Beranda blog Halaman 639

Pesta Laut Bontang Kuala, Akses Jalan Dikeluhkan Belum Juga Diperbaiki

0
Pesta Laut Bontang Kuala, Akses Jalan Dikeluhkan Belum Juga Diperbaiki
Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Pesta Laut telah dibuka di Bontang Kuala (BK) sejak Selasa (21/11/2023) lalu, namun Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang mengeluhkan kondisi akses jalan menuju panggung utama yang sampai saat ini belum diperbaiki.

“Mana ini hasil sidak yang dilakukan beberapa bulan lalu bersama Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, kenapa tidak ada hasilnya sampai sekarang,” tegasnya saat diwawancarai, Kamis (23/11/2023).

Hal itu karena akses jalan yang bolong-bolong di area sekitar panggung, tapi tidak kunjung diperbaiki. Padahal, Pesta Laut merupakan acara adat dengan penuh kearifan lokal yang dilaksanakan secara turun menurun dan diselenggarakan setiap tahunnya.

“Artinya, pihak PUPRK harusnya sudah memikirkan tentang perayaan ini dan mulai membenahi fasilitas-fasilitas di BK, tetapi nyatanya tidak,” ucapnya.

Pihak Komisi III DPRD Bontang telah meminta pihak Dinas PUPRK untuk memasukkan perbaikan fasilitas di BK pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2023.

“Sebenarnya kami malu diadakan pesta adat besar seperti itu, dimana masyarakat berbondong-bondong datang, bahkan tamu-tamu penting dari luar Bontang, jika mereka memperhatikan fasilitas yang sangat tidak mendukung,” ungkapnya.

Amir Tosina sangat menghawatirkan banyaknya masyarakat yang hadir dalam pagelaran pesta tersebut, dan nantinya jika ada insiden kecelakaan disebabkan jalan-jalan yang ada di sekitaran panggung yang tidak bagus jalannya.

“Semoga masyarakat tetap aman dengan standar keamanan akses jalan yang seadanya, sangat disayangkan sekali” bebernya.

Amir juga menambahkan, akan memanggil kembali pihak PUPRK untuk menjelaskan tidak adanya progres yang signifikan pada area panggung adat di Bontang Kuala. Terkait sidak yang dilakukan beberapa waktu lalu hanya sia-sia karena tidak ada tindak lanjutnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Ruang Bougenville RSUD Taman Husada Bontang: Pelayanan Perawatan Kelas II dan III yang Tersertifikasi

0
Ruang perawatan Bougenville milik RSUD Taman Husada Bontang.

BONTANG – Ruang Bougenville merupakan ruang perawatan kelas II dan III bagi pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang yang merawat semua gejala penyakit. Ruang Bougenville sendiri terdiri dari 25 SDM perawat yang telah tersertifikasi.

Kepala Ruangan Bougenville, Noviani Nastiti Susantiningdyah menjelaskan kondisi Ruang Bougenville yang dimiliki RSUD Taman Husada Bontang melayani pasien kelas II dan kelas III. Ia mengatakan Ruang Bougenville memiliki ketersediaan sebanyak 34 tempat tidur dengan rincian kelas dua sebanyak 16 tempat tidur dan kelas tiga 18 tempat tidur.

“Ruang Bougenville memiliki 25 perawat dengan kualifikasi tersertifikasi keperawatan,” jelasnya kepada Mediakaltim.com saat ditemui.

Ia mengatakan Ruang Bougenville tetap melayani semua penyakit sesuai dengan kategori jaminan kesehatan. “Sesuai dengan kategori kelas jaminan kesehatan. Di sini pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum. Tapi kalau penyakit paru menular akan diarahkan di Ruang Anggrek,” ungkapnya.

Ia menambahkan untuk sertifikasi perawat yang ada di Ruang Bougenville sendiri telah memenuhi 100 persen untuk sertifikasi BTCLS. “Sertifikasi kami sudah 100 persen pelatihan BTCLS. Akan diperbaharui setiap tiga tahun sekali. Ada juga pelatihan manajemen bangsal dan pelatihan perawat klinis,” katanya.

Ia mengharapkan ke depannya Ruang Bougenville dapat mempertahankan standar layanan yang telah dikeluarkan Kemenkes RI. “Kita tetap memperbaiki layanan sesuai dengan standar Kemenkes baik ketika ada keluhan permasalahan,” terangnya.

Untuk saat ini, Ruang Bougenville telah berbenah dengan merenovasi ruangan dan mempercantik ruangan perawatan. (ADV)

Anggota Dewan, Bakhtiar Wakkang Terdaftar Sebagai Warga Miskin

0
Anggota Dewan, Bakhtiar Wakkang Terdaftar Sebagai Warga Miskin
Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi II DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi II DPRD Bontang menjadi salah satu nama yang terdaftar sebagai warga miskin di Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang.

Katanya, dirinya tercatat sebagai salah satu warga miskin di Kota Bontang. Seharusnya pendataan tersebut tidak bisa sembarangan, karena dirinya merasa tak pernah dikunjungi oleh BPS untuk dilakukan pendataan.

“Ini saya dapat info dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM). Artinya data BPS ini tidak akurat,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (23/11/2023) kemarin.

Selain dirinya ada beberapa juga profesi lain yang masuk kategori miskin dengan tingkat ekstrim. Seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha dan juga yang lainnya. Seharusnya BPS bisa memvalidasi data agar bisa menjadi akurat. Jangan sampai ada indikasi permainan data.

“Saya hanya heran, datanya lengkap. Dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP serta alamat. Ini ada juga yang masuk kategori miskin, justru tercatut namanya sebagai orang mampu,” paparnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Bahtiar Mabe menjelaskan, data tersebut merupakan murni kesalahan teknis di lapangan. Hal itu tidak mungkin untuk sengaja dimasukkan.

“Ini benar-benar murni ada human error,” jelasnya.

Jika pun data tersebut merupakan data dari BPS, namun BPS belum melakukan publikasi. Meski demikian, pihaknya merupakan pengguna data yang juga bertugas melakukan verifikasi mengenai kebenarannya.

“Saat ini kami sedang melakukan validasi data yang tidak sesuai dan tidak memenuhi kriteria, akan dikeluarkan dari daftar,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Masih Rendah, Agus Haris Minta Pemkot Segera Genjot Serapan Anggaran

0
Masih Rendah, Agus Haris Minta Pemkot Segera Genjot Serapan Anggaran
Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mengkhawatirkan  terjadinya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA), lantaran serapan anggaran di awal Oktober lalu masih berada di angka 40 persen. Karenanya dia meminta pemkot segera menggenjot serapan anggaran.

“Kami (DPRD) Bontang, maunya pada November serapan anggaran ini sudah mencapai di titik 80 persen,” ucapnya, Senin (20/11/2023) kemarin.

Dengan waktu yang tinggal sebentar lagi, para wakil rakyat meragukan pencapaian kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa tercapai hingga sampai 100 persen.

“Padahal berkaitan dengan hal ini, sebagian sudah banyak yang mempertanyakan sebelum-sebelumnya,” tegasnya.

Wakil rakyat sebenarnya sudah menanyakan kepada beberapa para pejabat Pemkot Bontang, terkait dengan penyebab serapan anggaran yang masih rendah. Hal ini lantaran ada beberapa item pekerjaan yang belum melakukan pembayaran atau pencairan anggaran.

Nantinya, jika serapan ini tidak digenjot maka akan menghasilkan SILPA, berdasarkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan.

“Jumlah anggarannya pun mencapai 2.532.272.667.551, sementara sisa anggaran yakni 1,5 triliun,” ungkapnya.

Angka ini diambil dari 31 OPD, yakni Sekretariat Daerah (Setda), Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan), dan juga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada.

Agus Haris meminta kepada kepala daerah untuk terua menggenjot kinerja OPD dalam penyerapan anggaran. Beberapa program pun terlaksana di akhir tahun, mulai dari pengadaan motor Rukun Tetangga (RT), pembagian laptop untuk sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta kenaikan insentif ketua RT dan penggiat agama.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Gencar Tawarkan Investasi, Inisiatif Manfaatkan Podcast

0
Gencar Tawarkan Investasi, Inisiatif Manfaatkan Podcast
Ilustrasi podcast. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang secara rutin terus menawarkan investasi. Hal ini dilakukan untuk Kota Bontang pasca migas.

Analis Kebijakan Ahli Muda, Lamri menjelaskan, bahwa DPMPTSP berencana akan membuat podcast. Hal ini merupakan inovasi baru untuk membicarakan bagaimana pembangunan Kota Bontang ke depannya.

“Podcast ini rencananya akan memberi gambaran investasi di kota kita ini,” jelasnya

Dalam podcast tersebut rencananya akan menghadirkan bebagai macam narasumber, seperti dari pemerintah provinsi maupun pemerintah Kota Bontang sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa Kota Bontang tidak bisa terus berharap kepada perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri lama dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA).

“Kalau berharap dengan perusahaan yang mengolah SDA, pasti SDA juga akan habis, jadi kita harus mengembangkan industri lain,” ujarnya.

Oleh sebab itu, podcast ini nantinya akan membahas juga potensi investasi di Bontang yang berpengaruh pada perkembangan Ibu Kota Negara. Sehingga diharapkan dapat menarik pendengar dan memulai usaha di Kota Bontang.

Selain membahas investasi tentu dari segi pariwisata juga akan dibahas, dengan harapan akan ada juga investor yang tertarik dan membantu pariwisata di Kota Bontang. Rencananya akan disiarkan melalui YouTube atau Facebook.

“Sesuai dengan arahan wali kota untuk Bontang menjadi pariwisata, jadi tidak hanya memasarkan industri melulu,” tutupnya. (sya/adv)

Tahun 2023, DPMPTSP Bontang Tawarkan 18 Jenis Investasi

0
Tahun 2023, DPMPTSP Bontang Tawarkan 18 Jenis Investasi
Ilustrasi investasi. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memiliki visi dan misi sebagai kota yang ramah investor. Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkot Bontang telah menyediakan lahan seluas 1.102 hektar untuk para investor.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang pun telah menyiapkan 18 jenis investasi di tahun 2023 ini, yang siap ditawarkan kepada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanam Modal Asing (PMA).

“Jenis investasi yang kami tawarkan sudah sesuai dengan kebutuhan Kota Bontang,” jelas Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim, Jumat (24/11/23).

Berikut jenis-jenis investasi yang ditawarkan:

  1. Pabrik Pembuatan Kaca/Polysilicone
  2. Pabrik Sabun/Detergen
  3. Pabrik Baking Soda
  4. Pabrik Mie dan Pengepakannya
  5. Pabrik Gliserin/Oleochemical
  6. Pabrik Biodiesel
  7. Pabrik Isotank
  8. Pabrik Pengolahan Rumput Laut
  9. Pabrik Pengalengan Ikan
  10. Pabrik Pengolahan Limbah B3

11.Gudang Bahan Pokok

  1. Pabrik Pengolahan Garam

13.Pelabuhan Peti Kemas

  1. Pabrik Desalinasi Air Laut
  2. Pabrik Pengolahan Jeruk
  3. Pabrik Pengepakan Karet
  4. Pasar
  5. Terminal Angkutan

Asdar menjelaskan, dari 18 jenis investasi yang ditawarkan, ada yang sudah melakukan pengecekan lapangan untuk melihat lokasi, yakni pabrik pengolahan limbah B3.

Potensi-potensi investasi tersebut juga ditawarkan, karena beberapa pabrik sangat dibutuhkan untuk memenuhi standar minimal kebutuhan masyarakat di Indonesia, seperti pabrik baking soda.

“Kami berharap tahun depan akan banyak investor melirik Kota Bontang,” harapnya. (sya/adv)

Sempat Vakum, Klinik Laktasi RSUD Bontang Buka Kembali

0
Sempat Vakum, Klinik Laktasi RSUD Bontang Buka Kembali
Konselor menyusui RSUD Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha saat ditemui. (ist)

BONTANG – Klinik Laktasi RSUD Taman Husada Bontang akan kembali buka, pasca vakum beberapa waktu lalu. Pembukaan kembali klinik laktasi guna memberikan pelayanan laktasi kepada ibu dan bayi.

Konselor menyusui RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha mengatakan, klinik laktasi sebelumnya telah dibuka sekira Agustus 2019. Namun karena pandemi covid-19 dan keterbatasan ruang, klinik ditutup sementara dan akan kembali dibuka pada awal Desember mendatang.

Dengan mengaktifkan kembali layanan klinik laktasi, sebagai agenda mewujudkan misi rumah sakit untuk menjadi rumah sakit sayang ibu dan bayi (RSSIB).

“Pasien bisa mendaftar, misalnya ibu yang baru melahirkan dengan membawa surat kontrol,” jelasnya.

Dr Ridha menambahkan, SDM di klinik laktasi telah memiliki sertifikasi dalam pelayanan laktasi. Memiliki sertifikat pelatihan 40 jam laktasi yang telah diadakan Perinasia.

“Kami sudah ada sertifikasi laktasi sebagai konselor menyusui. Kami bisa bantu bagi ibu-ibu yang mengalami  permasalahan dalam proses menyusui. Karena ada beberapa permasalahan bagi ibu dan bayi seperti kesalahan dalam memposisikan bayi saat menyusui atau masalah lainnya itu yang akan kita bantu sebagai konselor,” katanya.

Selanjutnya, dalam proses laktasi atau menyusui dari ibu kepada anaknya, memiliki banyak kasus pada saat setelah melahirkan. Di antaranya ASI tidak keluar, jumlah ASI sedikit hingga bayi menolak menyusui.

Banyak kendala pada ibu setelah melahirkan. Untuk itu dengan membuka klinik laktasi sebagai solusi dari permasalahan ibu dan bayi. Penanganannya pun dengan cara menggali permasalahan yang dialami ibu dan bayi lalu mencari solusinya.

“Perlu disampaikan pada ibu misalnya kecemasan, rasa sakit, panik adalah hal-hal yang dapat menurunkan produksi ASI.  Dalam proses menyusui butuh juga dukungan dari keluarga seperti dukungan suami dan orang tua,” jelasnya.

Ia mengtakan, di klinik laktasi juga diberikan pemahaman ibu bayi dalam hal seputar menyusui.

Beberapa kasus berbeda-beda pada ibu dan bayi. Ada yang ibu baru anak pertama, ada pula yang pernah mengalami gagal ASI eksklusif pada anak sebelumnya.

“Idealnya pemberian ASI di awal itu ASI eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan ASI dengan makanan pendamping sampai dua tahun. Saat sesi konseling kami juga mengevaluasi dan memberi masukan dengan cara melihat praktik si ibu saat menyusui,” ungkapnya.

Sementara untuk jumlah SDM yang ada di klinik laktasi ada satu dokter konselor menyusui dan satu bidan pada klinik laktasi. Tersedia pula alat peraga yang memudahkan praktek menyusui pada ibu yang datang berkonsultasi.

“Masyarakat Bontang dapat terlayani dengan baik. Jangan sungkan untuk berkonsultasi pada klinik laktasi. Karena proses menyusui sangat sederhana namun memiliki efek jangka panjang demi kesehatan bayi. Kami hadir untuk memberikan edukasi, motivasi dan dukungan pelayanan ibu dan bayi terutama pada ibu menyusui. Inipun bagian dari dukungan pada program pemerintah untuk mencegah stunting, karena pemberian ASI merupakan bagian dari progam tersebut,” pungkasnya. (adv)

Komisi III Kecewa Pihak BCM Belum Selesaikan Persoalan Limbah

0
Komisi III Kecewa Pihak BCM Belum Selesaikan Persoalan Limbah
Komisi III DPRD Bontang saat melakukan sidak terkait limbah di citimall. (ist)

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang menyesalkan pihak Bontang Citi Mall (BCM) yang belum juga menyelesaikan masalah limbah yang dikeluhkan warga sekitar. Hal itu diketahui saat sidak di BCM, Selasa (21/11/2023) lalu.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina menegaskan, persoalan limbah yang dikeluhkan warga ini diduga berasal dari saluran pipa BCM. Pihak BCM membuang di area selokan dekat dengan permukiman. Sehingga menimbulkan aroma tak sedap.

Sidak kali ini merupakan kedua kalinya. Namun manajemen BCM belum juga melakukan tindakan apapun. Sehingga keluhan masyarakat sekitar masih terlontar terkait bau limbah yang sangat mengganggu tersebut.

“Sangat kecewa pastinya, sebab ini bukan peringatan pertama kalinya, saya rasa harus cepat terselesaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Wilayah Bapelitbang Bontang, Noni Agetha mengatakan, dari hasil pantauan lokasi, bau tak sedap muncul bermula dari drainase yang terletak di area parkiran lantai bawah.

“Ini karena struktur yang tidak beraturan, sehingga mengakibatkan genangan dan berakhir mengendap. Seharusnya parit tersebut kering,” bebernya.

Sedangkan Manajer BCM, Dito mengungkapkan, saat ini sedang melakukan perbaikan, akan tetapi terdapat terkendala. Sehingga, proses pengelolaan limbah masih mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

“Kami pastikan, akan melakukan perbaikan secepat mungkin,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Komisi III Sidak di BCM, Warga Keluhkan Bau Limbah Menyengat

0
Komisi III Sidak di BCM, Warga Keluhkan Bau Limbah Menyengat
Komisi III DPRD Bontang saat melakukan peninjauan langsung di Citimall Bontang. (ist)

BONTANG – Rombongan Anggota Komisi III DPRD Bontang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di area Bontang Citi Mall (BCM) pada Selasa (21/11/2023) kemarin.

Sidak tersebut dipimpin Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang. Rombongan melakukan sidak untuk meninjau secara langsung terkait limbah di BCM.

“Kali ini, kita sidak ke citimall untuk melihat dan memastikan terkait limbah yang dikeluhkan oleh warga sekitar,” ucapnya saat memimpin sidak.

Sidak ini dilaksanakan, terkait adanya keluhan masyarakat sekitar Kelurahan Tanjung Laut. Dimana hingga saat ini masih mengeluarkan bau yang sangat menyengat, bahkan sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Dari keluhan para warga sekitar, makanya kami komisi III mengadakan sidak untuk menindak lanjuti terkait persoalan limbah  tersebut,” ungkapnya.

Amir berharap, dengan sidak kali ini masalah limbah segera cepat teratasi, demi kenyamanan bersama, tidak ada lagi gangguan yang mengganggu sekitar.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Warga RT 14 Gunung Elai Keluhkan Banjir, Abdul Samad: Pemkot Harus Segera Tindaklanjuti!

0
Warga RT 14 Gunung Elai Keluhkan Banjir, Abdul Samad: Pemkot Harus Segera Tindaklanjuti!
Abdul Samad, Anggota Komisi III DPRD Bontang saat sidak. (ist)

BONTANG – Komisi III meminta Pemkot Bontang segera membuatkan parit di RT 14, Kelurahan Gunung Elai. Lantaran di kawasan ini masih sering terjadi banjir. Hal itu terungkap saat sidak Komisi III DPRD Bontang, Selasa (14/11/2023) lalu.

“Semua keluhan warga di sini ialah karena adanya banjir, yang dimana harus ada arus atau parit untuk mengalirnya air,” ucap Abdul Samad, Anggota Komisi III DPRD Bontang.

Permasalahan banjir ini akibat pembuangan air dari area bukit di Jalan Bhayangkara. Keluhan ini sudah lama dirasakan oleh warga sekitar. Akibatnya rumah-rumah warga di Jalan Brokoli Raya kerap tergenang.

“Ini dampaknya ke warga yang pemukimannya berada di pinggir sungai, saya meminta pemkot harus serius menindaklanjuti,” paparnya.

Warga ingin agar pemukimannya tidak lagi terkena banjir, bahkan saat cuaca lagi hujan pun menimbulkan bau yang tidak sedap. Sehingga genangan air juga bisa menjadi salah satu tempat terjadinya kumpulan sarang nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Catatan penting yang harus diperhatikan sebelum membuat parit, pastikan terlebih dahulu kepemilikan lahan, jangan sampai ada permasalahan,” bebernya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Sanitasi Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas PU-PR, Edi Suprapto mengatakan, ada alokasi anggaran untuk pembuatan parit, namun pihaknya harus berkoordinasi dengan Dinas Perkim terlebih dahulu.

“Nantinya parit baru akan dimasukkan ke pintu air, terkait lebar parit masih dalam kajian. Disamping jembatan maupun 100 meter dari jembatan. Jadi nantinya kami bisa bagi dua arah supaya cepat pembuangannya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam