Beranda blog Halaman 78

Satelit Nusantara Lima Disebut Jadi Tonggak Baru Konektivitas Nasional

0
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menghadiri peresmian operasional Satelit Nusantara Lima di Jakarta Selatan. Foto: Dok. Komdigi

JAKARTA – Pemerintah resmi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima sebagai bagian dari langkah memperkuat kedaulatan digital nasional sekaligus memperluas konektivitas internet hingga ke wilayah terpencil Indonesia.

Peresmian operasional satelit tersebut dilakukan di Jakarta Selatan dan dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, Senin (11/5/2026).

Dalam sambutannya, Meutya menyebut Satelit Nusantara Lima menjadi tonggak penting bagi Indonesia di sektor teknologi dan ruang digital nasional.

Menurutnya, satelit berkapasitas 160 Gbps itu merupakan karya anak bangsa dengan kapasitas terbesar di Asia.

“Kita bangga dan mengapresiasi PT Pasifik Satelit Nusantara serta PT Satelit Nusantara Lima. Ini adalah catatan sejarah bagi Indonesia. Dengan Satelit Nusantara Lima, menunjukkan presensi Indonesia, tetapi juga di kawasan. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus hadir di panggung internasional, termasuk ruang antariksa,” kata Meutya.

Ia mengungkapkan saat ini sekitar 80 persen penduduk Indonesia atau lebih dari 230 juta jiwa telah terhubung dengan internet.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan besar untuk memastikan akses digital dapat menjangkau wilayah terluar dan terpencil.

“Kita ingin setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas, merasakan manfaat digital yang setara. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” ujarnya.

Meutya menegaskan pembangunan konektivitas digital tidak cukup hanya menghadirkan jaringan internet, tetapi juga harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga ingin memastikan ruang digital Indonesia tetap aman dari berbagai ancaman siber.

“Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Lebih dari itu, konektivitas harus menjaga masyarakat kita. Kita tegas melindungi anak-anak dari kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai ancaman digital lainnya,” tegasnya.

Menurut Meutya, Satelit Nusantara Lima akan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung transformasi digital nasional sekaligus memperkuat keamanan ruang digital Indonesia.

Ia juga menegaskan pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri teknologi nasional demi membangun ekosistem digital yang lebih maju dan berkelanjutan.

“Indonesia butuh orang-orang pintar dan orang-orang berani. PSN telah membuktikan keberanian itu. Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Renovasi RSUD Gerbang Sehat Mahulu Jadi Langkah Naik Kelas Rumah Sakit

0

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai mematangkan pembangunan dan renovasi RSUD Gerbang Sehat Mahulu sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di wilayah perbatasan.

Tahapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan pemberian penjelasan atau aanwijzing pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang bangun pembangunan dan renovasi rumah sakit di Ruang Rapat Balkon Lantai III Kantor Bupati Mahulu, Selasa (12/5/2026).

Sekretaris Daerah Mahakam Ulu, Stephanus Madang, membuka kegiatan aanwijzing pembangunan dan renovasi RSUD Gerbang Sehat Mahulu bersama Kementerian Kesehatan RI. Foto: Prokopim Mahulu

Kegiatan dibuka langsung Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang, dan dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja Pengadaan Konstruksi, tim teknis hingga peserta tender proyek.

Program tersebut menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang kesehatan sekaligus upaya peningkatan status RSUD Gerbang Sehat Mahulu dari tipe D menjadi tipe C.

Dalam sambutannya, Stephanus Madang menegaskan pembangunan dan renovasi RSUD Gerbang Sehat Mahulu merupakan program strategis yang sangat penting bagi masyarakat Mahulu, khususnya wilayah terpencil dan perbatasan.

Menurutnya, pembangunan rumah sakit berkualitas menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pemerataan layanan kesehatan di daerah 3T.

“Pemkab Mahulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI atas dukungan yang diberikan melalui program pembangunan rumah sakit berkualitas ini. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tim teknis dan penyedia jasa agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai target.

Selain kualitas bangunan, proyek juga diminta tepat waktu dan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

Stephanus mengingatkan kondisi geografis Mahulu memiliki tantangan tersendiri yang harus dipahami seluruh peserta tender dan pelaksana pekerjaan.

“Kondisi alam Mahulu berbeda dengan daerah lain. Mobilisasi material, akses transportasi sungai, hingga faktor cuaca harus diperhitungkan secara matang. Karena itu diperlukan rekayasa teknik dan manajemen pekerjaan yang benar-benar memahami kondisi lapangan,” tegasnya.

Setelah tahapan aanwijzing, agenda dilanjutkan dengan kunjungan lapangan atau site visit untuk memberikan gambaran langsung terkait lokasi pekerjaan dan kondisi eksisting kawasan pembangunan.

Pemkab Mahulu berharap seluruh peserta tender memiliki pemahaman yang sama terkait ruang lingkup pekerjaan, spesifikasi teknis hingga mekanisme pelaksanaan proyek.

Dengan demikian, pembangunan dan renovasi RSUD Gerbang Sehat Mahulu diharapkan berjalan optimal dan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern, representatif dan mudah diakses masyarakat perbatasan Kalimantan Timur. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Kasus Chromebook Memanas, Nadiem Dituntut Belasan Tahun Penjara

0
Nadiem Makarim menjalani persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: Dok. Kejagung

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, dituntut hukuman 18 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/5/2026).

“Menuntut agar terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dakwaan primer penuntut umum,” kata Jaksa Roy Riady saat membacakan tuntutan.

Selain hukuman penjara, jaksa juga menuntut denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan.

Tak hanya itu, Nadiem juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp5,6 triliun.

Nilai tersebut terdiri dari Rp809,59 miliar yang disebut sebagai aliran dana atau kickback dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melalui Gojek Indonesia.

Sementara sekitar Rp4,87 triliun lainnya disebut jaksa sebagai kekayaan yang tidak sebanding dengan penghasilan sah dan diduga berasal dari tindak pidana korupsi.

Jaksa meminta apabila uang pengganti tersebut tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana tambahan selama sembilan tahun penjara.

Dalam pertimbangannya, jaksa menilai perbuatan Nadiem bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi yang sedang dijalankan pemerintah.

Selain itu, perkara tersebut dinilai sangat serius karena terjadi di sektor pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan nasional.

Jaksa juga menilai sikap Nadiem selama persidangan menjadi salah satu hal yang memberatkan.

“Telah menyampaikan keterangan yang berbelit-belit di persidangan,” ujar jaksa.

Menurut jaksa, kebijakan pengadaan Chromebook periode 2020 hingga 2022 dilakukan dengan mengabaikan kualitas pendidikan dasar dan menengah demi keuntungan pribadi.

Satu-satunya hal yang dianggap meringankan adalah karena Nadiem belum pernah dihukum sebelumnya.

Dalam perkara ini, Nadiem didakwa menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,18 triliun melalui program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada 2019–2022.

Kerugian negara tersebut disebut berasal dari pengadaan perangkat teknologi informasi yang tidak sesuai kebutuhan dan perencanaan.

Rinciannya terdiri dari Rp1,56 triliun dari proyek digitalisasi pendidikan dan sekitar 44,05 juta dolar AS atau setara Rp621,39 miliar akibat pengadaan CDM yang dinilai tidak diperlukan serta tidak memberikan manfaat.

Kasus tersebut juga menyeret sejumlah nama lain seperti Ibrahim Arief, Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah dan Jurist Tan yang hingga kini masih berstatus buron.

Jaksa turut mengungkap dugaan aliran dana Rp809,59 miliar kepada Nadiem berasal dari investasi Google di PT AKAB senilai 786,99 juta dolar AS.

Hal itu disebut tercermin dalam laporan harta kekayaan Nadiem tahun 2022 yang mencatat kepemilikan surat berharga senilai Rp5,59 triliun. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Dana Hasil Sitaan Koruptor Akan Dialihkan untuk Perbaikan Fasilitas Publik

0
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta. Foto: Dok. Kejagung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berencana memanfaatkan dana hasil sitaan negara dan penyelamatan aset untuk memperbaiki ribuan puskesmas serta sekolah rusak di berbagai daerah Indonesia.

Rencana itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan senilai Rp10,2 triliun di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Rabu (13/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kondisi fasilitas kesehatan di daerah yang dinilai masih memprihatinkan.

Ia mengaku baru menerima laporan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait ribuan puskesmas yang belum pernah direnovasi selama puluhan tahun.

“Saya baru keliling beberapa daerah terpencil, dapat laporan dari Menteri Kesehatan, ‘Pak, kita punya 10 ribu puskesmas. Sejak zamannya Pak Harto 30 tahun, puskesmas tersebut belum pernah diperbaiki’, 10 ribu,” kata Prabowo.

Presiden kemudian membeberkan estimasi kebutuhan anggaran renovasi fasilitas kesehatan tersebut.

Menurut perhitungan pemerintah, satu puskesmas diperkirakan membutuhkan biaya renovasi sekitar Rp2 miliar.

“Kira-kira satu puskesmas Rp2 miliar, jadi kita butuh kurang lebih Rp20 triliun,” ujarnya.

Prabowo menilai dana hasil sitaan negara dan pengembalian aset dapat menjadi sumber pembiayaan alternatif untuk mempercepat pembangunan fasilitas publik.

Ia bahkan menyebut dana yang berhasil dikembalikan negara saat ini sudah cukup besar untuk membiayai ribuan proyek renovasi.

“Saudara-saudara, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5 ribu puskesmas, Rp10 triliun. Kalau bulan depan benar yang masuk Rp10 triliun lagi dari Satgas, plus Rp39 triliun dari PPATK, berarti Rp49 triliun. Berarti semua puskesmas dengan mudah kita perbaiki,” lanjutnya.

Selain sektor kesehatan, Presiden juga menargetkan percepatan renovasi sekolah rusak di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, pemerintah sudah mulai menjalankan program perbaikan sekolah secara bertahap melalui APBN.

“Sekolah-sekolah yang belum diperbaiki bisa segera kita perbaiki. Di APBN tahun lalu kita sudah perbaiki 17 ribu sekolah, tahun ini sedang kita perbaiki 70 ribu sekolah, tahun depan kita akan perbaiki 100 ribu, tahun depannya lagi 100 ribu, dan tahun depannya lagi kita selesaikan. Nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki,” tutur Prabowo.

Ia menegaskan dana hasil penyelamatan aset negara seharusnya kembali digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, terutama sektor pendidikan dan layanan kesehatan.

“Semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan, uang-uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling dan perampok tersebut,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Isu Pengunduran Diri TAGUPP Kaltim Disebut Menimbulkan Persepsi Keliru

0
Anggota Bidang Informasi dan Komunikasi Publik TAGUPP Kaltim, Decky Samuel, menegaskan kondisi TAGUPP tetap solid di tengah isu pengunduran diri sejumlah anggota. Foto: Hanafi/MKN

SAMARINDA – Isu pengunduran diri sejumlah anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim yang belakangan ramai dibicarakan mendapat tanggapan langsung dari Bidang Informasi dan Komunikasi Publik TAGUPP Kaltim, Decky Samuel.

Ia menilai narasi yang berkembang di sejumlah pemberitaan justru memunculkan kesan seolah-olah organisasi tersebut sedang mengalami perpecahan internal.

Menurut Decky, substansi informasi sebenarnya tidak bermasalah, namun pemilihan judul pemberitaan dinilai terlalu kuat sehingga menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

“Kalau isi informasinya sebenarnya tidak ada masalah. Tapi judulnya yang kemudian menimbulkan kesan seakan-akan organisasi ini ditinggalkan satu per satu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Decky menjelaskan beberapa anggota yang memilih mundur memiliki alasan pribadi dan tanggung jawab pekerjaan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Karena itu, pengunduran diri tersebut disebut bukan bentuk meninggalkan organisasi ataupun tidak lagi mendukung tugas-tugas TAGUPP Kaltim.

“Mereka tetap profesional. Ada pekerjaan lain yang memang harus diprioritaskan sehingga memilih mengundurkan diri,” jelasnya.

Ia juga memahami bahwa dalam dunia media, judul berita sering dibuat lebih menarik perhatian pembaca.

“Biasanya editor memang membuat judul yang menarik perhatian pembaca, sehingga kadang nuansanya terasa lebih kuat,” katanya.

Meski diterpa isu pengunduran diri sejumlah anggota, Decky memastikan kondisi internal TAGUPP Kaltim tetap berjalan normal dan seluruh fungsi organisasi masih aktif sebagaimana mestinya.

“Sampai hari ini personil TAGUPP tetap kompak dan semangat dalam menjalankan tugas dan fungsi untuk membantu pimpinan daerah dalam implementasi program unggulan dan strategis agar dapat tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kaltim,” tegasnya.

Ia berharap komunikasi publik terkait TAGUPP Kaltim ke depan dapat disampaikan lebih proporsional agar tidak memunculkan kesalahpahaman maupun persepsi negatif di ruang publik. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Cooking Class Anak di Kubar Jadi Upaya Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting

0
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dan Ketua TP-PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin foto bersama usai pembukaan Cooking Class Anak di Gedung TP-PKK Kutai Barat. Foto: Ichal/MK

SENDAWAR – Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat melalui Pokja III kembali menggelar kegiatan edukatif bagi pelajar lewat Cooking Class Anak Sekolah Tahun 2026 di Gedung TP-PKK Kutai Barat, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan bertema “Pelangi di Piringku – Anak Sehat, Kreatif dan Mandiri” itu dibuka langsung Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dan dihadiri Ketua TP-PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin beserta jajaran.

Selain itu, kegiatan juga diikuti Ketua TP-PKK kecamatan se-Kutai Barat, kepala sekolah SD dan SMP, guru pendamping hingga para siswa-siswi.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin mengajak seluruh pihak bersama-sama mendukung gerakan konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Menurutnya, gerakan tersebut membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat demi menciptakan generasi Kutai Barat yang sehat dan berkualitas.

Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menilai kegiatan cooking class bukan sekadar mengenalkan keterampilan memasak kepada anak-anak, tetapi juga menjadi langkah penting membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.

“Melalui kegiatan ini anak-anak diajak mengenal pentingnya makanan sehat dan bergizi sejak dini. Tidak hanya belajar memasak, tetapi juga memahami bagaimana mengolah pangan lokal menjadi menu yang lezat, menarik, dan memiliki kandungan gizi yang seimbang,” ujarnya.

Frederick mengatakan kegiatan yang menyasar pelajar tingkat SD dan SMP tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Selain mengasah kreativitas, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

“Kegiatan tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan stunting. Anak-anak diharapkan semakin menyukai konsumsi sayur, ikan, dan berbagai pangan sehat lainnya yang dapat diolah menjadi menu bergizi dan menarik,” terangnya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun keterampilan praktis dan kemandirian anak, khususnya terkait pengetahuan gizi dan pengolahan bahan pangan sehat.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendukung program-program PKK yang berkaitan dengan kesehatan keluarga dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

Ia berharap kegiatan seperti cooking class dapat terus dikembangkan menjadi lebih inovatif dan menjangkau lebih banyak peserta di Kutai Barat.

Di akhir sambutannya, Frederick mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan semangat serta menjadikannya sebagai sarana menambah ilmu dan mempererat silaturahmi. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pemkab Kubar Dorong OPD Lebih Aktif Sajikan Data Pembangunan yang Akurat

0
Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, memimpin kegiatan penyampaian laporan evaluasi RKPD Triwulan I Tahun 2026 di Kantor Bappedalitbang Kubar. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mulai memperketat evaluasi pelaksanaan program pembangunan daerah melalui penyampaian laporan evaluasi Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Triwulan I Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbangda) Kutai Barat itu dibuka langsung Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, di Ruang Rapat Kantor Bappedalitbang, Selasa (12/5/2026).

Dalam sambutan Bupati Kutai Barat yang dibacakannya, Nanang menegaskan evaluasi triwulan bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan sinkronisasi antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

“Evaluasi ini menjadi momentum untuk memantau kemajuan, mengatasi hambatan, dan memastikan pencapaian target kinerja pembangunan daerah, sebagaimana komitmen kita mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” ujar Nanang.

Menurutnya, hasil evaluasi triwulan harus menjadi bahan penyusunan strategi dan kebijakan pembangunan pada triwulan berikutnya, sekaligus menjadi referensi dalam penyusunan RKPD dan Renja tahun mendatang.

Dalam arahannya, Nanang juga menekankan sejumlah poin penting kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat di lingkungan Pemkab Kutai Barat.

Salah satunya, OPD diminta lebih fokus membandingkan target kinerja yang telah direncanakan dengan capaian riil di lapangan sesuai dokumen Renja masing-masing perangkat daerah.

Selain itu, seluruh OPD dan camat juga diminta lebih proaktif menyajikan data yang akurat dan tepat waktu guna mendukung arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kedua, seluruh OPD dan camat diimbau lebih proaktif dalam menyajikan data yang akurat dan tepat waktu guna mendukung penentuan arah kebijakan pembangunan daerah,” katanya.

Nanang juga mengingatkan pentingnya inovasi dan efisiensi anggaran di tengah berbagai tantangan teknis yang dihadapi perangkat daerah.

Karena itu, seluruh OPD diminta aktif mencari solusi terhadap kendala di lapangan agar target pembangunan tahunan tetap tercapai sesuai jadwal.

Menurutnya, evaluasi RKPD harus menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan program kerja pemerintah daerah secara menyeluruh.

Di akhir sambutannya, Nanang menyampaikan apresiasi kepada Bappedalitbangda Kutai Barat selaku penyelenggara kegiatan serta seluruh peserta yang terlibat dalam proses evaluasi tersebut. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Camat Damai Gandeng Inspektorat untuk Benahi Dokumen Perencanaan Kinerja

0
Camat Damai, Iman Setiadi, bersama Tim Inspektorat Kutai Barat saat kegiatan pendampingan penyusunan Renstra dan SAKIP di Kantor Kecamatan Damai. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Pemerintah Kecamatan Damai mulai mematangkan penyusunan dokumen Rencana Strategis (Renstra) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Pendampingan penyusunan Renstra dan SAKIP tersebut digelar di Kantor Kecamatan Damai pada Selasa (12/5/2026) dengan melibatkan Tim Inspektorat Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan dihadiri langsung Camat Damai, Iman Setiadi, bersama Tim Inspektorat Kutai Barat yang dipimpin Irban II Suhartono serta seluruh pejabat eselon di lingkungan Kecamatan Damai.

Pendampingan dilakukan sebagai langkah pemerintah kecamatan untuk memastikan dokumen perencanaan dan akuntabilitas kinerja yang disusun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam sambutannya, Camat Damai Iman Setiadi menyampaikan apresiasi kepada Inspektorat Kutai Barat atas dukungan dan pembinaan yang diberikan kepada tim penyusun Renstra dan SAKIP Kecamatan Damai.

Menurutnya, pendampingan tersebut penting agar dokumen perencanaan yang disusun lebih terarah, terukur dan selaras dengan visi pembangunan daerah Kabupaten Kutai Barat.

“Pada kegiatan tersebut, Tim Inspektorat Kabupaten Kutai Barat memberikan berbagai masukan dan arahan teknis terkait penyempurnaan dokumen Renstra Tahun 2025–2029, khususnya mengenai penyusunan indikator kinerja yang SMART, penyelarasan program dan indikator dengan RPJMD, serta sistematika penyusunan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Camat Iman.

Selain pendampingan teknis, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi jajaran Kecamatan Damai untuk menyampaikan berbagai kendala dalam penyusunan dokumen perencanaan.

Beberapa persoalan yang dibahas di antaranya keterbatasan data dukung, penyesuaian nomenklatur program hingga penyelarasan indikator kinerja dengan dokumen perencanaan daerah.

Iman berharap melalui kegiatan tersebut kualitas tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas kinerja di lingkungan Kecamatan Damai dapat terus meningkat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas tata kelola pemerintahan, perencanaan pembangunan, dan akuntabilitas kinerja di lingkungan Kecamatan Damai dapat terus meningkat demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, efektif, dan profesional kepada masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Basket ASN PPU Mulai Panaskan Mesin untuk Porprov KORPRI 2026

0
Tim bola basket KORPRI ASN Kabupaten Penajam Paser Utara usai menjalani latihan dan uji coba jelang Porprov KORPRI ASN se-Kaltim. Foto: Deddypz/MKNN

PENAJAM PASER UTARA – Tim bola basket KORPRI ASN Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memanaskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) KORPRI ASN se-Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung di Kutai Barat pada Agustus 2026 mendatang.

Latihan intensif kini rutin digelar untuk meningkatkan kekompakan tim sekaligus menjaga kondisi fisik para pemain menjelang kompetisi antaraparatur sipil negara tersebut.

Koordinator Atlet Bola Basket KORPRI ASN PPU, Diga Afrian, mengatakan waktu persiapan yang tersisa beberapa bulan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin agar tim tampil lebih siap saat bertanding nanti.

“Waktu yang tersisa tinggal beberapa bulan lagi, jadi akan kami maksimalkan untuk latihan bersama dan persiapan tim,” ujarnya.

Selain memperkuat latihan rutin, tim basket ASN PPU juga mulai menyiapkan agenda laga uji coba atau sparing dengan sejumlah klub basket di dalam maupun luar wilayah PPU.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur kekuatan tim serta membangun mental bertanding sebelum turun di ajang resmi Porprov KORPRI.

“Kami juga akan melaksanakan berbagai sparing ke klub-klub yang ada di PPU maupun luar PPU nantinya,” katanya.

Menurut Diga, latihan sebenarnya sudah berjalan sejak awal dengan intensitas mencapai tiga kali dalam sepekan.

Ia optimistis konsistensi latihan dan persiapan yang dilakukan dapat membawa hasil positif bagi tim basket KORPRI ASN PPU di ajang Porprov mendatang.

“Seminggu bisa tiga kali latihan. Dengan usaha ini mudah-mudahan kami bisa memperoleh hasil yang terbaik,” tutupnya.

Ajang Porprov KORPRI ASN sendiri menjadi salah satu wadah kompetisi olahraga antaraparatur sipil negara di Kalimantan Timur, sekaligus mempererat solidaritas dan sportivitas antarpegawai pemerintah daerah. (MK)

Pewarta: Deddypz
Editor: Agus S

ILKOMERS GO TO SCHOOL 2026 Dorong Literasi AI dan Kemandirian Berpikir Siswa

0
Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Mulawarman saat menggelar kegiatan ILKOMERS GO TO SCHOOL di SMK Negeri 9 Samarinda. Foto: Istimewa

SAMARINDA – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman menggelar kegiatan ILKOMERS GO TO SCHOOL (IGTS) 2026 di SMK Negeri 9 Samarinda, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mengoptimalkan AI dalam Pembelajaran: Menjaga Keseimbangan antara Teknologi, Verifikasi Informasi, dan Kemandirian Berpikir”.

Program ini menjadi bagian dari tugas akhir mata kuliah Strategi dan Perencanaan Komunikasi sekaligus upaya memperkuat literasi digital siswa di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan diawali dengan sambutan dosen pengampu mata kuliah, Ainun Nimatu Rohmah, S.Ikom., M.A., kemudian dilanjutkan pembukaan acara oleh Kepala SMK Negeri 9 Samarinda, Mira Sartika, M.Pd.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi juga memperkenalkan profil Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Mulawarman melalui pemutaran video sebelum memasuki sesi sosialisasi utama.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bagaimana memanfaatkan AI secara bijaksana, kritis dan bertanggung jawab tanpa menghilangkan kemampuan berpikir mandiri.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait pentingnya verifikasi informasi di tengah maraknya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif mengikuti diskusi dan menjawab pertanyaan yang diberikan pemateri selama sosialisasi berlangsung.

Kepala SMK Negeri 9 Samarinda, Mira Sartika, menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai materi mengenai AI sangat relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini.

“Pada kesempatan ini, alhamdulillah, anak-anak ini kan memiliki sudut pandang yang berbeda, apalagi materi yang dibawakan memang sangat dibutuhkan anak-anak terkait pemanfaatan AI, walaupun hitungan jam tetapi materi ini sangat bermanfaat buat anak-anak. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami, mudah-mudahan ke depannya ini tetap berlanjut menjadi agenda rutin,” ujar Mira Sartika.

Melalui kegiatan ILKOMERS GO TO SCHOOL 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unmul berharap para pelajar dapat lebih siap menghadapi perkembangan teknologi digital dengan tetap mengedepankan etika, kemampuan berpikir kritis, dan literasi informasi. (MK)

Editor: Agus S