Beranda blog Halaman 316

Kecelakaan di Gunung Sari, Korban Sempat Kejang dan Pingsan Akibat Benturan di Kepala

0
Kecelakaan yang terjadi di wilayah Gunung Sari. (Ist).

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Gunung Sari, Jalan Jenderal Soedirman, tepatnya di seberang Erafresh, Kamis (12/3/2026), sekitar pukul 16.08 Wita. Dilaporkan korban mengalami kejang-kejang dan sempat pingsan, setelah terlibat insiden tersebut.

Korban diketahui merupakan pelajar yang berdomisili di Pisangan. Usai kejadian, korban langsung dievakuasi oleh relawan menggunakan unit ambulans menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit (RS) Badak Bontang, untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban mengalami benturan cukup keras di bagian kepala. Benturan tersebut diduga menjadi penyebab korban mengalami kejang-kejang sesaat setelah kejadian.

“Karena ada benturan di kepala korban, jadinya korban sempat mengalami kejang-kejang. Ini korban masih pelajar, karena tidak memiliki KTP,” ucap salah satu relawan yang berada di lokasi kejadian.

Dari kronologi sementara, kecelakaan diduga terjadi setelah kendaraan korban ditabrak dari arah belakang, oleh kendaraan lain. Akibat tabrakan tersebut, korban terjatuh dan kepalanya membentur ke permukaan jalan.

Relawan yang tiba di lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban langsung ke RS. Hingga saat ini korban masih menjalani penanganan medis, untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Sementara itu, pihak terkait masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bangunan dan Dua Mobil di Sebelah Lapangan Futsal Guntung Hangus Terbakar

0
Kebakaran yang terjadi di Guntung. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Terjadi kebakaran hebat di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, tepatnya di sebelah lapangan futsal, Kamis (12/3/2026) sore.

Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan yang berada di lokasi tersebut. Dalam kejadian itu, terdapat dua unit mobil yang sedang terparkir di sekitar bangunan juga ikut hangus terbakar dalam sekejap.

Warga sekitar yang melihat kobaran api sempat berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya, sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Tak lama kemudian, sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Kepala Dinas pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Berdasarkan informasi yang ia terima sebelumnya, bahwa adanya aktivitas pembakaran sampah di sekitar. Sehingga api langsung merembet ke bangunan hingga mobil.

“Katanya ada pembakaran sampah disini, tapi kami belum mengetahui pasti apa penyebabnya,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Dalam hal ini tidak ada korban jiwa, namun kebakaran tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang memadati area kejadian. Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mesin Mogok, Tiga Pemancing Asal Guntung Terdampar di Perairan Segajah

0
Kapal pemancing yang terdampar di dekat Pulau Segajah. (Ist).

BONTANG – Tiga pemancing asal Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, dilaporkan sempat terdampar di perairan Pulau Segajah, setelah mesin kapal yang mereka gunakan tiba-tiba mengalami kerusakan, Rabu (11/3/2026) sore.

Informasi tersebut pertama kali diterima melalui Layanan Darurat 112, sekitar pukul 16.11 Wita. Dalam laporan yang disampaikan pelapor bernama Khairu, menyebutkan bahwa ada sebuah kapal kecil berada di tengah laut dengan kondisi mesin yang macet di sekitar kawasan Segajah, tepatnya di deretan kapal tanker.

Pelapor meminta bantuan agar petugas melakukan penanganan terhadap kapal yang tidak bisa bergerak tersebut.

Laporan darurat itu langsung diteruskan kepada sejumlah instansi terkait, di antaranya Polres Bontang, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kodim 0908 Bontang untuk segera di tindak lanjut.

Diduga kapal yang digunakan ketiga pemancing tersebut mengalami gangguan mesin saat berada di tengah laut, sehingga mereka tidak dapat kembali ke daratan dan meminta bantuan pertolongan.

“Area tersebut dikenal sebagai jalur aktivitas kapal, termasuk kapal tanker yang kerap melintas,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, Kamis (12/3/2026).

Setelah mendapatkan informasi, petugas gabungan kemudian langsung bersiap melakukan pengecekan dan upaya evakuasi, guna memastikan keselamatan para pemancing yang terdampar.

“Lewat kejadian ini, kami imbau untuk para pemancing yang akan menyewa kapal, bisa selalu memastikan keselamatan seperti pelampung badan dan kondisi mesin diperhatiin,” katanya.

Beruntung, petugas melakukan evakuasi terhadap pemancing hingga sampai di Muara Bontang Kuala (BK), selanjutnya pemancing tersebut dijemput oleh pemilik kapal dan dibawa hingga pelabuhan loktuan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Jelang Lebaran, Pemkab Kukar Ingatkan Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu

0
Sekretaris Disnakertrans Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Ady)

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengingatkan seluruh perusahaan agar tidak menunda pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja menjelang Idulfitri. Selain itu, bonus hari raya juga diminta diberikan kepada pengemudi dan kurir layanan angkutan berbasis aplikasi.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat edaran pemerintah daerah terkait pelaksanaan pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan, serta Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi dan kurir layanan berbasis aplikasi pada tahun 2026.

Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kutai Kartanegara, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan kebijakan tersebut merujuk pada sejumlah regulasi ketenagakerjaan yang berlaku secara nasional.

“Surat edaran ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan,” ujarnya.

Dalam ketentuan tersebut terdapat dua jenis hak yang harus dipenuhi perusahaan menjelang hari raya, yakni THR bagi pekerja atau buruh serta BHR bagi pengemudi dan kurir layanan angkutan berbasis aplikasi.

Dendy menjelaskan bahwa THR diberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja minimal satu bulan secara terus-menerus dan memiliki hubungan kerja dengan perusahaan.

Hubungan kerja tersebut dapat berupa Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) maupun Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Sementara itu, BHR diperuntukkan bagi pengemudi dan kurir yang terdaftar secara resmi sebagai mitra pada perusahaan aplikasi dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

“Baik THR maupun BHR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan,” jelasnya.

Untuk besaran THR, pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih berhak menerima sebesar satu bulan upah.

Sedangkan pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun akan menerima pembayaran secara proporsional sesuai lama masa kerja.

Adapun untuk BHR bagi pengemudi dan kurir layanan berbasis aplikasi, besarannya dianjurkan sekitar 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir.

Dalam proses perhitungannya, perusahaan aplikasi juga diminta bersikap transparan kepada para mitra mengenai dasar perhitungan pendapatan yang digunakan sebagai acuan pemberian bonus tersebut.

“Perusahaan aplikasi diharapkan transparan kepada para pengemudi maupun kurir mengenai dasar perhitungan pendapatan tersebut,” tambah Dendy.

Ia berharap seluruh perusahaan dapat mematuhi ketentuan tersebut agar hak para pekerja maupun mitra pengemudi dapat terpenuhi menjelang hari raya.

“Kami berharap tahun ini laporan terkait keterlambatan atau tidak dibayarkannya THR maupun BHR semakin minim, bahkan kalau bisa tidak ada sama sekali,” pungkasnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Arus Mudik Lebaran, Gate Tol Balsam Ditambah Jadi Lima Lajur

0
Tinjauan ruas Jalan Tol Balikpapan–IKN menjelang pengoperasian jalur fungsional untuk arus mudik Lebaran. (Ist)

BALIKPAPAN — PT Jasa Marga Balikpapan–Samarinda memastikan kesiapan jalur tol fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah kapasitas layanan di gerbang tol dengan mengoperasikan lima lajur transaksi.

Direktur Utama PT Jasa Marga Balikpapan–Samarinda (Balsam), Muhammad Taufik, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan setelah melakukan evaluasi terhadap pengoperasian tol fungsional pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

“Evaluasi dari operasional fungsional saat Natal dan Tahun Baru menjadi dasar kami melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk penambahan mobil leader serta penguatan pengaturan lalu lintas di beberapa titik rawan pertemuan arus kendaraan,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Menurut Taufik, salah satu titik yang menjadi perhatian adalah pertemuan arus kendaraan dari arah Manggar menuju Seksi 3A yang akan bertemu dengan kendaraan dari Seksi 1B.

Pada titik tersebut, petugas akan disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan pengguna jalan tol.

PT Jasa Marga Balsam juga memproyeksikan adanya peningkatan jumlah kendaraan selama masa mudik Lebaran tahun ini.

Berdasarkan perhitungan yang mengacu pada pola libur tahun 2024 yang dinilai memiliki kemiripan dengan kondisi tahun ini, jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol Balsam diperkirakan mencapai sekitar 23 ribu kendaraan.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan sekitar 23 ribu kendaraan akan melintas. Angka ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 20 ribu kendaraan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi antrean kendaraan di gerbang tol, pihak pengelola menambah kapasitas layanan transaksi.

Jika sebelumnya hanya tersedia tiga lajur transaksi, kini jumlahnya ditingkatkan menjadi lima lajur agar proses pembayaran dapat berlangsung lebih cepat.

Selain itu, sejumlah kendaraan operasional seperti mobile reader (MR) juga disiagakan di beberapa titik.

Di Seksi 1 Manggar, selain gardu tol tetap, petugas juga menyiapkan unit MR guna membantu mempercepat proses transaksi ketika terjadi peningkatan volume kendaraan.

Langkah serupa juga disiapkan di Seksi 1B serta Seksi 3A untuk memastikan antrean kendaraan dapat segera diurai jika terjadi lonjakan lalu lintas.

“Kami menyiapkan beberapa unit MR di sejumlah seksi agar antrean kendaraan bisa segera diurai ketika terjadi peningkatan volume lalu lintas,” tambah Taufik.

Di sisi lain, pihak pengelola juga memastikan kondisi infrastruktur jalan tol berada dalam kondisi baik dan aman dilalui pemudik.

Perbaikan jalan di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan telah ditangani secara bertahap agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Melalui berbagai langkah tersebut, pengelola berharap operasional tol fungsional selama masa mudik Lebaran dapat berjalan lancar serta memberikan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami berharap masyarakat bisa melakukan perjalanan mudik dengan lebih lancar, aman, dan selamat sampai tujuan,” tutupnya.

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Kajari Baru Samarinda Mulai Susun Strategi Penegakan Hukum

0
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda yang baru, Haedar, membagikan hampers kepada wartawan senior Lukman dari Detak Kaltim. (Dimas)

SAMARINDA — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda yang baru, Haedar, langsung bergerak melakukan pemetaan terhadap penanganan perkara di wilayah hukumnya meski baru dua hari menjabat.

Langkah awal tersebut dilakukan untuk memahami secara menyeluruh dinamika penegakan hukum di Samarinda sebelum menentukan arah kebijakan dan strategi penanganan perkara ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Haedar di sela-sela kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda, Jalan M. Yamin, Rabu malam.

Acara tersebut menjadi momentum perdana Haedar bertatap muka secara formal dengan jajaran pegawai kejaksaan, para purnajaksa, serta awak media yang selama ini meliput kegiatan di lingkungan Kejari Samarinda.

Menurut Haedar, memahami peta penanganan perkara yang sedang berjalan merupakan langkah penting sebelum menjalankan program kerja secara menyeluruh.

“Mengingat saya baru dua hari menjabat, tentu program kerja saat ini adalah melakukan pemetaan terhadap penanganan perkara yang ada di wilayah hukum Samarinda. Namun, beberapa langkah strategis tentu sudah kita siapkan,” ungkap Haedar.

Ia menilai pemetaan tersebut penting agar setiap kebijakan yang diambil dapat selaras dengan kondisi nyata di lapangan.

Selain fokus pada konsolidasi internal, Haedar juga memberikan perhatian khusus pada hubungan kemitraan dengan media massa.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak insan pers, khususnya yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Samarinda, untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan pihak kejaksaan.

Menurutnya, peran media sangat penting dalam memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan akuntabel.

Media juga dinilai menjadi jembatan informasi yang mampu menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara objektif kepada masyarakat.

“Kami memohon dukungan teman-teman media agar kami dapat bekerja dengan baik dan terbuka kepada publik. Hubungan yang baik ini penting dalam memastikan keterbukaan informasi,” tambahnya.

Haedar berharap hubungan kemitraan antara Kejari Samarinda dan media dapat terus terjalin dengan baik sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai kinerja penegakan hukum di daerah tersebut.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Protes Ganti Rugi Tanah, Warga Pasang Kawat Duri di Akses Tol IKN

0
Belasan warga Pemaluan melakukan aksi protes di akses jalan Tol IKN pada ruas JBH Segmen 6A dan memasang kawat berduri. (Atmaja Riski)

NUSANTARA — Akses Jalan Tol Balikpapan–IKN pada ruas Jalan Bebas Hambatan (JBH) Segmen 6A di wilayah Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku dipasangi kawat berduri oleh warga. Aksi tersebut dipicu persoalan ganti rugi lahan yang hingga kini diklaim belum juga diselesaikan.

Pemortalan akses jalan dilakukan warga sejak Rabu (11/3/2026) dan hingga Kamis (12/3/2026) masih dijaga secara bergantian oleh sejumlah warga yang menuntut kepastian pembayaran lahan mereka.

Lokasi yang dipasang kawat berduri berada di wilayah RT 3 Kelurahan Pemaluan, tepat pada ruas jalan yang menjadi bagian dari proyek Jalan Tol Balikpapan–IKN.

Akibat aksi tersebut, rencana pengoperasian fungsional jalan tol pada 13–29 Maret 2026 berpotensi terganggu apabila persoalan ganti rugi belum menemukan penyelesaian.

Ibrahim, kuasa masyarakat selaku penuntut hak warga, mengatakan lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan tol tersebut merupakan milik masyarakat dan telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).

Namun hingga saat ini, menurutnya, pembayaran ganti rugi terhadap lahan tersebut belum juga direalisasikan meskipun sebelumnya telah beberapa kali dijanjikan.

“Beberapa kali rapat itu, apa kita dapat, dijanji-janji bahwa akan pembayaran. Dilakukan pembayaran ketika sudah ada dokumennya. Ada dokumen, begitu lagi dicek lagi. Dipersoalkan lagi kan ini sertifikat nih,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Kamis (12/3/2026).

Warga menyebut sekitar 10 hektare lahan dari total 21 nama pemilik tanah hingga kini diduga belum menerima pembayaran sejak proses pengadaan lahan dimulai pada 2023.

Menurut Ibrahim, pada 2024 warga sempat diminta menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) perubahan kawasan IHM dari Kementerian Kehutanan.

Setelah SK perubahan tersebut terbit, proses administrasi kembali tertahan di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Warga kemudian kembali mengurus ke Kementerian Kehutanan hingga akhirnya lahan tersebut dilepaskan dari kawasan IHM.

Padahal, menurut warga, sejak awal lahan yang dipersoalkan sebenarnya sudah berstatus Areal Penggunaan Lain (APL).

“Sudah punyanya warga, bukan lagi punyanya IHM, dan IHM tidak pernah mengakui ketika kita berhadapan,” ungkapnya.

Ibrahim juga mengungkapkan bahwa warga sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan pihak PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan JBH Segmen 6A.

Dalam pertemuan tersebut, kata dia, warga dijanjikan bahwa pembayaran ganti rugi akan segera dilakukan.

“Rapat di ADHI Karya kita dijanji akan dilakukan pembayaran secepatnya. Karena janji itulah, karena sampai saat ini tak ada buktinya. Alasannya Nataru. Dijanji lagi. Tapi tak kunjung ada pembayaran,” ulasnya.

Ia menilai seharusnya tidak ada lagi alasan penundaan pembayaran karena sudah ada keputusan dari kementerian yang menyatakan lahan tersebut merupakan milik masyarakat.

Selain itu, menurutnya, juga telah ada edaran Bupati yang berisi instruksi agar proses pembayaran segera diselesaikan.

“Ini lagi, suruh mau buka lagi untuk 13 Maret. Terus kita ini warga mau diapain? Kan kita minta penyelesaian. Jadi masyarakat ini menuntut haknya. Pembayaran kita harus diselesaikan dulu, artinya janganlah merampas hak rakyat,” pungkasnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Ratusan Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran di Kukar

0
Suasana Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 di halaman Mapolres Kukar. (Istimewa)

TENGGARONG — Pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Kutai Kartanegara resmi dimulai. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi pemerintah disiagakan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama Lebaran berlangsung aman dan lancar.

Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang digelar di halaman Mapolres Kutai Kartanegara, Kamis (12/3/2026) pagi.

Apel dipimpin langsung Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, didampingi Sekretaris Kabupaten Kukar Sunggono serta Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman.

Kegiatan ini juga diikuti unsur lintas sektor, mulai dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, PMI hingga berbagai organisasi masyarakat.

Ratusan personel dari berbagai satuan tampak berbaris dalam apel tersebut, di antaranya pleton Kodim 0906/KKR, personel Satlantas, Samapta, Satreskrim, Satintelkam, serta personel gabungan dari Dishub, BPBD, Damkar, PMI, Senkom hingga Saka Bhayangkara.

Dalam rangkaian apel tersebut juga dilakukan penyematan pita kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Mahakam 2026 di wilayah Kutai Kartanegara.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar dalam amanatnya membacakan pesan Kapolri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi momentum mudik Lebaran.

“Apel gelar pasukan ini merupakan wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Operasi tersebut melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan dari berbagai unsur keamanan dan pemerintah.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang di seluruh Indonesia.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pelayanan dan pengamanan di berbagai daerah yang akan difungsikan sebagai pusat informasi dan layanan bagi para pemudik.

Selain pengamanan jalur transportasi, aparat juga diminta mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, balap liar, hingga konflik kelompok.

Petugas juga diminta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna meningkatkan rasa aman masyarakat.

Di sisi lain, potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi. Personel diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi selama periode mudik Lebaran.

Kapolres Kukar menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat Mahakam sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak yang terlibat.

“Keberhasilan operasi ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita tingkatkan soliditas dan sinergisitas untuk mewujudkan mudik aman dan keluarga bahagia,” tutupnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Wagub Seno Aji Janji Kerja Sama Media Masuk APBD Perubahan

0
Sesi buka puasa bersama PWI Kaltim yang dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. (Adhi Abdhian)

SAMARINDA — Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menjanjikan adanya dukungan kerja sama pemerintah dengan media melalui skema anggaran pada APBD Perubahan mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi para insan pers di Benua Etam sekaligus ruang diskusi mengenai kondisi dunia media yang tengah menghadapi berbagai tantangan.

Sejumlah tokoh pers senior Kalimantan Timur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Intoniswan, Syafril Teha Noer, Rizal Effendi, Syafrudin Pernyata, Maturidi, Datu Iskandar, hingga Endro Effendi.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gedung PWI yang saat ini digunakan merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah kondisinya lebih baik karena telah dilakukan peremajaan oleh pengurus meski di tengah keterbatasan,” ujarnya.

Rahman, sapaan akrabnya, juga mengungkapkan bahwa jumlah anggota aktif PWI Kaltim saat ini mencapai 581 orang.

Ia menyebut sejumlah program organisasi tetap berjalan secara rutin, salah satunya Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) yang telah dilaksanakan sebanyak tiga kali.

Selain itu, PWI Kaltim juga rutin menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta menjalankan berbagai kegiatan sosial melalui program PWI Peduli.

Dalam kesempatan tersebut, Rahman juga menyinggung sejumlah tantangan yang tengah dihadapi dunia media.

Menurutnya, perkembangan media online membuat bisnis media cetak semakin tertekan. Kondisi tersebut diperparah oleh dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan serta maraknya konten media sosial yang hadir tanpa badan usaha maupun standar kompetensi jurnalistik.

Ia juga menyoroti menurunnya kerja sama pemberitaan antara media dan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir akibat berbagai faktor, termasuk kebijakan efisiensi anggaran.

“Poin terakhir ini insyaallah akan terjawab oleh Pak Seno Aji pada APBD Perubahan nanti,” ucap Rahman yang disambut riuh para pekerja media yang hadir.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Media adalah partner strategis pemerintah, ujung tombak dalam menyampaikan informasi mengenai kinerja pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan saat ini adalah maraknya informasi yang beredar di media sosial melalui buzzer yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Berbeda dengan media massa yang memiliki badan hukum jelas serta menjalankan standar profesional jurnalistik.

“Pemerintah provinsi akan berupaya memberikan dukungan anggaran bagi media melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, tentu dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku,” janjinya.

Ia berharap media dapat terus menyajikan informasi yang positif, akurat, dan berbasis fakta sehingga mampu memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai berbagai program pembangunan pemerintah.

“Masyarakat butuh pemahaman kinerja pemerintah secara utuh. Di situlah peran media, agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah publik,” tambahnya.

Setelah buka puasa bersama, acara dilanjutkan dengan salat berjamaah dan diskusi santai yang membahas eksistensi serta tantangan media di Kalimantan Timur di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah baik di tingkat daerah maupun nasional.

Pewarta: Adhi Abdhian
Editor: Agus S

Razia Dini Hari, Kawasan Solong Terpantau Sepi

0
Petugas Satpol PP Kota Samarinda saat melakukan penertiban di kawasan Solong, Kelurahan Mugirejo. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda memastikan tidak ada aktivitas hiburan malam di kawasan eks lokalisasi Solong saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (12/3/2026) dini hari.

Penyisiran dilakukan setelah petugas menggelar operasi pengawasan Ramadan yang sebelumnya berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras dari warung kelontong di kawasan kota.

Sidak di Solong dipimpin langsung Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini. Petugas menyisir sejumlah kafe yang selama ini disinyalir berpotensi beralih fungsi menjadi tempat hiburan malam terselubung.

Namun hingga sekitar pukul 00.20 Wita, tidak ditemukan adanya aktivitas yang melanggar aturan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan Solong yang biasanya ramai pada malam Kamis justru tampak sunyi. Tidak terdengar dentuman musik, tidak terlihat aktivitas pemandu lagu, maupun pengunjung yang datang ke lokasi tersebut.

Suasana bahkan digambarkan sangat sepi, menyerupai kondisi di pemakaman.

Anis Siswantini menyatakan kondisi tersebut menunjukkan adanya kepatuhan dari para pengelola tempat usaha terhadap aturan selama bulan suci Ramadan.

“Malam ini kami di Solong, wilayah yang secara resmi sudah ditutup oleh Kemensos. Kami pastikan malam ini tidak ada operasional. Alhamdulillah, setelah kami menyisir hasilnya nihil aktivitas,” ungkap Anis.

Ia mengapresiasi kesadaran para pengelola tempat di kawasan tersebut yang memilih untuk menutup operasional selama Ramadan.

Menurutnya, kepatuhan tersebut diharapkan tidak hanya terjadi karena adanya razia, tetapi juga menjadi komitmen jangka panjang untuk tidak kembali menyalahgunakan kawasan eks lokalisasi tersebut.

“Saya senang melihat kondisi malam ini. Saya minta tolong kepada semua pihak untuk saling menghargai dan menghormati saudara kita yang Muslim agar bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk,” tegasnya.

Satpol PP Samarinda menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara acak untuk memastikan kawasan Solong tetap zero dari aktivitas asusila maupun hiburan malam yang melanggar aturan.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S