Beranda blog Halaman 61

Frederick Edwin Tegaskan Pajak Jadi Modal Penting Pembangunan Daerah

0
Bupati Frederick Edwin menerima kunjungan Kepala KPP Pratama Tenggarong di ruang kerja Bupati Kutai Barat. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Bupati Frederick Edwin secara resmi menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi Kepala KPP Pratama Tenggarong beserta jajaran di ruang kerja Bupati Kutai Barat, Kamis (21/5/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala KP2KP Sendawar, Nur Hakim, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kutai Barat, Novelistina, serta Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan dan Sistem Informasi Pendapatan Daerah, Heni Ekawati.

Silaturahmi itu menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dengan instansi vertikal perpajakan dalam upaya optimalisasi penerimaan pajak daerah maupun pusat.

Kepala KPP Pratama Tenggarong, Awan Lovely mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kerja sama yang lebih erat bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

“Sebagai pejabat baru tentu saya ingin mengawali sinergi ini dengan sebaik-baiknya bersama pimpinan daerah,” ujarnya.

Menurut Awan, Kabupaten Kutai Barat memiliki potensi penerimaan pajak yang cukup besar. Namun, masih terdapat sejumlah potensi yang dinilai belum tergali secara optimal.

Karena itu, integrasi dan pertukaran data antara pemerintah pusat dan daerah dianggap menjadi langkah penting dalam meningkatkan optimalisasi penerimaan pajak.

“Karena itu, integrasi dan pertukaran data antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan optimalisasi penerimaan pajak,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala KPP Pratama Tenggarong beserta jajarannya. Menurutnya, koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan instansi perpajakan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

“Terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi dari Kepala KPP beserta jajaran. Sinergi dan komunikasi yang baik ini sangat penting guna mendukung optimalisasi penerimaan pajak, yang pada akhirnya menjadi modal utama bagi pembangunan daerah,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen mendukung peningkatan kepatuhan pajak melalui penguatan koordinasi, pertukaran data, hingga peningkatan kapasitas aparatur pengelola pajak daerah.

“Melalui penguatan sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap potensi pendapatan daerah dapat digali lebih maksimal guna mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga menyepakati sejumlah poin kerja sama konkret, di antaranya pertukaran data perpajakan secara berkala dan terintegrasi, pengawasan bersama terhadap kepatuhan wajib pajak, kolaborasi sosialisasi peraturan perpajakan kepada masyarakat dan pelaku usaha, serta dukungan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur pengelola pajak daerah. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pengamat Sebut Sentimen Global dan Domestik Tekan Rupiah

0
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Mata uang Garuda turun sekitar 50 poin atau 0,28 persen hingga berada di posisi Rp17.717 per dolar AS.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik yang masih membebani sentimen pasar.

Dari sisi dalam negeri, pasar disebut menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto saat penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di DPR RI beberapa waktu lalu.

Menurut Ibrahim, perhatian investor internasional mengarah pada rencana pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang disebut akan mengatur ekspor sejumlah komoditas strategis seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy melalui mekanisme terpusat.

Kebijakan tersebut dinilai memunculkan kekhawatiran terkait potensi penurunan volume ekspor serta risiko terhadap penerimaan negara dan defisit fiskal.

“Nah secara internal pidato Presiden kemarin di DPR ini pun juga direview oleh pemeringkat internasional, salah satunya S&P Global yang kemungkinan besar akan menurunkan peringkat rating Indonesia,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Ia juga menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,8 hingga 6 persen masih cukup berat dicapai di tengah ketidakpastian ekonomi global yang diperkirakan berlanjut hingga 2027.

“Nah di sisi lain dalam pidato presiden juga disampaikan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen sampai 6 persen. Ini mengindikasikan optimisme yang terlalu tinggi di tengah kondisi global yang tidak baik-baik saja dan kemungkinan masih berlanjut sampai 2027,” katanya.

Meski ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat tumbuh positif, Ibrahim menilai berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia belum mampu mengangkat nilai tukar rupiah secara signifikan.

“Segala cara dilakukan oleh Bank Indonesia sudah dilakukan. Tujuh jurus juga sudah dilakukan. Pemerintah melalui Menteri Keuangan juga sudah melakukan operasi pasar dengan menjual surat utang negara Rp2 triliun sampai Rp4 triliun, tetapi ini masih belum bisa membuat rupiah menguat,” ucapnya.

Sementara dari faktor eksternal, pasar global masih dibayangi ketidakpastian perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan. Investor dinilai belum melihat adanya peluang kesepakatan konkret terkait isu nuklir dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Investor meragukan prospek terobosan dalam perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang diprakarsai Pakistan. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang tercapai dengan Amerika Serikat,” tutur Ibrahim.

Ketegangan tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi itu berpotensi membuat bank sentral Amerika Serikat, The Fed, mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Hendri Susilo Pastikan Tim Tetap Kondusif Jelang Laga

0
Pemain Malut United menjalani official training di Stadion Segiri Samarinda jelang laga menghadapi Borneo FC Samarinda. Foto: Dimas/MKN

SAMARINDA — Malut United dipastikan tampil dengan kekuatan minimalis saat menantang tuan rumah Borneo FC Samarinda. Tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut hanya memboyong 16 pemain ke Samarinda akibat badai cedera dan akumulasi kartu yang menimpa sejumlah pilar penting mereka.

Meski datang dengan skuad pincang, pelatih Malut United, Hendri Susilo menegaskan anak asuhnya tetap dalam kondisi kondusif dan siap memberikan perlawanan sengit. Timnya baru saja menyelesaikan sesi official training usai menempuh perjalanan panjang menuju Samarinda.

“Hari ini kita melaksanakan OT. Artinya kami telah sampai di Samarinda dengan selamat, alhamdulillah. Untuk menghadapi Borneo besok, secara keseluruhan Malut United sudah sangat siap. Insyaallah pemain-pemain kami semua dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Hendri Susilo kepada awak media.

Hendri menjelaskan keterbatasan jumlah pemain yang dibawa kali ini tidak lepas dari absennya enam pemain penting akibat cedera maupun akumulasi kartu. Sejumlah nama inti dipastikan tidak dapat tampil memperkuat tim.

“Kami datang hanya dengan 16 pemain karena ada beberapa yang mendapat akumulasi kartu dan beberapa yang cedera. Total ada enam pemain yang tidak bisa dibawa,” jelasnya.

Menanggapi posisi tim di klasemen musim ini, Hendri secara realistis mengakui target awal manajemen kemungkinan belum sepenuhnya tercapai. Namun, ia tetap bersyukur Malut United masih mampu bersaing di papan atas kompetisi.

“Kalau untuk target, mungkin kita tidak tercapai ya. Tidak tercapai. Tapi tetap masuk dalam kriteria, artinya kita tidak keluar dari papan atas,” tambahnya.

Meski kehilangan sejumlah pemain inti, Hendri menegaskan timnya tetap datang dengan target membawa pulang poin dari markas Pesut Etam.

“Pemain semua dalam keadaan kondusif dan sehat. Kami datang ke sini untuk berusaha mencuri poin di kandang Borneo FC. Saya pikir itu,” tegasnya.

Senada dengan sang pelatih, penyerang asing Malut United, David da Silva menyebut perjalanan panjang menuju Samarinda tidak mengurangi motivasi tim untuk tampil maksimal.

“Selamat sore semuanya. Kami sudah bersiap untuk pertandingan ini. Kami menempuh perjalanan yang panjang, tapi saya pikir tim ini sangat siap untuk bermain besok. Kami akan memberikan kemampuan terbaik kami, sesuai dengan instruksi dari jajaran pelatih. Saya harap semua orang bisa menikmati pertandingan besok,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Polisi Tangkap 173 Pelaku Kejahatan Jalanan di Jakarta

0
Jajaran Polda Metro Jaya saat menggelar konferensi pers pengungkapan ratusan kasus kejahatan jalanan selama Mei 2026. Foto: Istimewa

JAKARTA — Polda Metro Jaya mengungkap ratusan kasus kejahatan jalanan selama Mei 2026 melalui operasi Satgas Pemburu Begal. Sebanyak 173 orang ditangkap terkait kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, hingga pencurian dengan pemberatan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin mengatakan pihaknya menerima total 1.283 laporan tindak kejahatan jalanan sepanjang Mei 2026.

Dari jumlah tersebut, polisi mencatat 651 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 396 kasus pencurian biasa, 209 kasus pencurian kendaraan bermotor, serta 27 kasus pencurian dengan kekerasan.

“Dari total laporan tersebut, kami telah berhasil mengungkap sejumlah 870 TKP yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 38 tersangka ditangkap langsung oleh tim Pemburu Begal Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sedangkan 135 tersangka lainnya diamankan jajaran Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Menurut Iman, masih terdapat 413 perkara lain yang saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan oleh kepolisian.

Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita ratusan barang bukti, mulai dari telepon genggam, sepeda motor, kendaraan roda empat, laptop, hingga senjata api dan senjata tajam yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.

“Delapan pucuk senjata api beserta amunisinya diamankan. Selain itu ada 45 bilah senjata tajam serta berbagai alat seperti kunci letter T yang digunakan pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada polisi terkait aksi kriminalitas jalanan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi. Peran masyarakat sangat membantu kepolisian dalam penanganan dan pengungkapan perkara,” kata Budi.

Ia menegaskan pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat dan menekan angka kriminalitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan atau menjadi korban tindak kejahatan melalui kantor polisi terdekat maupun layanan darurat 110. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Kelistrikan Long Hubung Kembali Normal Pascabanjir

0
Salah satu petugas PLN saat memastikan kelistrikan kembali menyala di rumah pelanggan pascabanjir di Kecamatan Long Hubung. Foto: PLN ULP Melak

UJOH BILANG — PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan di wilayah Kecamatan Long Hubung dan sekitarnya, Kabupaten Mahakam Ulu, secara bertahap pascabanjir yang terjadi pada Selasa (19/5/2026) lalu.

Setelah melalui proses pengamanan sistem dan pemeriksaan teknis menyeluruh, kelistrikan berhasil dipulihkan 100 persen pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo menjelaskan penghentian sementara aliran listrik sebelumnya dilakukan sebagai langkah preventif guna menjaga keselamatan masyarakat di wilayah terdampak genangan air.

Langkah tersebut, kata dia, telah dikoordinasikan bersama stakeholder terkait di lapangan.

“Sejak awal kejadian, petugas PLN terus bersiaga dan melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan aman sebelum dilakukan penormalan. Alhamdulillah, setelah kondisi dinyatakan aman dan melalui pemeriksaan teknis secara menyeluruh, sistem kelistrikan berhasil kami normalkan kembali secara bertahap hingga seluruh pelanggan kembali menyala,” ujar Agung melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (22/5/2026).

Ia menambahkan proses pemulihan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, baik bagi masyarakat maupun petugas PLN di lapangan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan. Keselamatan menjadi prioritas utama kami dalam setiap proses penanganan gangguan kelistrikan,” tambahnya.

Agung juga mengapresiasi kolaborasi serta dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat sehingga proses pengamanan hingga pemulihan sistem kelistrikan dapat berjalan lancar.

Dengan normalnya kembali pasokan listrik, aktivitas masyarakat di Kecamatan Long Hubung dan sekitarnya kini mulai kembali berjalan seperti biasa pascabanjir yang sempat melanda kawasan tersebut. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Polsek Long Ikis Amankan Lima Pelaku Curat dan Curanmor

0
Tersangka RMH, AF, H dan RH usai diamankan jajaran Polsek Long Ikis terkait kasus pencurian di sejumlah lokasi berbeda. Foto: Istimewa

PASER — Jajaran Polsek Long Ikis berhasil membongkar sindikat spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini beraksi di wilayah Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. Sebanyak lima pelaku berhasil diamankan terkait empat kasus pencurian berbeda yang terjadi di sejumlah lokasi.

Kapolsek Long Ikis, Slamet Hafidin mengatakan terungkapnya sindikat pelaku pencurian di wilayahnya diperoleh dari hasil interogasi terhadap dua tersangka yakni RMH (26) dan AF (22) yang ditangkap atas kasus pencurian di Toko Amanah Desa Pait.

“Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui aksi pencurian yang dilakukan di tempat lainnya dan mengungkap adanya keterlibatan pelaku lain dalam aksi pencurian tersebut,” katanya, Rabu (21/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan, aksi pencurian diketahui juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, seperti pencurian rumah di Desa Pait, pencurian kendaraan bermotor di Desa Pait, hingga pencurian di gedung sarang burung walet yang dilakukan bersama tiga tersangka lainnya yakni SA (44), H (48), dan RH (25).

Polisi menyebut H diketahui merupakan orang tua AF, sedangkan RH adalah saudara kandung AF.

Dari keterangan para tersangka, gedung sarang burung walet tersebut dibobol pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 03.00 Wita menggunakan obeng yang dibawa para pelaku. Setelah berhasil masuk, SA disebut memanen sarang walet menggunakan parang yang dibawa dari rumahnya.

“Atas kejadian tersebut, barang bukti berupa satu buah linggis berukuran sedang, satu buah aki merek Yuasa, dan satu set gagang pintu yang terkait dengan peristiwa tersebut dibawa ke Polsek Long Ikis,” ujarnya.

Karena terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, para tersangka dijerat Pasal 477 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

“Empat tersangka yakni RMH, AF, H dan RH kini telah diamankan di Polsek Long Ikis. Sementara tersangka SA berada di Polres Paser karena ada TKP lain,” jelasnya. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Komunitas Ojol Samarinda Tanggung Iuran BPJS Ratusan Driver

0
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Zeki Patrianto saat melakukan sosialisasi di Cafe Busam, Samarinda. Foto: Dimas/MKN

SAMARINDA — Guna memberikan rasa aman saat mengaspal di jalan raya, perkumpulan Bubuhan Driver Gojek Samarinda berkomitmen menjamin keselamatan ratusan anggotanya. Organisasi ini meluncurkan program jaminan sosial dengan menanggung penuh iuran BPJS Ketenagakerjaan para driver secara kolektif setiap bulannya.

Langkah nyata ini diawali lewat agenda sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan Samarinda yang digelar di Cafe Busam, Samarinda, Kamis (21/5/2026) sore.

Ketua Umum Bubuhan Driver Gojek Samarinda, Ivan Jaya, mengungkapkan bahwa pada tahap pertama ini tercatat ada 100 driver ojek online (ojol) yang iurannya langsung ditanggung 100 persen oleh pihak perkumpulan.

Ivan membeberkan program jaminan sosial ini lahir dari evaluasi mendalam selama satu dekade terakhir mendampingi para driver ojol di Samarinda. Selama kurun waktu tersebut, tidak sedikit rekan sejawat yang mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia tanpa adanya proteksi.

“Kita punya pengalaman yang cukup pahit selama 10 tahun mengurusi teman-teman driver. Banyak rekan-rekan yang kecelakaan bahkan meninggal dunia, tapi mereka tidak memiliki jaminan keselamatan kerja sama sekali,” ungkap Ivan.

Dampaknya, kata Ivan, ketika ada driver yang harus dirawat di rumah sakit, mereka kesulitan biaya operasi yang mencapai puluhan juta rupiah. Begitu pula saat ada yang meninggal dunia, pihak keluarga tidak mendapatkan kompensasi apa pun untuk melanjutkan hidup.

“Kondisi itu yang membuat kami berkomitmen. Jangan sampai kita kerja di jalan yang penuh risiko, malah tidak punya asuransi apa pun. Ini bahaya untuk diri kita dan keluarga di rumah,” tegasnya.

Ivan menerangkan kuota perlindungan ini akan terus diperbarui dan ditambah setiap bulan demi menyasar seluruh anggota perkumpulan. Namun demikian, pihak organisasi terlebih dahulu melakukan pendataan agar program tepat sasaran.

“Kita data dulu agar tidak mubazir. Jangan sampai yang bersangkutan ternyata sudah dicover oleh perusahaan aplikasi atau sudah membayar secara mandiri,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pendanaan program tersebut murni berasal dari internal perkumpulan tanpa melibatkan pihak aplikator.

“Ini tidak ada sedikit pun dari aplikator. Pendanaan ini murni gerakan 100 persen dari perkumpulan, di mana dana kami kumpulkan secara kolektif dari iuran korwil-korwil, ditambah sedikit sumbangsih dari para donatur,” tambah Ivan.

Langkah mandiri yang diinisiasi komunitas ojol itu mendapat apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan Samarinda. Sektor pekerja informal atau Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) memang menjadi fokus utama perlindungan sosial karena tingkat kerentanannya cukup tinggi.

Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Zeki Patrianto, menjelaskan para pengemudi ojol saat ini mendapat kemudahan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025.

Melalui aturan tersebut, pemerintah memberikan stimulus berupa pemotongan iuran hingga 50 persen bagi pekerja mandiri di sektor transportasi.

“Melalui PP 50 Tahun 2025, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian didiskon pemerintah sebesar 50 persen. Jadi, yang seharusnya membayar Rp16.800 sekarang hanya perlu membayar Rp8.400 saja per bulan,” urainya.

Menurut Zeki, nominal tersebut sangat terjangkau jika dibandingkan manfaat perlindungan yang diterima peserta.

“Jika terjadi risiko terburuk seperti meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, ahli waris otomatis akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp42 juta yang bisa digunakan untuk modal melanjutkan hidup atau biaya pendidikan anak,” paparnya.

Zeki berharap skema kemandirian yang ditunjukkan Bubuhan Driver Gojek Samarinda ini dapat menjadi contoh bagi pekerja informal lainnya di Samarinda, mulai dari buruh tani, nelayan, hingga pedagang keliling untuk memiliki perlindungan kerja yang memadai. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Refleksi Reformasi di Samarinda Singgung Pembatasan Ruang Demokrasi

0
Peringatan 28 tahun Reformasi digelar di depan Gerbang Universitas Mulawarman, Samarinda. Foto: K. Irul Umam/MKN

SAMARINDA — Momentum 28 tahun Reformasi 1998 diperingati dengan nada kritis oleh mahasiswa, komunitas sipil hingga akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Kamis (21/5/2026).

Mengusung tajuk “Reformasi Tak Pernah Ada” dan “Indonesia Baru Tanpa Orba”, sejumlah elemen seperti BEM FH Unmul, Aksi Kamisan Kaltim, Kelompok Belajar Anak Muda, Sambaliung Corner hingga komunitas lainnya menggelar refleksi di depan Gerbang Universitas Mulawarman, Jalan M. Yamin, Samarinda.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Departemen Kastrad FH Unmul, Fauzan Yuzzaki menegaskan agenda refleksi reformasi digelar untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap perjuangan rakyat Indonesia menggulingkan rezim Orde Baru.

“Kami ingin mengenang kembali bagaimana dulu perlawanan-perlawanan rakyat Indonesia untuk menumbangkan orde baru tersebut. Jadi kami ingin merawat ingatan kolektif,” ujarnya.

Menurut Fauzan, situasi demokrasi saat ini menunjukkan berbagai kemiripan dengan praktik pembatasan kebebasan di era Orde Baru. Ia menyebut sebagian kelompok masyarakat menilai rezim hari ini hanya merupakan wajah baru Orde Baru atau yang disebut “Neo-Orba”.

“Kami dari kawan-kawan Kamisan, KBAM dan lainnya berpendapat bahwa hari ini orde baru itu tidak pernah mati, tapi hanya berubah menjadi neo orba,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah pembubaran kegiatan diskusi dan pemutaran film sebagai bentuk pembatasan ruang kebebasan berekspresi.

“Seperti yang kita tahu akhir-akhir ini ada pemutaran film dibubarkan, ada bedah buku juga dibubarkan. Jadi hari ini dengan adanya rezim sekarang itu mengingatkan kembali bahwa orde baru tidak pernah mati, hanya dalam bentuk bungkusan terbaru,” tegasnya.

Fauzan pun mengajak masyarakat untuk tidak diam melihat berbagai bentuk pembatasan hak sipil yang dinilai semakin menguat.

“Pesan kami adalah teruslah melawan, jangan pernah diam karena hak-hak kita sedang dibatasi dan sedang diambil,” ujarnya.

Sorotan serupa juga datang dari Pusat Studi Konstitusi (PUSDIKSI) Fakultas Hukum Unmul. Dalam Webinar Nasional bertajuk “Refleksi 28 Tahun Reformasi Ketatanegaraan Indonesia”, Ketua PUSDIKSI FH Unmul, Harry Setya Nugraha menilai demokrasi Indonesia mengalami kemunduran serius.

Menurut Harry, demokrasi saat ini bergerak semakin prosedural dan elitis akibat dominasi oligarki politik dan ekonomi dalam proses pengambilan keputusan publik.

“Demokrasi kita semakin bergerak ke arah prosedural dan elitis akibat dominasi oligarki politik dan ekonomi dalam proses pengambilan keputusan publik,” ujarnya.

Ia menyoroti melemahnya mekanisme checks and balances antar lembaga negara hingga kecenderungan menjadikan konstitusi sebagai alat legitimasi kekuasaan politik.

Tak hanya di tingkat nasional, Harry juga mengkritik arah tata kelola pemerintahan di daerah, khususnya Kalimantan Timur. Menurutnya, semangat desentralisasi yang menjadi ruh Reformasi kini justru mengalami resentralisasi.

Berbagai kewenangan strategis seperti investasi, perizinan hingga pengelolaan sumber daya alam disebut semakin banyak ditarik kembali ke pemerintah pusat.

Akibatnya, daerah dinilai semakin terbatas menjalankan otonomi secara efektif dan sangat bergantung pada kebijakan fiskal pemerintah pusat.

PUSDIKSI juga menyoroti ketidakadilan fiskal yang dialami Kalimantan Timur. Meski menjadi salah satu daerah penyumbang besar penerimaan negara melalui sektor ekstraktif, Kaltim dinilai belum memperoleh ruang fiskal yang memadai untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publiknya sendiri.

Selain itu, persoalan eksploitasi sumber daya alam yang lebih berpihak pada kepentingan investasi ketimbang perlindungan lingkungan turut menjadi perhatian. Dampaknya terlihat dari kerusakan lingkungan, konflik lahan hingga banyaknya lubang tambang yang belum direklamasi.

“Masyarakat lokal justru menjadi pihak yang paling dirugikan tanpa memperoleh manfaat yang sebanding,” tegas Harry.

PUSDIKSI FH Unmul juga menyampaikan sembilan sikap akademik ketatanegaraan, di antaranya mendesak pemerintah kembali menempatkan konstitusi sebagai pedoman etik dan hukum tertinggi, menolak politisasi hukum, memperkuat pengawasan antar lembaga negara, hingga mendorong reformasi tata kelola SDA yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah pusat membangun kebijakan Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang lebih adil bagi daerah penghasil seperti Kalimantan Timur serta menyerukan perlawanan terhadap praktik politik dinasti yang dinilai melemahkan kualitas demokrasi daerah.

“PUSDIKSI FH Unmul menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi melalui kajian akademik, advokasi, dan pendidikan publik demi menjaga arah reformasi tetap berada di koridor negara hukum yang demokratis dan berkeadilan,” tutup Harry. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Rakornas Pariwisata Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Kembangkan Destinasi

0
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat pembukaan bimbingan teknis keamanan pangan bagi pengelola SPPG yang digelar Kemenperin, Kamis (21/5/2026). Foto: Dok. Antara MediaKaltim: Kemenperin Bekali Pengelola SPPG soal Keamanan Pangan untuk Program Gizi RadarBontang: Pengelola SPPG Diajari Sistem Keamanan Pangan Berbasis HACCP RadarBalikpapan: Agus Gumiwang Tekankan Pentingnya Standar Mutu Produk Pangan RadarPaser: Kemenperin Dorong Penyediaan Makanan Aman dan Higienis untuk Masyarakat RadarIbukota: BSPJI Pontianak Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Pengelola SPPG RadarSamarinda: Emmy Suryandari: Jaminan Mutu Pangan Harus Terus Diperkuat Koranusantara: Sistem HACCP Jadi Fokus Pembekalan Pengelola Pemenuhan Gizi RadarKukar: Penguatan Standar Keamanan Pangan Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Publik RadarKutim: Pelatihan SPPG Bahas Pengendalian Titik Kritis Keamanan Pangan RadarBerau: Kemenperin Dorong Layanan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar Kesehatan RadarKubarMahulu: Pengelola Pemenuhan Gizi Dibekali Identifikasi Bahaya Pangan MediaKaltimTara: Kemenperin Perkuat Sistem Jaminan Mutu Produk Pangan Nasional Eventnusantara: Bimtek Keamanan Pangan Kemenperin Bahas Standar HACCP untuk SPPG JAKARTA — Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pontianak memberikan pembekalan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait penerapan sistem keamanan pangan berbasis Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Pelatihan tersebut dilakukan untuk mendukung penyediaan makanan yang aman, higienis, dan berkualitas dalam layanan pemenuhan gizi masyarakat. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penerapan standar mutu dan keamanan pangan menjadi aspek penting dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. “Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar serta memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Agus, Kamis (21/5/2026). Dalam bimbingan teknis tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai identifikasi potensi bahaya pangan, pengendalian titik kritis, hingga penerapan prosedur keamanan pangan secara konsisten dalam proses penyediaan makanan. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menegaskan penguatan sistem keamanan pangan menjadi langkah penting untuk menjamin kualitas produk sekaligus perlindungan bagi konsumen. “Penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu perlu terus diperkuat agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelas Emmy. Melalui pelatihan tersebut, Kemenperin berharap pengelola layanan pemenuhan gizi dapat menerapkan standar keamanan pangan secara optimal sehingga kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga dan sesuai standar kesehatan. (MK) Pewarta: Fajri Editor: Agus S

JAKARTA — Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 dengan fokus pembahasan pengembangan pariwisata daerah, inovasi destinasi, hingga penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Kamis (21/5/2026), menghadirkan sejumlah kepala dinas pariwisata dari berbagai daerah serta perwakilan kementerian dan lembaga.

Kepala Bidang Data Informasi dan Pengembangan Destinasi Disparekraf DKI Jakarta, Bima Agung, mengatakan Jakarta tengah mendorong transformasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif guna memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata nasional dan internasional.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan sinergi baik dengan kementerian maupun secara internal dalam pengembangan destinasi dan penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan di Jakarta,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengembangan pariwisata Jakarta diarahkan pada wisata urban, heritage, kawasan pesisir dan kepulauan, penguatan industri MICE, hingga pembangunan creative hub untuk mendukung ekosistem ekonomi kreatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya, menyebut sektor pariwisata masih menjadi penopang utama ekonomi Bali dengan kontribusi mencapai 66 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025.

Namun demikian, Bali juga menghadapi sejumlah tantangan seperti alih fungsi lahan, peningkatan sampah, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan pembangunan pariwisata antardaerah.

“Jika dikaitkan dengan kebijakan pemerintah pusat, maka ini sudah sesuai dengan pembangunan pariwisata regeneratif,” katanya.

Di Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan jumlah desa wisata meningkat menjadi 734 desa pada 2025.

Menurut Evy, pengembangan desa wisata dan revitalisasi budaya lokal akan menjadi fokus utama penguatan sektor wisata berbasis budaya di Jawa Timur.

“Pelestarian kesenian tradisi akan menjadi fondasi atraksi reguler yang menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Jawa Timur di panggung pariwisata nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur, Doris Alexander Rihi, mengatakan NTT akan diarahkan menjadi destinasi wisata bernilai tinggi dan berkelanjutan berbasis alam, budaya, serta masyarakat lokal.

“NTT perlu diposisikan sebagai Indonesia’s special tourism frontier,” katanya.

Dalam sesi terpisah, Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Bappenas, Wahyu Wijayanto, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan destinasi prioritas nasional.

“Kolaborasi lintas sektor kementerian/lembaga juga harus diperkuat kembali, khususnya dalam pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif,” ujarnya.

Rakornas Pariwisata 2026 juga membahas penguatan digitalisasi sektor wisata, pembiayaan kreatif, pengembangan UMKM pariwisata, hingga kesiapsiagaan keselamatan destinasi wisata melalui kolaborasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan BASARNAS. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Otorita IKN Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

0
Semangat HUT ke-76 IGTKI-PGRI di IKN menguatkan peran pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan. Foto: Dok. Otorita

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara menegaskan pentingnya peran pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi masa depan dalam peringatan HUT ke-76 IGTKI-PGRI yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (21/5/2026).

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, memberikan apresiasi kepada seluruh guru taman kanak-kanak yang selama ini mengabdikan diri mendidik anak-anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran sangat penting karena menjadi tahap awal pembentukan karakter, perilaku, serta nilai-nilai dasar kehidupan seorang anak.

“Anak usia dini adalah fondasi dasar pembentukan karakter bangsa. Oleh sebab itu, pendidikan usia dini memiliki peranan yang sangat penting,” ujarnya.

Mantan Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara itu juga menilai guru TK memegang peran strategis dalam membentuk generasi yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan memiliki akhlak baik.

Karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik PAUD dan TK dinilai perlu terus didorong melalui penguatan kompetensi akademik maupun dukungan pendidikan lanjutan.

“Kami berharap seluruh guru TK terus meningkatkan kompetensi, disiplin, dan profesionalisme dalam mendidik generasi penerus bangsa. Mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi membangun pendidikan anak usia dini yang sehat, aman, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan anak,” terangnya.

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara, Maya Murtiasih, menyampaikan selama 76 tahun IGTKI-PGRI telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia, khususnya dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Menurut Maya, pendidikan taman kanak-kanak bukan sekadar tahap awal pendidikan formal, tetapi menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter, moral, kemandirian, hingga kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

“Pendidikan TK bukan sekadar tahap awal, tetapi merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pendidikan selanjutnya,” ujarnya.

Pada peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 tahun ini, organisasi mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun.”

Tema tersebut dinilai mencerminkan pentingnya penguatan peran guru TK sebagai bagian dari pembangunan pendidikan nasional.

Peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian, profesionalisme, dan kolaborasi seluruh pihak dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia di masa depan. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S