Beranda blog Halaman 643

Hujan Lebat Semalaman, Dua Rumah di Berbas Pantai Tertimpa Longsoran

0
Hujan Lebat Semalaman, Dua Rumah di Berbas Pantai Tertimpa Longsoran
Rumah Nawari warga RT 14 Kelurahan Berbas Pantai tertimpa longsor.(ist)

BONTANG – Hujan lebat mengguyur Kota Bontang sejak semalam, Sabtu (5/4/2025). Intensitas hujan yang tinggi membuat beberapa wilayah mengalami longsor, seperti yang terjadi di Berbas Pantai.

Lurah Berbas Pantai, Hadi Jumianto menjelaskan, kejadian tersebut longsor itu menimpa dua rumah warga. Pertama, warga RT 14, rumah milik Nawari di Kelurahan Berbas Pantai. Kejadian tersebut terjadi pukul 04.30 Minggu (6/4/2025) dini hari, yang mengakibatkan salah satu dinding rumahnya yang berada di lantai satu longsor keseluruhan.

“Terkikis air hujan, jadi bangunan ambrol begitu,” ujarnya.

Kemudian, longsor juga terjadi di RT 07 yang merupakan warga Berbas Pantai. Rumah tersebut milik Amier Chakra. Dijelaskan, rumah tersebut berada dekat dengan turap. Dengan derasnya air hujan yang turun, turap tersebut pun longsor dan menyebabkan rumah milik Amier terdampak.

“Dinding salah satu kamarnya retak,” terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa Nawari dan keluarga masih tinggal di rumah tersebut, karena di lantai dua rumah itu masih terdapat ruangan yang bisa digunakan. Namun, selanjutnya BPBD Bontang akan melakukan peninjauan.

“Besok akan kita lihat ke dua lokasi, apakah perlu untuk dievaluasi, takutnya bagian atas rumah ikut longsor,” tambahnya.

Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, agar bantuan bisa segera disalurkan kepada korban.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Akan Pasang 5 Pintu Air untuk Halau Banjir di Guntung

0
Pemkot Akan Pasang 5 Pintu Air untuk Halau Banjir di Guntung
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris melakukan pemantauan banjir di wilayah Kelurahan Guntung, Minggu (6/4/2025).

Ia menyebutkan, terdapat lima titik parit besar yang menjadi aliran utama saat air hujan dari wilayah Kutim mulai turun ke Bontang, untuk itu palang pintu air harus menjadi solusi tercepat saat ini.

Pemerintah Kota Bontang akan meminta pemerintah provinsi untuk mengatasi bagian hulu di tahun 2026, “Yang akan kita minta nanti untuk mengendalikan sungai mulai dari bibir Desa Teluk Pandan, Kutai Timur masuk ke Sidrap, jadi air tidak berhamburan,” katanya.

Ia mengungkapkan, penanganan selama ini dirasa kurang tepat sehingga belum ada efek besar yang dirasakan oleh masyarakat. Lima titik sungai besar tersebut harus dipasang palang pintu air yang baik.

“Sebenarnya tiga titik itu ada palang airnya, tapi tidak berfungsi jadi kita akan minta lagi sehingga lebih maksimalkan,” pungkasnya

Ditambahkannya, bahwa banjir tidak akan langsung hilang, namun setidaknya dengan pengendalian palang pintu air tersebut, banjir di Guntung akan makin berkurang.

“Sekarang banjir sekitar 90 sentimeter, mungkin nanti bisa jadi 10 sentimeter saja,” tukasnya.

Nantinya dengan 5 titik palang air, ada air yang mengalir ke Sungai Merah Kelurahan Guntung, kemudian ke Sungai Guntung, sehingga tidak seluruhnya masuk ke pemukiman.

Ia mengungkapkan, akan menganggarkan sekitar Rp 2 Miliar untuk penambahan pintu air tersebut di anggaran perubahan.

Setelah pantauan tersebut, pihaknya akan melakukan rapat dan selanjutnya mengajukan hal tersebut ke pihak provinsi, untuk berkomunikasi langsung dengan wilayah Kutai Timur dalam projek ini.

“Selasa atau Rabu kami akan rapat, dan langsung kami berikan ke Provinsi,” tambahnya.

Menurutnya, Dana Bankeu yang merupakan kebijakan pemerintah provinsi guna memberikan dukungan kepada pemerintahan daerah dirasa kurang tepat, karena hanya berfokus di wilayah hilir tanpa mengatasi hulu yang menjadi sumber banjir kiriman.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wawali Sebut Penanganan Banjir di Wilayah Hulu Kurang Baik, Harus Diperbaiki

0
Wawali Sebut Penanganan Banjir di Wilayah Hulu Kurang Baik, Harus Diperbaiki
Banjir di wilayah RT 04, Kelurahan Guntung. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kelurahan Guntung jadi salahsatu wilayah langganan banjir, terutama 7 RT, yakni RT 04, 05, 06, 11, 12, 17, dan 15 yang disebut sebagai titik banjir yang paling pertama naik dan paling terakhir surut.

Ketua RT 04, Burhan didampingi ketua RT 11 menjelaskan, bahwa wilayah tersebut akan terus tergenang jika hujan deras maupun air pasang, apalagi jika mendapatkan air kiriman dari wilayah Kutai Timur.

“Kalau daerah Kutim sana hujan deras, dua atau tiga jam kemudian pasti banjir disini, selain itu drainase kita juga masih ada yang tertutup, jadi air lari ke jalan,” ujarnya, Minggu (6/4/42025).

Untuk itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris melakukan pemantauan langsung ke wilayah tersebut, untuk melihat bagaimana situasi, serta pembenahan apa saja yang perlu dilakukan.

Ia menyebutkan terdapat lima titik parit besar yang menjadi aliran utama, saat air hujan dari wilayah Kutim mulai turun ke Bontang.

Lima titik tersebut harus segera diberlakukan sistem buka tutup, untuk menghalau air sehingga tidak membuat air langsung terjun bebas ke Bontang.

Selanjutnya, ia menjelaskan adanya kesalahan dalam pengendalian air wilayah hulu, dimana selama ini dana Bankeu yang digunakan untuk mengatasi banjir, digunakan untuk penurapan dan pembangunan di wilayah hilir saja.

“Sungai merah yang di Guntung itu diturap, padahal air tidak mengalir ke situ,” terangnya, setelah menyusuri banjir di Kelurahan Guntung.

Untuk itu ia berfokus menangani wilayah hulu Kelurahan Guntung, agar memecah air yang turun dari wilayah Kutim menuju Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pencuri Besi Bangunan Sekolah di Muara Badak Berhasil Ditangkap

0
Barang bukti besi yang diamankan kepolisian. (Ist).

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Muara Badak berhasil mengamankan dua pelaku tindak pidana pencurian material di bangunan sekolah SMP IT di Palacari, RT.01, Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (4/4/2025), sekitar pukul 11.00 Wita.

Kedua pelaku tersebut berinisial Ha (45) salah satu warga Kampung Baru, RT.09, dan WAS (41) salah satu warga di Jalan Cokroaminoto, RT.23, Desa Gas Alam Badak I, Kukar.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang mengatakan bahwa, aksi pencurian material tersebut dilakukan sejak 6 November 2024 lalu, sampai dengan Minggu (30/3/2025), yang berlangsung dengan rentang waktu cukup lama.

Kedua pelaku diketahui telah mengambil puluhan batang besi beton, yang nantinya akan digunakan dalam proses pembangunan sekolah. Aksi mereka terbongkar setelah seorang pekerja sedang jaga malam, menemukan jejak kaki mencurigakan di area proyek.

Kemudian, penjaga malam menelusuri jejak tersebut dan menemukan sebuah pondok berisi besi potong yang sesuai dengan material yang dilaporkan hilang. Peristiwa ini diperkuat dengan kejadian sebelumnya terkait kehilangan 34 batang besi ulir pada November 2024 lalu.

“Untuk total kerugian yang dialami pihak sekolah, sekitar Rp 6,7 juta. Barang bukti pun telah kami amankan, seperti 14 batang besi beton berbentuk lurus, 4 batang berbentuk U dari tangan pelaku, beserta 20 batang besi dan satu batang kayu pemotong dari lokasi kejadian,” jelasnya.

Sehingga, dengan tertangkapnya kedua pelaku tersebut, pihak kepolisian tetap akan melakukan proses tindak pidana lebih lanjut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sungai Meluap Akibat Hujan Lebat, Akses Jalan di Beberapa Wilayah Bontang Terendam Banjir

0
Banjir yang menutupi akses jalan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Akibat hujan lebat dan sungai yang meluap, beberapa akses jalan di wilayah Kota Bontang terdampak banjir, salah satunya di Jalan Tomat, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (6/4/3025).

Bahkan, untuk akses di jalan utama seperti Jalan Imam Bonjol, lebih tepatnya di turunan Polres telah dipasang plang oleh sejumlah warga, sebagai tanda dilarangnya melintas, akibat jalanan yang terendam banjir.

Penutupan akses jalan pun dilakukan, sebab banjir yang merendam jalan tersebut terbilang cukup tinggi, sampai di lutut hingga paha orang dewasa. Sehingga takut membahayakan pengendara yang ingin melintas

“Untuk berjaga-jaga, kadang pun jalanan sudah tertutup masih saja ada kendaraan motor yang memaksakan untuk lewat,” ucap Adi, salah satu warga.

Tidak hanya itu saja, adapun dari pantauan wartawan radarbontang.com, jalan yang terdampak oleh banjir berada di wilayah bagian belakang Bank Dhanarta, Gunung Sari, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Akses jalan yang terendam banjir meliputi Jalan Polo Air, Jalan Selancar, hingga sampai di bagian titik di Jalan Catur.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kendaraanmu Bermasalah Gegara BBM? Laporkan di Hotline Bawah Ini!

0
Kendaraanmu Bermasalah Gegara BBM? Laporkan di Hotline Bawah Ini!
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memimpin sidak ke sejumlah SPBU di Samarinda, Sabtu (5/4). Turut mendampingi Sekda Sri Wahyuni, Kadis ESDM Bambang Erwanto, dan Kadis Kominfo Muhammad Faisal. (Diskominfokaltim)

SAMARINDA – Pernah merasa bahan bakar dari SPBU terasa “beda”? Atau mobilmu tiba-tiba mogok setelah isi bensin? Jangan cuma curhat di grup WhatsApp atau bikin sindiran di story Instagram. Karena kini, keluhanmu bisa langsung ditindaklanjuti, asalkan disampaikan lewat jalur resmi.

Pertamina, melalui Manager Retail Sales Region Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselan, mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan laporan lewat Hotline 135 atau langsung ke SPBU terdekat.

“Kami ingin masyarakat tahu, suara mereka penting. Asal disertai bukti pembelian, kami bisa menelusuri masalahnya dengan cepat,” ujar Addieb.

Dengan kata lain, struk pembelian BBM bisa jadi bukti penting—bukan cuma buat nyimpan receh atau berserakan di dasbor.

Langkah ini tidak berdiri sendiri. Pemprov Kaltim juga ikut turun tangan. Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, menggagas inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Samarinda, Sabtu (5/4), menyusul ramainya keluhan masyarakat soal dugaan kualitas BBM yang tidak sesuai.

Sidak tersebut turut melibatkan Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Kadis ESDM Bambang Erwanto, dan Kadis Kominfo Muhammad Faisal. Tujuannya: memastikan masyarakat tidak dirugikan dalam pelayanan distribusi BBM.

Pertamina mengaku telah bergerak cepat sejak dua minggu lalu, setelah menerima sejumlah laporan dari masyarakat. Mereka telah mengambil sampel BBM dari SPBU, terminal BBM, hingga unit kilang untuk diuji kualitasnya.

“Alhamdulillah, semua hasil uji menunjukkan BBM sesuai spesifikasi,” jelas Addieb.

Langkah-langkah ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik dan transparansi mutu BBM tetap dijaga, terutama di tengah lonjakan aktivitas masyarakat pada arus balik Lebaran.

Pertamina juga memastikan bahwa stok bahan bakar aman, layanan di SPBU tetap berjalan lancar, dan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara profesional.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus Susanto

BBM di SPBU Dinyatakan Aman tapi Masih Banyak Kendaraan Ngadat, Ada Apa?

0
Penampakan pertalite usai dikuras dari mobil innova milik Purnomo. (Ist)

BONTANG – Polres Bontang dan Pertamina menyatakan BBM yang disalurkan ke SPBU di wilayah Bontang aman, pasca melakukan pengujian beberapa waktu lalu.

Namun begitu, kasus kendaraan roda 2 maupun 4 yang mogok diduga karena mengisi BBM jenis pertamax masih terus berlangsung di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Seperti diungkapkan Wahyu, pemilik Bengkel CRS di wilayah Loktuan. Pasca lebaran, bengkelnya menangani puluhan motor yang mengalami kerusakan akibat BBM pertamax.

“Rata-rata pemilik motor bilang abis ngisi pertamax langsung ngadat motornya. Ada yang kena pompa bensinnya, filternya, dan macam-macam lainnya,” ujarnya saat dihubungi Radarbontang.com.

Cairan semecam semen di pompa bensin mobil milik Purnomo. (ist)

Selain diduga akibat pertamax, ada pula yang disebabkan karena pertalite. Namun hanya sebagian motor yang ditanganinya.

“Yang baru kami dapat itu ada semacam cairan kayak semen gitu yang mengendap di mesin,” imbuhnya.

Purnomo, pemilik mobil innova juga baru saja merasakan kondisi yang sama. Dikatakannya, Jumat (4/4/2025) ini kendaraan roda empatnya itu harus masuk bengkel.

“Pompa bensin mobil saya rusak. Setelah dibongkar ada endapan menyerupai semen di pompa bensin,” ungkapnya kepada Radarbontang.com.

“Jujur semalam sebelum masuk bengkel, saya baru isi pertalite kurang lebih sekitar 38 liter, dan di bengkel ada dua mobil yang senasib dengan mobil saya,” imbuhnya.

Sama halnya dengan Maruzi. Warga Pisangan itu juga mengalami hal serupa setelah mengisi BBM jenis pertamax di Pertashop Pisangan.

“Saya juga gara-gara ngisi pertamax di pertashop pisangan, beat saya langsung nggak bisa digas, akhirnya dikuras di bengkel, diisi pertalite, baru bisa jalan lagi,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Lakalantas di Jalan KS Tubun, Tiga Pengendara Alami Luka-luka Hingga Dilarikan ke RSUD

0
Petugas Disdamkartan Bontang, saat memberikan pertolongan pertama ke korban laka lantas. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang bergerak cepat memberikan pertolongan pertama ke korban kecelakaan lalu lintas, di Jalan KS. Tubun, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (/4/2025) sore.

Kepala Disdamkartan Kota Bontang, Amiluddin, melalui Komando Kompi, Norman menyampaikan, bahwa kronologi awal mula kejadiannya kecelakaan tersebut, lantaran adanya pengendara motor yang sedang berboncengan, tak berselang lama kemudian langsung menabrak pengendara motor lain dari belakang.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.35 Wita, dan petugas pun datang menangani korban sekitar pukul 15.42 Wita. Saat penanganan berlangsung, petugas Disdamkartan Bontang membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 18 menit.

“Iya ada laporan masuk dari anggota, jadi petugas langsung bergerak pergi menuju ke tempat kejadian,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Saat memberikan pertolongan pertama, petugas pun langsung membersihkan luka korban menggunakan NaCi, dan lukanya dibaluti menggunakan hansaplast.

“Akan tetapi, ada satu korban yang dibawa ke RSUD Taman Husada, untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Mengenai hal tersebut, Norman sangat mengimbau kepada masyarakat untuk bisa lebih berhati-hati dalam berkendara. Agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pengamat Ekonomi Sebut Perlunya Pembentukan Tim Independen untuk Tangani Kasus Dugaan BBM Oplosan

0
Pengamat Ekonomi Sebut Perlunya Pembentukan Tim Independen untuk Tangani Kasus Dugaan BBM Oplosan
Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Samarinda, Purwadi Purwoharsojo. (ist)

BONTANG – Penanganan terkait keluhan BBM di sejumlah wilayah di Kalimantan Timur dinilai lamban. Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Samarinda, Purwadi Purwoharsojo mengungkapkan, harusnya pemerintah provinsi terjun langsung ke lapangan dan segera membuat tim independen.

Selanjutnya, tim tersebut dapat melakukan uji laboratorium, kemudian hasilnya dapat dipertanggung jawabkan dan disampaikan ke publik secara transparan.
Jika benar-benar ditemukan indikasi BBM oplosan dari pertamina, dan BBM tersebut telah menimbulkan kerugian atau kerusakan kendaran bermotor dari masyakarat, maka publik bisa mengajukan tuntutan ganti rugi secara ekonomi kepada pertamina.

Menurutnya, kewenangan besar yang dimiliki gubernur mampu mengeluarkan kebijakan tersebut dengan cepat, lalu mengerahkan para pejabat publik, terutama yang ada di Kaltim harus segera ambil tindakan karena cukup meresahkan publik.

“Lembaga semacam Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bisa ikut, bahkan hingga aparat penegak hukum bisa ikut menyelesaikan dalam persoalan tersebut, kalau perlu bentuk tim independen untuk sampling,” katanya saat dihubungi, Jumat (4/4/2025).

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya, lantaran Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud menunggu adanya laporan resmi, sementara itu pemberitaan kendaraan yang mogok akibat adanya dugaan campuran dalam BBM terus bergulir.

“Harusnya mereka melakukan gerak cepat, saya agak kecewa dengan jawaban beliau, kok begitu ya cara meresponnya, kalau nunggu laporan resmi bisa nggak kelar-kelar,” terangnya

Persoalan BBM adalah persoalan hajat publik, bagian dari kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi dengan cukup dan terjangkau, dengan kualitas yang baik agar tidak ada yang dirugikan secara ekonomi.

“Mereka harusnya segara cek ulang di lapangan seperti apa,” tandasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Asik Berenang, Pemuda Tanjung Laut Indah Nyaris Tenggelam di Pulau Beras Basah

0
BPBD saat memberikan penolongan ke pada korban nyaris tenggelam. (ist)

BONTANG – Salah satu pengunjung Pulau Beras Basah nyaris tenggelam saat sedang berenang, Kamis (3/4/2025) pagi.

Kepala Badan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD, Eko Mashudi mengatakan, kejadian tersebut terjadi pukul 09.00 Wita, adapun korban merupakan warga Tanjung Laut Indah.

Pihaknya menjelaskan, bahwa korban, RM sedang berenang bersama rekannya, diduga kelelahan ia pun nyaris tenggelam. BPBD pun langsung mengamankan korban dan membawa ke Rumah Sakit PKT.

“Sudah membaik, setelah dirawat dia sudah boleh pulang,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (4/4/2025).

Ia memperingatkan setiap beraktifitas di alam terbuka termasuk di pantai maupun laut, dihimbau untuk menggunakan Alat Keselamatan Diri berupa life jacket/pelampung. Saling mengawasi dan membantu di antara sesama pengunjung, senantiasa waspada dengan kondisi cuaca dan perubahan alam.

“Jangan nekat jika tidak menguasai medan, termasuk jangan nekat jika tidak memiliki kemampuan berenang,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam