Beranda blog Halaman 787

Terkendala Regulasi, Pemkot Belum Fokus Wisata Bahari

0
Terkendala Regulasi, Pemkot Belum Fokus Wisata Bahari
Pulau Beras Basah, salahsatu objek wisata bahari yang pengelolaannya masih di provinsi. (ist)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang sudah berupaya mengurus peralihan status pengelolaan Pulau Beras Basah ke Provinsi Kaltim. Namun sampai saat ini belum mendapatkan jawaban.

Hal itu diungkapkan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem saat menjadi narasumber di program Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk ‘Opimalkan Potensi Wisata Bontang’ beberapa waktu lalu.

Dalam program tersebut, Aznem menyebutkan, kendala status tersebut yang membuat Bontang belum bisa memfokuskan pada wisata bahari. Lantaran pengelolaan wilayah laut masih ada di provinsi.

Apabila Dispopar sudah mendapatkan jawaban dari provinsi terkait status tersebut, maka Dispopar berani mengelola objek-objek wisata di sekitar perairan Bontang, seperti Pulau Beras Basah, Pulau Segajah, dan lain sebagainya.

“Wali kota bilang sepanjang belum ada surat dari provinsi kita belum bisa fokuskan ke laut,” bebernya.

Karenanya saat ini Bontang masih memfokuskan pada penyelenggaraan event sebagai bagian dari pariwisata. Sembari perlahan-lahan memperbaiki regulasi pada objek wisata laut.

“Memang kendalanya regulasi sehingga kita tidak berani terlalu mempromosikan wisata bahari,” bebernya.

Pernyataan Aznem tersebut dibenarkan Sekda Bontang, Aji Erlinawaty yang juga menjadi narasumber di program tersebut. Dikatakannya, memang secara lisan sudah diijinkan terkait status pengelolaan Beras Basah. Namun karena belum ada pernyataan secara resmi yang tertuang di atas kertas, maka Pemkot Bontang belum berani mengelola Beras Basah.

“Tantangan itu selalu ada. Saya yakin dengan banyakanya dukungan kami mampu menghadapi tantangan-tantangan itu. Semoga Bontang berhasil mewujudkan tujuannya membangun kota wisata.” harapnya. (adv/al)

Sukseskan Pariwisata Bontang, Dispopar Libatkan Content Creator

0
Sukseskan Pariwisata Bontang, Dispopar Libatkan Content Creator
Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem (paling kiri) saat menghadiri seminar content creator di event BISA Fest. (Yusva Alam)

BONTANG – Guna mendukung kesuksesan program pariwisata di Kota Bontang, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang melibatkan semua pihak, salahsatunya anak-anak muda mlilenial.

Hal itu diungkapkan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem saat menjadi narasumber di Program Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk ‘Optimalkan potensi wisata Bontang’ beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Aznem, Bahwa Dispopar rutin membangun sinergitas dengan semua pihak untuk mempercepat keberhasilan program pariwisata Bontang. Utamanya, Dispopar melibatkan anak-anak muda yang bergerak di bidang Ekonomi kreatif (ekraf) seperti para conten creator baik youtuber, selebgram, tiktokers, dan lain sebagainya.

Pihaknya berharap, agar para content creator itu bisa ‘menjual’ Bontang dalam hal-hal yang positif. Mempromosikan potensi-potensi wisata di media sosial agar masyarakat luar Bontang tertarik untuk datang.

“Para content creator ini corongnya Bontang. Setidaknya di setiap konten mereka ada sedikit wisata Bontang yang bisa diselipkan,” katanya.

Selain dengan content creator, Dispopar juga kerap bekerjasama dengan Komunitas Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Bontang. Masata selalu membantu program-program atau event yang diadakan Pemkot Bontang.

Ketua DPC Masata Bontang, Eko Satrya yang juga narasumber dalam program tersebut membenarkan pernyataan Aznem. Dikatakannya, Masata Bontang selalu pendampingan, penguatan, dan promosi ke program pemkot.

Pihaknya ingin percepatan-percepatan program wisata agar segera terwujud.

“Masata ingin gerak cepat, gerecep. Masata selalu koordinasi dengan pemkot. Masata punya ide langsung disampaikan. Walaupun jam 2 malam kami sampaikan idenya. Karena ide datangnya kapanpun,” bebernya. (adv/al)

Bontang Berpotensi Jadi Kota Event

0
Bontang Berpotensi Jadi Kota Event
Penyelenggaraan event dalam rangka HUT Damkar di Bontang beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Ke Depannya Bontang memiliki potensi menjadi kota event. Lantaran melihat dari karakteristik masyarakat Bontang yang terdiri dari beragam suku.

Hal itu diungkapkan Ketua DPC Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Bontang, Eko Satrya saat menjadi narasumber di program Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk ‘Optimalkan Potensi Wisata Bontang’ beberapa waktu lalu.

Dikatakan Eko, event juga termasuk dalam salahsatu jenis wisata, karena penyelenggaraan event mampu mendatangkan orang. Yang mampu mendatangkan orang bisa disebut juga dengan wisata.

Karenanya Pemkot Bontang saat ini gencar menggelar event. Salahsatunya dengan program 77 event.

Alasan yang mendasarinya bahwa Bontang cocok menjadi kota event karena, saat ini masyarakat Bontang terdiri dari beragam suku adat istiadat. Dengan banyaknya suku maka potensi budaya untuk ditampilkan di setiap event sangat beragam.

Ditambah lagi potensi wisata pesisir dan wisata bahari di Bontang, yang dapat menjadi daya tarik orang-orang di luar Bontang untuk datang berkunjung.

“Orang luar selain tertarik dengan event yang diadakan juga tertarik dengan spot-spot wisata pesisir atau bahari di Bontang,” ujarnya.

Namun begitu katanya, masih banyak yang perlu dibenahi untuk mensukseskan cita-cita sebagai kota event ini. Menurutnya, di Bontang masih banyak fasilitas yang belum memadai, membutuhkan banyak minimal hotel bintang 3, dan butuh gedung-gedung representatif untuk penyelenggaraan acara.

“Tapi kami tidak pesimis karena masih banyak home stay di Bontang. masih bisa maksimalkan rumah-rumah penduduk untuk menjadi home stay ketika hotel-hotel sudah tidak mampu menampung pengunjung yang datang,” bebernya.

Hal itu pun dibenarkan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem yang juga menjadi narasumber. Saat ini memang Bontang tengah fokus pada program penyelenggaraan event dengan mengadakan 77 event.

Kenapa fokus ke event? Lantaran wisata bahari masih terkendala regulasi. Pengelolaannya masih ada di provinsi. Namun saat ini Dispopar tengah berjuang agar pengelolaan wisata-wisata di laut bisa dikelola Bontang.

“Sembari kita fokus pada wisata event, perlahan-lahan kami juga siapkan wisata bahari,” katanya.

“Kolaborasi semua perwakilan suku di Bontang luar biasa saat penyelenggaraan sebuah event di Bontang. Akhir tahun kemarin kita adakan festival harmoni budaya,” pungkasnya. (adv/al)

Hadirkan Produk Berkualitas, Dua UMKM Binaan Pupuk Kaltim Meriahkan SME’s Hub ASEAN Summit 2023

0

LABUAN BAJO – Dua mitra binaan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yakni Batik Kuntul Perak dan Batik Beras Basah, meriahkan pameran produk UMKM pada agenda SME’s HUB ASEAN Summit 2023 dalam rangka KTT ASEAN Ke-42, yang berlangsung di Waterfront City Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 09-13 Mei 2023.

Keduanya tergabung dalam Rumah BUMN bersama binaan Pupuk Indonesia Grup, yang menampilkan beragam produk kategori Craft, Fashion and Beauty, serta Food and Beverage. Side event KTT ASEAN Ke-42 ini mencakup showcase UMKM lokal, pertunjukan musik, pagelaran seni dan lainnya guna mendorong pasar UMKM Go Internasional.

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, mengatakan Batik Kuntul Perak dan Batik Beras Basah merupakan batik lokal khas Bontang yang telah mendapatkan Sertifikat Produk Pengguna Tanda (SPPT) SNI dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), dengan kualitas yang telah diakui secara Nasional.

Ragam batik kualitas premium hasil karya dua pengrajin lokal ini merupakan salah satu produk unggulan di Bontang dan Kaltim, yang sejauh ini mampu mandiri pasca kesinambungan pembinaan Pupuk Kaltim. Mulai dari penyiapan sumberdaya manusia, manajemen pemasaran dan promosi hingga berbagai bentuk pendampingan lainnya.

“Melihat kualitas produk yang dihasilkan, Batik Kuntul Perak dan Batik Beras Basah berhasil lolos kurasi Kementerian BUMN, sebagai salah satu produk unggulan hasil karya Indonesia pada KTT Asean Ke-42 di Labuan Bajo,” ujar Sugeng, Senin (15/5/2023).

Selama kegiatan, Batik Beras Basah menghadirkan ragam motif batik tulis katun primisima dan batik tulis sutra, baik berupa produk jadi seperti pakaian maupun kain. Sementara Batik Kuntul Perak, menghadirkan jenis batik tulis sutra, batik tulis silk, batik tulis katun primisima, cap lukis silk, hingga batik tulis sutra katun.

Kedua produk batik ini tak hanya eksis di tataran lokal, tapi juga mampu menembus pasar nasional serta mampu bersaing dengan kerajinan serupa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ini membuktikan jika produk lokal mampu bersaing dan menembus pasar dengan peluang yang lebih luas. Hal ini pun didukung penuh Pupuk Kaltim, yang secara berkala memfasilitasi UMKM binaan pada berbagai event berskala nasional maupun internasional,” lanjut Sugeng.

Dirinya menyebut hal ini merupakan salah satu sasaran pembinaan Pupuk Kaltim bagi UMKM lokal agar lebih berdaya saing, sehingga mampu menjangkau peluang pasar secara signifikan guna mendukung peningkatan perekonomian nasional.

Seluruh UMKM binaan terus didorong menghasilkan karya berkualitas, agar mampu bersaing dengan produk sejenis dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan hingga penciptaan lapangan usaha mandiri melalui pendampingan berkelanjutan.

“Hal ini wujud implementasi amanat Kementerian BUMN terkait TJSL perusahaan yang berfokus pada tiga program prioritas. Diantaranya pendidikan, lingkungan dan pengembangan UMKM di berbagai bidang,” terang Sugeng.

Dirinya menyebut Pupuk Kaltim akan terus fokus pada tiga program tersebut, sehingga pengembangan UMKM lokal yang berdaya saing semakin tercapai, diiringi peningkatan sumberdaya manusia serta kualitas lingkungan yang lebih optimal.

“Pupuk Kaltim akan terus memaksimalkan program dalam mendorong kemandirian masyarakat sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi secara berkesinambungan, sehingga implementasi TJSL perusahaan makin berdampak luas di masyarakat,” tambah Sugeng.

Menteri BUMN Erick Thohir, menyampaikan UMKM merupakan ujung tombak pondasi ekonomi nasional, yang terus didorong mampu mandiri dan berdaya saing melalui pembinaan. Hal ini menjadi salah satu fokus Kementerian BUMN, melalui sinergi antar Kementerian dan Pemerintah Daerah untuk pembiayaan, pembinaan dan pasar.

Menurut Erick, SME’s Hub merupakan bukti bahwa BUMN siap untuk mendorong UMKM Go Global dengan pendampingan dan pembiayaan, termasuk melalui pembinaan dari Rumah BUMN. Terlebih UMKM yang terlibat di SME’s Hub kali ini tidak kalah saing dari produk komersial lainnya.

“Pembiayaan saja tidak cukup tanpa pendampingan. Dan SME’s HUB ini menjadi bukti pendampingan kita mampu mendorong UMKM lebih berdaya saing,” ucap Erick.

Melihat tingginya antusiasme pengunjung, Erick Thohir optimis SME’s Hub dapat membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing sekaligus membuka akses pasar global, sehingga bisa mendorong UMKM tanah air mendunia.

“Lalu tugas kita selanjutnya adalah menyiapkan marketnya. Salah satu dukungan kesiapan market ini adalah hadirnya PaDi UMKM, yang berfungsi sebagai marketplace juga e-katalog,” pungkas Erick. (adv)

Iptu Hari Supranoto Jadi KasatReskrim Baru, Iptu Bonar Promosi Kapolsek Muara Kaman

0
Iptu Hari Supranoto Jadi KasatReskrim Baru, Iptu Bonar Promosi Kapolsek Muara Kaman
Serah Terima jabatan Kasat Reskrim Polres Bontang (ist)

BONTANG – Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim Polres Bontang dilaksanakan Selasa (16/4/23) bertempat di Rupatama Sanika Satyawada Polres Bontang.

Pejabat lama Inspektur Polisi Satu (Iptu) Yohanes Bonar Adiguna Hutapea mendapat promosi jabatan baru menjadi Kapolsek Muara Jawa, Kutai Kartanegara.

Sementara itu, pejabat baru Kasat Reskrim diisi oleh Inspektur Polisi Satu Hari Supranoto yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolsek Muara Kaman, Kukar.

“Rotasi jabatan ini merupakan hal yang lumrah dalan instansi kepolisian,” Jelasnya.

Kegiatan Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim Polres Bontang tersebut dipimpin oleh Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya. Ia juga memberikan selamat atas jabatan barunya tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk pejabat yang baru, Iptu Hari Supranoto diharapkan bisa menyesuaikan dengan posisinya. Bersiap dengan tugas-tugas yang harus dijalankan kedepannya.

Keputusan ini sudah ada dalam Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur dengan Nomor : KEP / 375  / V / 2023 tanggal 09 Mei 2023 Tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Perwira Polri dalam Jabatan di Lingkungan Polda Kaltim

Selain itu ia mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama, atas kinerjanya serta loyalitas selama menjabat sebagai kasat, dalam hal menjaga situasi  Kamtibmas di Kota Bontang. Dan selamat telah mendapatkan promosi jabatan menjadi Kapolsek, hal itu diraih berkat dedikasi yang tinggi terhadap kedinasan sehingga mendapatkan promosi jabatan.

“Jangan pernah terlena dan tingkat terus mutu pelayanan kita kepada masyarakat yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai anggota Polri” tutupnya. (sya)

Persiapkan Jadi Kota Penyanggah IKN, Bontang Bakal Seperti Bogor

0
Persiapkan Jadi Kota Penyanggah IKN, Bontang Bakal Seperti Bogor
Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem. (ist)

BONTANG – Bontang tengah mempersiapkan diri sebagai kota penyanggah Ibukota Negara (IKN). Salahatu yang difokuskan adalah pariwisata. Hal itu diungkapkan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem saat menjadi narasumber di program Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk ‘Optimalkan Potensi Wisata Bontang’ beberapa waktu lalu.

Dikatakan Aznem, Bontang nantinya diharapkan menjadi seperti Bogor, yang saat ini menjadi kota penyanggah Ibukota Jakarta. Bogor sebagai kota wisata menjadi rujukan warga Jakarta untuk melepas penat.

“Sekarang kan kalau orang Jakarta penat pergi ke Bogor. Nantinya Bontang juga begitu. Saat warga di IKN penat ya wisatanya ke Bontang,” ujarnya.

Karenanya pariwisata menjadi salahsatu yang difokuskan dalam program-program wali kota saat ini. Ada event 77, dimana setiap OPD dibebankan 1 event. Setiap event bisa menjadi satu destinasi wisata.

“Contohnya event ulangtahun damkar kemarin. Jika event ini diekspos media maka banyak peserta yang datang ke Bontang,” bebernya.

Tidak hanya OPD, bahkan pembicaraan terkait pariwisata ini menurut Aznem harus sampai pada tingkat RT. Sehingga seluruh warga Bontang bisa bahu membahu mewujudkan keberhasilan program tersebut.

Hal itu dibenarkan Sekda Bontang, Aji Erlinawaty yang juga menjadi narasumber saat itu. Bahwa Bontang saat ini tengah mempersiapkan diri sebagai kota penunjang IKN. Persiapan itu harus dilakukan sedini mungkin. Salahsatu yang dipersiapkan adalah pariwisata.

Dirinya juga mencontohkan event Hut Damkar yang telah terselenggara beberapa waktu lalu. Event kemarin baru setingkat Kaltim.

Tahun depan direncanakan akan mengadakan tingkat nasional. Lantaran Bontang dipercaya menjadi penyelenggara HUT Damkar tingkat nasional.

“Bayangkan berapa banyak petugas damkar se-Indonesia jika datang ke Bontang. Hal ini tentunya akan menggairahkan para pelaku UMKM dan pelaku-pelaku ekonomi yang lain di Bontang,” serunya. (adv/al)

Rustam Yakinkan Status Kelola Beras Basah Bisa Beralih ke Bontang, Ini Syaratnya!

0
Rustam Yakinkan Status Kelola Beras Basah Bisa Beralih ke Bontang, Ini Syaratnya!
Rustam siap kawal masalah status Beras Basah. (ist)

BONTANG – Komisi II siap bekerjasama dengan Dispopar Bontang untuk mengawal masalah status Pulau Beras Basah ke Provinsi Kaltim. Diketahui status pengelolaan Beras Basah belum ada kejelasan hingga saat ini. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam.

Rustam mengungkapkan, walaupun Pulau Beras Basah secara regulasi masuk dalam ranah provinsi, namun bisa saja dikelola oleh daerah masing-masing. Dalam hal ini dikelola Bontang sebagai daerah terdekat dari Beras Basah.

Dirinya mengambil contoh dari daerah Berau, Lampung, dan Bali yang memiliki kasus yang sama, namun bisa menyelesaikannya. Kerjasama antar daerah dengan provinsi tetap bisa dilakukan.

“Sekarang bagaimana agar OPD terkait bisa berkomunikasi intens dengan provinsi. Agar lebih serius dalam menjalin kerjasama dalam pengelolaan Beras Basah,” ujarnya.

Dikatakan Politisi Golkar ini, pihaknya sudah beberapa kali komunikasi dengan provinsi. Pihak dari dinas terkait di provinsi pun tidak ada masalah dengan status ini. Tinggal membuatkan kerjasama pengelolaannya saja.

“Kami sudah buka jalan. Sekarang bagaimana agar OPD terkait di Bontang yang meneruskan komunikasi yang telah kami lakukan itu,” ungkapnya.

Pihaknya pun akan tetap berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Dispopar Bontang, untuk bersama-sama mengawal masalah ini agar cepat selesai. Sehingga Pemkot Bontang tidak takut-takut lagi dalam mengelola Beras Basah, lantaran statusnya yang masih ada pada provinsi. (adv/al)

WHO Cabut Status Darurat Covid-19, Rustam Ajak Pelaku UMKM Bangkit

0
WHO Cabut Status Darurat Covid-19, Rustam Ajak Pelaku UMKM Bangkit
Rustam ingin pelaku UMKM bangkit pasca status covid-19 dicabut. (Yusva Alam)

BONTANG – Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam berharap, para pelaku UMKM di Bontang bisa bangkit pasca status covid-19 telah dicabut oleh WHO beberapa waktu lalu. Bangkitnya UMKM dapat berdampak positif pada banyak aspek.

Dikatakan Politisi Golkar itu, bahwa pelaku UMKM dapat segera bangkit dari keterpurukan setelah status covid-19 dicabut. Lantaran pasca dicabutnya covid-19, perekonomian kembali meningkat dan daya beli masyarakat pun kembali pulih.

“Kalau kondisi UMKM kembali normal, tentunya akan semakin banyak pengangguran yang terserap. Para pelaku UMKM akan banyak membutuhkan kembali tenaga kerja. Berkurangnya pengangguran ini dampak positif yang bisa kita rasakan,” bebernya.

Sekali lagi dirinya mengajak para pelaku UMKM untuk kembali bersemangat dalam membangun usahanya. Kembali membenahi aspek-aspek yang menurun saat pandemi covid-19, agar pembeli kembali berdatangan.

Diberitakan sebelumnya, dilansir Reuters, Sabtu (6/5/2023), Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah mencabut status darurat COVID-19 pada Jumat (5/5/2023) melalui siaran pers. Diketahui, COVID-19 telah menewaskan lebih dari 6,9 juta orang di berbagai negara.

“Oleh karena itu, dengan harapan besar saya menyatakan COVID-19 berakhir sebagai darurat kesehatan global,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Jumat (5/5/2023). (adv/al)

Pansus LKPJ Dorong (lagi) Satpol PP Fungsikan Gedung Baru

0
Pansus LKPJ Dorong (lagi) Satpol PP Fungsikan Gedung Baru
Tinjauan Lapangan DPRD ke gedung baru Satpol PP beberapa waktu lalu. (Dok Radarbontang.com)

BONTANG – Pansus LKPJ kembali mendorong Satpol PP untuk segera memfungsikan gedung baru. Walaupun gedung baru tersebut belum rampung sepenuhnya usai dikerjakan tahun ini. Hal itu dikatakan Ketua Pansus LKPJ, Raking.

Dijelaskan Raking, Gedung Satpol PP yang baru sudah dibangun meski belum rampung seluruhnya. Lantaran hanya lantai 2 yang bisa dikatakan sudah layak huni. Sementara lantai dasar belum seluruhnya selesai pengerjaan.

Namun begitu pihaknya mendorong agar gedung yang menelan anggaran Rp 5,9 miliar dalam pengerjaannya itu segera difungsikan.

“Jangan sampai mubazir. Tetap berkantor di sana. Paling tidak ada aktivitas di sana,” sarannya.

Diberitakan sebelumnya, Usman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) mengatakan, gedung ini sudah dapat dimanfaatkan secara fungsional. Walaupun masih kurang di lahan parkir, tempat upacara, serta ruang pertemuan di lantai dasar.

“Anggarannya masih belum pasti, tapi di awal dikatakan Rp 3.5 miliar. Tapi sepertinya akan naik karena harga bahan baku yang mengalami kenaikan,” jelasnya. (adv/al)

Pansus LKPJ Tekankan Poin 35 di Rekomendasi ke Pemkot, Begini Isinya

0
Pansus LKPJ Tekankan Poin 35 di Rekomendasi ke Pemkot, Begini Isinya
Ketua Pansus LKPJ, Raking saat diwaancara awak media. (Yusva Alam)

BONTANG – Dari puluhan rekomendasi DPRD kepada Pemkot Bontang, Pansus LKPJ DPRD Bontang lebih menekankan pada poin menaikkan insentif/honor kader posyandu dan kader subKB.

Hal itu diungkapkan Ketua Pansus LKPJ, Raking usai mengikuti rapat paripurna penyampaian keputusan DPRD atas LKPJ Wali Kota Bontang tahun anggaran 2022 di Pendopo Rujab, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Anggota Komisi I DPRD Bontang itu, bahwa Pansus LKPJ menyerahkan sebanyak 40 rekomendasi kepada Pemkot Bontang. Agar pemkot segera membenahi penganggaran di tahun 2023 ini.

Dari 40 rekomendasi tersebut, disebutkan Raking poin nomor 35 yang paling ditekankan. Di poin 35 itu berbunyi ‘Pemkot Bontang agar menaikkan insentif/honor yang semula Rp 150 ribu menjadi Rp 300 ribu bagi kader posyandu, kader subKB, Kadier lansia, dan kader posbindu.’

“Kenapa kami konsen di poin 35 ini. Karena setiap kami reses selalu yang ditanyakan petugas kader posyandu dan subKB tentang insentif ini,” ujarnya.

“Mereka mengatakan sudah dijanji naik insentifnya dari jamannya kepala daerah sebelumnya. Namun belum terwujud sampai sekarang,” imbuh Raking.

Maka dari hasil reses anggota dewan tersebut, pansus LKPJ berjanji akan memperjuangkannya melalui rekomendasi.

“Alhamdulillah kemarin sudah disetujui Bapelitbang. Semoga segera terealisasi,” pungkasnya. (adv/al)