Beranda blog Halaman 331

Tarik Minat Generasi Muda, Pasar Induk Sangatta Bakal Berinovasi

0
Pasar Induk Sangatta menuju Pasar Modern. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Wajah Pasar Induk Sangatta (PIS) tak lama lagi akan diupayakan berbeda. Pengelola pasar menyiapkan sejumlah langkah pembaruan, dari pengembangan sentra kuliner sore hari hingga rencana marketplace digital lokal. Targetnya jelas yakni pasar tradisional tetap hidup dan relevan di tengah perubahan selera dan pola belanja masyarakat.

Kepala UPT Pasar Induk Sangatta, Bohari mengatakan, inovasi tersebut disiapkan untuk meningkatkan daya saing pasar sekaligus menarik minat generasi muda. Salah satunya dengan memanfaatkan area parkir pasar sebagai ruang kuliner pada sore hingga malam hari.

Konsep tersebut, kata Bohari, terinspirasi dari pengelolaan pasar di Jawa Timur (Jatim) yang dinilai berhasil menghidupkan aktivitas ekonomi di luar jam operasional utama. “Area parkir kita cukup luas dan bisa dimanfaatkan,” ujar Bohari yang ditemui, Selasa (20/1/2026).

Namun, rencana itu tetap membutuhkan pengaturan yang cermat. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan, pengembangan sentra kuliner tanpa tata kelola yang jelas justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, mulai dari kemacetan hingga gesekan antar pedagang.

Selain kuliner, pengelola pasar juga membuka ruang bagi anak muda dan komunitas lokal untuk berkreasi dan menjual produk kekinian. Langkah ini diharapkan mampu memperluas fungsi pasar sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang sosial.

Di sisi lain, tantangan terbesar masih berada pada kesiapan pedagang lama. Transformasi digital, termasuk penerapan sistem pembayaran non-tunai, belum sepenuhnya berjalan. Upaya serupa sempat dilakukan pada 2023, namun terkendala pemahaman teknologi di kalangan pedagang.

Untuk itu, pengelola menyiapkan skema ganda. Sistem pembayaran elektronik akan berjalan berdampingan dengan transaksi tunai. “Tujuannya agar semua pedagang tetap terakomodasi,” kata Bohari.

Meski demikian, modernisasi pasar bukan semata soal konsep dan teknologi. Konsistensi pendampingan, keadilan ruang usaha, serta keberpihakan pada pedagang kecil akan menjadi penentu utama.

“Pasar boleh berubah, tetapi denyut ekonomi rakyat tetap harus menjadi pusatnya,” tegas Bohari.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Serah Terima Bantuan Motor Angkutan Sampah, Neni: Ini Bentuk Kepedulian Nyata Kebersihan Lingkungan

0
Penyerahan bantuan satu unit motor pengangkut sampah ke Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menerima bantuan satu unit motor pengakut sampah dari Bank BTN untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Penyerahan serah terima bantuan berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang.

Saat penyerahan berlangsung, Neni menyampaikan bahwa penyerahan motor pengangkut sampah tersebut bukan hanya sekedar bantuan sarana saja, melainkan sebagai bentuk upaya kepedulian nyata terhadap kebersihan lingkungan.

“Dengan adanya bantuan ini, sangat diharap dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Khususnya dalam pengelolaan dan penanganan sampah di wilayah Bontang,” ucapnya, Selasa (20/1/2025).

Selain itu dengan bertambahnya penunjang operasional untuk pengangkut sampah, bantuan tersebut turut mendukung petugas kebersihan dalam mengangkut sampah dari pemukiman warga, dipindahkan ke tempat pembuangan sampah yang semestinya.

“Sampah merupakan tanggung jawab kita bersama, mari kita jaga bersama-sama kebersihan lingkungan, mulai dari lingkungan di sekitar kita,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pernikahan di Bawah Umur Masih Terjadi di Bontang, Kemenag Ungkap Melalui Dispensasi Nikah

0
Muhammad Hamzah, Kepala Kemenag kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Kementerian Agama Kota Bontang mengungkapkan bahwa pernikahan di bawah usia 19 tahun masih terjadi, meski jumlahnya relatif tidak banyak. Pernikahan tersebut hanya dapat dilakukan melalui mekanisme dispensasi yang dikeluarkan oleh pengadilan.

Kepala Kemenag Bontang, Muhammad Hamzah menjelaskan, batas usia minimal menikah 19 tahun telah diatur secara tegas dalam undang-undang. Namun, negara juga memberikan ruang dispensasi dengan pertimbangan kondisi sosial tertentu.

“Yang berwenang memberikan dispensasi itu pengadilan. Pengadilan agama di Bontang memang pernah mengeluarkan dispensasi pernikahan di bawah umur,” jelasnya.

Dispensasi umumnya diberikan pada kasus-kasus yang tidak diinginkan, seperti kehamilan di luar nikah. Menurutnya, pengadilan sangat selektif dalam mengeluarkan izin tersebut.

“Kalau masih bisa ditunda, biasanya ditahan. Tapi kalau sudah tidak ada jalan lain, misalnya sudah mendekati persalinan, maka dispensasi diberikan demi kepentingan anak yang akan lahir,” ujarnya.

Ia menegaskan, jumlah dispensasi pernikahan di Bontang hanya berkisar belasan kasus dan tidak signifikan. Data resmi terkait hal tersebut berada di Pengadilan Agama.

Kemenag juga menekankan bahwa pernikahan di bawah umur tanpa dispensasi negara tidak dibenarkan. Masyarakat diminta tidak mencari jalan pintas melalui nikah siri.

“Justru pencatatan dan dispensasi itu untuk melindungi anak dan perempuan. Negara tidak menutup mata terhadap realitas sosial, tapi tetap ada koridor hukumnya,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kemenag Bontang Tegaskan Larangan Nikah Siri, Dinilai Banyak Dampak Merugikan

0
Ilustrasi nikah siri. (AI)

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang menegaskan, agar masyarakat tidak melakukan pernikahan siri atau pernikahan yang tidak dicatatkan secara resmi di negara.

Praktik tersebut dinilai menimbulkan banyak kerugian maupun dampak negatif, terutama bagi perempuan dan anak.

Kepala Kemenag Bontang, Muhammad Hamzah menjelaskan meskipun secara pandangan sebagian masyarakat nikah siri dianggap sah secara agama, namun banyak ulama di Indonesia justru menyatakan pernikahan yang tidak dicatatkan tidak sah, baik menurut negara maupun syariat.

“Tujuan pencatatan pernikahan itu untuk melindungi semua pihak, terutama perempuan dan anak. Menyangkut status anak, hak waris, hak perempuan, hingga perlindungan hukum jika terjadi persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pencatatan pernikahan bahkan dapat dihukumi wajib karena bertujuan mencegah dampak buruk dari pernikahan yang tidak tercatat. Hingga kini, belum ada sanksi pidana khusus bagi pelaku nikah siri, namun dampak sosialnya sangat jelas.

“Kalau terjadi masalah rumah tangga, perempuan yang paling dirugikan. Anak juga bisa kehilangan kejelasan status hukum,” jelasnya.

Kemenag mengimbau masyarakat, termasuk tokoh agama, untuk tidak memfasilitasi nikah siri dalam kondisi apa pun. Jika terdapat kendala ekonomi atau administrasi, masyarakat diminta datang langsung ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk dicarikan solusi terbaik.

“Sesulit apa pun kondisinya, datang saja ke KUA. Negara ada untuk melindungi, bukan mempersulit,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bagikan 79 Laptop dan Alat Antropometri Bagi Kader Posyandu

0
Penyerahan Laptop dan alat antropometri oleh Pemkot Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menyalurkan 79 unit laptop kepada kader Posyandu se-Kota Bontang. Penyaluran ini menyasar kader yang belum pernah menerima bantuan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pengadaan laptop dilakukan secara selektif, agar tidak terjadi doubel anggaran. Ia menyebut, sebagian posyandu sebelumnya telah menerima laptop melalui pokir DPRD yang disalurkan lewat kelurahan.

“Kita tidak akan doubel memberikan. Sudah kita inventarisir dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi 79 unit ini khusus untuk yang memang belum mendapatkan,” ujarnya.

Untuk upaya memperkuat pelaporan dan integrasi data layanan kesehatan masyarakat, posyandu di Bontang kini dipastikan telah memiliki perangkat pendukung untuk menyajikan dan melaporkan data tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, menjelaskan bahwa pengadaan laptop bertujuan mengatasi kendala keterlambatan laporan yang selama ini berdampak hingga ke tingkat provinsi dan pusat.

“Selama ini kendala kita salah satunya fasilitas penunjang. Dengan adanya laptop ini, laporan dari posyandu bisa lebih cepat dan akurat,” jelas Bahtiar.

Ia menyebutkan, pengadaan laptop dilakukan melalui anggaran perubahan tahun 2025 dengan nilai sekitar Rp1,4 miliar untuk laptop, dan total sekitar Rp2–3 miliar termasuk perlengkapan pendukung seperti alat antropometri.

“Pelaporan dan pemantauan program kesehatan, termasuk penanganan stunting, dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ratusan Warga Bontang Antarkan ke Peristirahatan Terakhir, Almarhum Abdul Ghalib Dikenal Sosok Pengusaha Kuliner Mandiri

0
Proses pemakaman H. Abdul Ghalib di Bontang Kuala. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Ratusan warga Kota Bontang mengantarkan kepergian almarhum H Abdul Ghalib menuju peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Bontang Kuala (BK), Selasa (20/1/2025) siang.

H Abdul Ghalib dikenal sebagai sosok pengusaha kuliner yang mandiri, dimana almarhum mampu menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa bergantung dengan pemerintah maupun pihak swasta. Sehingga, semangat dari kemandirian itulah yang dinilai, menjadi teladan bagi generasi anak muda di Bontang.

“Intinya kita sangat salutlah dengan almarhum, mudah-mudahan amalan yang sudah diperbuat oleh beliau untuk Bontang, mendapatkan pahala dari Allah. Terutama untuk semangatnya, patut dicontoh bagi anak Bontang,” ucap Sigit, sahabat almarhum saat ditemui.

Bahkan, kerabat dekat yang mendengar kabar kepergian H Abdul Ghalib pun merasa sangat kaget, lantaran sebelumnya almarhum sempat nampak seperti biasanya. Masih berkomunikasi lewat chat grup, dan ada sebagian yang baru saja bertemu dengan almarhum beberapa hari yang lalu.

“Beliau sehat, beliau tidak sakit. Ini mendadak saja. Bahkan sebelumnya dia sempat ikut rapat untuk haul, setelah itu tiba-tiba saja meninggal. Informasi dari teman-teman juga tidak ada kalau beliau sakit,” tambahnya.

Selain dengan kuliner, almarhum juga sempat terlibat dalam kegiatan kepartaian. Namun, keterlibatan almarhum di kepartaian tersebut lebih dinilai sebagai upaya untuk menyemangati masyarakat, agar peduli terhadap pembangunan daerah, bukan semata-mata kepentingan politik saja.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tokoh Kuliner Abdul Ghalib Dimakamkan Hari Ini, Warga, Tokoh Masyarakat, Hingga Pejabat Sampaikan Belasungkawa

0
Suasana rumah duka H. Abdul Ghalib di Rumah Makan Anjungan Indah, Bontang Kuala, dipadati pelayat sejak pagi hari. (Darman/Radar Bontang)

BONTANG — Suasana duka menyelimuti kawasan Bontang Kuala sejak Selasa (20/1) pagi. Warga silih berganti memadati rumah duka H. Abdul Ghalib, tokoh kuliner lokal yang dikenal sebagai pengelola Rumah Makan Anjungan Indah, yang meninggal dunia Senin malam (19/1) malam.

Jenazah almarhum disemayamkan di kediamannya yang juga sekaligus menjadi Rumah Makan Anjungan Indah, salah satu ikon kuliner pesisir Bontang Kuala.

Dari pantauan media ini, sejak pukul 07.30 Wita, warga sudah mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Sejumlah warga tampak bergotong royong membantu persiapan rumah duka. Kaum perempuan menyiapkan bunga dan keperluan pelayat, sementara kaum laki-laki mengatur persiapan pemakaman.

Kehadiran masyarakat datang dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, tokoh masyarakat Bontang Kuala, pelaku usaha kuliner, hingga karyawan Rumah Makan Anjungan Indah.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa pemakaman almarhum direncanakan dilaksanakan Selasa (20/1) hari ini di Pemakaman Muslim Bontang Kuala.
Prosesi pemakaman diperkirakan akan dihadiri keluarga besar, kerabat, serta masyarakat yang selama ini mengenal dan menghormati almarhum.

Kepergian H. Abdul Ghalib mengejutkan banyak pihak. Menurut keterangan warga setempat, almarhum dikenal aktif dan masih menjalani aktivitas seperti biasa sebelum wafat.

Bahkan, sehari sebelum meninggal dunia, ia disebut masih sempat berangkat ke masjid. Warga juga menyebutkan bahwa almarhum tidak diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Selain warga, sejak pagi hari sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat juga dikabarkan mulai berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.

Semasa hidupnya, H. Abdul Ghalib dikenal sebagai sosok yang sederhana, bersahaja, dan konsisten menjaga cita rasa kuliner khas Bontang. Melalui Rumah Makan Anjungan Indah, ia berperan penting mempopulerkan Gami Bawis, olahan ikan bawis dengan sambal khas pesisir, hingga dikenal luas sebagai salah satu identitas kuliner Kota Bontang.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat Bontang Kuala dan dunia kuliner lokal yang kehilangan salah satu tokoh perintisnya.

Pewarta: Darman
Editor: Yusva Alam

Pionir Gami Bawis Bontang, H. Abdul Ghalib, Meninggal Dunia

0
H. Abdul Ghalib semasa hidup. Almarhum dikenal sebagai tokoh kuliner Bontang dan pengelola Rumah Makan Anjungan Indah. (Ist)

BONTANG — Kabar duka menyelimuti warga Kota Bontang. H. Abdul Ghalib bin H. Usman, tokoh kuliner lokal yang dikenal luas sebagai pengelola Rumah Makan Anjungan Indah dan perintis kuliner Gami Bawis, meninggal pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Yabis Bontang akibat serangan jantung. Kabar wafatnya dengan cepat menyebar melalui berbagai grup WhatsApp dan media sosial, disertai ucapan belasungkawa dari masyarakat, pelaku usaha, hingga tokoh daerah yang mengenal kiprah dan kontribusinya di dunia kuliner Bontang.

Semasa hidupnya, H. Abdul Ghalib dikenal sebagai pengusaha kuliner lokal yang konsisten menjaga identitas rasa pesisir Bontang.

Ia mengelola Rumah Makan Anjungan Indah, sebuah restoran yang berdiri di kawasan pesisir Bontang Kuala, Bontang Utara, dan menjadi salah satu destinasi utama wisata kuliner di Kota Taman.

Rumah makan tersebut dikenal luas dengan sajian seafood dan makanan lokal khas Bontang, terutama menu Sambal Gami Bawis, olahan ikan bawis yang disajikan dengan sambal pedas khas.

Menu ini tidak hanya digemari warga lokal, tetapi juga menjadi buruan wisatawan dan tamu dari luar daerah yang ingin mencicipi cita rasa asli Bontang.

Lebih dari sekadar pelaku usaha, almarhum dikenal berperan penting dalam mempopulerkan sekaligus menjaga resep tradisional Gami Bawis.

Selama puluhan tahun, ia mempertahankan keaslian rasa, teknik pengolahan, serta penyajian yang sederhana namun kuat, hingga kuliner tersebut dikenal luas dan menjadi bagian dari identitas kuliner Kota Bontang.

Dalam berbagai tulisan dan ulasan kuliner, Rumah Makan Anjungan Indah kerap disebut sebagai pionir penyaji Gami Bawis di kawasan Bontang Kuala.

Kepergian H. Abdul Ghalib meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar yang ditinggalkan, tetapi juga bagi masyarakat Bontang yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan teguh menjaga warisan kuliner daerah. (RB)

Editor: Yusva Alam

Jual Laptop Curian di Marketplace, Terduga Pelaku Langsung Diamankan Polisi

0
Barang bukti hasil dugaan pencurian. (Dok Polres Bontang)

BONTANG — Unit Reskrim Polsek Muara Badak Polres Bontang berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian di Desa Badak Mekar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, setelah salah satu barang hasil curian terdeteksi diperjualbelikan melalui marketplace.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Minggu, (11/1/2026), sekitar pukul 12.00 Wita, di sebuah rumah di Jalan Poros Samarinda – Bontang KM 46 RT 04. Korban berinisial M (35) melaporkan kehilangan satu unit laptop ACER, Chromebook ACER, dan handphone OPPO Reno 10.

Hasil penyelidikan tim mengarah kepada terduga AG (34), setelah korban melihat barang miliknya yang hilang diunggah di platform marketplace, hingga terduga diamankan tim pada Senin (19/1/2025).

Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil respons cepat atas laporan dan informasi masyarakat.

“Kami menindaklanjuti setiap informasi yang masuk, termasuk melalui pemantauan aktivitas jual beli di media sosial. Terduga pelaku telah diamankan berikut barang bukti, dan saat ini proses penyidikan terus berjalan sesuai ketentuan hukum”. Pungkasnya. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Kemenag Bontang Terima 34 ASN Baru, Guru Agama dan Penghulu Dinilai Masih Cukup

0
Kepala Kemenag Bontang, Muhammad Hamzah. (Syakurah)

BONTANG – Kementerian Agama Kota Bontang menerima tambahan 34 Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2025. Tambahan tersebut terdiri dari berbagai formasi, mulai dari guru madrasah, penghulu, penyuluh agama, hingga tenaga administrasi.

Kepala Kemenag Bontang, Muhammad Hamzah mengatakan, meski terdapat sejumlah pegawai yang pensiun, kebutuhan SDM masih dapat terpenuhi dengan adanya rekrutmen baru tersebut.

“Alhamdulillah, tahun ini kita dapat 34 ASN, termasuk guru, penghulu, penyuluh, dan tenaga administrasi,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Untuk tenaga guru agama, Kemenag memastikan ketersediaannya masih aman. Selain ASN dan PPPK, pemenuhan kebutuhan pengajar juga dibantu oleh tenaga non-PNS yang direkrut sekolah atau yayasan.

“Tidak dalam kondisi gawat. Ketersediaan tenaga pengajar masih ada, meski idealnya tentu lebih baik jika ditunjang PNS,” katanya.

Sementara itu, jumlah penghulu di Kota Bontang saat ini tercatat sebanyak enam orang yang tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Bontang Utara memiliki jumlah pernikahan tertinggi, disusul Bontang Selatan dan Barat.

“Kita juga memperhatikan distribusi penghulu. Tapi pergeseran pegawai harus mengikuti regulasi, tidak bisa serta-merta,” jelasnya.

Kemenag juga menegaskan bahwa rekrutmen ASN tidak hanya terbatas pada sarjana agama Islam. Formasi terbuka bagi berbagai latar belakang, termasuk akuntansi, psikologi, dan teknologi informasi.

“Karena Kemenag itu melayani semua agama dan juga urusan administrasi negara. Guru agama semua agama kita fasilitasi, termasuk sertifikasi yang ditanggung negara,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam