Beranda blog Halaman 76

Diperuntukkan Tempat Singgah Umat, Masjid Keluarga Ketua DPRD Kutim Dibangun di Tepi Pelabuhan

0
Penampakan Masjid Keluarga Ketua DPRD Kutim yang dibangun di kawasan Pelabuhan Kenyamukan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Sebuah masjid keluarga tengah dibangun di kawasan tepi pelabuhan. Hingga kini, rumah ibadah tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum memiliki nama resmi.

Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menyebut masjid ini merupakan inisiatif keluarga yang ingin menghadirkan fasilitas ibadah di lokasi strategis, meski jauh dari permukiman padat.

“Ini memang masjid keluarga, tapi terbuka untuk masyarakat. Siapa pun boleh datang dan beribadah di sini,” ujarnya saat diwawancara, Sabtu (21/2/2026).

Pembangunan telah berjalan. Sejumlah fasilitas utama masih diselesaikan, mulai dari lantai yang akan dicor, tempat wudu, toilet, hingga rumah imam. Karena itu, salat lima waktu belum difungsikan secara penuh dan rutin.

“Kalau fasilitasnya sudah siap dan representatif, tentu akan dimaksimalkan. Kita tidak ingin terburu-buru sementara sarana pendukung belum lengkap,” jelasnya.

Masjid tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 300 jemaah. Meski berada di tepi pelabuhan dan relatif jauh dari permukiman, lokasi itu dipilih dengan pertimbangan jangka panjang.

Ke depan, kawasan pelabuhan diproyeksikan semakin aktif. Kehadiran masjid diharapkan menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang hendak bepergian, para pemancing, hingga anak-anak muda yang biasa berkumpul di sekitar lokasi.

“Jangan sampai orang kesulitan mencari tempat ibadah. Minimal ada tempat untuk salat Magrib atau Isya sebelum berangkat,” katanya.

Di sekitar lokasi tercatat sekitar 60 kepala keluarga. Namun akses jalan menuju masjid masih belum sepenuhnya baik, terutama saat hujan yang membuat area menjadi becek.

Nama masjid sendiri masih dalam tahap perumusan bersama keluarga. Jika seluruh pengerjaan rampung, tidak menutup kemungkinan masjid ini sudah bisa digunakan untuk pelaksanaan salat berjemaah secara rutin, bahkan salat Ied.

“Kita ingin masjid ini hidup dan bermanfaat untuk masyarakat luas,” pungkas Jimmi.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Polisi Tingkatkan Patroli Subuh di Tikungan Sahara

0
Personel Polres Kutim melakukan patroli di Sangatta untuk mengantisipasi aksi balap liar selama Ramadan. (Istimewa)

SANGATTA – Memasuki Ramadan, Polres Kutai Timur (Kutim) meningkatkan patroli subuh di sejumlah titik rawan, khususnya kawasan Tikungan Sahara yang kerap dijadikan arena adu kecepatan.

Jam-jam menjelang hingga selepas sahur dinilai sebagai waktu paling rawan. Suasana jalan yang relatif lengang kerap dimanfaatkan sejumlah remaja untuk memacu kendaraan tanpa memikirkan risiko.

Kasat Lantas Rezky Nur Harismeihendra menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku balap liar selama Ramadan.

“Kami menyasar lokasi-lokasi yang terindikasi rawan digunakan untuk aksi balap liar, salah satunya di kawasan Tikungan Sahara. Terutama pada jam-jam subuh guna mencegah aksi yang meresahkan masyarakat,” tegasnya saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Menurut Rezky, balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas. Lebih dari itu, aksi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal yang bisa merenggut nyawa, baik pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Kapolres Kutim Fauzan Arianto menambahkan, patroli subuh merupakan bagian dari komitmen menjaga keamanan masyarakat selama bulan suci.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalankan sahur, salat Subuh, dan aktivitas pagi hari dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain patroli, kepolisian juga mengingatkan peran penting orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan berisiko.

“Kami minta Mmasyarakat tak ragu melapor melalui layanan 110 jika menemukan potensi gangguan kamtibmas,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

RS Pelosok Masih Minim Dokter Spesialis, Ketua IDI Kutim Minta Pemerintah Bikin Terobosan Nyata

0
Ilustrasi Rumah Sakit Tipe D Muara Bengkal yang masih kekurangan dokter spesialis. (AI)

SANGATTA – Rumah sakit (RS) di wilayah pelosok Kutai Timur (Kutim) masih berjibaku dengan persoalan klasik, minim dokter spesialis. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya di rumah sakit tipe D yang berada jauh dari pusat kota.

Ketua IDI Kutim, dr Faturrahman, menegaskan pemerintah perlu menghadirkan terobosan nyata agar distribusi dokter spesialis tidak terus timpang.

“RS di daerah terpencil sangat membutuhkan dokter spesialis. Tapi sampai sekarang masih banyak kendala, baik dari sisi regulasi maupun kesejahteraan,” ujar dr Faturrahman kepada Media Kaltim, Minggu (22/2/2026).

Menurut dr Faturrahman, sebelumnya ada opsi memanfaatkan dokter senior Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) semester akhir untuk membantu pelayanan di daerah. Secara kompetensi, mereka dinilai sudah mampu bertindak mandiri.

Namun, kebijakan BPJS Kesehatan yang hanya mengakui dokter berstatus spesialis penuh membuat langkah tersebut tak bisa lagi ditempuh.

“Secara kemampuan mereka sudah layak. Tinggal menunggu wisuda. Tapi karena belum resmi menyandang gelar spesialis, layanan mereka tidak bisa diklaim ke BPJS. Ini jadi hambatan besar,” jelasnya.

Dampaknya, beberapa rumah sakit tipe D seperti di Muara Bengkal kesulitan mempertahankan tenaga spesialis.

Tak hanya regulasi, persoalan kesejahteraan juga menjadi tantangan. Ia menyebut terdapat kesenjangan cukup lebar antara dokter kontrak program pusat dan dokter ASN daerah.

“Dokter kontrak dari pusat bisa menerima hingga Rp65 juta per bulan. Sementara ASN daerah rata-rata sekitar Rp20 juta. Selisihnya sangat jauh,” katanya.

Dengan fasilitas terbatas dan beban kerja tinggi di wilayah terpencil, kondisi itu dinilai memengaruhi minat dokter untuk bertugas.

Sebagai pembanding, ia mencontohkan Kabupaten Berau yang memberikan tunjangan khusus bagi dokter spesialis di rumah sakit tipe D. Kebijakan tersebut dinilai mampu menekan kecemburuan dan menjaga stabilitas pelayanan.

“Kalau ada afirmasi atau insentif khusus, dokter merasa diperhatikan. Pemerintah perlu memikirkan langkah konkret seperti itu,” tegasnya.

Selain itu, sistem pengurusan Surat Izin Praktik (SIP) yang kini terpusat juga membuat organisasi profesi di daerah kesulitan melakukan pendataan dan pendampingan jika muncul persoalan etik.

Menurut dr Faturrahman, pemerintah pusat dan daerah perlu duduk bersama menyinkronkan kebijakan agar pelayanan kesehatan di daerah tidak terus terkendala aturan administratif.

“Jangan sampai masyarakat di pelosok yang jadi korban. Yang kita inginkan sederhana, pelayanan spesialis tetap tersedia dan berjalan optimal,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Ramadan 2026, Dishub Balikpapan Siaga di Empat Titik Rawan Macet

0
Suasana lalu lintas di Kota Balikpapan saat Ramadan.

BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan Kota Balikpapan memperkuat pengawasan lalu lintas selama Ramadan 2026 dengan menyiagakan empat Pos Pantau Wahana di titik-titik strategis. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang berbuka puasa, salat tarawih, hingga aktivitas dini hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan dan ketertiban berlalu lintas selama bulan suci.

“Selama Ramadan kami siagakan empat Pos Pantau Wahana bekerja sama dengan Polresta Balikpapan. Pos ini bukan hanya untuk memantau arus lalu lintas, tetapi juga menjadi tempat pengaduan masyarakat apabila terjadi kecelakaan atau gangguan lainnya,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Empat pos tersebut ditempatkan di Kilometer 13 Karang Joang, Batu Ampar Jalan Pati Mura, Gedung Parkir Klandasan, serta Jalan MT Haryono. Keempat lokasi ini dinilai sebagai jalur dengan tingkat kepadatan tinggi, terutama saat sore menjelang berbuka dan malam hari.

Menurut Fadli, sedikitnya tiga regu personel diterjunkan secara bergantian untuk melakukan pemantauan dan pengaturan arus kendaraan. Mereka juga berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas jika terjadi kepadatan atau insiden di lapangan.

“Keberadaan pos ini memudahkan koordinasi di lapangan sehingga pengawasan lebih terpadu dan respons terhadap gangguan lalu lintas bisa lebih cepat,” jelasnya.

Pembentukan Pos Pantau Wahana telah melalui rapat koordinasi lintas sektor dan menjadi bagian dari skema pengamanan Ramadan 2026. Peningkatan aktivitas di pusat perbelanjaan, pasar Ramadan, dan ruas jalan utama menjadi perhatian utama Dishub.

Dengan langkah ini, pemerintah kota berharap situasi lalu lintas selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri tetap tertib dan terkendali. (MK)

Editor: Agus S

Jelang Idul Fitri, Satgas Pangan Awasi Stok dan Harga Sembako di Kutai Barat

0

SENDAWAR – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Timur bersama Polres Kutai Barat dan unsur pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung ketersediaan serta harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional, gudang distributor, hingga pusat perbelanjaan di wilayah Kutai Barat.

Kegiatan pengawasan ini melibatkan Satreskrim Polres Kutai Barat, unsur TNI, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Barat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok tetap aman dan harga stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Tim memeriksa berbagai komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, telur, dan daging. Selain memantau harga, petugas juga mengecek masa kedaluwarsa serta kelayakan produk guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Kutai Barat, AKP Khoirul Umam, menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan upaya preventif untuk mencegah praktik penimbunan dan permainan harga yang merugikan masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar serta mencegah terjadinya penimbunan maupun lonjakan harga yang tidak wajar menjelang hari besar keagamaan. Satgas Pangan juga mengimbau para pelaku usaha agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak mengambil keuntungan secara berlebihan,” ujar AKP Khoirul kepada pewarta, Sabtu (21/2/2026).

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan aman, cukup, dan terjangkau.

“Kami berharap situasi kamtibmas di wilayah Kutai Barat tetap kondusif menjelang Idul Fitri,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Kementerian Pertanian RI Anny Mulyani, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Nasional Maino Dwi Hartono, Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim AKBP Haris Kurniawan, serta PPNS Bidang Pangan Lenni Pangaribuan.

Dari unsur Pemerintah Kabupaten Kutai Barat hadir Kasatpol PP Yustinus Giri, Kepala Dinas Pertanian Stevanus Alexander Samson, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat Rion.

Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala hingga momentum Idul Fitri guna memastikan tidak ada gejolak harga maupun gangguan distribusi di pasaran. (MK)

Editor: Agus S

Di Tengah Pembangunan, Prajurit TMMD Tak Tinggalkan Tarawih

0

SENDAWAR – Aktivitas padat pembangunan dalam program TMMD Wiltas Ke-127 tidak mengurangi komitmen anggota Satgas dalam menjalankan kewajiban beribadah. Sejak pagi, para prajurit tetap berpuasa sembari menyelesaikan berbagai pekerjaan fisik dan nonfisik di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Di bawah terik matahari, anggota Satgas mengerjakan sejumlah sasaran utama seperti semenisasi jalan, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB), hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Meski kondisi fisik diuji, semangat pengabdian tetap terjaga.

Bagi para prajurit, ibadah puasa bukan penghalang dalam menyelesaikan tugas. Justru menjadi motivasi tambahan untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Mereka meyakini bahwa pengabdian kepada masyarakat dan kewajiban spiritual harus berjalan beriringan.

Memasuki malam hari, setelah seluruh pekerjaan rampung, anggota Satgas melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama warga di Masjid Al Muhajirin, Sabtu (21/2/2026) malam. Prajurit dan masyarakat berdiri sejajar dalam satu saf, mencerminkan kebersamaan yang erat tanpa sekat.

Dandim 0912 Kutai Barat yang juga Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa ibadah tetap menjadi prioritas di tengah kesibukan program pembangunan.

“Di bulan Ramadan ini, kami ingin memastikan bahwa di tengah kesibukan membangun desa, kewajiban kepada Tuhan tetap diutamakan. Ibadah adalah pondasi moral dan spiritual bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebersamaan dalam salat berjamaah menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara TNI dan masyarakat.

“Melalui ibadah bersama, hubungan emosional semakin kuat dan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kokoh,” tambahnya.

Program TMMD Wiltas Ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0912 Kubar tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menanamkan nilai religius, kebersamaan, dan persaudaraan di tengah masyarakat Kampung Linggang Amer. (MK)

Editor: Agus S

Masuk Tahap Atap, Rehab RTLH TMMD Kian Tuntas

0

SENDAWAR – Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki tahap pemasangan seng atap, Satgas TMMD bersama warga Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, bergotong royong menyelesaikan pengerjaan, Sabtu (21/2/2026).

Tahap pemasangan atap menjadi penanda bahwa struktur utama bangunan telah berdiri kokoh dan kini memasuki fase penyempurnaan. Serda Yosef Geriyansen bersama warga terlihat bahu-membahu mengangkat dan memasang lembaran seng secara hati-hati agar terpasang kuat serta tahan terhadap cuaca.

Sejak pagi, pekerjaan dilakukan tanpa jeda panjang. Material diangkat bersama, diposisikan dengan cermat, lalu dipasang secara presisi. Semangat kebersamaan menjadi energi utama yang mempercepat proses pengerjaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa progres ini menjadi bukti nyata sinergi antara prajurit dan warga.

“Pemasangan seng ini adalah tahap penting agar rumah segera terlindungi dari panas dan hujan. Kami mendorong percepatan pengerjaan, tetapi tetap menjaga kualitas agar rumah benar-benar layak dan nyaman ditempati,” ujarnya.

Ia menambahkan, program RTLH bukan sekadar membangun fisik rumah, melainkan menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan hunian layak.

“Melalui TMMD ini, kami ingin membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kebersamaan dan gotong royong adalah kunci utama keberhasilan,” tambahnya.

Warga setempat menyambut baik perkembangan tersebut. Mereka mengaku terbantu dan merasa diperhatikan dengan kehadiran Satgas TMMD yang tak hanya membangun rumah, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan.

Dengan terpasangnya atap, pembangunan RTLH kini semakin mendekati tahap akhir. TMMD Wiltas Ke-127 terus berkomitmen mempercepat pembangunan pedesaan agar warga Kampung Linggang Amer segera menikmati hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. (MK)

Editor: Agus S

Cek Langsung TMAB, Dansatgas Pastikan Sumur Bor Tepat Sasaran

0

SENDAWAR – Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan program Tentara Manunggal Air Bersih (TMAB) berupa sumur bor dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Kampung Tering Lama, Kecamatan Tering, Sabtu (21/2/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Program TMAB menjadi salah satu fokus utama TMMD karena menyangkut akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi warga.

Dalam kegiatan tersebut, Dansatgas didampingi Danramil 0912-04 Long Iram, Kapten Arm Sutrisno, serta Pasiter Kodim 0912/Kubar, Lettu Inf Moch Wahyudi. Sejumlah warga setempat juga tampak terlibat aktif membantu proses pengerjaan di lapangan.

Letkol Inf Doni Fransisco menegaskan, pembangunan sumur bor dan MCK bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Program TMAB ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami ingin memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Kampung Tering Lama yang turut berpartisipasi dalam pembangunan. Menurutnya, sinergi antara TNI dan warga menjadi fondasi keberhasilan program TMMD di wilayah tersebut.

Dengan tersedianya sumur bor dan fasilitas MCK, diharapkan warga Kampung Tering Lama dapat menikmati akses air bersih yang lebih mudah serta lingkungan yang lebih sehat. Program ini sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. (MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD Ke-127 Berbuka Puasa Bersama Warga Linggang Amer

0

SENDAWAR – Nuansa kebersamaan terasa kental di Masjid Al Muhajirin, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, saat anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat berbuka puasa bersama warga, Sabtu (22/2/2026).

Usai menjalankan rangkaian pekerjaan fisik dan nonfisik program TMMD sepanjang hari, para prajurit menyempatkan diri berkumpul bersama masyarakat di rumah ibadah tersebut. Hidangan sederhana tersaji, namun suasana penuh keakraban. TNI dan warga duduk berdampingan tanpa jarak, memperlihatkan hubungan yang terjalin semakin erat.

Menjelang azan Magrib, suasana masjid semakin hidup. Anak-anak tampak antusias berinteraksi dengan para prajurit, sementara para orang tua berbincang santai. Momen berbuka puasa itu tidak hanya menjadi waktu melepas lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi.

Saat azan berkumandang, seluruh yang hadir membatalkan puasa bersama dengan penuh rasa syukur. Kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Kebersamaan dalam ibadah tersebut menambah kekuatan nilai spiritual sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Setelah seharian bekerja bersama warga, berbuka puasa di masjid ini menjadi wujud bahwa TNI hadir tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebersamaan sederhana justru memiliki makna yang besar dalam membangun rasa saling percaya.

“Melalui momen seperti ini, kita membangun kedekatan hati. Harapan kami, hubungan yang sudah terjalin dengan baik ini akan terus terjaga, sehingga kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat dan kokoh,” tutupnya.

Melalui suasana Ramadan yang penuh berkah, semangat gotong royong dan persaudaraan antara anggota Satgas dan warga Linggang Amer diharapkan terus terpelihara, bahkan setelah program TMMD berakhir. (MK)

Editor: Agus S

Langgar Jam Operasional Ramadan, Kafe di Citra Niaga Terancam Ditindak Tegas

0
Satpol PP kota menyisir semua THM di kota Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda menggelar razia besar-besaran sejak Sabtu malam hingga Minggu (22/2/2026) dini hari pukul 01.30 Wita. Operasi ini dilakukan untuk menegakkan Surat Edaran Wali Kota Samarinda terkait pembatasan jam operasional usaha selama bulan suci Ramadan.

Kasat Pol PP Samarinda, Anis Siswanti, memimpin langsung pemantauan di sejumlah titik keramaian. Petugas memastikan tidak ada aktivitas usaha yang melampaui batas waktu operasional yang telah ditetapkan, yakni maksimal pukul 23.00 Wita untuk jenis usaha tertentu.

Dalam penyisiran di kawasan Jalan Diponegoro, sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) terpantau tertib dan mematuhi aturan. Kawasan Jalan Pelabuhan hingga area Dermaga juga dilaporkan nihil pelanggaran.

Namun kondisi berbeda ditemukan di kawasan Citra Niaga. Saat petugas tiba, sebagian besar kafe masih beroperasi meski waktu sudah memasuki dini hari.

Satpol PP kota Samarinda melakukan penertiban di Citra Niaga. (Dimas/MKN)

“Sasaran terakhir di Citra Niaga, di situ ditemukan rata-rata, bahkan keseluruhan, masih melanggar. Harusnya sudah tutup, tapi tadi belum. Kami berikan imbauan kepada pengunjung agar setelah selesai minum segera pulang,” ujar Anis.

Sejumlah pemilik usaha beralasan belum menerima surat edaran secara langsung. Meski demikian, Anis menegaskan toleransi hanya diberikan malam itu saja.

“Malam ini kami masih imbau, tapi saya sudah bicara kepada seluruh pemilik. Besok, kami akan tegakkan tindakan keras dan tegas. Jika masih ada yang buka, langsung kami bubarkan dan saya suruh matikan lampunya,” tegasnya.

Menurutnya, aturan pembatasan jam operasional selama Ramadan telah disosialisasikan secara luas. Karena itu, tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk mengabaikan ketentuan yang berlaku.

Langkah tegas ini diambil untuk menjaga kekhusyukan ibadah selama Ramadan serta memastikan ketertiban umum tetap terjaga di Kota Samarinda. Satpol PP memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin hingga akhir bulan puasa. (MK)

Editor: Agus S