Beranda blog Halaman 45

Infrastruktur Tua Disebut Jadi Pemicu Jalan Ambles di Jakarta

0
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri kegiatan di Pos Bloc Jakarta Pusat. Foto: Fajri/Media Kaltim

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan sebagian besar jaringan pipa air di Ibu Kota telah berusia sangat tua, bahkan rata-rata mencapai sekitar 100 tahun.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya amblesan jalan di sejumlah wilayah Jakarta.

Rano mengatakan informasi itu diperolehnya saat menerima pemaparan dari PAM JAYA mengenai kondisi infrastruktur perpipaan di Jakarta.

“Saya pernah agak cukup kaget di saat PAM JAYA, kita waktu itu masih PD PAM, mempresentasikan bahwa mungkin hampir rata-rata pipa air di Jakarta itu usianya 100 tahun,” ujar Rano usai menghadiri acara di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, usia infrastruktur yang telah mencapai satu abad membuat kondisi pipa rentan mengalami kerusakan dan penurunan kualitas.

Karena itu, peristiwa jalan ambles seperti yang terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, disebut bukan sesuatu yang mengejutkan.

“Anda bisa bayangin usia 100 tahun pasti akan rapuh kan. Jadi jangan aneh kalau Jakarta akan terjadi amblas seperti itu,” katanya.

Rano menambahkan, persoalan serupa juga pernah terjadi di sejumlah kota besar dunia yang memiliki infrastruktur bawah tanah berusia tua.

“Thailand pernah terjadi, Tokyo juga pernah terjadi, Thailand bahkan ekstrem di bawahnya ada MRT,” lanjutnya.

Ia menilai pemerintah perlu terus menyampaikan kondisi infrastruktur kepada masyarakat karena potensi amblesan jalan dapat terjadi di berbagai titik lain di Jakarta.

“Jadi sangat mungkin di Jakarta bukan hanya di satu tempat,” ujarnya.

Selain menyoroti kondisi infrastruktur, Rano juga mengungkapkan keterbatasan sumber daya manusia di lingkungan Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Menurutnya, kebutuhan personel lapangan saat ini masih jauh dari ideal.

“Karena seperti teman-teman ketahui PJLP kita di Bina Marga itu kekurangannya hampir 3.000 orang, sementara untuk merekrut kita punya keterbatasan,” katanya.

Sebelumnya, jalan ambles terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Santo menjelaskan amblesan dipicu rusaknya konstruksi saluran air yang berada di bawah badan jalan.

Infrastruktur tersebut disebut merupakan saluran lama yang mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia dan tingginya curah hujan.

Saat ini lokasi amblesan telah ditangani sementara menggunakan pelat baja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah melakukan perbaikan permanen dengan mengganti saluran lama menggunakan box culvert beton berukuran lebar dua meter sepanjang 16 meter.

Proses pengerjaan diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Diduga Terlibat Prostitusi Online, Dua Wanita Diamankan Polisi

0
Dua wanita yang diduga pelaku prostitusi online sedang diamankan. (Istimewa)

SANGATTA – Dugaan praktik prostitusi online di wilayah Kecamatan Sangkulirang berhasil diungkap aparat kepolisian. Dalam pengungkapan tersebut, dua wanita diamankan setelah diduga menawarkan jasa prostitusi melalui aplikasi percakapan digital.

Kasus itu terungkap berkat laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Hotline 110 Polres Kutai Timur (Kutim). Warga melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di sebuah penginapan di Desa Benua Baru Ilir yang diduga berkaitan dengan praktik prostitusi daring.

Menerima informasi tersebut, personel Polsek Sangkulirang langsung bergerak melakukan penyelidikan. Petugas kemudian mendatangi lokasi yang dilaporkan dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah penghuni penginapan.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan dua wanita yang diduga terlibat dalam aktivitas prostitusi online. Keduanya diketahui berasal dari Sumatera Utara dan berada di wilayah Kutai Timur untuk mencari penghasilan.

Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh petugas, kedua wanita tersebut diduga menggunakan satu akun aplikasi percakapan untuk menawarkan jasa kepada pelanggan. Setelah terjadi kesepakatan, transaksi dilakukan secara langsung dengan sistem pembayaran tunai.

Selain mengamankan kedua wanita tersebut untuk dimintai keterangan, polisi juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas prostitusi online. Di antaranya alat kontrasepsi, pelumas, serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil transaksi.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah melaporkan informasi melalui layanan Hotline 110. Menurutnya, partisipasi warga menjadi faktor penting dalam membantu kepolisian mengungkap berbagai dugaan tindak pidana maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat melalui Hotline 110. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian warga. Setiap informasi yang masuk akan kami tindak lanjuti secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Sementara itu, Kapolsek Sangkulirang IPTU Erik Bastian mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana yang dapat diproses lebih lanjut.

“Penyelidikan masih berlangsung. Kami akan melakukan gelar perkara dan mendalami seluruh keterangan serta barang bukti yang ada untuk menentukan langkah hukum berikutnya,” katanya.

Polres Kutim mengimbau masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan Hotline 110 apabila menemukan aktivitas yang diduga melanggar hukum. Layanan tersebut dapat diakses selama 24 jam sebagai sarana pelaporan cepat guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Rupiah Kembali Melemah Dipicu Sentimen Global dan The Fed

0
Ilustrasi rupiah dan dolar Amerika Serikat. Foto: ANTARA/Darryl Ramadhan

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 35 poin ke level Rp17.880 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.845.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah menguatnya dolar AS yang didorong sentimen global serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Pengamat ekonomi dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS dipicu membaiknya sentimen pasar setelah muncul laporan mengenai draf kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

“Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sementara negosiasi terus berlanjut mengenai program nuklir Iran dan isu-isu keamanan regional,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, perkembangan tersebut sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, meski risiko geopolitik masih membayangi karena aktivitas pelayaran di Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih.

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati data inflasi Amerika Serikat yang masih berada di atas ekspektasi.

Kondisi tersebut memperkuat perkiraan bahwa Federal Reserve atau bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

“Inflasi pengeluaran konsumsi pribadi yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama,” ujarnya.

Ibrahim menambahkan, pelaku pasar turut merespons perlambatan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal pertama 2026 serta kenaikan klaim pengangguran mingguan yang melebihi perkiraan.

Faktor-faktor tersebut membuat pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah, masih berada dalam tekanan.

“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 35 poin, sebelumnya sempat melemah 55 poin di level Rp17.880 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.845,” katanya.

Untuk perdagangan pekan depan, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.880 hingga Rp17.940 per dolar AS, dengan rentang perdagangan mingguan berada di level Rp17.800 sampai Rp18.100 per dolar AS. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Polisi di PPU Pilih Teguran Persuasif untuk Pengendara Pelanggar

0
Petugas Satlantas Polres Penajam Paser Utara memberikan teguran humanis kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Foto: Istimewa

PENAJAM PASER UTARA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Jumat (29/5/2026).

Kegiatan penertiban dilakukan di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam-jam meningkatnya aktivitas masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan teguran persuasif kepada pengendara yang tidak menggunakan helm, melanggar rambu lalu lintas, maupun tidak melengkapi surat kendaraan.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU melalui Kasat Lantas AKP Dedik I. Prasetyo, S.H., M.H., mengatakan langkah edukatif menjadi prioritas sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Kami mengedepankan langkah persuasif dan humanis. Teguran yang diberikan bertujuan untuk mengingatkan, bukan semata-mata menindak. Harapannya tumbuh kesadaran dari dalam diri pengendara untuk lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Selain memberikan teguran, personel Satlantas juga menyampaikan edukasi keselamatan kepada masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta tetap mengutamakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Pendekatan simpatik tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara mengaku lebih memahami pentingnya keselamatan berkendara setelah mendapat penjelasan langsung dari petugas di lapangan.

Satlantas Polres PPU menilai pendekatan humanis menjadi salah satu langkah efektif untuk membangun kesadaran masyarakat tanpa harus selalu mengedepankan penindakan hukum.

Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres PPU berharap disiplin masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat sehingga tercipta situasi jalan raya yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. (MK)

Pewarta: Deddypz
Editor: Agus S

Polri Dukung Ketahanan Pangan Lewat Monitoring Lahan Pertanian

0
Kapolsek Babulu IPTU Andi Fatahuddin saat mengecek salah satu lahan pertanian di Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara. Foto: Istimewa

PENAJAM PASER UTARA – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di lapangan. Salah satunya dilakukan Kapolsek Babulu IPTU Andi Fatahuddin, S.H., M.H., dengan melakukan pengecekan langsung terhadap empat lokasi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan lahan pertanian yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan pemerintah.

Pengecekan meliputi kondisi lahan, pertumbuhan tanaman, ketersediaan sarana pendukung pertanian, hingga berbagai kendala yang dihadapi para petani di lapangan.

Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU melalui Kapolsek Babulu IPTU Andi Fatahuddin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Kami hadir untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik. Melalui pengecekan langsung ke lapangan, kami dapat mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, ketahanan pangan menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat kepolisian.

Ia menjelaskan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada sektor pertanian semata, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan optimal.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek juga berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan berbagai masukan terkait kebutuhan pertanian, mulai dari kondisi lahan hingga upaya peningkatan hasil panen.

Langkah itu disebut sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan efektif di tingkat lapangan.

Pengecekan di empat lokasi lahan pertanian tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan produktif sehingga dapat menghasilkan panen yang maksimal.

Selain mendukung ketahanan pangan daerah, peningkatan hasil pertanian juga diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Kecamatan Babulu.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Babulu menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai mitra dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan ketahanan pangan yang kuat demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara. (MK)

Pewarta: Deddypz
Editor: Agus S

Budisatrio Djiwandono Kirim Bantuan Kurban ke Kukar

0
Suasana penyaluran sapi kurban Karang Taruna Nasional di Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Foto: Istimewa

TENGGARONG – Karang Taruna Nasional menyalurkan bantuan sapi kurban kepada masyarakat Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (29/5/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Karang Taruna Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai bagian dari agenda sosial organisasi kepemudaan di daerah pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat solidaritas sosial dan mendekatkan gerakan Karang Taruna dengan masyarakat desa.

Ketua Karang Taruna Kaltim, Hendra, mengatakan bantuan sapi kurban itu merupakan arahan langsung Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Budisatrio Djiwandono, untuk masyarakat di Kalimantan Timur.

“Ini merupakan agenda Karang Taruna yang diarahkan oleh Ketua Umum kami, Pak Budisatrio, untuk membagikan hewan kurban di Kaltim,” ujar Hendra.

Menurutnya, Desa Separi dipilih karena dinilai aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Antusiasme warga dan dukungan pemerintah desa juga membuat kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Hendra menegaskan Karang Taruna ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan seremonial semata.

Ia menyebut momentum kurban menjadi salah satu sarana memperkuat nilai gotong royong sekaligus membangun kedekatan organisasi kepemudaan dengan masyarakat di tingkat desa.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan luar biasa dari warga dan Kepala Desa Separi. Antusiasme masyarakat memberikan semangat bagi kami untuk terus menjalankan kegiatan sosial,” katanya.

Ia berharap Karang Taruna mulai dari tingkat desa hingga provinsi semakin aktif menjalankan program sosial dan pemberdayaan pemuda di Kalimantan Timur.

Selain kegiatan sosial, organisasi kepemudaan tersebut juga didorong untuk terlibat dalam bidang kewirausahaan dan pengembangan masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Separi, Sugianto, mengapresiasi bantuan sapi kurban yang diberikan Karang Taruna Nasional kepada masyarakat di wilayahnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk perhatian terhadap masyarakat dan pemuda desa.

“Kami dari Pemerintah Desa Separi mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua Karang Taruna Nasional, Bang Budisatrio Djiwandono, beserta jajaran Karang Taruna Nasional atas partisipasi dan bantuan yang telah diberikan selama ini,” ujar Sugianto.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung Karang Taruna Kaltim dalam proses penyaluran bantuan di Desa Separi.

“Harapan kami, kegiatan sosial seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin mempererat kebersamaan antara Karang Taruna dan masyarakat,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Ombudsman Siapkan Rekomendasi Akhir Kasus Etik Hery Susanto

0
Majelis Etik Ombudsman RI saat memaparkan perkembangan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik Hery Susanto di Jakarta. Foto: Dok. Ombudsman RI

JAKARTA – Majelis Etik Ombudsman Republik Indonesia dijadwalkan menyerahkan rekomendasi hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang melibatkan Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto pada pekan depan.

Rekomendasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pimpinan Ombudsman RI untuk menentukan langkah dan keputusan lanjutan terhadap Hery Susanto.

Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan proses penyusunan rekomendasi sebenarnya telah rampung. Namun penyampaian hasil pemeriksaan kemungkinan dilakukan setelah libur panjang berakhir.

“Hari Senin itu kita sudah siap rekomendasi, tapi Senin libur juga, maka kemungkinan Selasa, Rabu, atau Kamis. Itu kami serahkan pada keputusan ORI, Ombudsman,” kata Jimly dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Menurut Jimly, Majelis Etik masih memberikan kesempatan terakhir kepada Hery Susanto untuk menyampaikan tanggapan tertulis sebagai bagian dari hak pembelaan diri sebelum keputusan final diambil.

“Kami masih menunggu jawaban tertulis dari Terlapor atas nama Hery Susanto. Terakhir kami tunggu sampai hari ini,” ujarnya.

Jimly menegaskan proses etik tidak harus menunggu putusan pidana berkekuatan hukum tetap karena mekanisme etik memiliki standar dan prosedur tersendiri yang berbeda dengan proses peradilan pidana.

“Kalau kita menunggu putusan inkrah dari pengadilan sampai Mahkamah Agung, sampai PK, maka itu bisa 3-4 tahun. Kasihan lembaga Ombudsman, nama baiknya, wibawanya, kepercayaan publiknya merosot terus selama dua, tiga, empat tahun,” katanya.

Setelah rekomendasi diserahkan, hasil pemeriksaan akan dibahas dalam rapat pleno pimpinan Ombudsman RI sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Majelis Etik Ombudsman RI, R. Siti Zuhro, menegaskan pemeriksaan dilakukan secara independen tanpa intervensi pihak mana pun.

Ia menilai momentum tersebut juga harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola kelembagaan Ombudsman agar semakin transparan, profesional, dan akuntabel.

Kasus etik tersebut mencuat setelah Hery Susanto ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.

Penyidik menduga Hery menerima uang sebesar Rp1,5 miliar dari pihak perusahaan yang tengah menghadapi persoalan terkait kewajiban penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Saat ini proses hukum pidana terhadap Hery Susanto masih berjalan di Kejaksaan Agung. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Jimly Sebut Ada 12 hingga 14 Laporan Berkaitan dengan Hery Susanto

0
Mantan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, saat menjalani penahanan oleh Kejaksaan Agung. Foto: Dok. Kejagung

JAKARTA – Majelis Etik Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mengungkap adanya belasan laporan yang berkaitan dengan Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto yang kini berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara.

Ketua Majelis Etik ORI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari hasil penelusuran internal Ombudsman maupun keterangan Kejaksaan Agung selama proses pemeriksaan etik berlangsung.

Menurut Jimly, terdapat perbedaan jumlah laporan yang diterima dari dua sumber tersebut. Data internal Ombudsman mencatat sekitar 12 laporan, sementara Kejaksaan Agung menyebut jumlahnya mencapai 14 kasus.

“Kalau dari Kejaksaan bilang, kasus yang terjadi sehubungan dengan HS itu kalau dari dalam kami mendapatkan laporan ada 12 kasusnya, banyak sekali. Tapi Jaksa Agung bilang 14 kasus,” kata Jimly dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Meski demikian, Jimly menegaskan sebagian besar laporan tersebut masuk ranah hukum yang menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Karena itu, Majelis Etik tidak akan masuk ke substansi perkara pidana yang sedang berjalan.

Namun ia menilai dugaan pelanggaran hukum hampir selalu memiliki dimensi etik yang perlu ditelaah lembaga.

“99 persen kemungkinan pelanggaran hukum itu juga melanggar etik,” ujarnya.

Saat ini, Majelis Etik masih menunggu tanggapan tertulis dari Hery Susanto sebagai bagian dari hak pembelaan diri sebelum rekomendasi akhir disusun dan disampaikan kepada pimpinan Ombudsman RI.

Jimly menjelaskan permintaan keterangan tertulis dilakukan karena Hery tidak dapat dihadirkan langsung dalam pemeriksaan etik. Kejaksaan Agung disebut tidak memberikan izin bagi tersangka mengikuti proses klarifikasi tatap muka.

“Minggu lalu kami sudah kirim surat karena pertimbangan tidak diizinkan, tidak mungkin diizinkan oleh Kejaksaan, maka kita minta keterangan tertulis,” katanya.

Menurutnya, batas waktu penyampaian jawaban tertulis diberikan hingga hari ini. Setelah itu, Majelis Etik akan menggelar rapat untuk menyusun laporan akhir sebelum dibawa ke rapat pleno Ombudsman RI.

“Tinggal hari ini kita tunggu jawaban dari HS tertulis lalu kami akan rapat, selanjutnya kita minta waktu supaya ada pleno untuk finalisasi laporan kami di depan pleno,” ucapnya.

Sebelumnya, Majelis Etik telah meminta keterangan sejumlah pihak mulai dari Panitia Seleksi Calon Anggota Ombudsman RI, unsur internal Ombudsman, hingga Kejaksaan Agung.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses klarifikasi dan pengumpulan fakta sebelum pengambilan keputusan terkait dugaan pelanggaran etik yang menyeret nama Hery Susanto. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Lebih 600 Kupon Daging Kurban Dibagikan untuk Warga Ujoh Bilang

0
Panitia kurban Masjid Baitul Muttaqin Ujoh Bilang saat mengemas daging kurban untuk dibagikan kepada warga penerima manfaat Iduladha. Foto: Istimewa

UJOH BILANG – Masjid Baitul Muttaqin Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menyembelih sembilan hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah.

Hewan kurban tersebut terdiri dari delapan ekor sapi dan satu ekor kambing yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar masjid dan warga penerima manfaat.

Usai proses penyembelihan, panitia langsung melakukan penimbangan serta pengemasan daging kurban. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga yang sebelumnya telah terdata sebagai penerima manfaat. Proses pembagian berlangsung tertib agar seluruh penerima memperoleh bagian secara merata.

Kegiatan kurban tersebut menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat dalam memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat di Mahakam Ulu.

Salah seorang warga Kampung Ujoh Bilang, M. Rahmat, mengaku bersyukur dapat menerima manfaat dari pembagian daging kurban tahun ini.

“Alhamdulillah kami bersyukur bisa ikut merasakan manfaat dari ibadah kurban tahun ini. Meskipun jumlah daging yang diterima tidak banyak, tetapi kebersamaan dan semangat berbagi benar-benar bisa dirasakan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, pembagian daging kurban setiap tahun selalu dinantikan masyarakat karena tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Yang paling penting bukan besar kecilnya pembagian yang diterima, tetapi bagaimana kebahagiaan dan rasa kebersamaan itu dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Tahun ini, lebih dari 600 kupon pembagian daging kurban disiapkan panitia untuk jamaah dan masyarakat sekitar Masjid Baitul Muttaqin Ujoh Bilang.

Masyarakat berharap jumlah hewan kurban pada tahun-tahun mendatang dapat terus meningkat, baik dari masyarakat, pemerintah, pihak swasta, maupun para sohibul kurban lainnya.

“Ke depan diharapkan jumlah hewan kurban terus meningkat agar semakin banyak masyarakat yang bisa menerima manfaatnya,” tutupnya. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Daging Kurban Pesantren Hidayatullah Dibagikan hingga Kampung Laham

0
Dewan Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Mahakam Ulu, M. Taufik, saat dikonfirmasi di sela penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Hidayatullah Ujoh Bilang. Foto: Istimewa

UJOH BILANG – Pondok Pesantren Hidayatullah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melaksanakan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan pesantren, Kampung Ujoh Bilang, Kamis (28/5/2026).

Pada pelaksanaan kurban tahun ini, pesantren menyembelih sebanyak empat ekor sapi dan enam ekor kambing. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi di Hari Raya Iduladha.

Proses penyembelihan hingga pengemasan daging melibatkan pengurus pesantren, para santri, serta masyarakat sekitar dengan suasana gotong royong dan kebersamaan.

Daging kurban yang telah dikemas dibagikan secara tertib kepada warga di kawasan pesantren agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dewan Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Mahulu, M. Taufik, mengatakan hewan kurban tahun ini sebagian besar berasal dari masyarakat Mahulu.

“Tiga ekor sapi berasal dari masyarakat Mahulu, satu ekor lainnya bantuan dari seorang dokter di Balikpapan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dibanding tahun sebelumnya jumlah hewan kurban memang mengalami penurunan. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat pesantren untuk tetap berbagi kepada masyarakat.

“Memang jumlah hewan kurban tahun ini sedikit menurun dibanding tahun lalu. Alhamdulillah kami masih bisa membagikan daging secara merata kepada warga sekitar,” katanya.

Tak hanya untuk masyarakat di sekitar pesantren, pihaknya juga menyalurkan sekitar 30 paket daging kurban ke Kampung Laham yang tahun ini disebut tidak menerima hewan kurban.

“Bahkan kami dapat berbagi sekitar 30 paket daging untuk masyarakat di Kampung Laham yang tahun ini tidak mendapatkan hewan kurban,” jelasnya.

Menurut Taufik, semangat utama dari ibadah kurban adalah memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antarsesama masyarakat.

Dengan distribusi daging kurban hingga kampung tetangga, pesantren berharap nilai kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat Mahakam Ulu.

“Dengan distribusi hingga kampung tetangga, pesantren berharap nilai kebersamaan dan solidaritas sosial terus terjaga di Mahakam Ulu,” pungkasnya. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S