Beranda blog Halaman 642

Ketua ALTI Dukung Basri Wujudkan Bontang Tuan Rumah Ultra Trail Asia Pasific

0
Ketua ALTI Dukung Basri Wujudkan Bontang Tuan Rumah Ultra Trail Asia Pasific
Wali Kota Bontang, Basri Rase bersama Bima Arya, Forkopimda, dan ALTI Bontang. (ist)

BONTANG – Bontang International Ultra Trail (BIUT) 2023 resmi dibuka Wali Kota Bontang, Basri Rase dengan melepas pelari dari kategori 60K, 21K, 10K dan 5K, Minggu (19/11/2023) di garis start dan finish, Hotel Grand Mutiara.

Basri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pengurus Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) terutama kepada Ketua Umum ALTI Pusat, Bima Arya yang datang langsung untuk memberikan support langsung dan menjadikan agenda ini agenda pusat.

“Bahkan beliau bilang agar Ultra Trail Asia Pacific bisa dilaksanakan di Kota Bontang,” ujarnya.

Hal ini tentu sekaligus bentuk promosi untuk pariwisata di Kota Bontang. Sejalan dengan visi wali kota untuk menjadikan Kota Bontang sebagai kota pariwisata, tidak hanya skala domestik atau nasional, bahkan harus internasional.

Mengingat Bontang akan menjadi salah satu penyangga IKN yang memiliki kelebihan Sumber Daya Alam itu sendiri. Oleh sebab itu, tahun kedua lomba Ultra Trail ini sudah dihadiri oleh masyarakat nasional dan internasional.

“Insyaallah nanti kita akan dikenal makin luas dan memang itu salah satu tujuan kita,” harapnya.

Selain pariwisata, Basri berharap Kota Bontang dapat melahirkan atlet-atlet baru yang handal dan berprestasi di berbagai ajang, mulai dari domestik, nasional, dan internasional.

Pihak Bima Arya juga akan berupaya memasukkan jadwal Ultra Trail Asia Pacific di kalender mereka, yang kebetulan di Kalimantan baru Kota Bontang yang melaksanakan event trail tersebut.

Sejalan dengan wali kota Bontang, Ketua ALTI Pusat, Bima Arya mengatakan, penyelenggaraan BIUT 2023 sebagai event internasional sukses diselenggarakan.

“Ini menjadi contoh juga untuk kota lain. Karena sinergi pemerintah dan forkopimda yang luar biasa,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Ultra Trail skala internasional-nasional ini layak dan dapat menjadi andalan. Apalagi setelah ia ikut berlari dan melihat langsung track yang disiapkan sudah sangat baik.

“Saya akan sebarkan kegiatan yang dilaksanakan di Bontang ini. Saya setuju kalau Pak Basri mengajukan Bontang menjadi tuan rumah untuk kejuaraan Ultra Trail Asia Pacific,” ujarnya.

Bima optimistis bahwa Bontang siap untuk menerima pelari dari 40 negara dengan jumlah peserta hingga 500. Istimewanya, lari Trail dibanding lari road berhubungan langsung dengan tourism. Oleh sebab itu, ALTI dengan Sandiaga Uno terus bersinergi mengekspos titik titik indah di Bontang khususnya.

“Di sini perlu kita ekspos, hidden gem Kota Bontang. Jadi Bontang bukan lagi kota industri tapi kota wisata yang nyaman,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Hubungan Stunting dan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

0
Hubungan Stunting dan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak
drg Hena Ratnasari, Sp.KGA, Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Terdapat hubungan antara stunting dan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Hal itu dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak RSUD Taman Husada Bontang, drg Hena Ratnasari, Sp.KGA.

Dijelaskannya, stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi sejak dalam kandungan. Stunting dapat dilihat saat anak berusia 2 tahun. Stunting dapat terjadi ketika praktik pengasuhan yang tidak baik, kurangnya akses ke makanan bergizi, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi, dan terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan Ante Natal Care (ANC), Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas.

Stunting pada anak memiliki ciri-ciri fisik seperti, kondisi gagal tumbuh pada anak balita sesuai usianya, pertumbuhan gigi terlambat, dan performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar.

Gigi dibentuk sejak empat bulan dalam kandungan. Status gizi ibu berpengaruh terhadap kesehatan anak yang lahir. Sehingga, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi cukup suplemen fluor dan kalsium untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan gigi anak nanti.

“Namun tidak berhenti saat hamil saja ibu membutuhkan gizi yang baik, tetapi harus terus berlanjut hingga ibu menyusui dan anak dalam tahap Makanan Pendamping ASI (MPASI),” jelasnya.

Selanjutnya, Ia mengatakan hubungan antara stunting dan kesehatan gigi dan mulut mempengaruhi kebutuhan asupan gizi pada anak. Gigi berlubang pada anak yang tidak dilakukan perawatan, bisa menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada gusi. Kondisi ini akan memberikan dampak negatif terhadap kemampuan anak untuk makan dan mendapatkan asupan gizi yang baik.

“Akibatnya kalau anak tersebut susah makan karena karies gigi akan memiliki asupan nutrisi per hari yang tidak tercukupi, daya tahan tubuh melemah dan lebih tinggi mengalami kekurangan gizi dan sakit. Beberapa penelitian menyatakan gizi yang kurang dan tidak seimbang memiliki hubungan positif terhadap keparahan karies gigi atau gigi berlubang serta cenderung memiliki angka gigi dengan karies lebih tinggi dibandingkan dengan anak gizi yang cukup,” imbuhnya.

Untuk itu, drg Hena mengimbau kepada masyarakat atau orang tua untuk pencegahan stunting dengan hubungannya dengan gigi geligi yaitu menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dengan secara rutin berobat ke dokter gigi, menjaga kebersihan gigi dan mulut pada anak melalui cara untuk balita yang belum tumbuh gigi dapat membersihkan gusi secara rutin dengan kain kasa yang dibasahi dengan air hangat serta untuk balita yang telah tumbuh gigi dapat dilakukan sikat gigi secara rutin dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor.

“Biasakan sikat gigi setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Minum susu tanpa menggunakan dot, cukup dengan menggunakan gelas. Rutin pemeriksaan secara berkala ke dokter gigi setiap enam bulan sekali,” terangnya.

Drg Hena menambahkan, stunting dan karies (gigi berlubang) sangat memiliki hubungan timbal balik. Dalam pencegahannya, Ia menganjurkan untuk melakukan pemenuhan gizi seimbang.

“Dengan menjaga kondisi gigi geligi, sehingga anak dapat makan dengan baik. Begitu juga dengan mencegah karies gigi dapat kita lakukan dengan pemenuhan gizi seimbang terutama untuk mendapatkan struktur gigi yang kuat dan fungsi saliva optimal,” ungkapnya. (adv/yah)

Lomba Mancing Berhadiah Uang dan Jackpot Ikan Siap Ramaikan HUT KORPRI ke-52 di Bontang

0
Lomba Mancing Berhadiah Uang dan Jackpot Ikan Siap Ramaikan HUT KORPRI ke-52 di Bontang
Iklan lomba mancing HUT Korpri ke-52 di Bontang. (ist)

BONTANG – Lomba memancing menjadi salahsatu lomba yang diadakan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-52 pada 29 November 2023 mendatang. Menariknya, tak hanya memperebutkan hadiah uang, namun juga jackpot ikan.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang Sudi Priyanto dalam keterangannya menyampaikan, bahwa lomba memancing ini terbuka baik bagi ASN maupun masyarakat luas Bontang.

Acara ini bertajuk ‘Mancing Untung, Jalin Rukun = atau bisa disingkat MAUNJUN.’ Bakal diselenggarakan di area Taman Pemancingan Tanjung Pura HOP 4 (Perumahan Griya Tata Selaras Gunung Elai), pada 3 Desember 2023 mendatang.

“Acara ini juga dikemas dalam bentuk lomba mancing memperebutkan uang, serta bagi pemancing yang beruntung dapat membawa pulang jackpot berupa ikan gurame, ikan lele, serta ikan mas berukuran jumbo penghuni Taman Pemancingan komersial terbesar di Kota Bontang itu,” jelasnya mengutip dari ppid.bontangkota.go.id.

Hal itu mendapatkan respon dan apresiasi dari Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati. Ia mengatakan, MAUNJUN dapat menjadi ajang hiburan dan keakraban bagi masyarakat dan ASN di Kota Bontang.

“Yang pasti, MAUNJUN Ini bagian dari upaya KORPRI memberi hiburan dan kontribusi positif bagi warga Bontang. Banyak manfaat yang akan didapat dari MAUNJUN, terutama kedekatan, keakraban ASN dan Warga Kota Bontang bisa terjalin sesuai tagline-nya: Mancingnya Untung, ter-Jalin juga Rukun-nya, terlebih lagi ikan merupakan sumber protein bergizi yang banyak digemari oleh masyarakat luas,” tandasnya.

Editor: Yusva Alam

Kekerasan Seksual Marak, Harus Sistemis Lindungi Anak!

0
Kekerasan Seksual Marak, Harus Sistemis Lindungi Anak!
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (ist)

Oleh:

Emirza Erbayanthi, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum guru berinisial R telah masuk persidangan. Bahkan terdakwa telah dituntut penjara selama 12 tahun. “Melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak,” kata Jaksa Penuntut Umum, Edgar Hubert Deardo.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU 1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak, durasi tuntutan itu dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Kami juga menuntut terdakwa tetap ditahan.

Kepala UPTD Bontang, Sukmawati mengatakan, kasus yang menimpa pelajar kelas VI SD itu terjadi di lingkungan sekolah. Terduga pelaku merupakan oknum guru dari pelajar tersebut. Alhasil, pihaknya langsung melakukan pendampingan terhadap korban, baik pendampingan kejiwaan maupun pendampingan BAP di kepolisian. (samarinda.prokal.co, 28/10/2023)

Jika negara benar-benar ingin mewujudkan perlindungan terhadap anak, selayaknya negara menempuh langkah strategis dan sistemis untuk melindung anak. Anak kerap menjadi korban kekerasan seksual. Ini adalah potret kelam kehidupan anak di bawah sistem kapitalisme.

Korban Kekerasan

Anak adalah generasi harapan bangsa. Di tangan merekalah estafet satu peradaban. Atas dasar ini, negara berperan menjamin seluruh hak-hak anak. Tetapi, apa jadinya jika negara gagal menjamin?

Berdasarkan data mengenai jumlah korban kekerasan terhadap anak, terjadi peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Merujuk data 2019, kasus kekerasan pada anak sebanyak 12.285, sedangkan  pada 2020 menjadi 15.972.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melaporkan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di tahun 2023 ada 23.508 anak yang menjadi korban kekerasan seksual. (kemenpppa.go.id)

Sungguh ironis guru dan instansi yang seharusnya melindungi anak justru ada oknum yang melakukan pelecehan dan kekerasan seksual. Belum lagi orang terdekat, mengapa bisa terjadi?

Berharap kepada siapa lagi agar anak aman dari pelecehan dan kekerasan seksual? Tidak adanya kesinkronan dalam hal mencegah dan menjaga agar anak aman dari pelecehan seksual, salah satunya media.

Korban Kemiskinan

Ekonomi yang sulit membuat anak ikut menanggung beban. Tidak sedikit anak harus bekerja membantu perekonomian keluarga. Konsekuensinya, sebagian dari mereka memilih putus sekolah. Apalagi biaya pendidikan semakin meningkat. Saat bekerja inilah, anak-anak berada pada kondisi yang rentan terhadap kekerasan seksual.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPAI) menilai bahwa faktor ekonomi merupakan pemicu utama maraknya kekerasan terhadap anak. Faktor kemiskinan, tekanan hidup yang makin meningkat, kemarahan terhadap pasangan, dan ketakberdayaan mengatasi masalah ekonomi menyebabkan orang tua mudah meluapkan emosi kepada anak.

Begitu mudah kita temukan kasus kekerasan pada anak karena tekanan hidup di tengah keluarga. Saat memilih hidup di jalanan pun mereka harus bertaruh dengan preman jalanan dan pelaku kejahatan seksual.

Belum Sistemis

Pada 15 Juli lalu, Presiden Jokowi menerbitkan Perpres 101/2022 tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Anak. Ada tujuh strategi yang termaktub dalam peraturan ini.

Pertama, penyediaan kebijakan, pelaksanaan regulasi, dan penegakan hukum. Kedua, penguatan norma dan nilai antikekerasan. Ketiga, penciptaan lingkungan yang aman dari kekerasan. Keempat, peningkatan kualitas pengasuhan dan ketersediaan dukungan bagi orang tua/pengasuh.

Kelima, pemberdayaan ekonomi keluarga renta. Keenam. ketersediaan dan akses layanan terintegrasi. Ketujuh, pendidikan kecakapan hidup untuk ketahanan diri anak. Sayangnya, langkah tersebut belum menyentuh ranah sistem.

Karena yang bertanggung jawab dalam terciptanya atmosfer yang tidak sehat untuk anak adalah negara. Munculnya masalah adalah dampak dari kebijakan negara. Kebijakan tidak populis berdampak pada kehidupan anak.

Kenaikan harga kebutuhan pokok berimbas pada tidak stabilnya ekonomi keluarga. Konsekuensinya, anak harus putus sekolah dan memilih bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.

Kekerasan yang anak alami di lingkungan keluarga juga karena latar belakang tekanan hidup. Ada juga anak yang merelakan masa bermainnya berganti dengan dunia kerja yang tidak cocok untuk anak. Ancaman kekerasan fisik berkelindan dengan kejahatan seksual dari predator.

Jika negara benar-benar ingin mewujudkan perlindungan terhadap anak, selayaknya negara menempuh langkah strategis dan sistemis untuk melindung anak.

Pandangan Islam

Islam memandang bahwa secara fitrah, anak berhak memperoleh perlindungan dan kasih sayang. Oleh karena itu, keluarga berperan menciptakan kehangatan, mendampingi tumbuh kembang anak, dan mengenalkan konsep dasar keimanan sehingga anak tumbuh sebagai hamba Allah yang taat. Orang tua juga berperan mengenalkan sistem sosial islami kepada anak.

Masyarakat juga berperan mendukung perkembangan anak dengan menciptakan sistem sosial yang sehat dan ramah anak. Islam mengajarkan bagaimana menjaga hak antara sesama muslim, tidak saling mengejek, saling menjaga hak dan menumbuhkan karakter untuk saling membantu.

Negara berkewajiban untuk mengadopsi kebijakan untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat. Negara wajib memenuhi kebutuhan mendasar rakyat dan memastikan terpenuhinya kebutuhan mereka secara utuh dan menyeluruh, individu per individu.

Negara wajib memperhatikan aspek sosial masyarakat, ekonomi, pergaulan, pendidikan, dan seluruh aspek kehidupan lainnya. Negara bertugas memberi jaminan keamanan, perlindungan terhadap harta, serta memastikan keselamatan jiwa.

Negara secara langsung memberikan perlindungan pada institusi keluarga sehingga anak terlindungi dari pelecehan dan haknya sebagai anak terpenuhi. Maka, cita-cita untuk melindungi anak harus bersifat sistemis. Sebagai aset bangsa, harus ada langkah strategis untuk melindungi anak yang akan menjadi generasi penerus peradaban.

Butuh Sistem Politik yang Kondusif

Hal penting dalam pelaksanaan hukum syarak di dalam keluarga adalah adanya peran sistem yang mendukung. Walaupun kita telah menjaga keluarga dengan ide-ide Islam dan membina anak-anak secara intensif, apabila sistem di tengah kehidupan keluarga tidak menggunakan aturan-aturan Islam, maka sulit bagi keluarga bisa bertahan.

Pemikiran-pemikiran yang bertentangan akan memengaruhi tingkah laku dan moral. Maka kesulitan ekonomi akan berdampak pada sulitnya pemenuhan kebutuhan fisik dan nonfisik anggota keluarga. Dari sinilah bisa muncul tindak kriminalitas dan penyimpangan sosial lainnya.

Maka, penataan kehidupan urusan masyarakat sangat diperlukan, yaitu dengan sistem politik Islam. Sistem politik Islam mampu menyolusi semua persoalan, baik persoalan individu, keluarga, maupun masyarakat.

Sistem Islam mampu membendung serangan musuh-musuh Islam dan menjaga masyarakat agar tetap dalam keimanan dan tatanan yang sesuai aturan Islam. Hal ini dilakukan dengan penerapan aturan Islam secara kafah sehingga tercipta tatanan masyarakat yang baik, damai, dan sejahtera.

Di bawah naungan syariat Islam, beban orang tua akan ringan karena disediakan pendidikan islami yang berkualitas dengan gratis. Penerapan syariat Islam kafah akan membendung ideologi rusak agar tidak masuk ke tengah umat.

Wallahualam bissawab.

Tawuran Antar Remaja di Kampung Baru Berakhir Damai

0
Tawuran Antar Remaja di Kampung Baru Berakhir Damai
Polsek Bontang Selatan saat mendamaikan kedua kelompok remaja yang tawuran. (ist)

BONTANG – Polsek Bontang Selatan menyelesaikan kejadian perkelahian antar remaja di Kampung Baru yang viral di media sosial melalui jalan problem solving, Jum’at (17/11/2023) pukul 16.00 wita

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Bontang Selatan, Iptu Muh Rakib Rais mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika salah satu dari kelompok remaja saling ejek melalui medsos.

Perseteruan mereka berlanjut hingga akhirnya saling bertemu di Kampung Baru dan terjadilah perkelahian tersebut, Rabu (15/11/2023).

Agar kejadian serupa tidak terulang, Kapolsek Polsek Bontang Selatan bersama dengan anggotanya menindak lanjuti dengan mencari kedua kelompok remaja yang saling bertikai.

“Dua hari kami mencari keberadaan mereka,” ungkapnya dilansir Polresbontang.com.

“Kedua kelompok tersebut berasal dari Berbas dan Tanjung Laut,” jelasnya.

Selanjutnya mereka dipertemukan di Polsek Bontang Selatan untuk didamaikan dan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

“Syukurlah mereka saling menyadari kesalahan masing masing, dan saling memaafkan serta berjanji tidak akan mengulanginya.”

“Apalagi mereka saling kenal,” terangnya.

Merekapun akhirnya sepakat berdamai dengan membuat pernyataan dalam bentuk dokumentasi dan video.

Dalam arahannya Kapolsek Bontang Selatan berpesan kepada mereka agar bijak dalam menggunakan medsos

“Gunakanlah media sosial dengan baik dan benar, jangan memposting hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.

“Kejadian ini jadikanlah sebagai pelajaran buat kalian,” pungkasnya.

Editor: Yusva Alam

BIUT 2023 Dimulai Dini Hari, Ketua ALTI Jadi Peserta

0
BIUT 2023 Dimulai Dini Hari, Ketua ALTI Jadi Peserta
Start Peserta BIUT. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Bontang Internasional Ultra Trail (BIUT) sukses dilaksanakan sejak dini hari, Minggu (19/11/23). Pelari dengan Kategori 60K sudah mulai berlari pada pukul 04.00 wita, start dan finish line di Hotel Grand Mutiara.

Dilanjutkan pukul 07.00 wita, pelari kategori 21K, 10K umum dan veteran serta 5K dilepas langsung oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase.

Tidak hanya itu, Ketua Umum Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) juga turut dalam lari kategori 10K. Forkopimda juga turut hadir dalam kegiatan ini untuk memberikan semangat secara langsung kepada para peserta.

“Mari kita berlari dengan suportif, dan bisa mencapai garis finish dengan selamat,” ucap Basri saat hendak melepas para pelari.

Hingga saat ini para pelari dari kategori 60K sudah mulai berdatangan, dan dari kategori 5K, 10K dan 21K sudah menyelesaikan lombanya. Hingga malam nanti menunggu hasil dari dewan juri untuk seluruh kelengkapan peserta untuk segera diumumkan.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Komisi III Tinjau Korban Longsor di Berbas Tengah

0
Komisi III Tinjau Korban Longsor di Berbas Tengah
Komisi III DPRD Bontang saat melakukan peninjauan di lokasi longsor Berbas Tengah. (Dwi S).

BONTANG – Rombongan Anggota Komisi III DPRD Bontang meninjau salah satu rumah warga yang terdampak longsor di Kelurahan Berbas Tengah, RT. 53, Kecamatan Bontang Selatan, beberapa waktu lalu.

Amir Tosina, Ketua Komisi III mengatakan, tujuan diadakannya inspeksi mendadak (Sidak) ini untuk melihat secara langsung kondisi rumah warga yang terdampak longsor. Karena tempat yang mereka bangun untuk membuat pondasi sangat tidak layak.

“Tidak ada landasan dan penataan yang sesuai standar dalam pembangunan rumah warga. Sebab, mereka tergolong warga miskin,” ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) dihadirkan untuk memberikan arahan dan menindaklanjuti dampak longsor ini.

“Saya minta pihak kelurahan dapat menganggarkan dana untuk rumah, bagi warga sekitaran longsor,”  paparnya.

Tanggapan positif diberikan keduanya dengan perencanaan penurapan, dan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Berebas Tengah. Karena keadaan ekonomi, warga membangun secara asal rumahnya di atas tanah miring tanpa penurapan dan landasan rumah.

“Bahkan di dalam rumah warga itu ada celah-celah, dan bisa jadi sewaktu-waktu longsor bisa datang kapan saja untuk mengancam keselamatan warga,” bebernya.

Dirinya berharap pemerintah dapat membantu warganya dengan mengusulkannya di Musrenbang selanjutnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Anggota Komisi I Tolak Buaya Riska Kembali ke Habitatnya

0
Anggota Komisi I Tolak Buaya Riska Kembali ke Habitatnya
Muhammad Irfan, (tengah, berbaju putih) Anggota Komisi I DPRD Bontang saat menyampaikan pendapatnya. (Dwi S).

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II, Sekretariat DPRD Kota Bontang, Selasa (14/11/2023).

RDP kali ini bersama Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Camat Guntung, Perwakilan Taman Nasional Kutai (TNK), beserta tokoh masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Muhammad Irfan, Anggota Komisi I DPRD Bontang menyatakan menolak kembalinya Buaya Riska ke Bontang, karena banyak pertimbangan yang akan dilakukan jika itu terjadi.

“Pastinya banyak pertimbangan, dan juga sangat banyak anggaran yang akan dikeluarkan untuk berbagai macamnya,” ucapnya saat rapat bersama, Selasa (14/11/2023) kemarin.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya menghabiskan waktu dan energi hanya untuk mengurus satu ekor buaya tersebut. Jika pun Buaya Riska akan kembali, dengan pilihan yang ditawarkan oleh pihak BKSDA Kalimantan Timur (Kaltim).

“Sangat perkirakan anggaran yang akan dikeluarkan pastinya tidak sedikit. Saya menganggap dampak ekonominya minim,” paparnya.

Dikatakannya, bahwa BKSDA juga telah menjelaskan dalam RDP lalu, bahwa tidak diperkenankan lagi ada bentuk peragaan ekstrem seperti mencium dan memeluk segala macam, karena bagaimana pun ini adalah hewan buas, yang akan memangsa siapa saja dan kapan saja.

“Saya rasa, jika memang aman untuk penangkaran di sana lebih baik tidak perlu dikembalikan lagi ke asalnya, kita hanya mencari aman saja,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Suharno Desak Pemkot Tingkatkan Promosi Wisata Bontang

0
Suharno Desak Pemkot Tingkatkan Promosi Wisata Bontang
Suharno, Anggota Komisi II DPRD Bontang. (Dwi).

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Suharno mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang agar segera membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Lantaran menurutnya, Wali Kota Bontang sudah menetapkan, bahwa Kota Bontang ditetapkan sebagai kota pariwisata.

“Kami masih membahas terkait dengan perkembangan pariwisata untuk ke depannya, dengan membentuk BPPD,” ucapnya saat diwawancarai, Jumat (17/11/2023).

Dirinya sangat berharap, ke depannya Bontang bakal ada promosi yang memadai. Dimana pemkot harus gencar memasarkan wisata Bontang ke masyarakat luar, agar bisa mengetahui dan datang berkunjung ke Bontang.

“Kita ini memiliki tempat wisata yang sangat bagus, apalah artinya jika kita mempunyai destinasi yang bagus tetapi tidak diketahui oleh masyarakat luar,” bebernya.

Selama ini kegiatan wisata juga baru melibatkan warga lokal saja, inginnya mengundang warga dari luar sehingga bisa menambah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau warga luar yang datang, otomatis penginapannya, makannya sudah pasti di Bontang, jadi ini juga salah satu membantu perekonomian warga Bontang,” ungkapnya.

Nantinya jika wisatanya di suatu daerah maju, itu karena adanya warga yang datang berkunjung. Selain memperkenalkan pariwisatanya, juga membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di Bontang.

“PAD ini ujung tombaknya adalah pariwisata, jadi gimana kita menjadikan Bontang sebagai kota pariwisata. Kita harus membuat perhatian khusus terkait ini,” katanya.

Suharno juga menambahkan, untuk wisata di Malahing dan Tihi-Tihi sudah di program, karena di sana memang memiliki destinasi yang cukup bagus. Jika nantinya sudah dikelola, sangat yakin bukan hanya wisatawan nasional saja yang berdatangan, akan tetapi masyarakat dari negara luar bisa juga langsung datang ke Bontang.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Mengenal Klinik Jantung RSUD Taman Husada Bontang

0
Mengenal Klinik Jantung RSUD Taman Husada Bontang
Pemeriksaan penyakit jantung oleh dokter spesialis jantung di RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Klinik Jantung Rumah Sakit Taman Husada Bontang melayani penderita penyakit jantung dan pembuluh darah.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Suhardi, Sp.JP mengatakan, poli jantung buka sesuai jadwal rumah sakit di setiap jam kerja. Pasien yang datang ke poli jantung memiliki bermacam penyakit seputar jantung dan pembuluh darah.

“Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah merupakan dokter yang ahli menangani penyakit seputar jantung dan pembuluh darah. Biasanya seperti penyakit jantung koroner, hypertensive heart disease, penyakit katup jantung, penyakit bawaan hingga gagal jantung,” jelas dr Suhardi, Sp.JP.

Dr Suhardi menambahkan, pada poli klinik jantung, dokter spesialis jantung juga memeriksa baik fisik maupun pemeriksaan penunjang dengan menggunakan alat-alat medis untuk jantung.

“Selain pemeriksaan fisik bisa dilakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, EKG, Echocardiography, CT Coronary, Treadmill, Angiography Coronary dan Holter Jantung,” kata dr Suhardi.

Untuk proses pelayanannya sendiri, dr Suhardi mengatakan poli klinik jantung sama dengan poli klinik lainnya di RSUD Taman Husada Bontang, dengan melakukan pendaftaran secara online hingga pemeriksaan laboratorium dan ke apotek. Adapun pasien yang datang bisa mencapai 30 pasien per hari.

“Pendaftaran ke poli jantung bisa online kemudian antrean, dilakukan pemeriksaan. Bisa laboratorium atau radiologi dan terakhir mengantre obat di apotek. Rata-rata kunjungan pasien 30/hari,” ungkapnya.

Ia pun mengharapkan ke depannya, poli klinik jantung dapat menangani semua jenis penyakit jantung dengan menggunakan alat-alat medis yang terbaru yang dimiliki RSUD Taman Husada tanpa harus merujuk ke rumah sakit lainnya.

“Kebanyakan pasien BPJS. Asalkan sudah ada rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat pertama (FKTP). Selama ini berjalan lancar saja. Karena obat dan alat kesehatan sudah lumayan komplit,” terangnya. (adv/yah)