Beranda blog Halaman 318

Bocah 7 Tahun Terseret Sungai Mahakam, Pencarian Azzam Berpacu dengan Arus Kuat

0
Warga melakukan pencarian dengan cara manual (menyelam). (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Upaya pencarian terhadap Azzam Arahan (7), bocah yang dilaporkan tenggelam dan terseret arus Sungai Mahakam di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, masih terus berlangsung hingga Senin (26/1/2026) sore. Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 11.58 WITA. Azzam dilaporkan tenggelam saat bermain di tepian Sungai Mahakam dan terseret arus deras ke arah hilir. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Sarinem, warga setempat yang saat itu sedang menimba air di belakang rumahnya.

“Awalnya saya kira berenang biasa, karena memang sering anak-anak main air di sini. Tapi tiba-tiba saya lihat tangannya melambai-lambai minta tolong,” ujar Sarinem. Ia mengaku langsung berteriak meminta bantuan warga, namun derasnya arus sungai membuat korban dengan cepat menghilang dari pandangan.

Mendapat laporan tersebut, Basarnas bersama tim SAR gabungan segera bergerak ke lokasi kejadian. Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menyampaikan bahwa operasi pencarian langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.

“Kami menerima laporan kejadian membahayakan manusia atas nama Azzam, usia tujuh tahun. Tim gabungan yang terdiri dari enam personel Basarnas, dibantu TNI, Polri, relawan, serta masyarakat, langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian,” jelas Mardi.

Pada hari pertama, pencarian difokuskan pada metode penyelaman di sekitar titik awal korban diduga tenggelam. Namun, kondisi Sungai Mahakam yang berarus cukup kuat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

“Kami lakukan satu sorti penyelaman. Jika kondisi tidak memungkinkan, pencarian akan dialihkan dengan metode penyisiran menggunakan alat pancing tradisional atau ‘Fisher’, sesuai kearifan lokal masyarakat setempat,” terangnya.

Mardi menambahkan, sesuai standar operasional prosedur (SOP) Search and Rescue, pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan apabila korban belum ditemukan.

“Jika hari ini belum membuahkan hasil, penyisiran akan diperluas ke arah hilir, karena ada kemungkinan korban sudah terbawa arus lebih jauh,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban dan warga sekitar masih bertahan di lokasi kejadian dengan penuh harap. Doa terus dipanjatkan agar proses pencarian berjalan lancar dan Azzam dapat segera ditemukan.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar tim SAR diberi kelancaran dan korban segera ditemukan,” pungkas Mardi. (MK)

Editor: Agus S

Sidang Kasus K3, Noel Singgung Aliran Dana ke Ormas dan Parpol Berinisial K

0
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel kembali memantik perhatian publik. Dalam sidang lanjutan perkara dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Noel mengklaim adanya aliran dana yang mengarah ke organisasi masyarakat dan partai politik tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Noel kepada awak media sebelum mengikuti sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

Menurut Noel, dana hasil perkara yang menjerat dirinya tidak berhenti di lingkaran individu semata, melainkan diduga mengalir ke pihak lain. Namun, ia enggan menyebutkan identitas secara gamblang.

“Ormasnya dulu lah ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama. Partainya ada huruf K-nya. Udah itu dulu clue-nya ya,” ujar Noel.

Saat didesak lebih jauh mengenai identitas partai maupun organisasi masyarakat yang dimaksud, mantan Ketua Umum Jokowi Mania itu memilih menutup rapat informasinya. Bahkan ketika ditanya mengenai warna atau ciri khas partai, Noel menolak menjawab.

“Nggak, saya nggak mau nyebutin dulu. (Warnanya) nggak boleh tahu dong,” katanya.

Pertanyaan lanjutan dari wartawan mengenai posisi huruf “K” dalam nama partai—apakah berada di awal atau di tengah—juga ditanggapi Noel dengan nada berseloroh.

“Mau tau aja lu, ntar,” ucapnya singkat.

Noel menegaskan bahwa pernyataannya merujuk pada dugaan aliran dana, bukan keterlibatan langsung pihak-pihak tersebut dalam perkara hukum yang sedang berjalan.

“Alirannya. Bukan terlibatnya. Alirannya,” tegasnya.

Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Noel bersama sejumlah aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan terkait dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi dan lisensi K3. Jaksa menyebut Noel meminta jatah hingga Rp3 miliar.

Selain Noel, sejumlah terdakwa lain juga diadili dalam berkas terpisah. Mereka antara lain Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, Supriadi, Miki Mahfud, dan Termurila.

Jaksa KPK mengungkapkan total dana yang diduga dipungut dari para pemohon sertifikasi K3 dalam perkara ini mencapai Rp6,5 miliar. Praktik tersebut disebut berlangsung sejak 2021, atau sebelum Noel menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. (MK)

Editor: Agus S

Putra-Putri Kaltim Isi OIKN, Basuki: Mereka Penopang Masa Depan Nusantara

0
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. (Istimewa)

NUSANTARA – Keterlibatan warga lokal dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan, sekitar 30 persen pegawai OIKN saat ini merupakan putra-putri Kalimantan Timur yang berperan langsung dalam roda pembangunan ibu kota negara baru.

Dari total sekitar 1.100 pegawai OIKN, sedikitnya 330 orang berasal dari Kalimantan Timur. Angka tersebut menunjukkan komitmen OIKN untuk tidak hanya membangun fisik kota, tetapi juga memberdayakan sumber daya manusia lokal.

“Di IKN hari ini, sekitar 30 persen dari 1.100 pegawai kami merupakan putra-putri Kalimantan Timur,” ujar Basuki dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).

Basuki menegaskan, mayoritas pegawai asal Kaltim tersebut merupakan generasi muda yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan masa depan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.

“Mereka adalah generasi muda yang menjadi bagian penting dari masa depan Nusantara,” tuturnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Basuki saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) yang digelar di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu (24/1/2026).

Keterlibatan warga Kaltim di lingkungan OIKN juga tercermin dari perpindahan aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah daerah. Di Kota Bontang, Kepala BKPSDM Bontang Sudi Priyanto menyebut terdapat sekitar lima ASN yang telah mutasi ke OIKN.

“Efeknya sampai saat ini masih bisa kami tutupi. Jabatan yang ditinggalkan langsung diisi ASN lain, sehingga tidak mengganggu pelayanan,” ujar Sudi Priyanto, Senin (5/1/2026).

Sementara dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tercatat 20 pegawai bergabung ke OIKN, terdiri atas satu pejabat eselon II, empat pejabat eselon IV, serta 15 staf. Kepala BKPSDM PPU, Nurwati, menegaskan mutasi tersebut tidak berdampak pada kinerja pemerintahan daerah karena telah dilakukan penyesuaian struktural.

Tak hanya pada level pegawai dan ASN, kebijakan afirmatif terhadap warga lokal juga diterapkan dalam sektor konstruksi. OIKN mensyaratkan sekitar 30 persen tenaga kerja proyek pembangunan IKN berasal dari masyarakat setempat.

Selain pembangunan infrastruktur pemerintahan, Otorita IKN saat ini juga tengah mengembangkan kawasan pusat kebudayaan atau cultural center. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat, sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas dan ekspresi budaya lokal di Ibu Kota Nusantara. (MK)

Editor: Agus S

Bocah 7 Tahun Dilaporkan Tenggelam di Sungai Mahakam, Warga Lihat Korban Terseret Arus Deras

0
Pamapta Polresta Samarinda menunjukan tempat kejadian perkara (TKP) awal korban tenggelam. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Mahakam di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Senin (26/1/2026) siang. Hingga sore hari, korban belum ditemukan dan pencarian masih berlangsung.

Korban diketahui bernama Azzam Arahan, warga sekitar lokasi kejadian. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.58 WITA dan disaksikan langsung oleh warga setempat.

Saksi mata, Sarinem, mengungkapkan awalnya tidak menaruh curiga saat melihat korban berenang sendirian di tepian sungai. Aktivitas anak-anak bermain air di lokasi tersebut disebut sudah kerap terjadi.

“Saya kira dia berenang biasa. Anak-anak memang sering main air di sini, jadi awalnya tidak ada curiga,” ujar Sarinem.

Situasi berubah drastis ketika korban mulai terbawa arus ke tengah sungai. Sarinem melihat Azzam tampak kesulitan berenang dan berusaha meminta pertolongan.

“Saya lihat tangannya melambai-lambai, seperti minta tolong. Arusnya deras sekali ke arah Ilir. Saya langsung lari ke depan rumah panggil warga,” tuturnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak cepat. Sejumlah pemuda dan orang dewasa terjun ke Sungai Mahakam untuk melakukan pencarian manual di sekitar titik awal korban diduga tenggelam. Upaya penyelaman dilakukan dengan peralatan seadanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan arus Sungai Mahakam cukup kuat dan menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Warga mengaku kesulitan menyelam terlalu lama karena derasnya arus dan minimnya jarak pandang di dalam air.

Identitas korban telah dipastikan sebagai Azzam Arahan (7), yang diketahui sedang bermain di sekitar sungai tanpa pendamping orang dewasa saat kejadian berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga bersama warga masih bertahan di lokasi kejadian. Tim SAR dan relawan gabungan dikabarkan sedang menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian lebih lanjut dengan peralatan khusus, termasuk perahu karet dan perlengkapan selam.

Pihak kepolisian dan aparat setempat telah melakukan pengamanan area serta berkoordinasi untuk mempercepat proses pencarian korban. (MK)

Editor: Agus S

Stok Tersendat Saat Libur Panjang, Harga LPG 3 Kg di Tenggarong Melonjak Tajam

0
Tabung LPG 3 kilogram. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Gangguan distribusi selama libur nasional memicu kelangkaan gas LPG 3 kilogram (Kg) di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi ini sempat mendorong harga gas melon di tingkat pengecer melonjak hingga menyentuh Rp45 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat dalam beberapa hari terakhir, terutama ketika stok di pangkalan dan agen terdekat kosong. Sejumlah pengecer mengaku terpaksa mengambil pasokan dari wilayah lain dengan harga tinggi agar tetap bisa melayani kebutuhan warga.

“Saya ambil dari Maluhu harganya Rp43 ribu, dijual Rp45 ribu. Untungnya cuma Rp2 ribu, itu pun sudah terasa mahal,” ujar salah satu pengecer di Tenggarong.

Ia mengungkapkan, kelangkaan terjadi karena pasokan yang diterima sangat terbatas. Bahkan, dalam satu kali distribusi ia hanya memperoleh tiga tabung LPG 3 Kg, itu pun merupakan pesanan lama yang baru terealisasi setelah menunggu beberapa hari.

Kondisi tersebut dibenarkan Direktur Utama PT Nararya, Windi Novri Ananta. Ia menjelaskan, tersendatnya distribusi LPG 3 Kg dipicu libur nasional Isra Mi’raj pada Jumat (23/1/2026) yang berlanjut dengan akhir pekan, sehingga penyaluran tidak berjalan normal.

“Pada hari libur nasional tidak ada penyaluran LPG 3 Kg. Bahkan kami juga tidak mendapat suplai tambahan. Alokasi untuk Kukar saat itu nol,” jelas Windi.

Menurutnya, PT Nararya biasanya menerima pasokan hampir 35 ribu tabung LPG 3 Kg per hari. Ketika distribusi terhenti satu hari saja, dampaknya langsung terasa di lapangan.

“Satu hari tidak ada penyaluran, lalu Sabtu baru berjalan, Minggu libur lagi. Hampir 70 ribu tabung terdampak. Wajar jika terjadi kekosongan dan gejolak harga,” ungkapnya.

Meski sempat terjadi lonjakan harga, Windi memastikan kondisi distribusi saat ini sudah kembali normal. Penyaluran LPG 3 Kg kini berjalan sesuai kuota harian.

“Sekarang sudah kembali sesuai jalur. Rata-rata jatah kami sekitar 2.240 sampai 2.800 tabung per hari,” katanya.

PT Nararya sendiri melayani sekitar 74 pangkalan LPG yang tersebar di berbagai wilayah Kukar, mulai dari Kembang Janggut, Sebulu, Kota Bangun, hingga sejumlah kecamatan lainnya.

Terkait harga, Windi menegaskan HET LPG 3 Kg untuk wilayah dengan radius di bawah 60 kilometer tetap Rp19 ribu per tabung. Sementara untuk wilayah di atas radius tersebut, dikenakan tambahan biaya angkut.

“Untuk jarak di atas 60 kilometer ada tambahan Rp30 per kilogram. Misalnya jarak 100 kilometer, tambahannya sekitar Rp3.000, sehingga HET menjadi Rp21 ribu,” jelasnya. (MK)

Editor: Agus S

Penjaga Toko Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Polisi Selidiki Dugaan Penikaman di Balikpapan

0
Suasana kejadian di RT 08 Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB), Balikpapan Utara.

BALIKPAPAN – Warga RT 08 Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB), Kecamatan Balikpapan Utara, digegerkan oleh peristiwa kekerasan yang merenggut nyawa seorang pria, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Korban diketahui merupakan penjaga toko yang diduga tewas akibat penikaman oleh orang tak dikenal.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, korban bernama Wira, penjaga Toko Mba Leha. Sejumlah warga awalnya mendengar keributan dari arah toko sebelum menemukan korban sudah tergeletak di dalam kondisi bersimbah darah.

Salah seorang saksi mata, Yasin, mengaku sempat mendengar kegaduhan sebelum mendatangi lokasi. Saat tiba, korban sudah terbaring dan tidak sadarkan diri.

“Saya dengar ada keributan. Pas sampai di sana, korban sudah tergeletak. Awalnya dikira kesetrum, tapi ternyata ada darah di bagian perutnya,” ujar Yasin.

Mengetahui kondisi korban kritis, warga setempat segera mengevakuasi Wira ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Namun, nyawa korban diduga sudah tidak tertolong saat dalam perjalanan.

“Saat dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah parah, seperti sudah meninggal dunia,” jelas Yasin.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi kejadian masih dipadati warga. Aparat kepolisian dari Polda Kalimantan Timur, Polresta Balikpapan, dan Polsek Balikpapan Utara telah memasang garis polisi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun pelaku dalam peristiwa tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban serta memburu pelaku yang diduga terlibat. (MK)

Editor: Agus S

Kemenag Paser Tetapkan Stadion Sadurengas sebagai Lokasi Rukyatul Hilal Ramadan 1447 H

0
Pemantauan hilal bulan Ramadan oleh Kemenag Paser. (Nash)

PASER – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Paser menetapkan Stadion Sadurengas, Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, sebagai lokasi pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Kemenag Paser, Maslekhan, menjelaskan bahwa penentuan awal Ramadan diawali dengan metode hisab atau perhitungan astronomis untuk mengetahui posisi bulan pada akhir bulan Sya’ban 1447 Hijriah.

“Hisab menjadi dasar awal untuk memprediksi keberadaan hilal. Selanjutnya dilakukan rukyatul hilal sebagai pengamatan langsung di lapangan,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Ia mengatakan, jika bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, maka penetapan awal Ramadan akan berlangsung serentak. Namun, apabila terdapat pihak yang menetapkan Sya’ban hanya 29 hari, potensi perbedaan awal puasa masih terbuka.

Penunjukan Stadion Sadurengas sebagai titik pantau didasarkan pada kondisi geografis yang dinilai mendukung proses pengamatan hilal.

“Lokasinya menghadap langsung ke arah barat dan terbuka, sehingga cukup ideal untuk melihat hilal saat matahari terbenam,” jelasnya.

Meski demikian, Maslekhan mengakui faktor cuaca masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan rukyatul hilal di wilayah Paser. Kondisi langit yang berawan atau hujan kerap menghambat pengamatan secara optimal.

“Jika cuaca mendukung dan tidak ada kendala, awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Februari 2026,” katanya.

Hasil rukyatul hilal dari Kabupaten Paser nantinya akan dilaporkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat nasional penetapan awal Ramadan. (MK)

Editor: Agus S

Aksi Balap Liar Pelajar Viral, Satlantas Balikpapan Panggil Orang Tua dan Sekolah

0
Tangkapan layar para remaja melakukan aksi kebut-kebutan dan freestyle. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Balikpapan mengamankan enam pelajar yang terlibat aksi kebut-kebutan dan freestyle sepeda motor di jalan raya. Seluruh pelaku diketahui masih di bawah umur, dengan mayoritas merupakan siswa tingkat SMP.

Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol MD Djauhari, mengatakan penindakan dilakukan setelah aksi para remaja tersebut viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

“Kami melakukan penjemputan terhadap anak-anak yang melakukan balap liar dan freestyle. Aksi mereka viral di media sosial dan masyarakat mempertanyakan pengawasan di lapangan,” ujar Djauhari, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, Satlantas melakukan penelusuran melalui pemantauan media sosial dan laporan warga. Setelah identitas para pelaku diketahui, petugas mendatangi mereka dan membawa seluruhnya ke Mapolresta Balikpapan untuk menjalani pembinaan.

“Setelah diamankan, kami langsung memanggil orang tua masing-masing. Ke depan, kami juga akan melibatkan pihak sekolah, baik guru maupun kepala sekolah, agar pembinaan dilakukan bersama,” jelasnya.

Djauhari menegaskan, aksi balap liar dan freestyle sangat membahayakan keselamatan, bukan hanya bagi pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Ia menyebut banyak kasus kecelakaan justru menimpa warga yang tidak terlibat langsung dalam aksi tersebut.

“Risikonya besar. Tidak sedikit korban kecelakaan berasal dari pihak lain yang kebetulan melintas. Kalau sudah terjadi, dampaknya bisa fatal,” ujarnya.

Dari enam pelajar yang diamankan, sebagian besar merupakan siswa SMP dan sisanya siswa SMA. Seluruhnya belum memenuhi syarat usia untuk mengendarai kendaraan bermotor di jalan umum.

Satlantas Polresta Balikpapan juga mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari, serta tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur.

“Orang tua harus lebih peduli. Kalau anak belum pulang hingga larut malam, segera dicari. Kendaraan jangan dibiarkan digunakan bebas oleh anak-anak yang belum cukup umur,” tegas Djauhari.

Ke depan, Satlantas Polresta Balikpapan memastikan patroli dan penindakan terhadap aksi balap liar akan terus ditingkatkan, dengan tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif.

“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Pemprov Kaltim Pastikan Mahasiswa S2 ITK Kembali Masuk Skema GratisPol

0
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji. (Hanafi/MKN)

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan polemik yang sempat dialami mahasiswa S2 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kelas eksekutif dalam program GratisPol telah diselesaikan. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan persoalan tersebut terjadi akibat kesalahan administrasi di tingkat universitas, bukan kebijakan pemerintah daerah.

Klarifikasi tersebut disampaikan Seno Aji kepada media pada Minggu (25/1/2026). Ia menyebutkan, Pemprov Kaltim telah menggelar rapat bersama pihak ITK untuk membahas dan menuntaskan permasalahan mahasiswa yang sempat tidak terakomodasi.

“Kemarin saya sudah sampaikan akan melakukan klarifikasi. Untuk kasus di ITK, ini murni kesalahan dari pihak universitas. Kami sudah rapat bersama, dan sekarang mahasiswa yang terdampak sudah kembali terakomodir dalam program GratisPol,” ujar Seno Aji.

Ia menjelaskan, mahasiswa yang sebelumnya dinyatakan tidak masuk dalam skema GratisPol kini telah dimasukkan kembali setelah dilakukan penyesuaian administrasi. Pemprov Kaltim memastikan hak mahasiswa tetap terlindungi selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Seno Aji menegaskan, program GratisPol terbuka bagi seluruh warga Kalimantan Timur yang memenuhi ketentuan, yakni memiliki KTP Kaltim dan telah berdomisili di wilayah Kalimantan Timur minimal tiga tahun.

“Program ini untuk masyarakat Kaltim. Selama syaratnya terpenuhi, silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

Menurut Seno Aji, hingga tahun 2025, sekitar 28 ribu mahasiswa telah terakomodir dalam program GratisPol. Pada 2026, Pemprov Kaltim menargetkan cakupan program semakin luas, mulai dari mahasiswa semester 2 hingga semester 8, termasuk jenjang S2 dan S3.

“Untuk mahasiswa S2 dan S3 yang ingin mendaftar, silakan melalui sistem online GratisPol agar bisa diverifikasi dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang, sehingga tidak tercatat sebagai penerima manfaat program. Di Universitas Mulawarman (Unmul), misalnya, tercatat lebih dari 100 mahasiswa tidak melakukan pendaftaran ulang dan akhirnya tidak memperoleh fasilitas GratisPol.

“Ini sangat disayangkan. Karena itu kami minta pihak universitas lebih proaktif menyampaikan informasi kepada mahasiswa agar tidak kehilangan haknya,” tegas Seno Aji.

Menjelaskan duduk perkara di ITK, Seno Aji menyebutkan bahwa pada awalnya mahasiswa tersebut dimasukkan ke dalam kategori kelas eksekutif. Namun dalam proses berikutnya, terjadi perubahan pengelompokan yang membuat mereka tidak masuk dalam skema GratisPol.

“Setelah kami telusuri, mahasiswa tersebut kemudian kami tarik masuk ke GratisPol dan sekarang sudah berjalan. Mereka masuk ke kategori reguler, bukan eksekutif,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Insiden Berulang di Sungai Mahakam, Pemprov Kaltim Ancam Tutup Jembatan Mahulu]

0
Detik-detik tongkang menabrak tiang Jembatan Mahakam Ulu pada Minggu pagi. (Istimewa)

SAMARINDA — Insiden tabrakan tongkang kembali menimpa Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Kejadian berulang ini langsung memicu sikap keras Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menilai keselamatan publik dan kelancaran distribusi logistik kini berada dalam ancaman serius.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan tidak ada lagi ruang toleransi terhadap kelalaian lalu lintas sungai yang terus berulang dan membahayakan infrastruktur strategis daerah.

Jembatan Mahakam Ulu, yang kini bernama Jembatan Abdoel Moeis Hassan, merupakan penghubung vital antara Kecamatan Sungai Kunjang, Kelurahan Loa Buah, dengan Kecamatan Samarinda Seberang, Kelurahan Sengkotek. Jembatan sepanjang 799 meter ini membentang di atas Sungai Mahakam dan menjadi tumpuan utama mobilitas warga serta distribusi logistik di Kota Samarinda.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji. (Hanafi/MKN)

Berdasarkan informasi awal, tabrakan terjadi ketika sebuah tongkang yang sedang dalam posisi tambat ditabrak tongkang lain yang bergerak, menyebabkan tali tambat terlepas dan menghantam struktur jembatan. Menurut Seno Aji, kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan pengendalian lalu lintas tongkang di Sungai Mahakam.

“Ini tidak bisa terus dibiarkan. Jembatan Mahakam Ulu adalah tulang punggung perekonomian dan jalur logistik Kalimantan Timur,” tegas Seno Aji.

Ia menekankan, jembatan tersebut setiap hari dilintasi truk kontainer dan kendaraan berat pengangkut bahan kebutuhan pokok, material industri, serta logistik lainnya. Ketergantungan terhadap Jembatan Mahulu semakin besar karena Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahkota II saat ini tidak dapat dilalui kendaraan berat.

“Kalau jembatan ini sampai bermasalah, dampaknya langsung ke aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi barang bisa terganggu,” ujarnya.

Pemprov Kaltim, lanjut Seno Aji, sebenarnya telah melakukan rapat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda. Namun hingga kini, hasil rapat tersebut dinilai belum menunjukkan tindak lanjut nyata di lapangan.

“Kita sudah rapat koordinasi, tapi belum ada langkah konkret. Dalam waktu dekat akan kami gelar rapat terbatas lagi. Jika hasil pemeriksaan PUPR menyatakan jembatan tidak aman, maka akan kita tutup sementara,” katanya.

Seno Aji juga menyoroti janji KSOP terkait pengaturan jam hilir mudik tongkang yang belum terealisasi. Ia menilai waktu kejadian tabrakan tidak seharusnya menjadi jam operasional pergerakan tongkang.

“KSOP sudah berjanji mengatur jam lalu lintas tongkang. Tapi faktanya, jam 5 pagi itu bukan jam normal tongkang bergerak ke hilir. Ini jelas bentuk kelalaian,” tegasnya.

Pemprov Kaltim juga akan meminta KSOP dan Pelindo untuk menghitung secara rinci kerusakan jembatan dan memastikan pihak penabrak bertanggung jawab penuh.

“Siapa pun penabraknya wajib mengganti kerugian. Ini menyangkut keselamatan publik dan aset daerah,” ujar Seno Aji.

Selain itu, Pemprov Kaltim kembali menyoroti kewenangan pengelolaan Sungai Mahakam yang berada di pemerintah pusat. Menurut Seno Aji, kondisi tersebut membuat daerah belum mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sepadan dari aktivitas ekonomi besar di sungai tersebut.

“Puluhan tahun Sungai Mahakam tidak memberi PAD bagi Kaltim, padahal potensi ekonominya sangat besar. Ini ironi,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S