Beranda blog Halaman 637

Hipertensi Kasus Paling Banyak Ditangani RSUD, dr Suhardi Sebut Perlunya Tensimeter di Tiap Rumah

0
Ilustrasi pengecekan tensi darah. (ist)

BONTANG – Penyakit jantung hipertensi atau hypertensive heart disease menjadi salah satu penyakit yang sering ditangani di RSUD Taman Husada Kota Bontang.

dr. Suhardi, Sp. JP, FIHA, Spesialis Jantung RSUD Taman Husada menjelaskan, penyakit ini berupa berbagai kondisi jantung yang terjadi sebagai akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama.

“Biasanya terjadi pembengkakan pada otot jantung,” ujarnya, Rabu (16/4/2025).

Ia menjelaskan, penderita hipertensi atau biasa disebut tekanan darah tinggi tidak merasakan sakit tertentu pada tubuhnya. Pasien akan menyadari hal tersebut jika sudah terjadi komplikasi pada organ lainnya.

“Selain itu kalau mereka berobat biasa kadang baru tahu kalau ada hipertensi, karena mereka masih bisa aktivitas seperti biasa,” katanya.

Hipertensi meningkatkan beban kerja jantung, dan seiring dengan berjalannya waktu hal ini dapat menyebabkan penebalan otot jantung. Karena jantung memompa darah melawan tekanan yg meningkat pada pembuluh darah yang meningkat. Ventrikel kiri membesar dan jumlah darah yang dipompa jantung setiap menitnya berkurang. Tanpa pengobatan akan jatuh pada kondisi gagal jantung.

Saat ini ia menegaskan perlunya alat tensimeter atau alat pengukur tekanan darah di tiap rumah. Apalagi sekarang alat tersebut sudah ada yang digital, sehingga lebih mudah penggunaannya bagi masyarakat awam. Atau bisa secara rutin melakukan pengecekan tekanan darah ke klinik maupun puskesmas terdekat.

“Yang digital kan tinggal pencet saja langsung terlihat,” jelasnya. (Sya/ADV)

Editor: Yusva Alam

Pertamina Bakal Tunjuk Dua Bengkel Resmi Ini, Untuk Perbaikan Kendaraan Bermasalah Akibat BBM

0
Pertamina Bakal Tunjuk Dua Bengkel Resmi Ini, Untuk Perbaikan Kendaraan Bermasalah Akibat BBM
Auto 2000 di KM 6, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – PT Pertamina Patra Niaga bakal menunjuk dua bengkel resmi, untuk tempat perbaikan kendaraan roda 2 dan 4 yang mengalami masalah akibat Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pertamina menjalin kerjasama dengan AHASS serta Auto 2000 di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat. Namun kerjasama ini masih dalam proses.

Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga, Azri Ramadhan mengatakan bahwa, untuk saat ini pihaknya masih melakukan proses administrasi kerja sama dengan dua bengkel tersebut.

“Prosesnya masih tetap berjalan, dan saya belum tahu persis seperti apa juknisnya. Nantinya akan disampaikan kembali, kalau sudah selesai,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/4/2025).

Petunjuk terkait bengkel gratis ini selaras dengan hampir seluruh daerah di wilayah Kaltim. Untuk Auto2000 yang berada di Jalan Brigjen Katamso. Sementara untuk kendaraan roda dua akan diarahkan ke bengkel AHASS.

“Untuk AHASS belum tahu, apakah semua bengkel resmi atau beberapa saja,” terangnya.

Sebelumnya, keluhan masyarakat berkaitan dengan masalah setelah mengisi BBM di SPBU, telah dibahas DPRD Kaltim bersama Pertamina, Rabu (09/04/2025) lalu. DPRD saat itu, meminta untuk segera menyediakan bengkel gratis, selama proses penyelidikan penyebab kendaraan tersendat usai mengisi BBM jenis Pertemax

Penulis: Dwi S dan Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Anggarkan Rp7,5 Miliar untuk Perbaiki 150 Rumah Tidak Layak Huni

0
Pemkot Anggarkan Rp7,5 Miliar untuk Perbaiki 150 Rumah Tidak Layak Huni
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni di Musrembang RKPD 2026. (Ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mencatat sebanyak 150 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebar di berbagai wilayah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjelaskan seluruh rumah tersebut akan diperbaiki melalui program bantuan perbaikan rumah oleh pemkot.

Dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, Senin (14/4/2025) lalu. Neni mengatakan anggaran sebelumnya untuk perbaikan rumah RTLH sebesar Rp 20 juta dianggap belum cukup, terutama untuk memperbaiki atap, lantai, dan dinding.

Untuk itu, pihaknya akan menaikkan alokasi anggaran menjadi Rp50 juta per rumah melalui peraturan wali kota (perwali) yang baru, dan akan menyelesaikan 150 RTLH tersebut.

“Total kebutuhannya Rp 7,5 miliar untuk menyelesaikan rumah tidak layak huni,” katanya.

Adapun luasan penyumbang utama kawasan kumuh berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), terdapat 18 hektare wilayah kumuh, sehingga diharapkan dari program tersebut akan mengurangi wilayah kumuh tersebut.

Keterlibatan seluruh elemen masyarakat perlu digenjot, para ketua RT yang hadir dalam musrenbang tersebut diminta aktif mendata dan mengajukan warganya.

Program ini tidak hanya memperbaiki rumah, sanitasinya Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) kita benahi juga akan diperbaiki.

“Kelayakan rumah tersebut tentu kita benahi,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Panji Beber Gelar Halal Bi Halal 1446 H di Lamin Kodim 0908 Bontang

0
Panji Beber Gelar Halal Bi Halal 1446 H di Lamin Kodim 0908 Bontang
Halal Bi Halal Panji Beber di Lamin Kodim 0908 Bontang. (ist)

BONTANG – Panji Beber (Paguyuban Pelestari Tosan Aji Bessai Berinta) Kota Bontang semalam melangsungkan Halal Bi Halal di Lamin Makodim Bontang. Dihadiri oleh Letkol Inf. Aryo Bagus Daryanto (Dandim 0908 Bontang), Tony Sutikno selaku Pembina Panji Beber, pengurus serta segenap anggota Panji Beber.

Acara Halal Bi Halal bulan Syawal 1446 H ini dipandu oleh Adenda Puri Asriningtyas sebagai MC, berlangsung secara sederhana dengan duduk lesehan di karpet merah sembari mengelilingi kue lebaran yang dibawa oleh anggota Panji Beber.

“Kami persilahkan bapak dan ibu untuk mencicipi aneka kue-kue lebaran yang memang sengaja dibawa dari rumah, guna dinikmati bersama-sama sambil ngobrol terkait kesan-kesan selama Idul Fitri serta Persiapan HUT Panji Beber ke-4,” terangnya.

Anggi Alpitasari yang mendapat Amanah sebagai Ketua Panitia Halal bi Halal menyampaikan bahwa format kali ini agak berbeda, karena akan ada Quiz dengan hadiah yang menarik. Mulai dari Quiz Serius, Quiz Lucu, Tebak Gambar dan Susun Kata.

Ternyata dari 30 pertanyaan, sekitar 28 pertanyaan disikat habis oleh tamu undangan yang hadir.

Begawan Ciptaning Mintaraga, Ketua Umum Panji Beber menyampaikan, “Panji Beber selalu menggelar acara yang bersifat Silaturahmi, baik itu Buka Puasa Bersama maupun Halal Bi Halal. Buka Puasa Bersama dilangsungkan di Resto Bontang Nusantara, sedangkan Halal Bi Halal dilangsungkan di Lamin Kodim 0908 Bontang. Panji Beber ada di Kota Bontang adalah untuk melestarikan pusaka dan budaya Nusantara, dimana Halal Bi Halal termasuk dalam budaya Nusantara.”

“Kita tahu bahwa Kota Bontang adalah kota yang multietnis. Dalam waktu dekat, Panji Beber akan menghadiri acara Brawijayan Tosan Aji Fest 2025 di Kota Malang,” tambahnya.

Sambutan berikutnya oleh Letkol Inf. Aryo Bagus Daryanto selaku Dandim 0908 Bontang, “Syukur Alhamdulilah kita dapat berkumpul di Lamin Kodim dalam kondisi sehat dan penuh semangat. Halal Bi Halal meskipun banyak dari anggota yang izin tidak dapat hadir, namun yang datang malam ini sangat menggembirakan. Panji Beber harus tetap menjadi duta dalam pelestarian pusaka dan budaya Nusantara di Kota Bontang. Barangkali nanti akan diselenggarakan Ulang Tahun Panji Beber ke-4 di Lamin Kodim, silahkan untuk berkoordinasi jauh-jauh hari agar tidak berbenturan dengan agenda yang lain,” jelasnya

“TNI dan Lamin Kodim adalah milik rakyat, sehingga siapapun yang akan mempergunakan Lamin ini kami persilahkan. Khusus Panji Beber, merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan berbentuk paguyuban guna melestarikan pusaka dan budaya Nusantara, sehingga keberlangsungannya merupakan pengamalam Pancasila dan UUD-45 serta memperkuat NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika akan lebih pas bila dilaksanakan di Lamin Kodim,” tambahnya.

Sementara itu Tony Sutikno, Pembina Panji Beber menyampaikan agar keakraban dan kekompakan di Panji Beber harus di pupuk kembali, mengingat sekian lama sempat vakum agar kembali akrab dan mempererat tali perseduluran.

Lalu Mbak Suro menyampaikan bahwa nilai-nilai Akhlak harus dikedepankan, kalau tidak bisa hadir seharusnya menyampaikan kepada pengurus di grup Panji Beber. Kasihan yang telah menyiapkan konsumsi karena akan mubazir.

Hardi Ketua Bidang SDM dan Organisasi Panji Beber menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan ada kunjungan Pangdam Mulawarman ke Bontang, “Saya minta kepada Pengurus dan Anggota Panji Beber untuk ikut serta dalam menyambut beliau di sepanjang Jalan Awang Long menuju ke Makodim 0908/Bontang,” pungkasnya.

Bukan Hanya IGD, Tindakan Urgent di RSUD Juga Buka 24 Jam

0
Direktur RSUD Taman Husada Kota Bontang, Dr. Suhardi, Sp.Jp,FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang tak hanya menyediakan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), namun untuk tindakan yang terkategori urgent pun melayani 24 jam.

Hal ini disampaikan langsung oleh, Direktur RSUD Taman Husada Bontang, Dr. Suhardi, Sp.Jp,FIHA. Dijelaskannya, khusus untuk pelayanan Sabtu dan Minggu, IGD pastinya buka 24 jam, adapun di bagian Laboratorium dan Radiologi, turut masuk di pelayanan 24 jam.

“Jadi, selain IGD, untuk tindakan yang emergensi buka 24 jam. Kalau ada tindakan mendadak, dipastikan dokternya wajib untuk datang,” ucapnya, Kamis (17/4/2025).

Untuk kategori pelayanan emergensi, seperti halnya melayani tindakan sesar, atau pun operasi. Dimana tindakan bedah, tidak mengenal waktu.

“Dokter diwajibkan datang, jika ada tindakan yang mendesak, mau jam berapa pun itu,” ungkapnya.

Diketahui, untuk di RSUD bagian IGD telah dibagi menjadi tiga shift, mulai dari pagi, sore, dan malam. Dokter yang berjaga pun tidak menentu, setiap pergantian shift terdiri dari 2-3 dokter, begitupun dengan perawat.

“Kita di sini dibagi menjadi tiga shift, dengan waktu 8 jam kerja,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Telat Bayar Pajak Kendaraan, Siap-siap Kena Razia!

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Beredar di grup-grup Whatsapp, sebuah informasi akan diadakan penertiban pajak kendaraan bermotor untuk roda 2 dan roda 4 di Kota Bontang.

Informasi itu pun dibenarkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, Syahruddin

Dijelaskannya, bahwa ini merupakan kegiatan Intensifikasi dan Ekstentifikasi Pajak Kendaraan Bermotor serta Sosialisasi didasari Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009 di Wilayah Bontang atas arahan UPTD. PPRD Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Wilayah Bontang.

Syahruddin menambahkan, bahwa kegiatan ini bersifat tentatif atau masih bisa berubah-ubah, “Menurut jadwal hari ini sudah mulai, tapi tidak jadi, memang tentatif jadi tidak pasti, bisa jadi tidak sesuai jadwal,” pungkasnya, Rabu (16/4/2025).

Dalam edaran yang tersebar, penertiban dilaksanakan sebanyak tiga kali, di hari Rabu (16/4/2025), Selasa (22/4/2025) dan Rabu (23/4/2025) dengan jam yang berbeda. Nantinya pemeriksaan ini akan melibatkan Polres, TNI serta Dishub.

“Sebenarnya kegiatan ini dari Samsat,” pungkasnya.

Ia menyebutkan bahwa penertiban ini memang rutin dilakukan tiap tahunnya dan dilakukan serentak se-Indonesia, mengingat masih banyak pengendara yang tidak tertib dalam membayar pajak kendaraan, sehingga hal ini mengurangi pendapatan.

“Memang masih banyak kendaraan yang telat bayar dan masih memakai plat lama,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Menuju Tipe B Plus, Rencanakan Bangun Gedung C di Tahun 2026

0
RSUD Taman Husada Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang berencana akan membangun gedung baru, yakni Gedung C di tahun 2026 mendatang.

Direktur RSUD Bontang, Dr. Suhardi, Sp.Jp,FIHA menyampaikan bahwa, pembangunan Gedung C ini direncanakan sebagai salah satu alternatif penambahan ruang rawat inap yang selalu penuh saat ini.

“Untuk lokasinya di lahan bagian bawah,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (15/4/2025).

Perencanaan pembangunan Gedung C ini pun menjadi salah satu program dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Dimana tahapan ke depan ingin menjadikan RSUD Bontang sebagai rumah sakit tipe B plus.

“Ingin RSUD menjadi rumah sakit tipe B plus, maka dari itu harus ada penambahan sarana dan prasarana,” ungkapnya.

Suhardi menambahkan, dengan adanya perencanaan proyek pembangunan Gedung C nantinya di RSUD Bontang, bisa membantu menambah kapasitas ruang rawat inap yang penuh.

“Untuk penambahan di Gedung C nantinya, kemungkinan ada sekitar kurang lebih 100 tempat tidur,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warga Miskin Bakal Didata Ulang untuk Cari Data Sesungguhnya

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat memimpin rapat. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyatakan bahwa Pemkot Bontang bakal mendata ulang warga miskin di Bontang. Pendataan ulang ini akan dilakukan secara langsung ke lapangan dan melibatkan Ketua RT.

Perlu diketahui, angka kemiskinan di wilayah Bontang mencapai 43.273 jiwa, atau sebanyak 18.389 kepala keluarga. Data ini mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diterbitkan Kementerian Sosial (Kemensos).

Akan tetapi, data dari pusat dinilai belum bisa menggambarkan kondisi sebenarnya yang ada di lapangan, sebab tidak disertai dengan data by name by address. Sehingga, pemkot belum memiliki data finalnya untuk warga miskin.

“Nantinya akan kami kerahkan seluruh RT di Bontang untuk mendata ulang warganya, sebab mereka yang lebih memahami langsung teknisnya di lapangan seperti apa,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Untuk angka kemiskinan di Bontang tidak mengalami penurunan, karena program bantuan sosial selama ini sering tidak tepat sasaran. Hal ini disebabkan oleh penggunaan data dari Kementerian Sosial, yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Maka dari itu, untuk ketua RT nantinya akan mendata ulang warga yang benar-benar memenuhi kriteria kemiskinan, serta proses pendataan direncanakan berlangsung selama dua bulan, dan Pemkot juga akan melakukan pengawasan secara ketat, untuk menghindari manipulasi data.

“Dengan waktu dua bulan saya rasa bisa terselesaikan, agar tidak ada kesalahan data lagi. Saya pun sempat heran, kenapa bisa ada anggota dewan yang terdata sebagai warga miskin,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Waspada Penipuan! Nomor Ponsel Catut Nama Ketua Muhammadiyah Bontang

0
Ketua PDM Bontang, Mustamar dan screenshot nomor pencatut nama Ketua PDM Bontang. (Ist)

BONTANG – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang, H. Mustamar, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap aksi penipuan yang mencatut namanya melalui nomor ponsel palsu.

Penipu menggunakan nomor ponsel 0877-6873-1792 dengan modus menawarkan masyarakat untuk bergabung dalam grup WhatsApp bernama “Info Berita Update Tentang Agama Islam.” Modus tersebut diduga kuat sebagai upaya untuk melakukan penipuan lebih lanjut.

“Kami tegaskan bahwa nomor tersebut bukan nomor pribadi saya dan tidak ada kaitannya dengan Muhammadiyah Bontang. Saya imbau agar masyarakat lebih hati-hati dan tidak melayani ajakan dari nomor yang tidak jelas,” tegas H. Mustamar melalui keterangan resminya, Selasa (15/4/2025).

Mustamar meminta masyarakat segera melaporkan ke pihak berwajib apabila menerima pesan atau ajakan mencurigakan dari nomor tersebut. Selain itu, dia juga berharap warga bisa lebih kritis dan memastikan langsung kepada pihak yang bersangkutan jika menerima pesan yang mencatut nama tokoh atau lembaga tertentu.

“Tidak hanya nomor tersebut, jika ada yang menghubungi dan mencurigakan, silakan konfirmasi langsung ke pengurus resmi Muhammadiyah atau kepada saya pribadi,” tuturnya.

Kasus pencatutan nama tokoh agama maupun publik figure seperti ini memang kerap terjadi dengan berbagai modus. Oleh karena itu, masyarakat diminta agar selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi atau ajakan yang diterima dari nomor tak dikenal.

Informasi lebih lanjut:
Ketua PDM Bontang (H. Mustamar): +62 811-580-622
Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi PDM Bontang (M. Zulfikar): +62 823-3670-7950. (rls)

Editor: Yusva Alam

KNPI Minta Pemkot Maksimalkan Pemuda dalam Penyerapan Tenaga Kerja

0
KNPI Minta Pemkot Maksimalkan Pemuda dalam Penyerapan Tenaga Kerja
Ketua KNPI Bontang, Indra saat menyampaikan pendapat. (ist)

BONTANG – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bontang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memprioritaskan para pemuda dalam proses penyerapan tenaga kerja di perusahaan yang ada di Bontang.

Dalam Musrenbang RKPD yang digelar, Senin (14/4/2025) kemarin, Ketua KNPI Bontang, Indra menginginkan adanya peningkatan kapasitas pemuda menjadi bagian prioritas dalam rencana kerja pemerintah daerah.

“Pemuda merupakan aset pemerintah daerah yang memiliki potensi besar untuk melakukan inovasi dan akselerasi pembangunan di Kota Bontang,” ujarnya.

Oleh karena itu, sebagai perwakilan anak muda Bontang, ia menjelaskan tingkat kesempatan kerja yang minim serta pelatihan persiapan kerja yang masih kurang dan menjadi penting, karena terdapat perusahaan seperti pabrik soda ash akan dibangun.

Maka, peran pemerintah untuk menyiapkan angkatan kerja menjadi penting, “karena mereka tidak ingin hanya menjadi penonton saja di rumah,” ujarnya.

Ke depannya, mereka mengharapkan pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang selaras dengan anak muda dan berbasis pada kebutuhan yang ada, sehingga tidak bias jika pemerintah mengeluarkan kebijakan baru.

Menanggapi itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan kepada Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk segera melakukan pemanggilan kepada perusahaan, untuk menggunakan pemuda lokal yang berkompeten untuk bekerjasama dengan perusahaan mereka. Tapi ia mengingatkan kepada para pemuda untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan spesifikasi.

“Jangan hanya menuntut tapi tidak memiliki keahlian,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Disnaker Bontang, Abdu Safa Muha menegaskan perlunya komitmen dari pemuda. Ia menyebutkan adanya pengotakan terkait mental anak zaman sekarang yang cenderung malas dan suka pilih-pilih pekerjaan.

“Mentalitas itu yang perlu diperbaiki terlebih dahulu,” tukasnya.

Safa Muha menyebutkan, sebanyak 80 persen peserta yang melakukan pelatihan di BLKI merupakan pemuda. Disebut pemuda dalam Undang-undang nomor 40 tahun 2009 adalah mereka yang berumur 16 hingga 30 tahun.

“Pelatihan-pelatihan kita sudah tepat sasaran kepada pemuda, namun jika di atas umur tersebut itu sudah dari Kesbangpol,” ujarnya.

Untuk itu ia mengajak kepada para pemuda, jika ingin berkolaborasi bersama pemerintah, mereka siap ikut menggandeng Dispopar sebagai salah satu yang terlibat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam