Beranda blog Halaman 76

Febrie Sebut Kasus yang Menjeratnya Bentuk Kriminalisasi

0
Barang bukti emas batangan seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di kawasan Sentul, Bogor. (Dok. Istimewa)

JAKARTA – Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, memilih tidak menjelaskan mengenai barang bukti emas batangan seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor. Ia meminta seluruh pertanyaan mengenai kepemilikan maupun penggunaan emas tersebut disampaikan langsung kepada penyidik.

“Biar jaksa penyidik lihat, itu punya siapa dan digunakan untuk apa, kegiatan apa, nanti minta penyidik untuk jawab,” kata Febrie saat digiring menuju mobil tahanan di kompleks Kejaksaan Agung, Jumat (24/7/2026) malam.

Selain menanggapi soal barang bukti, Febrie juga memberikan pernyataan terkait penetapannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menurutnya, alat bukti yang digunakan penyidik masih memerlukan pendalaman sebelum dijadikan dasar penahanan.

“Hari ini saya sudah diperiksa sebagai tersangka, dilakukan penahanan. Saya sudah diskusi dengan jaksa pemeriksa bahwa alat bukti yang diajukan masih perlu didalami atau dikonfirmasi,” ujarnya.

Febrie berpendapat, seluruh alat bukti dalam suatu perkara semestinya diuji dan diperdalam melalui gelar perkara sebelum penyidik menetapkan seseorang sebagai tersangka.

“Baru kita yakin bahwa ini tidak zalim, sehingga kita tetapkan tersangka, dan barulah kita melakukan penahanan,” katanya.

Meski mempertanyakan proses tersebut, Febrie menyatakan akan mengikuti seluruh tahapan hukum yang sedang berjalan. Ia juga kembali menegaskan keyakinannya bahwa perkara yang menjeratnya merupakan bentuk kriminalisasi.

“Dan saya merasa memang ini kriminalisasi,” tegasnya.

Sebelumnya, penyidik menyita sejumlah barang bukti dari beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Dari Kafe de’Clan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, penyidik mengamankan dokumen, telepon genggam, uang tunai sebesar 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta Rp259.159.000 dengan total nilai sekitar Rp60 miliar.

Dari sebuah money changer di kawasan yang sama, penyidik turut menyita 71 barang bukti, termasuk 16 jenis mata uang asing dengan nilai sekitar Rp7,2 miliar.

Sementara itu, dari rumah di kawasan Sentul, Bogor, penyidik menyita emas batangan seberat 74 kilogram, uang tunai dalam berbagai mata uang asing dan rupiah, dokumen, telepon genggam, serta sejumlah foto keluarga yang diduga berkaitan dengan kepemilikan rumah dan brankas. Setelah dikonversi, nilai uang tunai yang diamankan dari lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar.

Seluruh barang bukti tersebut disita dalam penyidikan tiga perkara, yakni dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PLTU yang diduga berkaitan dengan pemadaman listrik (blackout), dugaan korupsi pengelolaan PT Asabri periode 2020–2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada periode 2020–2025.

Penyidik juga mendalami dugaan TPPU yang diduga berkaitan dengan rangkaian perkara tersebut. Sebelum penanganan perkara dialihkan ke Kejaksaan Agung, Kortastipidkor Polri telah menetapkan Febrie Adriansyah dan pihak swasta Don Ritto sebagai tersangka.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S.

Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Tanjung Laut Indah

0
Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi. (Ist).

BONTANG – Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi menjelaskan bahwa, berdasarkan dari hasil penyelidikan awal terkait kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus karyawan dengan pengendara sepeda motor di Jalan Sultan Syahrir, Kelurahan Tanjung Laut, bermula saat bus datang dari arah Masjid Al Hijrah hendak berputar arah.

Saat itu, ada sekitar lima pengendara sepeda motor yang tepat berada di belakang bus, untuk memberikan ruang agar bus dapat melakukan putar balik dengan aman, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.08 Wita.

Akan tetapi, pengendara sepeda motor Yamaha MX King datang dari arah yang sama diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur kanan, untuk menyalip kendaraan-kendaraan yang sedang berhenti memberikan kesempatan kepada bus.

Sehingga insiden tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor berusia 18 tahun meninggal dunia, sementara penumpangnya yang berusia 16 tahun mengalami luka-luka, dan hingga saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS).

“Pengendara sepeda motor saat ingin melintas mengambil sisi kanan kendaraan yang sedang memberikan kesempatan bus untuk berputar arah, namun saat ingin melintas motor ini menabrak pintu depan sebelah kanan bus,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor yang berusia 18 tahun mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia, tepat di Sabtu, sekitar pukul 06.00 Wita. Sementara untuk remaja berusia 16 tahun yang diboncengnya, mengalami luka di bagian wajah dan hingga kini masih menjalani masa perawatan di RS karena mengalami kritis.

Polisi saat ini masih meminta keterangan dari sopir bus untuk melengkapi proses penyelidikan. Selain itu, seluruh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti.

“Untuk sopir bus masih kita mintai keterangan. Sementara pengendara sepeda motor ini tidak menggunakan helm saat berkendara,” tambahnya.

Adanya kejadian ini, Kasat Lantas Polres Bontang turut mengimbau agar bisa menaati peraturan lalu lintas, serta selalu berhati hati dan bersikap sopan dalam berkendara dijalan.

“Ingat kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapanpun dan dimanapun,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Distribusi Air di Beberapa Wilayah Bontang Terganggu 2 Hari

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb25uli2026/mobile/

Pemkot Bontang Kebut Persiapan Sekolah Rakyat, Target Tampung 1.080 Siswa

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat memimpin rapat terkait Sekolah Rakyat. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025, tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Pembahasan Progres Pembangunan Sekolah Rakyat yang dipimpin langsung oleh, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, di Ruang Rapat Utama Lantai II, Kantor Wali Kota Bontang, Kamis (23/7/2026).

Saat rapat berlangsung disampaikan bahwa, Sekolah Rakyat diusulkan masuk dalam pembangunan Tahap III di 2026. Lokasinya bakal direncanakan di Kelurahan Bontang Lestari di atas lahan hibah, yang telah memenuhi aspek legalitas.

Agus Haris menegaskan untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, harus menjalankan tugas sesuai Surat Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 100.3.3.3/243/DSPM/2026, tentang Pembentukan Tim Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Bontang.

“Kita tidak boleh kehilangan kesempatan memperoleh program prioritas nasional ini. Seluruh OPD harus memahami tugasnya, sesuai SK dan memastikan seluruh persyaratan dapat dipenuhi tepat waktu,” tegasnya.

Ia juga menekankan akan pentingnya pendataan calon peserta didik secara terintegrasi, dimana Pemkot menargetkan pendataan sekitar 1.000 hingga 1.500 calon siswa dapat diselesaikan dalam waktu maksimal satu bulan, dengan evaluasi progres dilakukan setiap pekan.

“Kita ingin seluruh proses berjalan cepat, tetapi tetap sesuai ketentuan. Semua pihak harus terus berkoordinasi agar Sekolah Rakyat dapat terealisasi sesuai target,” ujarnya.

Terlebih lagi dari sisi administrasi, persiapan pembangunan terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, sebanyak 17 dari total 23 dokumen persyaratan telah rampung, sementara dokumen pendukung lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Sekolah Rakyat di Bontang Lestari nantinya akan menjadi kawasan pendidikan terpadu, dengan kapasitas sekitar 1.080 siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Untuk fasilitas yang disiapkan meliputi asrama, laboratorium, rumah ibadah, sarana olahraga, hingga ruang terbuka hijau,” tambahnya.

Melalui percepatan persiapan tersebut, Pemkot Bontang berharap program prioritas nasional ini dapat segera terealisasi, dan menjadi salah satu upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hari Terakhir Creative Night Market, Warga Masih Berkesempatan Nikmati Kuliner dan Atraksi Turonggo Galih Saputro

0
Suasana CNM Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Creative Night Market (CNM) memasuki hari terakhir penyelenggaraan, Sabtu (25/7/2026). Masyarakat masih memiliki kesempatan menikmati beragam kuliner, produk ekonomi kreatif, hingga pertunjukan seni budaya di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Bontang Baru.

Pada penutupan kali ini, perhatian pengunjung dipastikan tertuju pada penampilan Turonggo Galih Saputro yang akan membawakan atraksi kesenian kuda lumping dari Jawa Timur. Penampilan tersebut melengkapi rangkaian hiburan yang disiapkan panitia selama dua hari pelaksanaan.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Dodi Rosdian, mengatakan sekitar 80 pelaku UMKM ikut meramaikan Creative Night Market edisi Juli. Kehadiran puluhan UMKM tersebut diharapkan mampu meningkatkan transaksi sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.

“Kurang lebih ada sekitar 80 UMKM yang terlibat. Bulan depan ada lagi,” ujar Dodi.

Selain berburu kuliner dan produk ekonomi kreatif, pengunjung juga dapat menikmati suasana pasar malam yang dipadukan dengan hiburan musik dan pertunjukan budaya. Konsep tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk berkunjung, sekaligus mendukung geliat ekonomi kreatif di Kota Bontang.

Dispopar memastikan Creative Night Market akan kembali digelar pada bulan depan dengan konsep dan penampilan yang berbeda, sehingga dapat terus menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM sekaligus destinasi hiburan akhir pekan bagi warga Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tabrakan Motor dan Bus Karyawan di Jalan Sultan Syahril, Satu Korban Tewas dan Satu Kritis

0
Korban kecelakaan yang terjadi di Tanjung Laut Indah. (Ist).

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan bus karyawan terjadi di Jalan Sultan Syahril, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (24/7) malam, sekitar pukul 21.08 WITA.

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka berat, yang dimana kondisinya dalam keadaan kritis.

Berdasarkan informasi awal yang diterima di lapangan, kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha MX King yang ditumpangi dua orang dengan sebuah bus karyawan. Kedua pengendara motor tersebut, dilaporkan tidak menggunakan helm saat kejadian.

Kronologi sementara menyebutkan bahwa bus karyawan dan sepeda motor sama-sama melaju dari arah Masjid Agung Al-Hijrah. Saat tiba di kawasan Kapsulan, tepat sebelum Hotel Musyafir, bus diduga hendak melakukan putar balik.

Akan tetapi, pada saat bersamaan sepeda motor yang berada tepat di belakangnya tidak sempat menghindar sehingga menabrak bagian bus.

“Korbannya dari anak Panti Asuhan Daarul Aitam, panti yang berada di depan Rusunawa Rawa Indah,” ucap Henda, salah satu relawan IEA Bontang.

Usai kejadian, kedua korban dievakuasi oleh tim PSC 119 Bontang menuju Rumah Sakit (RS) Amalia. Karena kondisi korban yang cukup serius, keduanya kemudian dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Akibat benturan keras, kedua korban mengalami luka berat di bagian kepala serta sejumlah luka di tubuh. Satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma.

“Berdasarkan informasinya, jenazah korban yang meninggal dunia rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI saat berkendara, serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik yang rawan terjadi kecelakaan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PLN-Kejati Kaltara Perkuat Sinergi Pembangunan PSN

0
Jajaran PLN UIP KLT bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara berfoto bersama usai audiensi penguatan sinergi hukum pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

TANJUNG SELOR — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara (Kejati Kaltara) dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Kalimantan Utara.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara, Rabu (22/7). Pertemuan dihadiri oleh General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, bersama jajaran manajemen PLN UIP KLT, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara, Yudi Indra Gunawan, S.H., M.H., beserta jajaran.

Audiensi menjadi forum koordinasi guna membahas perkembangan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Utara, mengidentifikasi tantangan dalam pelaksanaan proyek, serta menyelaraskan langkah mitigasi terhadap potensi risiko hukum yang dapat memengaruhi penyelesaian pekerjaan.

General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, menyampaikan bahwa dukungan Kejati Kaltara memiliki peran strategis dalam memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan secara tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memiliki tantangan yang kompleks, baik dari aspek teknis, sosial maupun hukum. Melalui koordinasi yang semakin erat dengan Kejati Kaltara, setiap persoalan diharapkan dapat teridentifikasi dan terselesaikan secara tepat sehingga proyek berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Dewanto.

Pembahasan dalam audiensi mencakup pengoptimalan peran Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam memberikan pendampingan dan pengawalan dalam penyelesaian permasalahan hukum, baik melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi. Sinergi juga diarahkan pada pengamanan pelaksanaan proyek, mulai dari proses pengadaan lahan, perizinan, hingga mendukung kelancaran pekerjaan fisik infrastruktur ketenagalistrikan.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan strategis dalam memastikan pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk dapat diselesaikan secara tepat waktu dan tepat mutu. Infrastruktur yang terbangun diharapkan semakin memperkuat sistem kelistrikan serta menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat dan dunia usaha di Kalimantan Utara.

Melalui sinergi antara PLN UIP KLT dan Kejati Kaltara, pelaksanaan proyek ketenagalistrikan diharapkan berlangsung secara transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, meningkatkan keandalan pasokan listrik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara. (Bom)

Perkuat Kepastian Hukum Aset, PLN Terima 15 Sertifikat Tanah di Berau

0
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Berau menyampaikan sambutan dalam kegiatan serah terima 15 sertifikat aset tower SUTT 150 kV kepada PLN UIP KLT.

BERAU — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) menerima 15 sertifikat bidang tanah dari Kantor Pertanahan Kabupaten Berau, Rabu (22/7). Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN dalam memperkuat kepastian hukum, ketertiban administrasi, dan pengamanan aset perusahaan.

Serah terima dilaksanakan secara langsung di Kantor Pertanahan Kabupaten Berau sebagai hasil sinergi antara PLN UIP KLT dan Kantor Pertanahan Kabupaten Berau dalam proses percepatan sertifikasi aset tanah.

Senior Manager Pertanahan, Perizinan, dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, menjelaskan bahwa penyerahan 15 sertifikat tersebut merupakan hasil koordinasi dan kerja sama yang dilakukan secara berkelanjutan antara PLN dan ATR/BPN.

“Penyerahan 15 sertifikat bidang tanah ini semakin memperkuat kepastian hukum atas aset PLN sekaligus mendukung pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel. Kami mengapresiasi atas dukungan Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Pertanahan Kabupaten Berau dalam penyelesaian proses sertifikasi ini,” ujar Radit.

Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin perlu terus diperkuat untuk mempercepat penyelesaian sertifikasi bidang tanah lainnya. Kepastian legalitas aset juga menjadi unsur penting dalam mendukung kelancaran pembangunan dan pengoperasian infrastruktur ketenagalistrikan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Manager Pertanahan, Aset, dan Sertifikasi PLN UIP KLT, Michael Marrung, bersama Romi Akbar, Wida Arief Setiawan, serta jajaran PLN UIP KLT dan PLN UPP KLT 2.

Turut hadir Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Timur dan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Kabupaten Berau, Rosian Anwar, S.H., M.H., C.Me., beserta jajaran.

Melalui sertifikasi aset, PLN UIP KLT berkomitmen memperkuat tata kelola aset yang tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari mitigasi risiko hukum serta mendukung keberlanjutan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Timur. (Bom)

Soal Status Lahan Polsek Bontang Barat, Sahib Minta Kepastian RTRW

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb24juli2026/mobile/

PLN dan BINDA Kaltara Perkuat Sinergi Amankan Proyek Ketenagalistrikan

0
Penguatan sinergi PT PLN UIP KLT dengan BINDA Kaltara.

TARAKAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) memperkuat koordinasi dengan Badan Intelijen Daerah (BINDA) Kalimantan Utara guna mendukung keamanan dan kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Provinsi Kalimantan Utara.

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kantor BINDA Kalimantan Utara, Rabu (22/7). Kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam mengamankan aset vital nasional sekaligus mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor ketenagalistrikan.

Audiensi dihadiri oleh General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, beserta jajaran, serta Kepala Badan Intelijen Daerah Kalimantan Utara, Andri Muhardi, S.IP., M.Sos., beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut membahas perkembangan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Utara, potensi risiko dan kerawanan di sekitar wilayah proyek, serta langkah strategis yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan pembangunan.

Kolaborasi antara PLN UIP KLT dan BINDA Kalimantan Utara bertumpu pada penguatan koordinasi, pertukaran informasi, serta deteksi dini terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi pembangunan maupun operasional infrastruktur ketenagalistrikan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai dinamika di lapangan secara cepat, tepat, dan terukur.

General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, menyampaikan bahwa dukungan dan koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat dilaksanakan secara aman dan berkelanjutan.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan membutuhkan situasi yang aman dan kondusif. Sinergi bersama BINDA Kalimantan Utara diharapkan dapat memperkuat mitigasi risiko, deteksi dini, serta pengamanan proyek dan aset ketenagalistrikan yang memiliki peran strategis bagi masyarakat,” ujar Dewanto.

Menurutnya, keandalan pasokan listrik tidak terlepas dari keberhasilan pembangunan jaringan transmisi, gardu induk, dan fasilitas pendukung lainnya. Oleh karena itu, setiap potensi hambatan perlu diantisipasi sejak awal dengan melalui koordinasi dan komunikasi yang intensif dengan para pemangku kepentingan.

Melalui sinergi tersebut, PLN UIP KLT dan BINDA Kalimantan Utara berkomitmen mendukung dalam pengamanan aset vital nasional serta kelancaran pelaksanaan PSN sektor ketenagalistrikan. Pembangunan infrastruktur yang aman dan tepat waktu diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara. (Bom)