Beranda blog Halaman 640

Satu Rumah Warga Kampung Mas Darling RT 26 Terbakar, Diduga Konsleting Listrik

0
Satu Rumah Warga Kampung Mas Darling RT 26 Terbakar, Diduga Konsleting Listrik
Rumah warga Kampung Mas Darling RT 26 yang terbakar. (Syakurah)

BONTANG – Telah terjadi kebakaran di salah satu rumah yang berada di Kampung Mas Darling RT 26 Kelurahan Gunung Telihan, Jumat (19/9/2025).

Pemilik rumah, Elizabet menjelaskan salah satu anaknya berkata bahwa di dalam rumahnya cukup panas, ternyata api muncul dari kamar anaknya dan tanpa sadar sudah membesar.

“Kami di depan rumah semua, tiba-tiba saat lihat ke belakang rumah sudah besar api, sadar api besar sekitar pukul 4 lewat,” pungkasnya.

Seorang tetangga yang sedang dalam perjalanan pulang dan melewati rumah tersebut menyadari adanya kepulan asap, dan langsung buru-buru mendatangi pemadam untuk meminta pertolongan.

“Kami sedang ada persiapan untuk acara pernikahan anak, jadi kami berada di depan rumah semua, aliran listrik kami loss kan,” tandasnya.

Adapun akibat dari kebakaran tersebut, pemilik rumah merugi lantaran api cepat merambat, karena rumah tersebut terbuat dari kayu dan beberapa ijazah sang anak juga sebagian telah terbakar.

Pemadam kebakaran mengirimkan 4 unit pemadam, namun saat sampai di tempat tujuan api sudah mulai mereda, lantaran dibantu orang sekitar untuk memadamkan, untuk itu pemadam sempat melakukan pendinginan, memastikan tidak ada lagi api.

“Kemungkinan adanya arus pendek penyebabnya,” ucap singkat salah satu anggota pemadam.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Harga Beras Masih Tinggi Pasca Isu Oplosan

0
Penjual beras di Pasar Taman Telihan. (Syakurah)

BONTANG – Pedagang pasar mengakui adanya kenaikan harga beras, semenjak adanya isu dugaan beras oplosan yang beredar beberapa waktu lalu.

Salah satu pedagang beras Pasar Taman Telihan, Ciptanto menyatakan sebelum adanya isu tersebut ia masih menjual beras dengan harga termurah yakni Rp 14.000 per kilogram, namun kini ia menjual Rp 16.500 per kilogram.

“Pas ada isu itu, kami sempat order ke supplier yang di pulau Jawa, tapi mereka bilang tidak bisa melakukan pengiriman,” terangnya, Jumat (19/9/2025).

Untuk itu pihaknya perlu melakukan pemesanan dari supplier yang dari Sulawesi, “Karena di Jawa tidak mengirim, permintaan di Sulawesi meningkat, jadi meningkat juga harganya,” ujarnya.

Ia mengatakan, beberapa merk yang berasal dari Jawa sudah mulai kembali melakukan pengiriman, namun sempat mengirim merk yang berbeda dari apa yang mereka pesan. Intensitas pengiriman juga berkurang, yang awalnya sebulan dua kali, ini hanya sebulan sekali.

“Sempat minta merk apa yang dikirim beda, tapi ini sudah sama, intensitasnya saja berkurang,” tuturnya.

Sama halnya dengan Suparti yang juga menjual beras, ia menjual paling murah Rp 17.000 dan tidak berani mengambil merk-merk yang sekiranya tidak diminati oleh masyarakat lantaran takut tidak laku.

“Saya ambil yang orang familiar aja di supplier jadi cepat habis, habis ada isu kemarin harga naik sedikit-sedikit sampai akhirnya di Rp 17 ribu, nggak turun-turun,” tambahnya.

Ia mengakui tidak banyak masyarakat yang mengungkapkan keluhan terkait tingginya harga beras, “Tidak mungkin juga mereka ngeluh di depan kita,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

RSUD Taman Husada Pastikan Pengoperasian Insinerator Sesuai Prosedur dan Perhatikan Aspek Lingkungan

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Direktur RSUD Taman Husada menegaskan bahwa pengoperasian insinerator di rumah sakit dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, sekaligus tetap memperhatikan aspek lingkungan. Langkah ini penting untuk memastikan pengelolaan limbah medis berjalan aman, terkontrol, dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Baca liputan lengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Jumat, 19 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Pelajar: Positif Tapi Problematik, Mampukah Meraih Takwa Hakiki?

0
Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Pelajar: Positif Tapi Problematik, Mampukah Meraih Takwa Hakiki?
Hafizah D.A., S.Si. (ist)

Oleh:
Hafizah D.A., S.Si.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim mewajibkan pelajar SMA/SMK/sederajat melaksanakan shalat subuh berjamaah setiap Jumat di masjid atau sekolah, sesuai Surat Edaran nomor 000.8.3/21748/Disdikbud-XI/2025 . Kebijakan ini menindaklanjuti instruksi Gubernur Kaltim untuk memperkuat iman dan takwa pelajar.

Gerakan serupa lebih dulu dijalankan Pemkot Bontang sejak 25 April 2025 melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/694/KESRA/2025.

Wakil Gubernur Kaltim meresmikannya dalam Safari Ramadhan di Masjid Agung Al Hijrah, Tanjung Laut, Bontang Selatan, yang diikuti ratusan pelajar SMA/SMK/MAN di berbagai lokasi, termasuk Masjid Terapung Darul Irsyad.

Program ini diharapkan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus membina karakter, kedisiplinan, dan kesadaran spiritual. Namun, sebagian orang tua khawatir terhadap risiko keamanan saat perjalanan dini hari, terutama bagi pelajar perempuan yang harus berangkat sendiri dengan jarak cukup jauh.
(sapos.co.id,02/09/2025)(kaltim.kemenag.go.id, 21/03/2025)

Sholat vs Kemaksiatan

Survei Indonesia Moslem Report 2019 (Avara Research) mengungkap hanya 27% Gen Z yang konsisten shalat lima waktu dan 2,5% yang rutin berjamaah. Sementara itu, data Pusiknas Polri (Januari-Juli 2024) menunjukkan lebih dari 1.000 anak tiap bulan menjadi tersangka kejahatan, mulai dari perundungan hingga pembunuhan yang bahkan disiarkan demi viral. Kedua fakta ini menegaskan pentingnya shalat sebagai tiang iman, sekaligus menimbulkan pertanyaan: cukupkah shalat semata menjadi benteng sempurna dalam menghadapi derasnya arus maksiat?

Rancangan Problematik

Sekilas, gerakan ini mulia karena menghidupkan syiar shalat Subuh berjamaah, sebagaimana sabda Rasulullaah SAW: sholat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding sholat sendirian (HR Bukhari-Muslim). Bahkan shalat Subuh berjamaah di masjid dinilai seperti shalat malam penuh (HR Muslim) serta menjadi benteng dari sifat munafik (HR Bukhari-Muslim). Dari konsistensi shalat Subuh pun lahir karakter muslim yang teguh, gigih, dan pantang menyerah.

Namun, rumusan tujuan program ini terlihat berpijak pada paradigma sekuler-kapitalis yang memaknai takwa secara parsial, sebatas ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Pemahaman dangkal inilah yang kini mendominasi umat Islam.

Tidak menutup kemungkinan, program ini sekadar formalitas untuk menambah nilai pembelajaran siswa, bukan dorongan iman yang lurus. Paradigma sekuler-kapitalis dalam pendidikan telah menjauhkan generasi dari visi Islam yang hakiki.

Ketiadaan jaminan keamanan bagi pelajar perempuan—bahkan masyarakat secara umum—di ruang publik menunjukkan kegagalan negara melindungi warganya. Pemerintahan sekuler-kapitalis hanya berfungsi sebagai regulator, bukan pengurus rakyat. Perlindungan prima pun kerap menuntut biaya tambahan, di luar pungutan pajak.

Akhirnya, gerakan yang tampak positif ini sulit untuk melahirkan pelajar bertakwa, yang mampu mendorong diri untuk taat karena iman dan menahan diri dari bermaksiat, bukan sekadar mengikuti perintah formal.

Takwa Hakiki

Dalam Islam, takwa tidak sebatas ibadah individual kepada Allah, yang porsinya hanya sekitar 10% dari total ibadah. Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 102:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”

Menurut tafsir Ibnu Katsir dari riwayat Ibnu Mas’ud, makna “sebenar-benar takwa” adalah taat tanpa maksiat, selalu meingat Allah, serta bersyukur tanpa mengingkari-Nya. Artinya, Allah memerintahkan manusia untuk menjalankan syariat-Nya secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan-tidak hanya ibadah yang bersifat ritual saja, tapi juga ibadah nafsi (akhlak, makanan dan minuman), hingga ibadah muamalah (sistem politik, ekonomi, sosial, pendidikan, pertahanan keamanan, dan sanksi). Keseluruhan syariat ini hanya dapat diterapkan secara sempurna melalui institusi negara sebagai bentuk tanggung jawab ra’iin bagi rakyat yang dipimpinnya.

Takwa pelajar terbentuk dari sinergi tiga pilar: keluarga, masyarakat, dan negara. Dengan sistem pendidikan Islam, lahirlah indidvidu yang berkepribadian Islam, yang pola pikir dan sikapnya sejalan dengan aqidah. Mereka menyadari bahwa ibadah adalah setiap bentuk ketaatan pada seluruh sistem aturan kehidupan yang bersumber langsung dari-Nya. Tanpa dikomando atau diberi surat perintah pun mereka bersegera beribadah, apalagi dalam ibadah wajib.

Keluarga akan saling mendukung dalam meningkatkan takwa, lalu membentuk masyarakat yang saling menasihati dalam kebaikan. Media informasi pun berfungsi sebagai sarana amar ma’ruf nahi munkar dan pembentuk citra wibawa negara, bukan penyebar konten sia-sia atau pemicu kriminalitas.

Dengan sistem politik-ekonomi Islam yang berfokus pada sektor riil dan nonribawi, akan terwujud kesejahteraan rakyat hingga tingkat individu, sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan hidup seluruh warga negara, termasuk akses fasilitas umum gratis yang berkualitas dan melindungi hak-hak mereka.

Sistem komprehensif ini disempurnakan dengan sanksi yang bersifat menjerakan sekaligus menebus dosa sehingga masyarakat tidak berani melanggar syariat-Nya.
(Disarikan dari kitab An-Nidzhom Al-Islam, karya Al-’Allamah Syaikh Taqiyyudin an-Nabhani)

Penutup

Gerakan shalat Subuh berjamaah pelajar sejatinya bisa menjadi momentum kebangkitan umat melalui generasi muda. Namun, tanpa penerapan syariat Islam secara menyeluruh dalam institusi negara, harapan melahirkan generasi gemilang yang bertakwa hanya menjadi mimpi panjang. Karena itu, bersegera bergerak bersama mewujudkan sistem Islam kaffah adalah kebutuhan mendesak.

Wallahu a‘lam.

9 Parpol di Bontang Terima Bantuan Rp 735 Juta

0
9 Parpol di Bontang Terima Bantuan Rp 735 Juta
Penandatangan serah terima bantuan keuangan ke parpol di Bontang. (Dwi/Radarbontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) menyalurkan bantuan dana keuangan sebesar Rp 735 juta, ke 9 Partai Politik (Parpol) di wilayah Bontang, Rabu (17/9/2025).

Penyerahan dana tersebut disalurkan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), yang berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota.

Kepala Kesbangpol Bontang, Deddy Haryanto menyampaikan bahwa serah terima bantuan keuangan kepada parpol tahun anggaran 2025, berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang pembentukan, pengurusan, dan pembubaran parpol.

Parpol memiliki peran strategis dalam pilar demokrasi yang menyalurkan aspirasi masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah melalui penyaluran bantuan keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Penyaluran dana bantuan ini, bagi parpol yang berhasil meraih kursi di DPRD, dan memperoleh suara sah di pemilihan legislatif 2024 lalu,” ucapnya.

Daftar parpol penerima bantuan dana, meliputi:

1. DPD Partai Golongan Karya (Golkar) mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 205 juta, yang berhasil memperoleh sebanyak 27.392 suara dengan raih 7 kursi.

2. DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 122 juta, yang berhasil memperoleh sebanyak 16.300 suara dengan raih 4 kursi.

3. DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 90,6 juta, yang berhasil memperoleh sebanyak 12.086 suara dengan raih 3 kursi.

4. DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 89,9 juta, yang berhasil memperoleh sebanyak 11.997 suara dengan raih 3 kursi.

5. DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 53,9 juta, yang berhasil memperoleh sebanyak 7.193 suara dengan raih 2 kursi.

6. DPC Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 51,9 juta, yang berhasil memperoleh sebanyak 6.933 suara dengan raih 2 kursi.

7. DPC Partai Amanat Nasional (PAN) mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 46,6 juta, yang berhasil memperoleh sebanyak 6.219 suara dengan raih 2 kursi.

8. DPC Partai Demokrat mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 40,5 juta, yang berhasil memperoleh sebanyak 4.597 suara dengan raih 1 kursi.

9. DPC Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 34,4 juta, yang berhasil memperoleh sebanyak 4.597 suara dengan raih 1 kursi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemerintah Himbau Kesiapsiagaan Dini Masuki Musim Penghujan dan Cuaca Ekstrem

0
Pemerintah Himbau Kesiapsiagaan Dini Masuki Musim Penghujan dan Cuaca Ekstrem
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengeluarkan surat edaran himbauan kesiapsiagaan dini, dalam memasuki musim penghujan dan juga cuaca ekstrem.

Berdasarkan data perkiraan hujan dan potensi banjir di September – Desember 2025, sebagaimana data dan informasi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Badan Informasi Geospasial (BIG), akan ada peningkatan cuaca ekstrim.

“Maka dengan ini kami menghimbau kepada seluruh OPD terkait, relawan dan masyarakat di kawasan rawan bencana di wilayah Bontang, untuk dapat bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini,” dalam surat edaran yang bertanda tangan Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlynawati.

Adapun dalam meminimalisasi dampak ancaman dan potensi bencana di Kota Bontang, di antaranya potensi terjadinya banjir akibat limpahan air dari wilayah hulu di Sungai Bontang.

Bersamaan dengan kondisi pasang air laut (banjir rob), maupun potensi terjadinya tanah longsor sebagai akibat curah hujan yang tinggi pada beberapa kawasan. Serta adanya pohon tumbang akibat dari angin kencang, dan juga gelombang laut yang tinggi pada beberapa waktu ini.

Himbauannya seperti bekerjasama dalam melaksanakan mitigasi bencana banjir, dengan bergotong royong berkolaborasi antara masyarakat bersama OPD terkait dan dunia usaha, seperti melakukan pembersihan saluran drainase di wilayah pemukiman.

Selanjutnya memantau titik-titik kawasan rawan banjir dan tanah longsor. Memantau fungsi alat-alat peringatan dini seperti Pemantau debit sungai (AWLR). Memantau dan mengoptimalkan fungsi Danau Kanaan sebagai pengendali aliran air, meminimalisir dampak banjir.

Turut juga meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana, dengan melibatkan peranan Relawan Kelurahan Tangguh Bencana dan relawan serta sumberdaya lainnya seperti PMI, Pramuka, Karang Taruna, Tagana, PKK, FKPM.

Untuk para nelayan, masyarakat, dan bagi penghobi mancing serta operator wisata yang akan beraktifitas di kawasan perairan laut, untuk selalu mengutamakan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim atau gelombang tinggi. Sebab keselamatan paling utama.

Maka menggunakan alat pelindung diri seperti life jacket atau pelampung, dan memeriksa kelayakan kapal, serta kapasitas kapal itu sangat penting.

Mengatur dan menyiapkan lokasi pengungsian, bahkan merencanakan daftar kebutuhan logistik serta peralatan dan dapur umum jika diperlukan saat menghadapi kondisi tanggap bencana.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Satimpo Bersholawat, Ajangnya Kelurahan Ajak Warga Mencintai Nabi Muhammad SAW

0
Satimpo Bersholawat, Ajangnya Kelurahan Ajak Warga Mencintai Nabi Muhammad SAW
Kegiatan Satimpo bersholawat. (ist)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kelurahan Satimpo menggelar kegiatan Satimpo Bersholawat bekerja sama dengan Majelis Sholawat Bontang (MSB).

Acara yang berlangsung di halaman kantor kelurahan pada Selasa malam (16/9/2025) ini, diikuti masyarakat dengan khidmat sekaligus meriah.

Kegiatan dibuka oleh Camat Bontang Selatan, Kamsal, dan turut dihadiri jajaran Kelurahan Satimpo, mitra kelurahan, serta Majelis Sholawat Bontang. Acara diawali penampilan Rabbana dari Majelis Taklim Masjid Al Fattah sebelum dilanjutkan lantunan sholawat bersama.

Panitia juga menghadirkan tradisi unik dengan membagikan telur hias yang ditancapkan pada empat batang pohon pisang, lengkap dengan camilan dan uang yang digantung. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri dan disambut antusias warga yang berebut mendapatkannya.

Lurah Satimpo, Maryono menegaskan kegiatan ini bukan hanya peringatan hari besar Islam, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah, kelurahan, dan masyarakat.

“Melalui kegiatan Satimpo Bersholawat, kita berharap tumbuh kebersamaan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Direktur RSUD Taman Husada Pastikan Pengoperasian Insinerator Sesuai Prosedur dan Perhatikan Aspek Lingkungan

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, dr. Suhardi Sp.Jp, menyampaikan dengan tegas bahwa untuk pengoperasian insinerator, yang berada di RSUD telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan memperhatikan aspek lingkungan.

Insinerator ini digunakan untuk membakar limbah medis, yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Sebab insinerator yang dimiliki oleh RSUD mulai digunakan sejak 2024 lalu.

Jadi, sebelum dioperasikan, rumah sakit ini telah melakukan uji coba pembakaran sekaligus pemantauan emisi untuk memastikan asap yang dihasilkannya, tetap dalam batas yang aman,” ucapnya saat ditemui, Rabu (17/9/2025).

Selanjutnya, Insinerator juga sudah pernah digunakan untuk pembakaran limbah medis, dan setiap kali beroperasi pasti dilakukan uji emisi. Jadi tidak serta-merta langsung membakar, melainkan ada prosedur yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Selain itu, untuk hasil uji emisi menjadi salah satu persyaratan penting dalam pengajuan izin operasional ke Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup. Oleh karena itu, insinerator memang harus dijalankan terlebih dahulu agar proses pengujian bisa dilakukan secara maksimal.

“Memang izin operasionalnya masih dalam proses, karena salah satu syarat utama adalah uji emisi. Setelah hasilnya keluar, barulah kami laporkan ke kementerian untuk kelanjutan izin tersebut,” tambahnya.

dr. Suhardi Sp.Jp juga memastikan bahwa kualitas udara dari hasil pembakaran insinerator, sejauh ini masih sesuai dengan baku mutu. Hal ini sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang sebagai bagian dari monitoring lingkungan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada masalah. DLH juga sudah menyampaikan bahwa kualitas udara hasil uji emisi masih memenuhi standar,” tambahnya.

Suhardi turut menegaskan jika pihaknya tidak hanya berfokus pada pelayanan medis saja, akan tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar rumah sakit. Sebagai penggunaan insinerator, akan selalu mengikuti aturan dan standar yang ditetapkan pemerintah.

Maka pengoperasian insinerator di RSUD Taman Husada diyakini tetap aman bagi lingkungan dan masyarakat, sambil menunggu proses perizinan resmi yang masih berjalan di kementerian.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polisi Grebek Salah Satu Hotel di Jalan KS Tubun, Tangkap Pengedar Sabu

0
Polisi Grebek Salah Satu Hotel di Jalan KS Tubun, Tangkap Pengedar Sabu
Barang bukti berhasil diamankan pihak polisi. (Ist).

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang berhasil menggagalkan aksi seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu, di salah satu hotel yang berada di Jalan KS Tubun, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (17/9/2025).

Terduga sebagai pengedar sabu berinisial Ks alias Km (38) yang dimana kedapatan memiliki sejumlah barang bukti berupa 7 poket sabu seberat 4 gram.

Adapun barang bukti lainnya meliputi satu bungkus plastik bening kosong, satu buah timbangan digital, satu pipet kaca, satu sedotan runcing, satu korek gas, uang tunai sebesar Rp 200 ribu, serta satu unit ponsel Realme warna biru.

“Kami mengamankan terduga karena adanya laporan yang telah kami terima dari masyarakat, bahwa ada aktivitas yang mencurigakan di sebuah hotel tersebut. Maka kami langsung gerak cepat menuju lokasi,” jelas Kapolres Bontang, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Richard,

Adapun penangkapan ini dilakukan sebagai bukti keseriusan Polres Bontang, dalam memutus rantai peredaran narkoba, yang dimana akan kembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih besar lagi.

Sehingga pihak kepolisian mengimbau masyarakat, agar berani melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba. Sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci untuk dalam upaya pemberantasan Narkoba.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tok! MK Tolak Gugatan Pemkot Bontang, Sidrap Masih Milik Kutim

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak gugatan Pemerintah Kota Bontang terkait sengketa wilayah Sidrap. Dengan putusan ini, status wilayah Sidrap dinyatakan tetap menjadi bagian dari Kabupaten Kutai Timur. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri polemik panjang terkait batas administrasi antar daerah.

Baca liputan lengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Kamis, 18 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!