Beranda blog Halaman 49

Disnaker Bontang Tak Punya Data PHK Karyawan Tambang

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb8agt2026/mobile/

Warga Perum DLI Keluhkan Timbunan Tanah Bekas Galian Jargas: Kalau Hujan Becek, Panas Berdebu. Kapan Diselesaikan?

0
Timbunan tanah bekas galian jargas di Perum DLI. (Yusva Alam)

BONTANG – Warga Perumahan Damai Lestari Indah (DLI) mengeluhkan kondisi jalanan di perumahan, yang banyak timbunan tanah bekas galian jargas. Lantaran timbunan itu menyebabkan jalan perumahan kerap kotor dan berdebu.

Retno, salahsatu warga perumahan yang berlokasi di RT 41 Kelurahan Belimbing, Kilometer 3 mengungkapkan, beberapa bulan lalu ada penggarapan instalasi jaringan gas (jargas). Termasuk salahsatunya membuat galian-galian untuk menyambungkan pipa jargas dari rumah ke pipa utama di jalanan perumahan.

Namun sayangnya, galian yang sudah dikerjakan beberapa bulan lalu itu belum juga dilanjutkan untuk diselesaikan. Tak ayal, gunungan-gunungan tanah bekas galian tampak di sepanjang jalan perumahan.

“Akhirnya kan jalannya jadi mudah kotor. Pas hujan becek kalau panas berdebu,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan kapan galian ini akan diselesaikan. Pasalnya ia mendapat kabar kalau di daerah lain sudah mendapatkan pembagian kompor jargas. Diapun menduga di daerah lain sudah selesai instalasi jargas.

“Terus kapan di daerah kami. Sampai kapan kondisinya dibiarkan kotor terus begini,” tanyanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Mulya Munir, Constraction Manager PT Nooreal Idea selaku kontraktor jargas di Bontang menjelaskan, bahwa memang ada kendala khusus di area Perum DLI. Kontur tanah di wilayah itu diduga mengandung batu bara, sehingga pihaknya masih belum bisa melanjutkan pengerjaan jargas.

“Takutnya kalau ada percikan api akan berbahaya, karena ini jargas,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ditambahkannya, jargas di wilayah DLI ini sebenarnya sudah mau disambungkan dengan sistem pemipaan jargas utama yang berada di jalan besar. Namun karena ada kendala itu maka pihaknya belum berani melanjutkan.

“Ada area sekitar 20 meteran yang belum disambungkan. Kami masih menunggu tim ahli untuk memastikan keamanan penyambungan ke sistem utama,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Sawit Melimpah, Potensi Ekonomi Masih Bocor ke Luar Kaltim

0
Wagub Kaltim Seno Aji didampingi Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, Ketua GAPKI Kaltim Rahmat Perdana Angga, serta sejumlah pemangku kepentingan membuka 9th Borneo Forum 2026 di Ballroom Platinum Hotel Balikpapan, Kamis (6/8/2026). Foto: Istimewa

BALIKPAPAN – Kaltim menghasilkan sekitar 4,3 hingga 4,9 juta ton crude palm oil (CPO) setiap tahun, hampir 10 persen dari produksi nasional. Luas perkebunan sawitnya mencapai sekitar 1,6 juta hektare. Namun, sebagian nilai tambah dari produksi sebesar itu belum dinikmati di daerah. CPO masih banyak dipasarkan sebagai bahan baku, sementara industri pengolahan dan produk turunannya di Kaltim belum berkembang sebanding dengan besarnya produksi.

Di tingkat pekebun, persoalannya berbeda. Pekebun rakyat masih banyak bergantung pada pabrik kelapa sawit (PKS) milik perusahaan untuk menjual hasil panen. Posisi tawar yang terbatas membuat persoalan harga tandan buah segar (TBS) masih kerap dikeluhkan.

Persoalan itu mengemuka dalam pembukaan 9th Borneo Forum 2026 yang digelar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kaltim di Ballroom Platinum Hotel Balikpapan, Kamis (6/8/2026). Forum yang berlangsung hingga 8 Agustus ini menjadi ajang bertemunya pemerintah, pelaku usaha, akademisi, peneliti, investor, hingga penyedia teknologi untuk membahas arah baru industri sawit Kalimantan.

Mengusung tema “Resilience, Innovation and Transformation: Empowering the Palm Oil Industry Beyond Sustainability”, forum tahun ini tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi. Pembahasan berkembang pada hilirisasi, keberlanjutan, investasi, tata niaga sawit, digitalisasi perkebunan, hingga posisi pekebun rakyat di tengah perubahan kebijakan global.

Wagub Kaltim Seno Aji yang membuka forum secara resmi menyampaikan apresiasi kepada GAPKI Kalimantan Timur yang kembali menghadirkan forum tersebut di Bumi Etam. Menurut Seno, tema yang diusung sangat sesuai dengan kondisi industri sawit saat ini. Ketahanan, inovasi, dan transformasi dinilai menjadi kunci agar industri sawit tetap mampu tumbuh sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Ia menjelaskan, perkebunan kelapa sawit telah menjadi salah satu sektor strategis di berbagai daerah. Di Kaltim luas perkebunan sawit mencapai sekitar 1,6 juta hektare, sedangkan di Pulau Kalimantan secara keseluruhan mencapai sekitar 6 juta hektare.

Produksi CPO Kaltim saat ini berkisar 4,3 hingga 4,9 juta ton per tahun, atau hampir 10 persen produksi nasional. Namun, besarnya produksi tersebut, menurut Seno, belum sepenuhnya diikuti pemerataan manfaat bagi seluruh pelaku usaha, terutama pekebun rakyat.

Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah keterbatasan akses terhadap pabrik kelapa sawit. “Kebun rakyat umumnya tidak memiliki pabrik kelapa sawit sendiri. Karena itu, forum ini diharapkan dapat membahas dan mengakomodasi berbagai solusi, termasuk tata cara dan standar operasional pendirian pabrik kelapa sawit nonkebun di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Seno, persoalan itu juga berdampak terhadap posisi tawar petani saat menjual tandan buah segar (TBS). Ia mengaku masih sering menerima keluhan dari pekebun rakyat mengenai harga TBS yang lebih rendah ketika dijual ke PKS milik perusahaan.

“Kita perlu mendengarkan aspirasi pekebun rakyat. Forum Petani Kelapa Sawit juga membutuhkan perhatian bersama agar tercipta keadilan dalam tata niaga sawit,” ujarnya.

Selain memperkuat posisi petani, Seno juga mendorong percepatan hilirisasi industri sawit di Kaltim. Menurutnya, daerah tidak boleh hanya menjadi penghasil tandan buah segar maupun CPO, tetapi juga harus mampu mengembangkan industri pengolahan sehingga nilai tambah dinikmati di daerah.

Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), lanjutnya, menjadi peluang besar untuk mendorong investasi sekaligus membangun ekosistem industri hilir berbasis sawit di Kaltim.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, ia mengapresiasi hubungan yang selama ini terjalin antara Pemprov Kaltim dan pelaku usaha sawit melalui komunikasi yang intensif bersama Dinas Perkebunan.

TANTANGAN MAKIN KOMPLEKS

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan industri sawit Indonesia kini menghadapi tantangan yang semakin besar. Implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR), tuntutan penurunan emisi karbon, kampanye negatif terhadap sawit, hingga persaingan global menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, peningkatan produktivitas dinilai jauh lebih penting dibanding terus melakukan perluasan lahan. Industri sawit harus bergerak melalui inovasi, efisiensi, serta penerapan prinsip keberlanjutan agar tetap kompetitif di pasar internasional.

Sementara Ketua GAPKI Kaltim Rahmat Perdana Angga menurutnya Borneo Forum bukan sekadar agenda tahunan. Forum ini menjadi ruang bersama untuk mempertemukan pemerintah, perusahaan, akademisi, peneliti, investor, hingga penyedia teknologi guna mencari solusi atas berbagai persoalan industri sawit. Dari forum ini diharapkan lahir rekomendasi yang dapat memperkuat daya saing industri sawit Kalimantan, sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan daerah.

Perwakilan Kementerian Pertanian dalam forum tersebut juga mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penggunaan bibit unggul, serta digitalisasi perkebunan guna meningkatkan produktivitas tanpa membuka lahan baru.

Sementara dari Kementerian Keuangan menekankan pentingnya penguatan tata kelola industri, optimalisasi penerimaan negara dari sektor sawit, serta pemanfaatan dana sawit untuk mendukung keberlanjutan dan meningkatkan daya saing industri nasional.

PAMERAN, JOB FAIR HINGGA GAPKI Run

Borneo Forum tahun ini tidak hanya diisi seminar dan pembahasan kebijakan. Selama dua hari, 6–7 Agustus, panitia juga menggelar Palm Oil Exhibition yang mempertemukan perusahaan perkebunan, penyedia teknologi, produk dan jasa pendukung, hingga pelaku industri lainnya.

Pameran menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha sekaligus membuka peluang jaringan bisnis dan kolaborasi. Berbagai perkembangan teknologi dan inovasi yang berkaitan dengan industri perkebunan sawit turut diperkenalkan selama forum berlangsung.

Rangkaian lainnya yang cukup menyita perhatian adalah Regional Job Fair Kalimantan 2026. GAPKI Kaltim membuka akses langsung bagi pencari kerja, khususnya putra-putri daerah, untuk bertemu perusahaan perkebunan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.

Enam grup perusahaan besar ikut membuka lowongan, yakni PT Dharma Satya Nusantara Tbk Group, PT Triputra Agro Persada Group, PT Eagle High Plantations Tbk Group, PT Gawi Makmur Kalimantan atau Wings Group, PT Kencana Agri Group, serta KLK Group atau PT Kuala Lumpur Kepong Group.

Sekitar 34 posisi jabatan ditawarkan. Dua grup perusahaan juga membuka kesempatan khusus bagi lulusan baru melalui program Management Training atau Management Trainee.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Kaltim Dedy Aspian Nur mengatakan job fair tersebut sengaja digelar untuk memperbesar kesempatan tenaga kerja lokal masuk ke industri perkebunan. “Kami membuka akses seluas-luasnya secara langsung bagi putra-putri daerah. Perusahaan anggota kami hadir untuk memfasilitasi kebutuhan ini,” ujarnya.

Jumlah tenaga kerja yang akan direkrut belum ditetapkan. Masing-masing perusahaan masih menjalankan proses rekrutmen, termasuk di daerah lain.

Selain bursa kerja, rangkaian Borneo Forum juga diisi workshop dan pembahasan pengembangan sumber daya manusia. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja perkebunan menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan GAPKI Run 2026 pada Sabtu (8/8/2026). Lomba lari 5 kilometer itu digelar di kawasan Grand City Balikpapan dengan mengusung tema “Berlari untuk Energi, Bergerak untuk Negeri”.

GAPKI Run terbuka untuk kategori umum dan junior. Panitia menargetkan sekitar 1.200 peserta. Selain medali finisher dan berbagai fasilitas peserta, hadiah juga disiapkan bagi pelari terbaik di masing-masing kategori.

Rangkaian kegiatan tersebut membuat Borneo Forum tidak hanya menjadi tempat membahas kebijakan dan masa depan industri sawit. GAPKI juga membawanya ke persoalan yang lebih langsung: membuka peluang kerja, mempertemukan pelaku usaha, memperkenalkan perkembangan teknologi, sekaligus mendekatkan industri sawit dengan masyarakat.

Reporter: Andrie Aprianto
Editor: Agus S.

SPPG Bontang Utara 2 Dihentikan Sementara, Layanan MBG di Enam Sekolah dan Empat Posyandu Terhenti

0
SPPG BU 2 berhenti untuk sementara. (Syakurah)

BONTANG– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2 menghentikan sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul munculnya keluhan mual, muntah, dan diare yang dialami sejumlah penerima manfaat.

Kepala SPPG Bontang Utara 2, Muhammad Rezky, mengatakan penghentian operasional dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu proses evaluasi dan hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan.

“Iya, betul. Penghentian sementara sampai waktu yang belum ditentukan. Mudah-mudahan segera kembali beroperasi setelah dilakukan pembenahan,” ujarnya.

Selama masa penghentian, pihaknya diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta melakukan evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), dan berbagai aspek pelayanan yang dinilai masih perlu diperbaiki.

“Kami diarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, dan membenahi apa saja yang masih kurang terkait SOP maupun hal-hal lain yang perlu diperbaiki,” katanya.

Rezky menjelaskan, SPPG Bontang Utara 2 melayani sekitar 2.487 penerima manfaat yang tersebar di enam sekolah dan empat posyandu di wilayah Bontang Utara.

Enam sekolah tersebut meliputi SMP Negeri 1, SMP Negeri 7, SD Negeri 012, SD Muhammadiyah, SD Bintang, dan PAUD Al Hikmah. Sementara empat posyandu yang dilayani adalah Posyandu Tulip, Wijaya Kusuma 1, Lili, dan Permai Indah.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun SPPG, laporan keluhan terbanyak berasal dari SD Negeri 012 dengan sekitar 17 orang. Selain itu terdapat sekitar enam laporan dari SMP Negeri 1, lima dari PAUD Al Hikmah, satu dari SD Muhammadiyah, sedangkan dari SMP Bintang belum ada laporan dan SD Bintang masih menunggu konfirmasi.

Meski demikian, ia menegaskan data tersebut masih bersifat dinamis karena pembaruan laporan dari masing-masing sekolah masih terus berlangsung.

Hingga kini, hasil uji sampel makanan yang dilakukan Dinas Kesehatan juga belum diterima oleh pihak SPPG. Karena itu, operasional layanan MBG masih akan dihentikan sementara sampai ada keputusan lebih lanjut dari pihak terkait.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pasca Santap MBG, 24 Anak Mual & Diare!

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb7agt2026/mobile/

Pupuk Kaltim Perkuat Literasi dan Manajemen Keuangan Usaha Mikro Kecil di Bontang

0

Dalam meningkatkan komitmen mendorong kemandirian dan daya saing pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berkolaborasi dengan BRI Cabang Bontang membekali 50 pelaku usaha binaan dengan keterampilan manajemen keuangan sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan.

Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Pupuk Kaltim, Sutrisna, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK), khususnya pembinaan manajerial bagi mitra binaan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Pupuk Kaltim.

Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mitra binaan mengenai pengelolaan keuangan usaha, pemanfaatan pembiayaan secara produktif, hingga membangun hubungan kemitraan jangka panjang dengan sektor perbankan. Pupuk Kaltim tidak hanya memberikan akses pendanaan melalui Program PUMK, tetapi juga memastikan seluruh mitra binaan memperoleh pendampingan guna meningkatkan kapasitas usaha secara menyeluruh.

“Keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki, tetapi juga kemampuan dalam mengelola usaha secara profesional. Maka, Pupuk Kaltim terus menghadirkan berbagai program pembinaan untuk meningkatkan kompetensi mitra binaan,” ujar Sutrisna saat mengawali kegiatan di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, Senin (3/8/2026).

Dijelaskan Sutrisna, melalui GEMA UMK, Pupuk Kaltim berupaya membangun ekosistem pembinaan yang lebih komprehensif. Tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat aspek manajerial, meningkatkan literasi bisnis, hingga mendorong pelaku usaha semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Harapan kami, mitra binaan mampu berkembang menjadi usaha yang lebih profesional, serta memiliki tata kelola usaha yang baik agar berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” lanjut Sutrisna.

Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan program pemberdayaan hingga penguatan kapasitas manajerial pelaku usaha agar mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan. Melalui sinergi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Pupuk Kaltim optimistis semakin banyak usaha mikro dan kecil yang mampu meningkatkan daya saing dan memperluas skala usaha.

“Hal ini sejalan dengan komitmen Pupuk Kaltim dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Sutrisna.

Branch Office Head BRI Cabang Bontang, Ermana S. Irawan, menyampaikan kolaborasi bersama Pupuk Kaltim merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pembiayaan, sekaligus meningkatkan kualitas pelaku usaha mikro dan kecil di Kota Bontang.

Menurut Ermana, mekanisme kerja sama antara Pupuk Kaltim dan BRI dilakukan melalui sistem referral. Dalam mekanisme tersebut, Pupuk Kaltim merekomendasikan calon mitra binaan kepada BRI, sementara proses analisis dan keputusan pemberian pembiayaan sepenuhnya menjadi kewenangan perbankan.

Hal ini melihat masih banyak calon nasabah yang telah memiliki fasilitas pinjaman produktif di lembaga keuangan lain, sehingga tidak diperkenankan memiliki dua fasilitas pinjaman modal kerja secara bersamaan.

“Kami harap hal ini dapat dipahami seluruh mitra binaan agar akses pembiayaan usaha bisa dilakukan dengan tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan pelaku usaha dengan lebih merata,” tutur Ermana.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pupuk Kaltim membangun sinergi dalam memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kota Bontang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sektor perbankan, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Untuk itu, Agus Haris mengajak seluruh pelaku usaha memanfaatkan setiap kesempatan sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, pelatihan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan daya saing masyarakat Bontang, baik dari aspek ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

“Kami harap sinergi yang telah terbangun antara Pemkot Bontang, Pupuk Kaltim, dan BRI dapat terus diperkuat agar semakin banyak pelaku usaha kecil yang memperoleh pendampingan, akses pembiayaan, serta kesempatan mengembangkan usahanya,” ucap Agus Haris.

Salah satu binaan Pupuk Kaltim, Muliani, mengaku merasakan manfaat Program PUMK untuk membantu pengembangan usahanya. Dia menilai proses pengajuan permodalan cukup mudah dengan persyaratan yang tidak rumit. Begitu juga dengan kegiatan ini, yang menjadi salah satu bentuk manfaat yang diterima mitra binaan Pupuk Kaltim dalam penguatan kapasitas diri untuk pengembangan usaha.

“Pendampingan Pupuk Kaltim selama ini sangat membantu kami dalam mengelola usaha sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Manfaat ini sangat kami rasakan selaku binaan,” kata Muliani. (Adv)

Pemkot Bontang Tegaskan Investigasi Masih Berjalan Selidiki Kasus 24 Siswa Sakit Usai MBG

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meminta masyarakat tidak khawatir menyusul laporan 24 siswa dari tiga sekolah mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, Pemerintah Kota Bontang bersama pihak terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan serta investigasi.

Ia menjelaskan begitu laporan diterima, Dinas Kesehatan bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) langsung melakukan uji terhadap sampel makanan yang telah disimpan oleh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sesuai prosedur, setiap menu MBG yang didistribusikan selalu disisihkan satu porsi sebagai sampel,” pungkasnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh siswa yang sempat mengalami keluhan kini telah membaik dan tidak ada yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Yang jelas semuanya sudah sehat, tidak sampai ada yang dirawat inap,” katanya.

Pengelolaan SPPG juga telah menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan. Mulai dari penggunaan alat pelindung diri, pengolahan makanan oleh tenaga ahli gizi, hingga pengaturan distribusi makanan telah dilakukan mengikuti standar yang ditetapkan.

Karena itu, menurutnya, masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab insiden tersebut. Ia tidak menutup kemungkinan terdapat faktor lain, termasuk kondisi kesehatan masing-masing penerima makanan.

“Mungkin saja ada kontaminasi yang tidak kita inginkan, atau bisa juga kondisi fisik penerima memang sedang tidak fit. Faktornya bisa banyak, jadi kita tunggu hasil pemeriksaannya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, setiap kali terjadi insiden, pemerintah langsung menerjunkan tim surveilans dari Dinas Kesehatan untuk melakukan penelusuran dan pengawasan di lapangan.

“Saya harap masyarakat tidak khawatir. Pemerintah akan terus hadir mendampingi para mitra dan pelaksana MBG.Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, terdapat laporan siswa SDN 012 Bontang Selatan dan sejumlah sekolah lainnya mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (5/8/2026). Total siswa terdampak sekitar 24 siswa.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Golkar Samarinda Siap Pilih Ketua Baru, Musda XI Digelar 8 Agustus

0
Ketua Panitia Pelaksana Musda XI Partai Golkar Samarinda, Arie Wibowo. (Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – DPD Partai Golkar Kota Samarinda bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI, Sabtu (8/8/2026). Sekitar 1.000 peserta diperkirakan hadir dalam forum yang akan memilih kepemimpinan baru sekaligus menjadi awal konsolidasi Golkar Samarinda menghadapi Pemilu 2029.

Ketua Panitia Pelaksana Musda XI Golkar Samarinda, Arie Wibowo, mengatakan seluruh persiapan teknis dan administrasi telah memasuki tahap akhir.

“Alhamdulillah, persiapan kita sudah sangat siap. Secara administrasi maupun persiapan di lapangan sudah matang, tinggal menunggu hari pelaksanaan,” ujar Arie, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, distribusi undangan juga hampir mencapai 100 persen. Musda akan dihadiri jajaran pengurus, kader hingga para senior Partai Golkar.

Panitia turut mengundang sejumlah pejabat dan pimpinan partai politik di Samarinda. Di antaranya Wali Kota Samarinda serta Gubernur Kaltim yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim.

“Kami mengundang Pak Wali Kota, Pak Gubernur selaku Ketua DPD I Golkar Kaltim, serta seluruh pimpinan partai politik di Samarinda, mulai dari ketua, sekretaris, hingga bendahara, serta teman-teman Fraksi Golkar,” jelas Arie.

SERIBU PESERTA DIPERKIRAKAN HADIR

Antusiasme kader membuat jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 1.000 orang, lebih banyak dari estimasi awal panitia.

Musda XI akan berlangsung di Ruang Kertanegara Lantai 3 Hotel FUGO Samarinda. Panitia kini mematangkan kesiapan lokasi agar mampu menampung seluruh peserta.

“Aksesnya sangat fleksibel, bisa lewat hotel maupun area Big Mall. Kami terus matangkan persiapan venue agar bisa menampung seluruh peserta dengan nyaman,” katanya.

Selain memilih kepengurusan baru, Musda XI menjadi bagian dari konsolidasi Golkar Samarinda menghadapi agenda politik berikutnya.

Arie berharap ketua yang terpilih mampu memperkuat struktur dan mesin partai menghadapi Pemilu 2029 serta agenda politik selanjutnya.

“Dengan terpilihnya ketua baru, kami sangat optimistis menghadapi kontestasi politik 2029 maupun 2031. Kami ingin fondasi partai semakin mumpuni,” ujarnya.

MODAL DELAPAN KURSI DPRD

Pada Pemilu Legislatif 2024, Golkar meraih delapan kursi DPRD Kota Samarinda dan menempati posisi kedua dalam perolehan kursi. Hasil tersebut juga mengantarkan Golkar mendapatkan posisi Wakil Ketua II DPRD Samarinda.

Kepengurusan baru nantinya diharapkan mampu meningkatkan capaian tersebut pada Pemilu 2029.

Golkar Samarinda juga tengah menyiapkan sekretariat baru yang permanen di kawasan Jalan Danau Semayang, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota.

Keberadaan kantor tersebut diharapkan menjadi salah satu penunjang konsolidasi organisasi dan aktivitas partai ke depan.

“Dengan sekretariat baru dan persiapan yang lebih matang ini, kami berharap perolehan suara Golkar di Samarinda dapat meningkat lebih signifikan lagi,” pungkas Arie.

Reporter: Abdi
Editor: Agus S.

Ketua Poktan di Samarinda Lapor Polisi Usai Diduga Diserang Sekelompok Orang

0
Tangkapan layar video amatir yang merekam dugaan penyerangan terhadap Ketua Kelompok Tani Rakyat di kawasan Sambutan, Samarinda. (Istimewa)

SAMARINDA – Ketua Kelompok Tani Rakyat, Sunardi, melapor ke Polresta Samarinda setelah diduga diserang dan dikeroyok sekelompok orang di Jalan Sepakat, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan. Para pelaku disebut berjumlah sekitar 10 orang dan datang membawa parang serta badik.

Peristiwa terjadi Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 13.35 Wita. Kasus tersebut kemudian resmi dilaporkan dan korban menjalani pemeriksaan di Unit Jatanras Polresta Samarinda, Kamis (6/8/2026).

Kuasa hukum Sunardi, Kaharuddin Muzakkar, mengatakan laporan berkaitan dengan dugaan pengeroyokan secara bersama-sama.

“Laporan kami hari ini terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan secara bersama-sama (Pasal 170 KUHP/Pasal 262 KUHP Baru). Peristiwanya terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 13.35 Wita,” ujar Kaharuddin.

Menurut keterangan korban yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, kejadian bermula ketika Sunardi bersama sejumlah rekannya berada di sekretariat kelompok tani.

Sekitar 10 orang kemudian datang ke lokasi. Beberapa di antaranya disebut membawa senjata tajam berupa parang dan badik.

Sebelum mendatangi sekretariat, kelompok tersebut diduga lebih dahulu merusak sebuah pondok milik kelompok tani di area bukit. Mereka kemudian bergerak menuju sekretariat sambil mencari Sunardi.

“Mereka langsung berteriak mencari Pak Sunardi dan mengancam akan merusak pondok. Terjadi penganiayaan fisik seperti pemukulan di bagian wajah, pemukulan punggung menggunakan parang yang masih bersarung, hingga penendangan,” jelas Kaharuddin.

PARANG DIARAHKAN KE LEHER

Kaharuddin menyebut Sunardi juga sempat menghadapi ancaman menggunakan parang yang diarahkan ke bagian leher.

Korban disebut berhasil menahan gerakan tersebut dengan kedua tangannya sehingga senjata tidak mengenai bagian vital tubuh.

Akibat kejadian itu, Sunardi mengalami sejumlah luka pada bagian wajah, tangan, lutut dan kaki.

Kaharuddin menyebut rangkaian kejadian berlangsung cukup lama hingga sekitar satu jam.

Sebagian peristiwa tersebut terekam kamera telepon seluler milik istri korban. Rekaman itu kemudian beredar di media sosial dan grup percakapan.

Menurut Kaharuddin, orang-orang yang berada di lokasi sempat berusaha mengambil telepon seluler yang digunakan untuk merekam. Namun rekaman berhasil diselamatkan dan kini telah diserahkan kepada penyidik.

“Video itu merekam sejak awal kedatangan mereka, tindakan pemukulan, hingga pengrusakan fasilitas di sekretariat. Rekaman ini menjadi salah satu bukti kuat yang kami serahkan ke penyidik,” katanya.

TIGA SAKSI DIPERIKSA

Kasus tersebut kini ditangani Unit Jatanras Polresta Samarinda. Korban telah dimintai keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Selain Sunardi, tiga orang saksi juga telah diperiksa. Identitas mereka tidak dipublikasikan dengan pertimbangan keamanan.

Sementara motif di balik dugaan penyerangan tersebut belum diketahui secara pasti.

Kaharuddin mengatakan pihaknya menyerahkan pengungkapan motif, identitas para terduga pelaku serta konstruksi pidana dalam perkara tersebut kepada penyidik.

Pihak korban berharap kepolisian mengusut tuntas kejadian tersebut, termasuk dugaan pengeroyokan, pengrusakan dan penggunaan senjata tajam sebagaimana yang dilaporkan.

Reporter: Dimas
Editor: Agus S.

Kebakaran Landa Tanjung Redeb, Tiga Bangunan Hangus

0
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar tiga bangunan di Jalan Milono, Kelurahan Gayam, Tanjung Redeb, Kamis (6/8/2026). (Istimewa)

BERAU – Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Milono, Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, Kamis (6/8/2026) pagi. Dua toko dan satu rumah hangus setelah api dengan cepat membesar dan merembet ant bangunan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun tiga kepala keluarga (KK) dengan total delapan jiwa terdampak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 09.25 Wita.

Petugas langsung mengerahkan 10 unit armada pemadam dan seluruh personel yang sedang bertugas menuju lokasi.

“Karena kejadian terjadi pada jam aktif bekerja, seluruh personel Disdamkarmat Berau kami kerahkan ke lokasi untuk mempercepat penanganan,” ujarnya.

Selain Disdamkarmat, proses pemadaman melibatkan TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan pemadam kebakaran serta masyarakat sekitar.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengendalikan kobaran api. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

“Estimasi penanganan sekitar 30 menit hingga api berhasil dikendalikan. Saat ini kami masih melakukan pendinginan di lokasi,” kata Rakhmadi.

DUGAAN AWAL DARI LANTAI DUA

Lurah Gayam, Purwawijoyo, mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik di lantai dua salah satu rumah.

Informasi tersebut diperoleh berdasarkan keterangan awal pemilik rumah yang menyebut api pertama kali terlihat dari lantai dua.

“Setelah saya temui pemilik rumahnya, dia mengatakan awal mula kebakaran berasal dari lantai dua rumahnya. Belum sempat diambil tindakan, api tiba-tiba membesar dari lantai dua tersebut,” jelas Purwawijoyo.

Api kemudian dengan cepat merembet karena konstruksi bangunan didominasi material kayu dan sebagian bangunan telah berusia tua.

Dua toko yang berada di samping rumah ikut terbakar. Kedua toko tersebut diketahui menjual aneka makanan dan oleh-oleh khas yang kerap dibeli masyarakat maupun wisatawan.

Kobaran api yang cepat membesar membuat sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan.

DAMKAR AKUI PERALATAN BELUM MEMADAI

Meski api dapat dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit, Rakhmadi mengakui petugas masih menghadapi kendala keterbatasan peralatan.

“Kalau kendala tentu dari aspek peralatan yang masih belum memadai. Itu menjadi tantangan kami dalam setiap penanganan kebakaran,” ungkapnya.

Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Dugaan korsleting listrik masih berdasarkan keterangan awal di lapangan dan belum menjadi kesimpulan resmi.

Petugas juga masih melakukan pendataan kerugian material serta kebutuhan tiga KK yang terdampak kebakaran.

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Agus S.