatan yang positif. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menyalurkan kreativitas,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Andi Saharuddin yang juga merupakan anggota DPRD Kota Samarinda dari daerah pemilihan Samarinda Seberang.

Ia mengapresiasi kolaborasi antara generasi muda dan para senior yang mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut secara mandiri.

Menurut Andi, Komunitas Restiel sendiri telah berdiri sejak era 1990-an sebagai wadah pembinaan pemuda melalui berbagai kegiatan sosial, olahraga, hingga aktivitas keagamaan.

“Tujuannya agar anak-anak muda punya ruang kegiatan positif dan sekaligus menghapus stigma negatif terhadap mereka,” katanya.

Ia menjelaskan istilah mattedu berasal dari bahasa Bugis yang berarti membangunkan orang untuk sahur. Tradisi ini dahulu dilakukan secara sederhana dengan berjalan keliling kampung sambil menabuh alat-alat sederhana.

Seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi festival yang menampilkan kreativitas musik sahur para pemuda.

Tradisi serupa juga hidup di sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Di Desa Loa Duri Ilir, Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, masyarakat rutin menggelar festival sahur selama Ramadan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memainkan bedug dan berbagai alat musik sahur, bahkan menghias kendaraan dengan lampu warna-warni, miniatur masjid, kaligrafi, serta ornamen khas Ramadan.

Mobil-mobil tersebut kemudian berkeliling kampung sambil menabuh bedug untuk membangunkan warga sahur, sekaligus menjadi hiburan masyarakat yang menunggu waktu makan sahur.

Melalui kreativitas generasi muda, tradisi membangunkan sahur yang diwariskan turun-temurun itu tetap hidup di tengah masyarakat. Suara bedug dan musik sahur terus menggema di berbagai sudut Samarinda dan Kutai Kartanegara, menjaga semangat kebersamaan Ramadan.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Kronologis Pick Up Oleng Tabrak Pembatas Jalan

0
Kronologis Pick Up Oleng Tabrak Pembatas Jalan
Kondisi pick up setelah kecelakaan. (Syakurah)

BONTANG – Sebuah pick up pengangkut sayuran mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Cipto Mangunkusumo, Minggu (15/3/2025). Kecelakaan tersebut disebabkan kelengahan sang sopir saat ingin mengecek barang bawaan.

Salah satu petugas lapangan, IPDA Gunting SAMAPTA II Polres Bontang mengatakan, pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 7.15 Wita dan langsung menuju ke TKP. Terlihat mobil tersebut rusak berat di bagian depan karena pembatas jalan kemudian menabrak tiang lampu.

Ia menjelaskan kronologi, bahwa supir saat itu merasa ada barang bawaannya yang terjatuh sehingga ia menoleh ke belakang, setelah kembali menoleh ke depan, supir ternyata tidak bisa mengimbangi setir dan mobil lari ke tengah jalan menabrak pembatas.

“Pas dia balik noleh ke depan, ternyata oleng naik trotoar terus nabrak tiang lampu,” pungkasnya.

Pick up tersebut berencana mengangkut sayur mayur dari Pasar Rawa Indah menuju pasar yang berada di Loktuan. Adapun kondisi supir dan satu partnernya tidak mengalami luka serius.

“Kemungkinan tetap harus diperiksa ke rumah sakit,” tambahnya.

Adapun saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan truk derek untuk mengangkut kendaraan tersebut, kemudian ia berkoordinasi dengan dishub terkait tiang lampu yang tertabrak.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Petugas Lagi Keliling Ronda Poskamling Terbakar

0
Petugas Lagi Keliling Ronda Poskamling Terbakar
Kondisi poskamling yang mengalami kebakaran di Atletik 11, Kelurahan Api-Api. (Ist).

BONTANG – Pos keamanan lingkungan (poskamling) yang berada di Atletik 11, RT.26, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara hangus terbakar. Kebakaran tersebut diduga dari adanya korsleting listrik, yang memicu api hingga menghanguskan bangunan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi saat para petugas penjaga ronda tengah berkeliling di lingkungan sekitar di waktu sahur. Saat kejadian, poskamling dalam kondisi kosong karena para petugas sedang melakukan patroli rutin di sekitar wilayah RT.26.

Armin Taji, Ketua RT.26 di Kelurahan Api-Api mengatakan bahwa kobaran api pertama kali muncul dan langsung diketahui warga, ketika api terlihat dari dalam bangunan poskamling di sekitar pukul 03.30 Wita.

Sehingga warga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman lebih awal, sambil warga lainnya mencoba untuk menghubungi pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan).

Menurut Armin, kebakaran yang timbul diduga berasal dari adanya korsleting listrik yang terjadi di dalam bangunan poskamling. Ketika api mulai membesar, terdapat satu unit televisi tabung yang berada di dalam pos ronda juga ikut terbakar.

“Diduga korsleting listrik. Jadi saat pos ronda terbakar, televisi tabung yang ada di dalamnya juga ikut terbakar, tadi sempat ada bunyi ledakan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026).

Akibat api yang mulai membesar membuat warga menjadi panik, warga sempat mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Tak berselang lama kemudian tiba petugas Disdamkartan untuk pemadaman api.

Kini api berhasil dipadamkan oleh petugas sekitar kurang lebih satu jam dan beruntung, api tidak sampai menjalar ke rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas pemadam datang, api langsung cepat dipadamkan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pagi-pagi, Pick Up Muatan Sayur Hantam Pembatas Jalan

0
Pagi-pagi, Pick Up Muatan Sayur Hantam Pembatas Jalan
Tangkapan layar kejadian pick up tabrak pembatas jalan. (Ist)

BONTANG – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Minggu (15/3/2026) pagi. Sebuah mobil pick up grandmax menabrak pembatas jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 wita, saat sebuah mobil pick up grandmax membawa sayur mayur, berjalan dari arah pertigaan lampu merah Jalan Cipto Mangunkusumo, tepat di turunan sebelum tanjakan SMP YPK, mobil tersebut menabrak pembatas jalan.

Kondisi bagian depan mobil ringsek. Syukurnya sopir tidak mengalami luka parah, dan dibantu oleh pengendara lain yang sedang melintas.

“Saya belum tau sebab pastinya. Mungkin karena ngantuk sopirnya,” ujar Harman, pengendara yang menyaksikan kejadian itu.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Poskamling di Gang Jabora Hangus Terbakar

0
Poskamling yang berada di Atletik 11, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara mengalami kebakaran. (Ist).

BONTANG – Sebuah pos keamanan lingkungan (poskamling) yang berada di Jalan Patimura, tepatnya di Atletik 11 dekat PLN lama, Gang Jabora, dilaporkan mengalami kebakaran, Minggu (15/3/2026) dini hari.

Laporan kejadian diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang sekitar pukul 04.00 Wita dari warga setempat.

“Petugas yang turun ke lapangan langsung mengerahkan satu unit armada medium pressure, serta tiga armada suplai untuk melakukan penanganan,” ucap Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin.

Sehingga api berhasil dipadamkan dengan cepat dan situasi dapat dikendalikan kembali, tepatnya di sekitar pukul 04.10 Wita.

“Berdasarkan laporan petugas yang berada di lapangan, kebakaran berhasil ditangani. Sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian,” tambahnya.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti, penyebab kebakaran tersebut. Petugas memastikan kondisi di lokasi telah aman setelah proses pemadaman selesai dilakukan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pererat Tali Silaturahmi, PKT Gelar Buka Bersama Insan Media Bontang

0
PKT menggelar acara buka bersama dengan media Bontang, di Hotel Equator. (Dwi S).

BONTANG – Upaya mempererat tali silaturahmi dengan insan media, PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar acara buka puasa bersama awak media, di Ruang Tropical, Hotel Grand Equator, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media yang ada di Bontang, sebagai ajang memperkuat komunikasi dan sinergi antara perusahaan dan media.

Dalam sambutannya, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan setiap bulan suci ramadan, sekaligus mempererat silaturahmi dengan insan pers yang ada di Kota Bontang.

“Lewat kegiatan ini, saya ingin nantinya media-media yang ada di Bontang dapat terus mendukung penyebaran informasi terkait program pengembangan yang ada di wilayah PKT, termasuk proyek pembangunan pabrik soda ash,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang, Kusnadi Said sangat mengapresiasi dukungan dari Pupuk Kaltim terhadap perkembangan industri media di Bontang.

Selain itu, Kusnadi juga menyebut bahwa jumlah wartawan di Kota Bontang, kini telah mencapai lebih dari 100 orang dari berbagai media lokal yang ada.

“Kami tentunya sangat berterima kasih kepada Pupuk Kaltim yang selama ini telah membersamai kami, baik secara personal dari wartawan sendiri, maupun secara kelembagaan kami di organisasi,” paparnya.

Selanjutnya di acara ini, tidak hanya menjadi ajang buka bersama saja, tentunya dari pihak PKT sendiri telah menyediakan berbagai games untuk para wartawan dan jurnalis yang hadir, agar kebersamaan lewat acara ini menjadi lebih akrab.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Isu Stok 20 Hari BBM Nasional, Wawali: Jangan Panic Buying

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb14mar2026/mobile/

Perang Iran dan Pertaruhan Energi Dunia

0
Peluncuran rudal balistik Iran dalam latihan militer Garda Revolusi. Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memicu kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah. Foto: Istimewa

Sejak 28 Februari 2026, saya hampir setiap hari mengikuti perkembangan konflik Iran. Laporan saya baca dari berbagai media internasional yakni, Reuters, AP News, Al-Jazeera, Bloomberg, sambil membandingkannya dengan potongan video dan narasi yang beredar di TikTok, Instagram, serta berbagai grup percakapan.

Masalahnya, tidak semuanya benar.

Setiap hari muncul video rudal jatuh, ledakan besar, atau klaim kemenangan dari masing-masing pihak. Sebagian ternyata rekaman lama dari konflik lain. Sebagian lagi manipulasi digital. Bahkan ada yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Dalam situasi seperti ini, membaca perang tidak bisa hanya mengandalkan potongan video di media sosial. Justru laporan media yang telah diverifikasi menjadi sangat penting.

Dari berbagai sumber itu, satu gambaran mulai terlihat. Konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan lagi sekadar isu nuklir. Konflik telah berkembang menjadi persoalan geopolitik besar yang menyentuh energi dunia, jalur perdagangan global, dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

SERANGAN 28 FEBRUARI

Puncak konflik ini dipicu ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut tidak hanya menargetkan fasilitas militer dan instalasi strategis, tetapi juga lingkaran kepemimpinan Iran.

Dalam serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas. Kematian tokoh yang memimpin Iran sejak 1989 tersebut langsung mengguncang struktur politik negara itu.

Banyak analis menilai peristiwa ini sebagai salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Republik Islam Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyampaikan pernyataan keras yang dikutip berbagai media internasional.

“Khamenei, one of the most evil people in history, is dead,” ucap Donald Trump, dikutip Reuters.

Trump menyebut Khamenei sebagai salah satu tokoh paling jahat dalam sejarah dan kini telah mati.

Trump juga menegaskan operasi militer Amerika tidak akan berhenti.

“Combat operations continue at full force and will continue until our objectives are achieved,” tegas Donald Trump, dikutip Reuters.

Trump menyebut operasi tempur Amerika akan terus dilakukan dengan kekuatan penuh sampai tujuan strategis mereka tercapai.

IRAN MARAH, ANAK KHAMENEI MENGGANTIKAN

Suasana di Teheran, ibu kota Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah. Konflik ini memicu reaksi politik dan demonstrasi di berbagai kota. Foto: Istimewa

Kematian Khamenei langsung memicu kemarahan besar di Iran. Televisi pemerintah Iran menyiarkan suasana berkabung nasional. Ribuan warga turun ke jalan di Teheran dan sejumlah kota lain.

Dalam waktu yang relatif cepat, para ulama senior Iran menunjuk Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas negara di tengah perang yang sedang berlangsung.

Namun penunjukan tersebut juga memicu perdebatan karena Iran selama ini tidak menganut sistem kepemimpinan dinasti.

Yang menarik, pemimpin baru Iran ini sendiri dilaporkan mengalami luka akibat serangan yang menewaskan ayahnya.

Presiden Trump bahkan menyindir kondisi tersebut.

“Still alive but damaged,” kata Donald Trump.

Trump menyebut Mojtaba kemungkinan masih hidup, tetapi dalam kondisi terluka.

Dari sudut pandang Teheran, serangan tersebut dipandang sebagai agresi langsung terhadap kedaulatan negara mereka.

Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan yang dikutip Al-Jazeera menyebut serangan Amerika dan Israel sebagai tindakan perang.

“Any further aggression will receive a decisive response,” sebut Kementerian Luar Negeri Iran.

Artinya, setiap agresi lanjutan akan mendapat balasan tegas dari Iran.

SELAT HORMUZ JANTUNG ENERGI DUNIA

Selat Hormuz, jalur laut strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia setiap hari. Gangguan di kawasan ini langsung memengaruhi pasar energi global. Foto: Istimewa

Konflik ini tidak hanya soal militer. Konflik juga menyentuh jantung energi dunia.

Salah satu titik paling sensitif adalah Selat Hormuz, jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.

Meski kecil secara geografis, jalur ini sangat vital. Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari.

Reuters menulis:

“Around one-fifth of the world’s oil consumption passes through the Strait of Hormuz.”

Artinya hampir seperlima konsumsi minyak dunia melewati jalur tersebut.

Ketika konflik meningkat, Iran langsung mengancam menutup jalur itu. Beberapa laporan menyebut kapal tanker menjadi target serangan drone dan rudal.

Banyak kapal memilih menunggu di luar kawasan Teluk karena risiko keamanan yang tinggi. Gangguan ini langsung memicu kepanikan di pasar energi dunia.

HARGA MINYAK DUNIA HARI INI

Layar perdagangan energi menampilkan pergerakan harga minyak dunia. Ketegangan di Timur Tengah sering kali langsung memicu lonjakan harga minyak global. Foto: Istimewa

Dampak konflik ini langsung terasa di pasar energi global. Jika melihat angka terbaru pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, harga minyak dunia masih bertahan di level tinggi.

Minyak jenis Brent crude ditutup di sekitar US$103 per barel, sementara WTI berada di kisaran US$98 per barel. Pada awal eskalasi konflik, harga Brent bahkan sempat melonjak hingga mendekati US$119 per barel, level tertinggi sejak 2022.

Padahal dalam kondisi pasar yang relatif stabil, harga minyak dunia biasanya bergerak di kisaran US$70 hingga US$85 per barel. Level tersebut sering dianggap sebagai kisaran harga normal oleh banyak analis energi karena masih seimbang bagi produsen maupun konsumen.

Artinya, harga minyak saat ini sudah berada jauh di atas kisaran normal pasar.

Reuters menulis bahwa pasar minyak sangat sensitif terhadap konflik yang melibatkan Iran.

“Oil markets are extremely sensitive to tensions involving Iran because of its strategic position in global supply routes.”

Artinya pasar minyak sangat sensitif terhadap ketegangan yang melibatkan Iran karena posisi negara tersebut berada di jalur distribusi energi dunia.

Ketika kapal tanker tidak berani melewati Selat Hormuz, suplai energi global langsung terganggu. Itulah sebabnya setiap konflik besar di Timur Tengah hampir selalu diikuti lonjakan harga energi dunia.

DUNIA ENERGI MENAHAN NAFAS

Jika dilihat dari sudut pandang pasar energi global, konflik Iran sebenarnya jauh lebih besar dari sekadar perang regional.

International Energy Agency (IEA) menyebut Iran sebagai salah satu produsen energi penting dunia dengan produksi sekitar 3 hingga 4 juta barel minyak per hari.

Karena itu setiap konflik yang melibatkan Iran hampir selalu langsung memengaruhi pasar energi global.

Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates mengatakan pasar energi sangat khawatir konflik ini mengganggu pasokan minyak dunia.

“The market is worried about supply disruptions from the Middle East,” sebut Andrew Lipow.

Sementara dari sisi Israel, operasi militer terhadap Iran dipandang sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang lebih besar. Pemerintah Israel menyebut Iran sebagai ancaman langsung terhadap keamanan negaranya.

Sementara analis militer Barat melihat konflik ini sebagai bagian dari persaingan kekuatan di Timur Tengah.

Michael Knights dari Washington Institute mengatakan konflik dengan Iran hampir selalu berpotensi meluas.

“Any confrontation with Iran risks drawing in multiple actors across the region,” sebut Michael Knights.

SIKAP PBB DAN KEKHAWATIRAN DUNIA

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan agar semua pihak menahan diri.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan bahwa dunia tidak mampu menghadapi perang besar baru di Timur Tengah.

“The region cannot afford another devastating conflict,” kata António Guterres.

Artinya kawasan ini tidak mampu menanggung konflik besar baru yang menghancurkan.

NUKLIR ATAU PEREBUTAN MINYAK?

Selama bertahun-tahun konflik Iran sering dijelaskan dengan satu alasan: program nuklir. Amerika dan sekutunya berulang kali menyatakan operasi militer terhadap Iran bertujuan mencegah negara tersebut memiliki senjata nuklir.

Namun di tengah konflik ini muncul pandangan lain.

Dalam salah satu ceramahnya yang beredar luas di media sosial, Ustaz Abdul Somad menyebut konflik Timur Tengah sering kali berkaitan dengan perebutan sumber energi.

UAS mencontohkan Venezuela. Negara tersebut memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun minyak Venezuela sangat kental atau heavy crude sehingga sulit diolah menjadi bahan bakar.

Sebaliknya minyak dari kawasan Timur Tengah, termasuk Iran lebih ringan sehingga lebih mudah diproses di kilang. Karena itu kawasan tersebut sejak lama menjadi pusat perebutan kepentingan global.

PERDEBATAN DI INDONESIA

Yang menarik, perang ini juga memicu perdebatan luas di Indonesia. Media sosial dipenuhi komentar publik yang saling berseberangan.

Sebagian mendukung Iran. Sebagian membela Israel. Sebagian lagi melihat konflik ini sebagai pertarungan geopolitik antara Amerika dan blok Timur.

Sejumlah influencer dan tokoh publik ikut menyampaikan pandangan.

Ada yang membuat konten dukungan, ada yang mencoba menganalisis geopolitik konflik, ada pula yang menyebarkan teori konspirasi.

Konten-konten tersebut kemudian memicu perdebatan panjang di kolom komentar. Tidak jarang diskusi berubah menjadi saling serang.

Padahal sebagian besar yang berdebat sebenarnya hanya membaca informasi dari sumber yang sama, yakni potongan video di media sosial.

Perang modern memang jarang berdiri sendiri. Di belakangnya selalu ada lapisan kepentingan lain: militer, energi, perdagangan, bahkan narasi politik global.

Sebagian orang melihat konflik ini sebagai perang nuklir. Sebagian melihatnya sebagai perebutan pengaruh di Timur Tengah. Sebagian lagi melihatnya sebagai pertarungan atas jalur energi dunia.

Mungkin semuanya benar.

Karena dalam banyak perang besar, yang terlihat di permukaan sering kali hanya satu bagian kecil dari cerita yang sebenarnya jauh lebih besar. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Ridwai Imbau Warga Tidak Panic Buying Jelang Lebaran

0
Ketua DPRD Kubar Ridwai bersama tim TPID memantau ketersediaan BBM di SPBU Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok. (Dok: Ichal)

SENDAWAR — DPRD Kutai Barat bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan harga serta inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan fasilitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah ibu kota Sendawar, Jumat (13/3/2026).

Pemantauan dilakukan di Pasar Nala Kecamatan Linggang Bigung, APMS Linggang Bigung, Pasar Jaras Kecamatan Barong Tongkok, serta SPBU dan APMS di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok.

Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan BBM menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak membeli barang melebihi kebutuhan. Dari hasil pemantauan kami di pasar, stok sembako tersedia dan harganya masih stabil,” ujarnya.

Menurut Ridwai, dari hasil pemantauan langsung di Pasar Nala dan Pasar Jaras, ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman dan aktivitas perdagangan berjalan normal.

Ia juga mengingatkan para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami juga mengimbau para pedagang agar tidak menimbun barang. Karena saat ini tidak ada kelangkaan bahan pokok. Jadi berjualanlah secara normal seperti biasanya,” ungkapnya.

Selain memantau harga kebutuhan pokok, tim juga melakukan pengecekan pelayanan BBM di sejumlah SPBU dan APMS di wilayah Kutai Barat.

Ridwai menjelaskan selama perayaan Idulfitri seluruh SPBU maupun APMS di Kabupaten Kutai Barat direncanakan tetap beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat selama stok BBM masih tersedia.

Ia berharap melalui kegiatan pemantauan tersebut stabilitas harga bahan kebutuhan pokok serta ketersediaan BBM di Kabupaten Kutai Barat dapat terus terjaga menjelang perayaan Idulfitri.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S