Beranda blog Halaman 312

Pemotor Tewas Pasca Hindari Lubang Jalan, Oleng, dan Masuk ke Kolong BusPemotor Tewas Pasca Hindari Lubang Jalan, Oleng, dan Masuk ke Kolong Bus

0
Korban Lakalantas yang sedang di evakuasi pihak kepolisian. (Ist)

SANGATTA – Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat setelah terjatuh dan masuk ke kolong bus saat berupaya menghindari lubang jalan di Jalan Yos Sudarso IV Road 9, Rabu (28/1/2026) malam.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 20.15 Wita. Kecelakaan melibatkan sebuah bus Mercedes Benz warna putih bernomor polisi L-7646-UA dengan sepeda motor Yamaha Mio 125 warna biru hitam. Korban berinisial A (25) mengalami luka berat pada bagian dada dan leher hingga meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto mengatakan, pihaknya langsung merespons laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center 110 dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

“Begitu laporan masuk, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan penanganan awal, evakuasi korban, serta pengamanan lokasi,” ujar AKBP Fauzan saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan hasil penanganan awal di lapangan, bus yang dikemudikan Abdul Asis melaju dari arah Bengalon menuju Jalan Yos Sudarso IV dengan kecepatan sedang. Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor korban datang dari arah kiri bus dengan kecepatan tinggi. Korban diduga oleng ketika berusaha menghindari lubang di badan jalan, terjatuh, lalu masuk ke kolong bus hingga terjadi benturan fatal.

AKBP Fauzan menambahkan, kondisi jalan di lokasi kejadian terbilang sempit dan berlubang. Arus lalu lintas yang cukup padat serta kondisi malam hari turut memengaruhi jarak pandang pengendara.

Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Kudungga Sangatta. Sementara itu, kendaraan bus tidak mengalami kerusakan berarti, sedangkan sepeda motor korban mengalami lecet pada bagian bodi depan kanan.

Dalam penanganan kejadian tersebut, Polres Kutim melibatkan personel Pamapta Regu III, Piket Laka Lantas, Piket Patmor Sat Samapta, serta Piket Beat. Petugas melakukan pengaturan lalu lintas pascakejadian, pendataan saksi-saksi, serta penanganan awal sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kapolres Kutim mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, khususnya di jalur yang rusak dan minim penerangan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan kecepatan, terutama saat malam hari dan melintasi jalan yang kondisinya kurang baik,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Ribuan Alumni Kursus Bali Dilepas Kerja ke Luar Negeri, Pendidikan Nonformal Jadi Jalur Nyata Tembus Pasar Global

0
Ribuan Alumni Kursus Bali Dilepas Kerja ke Luar Negeri, Pendidikan Nonformal Jadi Jalur Nyata Tembus Pasar Global

GIANYAR — Jalur pendidikan nonformal kembali menunjukkan daya saingnya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas 1.658 alumni lembaga kursus dan pelatihan se-Provinsi Bali untuk bekerja ke luar negeri, Rabu (28/1/2026).

Ribuan lulusan tersebut berasal dari berbagai bidang keterampilan yang selama ini dibutuhkan pasar kerja internasional. Pemerintah menilai capaian ini sebagai bukti bahwa kursus dan pelatihan vokasional bukan lagi jalur alternatif, melainkan instrumen nyata penyiapan tenaga kerja global.

Program penempatan ini dilaksanakan melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan lulusan kursus terletak pada penguasaan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kompetensi adalah kunci kehidupan kita. Siapa yang ingin sukses, dia harus menguasai keahlian yang kompetitif,” ujar Atip dalam sambutannya.

Menurut Atip, pendekatan pelatihan yang menitikberatkan praktik membuat lulusan kursus lebih adaptif ketika memasuki lingkungan kerja profesional, termasuk di luar negeri.

“Bukan hanya bekerja, kalian juga menjadi duta bangsa. Tunjukkan etos kerja yang baik dan pelajari hal-hal positif yang bisa dibawa pulang ke Indonesia,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya. Ia menilai konsistensi lembaga kursus di Bali dalam mengembangkan pelatihan vokasional adaptif menjadi faktor penting keberhasilan penempatan kerja internasional.

Bidang keterampilan yang paling banyak diminati dunia kerja luar negeri, kata Yaya, meliputi perhotelan, spa, pertanian, hingga barista.

“Kepada para lulusan yang segera berangkat, kami berpesan agar menjaga nama baik bangsa, menjunjung disiplin, serta profesionalisme,” kata Yaya.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, terdapat sembilan lembaga kursus di Bali yang berhasil menyalurkan alumninya ke luar negeri, yakni Overseas Training Centre (OTC), BEC Academy, Bali Saraswati SPA Academy, Tulip SPA School, Taruna Samudra, Gayatri Binar Abadi, Bali International Tourism School, Queen International, serta Lembaga Pendidikan Bali Asia.

Selain penempatan kerja luar negeri, pemerintah juga mendorong perluasan kesempatan kerja melalui Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang menyasar anak putus sekolah dan pencari kerja muda. Hasil tracer study PKK 2025 menunjukkan, sebanyak 83 persen lulusan program tersebut telah terserap di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Ketua Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi), Bibit Waluyo, menilai program kursus berperan signifikan dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional.

“Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat pembangunan SDM. Jangan berhenti mengembangkan karier melalui berbagai keterampilan,” ujarnya. (MK)

Editor: Agus S

Bakar Ikan Ditinggal, Rumah Makan Samping Auto 2000 Nyaris Terbakar

0
Terjadi kebakaran di RM Mbak Zuli KM 6 Bontang. (Ist).

BONTANG – Rumah Makan Mbak Zuli yang berlokasi Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, atau tepatnya di sebelah Auto 2000 nyaris terbakar Rabu (28/1/2026) sore.

Diketahui api muncul dan mulai membesar dari sisa pembakaran, dimana sang pemilik usai membakar ikan dan ditinggalkan begitu saja saat hendak ingin makan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan, bahwa adanya laporan yang masuk dari masyarakat, petugas langsung ambil tindakan cepat untuk menuju lokasi kejadian.

“Pas api masih menyala, kami langsung cepat tangani, dimana api mulai membesar akibat adanya sisa-sisa pembakaran,” ucapnya.

Pemadaman api berlangsung sekitar kurang lebih 10 menit, kondisi cerobong asap rumah pun mengalami kerusakan yang parah, akibat kobaran api.

“Kami sampai menurunkan dua armada fighting, satu armada supply, serta satu ambulans. Sekarang kondisinya sudah aman. Bagian listrik juga sudah ditangani oleh pihak PLN,” tambahnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya saja untuk bagian cerobong asap yang hangus terbakar, untuk bangunan rumah pun masih terpantau aman.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Retribusi Wisata Dikebut

0

Langkah percepatan pendataan dan penataan aset pariwisata mulai dilakukan. Dispopar bersama Bapenda dan BPKAD memetakan potensi retribusi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor wisata.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb28jan2026/mobile/

Kronologis Laka Lantas di Jalan Ir. H. Juanda Bontang

0
Kondisi mobil pelaku diduga penabrak korban. (Dok Polres Bontang)

BONTANG— Petugas Satlantas Polres Bontang mengungkap kronologis peristiwa kecelakaan lalu lintas ganda yang terjadi di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (28/1/2026) pagi. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 06.35 Wita tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dan sebuah mobil Toyota Vios.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP, kejadian laka lantas ganda terjadi antara sepeda motor Honda Scoopy warna merah nomor polisi KT-4169-QC dikendarai R.A.D. (36), sedangkan mobil Toyota Vios warna silver nomor polisi KT-1733-B dikemudikan S. (53).

Kasat Lantas, AKP Purwo menyampaikan bahwa berdasarkan hasil olah TKP awal dan keterangan sementara para saksi, kecelakaan diduga bermula saat pengendara sepeda motor datang dari posisi Lapak Donat dan menyeberang menuju arah Bukit Indah, dengan arah pergerakan yang sama dengan pergerakan mobil Toyota Vios dari arah Rawa Indah menuju Bukit Indah.

“Pada saat bersamaan, mobil melaju di jalur yang sama. Kondisi cuaca gerimis dan permukaan jalan licin diduga turut mempengaruhi pengendalian kendaraan,” jelas Kasat Lantas.

Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya bekas benturan pada bagian fender bawah ban depan sebelah kanan mobil, yang mengindikasikan adanya kontak kendaraan pada fase awal kejadian. Akibat peristiwa tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka berat di bagian kepala dan segera dilarikan ke RS Amalia Kota Bontang untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasat Lantas menambahkan, “Korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di rumah sakit. Saat ini penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berikut pengemudi Toyota Vios serta memeriksa saksi-saksi”. (Rls)

Editor: Yusva Alam

PUPR Kutim Sebut Proyek Irigasi Tambak TNK Hanya Penyempurnaan Infrastruktur

0
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Tabrani Aji. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Masuknya proyek revitalisasi tambak dan pembangunan infrastruktur yang bersinggungan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Kutai (TNK) menuai sorotan. Balai TNK menilai aktivitas tersebut berada di wilayah sensitif, khususnya di kawasan selatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), sehingga berpotensi berdampak pada ekosistem yang dilindungi.

Sorotan itu mencuat setelah adanya pekerjaan irigasi yang ditujukan untuk mengakomodasi tambak masyarakat. Proyek tersebut sempat berjalan dengan nilai anggaran sekitar Rp4 miliar, sebelum akhirnya dihentikan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Tabrani Aji, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah pembangunan irigasi baru. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan hanya bersifat penyempurnaan atas infrastruktur yang sudah ada sejak lama.

“Irigasi itu untuk mengakomodir tambak masyarakat yang berada di wilayah TNK. Usulannya sudah ada sejak dulu dari kelompok tani. Jadi ini bukan membangun atau membuka irigasi baru, hanya menyempurnakan yang sudah ada,” jelas Tabrani Aji saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2026).

Ia menepis anggapan bahwa proyek tersebut merusak ekosistem kawasan konservasi. Tabrani menyebut, tidak ada pembukaan lahan baru dalam pekerjaan tersebut.

“Tidak ada perusakan ekosistem. Infrastruktur dasarnya sudah ada, kami hanya melakukan perbaikan agar fungsinya optimal,” tegasnya.

Namun demikian, Tabrani mengakui bahwa pekerjaan tersebut tidak berlanjut. Meski anggaran telah dialokasikan sekitar Rp4 miliar, proyek akhirnya dihentikan menyusul adanya evaluasi dan sorotan dari pihak terkait.

Hingga kini, polemik proyek irigasi tambak di kawasan TNK masih menjadi perhatian. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat pesisir dan kelompok tani tambak mendesak untuk didukung infrastruktur. Di sisi lain, kawasan TNK memiliki status konservasi yang menuntut kehati-hatian ekstra dalam setiap aktivitas pembangunan.

Pemerintah daerah pun dituntut mencari titik temu agar kepentingan ekonomi masyarakat tidak berbenturan dengan upaya pelestarian kawasan konservasi yang menjadi aset ekologis Kalimantan Timur.

“Pada prinsipnya kami ingin kebutuhan masyarakat tetap terakomodasi, tapi aturan kawasan konservasi juga harus dipatuhi. Karena itu pekerjaan kami hentikan sambil menunggu kejelasan dan kesepakatan dengan semua pihak,” tegas Tabrani Aji.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pengukuhan Duta Pancasila, Wabup: yang Dilantik Telah Penuhi Semua Aspek

0
Proses Pengukuhan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kutim oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi secara resmi mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2025–2029. Pengukuhan digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Rabu (28/1/2026).

Mahyunadi menegaskan bahwa para Duta Pancasila yang dikukuhkan bukan sekadar unggul secara fisik, tetapi juga telah melalui seleksi ketat yang menguji mental, kepribadian, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Tidak semua orang bisa lolos. Ada yang fisiknya bagus tapi mentalnya lemah, ada yang mentalnya kuat tapi fisiknya kurang, atau pengetahuannya tidak memadai. Yang dilantik hari ini adalah mereka yang memenuhi semua aspek itu,” sebut Mahyunadi.

Ia menyebut para Duta Paskibraka merupakan representasi generasi muda Kutai Timur yang diharapkan mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta menjaga konsensus kebangsaan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Mahyunadi juga menyinggung perjalanan hidupnya. Ia menuturkan bahwa tidak semua cita-cita manusia dapat tercapai, namun jalan hidup kerap ditentukan melalui hal-hal yang tidak pernah direncanakan.

“Menjadi Paskibraka dulu adalah cita-cita saya, tapi tidak tercapai karena faktor fisik. Saya juga tidak pernah bercita-cita menjadi wakil bupati, namun justru itu yang Allah takdirkan,” katanya.

Mahyunadi menekankan bahwa setiap amanah, apa pun bentuknya, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan dan masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi prinsip utama yang harus dipegang para Duta Pancasila Paskibraka.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah melewati seleksi formal, para Duta Paskibraka akan menghadapi tantangan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, mental tangguh, daya juang tinggi, dan sikap pantang menyerah menjadi kunci.

“Jatuh itu biasa, tetapi bangkit adalah sebuah pilihan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mahyunadi turut menyoroti pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Ia menyebut persoalan korupsi masih menjadi tantangan besar bangsa yang menghambat pembangunan nasional.

“Saya berharap generasi muda yang kuat iman dan takwanya kelak menjadi pemimpin yang bersih, tangguh, dan berintegritas, sehingga mampu mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jelang Ramadan, Kutim Usul Tambahan Kuota 200 Tabung Gas Melon

0
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kutim mengusulkan penambahan kuota gas melon kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), terutama untuk mengamankan pasokan pada momen-momen tertentu.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan pihaknya mengajukan tambahan alokasi sekitar 200 tabung dari kuota yang telah ditetapkan sebelumnya. Meski secara hitungan data kuota saat ini masih mencukupi, pengalaman di lapangan menunjukkan konsumsi LPG sangat dipengaruhi agenda dan perayaan tertentu, terutama hari besar keagamaan.

“Karena penggunaan gas sangat bergantung pada momen, kami mengajukan penambahan kuota sebagai langkah antisipasi. Permohonan ini sudah kami sampaikan melalui bupati ke pemerintah provinsi,” ujar Nora kepada awak media.

Tak hanya soal ketersediaan stok, Disperindag Kutim juga mendorong evaluasi Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan. Pasalnya, HET yang berlaku saat ini tidak pernah berubah sejak 2019, sementara biaya operasional para pengusaha terus mengalami kenaikan.

“Keluhan dari pemilik pangkalan dan pengusaha cukup banyak. Dengan HET yang sudah tujuh tahun tidak berubah, perhitungan usaha mereka sudah tidak lagi masuk. Karena itu kami mengusulkan penyesuaian agar mereka tidak merugi dan tetap bisa beroperasi,” paparnya.

Namun demikian, Nora menegaskan bahwa kewenangan utama dalam pengawasan tata kelola migas berada di pemerintah pusat melalui Pertamina. Pemerintah daerah hanya membantu dalam koordinasi serta penyampaian laporan jika ditemukan indikasi penyalahgunaan distribusi maupun permainan harga.

“Yang berhak mengatur dan menegur adalah pihak pemberi izin. Izin agen dan pangkalan dikeluarkan oleh Pertamina, bukan oleh Disperindag,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pelaku Dugaan Tabrak Lari di Bukit Indah Berhasil Diamakan Polisi

0
Mobil pelaku dugaan tabrak lari di Bukit Indah berhasil diamankan pihak kepolisian. (Ist).

BONTANG – Pelaku dugaan tabrak lari di Bukit Indah, Rabu (28/1/2026) pagi, berhasil diamankan pihak kepolisian di Pasar Telihan, sekitar pukul 15.40 Wita.

Pelaku merupakan salah satu warga di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan. Pelaku merupakan salah satu pedagang di Pasar Telihan.

“Pelaku baru saja kami dapat. Pelaku adalah pedagang di pasar. Seorang laki-laki dengan tahun kelahiran sekitar 72,” ucap Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi.

Saat ini pihak Polres Bontang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait kasus kecelakaan tersebut. Polisi juga telah mengamankan pelaku beserta mobilnya, Toyota Vios dengan KT 1733 B.

“Pelaku beserta kendaraannya sudah kita amankan, nantinya akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, bagaimana keterangannya saksi,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi kecelakaan di Bukit Indah sekitar pukul 07.15 Wita, dimana pengendara sepeda motor Honda Scoopy merah terserempet mobil sedan.

Awalnya pengendara Scoopy ingin mengambil jalur yang berlawanan, akan tetapi tiba-tiba saja motornya tertabrak dari belakang. Sehingga pengendara Scoopy tersungkur dan tergeletak di badan jalan dengan kondisi tak sadarkan diri.

Saat dibawa warga ke Rumah Sakit (RS), ternyata pengendara Scoopy mengalami luka yang serius di bagian kepala, hingga dinyatakan meninggal dunia.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tabrak Lari di Bukit Indah, Korban Meninggal Dunia

0
Pihak kepolisian menyelusuri kejadian tabrakan di Bukit Indah. (Ist).

BONTANG – Terjadi kecelakaan di depan Bank BRI Bukit Indah, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (28/1/2026) pagi.

Dari rekaman CCTV yang telah beredar, tampak pengendara motor Honda Scoopy melintas ingin mengambil jalur yang berlawanan, akan tetapi tiba-tiba saja dari arah belakang terdapat mobil Sedan Silver yang sedang melaju kencang, hingga menabrak pengendara motor tersebut.

Alhasil, pengendara motor langsung tersungkur ke jalanan dan tergeletak. Warga yang kebetulan lagi di lokasi pun, langsung bergerak cepat untuk melihat kondisi keadaan pengendara motor.

“Ini korban tabrak lari, korban keserempet dari arah belakang mobil. Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Amalia sama warga,” ucap Hendra, salah satu Tim Indonesian Escorting Ambulance (IEA) Bontang.

Setelah korban dibawa ke RS untuk mendapatkan perawatan insentif, ternyata kondisi korban mengalami penurunan drastis. Korban juga mengalami luka robek di bagian kepalanya.

“Korban meninggal dunia, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait dengan kecelakaan tersebut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam