Beranda blog Halaman 311

Wapres Masih Tunggu Waktu Ngantor di IKN, Gibran: Saya Bisa Berkantor di Mana Saja

0
Wapres Gibran saat kunjungan kerja ke IKN Desember lalu dan melihat istana Wapres. (Dok. MK)

NUSANTARA — Kepastian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun ini masih bersifat wait and see. Namun Gibran menegaskan dirinya siap berkantor di mana pun sesuai kebutuhan pemerintahan.

Wapres Gibran saat menjadi narasumber diskusi di Kampus UKSW awal pekan tadi. (Istimewa)

“Kalau saya fleksibel, bisa berkantor di mana saja. Di Papua bisa, di IKN bisa, di tempat-tempat bencana bisa. Kita kan selalu di lapangan,” ujar Gibran saat berdiskusi dengan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, awal pekan ini.

Gibran menyampaikan, rencana berkantor di IKN, termasuk pemindahan aparatur sipil negara (ASN), dilakukan secara bertahap dan tidak sekadar bersifat simbolik. Ia meminta publik bersabar menunggu tahapan yang sedang berjalan.

Menurutnya, langkah awal sudah dilakukan dengan menginstruksikan personel Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) untuk mulai berkantor di IKN.

“Personel Setwapres sudah kita instruksikan duluan. Ditunggu saja. Sekarang fokusnya percepatan pembangunan sesuai timeline,” jelasnya.

Gibran juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan kerja ke IKN pada akhir Desember 2025. Beberapa pekan setelah itu, Presiden Prabowo Subianto juga menyusul melakukan kunjungan ke kawasan ibu kota baru tersebut.

Ia menegaskan progres pembangunan IKN berjalan sesuai rencana, meskipun masih ada pekerjaan besar yang tengah dikebut.

“PR-nya sekarang pembangunan kantor dan kawasan legislatif-yudikatif,” kata Gibran.

Dalam diskusi tersebut, Gibran memaparkan kesiapan infrastruktur IKN yang mulai mendukung proses pemindahan pemerintahan. Untuk mendukung ASN, telah disiapkan 23 tower perkantoran bersama serta 51 tower hunian ASN.

Selain itu, jalan tol Balikpapan–IKN sepanjang 71 kilometer disebut sudah mendekati rampung dan beberapa kali difungsikan. Bandara Internasional Nusantara juga telah digunakan untuk pendaratan pesawat dan saat ini dalam proses menjadi bandara umum agar bisa diakses publik.

Dengan progres tersebut, Gibran menegaskan pemerintah tetap berkomitmen mempercepat pembangunan IKN, sembari memastikan seluruh proses berjalan realistis dan terukur. (MK)

Editor: Agus S

59 Usulan Pembangunan di Musrenbang BK, Peninggian Trotoar Jadi Prioritas

0
Kegiatan Musrenbang di Kelurahan Bontang Kuala. (Ist).

BONTANG – Di kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Bontang Kuala (BK) telah menetapkan 59 usulan kegiatan pembangunan yang akan berlangsung tepat 2027 mendatang. Salah satu yang jadi prioritas adalah peninggian trotoar.

Peninggian trotoar nantinya akan berlangsung di wilayah RT.01 sampai di RT.20, dimana warga meminta trotoar untuk ditingkatkan agar trotoar tidak lagi tergenang saat air laut sedang pasang dan meninggi.

Plt. Lurah Bontang Kuala, Vike Setiawati mengatakan bahwa usulan program prioritas tersebut menunjang cita-cita di Bontang Kuala menjadi salah satu destinasi wisata Kota Bontang.

Bontang Kuala merupakan salah satu tujuan wisata di Bontang yang potensinya sangat besar, sehingga tantangannya pun juga tidak sedikit. Sejalan dengan itu, harapannya rencana pembangunan yang berkelanjutan dari pemerintah semoga bisa dibahas bersama.

“Selain itu, harapan kami yang bisa menjadi prioritas nantinya termasuk pengembangan wisata di BK, adapun dengan masalah infrastruktur serta banjir rob yang rutin terjadi di BK,” ungkapnya, Selasa (27/1/2026).

Kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang, Ilham Wahyudi menjelaskan, bahwa terdapat 20 pembangunan fisik yang akan dikerjakan pada tahun ini di Kelurahan Bontang Kuala, meliputi:

1. Pembangunan atau rehabilitasi parit dan penutup parit di RT.15.
2. Pembangunan dan rehabilitasi parit dan penutup parit di Gang Kerikil 7, RT.13.
3. Pembangunan atau rehabilitasi parit dan penutup parit di RT.09.
4. Pembangunan dan rehabilitasi parit dan penutup parit di RT.16.
5. Perbaikan di Jalan Kejora, Gang Wakaf, RT.16.
6. Rehabilitasi di Jalan Sahasa 4, menuju Sahasa 5, di RT.11 dan menuju RT.7 wilayah Kelurahan Bontang Kuala.
7. Pembangunan dan rehabilitasi parit dan penutup parit di RT.13, Kelurahan Bontang Kuala.
8. Perbaikan drainase di RT.14, Jalan Sungai Kecap.
9. Pembuatan Badan Jalan di RT.13.
10. Pembangunan Drainase di RT.09, Kelurahan Bontang Kuala.
11. Pembangunan di Jalan Kerikil 7, Kelurahan Bontang Kuala.
12. Pembangunan Jalan di RT. 15, Kelurahan Bontang Kuala.
13. Pembangunan tanggul sungai Bontang di Kelurahan Bontang Kuala.
14. Kajian Teknis dan DED pembangunan tanggul sungai Bontang, di Kelurahan Bontang Kuala.
15. Kajian teknis dan DED pembangunan jalan inspeksi sungai di Kelurahan Bontang Kuala.
16. Peremajaan jaringan pipa air limbah domestik IPAL Bontang Kuala.
17. Pembangunan saluran drainase di RT. 19, Kelurahan Bontang Kuala.
18. Pembangunan saluran drainase di Jalan Ampana, RT. 16 Kelurahan Bontang Kuala.
19. Kajian teknis dan DED pembangunan saluran drainase di Kelurahan Bontang Kuala.
20. Pembangunan saluran drainase di RT.9, Kelurahan Bontang Kuala.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Gegara Ikuti Google Map, Rombongan Ini Nyasar ke Kebun Sawit Saat Ingin ke Bontang

0
Kondisi mobil yang tersesat di perkebunan sawit Jalan Poros Samarinda - Bontang, KM 15, Marangkayu. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang mengevakuasi mobil beserta rombongan para penumpang yang tersesat akibat mengikuti Google Maps di Jalan Poros Samarinda – Bontang, KM 15, Marangkayu, Jumat (23/1/2026) lalu saat ingin pergi ke Bontang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari pelapor, bahwa ada keluarganya belum sampai di Bontang, sehingga meminta bantuan Disdamkartan untuk membantu mencarinya.

Setelah ditelusuri dan dihubungi oleh petugas kepada yang bersangkutan, mereka mengaku bahwa telah tersasar di perkebunan sawit sejak pukul 14.00 Wita, dimana rombongan berinisiatif melakukan perjalanan ke Bontang menggunakan jalur lain, tanpa melewati jalan utama yakni memakai Google Maps.

Alih-alih sampai di Bontang dengan cepat dan selamat, rombongan tersebut malah nyasar hingga malam di jalan yang mereka tidak ketahui sama sekali keberadaannya.

“Setelah mendapatkan informasi, kami langsung menuju ke lokasi sekitar pukul 21.00 Wita. Selesai penanganan pun sekitar pukul 02.45 Wita,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Sarkani menjelaskan, bahwa saat proses evakuasi berlangsung medan yang harus dilalui terbilang cukup sulit, dimana kondisi jalanan sangat berlumpur disertai becek.

Dalam proses evakuasi pun, petugas menggunakan unit rescue yang terdiri dari satu regu, serta anggota lainnya dari Pos Bontang Lestari (Bonles).

“Rombongan yang terdiri 10 orang berhasil kami selamatkan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tak Dijaga Security, Parkiran Disdukcapil Dianggap Rawan Kemaksiatan

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Salah seorang jamaah Masjid Al Firdaus yang berada di kawasan Disdukcapil Kota Bontang, melaporkan adanya aktivitas parkir kendaraan yang dinilai tidak biasa pada malam hari.

Dijelaskan, beberapa mobil kerap terparkir dalam waktu tertentu, bahkan ada yang sempat ditinggal lalu dijemput kembali.

Belum diketahui pasti tujuan atau aktivitas dari kendaraan tersebut. Namun kondisi itu menimbulkan kekhawatiran, terutama karena saat ini area parkiran di antara masjid dan disdukcapil tidak sedang dijaga petugas keamanan.

“Rawan kejahatan dan kemaksiatan kalau tidak ada securitynya. Khawatir disalahgunakan, tapi sampai sekarang belum ada bukti,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kamera pengawas (CCTV) yang terpasang belum menjangkau area luar masjid, sehingga aktivitas di area parkir tidak terekam secara jelas.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdukcapil Bontang, Budiman, menegaskan pentingnya kejelasan waktu dan kejadian sebelum menarik kesimpulan.
“Perlu dipastikan dulu kejadiannya kapan dan jam berapa. Karena masjid itu aktif digunakan untuk salat lima waktu dan biasanya ramai,” ujarnya.

Menurut Budiman, jika aktivitas tersebut terjadi di jam-jam tidak aktif, seperti tengah malam, maka perlu ditelusuri lebih lanjut. Namun ia mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait penarikan petugas keamanan di wilayah tersebut.

“Kalau soal security ditarik, saya belum tahu pasti apakah karena pengurangan, pergantian tim, atau alasan lain. Perlu dikonfirmasi lebih lanjut,” katanya.

Ia mengungkapkan wilayah tersebut biasa dijaga pada malam hari, menjaga wilayah perkantoran di sekitar situ seperti Disdukcapil itu sendiri, DPMPTSP serta Disnaker.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Terangi Pelataran Bontang Kuala, Diusulkan Anggaran Rp200 Juta

0
Pelataran Bontang Kuala. (Syakurah)

BONTANG – Kondisi pelataran Bontang Kuala hingga kini belum memiliki lampu penerangan. Untuk itu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang berencana menganggarkan pemasangan lampu di kawasan tersebut, yang diperkirakan mencapai Rp200 juta dan direncanakan diusulkan pada perubahan anggaran.

Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi menyebutkan, minimnya penerangan menjadi salah satu kendala utama di kawasan wisata tersebut, terutama pada malam hari.

“Lampu memang belum ada. Itu yang akan kami usulkan. Sementara ini kami pasang lampu sorot dulu agar ada pencahayaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan penerangan sebelumnya juga berdampak pada aspek keamanan. Bahkan, sempat terjadi dugaan pencurian fasilitas akibat kondisi kawasan yang gelap.

Saat ini, pengawasan dilakukan dengan pemasangan CCTV di beberapa titik, seperti di area musala dan jembatan pertama yang ada di pelataran tersebut. Namun, penerangan dinilai tetap diperlukan untuk mendukung aktivitas wisata dan mencegah potensi gangguan keamanan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

KSOP Tegaskan Insiden KM Dharma Kartika IX Bukan Kecelakaan Laut, Soroti Lemahnya Penerapan K3

0
Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Weku Fredrik Karuntu.

BALIKPAPAN — Insiden yang menelan korban jiwa di atas KM Dharma Kartika IX saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, dipastikan bukan kecelakaan kapal. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan menegaskan peristiwa tersebut dikategorikan sebagai kecelakaan kerja yang terjadi dalam aktivitas bongkar muat di area pelabuhan.

Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Weku Fredrik Karuntu, menjelaskan bahwa status kapal saat kejadian menjadi penentu utama klasifikasi insiden tersebut. Kapal diketahui telah sandar dan tidak sedang berlayar, sehingga tidak termasuk dalam kategori kecelakaan laut.

“Karena kejadiannya berlangsung saat kapal sudah berada di pelabuhan dan dalam kondisi sandar, maka ini tidak masuk kecelakaan kapal. Ini kecelakaan kerja,” kata Weku saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Ia menyebutkan, seluruh aktivitas di atas kapal maupun di kawasan pelabuhan sejatinya wajib mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) serta ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Namun dari evaluasi awal, KSOP menilai penerapan aspek K3 oleh operator kapal belum berjalan maksimal.

“Indikasinya, penerapan K3 kurang optimal. Salah satu faktornya karena aktivitas bongkar muat yang mengejar waktu,” ujarnya.

Menindaklanjuti insiden tersebut, KSOP Balikpapan telah menurunkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bersama Marine Inspector untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Fokus pemeriksaan diarahkan pada kepatuhan terhadap SOP, implementasi K3, serta penerapan International Safety Management Code (ISM Code) oleh perusahaan pelayaran.

“Hasil awal menunjukkan SOP sebenarnya sudah ada, namun dalam praktik di lapangan masih ditemukan berbagai kendala,” ungkap Weku.

KSOP juga menyoroti situasi di area geladak kendaraan saat proses bongkar muat. Meski sudah ada upaya petugas untuk membatasi akses, sejumlah penumpang masih terlihat turun ke area tersebut. Kondisi ini dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama dengan keterbatasan jumlah personel pengamanan di tengah tingginya jumlah penumpang.

“Petugas sudah berupaya menghalau penumpang agar tidak masuk ke area terbatas, tapi dengan jumlah penumpang yang banyak dan personel yang terbatas, pengendalian menjadi tidak mudah,” jelasnya.

Ke depan, KSOP Balikpapan memastikan evaluasi tidak hanya menyasar kapal, tetapi juga perusahaan pelayaran sebagai operator. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi administratif akan dijatuhkan sesuai ketentuan, mulai dari peringatan hingga penundaan operasional kapal.

“Walaupun perusahaan sudah memiliki sertifikasi, audit tetap kami lakukan. Jika terbukti melanggar, sanksi administratif bisa diberikan,” tegas Weku.

Terkait korban jiwa dalam insiden tersebut, Weku menyampaikan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Namun dari sisi otoritas pelabuhan, aspek keselamatan kerja tetap menjadi perhatian utama.

Di akhir keterangannya, KSOP Balikpapan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial dan selalu merujuk pada sumber resmi.

“Kami paham masyarakat ingin cepat tahu, tapi tetap perlu kroscek ke kanal resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Pemotor Tewas Pasca Hindari Lubang Jalan, Oleng, dan Masuk ke Kolong BusPemotor Tewas Pasca Hindari Lubang Jalan, Oleng, dan Masuk ke Kolong Bus

0
Korban Lakalantas yang sedang di evakuasi pihak kepolisian. (Ist)

SANGATTA – Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat setelah terjatuh dan masuk ke kolong bus saat berupaya menghindari lubang jalan di Jalan Yos Sudarso IV Road 9, Rabu (28/1/2026) malam.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 20.15 Wita. Kecelakaan melibatkan sebuah bus Mercedes Benz warna putih bernomor polisi L-7646-UA dengan sepeda motor Yamaha Mio 125 warna biru hitam. Korban berinisial A (25) mengalami luka berat pada bagian dada dan leher hingga meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto mengatakan, pihaknya langsung merespons laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center 110 dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

“Begitu laporan masuk, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan penanganan awal, evakuasi korban, serta pengamanan lokasi,” ujar AKBP Fauzan saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan hasil penanganan awal di lapangan, bus yang dikemudikan Abdul Asis melaju dari arah Bengalon menuju Jalan Yos Sudarso IV dengan kecepatan sedang. Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor korban datang dari arah kiri bus dengan kecepatan tinggi. Korban diduga oleng ketika berusaha menghindari lubang di badan jalan, terjatuh, lalu masuk ke kolong bus hingga terjadi benturan fatal.

AKBP Fauzan menambahkan, kondisi jalan di lokasi kejadian terbilang sempit dan berlubang. Arus lalu lintas yang cukup padat serta kondisi malam hari turut memengaruhi jarak pandang pengendara.

Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Kudungga Sangatta. Sementara itu, kendaraan bus tidak mengalami kerusakan berarti, sedangkan sepeda motor korban mengalami lecet pada bagian bodi depan kanan.

Dalam penanganan kejadian tersebut, Polres Kutim melibatkan personel Pamapta Regu III, Piket Laka Lantas, Piket Patmor Sat Samapta, serta Piket Beat. Petugas melakukan pengaturan lalu lintas pascakejadian, pendataan saksi-saksi, serta penanganan awal sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kapolres Kutim mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, khususnya di jalur yang rusak dan minim penerangan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan kecepatan, terutama saat malam hari dan melintasi jalan yang kondisinya kurang baik,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Ribuan Alumni Kursus Bali Dilepas Kerja ke Luar Negeri, Pendidikan Nonformal Jadi Jalur Nyata Tembus Pasar Global

0
Ribuan Alumni Kursus Bali Dilepas Kerja ke Luar Negeri, Pendidikan Nonformal Jadi Jalur Nyata Tembus Pasar Global

GIANYAR — Jalur pendidikan nonformal kembali menunjukkan daya saingnya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas 1.658 alumni lembaga kursus dan pelatihan se-Provinsi Bali untuk bekerja ke luar negeri, Rabu (28/1/2026).

Ribuan lulusan tersebut berasal dari berbagai bidang keterampilan yang selama ini dibutuhkan pasar kerja internasional. Pemerintah menilai capaian ini sebagai bukti bahwa kursus dan pelatihan vokasional bukan lagi jalur alternatif, melainkan instrumen nyata penyiapan tenaga kerja global.

Program penempatan ini dilaksanakan melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan lulusan kursus terletak pada penguasaan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kompetensi adalah kunci kehidupan kita. Siapa yang ingin sukses, dia harus menguasai keahlian yang kompetitif,” ujar Atip dalam sambutannya.

Menurut Atip, pendekatan pelatihan yang menitikberatkan praktik membuat lulusan kursus lebih adaptif ketika memasuki lingkungan kerja profesional, termasuk di luar negeri.

“Bukan hanya bekerja, kalian juga menjadi duta bangsa. Tunjukkan etos kerja yang baik dan pelajari hal-hal positif yang bisa dibawa pulang ke Indonesia,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya. Ia menilai konsistensi lembaga kursus di Bali dalam mengembangkan pelatihan vokasional adaptif menjadi faktor penting keberhasilan penempatan kerja internasional.

Bidang keterampilan yang paling banyak diminati dunia kerja luar negeri, kata Yaya, meliputi perhotelan, spa, pertanian, hingga barista.

“Kepada para lulusan yang segera berangkat, kami berpesan agar menjaga nama baik bangsa, menjunjung disiplin, serta profesionalisme,” kata Yaya.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, terdapat sembilan lembaga kursus di Bali yang berhasil menyalurkan alumninya ke luar negeri, yakni Overseas Training Centre (OTC), BEC Academy, Bali Saraswati SPA Academy, Tulip SPA School, Taruna Samudra, Gayatri Binar Abadi, Bali International Tourism School, Queen International, serta Lembaga Pendidikan Bali Asia.

Selain penempatan kerja luar negeri, pemerintah juga mendorong perluasan kesempatan kerja melalui Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang menyasar anak putus sekolah dan pencari kerja muda. Hasil tracer study PKK 2025 menunjukkan, sebanyak 83 persen lulusan program tersebut telah terserap di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Ketua Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi), Bibit Waluyo, menilai program kursus berperan signifikan dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional.

“Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat pembangunan SDM. Jangan berhenti mengembangkan karier melalui berbagai keterampilan,” ujarnya. (MK)

Editor: Agus S

Bakar Ikan Ditinggal, Rumah Makan Samping Auto 2000 Nyaris Terbakar

0
Terjadi kebakaran di RM Mbak Zuli KM 6 Bontang. (Ist).

BONTANG – Rumah Makan Mbak Zuli yang berlokasi Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, atau tepatnya di sebelah Auto 2000 nyaris terbakar Rabu (28/1/2026) sore.

Diketahui api muncul dan mulai membesar dari sisa pembakaran, dimana sang pemilik usai membakar ikan dan ditinggalkan begitu saja saat hendak ingin makan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan, bahwa adanya laporan yang masuk dari masyarakat, petugas langsung ambil tindakan cepat untuk menuju lokasi kejadian.

“Pas api masih menyala, kami langsung cepat tangani, dimana api mulai membesar akibat adanya sisa-sisa pembakaran,” ucapnya.

Pemadaman api berlangsung sekitar kurang lebih 10 menit, kondisi cerobong asap rumah pun mengalami kerusakan yang parah, akibat kobaran api.

“Kami sampai menurunkan dua armada fighting, satu armada supply, serta satu ambulans. Sekarang kondisinya sudah aman. Bagian listrik juga sudah ditangani oleh pihak PLN,” tambahnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya saja untuk bagian cerobong asap yang hangus terbakar, untuk bangunan rumah pun masih terpantau aman.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Retribusi Wisata Dikebut

0

Langkah percepatan pendataan dan penataan aset pariwisata mulai dilakukan. Dispopar bersama Bapenda dan BPKAD memetakan potensi retribusi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor wisata.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb28jan2026/mobile/