Beranda blog Halaman 641

Turap Jebol Warga Gang Amalia Terdampak Banjir, Khawatir Buaya Naik

0
Turap Jebol Warga Gang Amalia Terdampak Banjir, Khawatir Buaya Naik
Salah satu rumah yang terdampak banjir di Gang Amalia. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Warga di Gang Amalia, RT.23, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, terdampak banjir akibat turap yang jebol.

Eko Jatmiko, salah satu warga sekitar menyampaikan bahwa, turap tersebut jebol terhitung sejak setahun terakhir, dimana sejak turap tersebut jebol rumah di sekitaran lokasi mengalami banjir, hingga muncul endapan lumpur.

Awalnya, turap mengalami jebol dengan lubang kecil. Semakin lama air sungai yang terus menggerus, terus mengikis lapisan turap, sehingga jebolan turap tersebut semakin membesar dan meluas.

“Semakin lama semakin besar jebolannya, kemungkinan karena air sungai yang mengikis bagian bawah turap,” ucapnya.

Tak hanya itu, warga sekitar pun turut mengkhawatirkan adanya buaya di sekitaran sungai, dimana warga sering kali melihat buaya dari sisi lubang turap.

“Ada buayanya sering muncul berjemur di pinggir sungai, takutnya pas waktu air sedang naik, buayanya ikut naik ke sini juga,” ungkapnya.

Diketahui, sebelumnya warga sekitar beserta RT setempat sudah sering kali melaporkan hal tersebut. Akan tetapi belum ada respon baik dari pemerintah untuk menanganinya.

Bahkan warga pun sudah pernah melakukan musyawarah terkait turap yang jebol ke pihak kelurahan, akan tetapi sampai saat ini dari pihak kelurahan pun belum ada tanggapan yang berkelanjutan.

“Air sungai kalau sudah naik, pastinya rumah saya kena banjir. Kalau air saja tidak masalah, tetapi ini ada endapan lumpurnya juga. Sangat menguras tenaga kalau waktu membersihkan,” jelasnya.

Mengenai hal tersebut, warga sekitar ingin Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, bisa cepat merespon permasalahan ini. Agar rumah mereka tidak mengalami kebanjiran lagi, saat hujan deras dan air naik saat sungai sedang meluap.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dewan Sebut Proyek Drainase di Jalan P Suryanata Gagal, Kadis PUPR: Masih Masa Pemeliharaan

0
Drainase di Jalan P Suryanata, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Proyek pembangunan drainase dan trotoar di Jalan P Suryanata, Kelurahan Bontang Baru, banyak mendapatkan kritikan dari Komisi C DPRD Bontang.

Para Anggota Komisi C menyebut, proyek pembangunan di lokasi tersebut sekitar 80 persen gagal. Pasalnya hasil yang telah dikerjakan oleh kontraktor, banyak sekali yang tidak sesuai.

Bahkan semenjak proyek pembangunannya selesai, di wilayah sekitar malah menjadi banjir akibat genangan air yang tidak ada jalan keluarnya. Hal ini sangat dikeluhkan oleh masyarakat sekitar, terutama di wilayah RT.19 dan RT.13.

Mengenai banyaknya kritikan yang masuk, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Much Edy Prabowo mengatakan, bahwa untuk proyek tersebut masih memasuki masa pemeliharaan, ke depan akan dilakukan perbaikan.

“Nantinya akan kami lakukan perbaikan masa pemeliharaan,” ucapnya, Selasa (8/4/2025).

Kesempatan yang sama, Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry mengungkapkan bahwa, untuk PUPR harus bisa segera menyelesaikan permasalahan di lokasi tersebut.

Mengingat sangat banyak sekali masukan dari masyarakat sekitar, yang terdampak banjir akibat tidak adanya aliran untuk air mengalir. Bahkan, posisi drainase lebih tinggi ketimbang batasan permukiman, dimana air tak dapat jalan untuk ke parit.

“Kalau bisa pak kadis, disegerakan untuk perbaikan di wilayah ini. Agar warga tidak lagi terkena banjir saat hujan datang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva alam

Sasar Tiga Kelurahan, Pupuk Kaltim Salurkan 800 Paket Makanan Bagi Warga Terdampak Banjir Bontang

0

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program PKT Proaktif, salurkan bantuan 800 paket makanan bagi ratusan warga terdampak banjir Bontang, yang tersebar di sejumlah wilayah Kecamatan Bontang Utara.

Diantaranya 250 paket di Kelurahan Guntung, 250 paket di Kelurahan Gunung Elai, dan 300 paket di Kelurahan Api-api. Bantuan diserahkan perwakilan manajemen Perusahaan kepada masyarakat, melalui Kelurahan masing-masing, Senin (7/4/2025).

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Teguh Ismartono, mengungkapkan bantuan ini merupakan wujud kepedulian Pupuk Kaltim bagi masyarakat, yang dalam beberapa waktu terakhir terendam banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi. Kondisi kawasan yang menggenang, membuat aktivitas warga terhambat, sehingga kebutuhan makanan menjadi hal pokok yang harus dipenuhi.

“Bantuan ini sebagai bentuk respon cepat Pupuk Kaltim membantu masyarakat, utamanya pemenuhan kebutuhan pokok harian karena air yang belum surut di pemukiman,” ujar Teguh.

Melalui program PKT Proaktif, diharap dapat meringankan beban warga terdampak banjir, sekaligus wujud sinergi antara perusahaan dengan Pemerintah untuk saling membahu membantu warga yang tertimpa musibah.

Menurut dia, Pupuk Kaltim akan terus memantau perkembangan kondisi pemukiman masyarakat beberapa waktu ke depan dengan ratusan warga terdampak. Pupuk Kaltim pun menaruh perhatian akan hal tersebut, serta berkomitmen memberikan dukungan tambahan jika diperlukan melalui manfaat TJSL Perusahaan.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak Kelurahan, agar perkembangan kondisi di lapangan bisa terus terpantau. Jika memang ada kebutuhan lanjutan, Pupuk Kaltim akan kembali turun memberikan dukungan,” tambah Teguh.

Lurah Gunung Elai Sulistyo, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan Pupuk Kaltim bagi warga di wilayahnya. Dikatakannya, ada ratusan Kepala Keluarga yang terdampak pada banjir kali ini, dan mereka terpaksa bertahan di rumah karena jalan yang terendam parah usai hujan deras atau kiriman air dari hulu.

“Bantuan langsung disalurkan langsung kepada warga yang terendam banjir, sehingga kebutuhan makanan bisa terakomodasi dengan baik,” kata dia.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang. Kelurahan terdampak paling banyak yakni Kelurahan Api-Api dengan total korban 547 orang atau 213 kepala keluarga.

Kedua Kelurahan Gunung Elai, dengan total 375 warga dari 120 Kepala Keluarga terdampak. Lalu Kelurahan Gunung Telihan dengan total warga terdampak sebanyak 364 orang atau 112 Kepala Keluarga. Terakhir Kelurahan Guntung, dengan total warga terdampak 352 jiwa dari 106 KK.

Lurah Guntung Denny Febrian, pun mengapresiasi kepedulian Pupuk Kaltim yang terus hadir bagi masyarakat di wilayahnya. Terlebih dengan kondisi yang saat ini terjadi, dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan. Utamanya makanan yang wajib terpenuhi akibat terbatasnya aktivitas warga karena banjir yang masih menggenang.

“Seluruh bantuan dipastikan tersalurkan kepada masyarakat, mengingat makanan wajib terpenuhi akibat terbatasnya aktivitas warga karena banjir yang masih menggenang,” ucap Denny. (adv)

Hoaks, Info Pertamina Beri Kompensasi Uang ke Masyarakat

0
Hoaks, Info Pertamina Beri Kompensasi Uang ke Masyarakat
Informasi terkait Pertamina memberikan kompensasi berupa uang ke masyarakat. (Ist).

BONTANG – Polres Bontang melalui Satuan Intelkam, menanggapi adanya informasi hoaks yang beredar di media sosial. Informasi itu menyebut, bahwa Pertamina akan memberikan kompensasi uang sebesar Rp 1,5 juta dan Rp 300 ribu kepada masyarakat.

Setelah dilakukan koordinasi langsung dengan pihak Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Kota Bontang, informasi tersebut dipastikan adalah hoaks dan tidak benar adanya.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Intelkam, AKP Yurizca, turut mengimbau masyarakat Bontang, agar tetap bijak dalam menerima informasi yang tersebar di media sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh tawaran yang menjanjikan dana tunai tanpa dasar resmi.

“Kami akan tetap terus memantau dan menelusuri, sumber penyebaran informasi hoaks ini. Kami juga meminta ke masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan postingan serupa, agar bisa dilakukan penindakan lebih lanjut,” ucapnya.

Diketahui, dalam informasi hoaks yang telah beredar, masyarakat nantinya akan dijanjikan dana kompensasi dari Pertamina sebagai bentuk permintaan maaf, dengan ketentuan menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM). Setelah itu, mengisi formulir dan mengakses tautan yang mencurigakan sebelum tanggal 30 April 2025.

Maka dari itu, Polres Bontang mengingatkan masyarakat bahwa tautan semacam ini berpotensi digunakan untuk penipuan dan pencurian data pribadi. Polres Bontang juga telah melakukan klarifikasi dengan 2 perwakilan dari pihak SBM Pertamina Bontang.

“Pertamina menegaskan bahwa tidak pernah mengeluarkan pernyataan, atau program resmi berupa kompensasi kepada masyarakat, seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut,” jelasnya.

Untuk langkah pencegahan, sebaiknya tidak membuka atau menyebarkan tautan yang mencurigakan. Untuk informasi melalui kanal resmi, bisa langsung menghubungi Call Center 135 atau mengirim pesan langsung (DM) ke akun Instagram resmi Pertamina: @energizingborneo dan @pertaminapatraniagakalimantan. Terkait jika ada keluhan, atau pertanyaan dari masyarakat

“Kami menegaskan dengan komitmen, untuk tetap menjaga kondusifitas informasi, dan terus mengedukasi masyarakat agar terhindar dari jebakan berita palsu, terutama menjelang periode rawan penyebaran hoaks seperti ini,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tanda Tangani Mou Kuliah Gratis, Pemkot Gandeng Lima Universitas di Bontang

0
Tanda Tangani Mou Kuliah Gratis, Pemkot Gandeng Lima Universitas di Bontang
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, lakukan penandatanganan kerjasama dengan lima universitas di Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima perguruan tinggi, untuk menjalankan program kuliah gratis bagi warga Bontang.

Lima kampus yang digandeng Pemkot Bontang yakni Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syamsul Ma’arif Bontang, Universitas Terbuka (UT), dan Sekolah Tinggi Teknologi (Stitek) Bontang.

“MoU ini merupakan payung besarnya. Selanjutnya teknis akan dibahas,” katanya, Selasa (8/4/2025)

Syarat yang perlu dipenuhi hanya perlu memiliki KTP Bontang dan berusia maksimal 30 tahun. Pemkot Bontang telah menyiapkan anggaran yang nantinya digunakan untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Ia mengungkapkan, sekitar Rp 20 miliar anggaran telah dialokasikan untuk membiayai program ini. Neni juga memperkirakan jumlah mahasiswa yang terdapat di 5 perguruan tinggi tersebut berkisar 1800 lebih mahasiswa.

“Untuk mahasiswa UT kemungkinan UKT sekitar Rp 2 juta dan bisa kami cover, jumlah mahasiswa Bontang disana hampir 1.000 orang,” terangnya.

Ia mengungkapkan, dana tersebut dikecualikan jika terdapat anggota DPRD yang mengikuti kuliah. Adapun STITEK memiliki UKT paling tinggi berkisar Rp 6 juta. Tapi untuk hal tersebut akan dikerjasamakan dengan Pemprov Kaltim.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Proyek Drainase di Jalan P Suryanata Selesai, Warga Malah Justru Kebanjiran

0
Proyek Drainase di Jalan P Suryanata Selesai, Warga Malah Justru Kebanjiran
Rombongan Komisi C DPRD Bontang, saat melakukan sidak. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Proyek pembangunan drainase dan trotoar di Jalan P Suryanata, atau eks Jalan Sendawar, Kelurahan Bontang Baru, kembali dikeluhkan warga sekitar.

Pasalnya, saat rombongan Komisi C DPRD Bontang melakukan peninjauan lokasi, warga menyuarakan secara langsung, bahwa sejak adanya proyek pembangunan drainase dan trotoar tersebut, rumah warga sekitar justru sering mengalami banjir di saat hujan datang, terkhususnya di sekitar wilayah RT.19 dan juga di RT.13.

“Kalau kita terdampak banjir secara terus-terusan, iya bonyok kita sebagai masyarakat,” ucap Nur Armat, salah satu warga saat diwawancarai, Selasa (8/4/2025).

Diketahui, rumah Nur Armat sudah mengalami kebanjiran selama empat kali, semenjak selesai proyek pembangunan drainase dan trotoar tersebut. Apalagi dirinya mempunyai bengkel, yang dimana saat banjir datang ada beberapa elektronik dan sparepart yang terkena air genangan.

Pihaknya pun juga tidak ada menerima bantuan untuk ganti rugi dari pemerintah. Jika diperkirakan, kerugian yang dialami pun terhitung cukup banyak, sekitar puluhan juta.

“Belum ada kami menerima biaya ganti rugi, hanya sempat dapat tiga nasi bungkus untuk ganjal perut,” jelasnya.

Kesempatan yang sama, Sigit, salah satu warga di RT.13 turut mengatakan, bahwa daerah yang dulunya tidak pernah mengalami banjir, mendadak jadi banjir setelah adanya proyek drainase.

Bahkan, untuk ketinggian banjir pun sampai setengah meter, dimana saluran air di parit sekitar tidak bisa berjalan dengan lancar, alhasil air mengalir ke pemukiman.

“Pastinya kami ingin dari pihak pemerintah bisa mengatasi permasalahan ini, setidaknya buatkan saluran untuk jalannya air, agar tidak terus-terusan tempat kami terdampak banjir,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rumah Jabatan Wali Kota dan Wawali Bakal Dipindah ke Bontang Lestari

0
Rumah Jabatan Wali Kota dan Wawali Bakal Dipindah ke Bontang Lestari
Neni Moerniaeni, Wali Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, bahwa pihaknya akan memindahkan Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang ke Kelurahan Bontang Lestari.

Perencanaannya akan dilakukan pada anggaran perubahan. Ia ingin rumah jabatan bersatu dengan wilayah pemerintahan dan perkantoran yang ada di Bontang Lestari. Namun begitu, belum ada desain khusus untuk skema pembangunan rumah jabatan.

“Kita ingin pemerintahan maksimal untuk itu disatukan di wilayah perkantoran di sini,” ujarnya, Selasa (8/4/2025).

Selain itu, ia menambahkan bahwa Kota Bontang membutuhkan wilayah untuk resapan air yang baru. Dengan membongkar rujab yang berada di Jalan Awang Long, nantinya lahan tersebut dapat dibangunkan fasilitas umum yang juga berfungsi sebagai area resapan baru.

“Kalau terlalu padat di sana nanti daerah resapannya kurang, banjir tidak teratasi, karena area resapan salah satu solusi,” tambahnya.

Nantinya rujab untuk sekretaris daerah juga akan turut dibangun di wilayah Bontang Lestari, namun untuk pendopo dan Rujab Ketua DPRD Bontang akan tetap berada disana, “Perlahan-lahan kita pindahkan,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Seorang Pemilik Warung Makan Ditemukan Meninggal saat Tidur

0
Seorang Pemilik Warung Makan Ditemukan Meninggal saat Tidur
Pengevakuasian jenazah di Jalan Bhayangkara. (ist)

BONTANG – Seorang pemilik warung berinisial MT ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Selasa (8/4/2025) di Jalan Bhayangkara, Gunung Elai.

Menurut tetangga yang berada tepat di samping rumahnya, MT dipanggil oleh pembantu pemilik warung tersebut karena sang pembantu menyadari ada yang tidak beres.

Saat didatangi ke dalam kamarnya, ia menyadari bahwa badan MT sudah membiru dan langsung buru-buru menuju Polres Bontang untuk melakukan pelaporan.

“Ada pembantu di warung ini, pas dia coba bangunin kok nggak respon, jadi manggil saya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan waktu kematiannya diperkirakan sudah 12 jam yang lalu. Adapun pemilik warung tersebut sedang ditinggal mudik oleh istri beserta anak-anaknya.

“Meninggal dalam keadaan tidur,” singkatnya.

Bontang AKBP Alex Frestian melalui Kasi Humas Polres Bontang, Dany mengatakan bahwa Inafis melakukan evakuasi 10.30 Wita, dan MT telah dibawa ke RSUD Taman Husada Kota Bontang.

“Keterangan lebih lanjut masih kita tunggu dari pihak Inafis,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sepeda Motor Tabrak Mobil di Turunan Polres, Pengendara Dilarikan ke Rumah Sakit

0
Kondisi mobil dan motor yang bertabrakan di turunan Polres, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas, di Jalan Imam Bonjol, tepatnya di turunan Polres, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (8/4/2025) sekitar pukul 00.15 Wita.

Tabrakan terjadi antara mobil Xenia dengan sepeda motor jenis Honda Beat, dimana kondisi mobil dan motor tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

Untuk kondisi mobil di bagian depan nampak penyok, dan kap mobil sedikit terbuka. Sedangkan kondisi motor, bagian depan mengalami kerusakan parah.

Zainuri, pemilik mobil menceritakan bahwa, untuk kronologi awal mula tabrakan berasal dari sang pengendara motor yang ingin melintas ke jalan arah Polres, akan tetapi pengendara tidak melihat ke kiri dan kanan saat sedang berkendara. Alhasil, motor langsung menabrak mobil yang kebetulan sedang melintas.

“Dia bawa motor dengan keadaan laju, dan dia langsung nabrak ke mobil saya tanpa melihat kiri kanan,” ucapnya saat diwawancarai.

Tak berselang lama kemudian, pengendara motor dengan keadaan lemas langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Saya juga tidak sempat lihat, dia ada luka-luka apa tidak. Hanya sempat siup, dan dibawa ke rumah sakit dengan orang yang kebetulan lewat,” jelasnya.

Diketahui, pengendara motor tersebut yakni seusia anak remaja, mengendarai motor dengan keadaan laju, tanpa menggunakan helm.

Sedangkan untuk mobil yang ditabrak, Zainuri menerangkan dengan adanya insiden ini, dirinya mengalami kerugian yang terbilang cukup banyak.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ditinggal Mudik, Percetakan Rieza Terbakar, Api Berasal dari Basement

0
Ditinggal Mudik, Percetakan Rieza Terbakar, Api Berasal dari Basement
Kebakaran terjadi di ruko Percetakan Rieza. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ruko Percetakan ATK, Rieza di Gunung Sari terbakar diduga adanya korsleting listrik, Senin (7/4/2025) malam. Ruko tersebut diketahui kosong, sebab sang pemilik sedang pergi mudik ke Balikpapan.

Ruko yang mengalami kebakaran berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tanjung Laut, Kelurahan Bontang Selatan, Kota Bontang.

Rahman, anak pemilik ruko menyampaikan bahwa, api berasal dari bawah bagian basement. Dirinya mengetahui informasi tersebut dari tetangganya.

Mendengar adanya informasi kebakaran di ruko milik orang tuanya, Rahman langsung bergerak dengan cepat menuju ke lokasi, untuk melihat langsung.

“Komputer yang di atas sudah ada yang pecah, mesin fotokopi, mesin warna, mesin cetak ada yang terdampak, tetapi belum dicek secara keseluruhan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Rahman pun belum mengetahui, untuk kerugian akibat kebakaran tersebut. Insiden kebakaran pun terjadi dengan perkiraan sekitar pukul 22.15 Wita, dimana saat Rahman menuju lokasi sudah terdapat petugas Disdamkartan Bontang memadamkan api.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam