Beranda blog Halaman 5

Libur Nyepi dan Lebaran, PTMB Siaga Jaga Distribusi Air

0
Salah satu pipa distribusi PTMB. (Istimewa)

BALIKPAPAN — Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan memastikan layanan air bersih tetap berjalan optimal selama libur panjang Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Direktur Operasional PTMB Ali Rachman mengatakan, seluruh unit operasional tetap bekerja melalui sistem siaga dengan pola kerja bergiliran guna menjaga proses produksi air tetap berkelanjutan.

“Operator instalasi pengolahan air tetap bekerja dalam sistem shift sehingga proses produksi air berjalan secara berkesinambungan,” ujarnya.

Selama periode libur 18 hingga 24 Maret 2026, PTMB memastikan tidak ada gangguan pada proses distribusi air bersih kepada masyarakat.

Kinerja layanan PTMB dalam beberapa waktu terakhir juga menunjukkan tren positif. Produksi air mencapai 46,6 juta meter kubik dengan cakupan layanan sebesar 79,32 persen.

Untuk memperkuat pasokan air baku, PTMB menambah sumber produksi melalui sumur dalam di Telagasari, Kampung Damai, dan Baru Ulu. Air dari masing-masing sumber tersebut diolah melalui instalasi pengolahan sesuai wilayah layanan.

Selain itu, PTMB juga menyiapkan booster pump di sejumlah titik guna menjaga tekanan air tetap stabil, khususnya di wilayah dengan kontur tinggi atau jauh dari sumber distribusi.

Direktur Teknik PTMB Kohirudin menambahkan, kesiapan layanan juga didukung oleh pemeliharaan sistem teknologi informasi agar layanan digital tetap berjalan normal selama masa libur.

“Tim teknis disiagakan untuk memastikan seluruh sistem layanan digital tetap berjalan baik sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan PTMB dengan mudah,” jelasnya.

PTMB juga rutin memantau kualitas air melalui laboratorium mini di setiap instalasi pengolahan untuk memastikan air yang didistribusikan memenuhi standar kualitas.

Masyarakat diimbau untuk memastikan instalasi air di rumah dalam kondisi aman sebelum mudik, seperti menutup keran dan mengecek potensi kebocoran.

Selama masa libur, layanan pengaduan tetap dibuka melalui call center dan WhatsApp, dengan petugas siaga di berbagai wilayah untuk merespons laporan pelanggan.

PTMB menegaskan komitmennya menjaga kualitas dan kontinuitas layanan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri dengan nyaman.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Alesha Cell Digerebek, Jual Miras Ilegal di Bulan Ramadan

0
Ratusan botol miras diamankan dan ditampilkan saat konferensi pers Satpol PP Kota Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Satpol PP Kota Samarinda menggerebek sebuah warung kelontong sekaligus toko ponsel bernama Alesha Cell di Jalan Imam Bonjol setelah terbukti menjual ratusan botol minuman keras ilegal, Selasa (17/3/2026).

Kepala Satpol PP Kota Samarinda Anis Siswantini mengatakan, penertiban ini merupakan bagian dari patroli rutin selama Ramadan untuk menegakkan aturan terkait penyakit masyarakat dan peredaran miras tanpa izin.

Ratusan botol miras diamankan dan ditampilkan saat konferensi pers Satpol PP Kota Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

“Hari ini kami menyasar pelanggar Perda, khususnya penyakit masyarakat. Kami berhasil mengungkap target operasi peredaran miras tanpa izin yang berkedok warung kelontongan,” ujarnya.

Penggerebekan dilakukan setelah petugas mendapati transaksi langsung antara penjual dan pembeli di lokasi. Seorang warga diketahui membeli satu botol miras seharga Rp200 ribu.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan modus penyimpanan miras yang tidak biasa. Ratusan botol tidak disimpan di dalam toko, melainkan disembunyikan di dalam mobil yang terparkir di badan jalan.

“Setelah diperiksa, ada sekitar 300 botol miras berbagai merek di dalam mobil tersebut,” jelasnya.

Anis mengungkapkan, lokasi tersebut sebenarnya sudah lama masuk dalam daftar pantauan Satpol PP. Namun, pemilik kerap mengubah waktu operasional untuk menghindari penindakan.

“Anggota kami sudah beberapa kali mengamati. Sempat akan ditindak malam hari, tapi tutup. Hari ini kami berhasil karena ada transaksi yang tertangkap tangan,” katanya.

Seluruh barang bukti telah diamankan dan dibawa ke kantor Satpol PP untuk proses lebih lanjut. Pemilik usaha dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Kasus ini akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan dibawa ke persidangan tindak pidana ringan (tipiring).

Satpol PP mengimbau seluruh pelaku usaha untuk mematuhi aturan, khususnya selama bulan Ramadan, guna menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Komnas HAM Desak Polisi Usut Cepat Kasus Kekerasan Aktivis

0
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P Siagian saat konferensi pers di Jakarta. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menetapkan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, sebagai Pembela HAM dan mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpanya.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P Siagian menyatakan, lembaganya telah melakukan pemantauan aktif serta membentuk tim khusus di bawah Subkomisi Penegakan HAM untuk menangani kasus tersebut.

“Komnas HAM mengutuk keras kekerasan yang terjadi terhadap saudara Andrie Yunus, sebagai sebuah kejahatan dan kekejaman yang tidak bisa ditolerir,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Komnas HAM juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari keluarga korban, KontraS, kepolisian, hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dari hasil koordinasi tersebut, korban dipastikan telah mendapatkan perlindungan serta dukungan medis dari LPSK.

Selain itu, Komnas HAM melakukan asesmen dan secara resmi menetapkan Andrie Yunus sebagai Pembela HAM melalui surat keterangan yang diterbitkan pada 17 Maret 2026.

“Komnas HAM telah mengeluarkan Surat Keterangan Pembela HAM atas nama Andrie Yunus serta surat perlindungan yang disampaikan kepada Kapolda Metro Jaya,” jelasnya.

Komnas HAM juga mendesak aparat kepolisian untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

“Komnas HAM mendesak aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara independen, cepat, transparan dan akuntabel,” tegas Saurlin.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini penting untuk mencegah terulangnya kekerasan terhadap pembela HAM serta menghindari praktik impunitas.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Serangan ke Aktivis Dinilai Langgar Kebebasan Berpendapat

0
Wakil Ketua Internal Komnas HAM Prabianto Mukti Wibowo saat konferensi pers di Jakarta. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, khususnya kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Wakil Ketua Internal Komnas HAM Prabianto Mukti Wibowo menyatakan, tindakan tersebut tidak hanya berdampak pada korban secara individu, tetapi juga berpotensi mengancam ruang demokrasi secara luas.

“Kalau saya lihat adalah pelanggaran atas kebebasan berpendapat, berekspresi, berserikat dan seterusnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Ia menegaskan, jika kasus ini tidak ditangani secara serius, maka dapat mengganggu fondasi demokrasi yang telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Kalau ini dibiarkan tanpa penanganan yang baik, tentunya demokrasi kita terancam,” lanjutnya.

Komisioner Komnas HAM Saurlin P Siagian menambahkan, peristiwa tersebut juga melanggar hak atas rasa aman dan perlindungan diri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang HAM.

Menurutnya, kasus ini berpotensi melibatkan berbagai aspek pelanggaran hukum, baik nasional maupun internasional, terutama terkait perlindungan pembela HAM.

“Jadi multiple layers bisa dikenakan kepada terduga jika ditemukan,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam (12/3/2026), setelah korban menyelesaikan kegiatan perekaman siniar yang membahas isu remiliterisasi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen serta gangguan serius pada penglihatan, termasuk trauma kimia pada mata kanan.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Polsek Balikpapan Timur Siapkan Pengamanan Wisata Pantai

0
Rapat koordinasi lintas sektoral bersama pengelola objek wisata pantai di Balikpapan Timur. (Istimewa)

BALIKPAPAN — Polsek Balikpapan Timur menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama pengelola objek wisata pantai untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Rapat yang berlangsung di Mako Polsek Balikpapan Timur itu dipimpin Kapolsek AKP M Chusen, didampingi Kanit Intelkam Ipda Waslim, serta dihadiri perwakilan pengelola Pantai Manggar, Pantai Lamaru, dan Watu Beach.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek meminta seluruh pengelola memastikan kesiapan fasilitas dan sistem pengamanan menghadapi meningkatnya jumlah wisatawan.

Perwakilan UPTD Pantai Manggar, M. Mas’ud, menyebut kawasan tersebut memiliki panjang pantai sekitar 1.400 meter dengan kapasitas hingga 15.000 pengunjung. Fasilitas yang tersedia meliputi wisma penginapan, gazebo, hingga wahana permainan air seperti banana boat dan jet ski.

Dari sisi pengamanan, Pantai Manggar menyiagakan petugas sekuriti, personel Polair, serta Basarnas, serta memasang rambu peringatan dan imbauan melalui pengeras suara.

Sementara itu, pengelola Pantai Lamaru menyampaikan kawasan seluas 38,6 hektare tersebut mampu menampung hingga 21.000 pengunjung, dilengkapi area parkir besar serta wahana permainan air.

Pengelola juga mengusulkan pengaturan arus lalu lintas untuk mengurai potensi kemacetan saat puncak kunjungan.

Adapun Watu Beach memiliki kapasitas hingga 10.000 pengunjung dengan fasilitas glamping, gazebo, serta wahana air. Pengamanan difokuskan di area pantai dengan dukungan petugas sekuriti dan pos pengamanan.

Kapolsek AKP M Chusen menekankan pentingnya aspek keselamatan pengunjung, terutama di area rawan seperti bibir pantai.

“Pengelola harus menyiapkan petugas pengawas, rambu peringatan, serta peralatan keselamatan seperti pelampung. Pengawasan terhadap anak-anak dan wisatawan yang berenang juga harus diperketat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap kejadian darurat segera dilaporkan dan koordinasi dengan aparat terus dilakukan.

Menurutnya, keselamatan pengunjung menjadi tanggung jawab bersama antara pengelola wisata dan aparat keamanan.

“Dengan sinergi yang baik, diharapkan situasi tetap aman dan kondusif selama libur Lebaran,” pungkasnya.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Mulai 18 Maret, Pengurusan SIM di Paser Ditutup

0
Layanan pengurusan SIM di kantor Satpas Polres Paser. (Nash/Media Kaltim)

PASER – Polres Paser menghentikan sementara layanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta pengurusan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Kasat Lantas Polres Paser AKP Wenny Wahyuningsih menjelaskan, penutupan layanan berlaku selama tujuh hari, mulai 18 hingga 24 Maret 2026.

“Seluruh layanan terkait SIM dan BPKB, baik di kantor utama maupun layanan pendukung, akan dihentikan sementara. Dibuka kembali setelah masa libur panjang berakhir pada 25 Maret,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini juga mencakup layanan SIM keliling yang biasanya beroperasi di sejumlah kecamatan.

Penyesuaian layanan tersebut mengacu pada Surat Telegram Korps Lalu Lintas Polri Nomor ST/379/III/YAN.1.1/2026 terkait pengaturan pelayanan selama libur hari besar keagamaan.

Meski layanan dihentikan sementara, masyarakat yang masa berlaku SIM-nya habis pada periode 18 hingga 24 Maret tetap diberikan kemudahan.

Pemohon dapat melakukan perpanjangan pada 25 hingga 31 Maret 2026 tanpa harus membuat SIM baru.

“Untuk SIM yang masa berlakunya habis per tanggal 18-24 Maret, dapat diperpanjang pada 25-31 Maret. Jika tidak melakukan perpanjangan sampai tenggat waktu tersebut, maka berlaku mekanisme normal yaitu pembuatan SIM baru,” jelasnya.

Polres Paser mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jadwal layanan ini agar tidak terlambat melakukan perpanjangan.

Penulis: Nash
Editor: Agus S

Rumah Kosong Jadi Fokus Pengamanan Polisi di Kukar

0
Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polres Kutai Kartanegara mulai memetakan rumah-rumah kosong sebagai langkah antisipasi potensi tindak kriminalitas selama musim mudik.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menegaskan, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi preventif dengan melibatkan peran aktif masyarakat dalam sistem pengamanan.

“Untuk terkait dengan rumah kosong, ini juga menjadi imbauan kami kepada para Kapolsek dan juga Bhabinkamtibmas ke depannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama tanpa pengawasan memiliki tingkat kerawanan tinggi, sehingga perlu didata untuk menentukan pola patroli yang lebih efektif.

Pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam memetakan wilayah rawan dan menentukan titik patroli prioritas bagi personel di lapangan.

Selain itu, peran Bhabinkamtibmas diperkuat sebagai penghubung langsung antara kepolisian dan masyarakat. Mereka diminta aktif berkomunikasi dengan warga, termasuk menggali informasi terkait rencana mudik.

“Kami tetap mengimbau kepada masyarakat yang melakukan mudik atau liburan dan rumahnya kosong agar bisa menyampaikan informasi itu kepada Bhabinkamtibmas ataupun Polsek terdekat,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci dalam menciptakan keamanan yang kondusif selama periode Lebaran.

Polres Kukar juga mengingatkan warga untuk melakukan langkah pencegahan mandiri sebelum meninggalkan rumah, seperti memastikan pintu dan jendela terkunci serta menitipkan pengawasan kepada tetangga.

Dengan dukungan data dari masyarakat, kepolisian optimistis dapat meningkatkan efektivitas patroli dan menekan potensi kejahatan.

“Dengan adanya informasi dari masyarakat, kami bisa mengetahui rumah yang kosong dan menjadikannya perhatian dalam kegiatan patroli,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Jelang Idulfitri, Daging Sapi di Tenggarong Tembus Rp170 Ribu

0
Lapak daging sapi di Pasar Mangkurawang Tenggarong. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga daging sapi di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, mulai mengalami kenaikan akibat lonjakan permintaan masyarakat.

Kenaikan harga ini terjadi dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk hidangan Lebaran. Pasokan yang tidak sepenuhnya mampu mengimbangi permintaan membuat harga daging perlahan merangkak naik.

Salah satu pedagang, Nasirudin, mengatakan harga daging sapi lokal kualitas premium kini mencapai Rp170 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp165 ribu.

“Sekarang untuk kualitas terbaik sudah Rp170 ribu per kilo, sebelumnya masih Rp165 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, fluktuasi harga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok dari pengepul. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan meningkat, harga otomatis ikut terdorong naik.

Ia memperkirakan tren kenaikan ini masih akan berlanjut hingga mendekati puncak Lebaran, terutama pada H-1 saat kebutuhan masyarakat berada di titik tertinggi.

Sementara itu, daging sapi kualitas menengah saat ini dijual di kisaran Rp150 ribu per kilogram, menjadi alternatif bagi sebagian pembeli yang menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

Meski harga mengalami kenaikan, aktivitas jual beli di pasar tetap ramai. Daging sapi masih menjadi salah satu komoditas utama yang diburu masyarakat menjelang Idulfitri.

“Pembeli masih ada saja, tidak turun drastis. Hanya saja memang banyak yang mengeluh karena harganya terus naik,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Polisi Tetapkan Samarinda Ulu Wilayah Paling Rawan Kriminal

0
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar bersama jajaran menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polresta Samarinda menetapkan Kecamatan Samarinda Ulu sebagai wilayah dengan tingkat kriminalitas tertinggi berdasarkan hasil Operasi Pekat Mahakam 2026.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan, pemetaan ini menjadi dasar dalam menentukan prioritas pengamanan di seluruh wilayah kota.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat konferensi pers di Mako Polresta Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

“Samarinda Ulu dengan 9 kasus, lalu Sungai Kunjang sebanyak 7 kasus, dan Samarinda Utara 7 kasus,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mako Polresta Samarinda.

Ia menegaskan, ketiga wilayah tersebut akan menjadi fokus utama peningkatan patroli dan langkah pencegahan.

“Kami sudah mengantongi pola sebaran kejahatan di tiap kecamatan. Wilayah Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, dan Samarinda Utara memerlukan perhatian ekstra,” ujarnya.

Selain itu, beberapa kecamatan lain juga masuk dalam pemetaan, di antaranya Samarinda Seberang, Samarinda Ilir, Sungai Pinang, Samarinda Kota, dan Loa Janan Ilir yang masing-masing mencatatkan 4 kasus. Kecamatan Sambutan mencatat 3 kasus, sementara Palaran menjadi wilayah paling kondusif dengan 2 kasus.

Merespons kondisi tersebut, Polresta Samarinda akan melakukan penebalan personel di titik-titik rawan, dengan pendekatan tidak hanya represif tetapi juga preventif dan preemtif.

“Fokus kami tidak hanya penindakan, tetapi juga pencegahan dini melalui patroli dan pembinaan masyarakat,” tegasnya.

Meski ada wilayah prioritas, Hendri memastikan pengamanan tetap dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan.

Polresta Samarinda berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif agar aktivitas masyarakat, baik ibadah maupun ekonomi selama Ramadan hingga Idulfitri, berjalan aman dan lancar.

“Kami ingin masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan tenang. Polisi akan terus hadir di lapangan untuk menekan potensi kejahatan,” pungkasnya.

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Wahana Rainbow Slide Ramaikan TAS Tenggarong

0
Rainbow Slide di tengah tangga Arung Square, Tenggarong. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Rainbow Slide di kawasan Tangga Arung Square (TAS) langsung menjadi magnet baru bagi pengunjung menjelang Lebaran. Baru empat hari beroperasi, wahana ini sudah dipadati antrean warga yang ingin merasakan sensasi meluncur di tengah kawasan pasar.

Di tengah ramainya aktivitas belanja Ramadan, kehadiran lintasan warna-warni ini menghadirkan suasana berbeda. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun tampak antusias mencoba wahana tersebut.

Irwan, pengelola Rainbow Slide TAS, mengatakan ide menghadirkan wahana ini berawal dari inspirasi sederhana yang ia temukan dari internet.

“Di Tenggarong belum ada wahana seperti ini, jadi kami mencoba menghadirkannya,” ujarnya.

Ia mengakui, wahana yang ada saat ini masih dalam tahap uji coba. Ketinggian lintasan belum dibuat maksimal karena pihak pengelola masih melakukan evaluasi terkait aspek keamanan.

“Masih uji coba, kami juga masih melihat potensi risiko. Ke depan mungkin akan ditambah perlengkapan seperti helm untuk keamanan,” jelasnya.

Meski masih dalam tahap awal, antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi. Hal ini membuka peluang untuk pengembangan wahana yang lebih besar dan menarik.

Irwan menyebut pihak pengelola pasar juga mendorong agar wahana tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih megah ke depannya.

“Kalau minat bagus, kami akan kembangkan lagi, dibuat lebih tinggi dan lebih bagus,” katanya.

Untuk menikmati wahana ini, pengunjung cukup menyewa ban sebagai alat peluncur dengan tarif Rp20 ribu untuk satu ban dan Rp30 ribu untuk dua ban.

Satu ban bahkan dapat digunakan lebih dari satu orang, terutama untuk anak-anak.

“Hitungannya per ban. Satu ban Rp20 ribu, dua ban Rp30 ribu. Bisa dipakai dua orang, bahkan anak kecil bisa sampai tiga orang,” tuturnya.

Meski demikian, pengelola tetap mengingatkan pentingnya pendampingan, khususnya bagi anak-anak, demi menjaga keselamatan saat bermain.

“Kalau anak kecil sebaiknya ditemani orang tua atau kakaknya supaya lebih aman,” tambahnya.

Lebih dari sekadar wahana hiburan, kehadiran Rainbow Slide juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan TAS.

“Harapan kami pasar ini semakin ramai, sehingga UMKM di sekitar sini juga ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S