Beranda blog Halaman 638

Ragam Kategori Dalam Pengurusan Perijinan Usaha

0
Ragam Kategori Dalam Pengurusan Perijinan Usaha
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Setiap pendirian usaha akan terdapat kategori usaha berbasis resiko rendah hingga resiko tinggi. Verifikasi izin usahanya pun juga akan berbeda-beda kepengurusannya, tergantung pada kategori mana yang usaha tersebut berada.

Untuk usaha dengan tingkat resiko rendah pemilik usaha hanya butuh mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Kemudian untuk usaha beresiko menengah rendah membutuhkan NIB dan Sertifikat Standar (SS) yang hanya penyataan mandiri.

Sementara itu, usaha beresiko menengah tinggi selain memerlukan NIB dan SS, juga harus menggunakan pernyataan mandiri kemudian diverifikasi lembaga pemerintahan daerah.

Terakhir adalah usaha berisiko tinggi. Memerlukan NIB melalui verifikasi melalui kementerian atau lembaga, atau pemerintah daerah beserta SS jika diperlukan.

“Makin tinggi resiko usaha makin banyak verifikasi yang harus dilakukan,” jelas Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan. (adv/sya/al)

Pabrik Soda Ash Dibangun 2024, Asdar Harap Ada Efek Domino

0
Pabrik Soda Ash Dibangun 2024, Asdar Harap Ada Efek Domino
Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Bontang, Asdar Ibrahim menyatakan bahwa pabrik Soda Ash akan segera memulai pembangunan pada tahun 2024 mendatang.

Ia menjelaskan, adapun turunan dari pembangunan pabrik soda ash adalah pabrik kaca atau polysilicone, pabrik pembuatan mie, pabrik baking soda.

“Itu turunan kalau pabrik soda ash sudah jalan,” jelasnya

Pabrik Soda Ash nantinya akan memproduksi sekitar kapasitas 300 ribu ton dengan kebutuhan nasional 600 ribu ton. Walaupun belum memenuhi standar nasional, pabrik ini satu-satunya di Indonesia, yakni di Bontang.

Soda ash merupakan turunan dari senyawa natrium karbonat (Na2CO3) yang biasa digunakan sebagai bahan dasar berbagai bidang industri. Natrium karbonat merupakan komoditi yang digunakan sebagai bahan baku industri gelas kaca.

“Bisa digunakan dalam pembuatan mie dan industri makanan lainnya. Bahan ini berfungsi meningkatkan kekuatan adonan atau kekerasan bahan makanan,” jelasnya.

Oleh sebab itu besar harapan mereka terhadap pabrik soda ash tersebut, agar perindustrian di Kota Bontang semakin pesat dan menaikan ekonomi Kota Bontang. (sya/adv)

Korban Investasi Ayam potong Apderis Hingga Luar Pulau, Polisi Masih Telusuri Aset Pelaku

0
Korban Investasi Ayam potong Apderis Hingga Luar Pulau, Polisi Masih Telusuri Aset Pelaku
Ilustrasi investasi bodong. (ist)

BONTANG –  Korban investasi bodong ayam potong Apderis mencapai ratusan orang. Tak hanya warga Bontang, bahkan memakan korban hingga warga di luar Kota Bontang.

Pria berinisial RW adalah pemilik investasi Apderes, yang berdiri sejak 2020 lalu. Usaha tersebut berjalan kurang lebih 3 tahun. Dalam akun Instagramnya di 3 tahun terakhir, sangat aktif memposting transaksi tersebut kepada para investor.

Salah satu korban, yang tidak ingin disebut namanya menjelaskan awal mengenal investasi Apderis tersebut. Ia mengetahui dari teman sekolah, yang menawarkan dirinya untuk ikut bergabung.

“Awalnya teman saya yang mengajak, tetapi saya belum terlalu percaya sampai saya cek di akun instagramnya yang aktif, jadi saya memutuskan untuk ikut bergabung,” ucapnya saat diwawancarai, Minggu (26/11/2023) kemarin.

Korban awalnya mengikuti investasi Apderis di 2021 lalu, dan awal menginvestasikan sebesar Rp 10 juta. Beberapa lama kemudian dilihat investasi tersebut lancar, sehingga setiap bulannya korban tetap mengirim ke tersangka RW.

“Awalnya saya ikut untuk coba-coba Rp 10 juta, dilihat kok lancar saja, akhirnya di tahun berikutnya saya tambahkan investasi sebanyak Rp 100 juta,” paparnya.

Selang berjalannya mengikuti investasi Apderis, korban sebenarnya merasa curiga mulai 2022 lalu, lantaran sudah merasa ada yang janggal. Korban pun mendatangi rumah tersangka RW di lokasi yang berbeda-beda, karena tersangka RW sempat pindah dan juga tempat usahanya yang terdapat di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari.

“Saya merasa janggal sudah tahun lalu, tetapi saya coba untuk berpikiran positif saja. Karena saya sempat mendatangi tempat tinggal dan tempat usahanya, diliat masih aman seperti biasa dan tidak ada kendala,” ungkapnya.

Korban juga menjelaskan, salah satu kejanggalan tesebut dari akun instagram tersangka RW. RW posting membagikan sebagian investor yang sudah melakukan transaksi, dan rata-rata juga investor tersebut dari luar pulau.

“Postingannya rata-rata semuanya  investor dari luar pulau, tidak ada yang dari Bontang. Tapi saya coba tidak berburuk sangka. Tetapi jika hari besar seperti akhir tahun atau semacamnya, owner juga sering kali memancing kami untuk menahan profit tersebut, bahkan owner berani dengan iming-iming menambahkan cashback jika dengan nambah modal,” jelasnya.

Berjalan memasuki tahun 2023, di bulan Juni-Juli semakin kelihatan keganjilan yang dikhawatirkan, dimana sistem pelayanannya sekarang sangat berbeda, tidak sama seperti dulu.

“Disini sangat jelas keganjalannya, tahun sebelumnya jika sebelum pencairan keuntungan selalu diingatkan sehari sebelum pencairan, akan tetapi belakangan terakhir ini sering telat 2-3 hari, bahkan di Juni terlambat hingga dua minggu,” tegasnya.

Korban pun menambahkan penyesalannya yang pertama, yakni tidak diketahui dari investasi tersebut banyaknya investor, korban perkirakan investor hanya sekitar 30-50 orang saja, akan tetapi ternyata kurang lebih 900 orang.

Korban terhitung sudah mengikuti investasi Apderis berjalan selama kurang lebih 3 tahun, dan selama itu juga korban menghabiskan dana pribadinya sebesar Rp 350 juta.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya menyampaikan, saat ini tersangka RW telah berhasil ditangkap di Jakarta, pada Jumat (24/11/2023) kemarin. Polres Bontang dibantu dengan Polda Metro Jaya untuk menangkap tersangka RW di salah satu tempat persembunyiannya.

“Kami sudah amankan tersangka tersebut, dan untuk saat ini tersangka sedang dalam perjalanan ke Bontang,” paparnya saat diwawancarai.

Saat ini pun polisi masih melakukan penelusuran aset, dimana pihak yang berkaitan pun sedang dipantau dan akan dilakukan pemanggilan dalam waktu dekat.

“Untuk para korban semuanya, kami meminta untuk tetap tenang. Ini sudah ditahap proses hukum. Jadi kita akan telusuri keberadaan aset terlebih dahulu,” jelasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

900an Warga Jadi Korban Investasi Bodong Ayam Potong Apderis, Total Kerugian Capai Rp 50 Miliar

0
900an Warga Jadi Korban Investasi Bodong Ayam Potong Apderis, Total Kerugian Capai Rp 50 Miliar
RW, pemilik investasi bodong ayam potong Apderis kini mengenakan baju khas tahanan Polres Bontang berwarna oranye. Akun Instagram pelaku. (ist)

BONTANG – Maraknya kasus investasi bodong kembali mengguncang Kota Bontang, Kaltim. Diperkirakan kurang lebih 900 orang telah menjadi korban skema investasi bodong yang merugikan, dengan total kerugian mencapai Rp 50-60 miliar. Kejadian mulai diselidiki dan diungkap Polres Bontang sejak Oktober 2023.

Pelaku utama, yang dikenal sebagai RW, awalnya merupakan penduduk Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, sebelum pindah alamat ke Jalan Delima, Pisangan. Saat ini, RW tinggal di Saleba, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.

RW adalah pemilik dari skema investasi bernama Apderes, yang telah beroperasi sejak tahun 2020 dan berjalan selama sekitar 3 tahun. Selama tiga tahun terakhir, akun Instagramnya aktif dalam mempromosikan transaksi kepada para investor.

Salah satu korban yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa awalnya dia terlibat dalam investasi ini atas ajakan seorang teman.

Namun, ketertarikan semakin berkembang ketika dia menemukan akun Instagram milik RW yang sangat aktif dalam bertransaksi.

“Awalnya saya diajak teman untuk berinvestasi, tetapi rasa penasaran mendorong saya untuk mencari tahu lebih lanjut melalui akun Instagramnya. Ternyata, dia aktif bertransaksi, dan akhirnya saya memutuskan untuk bergabung,” ujarnya dalam wawancara telepon pada Minggu, 26 November 2023.

Korban tersebut bahkan mengunjungi tempat tinggal dan bisnis RW secara langsung untuk memastikan keberadaan investasi ayam potong tersebut.

“Saya bahkan pergi ke tiga alamat yang pernah dia tempati, mulai dari Berbas, Pisangan, hingga Saleba,” katanya.

Korban juga melaporkan bahwa ada banyak korban lainnya, tidak hanya di Bontang, tetapi juga di luar pulau. Dia sendiri mengalami kerugian sekitar Rp 350 juta.

“Tentu saja ada banyak korban lainnya. Saya mendengar bahwa kerugian yang ditanggung oleh beberapa orang mencapai 30-50 miliar rupiah. Saya sendiri telah kehilangan sekitar 350 juta rupiah,” tambahnya.

Seorang warga Samarinda, yang dikenal dengan inisial AB, juga mengungkapkan bahwa dia terlibat dalam investasi bodong ini setelah direkomendasikan oleh sepupunya.

“Saya datang dari Samarinda untuk mengikuti investasi ini sekitar bulan Agustus beberapa bulan lalu. Saya mencoba mengunjungi rumah tersangka, tetapi tidak ada respons, meskipun saya tahu mereka ada di dalam rumah dan menyadari kedatangan saya,” ungkapnya.

AB juga mengunjungi kedua rumah orang tua tersangka selain dari rumah tersangka itu sendiri.

“Jika mereka tidak dapat mengembalikan uang saya, itu tidak masalah bagi saya. Tetapi hukum alam akan berlaku, dan apa yang mereka lakukan akan mempengaruhi mereka. Ini adalah pelajaran bagi saya untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh investasi semacam ini di masa depan,” tambahnya.

PELAKU DITANGKAP DI JAKARTA

Sementara itu, Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya, mengeluarkan imbauan kepada para korban investasi bodong dengan modus ternak ayam untuk segera melapor ke Polres Bontang. Langkah ini penting untuk mengumpulkan data yang lebih akurat mengenai jumlah kerugian yang telah dialami oleh para korban.

Hingga saat ini, Kapolres Bontang telah menerima sekitar 20 laporan dari korban penipuan investasi bodong.

“Kami ingin menghimbau kepada semua yang merasa menjadi korban agar segera melapor kepada kami. Kami akan memproses semua laporan,” tegas AKBP Yusep Dwi Prastiya kepada wartawan.

Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Bontang tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan telah berhasil mengamankan tersangka utama.

Tersangka, seorang pemuda berusia 27 tahun yang dikenal dengan inisial R, berhasil ditangkap oleh polisi di Jakarta dengan bantuan Polda Metro Jaya.

“Kami akan menyelidiki semua aspek dalam kasus ini dengan teliti, termasuk melacak aset yang terlibat dalam skema investasi bodong ini,” tambahnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Agus S

Terdata Sebagai Warga Miskin, BW Bakal Panggil Dinas Terkait

0
Terdata Sebagai Warga Miskin, BW Bakal Panggil Dinas Terkait
Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi II DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang bakal memanggil dinas terkait seperti Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM), lantaran adanya indikasi kesalahan input data warga miskin.

“Saya minta kepada pimpinan, untuk memanggil semua pihak yang berkaitan dengan ini. Pendataan itu harusnya lebih akurat, kenapa malah bisa begini jadinya,” tegasnya saat diwawancarai melalui telepon, Kamis (23/11/2023).

Menurutnya, input data seharusnya dibenahi, supaya bantuan-bantuan yang menjadi hak masyarakat tepat pada sasaran, bukannya memasukkan data yang sembarangan, sampai salah seperti ini.

“Pendataan semacam ini perlu diperbaiki, agar ke depannya tidak ada kejadian seperti ini lagi nantinya,” ucapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi ke Kepala Dissos-PM Kota Bontang, Bahtiar Mabe menjelaskan, data tersebut merupakan murni kesalahan teknis di lapangan dan hal itu tidak mungkin untuk sengaja dimasukkan.

“Murni ada human error,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut jika data tersebut merupakan data dari BPS namun BPS belum melakukan publikasi. Meski demikian, pihaknya merupakan pengguna data yang juga bertugas melakukan verifikasi mengenai kebenarannya.

“Saat ini kami sedang melakukan validasi data yang tidak sesuai dan tidak memenuhi kriteria, akan dikeluarkan dari daftar,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, BW sapaan akrabnya mengaku kaget, lantaran dirinya tercatat sebagai salah satu warga miskin di Kota Bontang.

Seharusnya indikasi data tersebut tidak asal-asalan, karena merasa tidak pernah dikunjungi oleh petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pendataan.

“Ini saya dapat info Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM). Ini ngawur. Saya juga tidak merasa kaya tetapi saya ataupun keluarga di rumah tidak pernah didata petugas. Artinya data BPS ini tidak akurat,” ucapnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Komisi III Berang, Hasil Sidak di Area Panggung BK Tak Digubris

0
Komisi III Berang, Hasil Sidak di Area Panggung BK Tak Digubris
Sidak Komisi III DPRD Bontang beberapa waktu lalu di area sekitar panggung utama BK. (ist)

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang mempertanyakan hasil sidak di area sekitar panggung utama Bontang Kuala beberapa waktu lalu. Lantaran hingga saat ini belum ada perbaikan sama sekali.

Hal itu terungkap saat Komisi III kembali melakukan sidak di tempat yang sama, Kamis (23/11/2023).

“Masalahnya ini yang berdatangan tamu-tamu kehormatan. Datang ke pesta adat, harusnya malu tidak ada perbaikan menyeluruh di area jalan sekitaran panggung,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina, Kamis (23/11/2023).

Ia menyayangkan fasilitas berupa akses jalan kawasan panggung adat dirasa sangat kurang memadai, hasil sidak pun tidak ditindaklanjuti. Dirinya menghawatirkan keselamatan masyarakat yang datang berkunjung.

Karena itu, kekhawatirannya dari sisi keamanan penggunaan jalan tersebut bisa menjadi insiden. Sebab, banyak pengunjung yang hadir dalam pagelaran pesta tersebut. Bahkan di acara ini sangat ramai pengunjung

“Semoga pesta adat berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan nantinya,” paparnya.

Dikatakannya, saat sidak beberapa bulan lalu, Komisi III DPRD Kota Bontang meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang untuk memasukkan perbaikan jalan dan panggung adat ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2023.

“Namun faktanya di lapangan bagaimana, akses jalan belum kunjung diperbaiki Dinas PUPR, sangat disayangkan jika begini,” ungkapnya.

Pihaknya pun tidak mengetahui jelas, dana untuk perbaikan tersebut telah masuk dalam anggaran perubahan atau belum.

“Kami nanti akan memanggil pihak PUPRK untuk menjelaskan alasan tidak adanya progres yang signifikan pada area panggung adat di Bontang Kuala setelah sidak yang kami lakukan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Teknologi Wolbachia, Mampukah Atasi DBD Tanpa Resiko?

0
Teknologi Wolbachia, Mampukah Atasi DBD Tanpa Resiko?
Hafsah. (ist)

Oleh:

Hafsah

(Pemerhati Masalah Umat)

Program pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan teknologi Wolbachia kini sedang menjadi sorotan publik.

Bontang menjadi salah satu kota sebagai daerah ujicoba teknologi wolbachia ini bersama Jakarta Barat, Bandung, Semarang, dan Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum merilis program wolbachia tersebut. Pihaknya sudah memberikan pemahaman ke masyarakat, sehingga masyarakat siap sebelum program tersebut dirilis.

Penyebaran nyamuk wolbachia diklaim efektif untuk menurunkan tingkat penularan demam berdarah dengue (DBD).

Efektivitas penurunan melalui nyamuk wolbachia telah diteliti sejak 2011 lalu di wilayah lain.

Adapun dari hasil penelitian terbukti aman. Bahkan, lanjutnya, pada 2021 lalu World Health Organization (WHO) telah mengakui dan menganjurkan penggunaannya. (Radarbontang 17/11/2023)

Fakta Nyamuk Wolbachia

Wolbachia adalah bakteri yang hanya dapat hidup di dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk. Wolbachia tidak dapat bertahan hidup di luar sel tubuh serangga dan tidak bisa mereplikasi diri tanpa bantuan serangga inangnya.

Bakteri ini tergolong ke dalam Gram negatif, berbentuk batang, dan sulit ditumbuhkan di luar tubuh inangnya.

Teknologi Wolbachia merupakan teknologi yang dapat melumpuhkan virus dengue, zika dan chikungunya dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, sehingga virus tersebut tidak menular ke manusia.

Bakteri wolbachia maupun nyamuk sebagai inangnya bukanlah organisme hasil dari modifikasi genetik yang dilakukan di laboratorium. Secara materi genetik baik dari nyamuk maupun bakteri wolbachia yang digunakan, identik dengan organisme yang ditemukan di alam.

Di Indonesia sendiri, teknologi wolbachia yang digunakan, diimplementasikan dengan metode “penggantian”, dimana nyamuk jantan dan nyamuk betina wolbachia dilepaskan ke populasi alami. Tujuannya agar nyamuk betina kawin dengan nyamuk setempat dan menghasilkan anak-anak nyamuk yang mengandung wolbachia. Pada akhirnya, hampir seluruh nyamuk di populasi alami akan memiliki wolbachia.

Penolakan Para Ahli Terhadap Wolbachia

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadhilah Supari yang menyerukan penolakan penyebaran Nyamuk Wolbachia di wilayah Indonesia.

Menurutnya, penyebaran nyamuk ini membawa resiko bagi kesehatan masyarakat dan bisa menimbulkan penyakit baru yang berbahaya bagi kesehatan rakyat Indonesia.

Adanya resiko mengenai dampak penelitian ini dikarenakan bakteri Wolbachia masih belum umum bagi masyarakat Indonesia.  Walaupun, penelitian ini sudah terbukti berhasil dilakukan di luar negeri seperti Australia, namun ada perbedaan genetik orang Indonesia dengan orang Australia yang bisa saja berdampak pada respon yang berbeda terhadap nyamuk ber-Wolbachia ini.

Peneliti senior Prof. Richard Claproth juga menolak terkait adanya program sebaran telur nyamuk wolbachia di wilayah Indonesia.

Dalam video singkat yang berdurasi 2 menit 2 detik, dengan gamblang Richard menjelaskan seharusnya para Gubernur, Kapolda, dan pejabat publik yang menjadi wilayah penyebaran telur-telur nyamuk Wolbachia itu menolak program tersebut. (Eramuslim.com 19/11/2023)

Penolakan serupa datang dari Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia. Mereka mengingatkan Pemerintah untuk segera menghentikan rencana pelepasan 200 juta nyamuk Wolbachia di Pulau Bali pada 13 November 2023, dan juga di 5 kota lainnya yaitu di Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang dan Bontang.

Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, MT. menjelaskan Program pelepasan ratusan juta nyamuk Wolbachia di Indonesia ini membawa risiko parah terhadap Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan.

Sejauh ini belum ada studi menyeluruh di Bali, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang dan Bontang secara jangka panjang sehingga berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, termasuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menambahkan, pelepasan jutaan nyamuk berpotensi merusak industri pariwisata, serta ekonomi masyarakat setempat. (Sinarharapan.net 12/11/2023)

Walau diklaim efektif menurunkan dan mengurangi angka kematian akibat DBD, namun resiko kegagalan  tetap harus diperhitungkan.

Teknologi tersebut hanya mengurangi atau menghambat, bukan menghentikan. Sebab penularan DBD dipengaruhi banyak faktor di antaranya, kebersihan rumah dan lingkungan, sanitasi, dan keadaan cuaca.

Masyarakat Indonesia secara umum masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Kondisi ini dapat mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat, terlebih yang hidup dalam lingkungan kumuh dan rumah yang kurang sanitasi. Sehingga teknologi Wolbachia tidak tepat dilakukan pada seluruh daerah akibat kurangnya dukungan lingkungan yang memadai.

Adanya pro dan kontra jelas harus disikapi dengan bijak, sebab hal ini terkait dengan resiko kesehatan yang pada akhirnya dapat menimbulkan dampak buruk lainnya. Belum lagi masyarakat tidak seluruhnya mendapat informasi dan sosialisasi mengenai Wolbachia, sehingga sangat beresiko untuk dilaksanakan.

Logikanya, jika penyakit muncul dari hewan apalagi serangga, maka idealnya mencari cara agar hewan jenis serangga tersebut dibasmi. Bukan bereksperimen dengan mengembang biakkan serangga yang menimbulkan resiko cukup besar terhadap manusia. Maka wajib dipertanyakan mengapa proyek wolbachia tetap harus dilaksanakan.

Sikap Islam Terhadap Kesehatan Masyarakat

Dalam Islam, kesehatan merupakan  kebutuhan dasar masyarakat. Negara wajib memberikan pelayanan tersebut sebagai bentuk riayah. Langkah pemenuhan dimulai dari lingkup terkecil yaitu, keluarga  memenuhi kebutuhan gizi serta menjaga pola hidup sehat. Begitupun masyarakat, menjaga lingkungan dengan bersama-sama menjaga kebersihan.

Pelayanan kesehatan berkualitas hanya bisa terealisasi jika didukung dengan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai serta sumber daya manusia yang profesional dan kompeten. Karena itu negara wajib memenuhi kebutuhan peralatan medis serta tenaga medis yang ahli dibidangnya.

Negara juga wajib mengadakan pabrik yang memproduksi peralatan medis dan obat-obatan. Tentu saja, dananya diambil dari kas negara

Begitupun para ahli kesehatan diberi ruang untuk mengembangkan riset serta penemuan untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan.

Dengan begitu, para ahli bisa konsen dengan penelitian serta berinovasi dalam bidang kedokteran.

Inovasi akan dikembangkan tentu saja dengan persetujuan para ahli dengan catatan tidak menimbulkan bahaya dan kerusakan lingkungan.

Nabi Saw bersabda:

“Tidak boleh membahayakan orang lain dan diri sendiri” (HR Malik).

Maka wajib menghilangkan kemudharatan apapun alasannya.

Dengan demikian, kesehatan dan pengobatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak rakyat dan menjadi kewajiban negara untuk memenuhinya.

Wallahu a’lam bisshowab

Strategi Khusus DPMPTSP Tawarkan Investasi ke Investor

0
Strategi Khusus DPMPTSP Tawarkan Investasi ke Investor
Ilustrasi strategi investasi. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memiliki strategi khusus dalam menjual lahan-lahan investasi kepada para investor. Hal ini dalam rangka memajukan industri Kota Bontang pasca migas.

Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim mengungkapkan, pihaknya memiliki 4 strategi penawaran investasi.

“Selain ramah investasi, kita juga harus gencar melakukan promosi,” ungkapnya.

Pertama, DPMPTSP menggandeng pihak ketiga yakni PT Kawasan Industri Bontang (KIB) yang sudah mengurus Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) lahan seluas 600 hektar dan pembebasan lahan 230 hektar

“PT KIB menjadi partnership pemkot dalam mempromosikan dan memasarkan kawasan peruntukkan industri baru di Bontang Lestari,” tambahnya.

Kedua, melalui sosial media. DPMPTSP memberikan penawaran melalui 6 macam sosial media, yakni media online DPMPTSP, Facebook, Instagram, Tiktok, YouTube, serta Podcast.

“Dari media tersebut, ada yang masih masuk dalam tahap perencanaan karena butuh pematangan seperti podcast,” ungkapnya.

Ketiga, melalui DPMPTSP Provinsi Kaltim yang sudah pasti saling gencar untuk memasarkan kawasan industri di Bontang Lestari. Apalagi Kota Bontang memiliki banyak potensi untuk menopang pembangunan IKN.

Terakhir, melalui exhibition dan pameran skala nasional. Kota Bontang cukup rutin menggelar expo lokal maupun nasional. DPMPTSP berkomitmen untuk selalu mengikuti pameran tersebut, untuk memamerkan 18 jenis investasi yang ditawarkan.

“Besar harapan kami dari perusahaan yang sudah ada bisa membuka perusahaan-perusahan turunan, seperti pabrik soda ash yang diharapkan bisa buka pabrik baking soda juga,” harapnya. (adv/sya)

Pertahankan Keutuhan Negara, Kadir Tappa Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

0

BONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Kadir Tappa, menyelenggarakan sosialisasi wawasan kebangsaan, Minggu (26/11/2023) di Hotel Andika.

Ia menyatakan bahwa ada kekhawatiran bahwa Indonesia hanya tinggal nama, oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya untuk merawat wawasan tersebut setiap bulannya dengan memberikan masukan berupa wawasan kebangsaan.

“Untuk menjaga kemajuan Indonesia, politik harus dirawat dan diperbaiki, sehingga masyarakat tidak perlu menerima hal-hal yang tidak baik dari para pelaku politik,” jelasnya.

Narasumber pertama dalam kegiatan ini adalah akademisi Bilher Hutahaean. Ia menjelaskan bahwa masyarakat harus diikat oleh Pancasila, terutama nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Kita diikat oleh Pancasila yang pertama, yaitu menghormati agama-agama lain,” jelasnya.

Nilai kedua adalah kemanusiaan, bagaimana manusia harus saling membantu berdasarkan tuntutan hati nurani. Kemanusiaan perlu ditekankan karena nilai ini mulai memudar di zaman sekarang. Nilai ketiga adalah persatuan, usaha untuk bersatu dalam kebulatan rakyat, membangun nasionalisme, dan mengakui serta menghargai keanekaragaman bangsa Indonesia.

Nilai keempat adalah nilai kerakyatan, di mana pemerintahan bekerja untuk rakyat melalui musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Terakhir, Pancasila mengandung nilai keadilan sebagai dasar dan tujuan, yaitu menciptakan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahir dan batin.

“Keadilan bersifat subjektif dan harus proporsional, sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap semboyan “Bhineka Tunggal Ika,” UUD 1945, dan NKRI dalam kehidupan sosial.

Narasumber kedua, Gopi Susanto, seorang Analis Ketahanan Ekonomi dan Kesbangpol, menjelaskan bahwa dalam bernegara, toleransi sangat penting, yakni sikap menghargai, membiarkan, dan memperbolehkan pendapat, pandangan, kepercayaan, dan kebiasaan yang berbeda dengan pendirian sendiri.

Selain itu, ada hal-hal yang harus dihindari, seperti radikalisme yang merupakan paham atau aliran politik yang ingin melakukan perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.

Terakhir, masyarakat harus menghindari ancaman terorisme, yang merupakan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan rasa takut secara meluas dan dapat menimbulkan korban massal.

“Oleh karena itu, negara kita harus kuat untuk menangkis ancaman yang ada,” tegasnya. (Adv/sya)

Pihak Yayasan Bingung, TK Plus Al Muhajirin Loktuan Tak Punya Tempat Belajar Mengajar Permanen

0
Pihak Yayasan Bingung, TK Plus Al Muhajirin Loktuan Tak Punya Tempat Belajar Mengajar Permanen
Komisi I DPRD Bontang menggelar rapat bersama di Ruang Rapat Lantai II, Sekretariat DPRD Bontang. (Dwi S)

BONTANG –Yayasan TK Plus Al Muhajirin, Loktuan mengaku bingung, lantaran tidak memiliki lokasi permanen untuk tempat belajar mengajar. Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Bontang bersama Disdikbud serta Yayasan TK Plus Al Muhajirin, Loktuan, Selasa (21/11/2023).

Raking, Ketua Komisi I DPRD Bontang menjelaskan, dari keluhan disampaikan yayasan dan para tenaga pendidik, maka diadakan rapat bersama guna membahas jalan keluar dari permasalahan ini.

“Kami kasih solusi supaya bisa menggunakan Balai Pertemuan Umum (BPU) di selambai, dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat sekitar, agar tidak ada salah paham dan lebih jelas nantinya,” ucapnya.

Mukrim, perwakilan yayasan mengatakan, sejak Masjid Terapung mulai digunakan, pihaknya tidak lagi memiliki tempat untuk belajar mengajar.

“Sebelumnya, kami bergabung dengan Masjid Al-Muhajirin, akan tetapi setelah dibongkar kami sudah berpindah-pindah tempat, sehingga sampai saat ini kami tidak memiliki tempat yang tetap,” paparnya.

Dari pihak yayasan pun telah mengajukan surat ke pengurus Masjid Terapung, agar diperbolehkan menggunakan kembali masjid tersebut. Namun, permohonan tersebut tidak dikabulkan lantaran lokasi masjid yang berada di atas laut, dianggap sangat membahayakan bagi para peserta didik.

Di sisi lain pun jarak toilet yang sangat jauh, khawatir bakal mengganggu pengunjung masjid.

“Jika permasalahan masjid di atas laut sebenarnya sangat kurang masuk akal, karena anak-anak ini anak Selambai, hari-harinya bertempat tinggal di atas laut,” bebernya.

Di kesempatan yang sama, Widya, Kepala Seksi Kelurahan Loktuan menyatakan, kalau kelurahan telah memberikan solusi dengan memanfaatkan gedung perpustakaan milik kelurahan Loktuan.

“Sudah kami sampaikan, bisa menggunakan fasilitas perpustakaan, namun kondisinya saat ini sedang renovasi. Kemungkinan hal itu yang membuat pihak yayasan menolak, karena dinilai cukup membahayakan anak-anak,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam