Beranda blog Halaman 642

Jalan Licin Pasca Banjir, Disdamkartan Bersih-bersih Endapan Lumpur

0
Jalan Licin Pasca Banjir, Disdamkartan Bersih-bersih Endapan Lumpur
Petugas Disdamkartan Bontang membersihkan lumpur pasca banjir. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang membersihkan jalan pasca banjir, Senin (7/4/2025). Hal itu lantaran, jalanan di sebagian wilayah menjadi licin karena endapan lumpur pasca banjir.

Kepala Disdamkartan Kota Bontang, Amiluddin, melalui Komando Kompi, Norman menyampaikan bahwa, pembersihan dan penyemprotan jalan dilakukan karena ada beberapa laporan masuk terkait pengendara yang terjatuh, akibat jalanan yang licin dan berlumpur.

Kegiatan berlangsung di bawah koordinasi Kepala Bidang (Kabid) Ops Disdamkartan Bontang, Sarkani. Lokasi yang dibersihkan meliputi Jalan Imam Bonjol atau turunan Polres, serta di Perumahan Bontang Permai.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani mengatakan ada dua tim yang bertugas untuk membersihkan sisa lumpur akibat banjir.

“Di turunan polres tepat depan Rumah Madu, lumpur disana terbilang cukup banyak. Sebab daerah di sana titik terendah. Jadi lumpur pada mengendap di jalanan. Saya turunkan satu regu dan satu unit untuk membersihkan,” jelasnya, Senin (7/4/2025).

Untuk di wilayah Perumahan Bontang Permai, Sarkani menurunkan sebanyak 30 petugas Disdamkartan Bontang. Karena disana terdiri dari empat blok yang terdampak banjir. Lumpur di lokasi tersebut pun terbilang cukup tebal.

“Kalau di Perumahan Bontang Permai, kami menurunkan tiga unit mobil tangki dan tiga unit pompa apung. Air yang digunakan untuk membersihkan lumpur pun, kami pompa dari sungai,” paparnya.

Peralatan tambahan yang digunakan petugas meliputi cangkul dan sekop, sebab lumpur tidak bisa dibersihkan dengan cara disemprot akibat terlalu tebal. Kegiatan pembersihan lumpur akibat banjir pun berlangsung hingga pukul 17.00 Wita.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bantuan Makanan ke Korban Banjir Tak Maksimal, BPBD Usulkan Pembuatan Dapur Umum

0
Bantuan Makanan ke Korban Banjir Tak Maksimal, BPBD Usulkan Pembuatan Dapur Umum
Salah satu banjir yang terjadi di Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengungkapkan kurangnya suplai makanan yang diperuntukkan korban banjir yang melanda Bontang, Minggu (6/4/2025).

Beberapa titik wilayah Kelurahan Api-Api yang terdampak banjir, menjadi salah satu tempat yang kekurangan suplai makanan. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi mengatakan, masih banyak warung tutup pasca lebaran.

Kondisi ini menyulitkan pihaknya menyuplai makanan ke setiap warga yang rumahnya terdampak. Selama ini mereka menyuplai makanan hanya memanfaatkan warung-warung yang ada di Bontang. Untuk itu ia berharap ke depannya, Pemerintah Kota Bontang dapat membuat dapur umum untuk mengantisipasi situasi seperti ini.

“Kita ini belum punya dapur umum. Dinsos ada mobil dapur umum, tapi tidak pernah digunakan, apakah rusak atau bagaimana saya kurang tahu,” terangnya, Senin (07/04/2025).

Menurutnya dapur umum merupakan kewenangan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Fasilitas ini penting mengingat banjir besar di Bontang masih terjadi tiap tahunnya.

Eko juga menjelaskan, bahwa kelurahan-kelurahan pernah mendapatkan pelatihan dapur umum, namun ia tidak mengetahui kelanjutan hal tersebut. Untuk itu ia berharap ke depannya fasilitas itu dapat di bangun di tiap kelurahan agar memudahkan mitigasi jika kembali terjadi banjir.

“Biasanya kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Mereka menyuplai bahan-bahan makan saja untuk disalurkan ke kelurahan ke warga, tapi dapur warga kan kena banjir, tidak bisa memasak,” pungkasnya.

Adapun data BPBD yang masuk terakhir pada pukul 13.00 WITA hari ini, terdapat 824 rumah yang terdampak akibat banjir. Jumlah ini diluar yang terdampak hanya akses jalan, halaman ataupun dapur mereka.

“Kalau dijumlah semua bisa lebih dari itu,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga Jalan P Suryanata Keluhkan Drainase, Baru Diperbaiki Malah Bikin Air Tergenang

0
Pasukan bersih-bersih PU melakukan penyedotan air di Jalan Pangeran Suryanata. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Drainase baru yang terdapat di Jalan Pangeran Suryanata dikeluhkan warga, karena tidak berfungsi maksimal.

Warga RT 19, Sigit mengatakan semenjak drainase tersebut diperbaiki, rumah yang awalnya tidak pernah banjir, kini saat hujan lebat jadi sering tergenang air. Untuk itu ia menutup akses jalan ke rumahnya dengan semenisasi, agar air tidak mengalir ke dalam.

Beberapa warga juga mengalami hal tersebut, sehingga mereka harus rutin melakukan penyedotan air karena genangan di wilayahnya tidak langsung mengalir ke parit utama.

“Sebulan kami biasanya lakukan penyedotan dua kali, rutin semenjak drainase di sini diperbaiki,” pungkasnya, Jumat (4/4/2025).

Ia menyebutkan, wilayah Suryanata memiliki cekungan sehingga jika hujan lebat terdapat genangan di beberapa titik, yang awalnya hanya menggenang di jalanan, kini genangan tersebut masuk ke rumah warga, “Ada tiga titik, dan tiga titik itu rutin disedot, kita panggil pasukan bersih-bersih PU,” tambahnya.

Menurutnya, saluran drainase tersebut harus dievaluasi, harusnya saluran tersebut dihubungkan dengan parit yang ada seberang jalan agar air tidak tertahan.

“Kalau salurannya dihubungkan juga ke parit seberang, pasti air terbagi, jadi tidak sempat meluap,” katanya.

Dikonfirmasi, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan bahwa, perencanaan perbaikan drainase di wilayah tersebut dinilai belum matang, sehingga tidak maksimal dalam mengalirkan air.

Ia ingin ada perubahan desain parit kecil yang bersentuhan langsung dengan pemukiman, agar nantinya air dapat langsung mengalir ke sungai.

“Saya sudah dapat laporan di wilayah tersebut drainasenya tidak maksimal, ini harus ada desain ulang, Selasa atau Rabu akan kami bicarakan,” tuturnya, Minggu (6/4/2025).

Ia menjelaskan, jika masing-masing kelurahan maupun kecamatan hanya melakukan perencanaan masing-masing, maka drainase-drainase tersebut tidak terhubung satu sama lain.

“Ini perlu perbaikan saluran secara menyeluruh, karena kalau drainase tidak saling terhubung, air akan berputar di pemukiman saja,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bontang di Terjang Banjir, Sahib Desak Pemkot Bangun Polder

0
Bontang di Terjang Banjir, Sahib Desak Pemkot Bangun Polder
Banjir yang melanda di wilayah Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Beberapa titik di wilayah Kota Bontang saat ini masih terdampak banjir. Banjir telah merendam puluhan rumah dan melumpuhkan aktivitas sebagian masyarakat.

Ada beberapa kelurahan yang terdampak banjir seperti halnya di Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Kanaan, Kelurahan Api-Api, hingga Kelurahan Guntung. Bahkan, ada satu turap yang jebol, akibat tak bisa menahan derasnya aliran dan luapan air sungai.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Muhammad Sahib menyampaikan bahwa, kejadian seperti ini harus segera diatasi. Sehingga dirinya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk bisa membangun polder di Kelurahan Gunung Telihan.

“Menurut saya proyek pembangunan polder merupakan solusi jangka panjang, untuk bisa menahan luapan air kiriman dari wilayah hulu,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (7/4/2025).

Perlu diketahui, untuk permasalahan banjir di Kota Bontang bukan hanya karena banjir rob saja, akan tapi juga kiriman air deras dari hulu. Sehingga, dengan adanya polder nantinya, dapat menjadi penahan arus air.

Maka dari itu, untuk proyek pembangunan folder di Telihan yang sudah lama direncanakan itu, harus segera direalisasikan,” ungkapnya.

Sahib sangat menyayangkan, dengan lambatnya tindak lanjut pemerintah terhadap rencana pembangunan yang sudah sempat masuk dalam tahap kajian sebelumnya.

Sahib berharap pemerintahan yang baru ini, dapat lebih sigap dalam menanggapi persoalan banjir yang terus berulang setiap musim hujan.

“Kalau ini terus dibiarkan, warga akan jadi korban setiap tahun. Sudah saatnya pemerintah yang sekarang menjadikan pembangunan polder sebagai prioritas,” tambahnya.

Mengingat meningkatnya intensitas hujan, ancaman banjir rob, serta air kiriman dari hulu, Sahib sangat menilai untuk pembangunan polder di Kelurahan Gunung Telihan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan demi keselamatan dan kenyamanan warga Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Turap Sungai Perum Bontang Permai Jebol, Wawali: Ini Urgent, Kita Perbaiki Segera!

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat meninjau banjir di Perumahan Bontang Permai. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris meninjau daerah yang terdampak banjir di wilayah Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (6/4/2025).

Wilayah tersebut mengalami banjir mendadak, akibat adanya turap sungai yang jebol. Banjir terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, dimana turap tersebut sudah tidak kuat lagi untuk menahan derasnya arus dan luapan air sungai yang sangat deras.

Diketahui, untuk turap sungai yang jebol perkiraan sepanjang 25-30 meter. Turap tersebut pun termasuk bangunan yang sudah sangat lama, bahkan hingga sekarang belum ada tersentuh perbaikan.

“Pastinya nanti kami akan langsung segera rapatkan, kalau sudah seperti ini sangat urgent, tidak bisa menunggu untuk perbaikan di perubahan atau sebagainya. Takutnya nanti kalau sampai hujan kembali, pastinya akan terjadi lagi,” jelasnya.

Sehingga, Agus Haris menyatakan dengan tegas, jika pihaknya akan segera mungkin menindaklanjuti terkait perbaikan turap, dan nantinya menggelar rapat koordinasi di Selasa atau Rabu mendatang.

“Nanti setelah kami rencanakan rapat, saya pun akan meminta arahan ke wali kota untuk pembahasan lebih lanjut mengenai turap. Karena hal seperti ini tidak bisa ditunda-tunda, jadi harus kita perbaiki segera,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ular Piton Sering Berkeliaran saat Banjir di Perum Bontang Permai, Warga Diminta Waspada

0
Banjir di wilayah Perumahan Bontang Permai. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wilayah di Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, terendam banjir, Minggu (6/4/2025) sejak pukul 15.30 Wita. Banjir terjadi lantaran turap sungai yang jebol.

Banjir di sekitaran Jalan Catur di Perumahan Bontang Permai terbilang cukup tinggi, mulai dari lutut orang dewasa. Terlebih lagi, di daerah dekat lokasi turap sungai yang jebol, tinggi banjir mencapai bagian dada orang dewasa, tepatnya di Jalan Catur 6 dan Jalan Catur 7.

Salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa, saat di wilayah Perumahan Bontang Permai terdampak banjir, seringkali muncul ular piton yang berkeliaran. Walaupun di wilayah tersebut bukan banjir untuk yang pertama kalinya, dirasakan oleh warga sekitar.

“Kalau banjir seperti ini, ular piton sering muncul. Entah cuman numpang lewat atau apa, tetapi setiap banjir pasti sering ada. Alhamdulillahnya tidak sampai mengganggu warga, atau ada warga yang menjadi korban,” ucapnya.

Walaupun warga sekitar kerap sering kali sudah menjadi hal biasa saat melihat ular piton berenang saat banjir, akan tetapi warga tetap selalu waspada dengan hewan tersebut.

“Jangan sampe ular yang kemungkinan hanya lewat, jadi serang warga sekitar akibat kita juga kurang berhati-hati. Apalagi banyak anak-anak yang berenang saat banjir,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Turap Sungai Jebol, Banjir di Perumahan Bontang Permai Meninggi

0
Banjir di wilayah Perumahan Bontang Permai, akibat turap yang jebol. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Perumahan Bontang Permai, tepatnya di sekitaran wilayah Jalan Catur, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, mengalami banjir dadakan akibat turap sungai yang jebol, Minggu (6/4/2025) siang, sekitar pukul 15.30 Wita.

Wilayah ini memang sudah menjadi langganan banjir, jikalau tanggul tak jebol ketinggian air tidak terlalu parah seperti ini. Walaupun 2019 yang paling tinggi, sebelum ditanggul kemaren tidak tinggi seperti ini, setelah ditanggul sedikit mereda banjirnya. Sampai sekarang belum ada perbaikan.

Sarju, salah satu warga sekitar mengatakan bahwa, turap yang berada tepat di belakang perumahan atau di sekitaran sungai, memang sudah dibangun sejak lama, akan tetapi sampai saat ini belum juga tersentuh perbaikannya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Terlebih lagi, Sarju menyatakan pemerintah menganggap jika kondisi turap tersebut masih terlihat bagus dan kokoh, sehingga tidak dapat sentuhan untuk perbaikan.

“Saya inginnya semoga pihak pemerintah bisa secepatnya memperbaiki tanggulnya. Karena sungai di Bontang ini terbilang kecil, kalaupun ada perbaikan untuk tanggulnya harus semua bangunannya kuat, agar tidak terkikis dan roboh,” jelasnya.

Diketahui, banjir yang melanda di wilayah Perumahan Bontang Permai ini, terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, dimana air sungai meluap dan mengalir dengan deras hingga menghantam turap sungai, yang mengakibatkan turap menjadi jebol.

Sebagian warga sekitar yang terdampak banjir pun, tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya akibat banjir yang datang secara tiba-tiba.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bantuan Makanan ke Korban Banjir Belum Maksimal, Terkendala Banyak Warung Tutup

0
Bantuan Makanan ke Korban Banjir Belum Maksimal, Terkendala Banyak Warung Tutup
Salah satu wilayah yang terdampak banjir di Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bontang, melumpuhkan aktivitas dapur di banyak rumah. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terkait bantuan yang dapat langsung disalurkan kepada korban.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dan menerima bantuan dari PT Badak LNG serta PT Pupuk Kaltim berupa makanan siap santap.

Selain itu, sejak siang hari, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DPSPM) juga telah memberikan bahan baku makanan, yang telah disalurkan melalui masing-masing kelurahan terdampak.

“Paguyuban-paguyuban turut membantu masyarakat, di Telihan dan Guntung proses penyaluran sudah berjalan,” tuturnya.

Meskipun saluran makanan cukup banyak, hal itu belum menutupi kebutuhan korban banjir secara keseluruhan, lantaran saat ia berkoordinasi dengan PKT, masih banyak rumah makan atau warung yang tutup dikarenakan banyak dari mereka yang masih mudik lebaran.

“Di Kelurahan Api-api belum semuanya dapat bantuan, suplai bantuan makanan yang tersalurkan hanya 100 porsi saja ke RT 35,” tambahnya.

Ia mengungkapkan jebolnya tanggul di Perumahan Bontang Permai diluar dari prediksi, untuk itu pihaknya masih berupaya mencari solusi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Lemas Baru Selesai Operasi Cesar, Ibu Korban Banjir di Perum Bontang Permai Dievakuasi

0
Proses evakuasi ibu yang habis menjalani caesar di Perum Bontang Permai. (ist)

BONTANG – Banjir melanda Perumahan Bontang Permai akibat jebolnya turap sungai di Jalan Catur VII, Minggu (6/4/2025). Seorang ibu harus dievakuasi lantaran lemas usai jalani operasi.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, Sunaryo mengungkapkan, warga tersebut menjadi prioritas karena rumahnya berada di wilayah terendah. Korban tak bisa bergerak karena sehabis melakukan operasi caesar dan jahitannya belum sembuh total.

Pihaknya membawa korban beserta dua keluarganya, dengan perahu karet menuju ambulan untuk selanjutnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang.

“Korban dibawa oleh Tim PSC ke RSUD,” terangnya.

Saat ini, kondisi air di Perumahan Bontang Permai belum kunjung surut. Beberapa memilih untuk bertahan karena khawatir barang yang mereka miliki, ada juga yang tidak memiliki sanak keluarga. Sementara yang lain sudah mulai mengevakuasi diri.

“Beberapa warga mengevakuasi ke rumah keluarganya,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dampak Banjir di Kelurahan Gunung Elai, 1 KK Dievakuasi ke Balai FKPM

0
Salah satu KK yang dievakuasi Kelurahan Gunung Elai. (ist)

BONTANG – Hujan lebat turut berdampak di Kelurahan Gunung Elai. Pihak kelurahan melakukan evakuasi kepada salah satu warganya, Minggu (6/4/2025).

Lurah Gunung Elai, Sulistyo mengungsikan salah satu KK terdampak yang tinggal di RT 44. Pihaknya mempersilahkan keluarga tersebut untuk sementara tidur di Balai FKPM Kelurahan Gunung Elai.

“Karena anak kecil jadi kami evakuasi mereka untuk tidur di sini dahulu,” ujarnya.

Ia mengatakan, banjir sudah mulai naik sejak sore hari, dan akan surut tengah malam. Karena banyak rumah yang terdampak mereka pun turut menyalurkan makan malam kepada masyarakat yang di wilayahnya.

“Dapur mereka pasti tak dapat beroperasi jadi kami juga salurkan bantuan,” ungkapnya.

Adapun jumlah warga yang terdampak banjir ada 6 RT, yakni RT 14 terdapat 12 KK 35 Jiwa, RT 18 terdapat 15 KK 50 Jiwa, RT 19 terdapat 30 Rumah 40 KK 75 Jiwa, RT 20 terdapat 10 KK 31 jiwa, RT 43 terdapat 48 KK 164 Jiwa, dan RT 44 terdapat 5 KK 17 jiwa.

Pihaknya akan kembali melakukan peninjauan esok hari, untuk memastikan banjir di wilayah Kelurahan Gunung Elai.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam